Anda di halaman 1dari 78

LAPORAN AKHIR

TIM NUSANTARA SEHAT

PUSKESMAS PASIKOLAGA
KABUPATEN MUNA

SULAWESI TENGGARA

TIM NUSANTARA SEHAT


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
2018
Laporan Akhir 1

KATA PENGANTAR

Sampailah sudah di akhir penugasan, Tim Nusantara Sehat di Kec. Pasikolaga, Kab Muna, Provinsi
Sulawesi Tenggara. Selama dua tahun tim telah bekerja melakukan berbagai kegiatan dalam
mendukung peningkatan derajat kesehatan di Pasikolaga. Dalam perjalanannya, banyak tantangan
dan hambatan yang dihadapi oleh tim, baik tantangan internal tim, puskesmas, dinas kesehatan,
masyarakat, hingga keadaan geografis. Namun, berbagai hambatan tersebut tidak menghalangi tim
untuk bekerja dan melakukan yang terbaik. Meskipun, tidak sedikit juga program – program yang
dicanangkan oleh tim akhirnya tidak berjalan maskimal akibat dari kurangnya dukungan dari
puskesmas.

Mengenai puskesmas pasikolaga, dengan berbagai masalah yang ada didalamnya, baik kualitas SDM,
manajamen, hingga sarana prasarana yang ada, tim sudah berupaya untuk tetap bisa bekerja
maksimal. Namun, meskipun sudah mencoba budaya kerja yang sudah berlaku sulit untuk dirubah.
Staff puskesmas cenderung pasif dan anti terhadap hal – hal yang baru. Begitu juga dengan
pimpinan yang tidak tegas dan cenderung membiarkan.

Dalam laporan akhir ini kami suguhkan data capaian program serta hasil pendataan keluarga sehat di
desa tampunabale beserta perbandingannya sebelum dan sesudah adanya intervensi oleh tim
nusantara sehat selama dua tahun ini.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………..…………………………………………………………. 1

DAFTAR ISI ……………………………………………………….……………………………………..………………. 2

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………….…………..………......... 3

BAB II ANALISA SITUASI ………………………………………………………………………………….......... 5

KEADAAN UMUM……………………………………………………………………………………………… 5

GAMBARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN …………………………………………………………. 6

SITUASI DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT …………………………………………………… 10

BAB III CAPAIAN PROGRAM ………………………………………………………………………………………… 17

GAMBARAN PERUBAHAN SEBELUM – SESUDAH TIM NS BERGABUNG DENGAN TIM


PUSKESMAS …………………………………………………………………………………………………
17
PROGRAM TIM NUSANTARA SEHAT PERIODE JUNI 2016 – MEI 2018 ………………….
20
BAB IV PROGRAM INTERVENSI (EVALUASI KINERJA) …………………………………………………….
23
PROGRAM INDONESIA SEHAT – PENDEKATAN KELUARGA ……………………………..
23
PENDATAAN KELUARGA SEHAT (PIS – PK) ………………………………………………….
24
BAB V ANALISA HASIL PENDATAAN KELUARGA SEHAT (PIS – PK)…………………………………….
27
HASIL PENDATAAN KELUARGA SEHAT (PIS – PK) DESA TAMPUNABALE ……………
27
PERBANDINGAN HASIL PENDATAAN KELUARGA (PIS-PK) AWAL DAN AKHIR
PENUGASAN (PRE DAN POST INTERVENSI) ………………………………………………….
40
BAB VI EVALUASI DAN REKOMENDASI …………………………………………………………………………
45
EVALUASI ………………………………………………………………………………………………………
45
REKOMENDASI ………………………………………………………………………………………….
49
LAMPIRAN ………………………………………………………………………………………………………………….
50

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Program Indonesia sehat adalah salah satu program dari agenda kelima nawa cita, yaitu
meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Terdapat tiga pilar dalam menunjang program
Indonesia Sehat yakni Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan JKN. Ketiga pilar ini
fokus utama perhatiannya adalah Keluarga Sehat. Dalam paradigma sehat kegiatan promotif dan
preventif serta berbagai kegiatan proaktif menjangkau masyarakat diluar puskesmas menjadi yang
utama. Pendekatan yang diambil adalah Pendekatan Keluarga.

Terdapat empat prioritas program, yaitu menurunkan kematian ibu dan bayi, perbaikan gizi khusunya
balit pendek (stunting), pencegahan penyakit menular (HIV/AIDS, Tuberculosis, dan malaria), dan
pengendalian penyakit tidak menular (Hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, gangguan jiwa, dan
kanker). Diharapkan dengan pendekatan keluarga, upaya promotif dan preventif yang dilakukan
dapat berperan dalam mengatasi masalah tersebut.

Dalam mewujudkan Indonesia Sehat, salah satu upayanya adalah mendekatkan akses pelayanan
kesehatan (tenaga kesehatan) kepada masyarakat. Terutama bagi masyarakat di daerah terpencil,
perbatasan, dan kepulauan (DTPK) yang sulit akan akes pelayanan kesehatan. Untuk itu Nusantara
Sehat menjadi salah satu program yang diharapkan bisa memfalisitasi kesenjangan permasalahan
akses pelayanan kesehatan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat di DTPK.

Pasikolaga merupakan daerah yang berada di pulau Buton, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi
Tenggara. Daerah ini relatif masih baru karena mulai menjadi kecamatan sejak pemekeran delapan
tahun lalu. Kondisi geografisnya dominan pesisir, wilayah daratan didaerah tanjung yang dikelilingi
pantai/pesisir. Sebagian besar daratan berbatu kapur dan karang, akses jalan penghubung belum
semua diaspal. Sebagain besar masih tanah berbatu dan berlumpur. Listrik menyala malam hari
selama 12 jam. Mayoritas sumber air bersih dari sumur. Permukiman warga mayoritas di daerah
pesisir. Sebagian besar lahan perkebunan dan hutan.

Secara demografi jumlah kepala keluarga sebanyak 1.336 KK dengan sebaran jumlah penduduk
sebesar 4.518 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki 2.156 jiwa dan perempuan berjumlah 2.362 jiwa.
Masyarakat mayoritas berkerja sebagai petani kebun dan nelayan. Terdapat satu puskesmas dengan
tiga puskesmas pembantu. Permasalahan kesehatan masih berupa masalah kesehatan dasar berupa
BAB tidak di jamban, sarana air bersih yang tidak selalu tersedia, kasus ISPA yang masih tinggi,
persalinan tidak di fasyankes, belum optimalnya asi eksklusif, dll.

Dua tahun sudah masa penugasan Tim Nusantara Sehat di puskesmas pasikolaga. Banyak hal yang
telah dilakukan namun tidak sedikit yang masih menjadi PR. Sebanyak 61 kegiatan baru dan
pengembangan yang telah dilaksanakan dengan frekuensi tidak kurang dari 250 kali selama dua
tahun ini. Dengan berbagai tantangan dan hambatan ada capaian yang bisa dibilang membaik dan
ada pula yang masih stagnan serta belum mengalami perubahan.

Dalam laporan akhir ini kami sampaikan perkembangan yang telah dicapai oleh tim selama dua tahun
penugasan. Data – data yang kami sampaikan bersumber dari data capaian program di puskesmas

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 4

dan data hasil pendataan keluarga sehat (PIS-PK). Laporan ini juga berisi evaluasi serta rekomendasi
kedepan mengenai perbaikan upaya kesehatan di puskesmas pasikolaga.

1.2. TUJUAN

 Mengetahui capaian hasil kinerja Tim Nusantara Sehat selama penugasan di pasikolaga
 Sebagai bahan evaluasi tim dan puskesmas pasikolaga mengenai program – program yang
telah dijalankan.

1.3. MANFAAT

 Tim Nusantara Sehat mendapat gambaran mengenai kinerjanya selama penugasan.


 Puskesmas mendapat gambaran mengenai pengaruh perubahan derajat kesehatan dengan
adanya tim nusantara sehat.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 5

BAB II

ANALISA SITUASI

2.1. KEADAAN UMUM

2.1.1. Geografis

Lokasi wilayah kerja puskesmas : Agraris dan Maritim

Pemanfaatan laut untuk

 Perikanan tangkap : Ya
 Perikanan budidaya : Tidak
 Tambak garam : Tidak
 Wisata bahari : Tidak
 Transportasi umum : Ya

Karakteristik Wilayah Kerja


a. Letak Administratif
Puskesmas Pasikolaga Secara administratif berada di Desa Tampunabale Ibu Kota
Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara.
b. Letak Geografis
Puskesmas Pasikolaga Secara Geografis berada di pesisir barat pulau buton bagian utara
dan bagian timur pulau muna yang dipisahkan oleh selat buton, dengan Luas Wilayah
48.77 ha km².

Batas-batas Wilayah
Sebelah Utara : Kec. Pasir Putih
Sebelah Timur : Kec. Pasir Putih
Sebelah Barat : Selat Buton
Sebelah Selatan : Selat Buton

Letak puskesmas dan wilayah kerja puskesmas


Luas : 48.77 ha km²
Jumlah desa : 4 Desa

2.1.2. Demografi

Data kependudukan kecamatan Pasikolaga sebagai wilayah keja puskesmas Pasikolaga


adalah :
WUS :

Tabel 2.1.1. Jumlah Kepala Keluarga

Jumlah penduduk (Jiwa) Jumlah


Desa
L P Total KK

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 6

Mataindaha 458 462 920 413

Kolese 418 530 948 251

Tampunabale 275 336 611 127

Lantogalalo 201 211 412 128

Lambelu 506 519 1025 312

Matampe 298 304 602 105

Sumber: Laporan Tahunan Puskesmas Pasikolaga tahun 2015

2.1.3. Sosial Ekonomi

2.1.3.1. Mata Pencaharian

Penduduk kecamatan Pasikolaga didominasi oleh penduduk dengan mata pencaharian


Tani (54,65 %) dan swasta (22,05%). Pola hidup yang sederhana dan tradisional dalam
melaksanakan kegiatan sehari-hari berdampak pada tingkat KK kurang mampu/ miskin
yaitu 420 KK (42,29 %) dengan jumlah jiwa miskin 2.005 (38,69 %).

Grafik 2.1.1. Mata Pencaharian Penduduk Pasikolaga

TNI/ POLRI Pensiunan/


0% Veteran/ Lain-
lain
Swasta
0%
22%
Buruh
3%
Tani
54%
Pegawai Negeri
Nelayan
Sipil
12%
9%

Sumber: Laporan Tahunan Puskesmas Pasikolaga tahun 2015

2.1.3.2. Pendidikan

Dari 4.518 jiwa jumlah penduduk Kecamatan Pasikolaga, terdapat ± 315 (± 6,97 %)
yang tidak tamat Sekolah Dasar.

2.2. GAMBARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

2.2.1. Sarana dan Prasarana Kesehatan Puskesmas

Data Puskesmas

Nama Puskesmas : Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 7

Kode Puskesmas : 7402092201


Alamat : Jl. Poros Tampunabale Kec Pasikolaga Kab. Muna Sulawesi
Tenggara
Jenis : Puskesmas non perawatan
Wilayah Kerja : 4 desa
Ketersediaan Listrik : PLTS dan Genset
Ketersediaan Air : ada

Jumlah Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, UKBM

Pustu : 3 (Tiga)
Bidan desa : 4 orang
Pusling : -
Poskesdes : -
Polindes : -
Desa siaga : -
Posyandu : 4 (empat)
Rumah singgah ibu bersalin : 1 (satu)

Rumah Dinas

Rumah dinas dokter : 1 rumah


Rumah dinas paramedis : 1 rumah

Kendaraan Transportasi

Roda dua : 0 unit


Roda empat (ambulance) : 1 unit

Ketersediaan Air Bersih

ada

Ketersediaan Listrik

Sumber listrik utama : PLTS (Cold Storage Vaksin) dan Genset


Tersedia 24 jam : Tidak
Jarak pemukiman dengan layanan kesehatan : Dekat (< 100 meter)
Transportasi yang dapat mencapainya : Transportasi Darat dan air
Ketersediaan angkutan umum : Tidak ada
Ongkos transportasi :-
Daftar ketersediaan obat esensial : ada lengkap
Obat emergensi dan peralatan medis : ada, tidak lengkap
Daftar ketersediaan peralatan nonmedis : ada, tidak lengkap
Daftar ketersediaan vaksin puskesmas : ada, lengkap

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 8

Daftar ketersediaan alat kontrasepsi : ada, tidak lengkap

Apo
R. Kesling tek

R. Bersalin

R. P2P &
R.Promkes

Loket/RM
WC

Gambar Denah Gedung Puskesmas Pasikolaga

2.2.2. Tenaga Kesehatan Puskesmas

Tabel 2.2.1. Tenaga Kesehatan Puskesmas

Jenis
Status
No Nama Ketenag NIP Jabatan
Kepegawaian
aan
1 Hasim Mbonahali, Perawat 19681231 PNS Kepala Puskesmas
S.Kep 1990 02 1
024
2 Rasim, S.Kep Perawat 19790606 PNS Kasubag Tata
200604 Usaha
1025
3 Devi Anggraini, Bidan Pengabdi Simpus
Amd.Keb Pj. Poli Umum
4 Laode Antia, AMK Perawat 19830615 PNS Bendahara BOK
201412 1 Koord. P2
002

5 Wd. Heny Ramadhani, Bidan 19880510 PNS Bikor


Am.Keb 201705 2
002

6 Wulandari Gildam’s, Bidan 19890913 PNS Bides Lambelu


Am.Keb 201705 2 HIV/AIDS

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 9

002

7 Wd. Lestari Nur Asnan, Bidan 19880613 PNS Bides Mataindaha


Am.Keb 201705 2 Koord. KIA/KB
001

8 Wd. Umayana, Am.Keb Bidan 19880720 PNS Bides Kolese


201705 2
002

9 Desi Ratnasari, Perawat Pengabdi P2 Imunisasi


Amd.Kep. Surveillance
10 Muh. Gafur, S.Kep, Ns Perawat Pengabdi P2 Diare
UKS
Pusling
11 Wd. Hikmah, SKM. Kesmas Tenaga Kontrak Promkes
12 Malsia, AMK Perawat Pengabdi Loket/ RM
13 Sitti Nurmayanti D. Tenaga Pengabdi Kesehatan
S.Farm Farmasi Tradisional
14 Arson Sadar, AMKG Perawat Pengabdi Kesgimul
Gigi UKGS
15 Nurhikmah, Amd.Kep Perawat Pengabdi P2 ISPA
16 Adlan P., S.Kep.Ns. Perawat Pengabdi Kesjiwa
P2 Kusta
P2 TB
17 Meri Astuti, S.Kep Perawat Pengabdi P2 Malaria
P2 rabies
P2 DBD
Kecacingan
18 Erni, Am.Keb Bidan Pengabdi Rumah Tangga
19 Yuli Sartika, Str.Keb. Bidan Pengabdi Kespro
20 Yusrina, Am.Keb Bidan Pengabdi Kes Anak
21 Harfiani, SKM Kesmas Pengabdi Gizi Masyarakat
22 Ld. Zuldin, AMG. Gizi Pengabdi Gizi Klinik
23 Ihsan Insa, S.Kep, Ns Perawat Pengabdi Kep. Kesmas
Kes. Indra
Kesjaor
Pj. UGD
24 Rusma Pekarya Pengabdi Cleaning service
25 dr. Ida Md Hrisikesa Dokter Tenaga NS Dokter Umum
WJG

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 10

26 Nur Idiani Islami, Apoteker Tenaga NS Apoteker


S.Farm, Apt.
27 Fransiskus M. Perawat Tenaga NS Perawat
Fernandez, Amd.Kep
28 Evi Nurwidya, Bidan Tenaga NS Bidan
Amd.Keb
29 Lina Citra S. AMKL Sanitarian Tenaga NS Kesling
30 Adil Haq, AMAK Analis Tenaga NS Laboran

2.2.3. Pembiayaan Puskesmas

Pembiayaan Puskesmas Pasikolaga bersumber dari BOK, DAK, dan JKN (kapitasi).

2.2.4. Manajemen Dasar Puskesmas

2.2.4.1. Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan Puskesmas Pasikolaga

Visi

Terwujudnya kesadaran masyarakat Kecamatan Pasikolaga akan Hidup Sehat

Misi

Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.

Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat.

Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, masyarakat dan lingkungan.

2.3. Situasi Derajat Kesehatan Masyarakat

2.3.1. Mortalitas

2.3.1.1. Angka Kematian Bayi ( Infant Mortality Rate)

2.3.1.2. Angka Kematian Ibu (Mother Mortality Rate)

1 orang

2.3.2. Morbiditas

2.3.2.1. Penyakit Menular Langsung

a. ISPA

Dari data tahun 2016 didapatkan jumlah kasus ISPA sebanyak 608 kasus dan
tahun 2017 sebanyak 934 kasus.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 11

Tabel 2.3.1. Data kesakitan (Morbiditas) ISPA tahun 2016 dan 2017

Tahun
Bulan
2016 2017
Januari 4 47
Februari 39 75
Maret - 67
April 93 126
Mei 56 81
Juni 98 126
Juli 82 108
Agustus 75 76
September 50 53
Oktober 50 70
November 32 68
Desember 29 37
Jumlah 608 934
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

b. Diare

Dari data register pasien puskesmas didapatkan jumlah penderita diare tahun
2016 sebanyak 134 kasus (prevalensi diare 5,7 %) dan tahun 2017 sebanyak
127 kasus.

Tabel 2.3.2. Data kesakitan (Morbiditas) Diare tahun 2016 dan 2017
Tahun
Bulan
2016 2017
Januari 25 6
Februari 15 11
Maret - 17
April 20 12
Mei 14 14
Juni 5 12
Juli 11 4
Agustus 10 12
September 12 9
Oktober 6 9
November 9 15
Desember 7 6
Jumlah 134 127
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 12

c. TB Paru

Penderita TB paru pada tahun 2016 sebanyak 3 orang dan tahun 2017 tidak ada
kasus.

Tabel 2.3.3. Data kesakitan (Morbiditas) TB Paru tahun 2015 dan 2016

Tahun
Bulan
2016 2017
Januari - 0
Februari - 0
Maret - 0
April - 0
Mei 1 0
Juni 1 0
Juli - 0
Agustus - 0
September 1 0
Oktober - 0
November - 0
Desember - 0
Jumlah 3 0
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

d. Kusta

Tidak ada data kasus kusta


e. HIV/AIDS & PMS

Tidak ada data kasus HIV/ AIDS & PMS


f. Demam Tifoid

Tidak ada kasus demam tifoid


2.3.2.2. Penyakit Menular yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I)

a. Campak

Tidak ada data kasus Campak


b. Hepatitis

Tidak ada data kasus Hepatitis


c. Tetanus Neonatorum

Tidak ada data kasus Tetanus Neonatorum


d. Difteri

Tidak ada data kasus difetri


e. Pertusis

Tidak ada data kasus pertusis

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 13

2.3.2.3. Pernyakit Bersumber Binatang

a. Malaria

Tidak ada data kasus Malaria


b. Demam Berdarah Dengue

Tidak ada data kasus demam berdarah dengue


c. Filariasis

Tidak ada data kasus filariasis


d. Rabies

Tidak ada data kasus rabies

2.3.2.4. Penyakit Tidak Menular

a. Hipertensi

Sebanyak 268 kasus Hipertensi pada tahun 2016 dan 254 kasus pada tahun
2017.

Tabel 2.3.4. Data kesakitan (Morbiditas) Hipertensi tahun 2015 dan 2016

Tahun
Bulan
2016 2017
Januari 2 14
Februari 70 20
Maret - 27
April 24 13
Mei 9 23
Juni 40 13
Juli 20 34
Agustus 25 26
September 22 22
Oktober 32 31
November 14 17
Desember 10 14
Jumlah 268 254
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

b. Diabetes Melitus

Dari Januari – Desember 2017 terdapat 2 kasus Diabetes Melitus.

c. Asma

Berdasarkan data register pasien puskesmas sebanyak 56 kasus asma pada


tahun 2016 dan pada periode tahun 2017 sebanyak 32 kasus.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 14

Tabel 2.3.5. Data kesakitan (Morbiditas) Asma bronkhiale tahun 2015 dan 2016

Tahun
Bulan
2016 2017
Januari 3 1
Februari 15 8
Maret - 5
April 6 3
Mei 3 3
Juni 6 3
Juli 4 1
Agustus 13 5
September 4 0
Oktober 1 0
November 1 1
Desember - 2
Jumlah 56 32
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

d. PPOK

Tidak ada data kasus PPOK


e. KLL

Terjadi 61kasus KLL pada tahun 2016 dan pada periode tahun 2017 sebanyak 17
kasus.

Tabel 2.3.6. Data kesakitan (Morbiditas) kasus KLL tahun 2015 dan 2016

Tahun
Bulan
2016 2017
Januari 0 0
Februari 0 0
Maret - 0
April 1 0
Mei 0 0
Juni 0 0
Juli 0 0
Agustus 0
September 0 7
Oktober 0 2
November 0 0
Desember 0 8
Jumlah 1 17
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 15

2.3.3. Kunjungan 10 Jenis Penyakit Terbesar

Dari kunjungan rawat jalan pada tahun 2017, sebanyak 4389 kunjungan yang tersebar di
Puskesmas, Posyandu, Posyandu Lansia, PKB dan Pustu, 10 penyakit terbesar adalah Infeksi
saluran pernafasan atas 934 kasus, Penyakit otot sendi dan tulang 632 kasus, Dispepsia 299
kasus, Alergi kulit 280 kasus, Hipertensi 254 kasus, Diare 127 kasus, Infeksi kulit 92 kasus,
Caries 88 kasus, asma bronkial 32 kasus, Inf. Telinga tengah 24 kasus.

Tabel 2.3.7. Kunjungan sepuluh penyakit terbesar

Jenis Penyakit Jumlah


Infeksi Saluran Nafas bagian Atas 934
Peny. Otot, Sendi, Tulang 632
Dispesia 299
Alergi Kulit 280
Hipertensi 254
Diare 127
Infeksi Kulit 92
Caries 88
Asma Bronkial 32
Inf. Telinga Tengah 24
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

1000
900
800
700
Axis Title

600
500
400
300
200
100
0
Peny.
Inf.
Otot,
Infek Asma Telin
Sendi Dispe Alergi Hiper Carie
ISPA Diare si Bron ga
, sia Kulit tensi s
Kulit kial Teng
Tulan
ah
g
Series1 934 632 299 280 254 127 92 88 32 24

Grafik 2.3.1. Kunjungan sepuluh penyakit terbesar

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 16

Pada tahun 2017 total sebanyak 4389 kunjungan mendapat pelayanan kesehatan yang
tersebar di Puskesmas, Posyandu, Posyandu Lansia, PKB, dan Pustu. Bila dirata –rata per
bulannya maka sebanyak 365,7 kunjungan.

Bulan Jumlah Pasien


Jan 294
Feb 310
Mar 429
Apr 420
Mei 328
Jun 388
Jul 477
Ags 368
Sep 344
Okt 305
Nov 332
Des 394
Total 4389
Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

Jumlah Kunjungan Per Bulan Tahun


2017
600

500

400

300
Jumlah Pasien
200

100

0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

Grafik 2.3.2 Persentase kunjungan sepuluh penyakit terbesar

Sumber data : Buku Register Pasien Puskesmas Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 17

BAB III

CAPAIAN PROGRAM

A. Gambaran Perubahan Sebelum – Sesudah Tim NS Bergabung Dengan Tim Puskesmas

1. Manajemen

Indikator Sebelum Sesudah


- SMD (PIS/PK) Belum Ada
- MMD Belum pernah dilakukan Tidak ada
- Musrenbang Tk Desa Ada Ada
- Musrenbang Tk Kecamatan Ada Ada
- Musrenbang Tk Kabupaten Ada Ada
- RUKUNS integrasi dengan Tidak (tim NS sudah
RUK puskesmas membuat RUK dan
diserahkan ke Pimpinan
puskesmas, namun tidak
pernah diintegrasikan)
- PKP (penilaian kinerja Tidak ada Tidak ada
puskesmas)
- Monev Terpadu LS Ada Ada
- Feed backhasil monev Tidak ada Ada (penandatangan surat
pernyataan komitmen
bersama)
SIP (Sistem Informasi Tidak ada Tidak ada
Puskesmas)
- Tenaga khusus (ada/tidak) Ada Tidak
- Sarana (ada/tidak) Ada Ada
- Pencatatan (manual/ Manual Manual
terkomputerisasi)
- Pelaporan (tepat Tidak Tidak
waktu/tidak)
- Feedback dari Dinkes Tidak Tidak
Kabupaten (Dilakukan/tidak)
- Supervisi dari Dinkes Kab Tidak Tidak
(ada/tidak)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 18

UKM Essensial

2. Promosi Kesehatan

Indikator Sebelum Sesudah


- Desa siaga Tidak ada Tidak ada
- PHBS rumah tangga Tidak Ada 77% RT telah disurvei namun
belum di nilai RT Sehatnya
- Posyandu Aktif Aktif, dan disertai dengan
penyuluhan rutin dan senam
posyandu lansia serta cek lab
sederhana secara berkala

3. Kesehatan Ibu Bayi & Anak

Indikator Sebelum Jan – Des 2017


- K1 (%) 95 % 95%
- K4 (%) 90 % 91%
- Persalinan di fasilitas (%) 0% Jan – Okt 1 % ( Di pustu,
PuskesmasBelummemenuhiSa
rana Dan Prasarana
- KF (%) 98, 75 % 82%
- KN lengkap (%) 98, 75 % 100%
- Cakupan KB aktif (%) 26,3 % 23%
- Jumlah kematian ibu 0% 0%
- Jumlah kematian bayi 0% 0

4. Kesehatan Lingkungan

Indikator Sebelum Sesudah


- Cakupan air bersih (%) Ada 70 % Masyarakat 100 %
mendapat akses air bersih
- Cakupan jamban keluarga 23,46 % 61,43%
(%)
- Cakupan rumah sehat (%) 10 % 18,14%
- Desa ODF Tidak ada Tidak Ada
- TTU diperiksa (%) Tidak Ada 80 %
- TPM diperiksa (%) Tidak Ada 100 %
- Konseling (Klinik sanitasi) Tidak Ada Klinik Sanitasi Sudah Ada,
akan tetapi belum optimal
berjalan

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 19

5. P2P

Sesudah
Indikator Sebelum
(Jan – Des 2017)
- Desa UCI 80 % dari jumlah kelahiran 93,67%
setiap tahun
- Imunisasi dasar lengkap 99 % 91,17%
(%)
- Penemuan kasus TB BTA+ 1 Orang Yang Tuntas Tidak Ada Pasien TB yg di
(jumlah kasus) pengobatan Obati
- Pneumonia balita 0 12 kasus
ditemukan dan ditangani
(jumlah kasus)
- Diare ditemukan dan 144 Kasus 127 Kasus ditemukan dan
ditangani (%) 100% ditangani
- PD3I (uraikan sesuai 0 0
kasusnya)
- API malaria (per 1000) 0 0
- Cakupan pengukuran 100 % 100 %
tekanan darah (%)
- POSBINDU PTM Tidak ada Ada (1 Desa)

6. Gizi

Indikator Sebelum Sesudah


- D/S 33%
- Kasus gizi kurang Tidak Ada Ada
- Kasus gizi buruk 2016 2 Orang 2017 1 Orang
- ASI ekslusif (%)
- Fe3 (%) 90 % Jan – Okt 61,25 %
- Vit A (%) Feb 2016 75,75 % Feb 2017 95,75 %
Agustus 2016 64 % Agustus 85,5 %
- Konseling (Klinik gizi) Tidak Ada Tidak ada

7. UKM Pengembangan

UKM pengembangan Sebelum Sesudah

Komunitas remaja sehat Tidak ada Ada


(KKR)
Pengentasan Pasien jiwa
Tidak ada Ada
dipasung (Kesjiwa)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 20

B. Program Tim Nusantara Sehat Periode Juni 2016 – Mei 2018

Selama dua tahun bertugas di Puskesmas Pasikolaga tim telah melakanakan 61 jenis kegiatan
dengan frekuensi kegiatan tidak kurang dari 250 kali. Kegiatan – kegiatan tersebut termasuk
kegiatan baru, pengembangan serta peningkatan. Untuk kegiatan pengembangan dan
peningkatan berfokus pada kegiatan yang sudah dan rutin dilaksanakan namun belum maksimal
seperti pelayanan di puskesmas, posyandu lansia, pemeriksaan antropometri, lokakarya lintas
sektoral, pelatihan P3K UKS termasuk kelas ibu hamil dan pelayanan KIA-KB pada Posyandu.
Sedangkan kegiatan lainnya adalah kegiatan baru yang belum pernah dilakukan sama sekali.
Terdapat kegiatan yang sifatnya mengikuti momen – momen hari kesehatan dan ada juga yang
rutin setiap bulan dilaksanakan. Berikut kegiatan – kegiatan kami selama dua tahun bertugas di
Pasikolaga beserta timelinenya. Untuk laporan perkegiatan, rincian evaluasi hingga dokumentasi,
telah kami laporkan pada laporan kuartal sebelum ini.

A. Program Indonesia Sehat – Pendekatan Keluarga


1. Pendataan Keluarga Sehat

B. Promosi Kesehatan
1. Penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun & Cara Sikat Gigi yang Benar
2. Layar Suluh
3. Lomba Senam CTPS (Perayaan HKN Ke-52)
4. Gema Cermat
5. Penyuluhan Kesehatan Pada Posyandu dan Posyandu Lansia
6. Penyuluhan HIV/AIDS (Hari AIDS Sedunia 2016)
7. Penyuluhan Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) (Hari Aids Sedunia 2016)
8. Penyuluhan ASI-Eksklusif (HGN 2017)
9. Penyuluhan Gizi Seimbang (HGN 2017)
10. Lomba Mewarnai Makanan Bergizi Tingkat PAUD (HGN 2017)
11. Lomba Cerdas Cermat Gizi Seimbang Tingkat SD (HGN 2017)
12. Sarapan Sehat Bersama (HGN 2017)
13. Seminar Gizi Seimbang (Gerakan Masyarakat Sadar Gizi) (HGN 2017)
14. Pembinaan Kader Kesehatan
15. Penyuluhan Kanker
16. Penyuluhan Anemia Pada Remaja Putri
17. Pembinaan Kader (Hari Posyandu 2017)
18. Pembentukan Komunitas Remaja Sehat (Tunas Muda Tampunabale)
19. Kampanye Bahaya Merokok (HTTS 2017)
20. Penyuluhan Dan Pemeriksaan Golongan Darah Pada Ibu Ibu Majelis Ta’lim
21. Lomba Penyuluhan Bahaya Narkoba (HAN 2017)
22. Lomba Senam Sehat Tingkat Sekolah Dasar (HAN 2017)
23. Penyuluhan Bahaya Narkoba (Peer Education)
24. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi
25. Peringatan HKN 53
26. Penyuluhan Penggunaan Antibiotik (Pekan Kesadaran Antibiotik)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 21

27. Drama Bahaya HIV/AIDS (Hari AIDS Sedunia 2017)


28. Lomba Penyuluhan Gizi Seimbang (HGN 2018)
29. Lomba Ranking 1 Gizi Seimbang (HGN 2018)
30. Lomba Menu Makanan Sehat Gizi Seimbang (HGN 2018)

C. Kesehatan lingkungan
1. Pemisahan Sampah infeksius, Non Infeksius, dan Pemusnahan Sampah
2. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dengan Metode Pemicuan
3. Inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum
4. Inspeksi Rumah Sehat
5. Pemantauan Jentik Nyamuk
6. Abatisasi
7. Jambanisasi

D. KIA-KB
1. Kelas Ibu Hamil
2. Pemeriksaan ANC Terpadu
3. Pemantauan Ibu Hamil Resiko Tinggi
4. P4K (Program Perencanaan Persalinan Pencegahan Komplikasi)
5. Menggalakkan IMD Dan ASI Eksklusif
6. Kemitraan Bidan dan Dukun

E. Gizi Masyarakat
1. Pemeriksaan Antropometri Balita & Siswa Sekolah & Pengolahan Data
2. Pemantauan Status Gizi
3. Pemanfaatan Bahan Panganan Lokal (Kelor)

F. P2P
1. Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM)

G. UKM Pengembangan
A. Kesehatan Tradisional
1. Pembinaan Tanaman Obat Keluarga (Toga)
2. Workshop TOGA (World Pharmacist Day 2017)
B. Usaha Kesehatan Sekolah
1. Pelatihan P3K
2. Pembinaan UKS
3. Pelatihan APOCIL (World Pharmacist Day 2017)
C. Upaya Kesehatan Perorangan
1. Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB)
D. Kesjiwa
1. Pelayanan Kesehatan ODGJ bebas pasung

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 22

H. Manajemen Puskesmas
1. Revitalisasi Manajemen Pelayanan Dasar
2. Lokakarya Lintas Sektor
3. Pembahasan Plan Of Action POA) Tahun 2017

I. Kefarmasian
1. Revitaliasi Manajemen Kefarmasian
2. Pelayanan Farmasi Klinis
3. Pemusnahan Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 23

BAB IV
PROGRAM INTERVENSI (EVALUASI KINERJA)

IV.1. PROGRAM INDONESIA SEHAT – PENDEKATAN KELUARGA

IV.1.A. Latar Belakang Utama

Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu
meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Sasaran dari program Indonesia Sehat
adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan
dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan
pemerataan pelayanaan kesehatan. Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan
menegakkan tiga pilar utama, yaitu: (1) penerapan paradigma sehat, (2) penguatan
pelayanan kesehatan, dan (3) pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN). Penerapan
paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam
pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat.
Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan
kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu menggunakan pendekatan
continuum of care dan intervensi berbasis resiko kesehatan. sedangkan pelaksanaan JKN
dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan manfaat, serta kendali mutu dan biaya.
Kesemuanya itu ditujukan kepada tercapainya keluarga – keluarga sehat.

IV.1.B. Tujuan Utama


 Meningkatkan akses keluarga dan anggotanya terhadap pelayanan kesehatan yang
kompherensif (promotif, preventif, rehabilitatif)
 Mendukung pencapaian SPM kab/kota melalui peningkatan akses screening kesehatan
 Mendukung pelaksanaan JKN
 Mendukung tercapainya Program Indonesia Sehat dalam Renstra Kemenkes 2015 - 2019

IV.1.C. Metode Pelaksanaan


 Pengadaan Instrumen PIS –PK
 Forum Komunikasi berupa kunjungan rumah ke keluarga, Diskusi, Konseling di UKBM
keseheatan, forum – forum yang sudah ada
 Melibatkan tenaga dan mitra kesehatan baik puskesmas dan masyarakat.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 24

IV.1.D. Uraian Kegiatan

D.1. PENDATAAN KELUARGA SEHAT (PIS – PK)


D.1.1. Latar Belakang

Dalam sebuah proses pekerjaan, proses perencanaan menjadi sangat penting. Hal itu juga
berlaku bagi tim NS yang menjalankan berbagai program kesehatan di lapangan. Tetapi, agar
program yang dilaksanakan tepat sasaran pada masalah kesehatan yang ada di masyarakat
maka diperlukan data awal. Sebenarnya, saat pembekalan dan pelatihan di Jakarta, data awal
dari puskesmas penempatan sudah diberikan. Namun, tetap saja, bukan berarti meremehkan
data yang ada di puskesmas, hanya saja ketika tim sampai di puskesmas pada awal
penugasan dan melihat kenyataan yang ada dilapangan. Data –data yang diberikan
sepenuhnya tidak bisa memberikan gambaran kesehatan yang cukup akurat. Oleh karena itu,
selain sudah diberi pelatihan mengenai pendataan keluarga sehat, maka tim di awal
penugasan bergerak mengumpulkan data kesehatan keluarga di masyarakat sebagai bahan
untuk berdiskusi mengenai permasalahan kesehatan yang terjadi nyata dilapangan.

Namun, karena keterbatasan sumber daya, kami hanya bisa melakukan pendataan secara
menyeluruh pada satu desa, yaitu Desa Tampunabale, sedangkan untuk lainnya kami lakukan
survei/ sampling. Dengan data yang sudah terkumpul selanjutnya menentukan masalah yang
ada dan menyusun program dan kegiatan kesehatan untuk dilakukan.

Hasil analisa dan saran yang kami olah dari pendataan tersebut kami sampaikan juga kepada
stakeholder di kecamatan saat kegiatan lokakarya lintas sektor. Dimana lokakarya lintas
sektor tersebut menghasilkan komitmen bersama yang ditandatanganni oleh para stakeholder
yang hadir.

Tidak sia-sia, dari penyampaian kami mengenai gambaran kesehatan dari hasil pendataan
yang kami lakukan, pihak pemerintah desa menyambut baik dan mendukung beberapa
program kesehatan yang menjadi masalah kesehatan di desa tersebut.

Diakhir masa penugasan, kami kembali melakukan pendataan keluarga sehat. Tujuannya
mencari tahu apakah ada perubahan yang terjadi setelah kami melakukan berbagai program
kesehatan. Karena keterbatasan sumber daya, yang menjadi fokus kami adalah desa
Tampunabale. Dimana saat awal penugasan kami mendata seluruh keluarga yang ada dan di
akhir penugasan kami lakukan hal yang sama.

D.1.2. Tujuan
 Sebagai bahan evaluasi kinerja Tim Nusantara Sehat
 Sebagai laporan situasi drajat kesehatan kepada pihak Desa dan Puskesmas
 Self assesment masalah kesehatan bagi masing – masing keluarga

D.1.3. Pihak yang Dilibatkan dan Peranan

Kepala Desa : memberikan izin dalam melaksanakan program pendataan keluarga sehat di
wilayahnya.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 25

D.1.4. Sasaran
Seluruh keluarga di desa Tampunabale

D.1.5. Rincian Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan bulan maret - april 2018. Diawali dengan pengandaan form
keluarga sehat dan stiker. Kemudian saat musrenbang desa disampaikan kepada masyarakat
akan dilakukan wawancara dan pendataan ke rumah- rumah. Setelah itu pendataan dan
wawancara dilakukan bertahap setiap hari ke rumah – rumah warga.

D.1.6. Metode Pelaksanaan


 Sosialisasi kepada warga akan dilakukan pendataan saat musrenbang Desa.
 Kunjungan ke rumah – rumah warga melakukan wawancara, pemeriksaan dan konseling.
 Penempelan stiker.

D.1.7. Capaian Indikator Keberhasilan dan Rencana Tindak Lanjut


1. Capaian Indikator Keberhasilan
o Seluruh keluarga di Desa Tampunabale berpartisipasi dalam kegiatan ini (220 KK)
o Terkumpulnya data keluarga sehat
2. Rencana Tindak Lanjut
o Olah data hasil pendataan
o Mempresentasikan hasil pendataan kepada warga dalam MMD

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi

No Evaluasi Rekomendasi

Waktu yang dibutuhkan dalam mendata


seluruh keluarga cukup lama dikarenakan
1.
berbagai kendala seperti, warga yang pergi
ke kebun, cuaca yang tidak mendukung.
Puskesmas belum bisa melaksanakan Mendorong puskesmas untuk melaksanakan
2. program PIS-PK dikarenakan belum PIS –PK karena sudah ada di Juknis tahun
mendapat instruksi dinas 2018

3. Jumlah tenaga yang mendata kurang  Mendorong puskesmas untuk terlibat

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 26

D.1.9. Dokumentasi

Proses wawancara saat pendataan PIS-PK

Proses wawancara saat pendataan PIS-PK

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 27

BAB V
ANALISA HASIL PENDATAAN KELUARGA SEHAT (PIS – PK)

V.1. Hasil Pendataan Keluarga Sehat (PIS – PK) Desa Tampunabale


A. Karakteristik Responden
Berikut kami tampilkan data karakteristik responden hasil pendataan Keluarga Sehat (PIS - PK)
Desa Tampunabale. Sebanyak 220 keluarga kami wawancara yang terdiri dari 768 orang.

1. Sebaran ART Berdasarkan Kelompok Umur

Tabel 5.1 Sebaran ART berdasarkan kelompok umur

Kategori Jumlah
ART 0-11 bulan 16
ART 12-59 bulan 76
ART 5-9 tahun 104
ART 10-54 tahun 471
ART > 54 tahun 101
Jumlah ART 768

ART Berdasarkan Kelompok Umur


2% 10%
13% ART 0-11 bulan
14%
ART 12-59 bulan
ART 5-9 tahun
61% ART 10-54 tahun
ART > 54 tahun

Grafik 5.1 Sebaran ART berdasarkan kelompok umur

2. Jenis Kelamin Responden

Tabel 5.2 Jenis Kelamin Responden

Kategori Jumlah Persentase


Laki-laki 327 42.57
Perempuan 441 57.42
Total 768 100

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 28

Jenis Kelamin

43%
Laki-laki
57%
Perempuan

Grafik 5.2 Jenis Kelamin Responden

3. Status Perkawinan

Tabel 5.3 Status Perkawinan


Kategori Jumlah Persentase
Kawin 295 38.41
Belum Kawin 413 53.77
Cerai Hidup 5 0.65
Cerai Mati 55 7.16
Total 768 100

Status Responden
1% 7%

38% Kawin
Belum Kawin
54%
Cerai Hidup
Cerai Mati

Grafik 5.3 Status Perkawinan

4. Status Kehamilan

Tabel 5.4 Status Kehamilan

Kategori Jumlah Persentase


Ya 7 0.91
Tidak 256 33.33
Total 263 34.24

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 29

Status Hamil
3%

Ya

97% Tidak

Grafik 5.4 Status Kehamilan

5. Tingkat Pendidikan

Tabel 5.5 Tingkat Pendidikan

Kategori Jumlah Persentase


Tidak pernah sekolah 38 4.94
Tidak tamat SD/MI 178 23.17
Tamat SD/MI 206 26.82
Tamat SLTP/MTS 91 11.84
Tamat SLTA/MA 122 15.88
Tamat D1/D2/D3 9 1.17
Tamat PT 19 2.47
Total 663 86.32

Tingkat Pendidikan
1% 3% 6%
Tidak pernah sekolah
18% Tidak tamat SD/MI
27%
Tamat SD/MI
14%
Tamat SLTP/MTS

31% Tamat SLTA/MA


Tamat D1/D2/D3
Tamat PT

Grafik 5.5 Tingkat Pendidikan

6. Agama

Tabel 5.6 Agama Respoden

Kategori Jumlah Persentase


Islam 768 100
Total 768 100

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 30

7. Pekerjaan

Tabel 5.7 Pekerjaan

Kategori Jumlah
Tidak kerja 177
Sekolah 176
TNI/Polri 1
PNS/ Peg 21
Wiraswasta/ jasa 49
Petani 119
Nelayan 9
Buruh 2
Lainnya 18
Total 572

Pekerjaan

0%
2% Tidak kerja
3%
Sekolah
21% 31% TNI/Polri
PNS/ Peg
8% Wiraswasta/ jasa

31% Petani
4% Nelayan
0%
Buruh
Lainnya

Grafik 5.6 Pekerjaan

B. 12 Indikator Keluarga Sehat

Berikut hasil olah data pendataan keluarga sehat (PIS –PK) pada 220 keluarga dengan 768
orang di Desa Tampunabale. Data tersebut kami tampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

1. Keluarga Mengikuti Program KB


Dari 220 keluarga yang kami wawancarai, terdapat 166 keluarga yang memenuhi kriteria
(berlaku untuk art wanita berstatus menikah (usia 10-54 tahun) dan tidak hamil atau ART
laki-laki berstatus menikah (usia>10tahun)). Dimana sebanyak 95 keluarga telah mengikuti
program KB (57%) dan sisanya 71 keluarga tidak mengikuti program KB (43%). Sedangkan,
untuk individunya sejumlah 152 orang yang mengikuti dan 115 orang tidak mengikuti
program KB.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 31

Tabel 5.8 Jumlah Keluarga yang mengikuti program KB

Kategori Jumlah (keluarga) Jumlah (org)


Ya 95 152
Tidak 71 115
N 54
Total 220 267

Keluarga Mengikuti Program KB

43%
Ya
57%
Tidak

Grafik 5.7 Jumlah Keluarga yang mengikuti program KB

2. Ibu Melahirkan di Fasyankes


Ibu yang memiliki Bayi (usia <12 bulan) masuk dalam kriteria ini. Terdapat total 14 ibu,
dimana 4 orang (29%) yang melahirkan di fasyankes (Puskesmas) dan 10 orang (71%)
masih melahirkan dirumah.

Tabel 5.9 Jumlah Ibu yang melahirkan di Fasyankes

Kategori Jumlah (keluarga) Jumlah (org)

Ya 4 4

Tidak 10 10

N 206

Total 220 14

Ibu Melahirkan di Fasyankes

29%
Ya
71% Tidak

Grafik 5.8 Jumlah Ibu yang melahirkan di Fasyankes

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 32

3. Balita Mendapat Imunisasi lengkap


Untuk poin ini kriteria yang berlaku adalah balita berumur 12-23 bulan. Dimana total 14
keluarga atau 16 balita (100%) mendapat imunisasi dasar lengkap.

Tabel 5.10 Jumlah Balita yang mendapat Imunisasi lengkap

Kategori Jumlah (keluarga) Jumlah (org)

Ya 14 16

Tidak 0 0

N 206

Total 220 16

4. Pemberian ASI Eksklusif Bayi 0-6 Bulan


Kriteria pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan berlaku kepada bayi yang berusia 7-23 bulan.
Tujuh keluarga (37%) memberikan ASI esklusif kepada 7 bayi sedangkan 12 keluarga (63%)
belum memberikan ASI eksklusif kepada 14 bayi.

Tabel 5.11 Jumlah Bayi yang mendapat ASI eksklusif

Kategori Jumlah (keluarga) Jumlah (org)

Ya 7 7

Tidak 12 14

N 201

Total 220 21

Pemberian ASI Eksklusif Bayi 0-6 Bulan


(keluarga)

37%
Ya
63%
Tidak

Grafik 5.9 Jumlah Bayi yang mendapat ASI eksklusif (kk)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 33

Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan


(orang)

33%
Ya
67%
Tidak

Grafik 5.10 Jumlah Bayi yang mendapat ASI eksklusif (orang)

5. Pemantuan Pertumbuhan Balita


Balita yang masuk kriteria ini adalah balita yang usianya 2-59 bulan yang memantau
pertumbahannya di posyandu 1 bulan terakhir. Dari 61 keluarga yang memiliki balita,
sebanyak 47 keluarga (77%) dengan rincian 59 balita yang terpantau pertumbuhannya
selama 1 bulan terakhir. Sisanya, 14 keluarga (23%) dengan rincian sebanyak 18 balita yang
tidak terpantau 1 bulan terakhir

Tabel 5.12 Jumlah Balita yang dipantau pertumbuhannya di posyandu

Kategori Jumlah (keluarga) Jumlah (org)

Ya 47 59

Tidak 14 18

N 159

Total 220 77

Pemantuan Pertumbuhan Balita (keluarga)

23%

Ya
77% Tidak

Grafik 5.11 Jumlah Balita yang dipantau pertumbuhannya di posyandu (keluarga)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 34

Apakah dalam 1 bulan terakhir dilakukan


pemantauan pertumbuhan balita?

28%
Ya
72%
Tidak

Grafik 5.12 Jumlah Balita yang dipantau pertumbuhannya di posyandu (orang)

6. Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar


Dari 220 keluarga yang diwawancara, sebanyak 3 keluarga (4 orang) yang memiliki gejala TB
paru dan yang mendapat pengobatan sesuai standar sebanyak 2 keluarga (33%) (1 orang).

Tabel 5.13 Jumlah Penderita TB paru yang berobat sesuai standar

Kategori Jumlah (kk) Jumlah (org)

Ya 1 1

Tidak 2 3

N 217

Total 220 4

Penderita TB Paru yang berobat sesuai


standar

33%
Ya
67%
Tidak

Grafik 5.13 Jumlah Penderita TB paru yang berobat sesuai standar (keluarga)

Penderita TB Paru yang berobat sesuai


standar

25%
Ya
75% Tidak

Grafik 5.14 Jumlah Penderita TB paru yang berobat sesuai standar (org)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 35

7. Penderita hipertensi yang berobat teratur


Dari 58 keluarga (63 orang) yang menderita hipertensi, 5 keluarga (5%) (7 orang) yang
mengkonsumsi obat secara teratur, sisanya 52 keluarga (91%) (56 orang) tidak berobat
secara teratur.

Tabel 5.14 Jumlah Penderita hipertensi yang berobat secara teratur

Kategori Jumlah (kk) Jumlah (org)

Ya 5 7

Tidak 52 56

N 163

Total 220 63

Penderita hipertensi yang berobat teratur


(keluarga)
9%

Ya
91% Tidak

Grafik 5.15 Jumlah Penderita hipertensi yang berobat secara teratur (keluarga)

Penderita hipertensi yang berobat teratur


(org)
11%

Ya
89% Tidak

Grafik 5.16 Jumlah Penderita hipertensi yang berobat secara teratur (org)

8. Tidak ada ODGJ yang terlantar


Dari 220 keluarga yang diwawancara, tidak ada ODGJ yang terlantar. Terdapat 2 keluarga
yang memiliki masing-masing 1 anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Dimana
keduanya telah mendapatkan pengobatan. Dan tidak ada orang dengan gangguan jiwa berat
yang dipasung.

Tabel 5.15 Jumlah ODGJ yang tidak terlantar

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 36

Kategori Jumlah (kk) Jumlah (org)

Menderita gangguan Jiwa Berat 2 2

Berobat secara teratur 2 2

ODGJ di pasung 0 0

9. Tidak Ada Anggota Keluarga Yang Merokok


Dari 220 keluarga yang diwawancara (usia ≥ 15 tahun), 116 keluarga (53%) tidak ada
anggota keluarganya yang merokok, sedangkan 104 keluarga (47%) ada anggota keluarga
yang merokok. Dengan rincian 124 individu yang merokok dan 305 individu yang tidak
merokok.

Tabel 5.16 Jumlah ART yang tidak merokok

Kategori Jumlah (kk) Jumlah (org)

Tidak 104 124

Ya 116 305

Total 220 429

Tidak ada anggota keluarga yang merokok


(keluarga)

47%
53% Ya
Tidak

Grafik 5.17 Jumlah ART yang tidak merokok (keluarga)

Tidak ada anggota keluarga yang merokok

29%
Ya
71% Tidak

Grafik 5.18 Jumlah ART yang tidak merokok (org)

10. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 37

Dari 220 keluarga yang diwawancara, sebanyak 64 keluarga (29%) telah menjadi anggota
JKN dan sisanya 156 keluarga (71%) belum menjadi anggota JKN.

Tabel 5.17 Jumlah Keluarga yang menjadi anggota JKN

Kategori Jumlah (kk)

Ya 64

Tidak 156

Total 220

Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN

29%
Ya
71% Tidak

Grafik 5.19 Jumlah Keluarga yang menjadi anggota JKN

11. Mempunyai sarana air bersih


Seluruh 220 keluarga yang diwawancara telah memiliki sarana air bersih, baik itu dari sumur
gali, sumur pompa, dan pipa ledeng.

Tabel 5.18 Jumlah keluarga yang mempunyai sarana air bersih

Kategori Jumlah (kk)

Ya 220

Tidak 0

Total 220

12. Menggunakan Jamban Keluarga


Dari 220 keluarga yang diwawancara, sebanyak 23 keluarga (10%) belum sama sekali
menggunakan jamban keluarga sedangkan 197 keluarga (90%) sudah memggunakan
jamban keluarga.

Tabel 5.19 Jumlah Keluarga yang menggunakan Jamban

Kategori Jumlah (kk)


Ya 197
Tidak 23
Total 220

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 38

Menggunakan Jamban Keluarga


10%

Ya

90% Tidak

Grafik 5.20 Jumlah Keluarga yang menggunakan Jamban

Sedangkan untuk kepemilikan jamban. Sebanyak 26 keluarga (12%) belum tersedia jamban
dirumahnya.

Tabel 5.20 Jumlah keluarga yang memiliki jamban dirumahnya

Kategori Jumlah (kk)

Ya 194

Tidak 26

Total 220

Apakah tersedia jamban keluarga?


12%

Ya

88% Tidak

Grafik 5.21 Jumlah keluarga yang memiliki jamban dirumahnya

Sedangkan dari 194 keluarga yang memiliki jamban dirumahnya, sebanyak 4 keluarga (2%)
jamban yang dimiliki tidak saniter (kloset cemplung).

Tabel 5.21 Jumlah Keluarga yang jambannya saniter

Kategori Jumlah (kk)

Ya 190

Tidak 4

Total 194

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 39

Bila ya, apakah jenis jambannya saniter?


(kloset/leher angsa/plengsengan)
2%

Ya
98% Tidak

Grafk 5.22 Jumlah Keluarga yang jambannya saniter

C. Kategori Keluarga (Indeks Keluarga Sehat)


Secara keseluruhan, 220 keluarga yang ada di desa Tampunabale setelah dilakukan
pendataan keluarga sehat, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 27 keluarga masuk dalam
kategori sehat (12,3%), 163 keluarga (74,1%) masuk dalam kategori pra sehat dan 30
keluarga (13,6%) masih dalam kondisi tidak sehat.

Tabel 5.22 Nilai IKS Desa Tampunabale

KATEGORI JUMLAH (KK) PERSENTASE

SEHAT 27 12.3%

PRA SEHAT 163 74.1%

TIDAK SEHAT 30 13.6%

Total 220 100.0%

Nilai IKS Desa Tampunabale

14% 12%

SEHAT
PRA SEHAT
TIDAK SEHAT
74%

Grafik 5.23 Nilai IKS Desa Tampunabale

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 40

V.2. Perbandingan Hasil Pendataan Keluarga (PIS-PK) Awal Dan Akhir Penugasan (Pre
dan Post Intervensi)
Berikut adalah gambaran perubahan sebelum dan sesudah tim NS melakukan intervensi
program/kegiatan kesehatan di desa Tampunabale. Untuk menggambarkan perubahan apa
saja yang ada kami memakai 12 indikator dari Keluarga Sehat. Data yang disajikan adalah data
dari pendataan keluarga sehat yang dilakukan pada awal masa penugasan yaitu Juni – juli
2016 dan menjelang akhir masa penugasan April 2018. Perbandingan data dari kedua belas
indikator tersebut kami sajikan dalam tabel dan grafik berikut :

Tabel 5.23 Perbandingan data IKS pre & post Intervensi

Juli April
No Indikator
2016 2018
1 Keluarga mengikuti KB 22% 57%

2 Ibu bersalin di fasyankes* 13% 29%

3 Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap 94% 100%

4 Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan 50% 33%

5 Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan 64% 72%

6 Penderita TB Paru berobat sesuai standar 56% 33%

7 Penderita hipertensi berobat teratur 26% 9%

8 ODGJ yang terlantar 1% 0%

9 Tidak ada anggota keluarga yang merokok 42% 53%

10 Keluarga memiliki/memakai air bersih 93% 100%

11 Keluarga memiliki/memakai jamban sehat 58% 90%

12 Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes 22% 29%

Perbandingan 12 Indikator Keluarga Sehat


Pra dan Post Intervensi di Desa Tampunabale
120%

100%

80%

60%

40%

20%

0%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Jul-16 Apr-18

Grafik 5.24 Perbandingan 12 Indikator IKS pre & post Intervensi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 41

Dari dua belas indikator yang ada, sebagian besar terjadi perbaikan, namun terlihat dari data
yang telah disajikan hanya tiga indikator yang menurun, yaitu Bayi diberi ASI Eksklusif selama
6 bulan, Penderita TB paru berobat sesuai standar, dan penderita HT berobat teratur.

Untuk indikator yang pertama, Keluarga Mengikuti KB, terjadi peningkatan sebesar 35%. Dari
22% menjadi 55%. Yang menjadi kendala dalam penggunaan KB pada masyarakat adalah,
kebanyakan pasangan suami dan istri terpisah karena merantau. Selain itu juga anggapan
masyarakat terhadap ketidaknyamanan penggunaan KB baik hormonal maupun non hormonal.

Pada indikator kedua, Ibu bersalin di fasyankes terjadi kenaikan sebesar 16%. Sebenarnya,
sebelum tahun 2018 pelayanan persalinan belum dilakukan difasyankas. Data 13% pada 2016
merupakan data ibu hamil yang bersalin di rumah sakit karena dirujuk, yang mana di desa
tampunabale (kec pasikolaga) proses persalinan dilakukan dirumah. Pada tahun 2018
persalinan bulin baru pertama kali dilakukan di puskesmas, sehingga tercapai angka 29%
tersebut. Kedepannya, dengan sudah berfungsinya ruang bersalin di pusksesmas, maka
diharapkan persalinan ibu di fasyankes bisa 100%.

Berikutnya, indikator ketiga, Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap. Pada indikator ini
sebenarnya sudah baik dilaksanakan. Masyarakat juga sudah sangat memahami akan
pentingya bayi mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap.

Untuk indikator keempat, bayi diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan masih menjadi masalah.
Bahkan terjadi penurunan persentase. Kegiatan penyuluhan tentang pentingnya ASI-Eksklusif,
kelas Ibu hamil dan pendampingan sudah dilakukan, namun kendala yang dihadapi adalah
selain pengetahuan yang rendah, kebiasaan masyarakat yang memberikan minum/makan
sebelum 6 bulan sulit dirubah. Hal lain juga terkendala karena petugas kesehatan yang
memiliki bayi juga memberikan susus formula sebelum 6 bulan. Sehingga menjadi
kontraproduktif terhadap pandangan masyarakat.

Pada indikator kelima, Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan, juga sudah membaik. Setiap
bulan dilaksanakan posyandu balita di dua pos di desa tampunabale. Hal tersebut mendekatkan
akses terhadap masyarakat, sehingga memudahkan masyarakat pergi ke posyandu. Adanya
makanan tambahan pada posyandu juga menjadi daya tarik. Pemerintah desa juga
berkontribusi dalam membangun gedung posyandu yang baru yang membuat pelayanan
semakin membaik.

Pada indikator ke enam, Penderita TB Paru berobat sesuai standar mengalami penurunan, dari
56% pada tahun 2016 menjadi 33%. Dari hasil wawancara kami ditemukan bahwa adanya
penderita yang mengalami gejala TB namun belum diperiksa, ataupun yang sudah diperiksa
namun tidak ada tindaklanjut dari petugas yang menangani program TB ini.

Untuk Penderita hipertensi yang berobat sesuai standar juga mengalami penurunan dari 26%
pada 2016 menjadi 9% pada tahun 2018. Dari segi jumlah penderita hipertensi semakin
meningkat. Karena makin banyaknya masyarakat yang memeriksakan diri ke puskesmas dan
saat posyandu. Sedangkan, disisi lain stok obat hipertensi berkurang. Walaupun sudah
meminta ke dinas, namun tetap stok obat hipertensi yang diberikan tidak mencukupi. Bahkan,

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 42

stok obat hipertensi di puskesmas sempat kosong. Sehingga, pasien yang sudah pernah
didiagnosis tidak mendapatkan obat secara teratur.

Saat pendataan keluarga sehat di tahun 2016 ditemukan dua ODGJ yang dipasung di Desa
Tampunabale. Salah satu ODGJ telah dipasung lebih dari 20 tahun. Dengan bantuan berbagai
pihak akhirnya kedua ODGJ tersebut telah dirujuk ke RSJ di Kendari untuk mendapat
penanganan. Selain dari dua ODGJ yang dipasung, terdapat juga dua ODGJ yang tidak
dipasung namun telah mendapatkan pengobatan.

Pada indikator ke sembilan, terjadi peningkatan keluarga yang anggota keluarganya tidak
merokok dari 42% menjadi 53%. Memang, merokok masih menjadi masalah pelik karena
sebagian besar laki-laki remaja dan dewasa di desa ini adalah perokok. Walaupun telah
dilakukan kampanye bahaya merokok. Yang bisa diharapkan adalah menurunnya angka
perokok pemula dari berbagai kampanya bahaya merokok yang telah dilakukan.

Saat ini Desa Tampunabale termasuk dalam desa yang mendapat bantuan PAMSIMAS. Dengan
adanya bantuan tersebut, penyediaan air bersih ke rumah – rumah warga dapat didistribusikan
seluruhnya dari sumur bor dengan pipanisasi. Selain jaringan air bersih oleh PAMSIMAS,
beberapa rumah juga memiliki sumur gali. Sehingga masyarakat secara keseluruhan dapat
memenuhi kebutuhan air bersih dengan mudah.

Terdapat beberapa kendala mengapa masyarakat desa Tampunabale beberapa tahun


belakangan tidak memiliki jamban yaitu, akses air bersih yang sulit, kondisi ekonomi warga
yang rendah dan kebiasaan BAB di kebun/pantai. Dari ketiga kendala tersebut, saat ini sudah
mendapatkan solusi. Untuk akses air bersih, adanya bantuan PAMSIMAS di desa Tampunabale,
membuat warga mendapatkan akses air bersih langsung di rumah melalui pipa. Untuk biaya
pengadaan/pembuatan jamban, pihak pemerintah desa melalui Dana Desa memberi bantuan
berupa kloset, pipa, dan semen untuk warga yang belum memiliki jamban. Untuk kebiasaan,
telah dilaksanakan pemicuan kepada warga agar lebih sadar tentang manfaat kesehatan BAB di
jamban. Sehingga di tahun 2018 ini terjadi peningkatan yang cukup siginifikan, dari
sebelumnya hanya 58% keluarga yang memiliki/memakai jamban sehat menjadi 90% di tahun
2018 ini.’

Pada indikator terakhir ini, keikutsertaan masyarakat desa Tapunabale dalam JKN/KIS memang
masih rendah. Selain dari pemahaman yang belum baik tentang manfaat ikut dalam JKN/KIS
juga karena faktor rendahnya kondisi ekonomi masyarakat. Dimana sebagian besar masyarakat
desa tampunabale berprofesi sebagai nelayan dan petani kebun. Sehingga sulit untuk
mendorong menjadi peserta mandiri. Sehingga, peningkatan yang terjadi dari sebelumnya 22%
menjadi 29% di tahun 2018 karena adanya masyarakat yang menjadi peserta PBI dari
pemerintah.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 43

Tabel 5.24 Perbandingan NIlai IKS pre & post Intervensi

Juli 2016 April 2018


Kategori
Jumlah (kk) Persentase Jumlah (kk) Persentase

Sehat 10 4.78 % 27 12.27 %

Pra Sehat 121 57.89 % 163 74.09 %

Tidak Sehat 78 37.32 % 30 13.64 %

Total 209 100 % 220 100 %

Keduabelas indikator yang ada dalam penilaian keluarga sehat kemudian disimpulkan menjadi
tiga kategori yaitu, tidak sehat, pra sehat dan sehat. Data hasil pendataan keluarga yang
telah diakumulasi dalam satu desa juga disimpulkan menjadi tiga kategori tersebut, sehingga
desa memiliki penilaian dari pendataan keluarga sehat. Untuk desa Tampunabale sebelum
dan sesudah intervensi terjadi perubahan persentase kategori dari yang tidak sehat menjadi
pra sehat dan sehat. Terlihat pada tabel dan grafik dibawah, pada tahun 2016 sebelum
intervensi terdapat 37,32% keluarga yang masuk kategori tidak sehat, 57,89% keluarga yang
pra sehat dan 4,78% yang masuk dalam kategori sehat. Sedangkan pada tahun 2018,
setelah intervensi, untuk keluarga tidak sehat berkurang menjadi 13,6%, keluarga pra sehat
meningkat menjadi 74,09% dan begitu juga dengan keluarga sehat meningkat menjadi
12,27%.

Data tersebut menunjukan bahwa setelah dilakukan intervensi berbagai program kesehatan
dan lintas sektor telah berkontribusi terhadap perbaikan dalam hal pembangunan kesehatan
di Desa Tampunabale. Meskipun masih banyak PR yang harus diselesaikan sehingga bisa
lebih meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Nilai Keluarga Desa Tampunabale Pre


dan Post Intervensi
80.00

70.00

60.00

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

0.00
Sehat Pra Sehat Tidak Sehat

2016 2018

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 44

Grafik 5.25 Perbandingan NIlai IKS pre & post Intervensi

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 45

BAB VI

EVALUASI DAN REKOMENDASI

A. Evaluasi

Dalam dua tahun masa tugas tim nusantara sehat di puskesmas pasikolaga terdapat berbagai
kendala yang dihadapi sehingga program - program yang direncanakan tidak berjalan dengan
maksimal. Berbagai hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan evaluasi agar kedepan apabila
terdapat tim nusantara sehat yang ditugaskan lagi di puskesmas pasikolaga mampu melaksanakan
tugasnya dengan baik.

Berbicara program nusantara sehat, yang merupakan salah satu program andalan pemerintah dalam
menunjang program Indonesia Sehat terutama untuk mendorong pembangunan kesehatan di daerah
terpencil, terluar, dan tertinggal, tidak serta merta dibarengi dengan kesatuan visi antara pusat
dengan daerah. Ketidaksamaan visi dalam memandang program nusantara sehat oleh pusat dan
daerah turut andil menjadi kendala tim nusantara sehat dalam menjalankan tugasnya. Karena, kami
merasakan, tim NS pasikolaga dan Batukara, tim NS di Muna, tidak mendapat dukungan yang cukup
untuk melakukan berbagai kegiatan yang diharapkan. Seperti misalnya, sikap acuh dari dinas
kesehatan kabupaten ketika kami berkonsultasi, tidak adanya solusi terhadap permasalahan yang
kami hadapi di puskesmas, dan cenderung menyalahkan kami bila masalah di puskesmas terjadi.
Tidak adanya pembinaan dan pengawasan serta kepedulian yang dilakukan oleh pihak dinkes
kabupaten menegaskan bahwa tim nusantara sehat ada hanya untuk melengkapi kekurangan tenaga
di puskesmas. Seperti halnya saat tim berkonsultasi mengenai pengintegrasian RUK NS dan
Puskesmas. Setelah tidak mendapatkan titik temu di puskesmas, tim berkonsultasi ke dinas. Namun,
lagi – lagi tidak ada solusi yang kami dapatkan, hingga akhirnya RUK NS tidak pernah berintegrasi
dengan RUK Puskesmas. Dengan adanya dana BOK tambahan yang dialokasikan ke puskesmas yang
ada tim NS, kami berupaya mengusulkan kegiatan dan untuk mendapatkan dukungan agar dana
tersebut kami bisa maksimalkan penggunaannya. Namun, setelah kami konsultasi ke dinas, dana
yang seharunya kami bisa gunakan untuk menunjang kegiatan inovasi, tidak juga diberikan dukungan
dan solusinya, hingga kami melakukan berbagai kegiatan tanpa dukungan dana yang ada. Sehingga,
kami berkesimpulan bahwa apa yang menjadi harapan dengan adanya tim nusantara sehat tidak
sejalan dengan pihak dinas kesehatan yang juga tidak mendukung eksistensi dari tim nusantara sehat
itu sendiri.

Kendala yang dihadapi lebih banyak lagi di internal Puskesmas. Kepemimpinan yang tidak tegas, SDM
yang kurang berkualitas, manajamen yang buruk, serta pengelolaan dana yang tidak transparan
menjadi kendala utama. Etos dan budaya kerja yang rendah yang ditunjukan oleh tenaga kesehatan
di puskesmas menjadi kendala tim dalam melibatkan berbagai kegiatan bersama. Ketika kami
merencanakan hingga melaksanakan kegiatan, partisipasi aktif dari staff puskesmas yang ada sangat
rendah, seringkali acuh, meskipun kami telah aktif mengajak serta. Salah satu program gizi yang
menjadi fokus kami, telah kami lakukan berbagai upaya, contohnya untuk meningkatkan kualitas dari
pencatatan kami bantu pengadaan poster dan lembar SKDN serta pembinaan kader. Namun, berkali –
kali dikomunikasikan dengan petugas gizi yang ada tidak ditindaklanjuti dengan baik. Hingga akhirnya

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 46

sampai saat ini program gizi masih menjadi masalah yang belum ditangani dengan baik. Tidak hanya
itu pelayanan medis di puskesmas juga tidak berjalan baik dikarenakan tidak disiplinnya staff
puskesmas. Staff seakan –akan tidak mengerti tupoksi yang ada, sehingga tidak jarang pasien
terbengkalai.

Manajemen puskesmas belum dilakukan semestinya. Walaupun mini lokakarya sudah rutin dilakukan,
namun pembahasan RUK masih sebatas formalitas. RUK NS yang kami usulkan pun tidak terintegrasi
dengan RUK Puskesmas. Karena memang sejatinya, yang berlaku di puskesmas pasikolaga, RUK dari
tahun ke tahun sama. Melakukan kegiatan atau program di puskesmas tidak berdasar atas RUK
tersebut. Jadi RUK tidak menjadi pedoman, kegiatan dilakukan kapan saja tanpa berdasar waktu,
target dan sasaran sesuai dengan RUK. Dengan manajemen yang berlaku seperti itu, tim kesulitan
dalam menjalankan kegiatan yang sifatnya baru dan inovatif. Karena, tim tidak mendapat jaminan
apakah kegiatan yang dilakukan tim sesuai nantinya dan mendapat dukungan BOK. Tim sudah
berupaya untuk membahas RUK di puskesmas namun tidak mendapat dukungan, setelah
berkonsultasi dengan pihak dinas kesehatan kabupaten juga tidak mendapatkan solusi.

Pengelolaan Dana yang tidak transparan menambah keruh permasalahan di puskesmas. Sebagai tim
yang ditugaskan untuk melakukan berbagai kegiatan demi menunjang pembangunan kesehatan,
dana menjadi hal pasti yang dibutuhkan. Namun, dengan tidak berintegrasinya RUK NS dengan
puskesmas, dan pengelolaan dana yang cenderung koruptif, menjadikan kami seperti macan
ompong. Dana tambahan yang dikhususkan kepada tim NS tidak dapat kami nikmati untuk
menunjang kegiatan kami.

Dan pada akhirnya seluruh masalah mengerucut pada ketegasan dari pimpinan. Sayangnya, pimpinan
di puskesmas juga tidak tegas dalam menghadapi berbagai isu masalah yang ada. Seperti
permasalahan yang telah dijabarkan diatas. Belum lagi kebijakan pimpinan yang menempatkan mobil
ambulance di kecamatan lain, bukan di puskesmas pasikolga. Sehingga, sudah pasti pelayanan
kesehatan yang berkaitan dengan mobil ambulance menjadi tidak efketif dan efisien. Tidak ada
ketegasan berefek terhadap pembiaran dan pembiasaan kesalahan – kesalahan yang ada. Sehingga
kinerja dari tenaga puskesmas dan capaian – capaian program tidak membaik. Malah cenderung
stagnan dan menurun.

Evaluasi Program

1. Manajamen
 Manajemen puskesmas belum terlaksana dengan baik, seperti RUK tidak dilakukan
pembahasan hingga tuntas.
 Pengelolaan dana yang tidak transparan.
 Sistem informasi puskesmas belum berjalan.
 Mini Loka karya tiap bulan sebatas rutinitas, Evaluasi program tidak dilaksanakan dengan
baik.
 Tidak adanya SOP (walaupun draft SOP pernah diajukan oleh tim NS namun tidak mendapat
respon).

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 47

2. Promosi Kesehatan
 Masih sebatas melakukan kegiatan secara formalitas dan berdasar laporan.
 Penyuluhan di posyandu telah dilaksanakan namun masih banyak yang perlu ditingkatkan
seperti metode, bahan dan cara penyuluhan (kurang inovatif).
 Program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga belum dilaksanan, walaupun tim NS
sudah mengkomunikasikan dengan petugas promkes namun karena belum ada perintah dari
dinas untuk melaksanakan, PIS-PK belum terlaksana.
 Program PHBS rumah tangga hanya dilakukan survei belum dilakukan pembinaan.
 Belum pernah dilakukan SMD dan MMD oleh petugas Promkes.
 Belum adanya Desa Siaga

3. KIA – KB
 Untuk tahun ini persalinan sudah di Puskesmas, namun baik sarana dan prasana perlu
ditingkatkan.
 Bidan yang menolong persalinan belum rutin menggunakan partograf.
 P4K belum dilakukan dengan baik karena masih adanya ibu hamil dan bersalin yang
meninggal.

4. Gizi Masyarakat
 Stunting dan gizi kurang masih menjadi masalah.
 Penimbangan saat posyandu hanya rutinitas, konseling tentang perkembangan gizi anak
belum dilakukan.
 Angka kunjungan balita ke posyandu yang masih rendah.
 Sistem informasi posyandu (SKDN) belum terlaksana dengan baik.

5. P2P
 Program TB tidak berjalan dengan baik. Rendahnya angka penemuan suspek dan kasus
 Kasus ISPA masih tinggi.
 Imunisasi sudah berjalan baik, namun Cold Chain masih harus mendapat perhatian khusus.

6. Kesehatan Lingkungan
 Masih banyak rumah tangga yang belum memiliki jamban.
 Proses pemicuan, monitoring, dan evaluasi belum dilakukan secara berkesinambungan
 Belum maksimalnya dilakukan STBM secara kompherensif (meliputi 5 pilar)

7. UKS
 Belum terbentuknya struktur pembina UKS tingkat kecamatan dan sekolah
 Pelatihan UKS materi tiap tahunnya sama.
 Pembinaan UKS yang kurang

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 48

 UKS kit yang belum tersedia di Sekolah – sekolah

8. Kesehatan Jiwa
 Selain Desa Tampunabale, masih ada ODGJ yang belum mendapatkan pelayanan.

9. Kesehatan Tradisional
 Belum adanya pemegang program kesehatan tradisional di Puskesmas Pasikolaga
 Belum ada pembinaan kesehatan tradisonal di Kecamatan Pasikolaga

10. UKP
 Belum baiknya kelengkapan dan pelaksanaan administrasi pelayanan di puskesmas (Rekam
medis, Buku register)
 Alkes yang masih kurang di poli umum, kia-kb, UGD, bersalin.
 Staff (Perawat, Bidan, petugas loket etc.) puskesmas belum paham tupoksi yang ada.

11. Farmasi
 Gudang obat yang sangat sempit dan tidak memenuhi standar
 Rak obat yang masih kurang dan tidak memenuhi standar
 Penyimpanan obat-obat psikotropika yang belum terstandar
 Kit Farmasi yangbelum ada (hanya tersedia satu lumpang dan stamfer)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 49

B. Rekomendasi

 Perlunya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan yang masih kurang seperti dokter umum,
dokter gigi, apoteker dan ahli gizi.
 Sistem pengawasan (penilaian kerja puskesmas) dilaksanakan dan diterapkan dengan
sungguh –sungguh.
 Perlu dilaksanakannya akreditasi puskesmas.
 Dipertimbangkannya puskesmas menjadi puskesmas perawatan (rawat inap).
 Mengimplementasikan dan mengaplikasikan manajemen puskesmas dengan baik
 Mengawal program kesehatan yang didanai dana desa seperti: Program jambanisasi,
pembangunan dan renovasi gedung posyandu, dukungan transportasi kader kesehatan,
pengadaan makanan tambahan balita dan lansia, dukungan sarana posbindu ptm dan
lainnya.
 Petugas Promkes mendapatkan pelatihan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga agar dapat melaksanakan program tersebut.
 Melaksanakan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
 Terus membina kerjasama dengan tim Penggerak PKK di kecamatan dan desa dalam
mendukung program kesehatan seperti : pelaksanaan posyandu dan TOGA/TAGI.
 Melengkapi sarana alkes yang masih kurang
 Mengaktifkan penggunaan Rumah Tunggu Ibu Bersalin
 Mobil ambulance harus berada di Puskesmas Pasikolaga

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 50

Lampiran

SITUASI KESEHATAN
DI DESA TAMPUNABALE
(LAPORAN HASIL PENDATAAN KELUARGA SEHAT DAN PEMERIKSAAN
ANTROPOMETRI BALITA)

OLEH :

Tim Nusantara Sehat


Puskesmas Pasikolaga
2016

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 51

Kata Pengantar

Dalam merencakan sebuah program, data yang menjadi dasar dan acuan sudah tentu harus tersedia.
Dengan data yang valid dan terkini permasalahan yang ada dapat digambarkan secara akurat dan
sesuai dengan kondisi masyarakat. Seperti juga halnya kebijakan dalam program – program upaya
kesehatan. Setiap tempat memiliki karakteristik dan perbedaan dalam masalah kesehatannya. Untuk
itu data yang diambil diharapkan dapat mewakilii permasalahan yang ada pada masing-masing
tempat.

Demikian halnya dengan situasi kesehatan yang ada di Desa Tampunabale. Data kesehatan yang ada
dapat menjadi gambaran mengenai derajat kesehatan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya
seringkali dalam pembuatan program kesehatan tidak mengacu dengan data kondisi kesehatan
masyarakat saat ini. Untuk itu diperlukan pendataan yang dapat mewakili gambaran kesehatan
masyarakat, sehingga program yang dirancang menjawab permasalahan yang ada.

Pendataan yang dilakukan terhadap 209 KK di desa Tampunabale bertujuan untuk menggambarkan
situasi kesehatan masyarakat Tampunabale saat ini. Ada duableas indikator yang termasuk dalam
penilaian keluarga sehat, yaitu: Keluarga mengikuti KB, Ibu bersalin di yanfaskes, Bayi mendapat
imunisasi dasar lengkap, Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, Pertumbuhan balita dipantau tiap
bulan, Penderita TB Paru berobat sesuai standar, Penderita hipertensi berobat teratur, Gangguan jiwa
berat tidak ditelantarkan, Tidak ada anggota keluarga yang merokok, Keluarga memiliki/memakai air
bersih, Keluarga memiliki/memakai jamban sehat, dan sekeluarga menjadi anggota JKN/askes. Dari
keduabelas indikator tersebut kemudian indeks keluarga sehat akan muncul dan dibagi menjadi tiga
kategori yaitu Tidak Sehat, Pra Sehat, dan Sehat. Data - data yang ada kemudian dilakukan analisa
masalah, selanjutnya disusun rekomendasi untuk penyelesaian masalah tersebut.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 52

BBAB I

SITUASI KESHATAN MASYARAKAT

2.4. Pendataan Keluarga Sehat

Sesuai dengan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga, ada 12 indikator keluarga
sehat yang perlu dipantau. Kedua belas indikator tersebut adalah :

A. Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak


1. Keluarga mengikuti KB
2. Ibu bersalin di yanfaskes
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
5. Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan
B. Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular
6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar
7. Penderita hipertensi berobat teratur
8. Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
C. Perilaku dan Kesehatan lingkungan
9. Tidak ada anggota keluarga yang merokok
10. Keluarga memiliki/memakai air bersih
11. Keluarga memiliki/memakai jamban sehat
12. Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes

Dengan pendekatan keluarga, program kesehatan yang direncanakan pada akhirnya akan berbasis
pada keluarga, baik kegiatan promotif dan preventif. Dalam membuat sebuah perencanaan kegiatan
diperlukan data-data yang dapat mempresentasikan kondisi kesehatan keluarga saat ini. Untuk itu
pendataan sangat penting dilakukan sebagai acuan dalam perencanaan kegiatan.

Pendataan Keluarga Sehat di Tampunabale menjadi penting untuk mendapatkan gambaran situasi
kesehatan masyarakat sesungguhnya. Dengan pendataan, permasalahan kesehatan yang tercakup
dalam duabelas indikator dapat diketahui. Sehingga, masalah yang didapat menjadi dasar untuk
melakukan berbagai upaya kesehatan sebagi intervensi kesehatan.

Terdapat 209 KK yang didata di desa Tampunabale. Pendaatan dilakukan dari bulan Juni hingga
September 2016. Dengan menggunakan Kuesioner Keluarga Sehat, wawancara dilakukan dengan
wawancara terpimpin. Berikut hasil pendataan Keluarga Sehat di Tampunabale.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 53

2.4.1. Keluarga mengikuti KB


Dari 209 KK yang di data terdapat 131 KK yang tidak mengikuti KB (78%) dan 37 KK yang
mengikuti KB (22%).

Tabel 1.1 Jumlah Keluarga yang mengikuti/ menggunakan KB


Kategori Jumlah (KK)
N 41
T 131
Y 37
Total 209

Keluarga mengikuti program KB

22%
T
78% Y

2.4.2. Ibu Bersalin di Yanfaskes


Terdapat 2 Ibu (KK) yang melahirkan di yanfaskes (13%) (rumah sakit) sedangakan 14
orang ibu (87%) tidak melahirkan di yanfaskes (dirumah) dari 209 KK yang di data.

Tabel 1.2 Jumlah Ibu yang bersalin di Yanfaskes


Kategori Jumlah (KK)

N 193

T 14

Y 2

Total 209

Ibu melahirkan di Yanfaskes


13%

87% Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 54

2.4.3. Bayi Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap


Satu balita (KK) yang tdak mendapatkan imunisasi lengkap (6%) sedangkan 15 balita
lainnya mendapatkan imunisasi lengkap (94%) dari 209 KK yang di data.

Tabel 1.3 Jumlah Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap


Kategori Jumlah (KK)
N 193
T 1
Y 15
Total 209

Balita mendapat Imunisasi lengkap


6%

94% Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 55

2.4.4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan


Terdapat masing – masing 12 bayi (50%) yang mendapat dan tidak mendapat ASI ekslusif
selama 6 bulan dari 210 KK yang di data.

Tabel 1.4 Jumlah Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan

Kategori Jumlah (KK)


N 185
T 12
Y 12
Total 209

Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6


bulan

50%
50% T
Y

2.4.5. Pemantuan Pertumbuhan Balita


Dari 209 KK yang di DATA sebanyak 39 balita (64%) yang dipantu pertumbuhannya
sedangkan masih ada 22 balita (36%) tidak.

Tabel 1.5 Jumlah Pemantauan pertumbuhan balita


Kategori Jumlah (KK)
N 148
T 22
Y 39
Total 209

Pemantuan pertumbuhan balita

36%
T
64%
Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 56

2.4.6. Penderita TB Paru yang Berobat Sesuai Standar


Dari 209 KK yang di data, 9 orang yang pernah menderita TB paru hanya 5 orang (56%)
yang berobat sesuai standar, sedangkan 4 orang (44%) tidak.

Tabel 1.6 Jumlah Penderita TB paru yang Berobat sesuai standar


Kategori Jumlah (KK)
N 200
T 4
Y 5
Total 209

Penderita TB Paru yang berobat


sesuai standar

44%
T
56%
Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 57

2.4.7. Penderita Hipertensi yang Berobat Teratur


Dari 209 KK yang di data, 23 penderita (KK) yang menderita hipertensi namun tidak berobat
teratur (76%), hanya 8 penderita (KK) yang berobat secara teratur (26%).

Tabel 1.7 Jumlah penderita hipertensi yang berobat teratur

Kategori Jumlah (KK)


N 178
T 23
Y 8
Total 209

Penderita hipertensi yang berobat


teratur

26%
T
74% Y

2.4.8. Menderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia)


Terdapat 2 orang yang menderita gangguan jiwa berat dari 2 keluarga dan dipasung.

Tabel 1.8 Jumlah Penderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia)


Kategori Jumlah (KK)
Menderita gangguan jiwa berat 2
Mendapat pengobatan 0
ODGJ di pasung 2

Menderita gangguan jiwa berat


(Schizoprenia)
1%

99% Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 58

2.4.9. Tidak Ada Anggota Keluarga yang Merokok


Dari 209 KK yang di data terdapat 87 KK (42%) yang tidak ada anggota keluarga yang
merokok dan 122 KK (58%) yang ada anggota keluarganya merokok.

Tabel 1.9 Jumlah KK yang tidak ada anggota keluarga yang merokok
Kategori Jumlah (KK)
N 0
T 87
Y 122
Total 209

Tidak ada anggota keluarga yang


merokok

42%
T
58%
Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 59

2.4.10. Sekeluarga Sudah Menjadi Anggota JKN


Hanya 47 KK (22%) yang sudah menjadi anggota JKN sedangkan 163 KK (78%) masih
belum menjadi anggota JKN.

Tabel 1.10 jumlah KK yang sekeluarga sudah menjadi anggota JKN


Kategori Jumlah (KK)
N 0
T 151
Y 58
Total 209

Sekeluarga sudah menjadi anggota


JKN

28%
T
72% Y

2.4.11. Mempunyai/menggunakan Sarana Air Bersih


Dari 209 KK yang di data terdapat 194 KK sudah memiliki/menggunakan sarana air bersih
(93%), sedangkan 15 KK belum memiliki/menggunakan (7%).

Tabel 1.11 Jumlah KK yang mempunyai/menggunakan sarana air bersih


Kategori Jumlah (KK)
N 0
T 15
Y 194
Total 209

Mempunyai sarana air bersih


7%

93% Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 60

2.4.12. Menggunakan Jamban Keluarga


Dari 209 KK yang di data terdapat 88 KK yang belum menggunakan jamban keluarga
(42%), sedangkan 121 KK (58%) sudah menggunakan jamban keluarga.

Tabel 1.12 Jumlah KK yang menggunakan Jamban keluarga


Kategori Jumlah (KK)
N 0
T 88
Y 121
Total 209

Menggunakan jamban keluarga

42%
T
58%
Y

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 61

2.4.13. Kategori Keluarga


Dari 209 KK yang disurvei, hanya 10 KK (5%) dengan kategori sehat, 121 KK (58%) dengan
kategori pra sehat dan 78 KK (37%) dengan kategori Tidak Sehat.

Tabel 1.13 Kategori Keluarga


Kategori Jumlah (KK)
Sehat 10
Pra Sehat 121
Tidak Sehat 78
Total 209

Kategori Sehat

5%

37% Sehat

58% Pra Sehat


Tidak Sehat

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 62

2.5. Penjaringan Status Gizi Balita dan Siswa Sekolah

Salah satu program kesehatan prioritas nasional dalam bidang gizi adalah menurunkan angka
stunting (pendek). Untuk mengetahui dan melakukan upaya kesehatan bidang gizi diperlukan data
status gizi balita dan anak sekolah. Kegiatan penjaringan status gizi dilakukan dengan cara
melakukan pengukuran antropometri diantaranya pengukuran berat badan dan tinggi badan/panjang
badan. Pengukuran status gizi balita dilakukan pada saat pelaksanaan posyandu sedangkan siswa
sekolah saat penjaringan kesehatan di sekolah masing-masing. Kegiatan tersebut dilakukan dari bulan
agustus – september 2016. Sebanyak 297 Balita dan 513 Anak sekolah yang telah diukur. Untuk anak
sekolah yang diukur BB dan TB nya adalah kelas 1, 2, dan 3 siswa SD, SMP, SMA. Data yang
terkumpul tersebut kemudian di input ke dalam aplikasi Anthro dan Anthro plus dari WHO. Hasil z-
score yang muncul pada aplikasi tersebut kemudian di rekap dan di interpretasikan status gizinya.

Berikut hasil rekapitulasi status gizi balita dan anak sekolah di Pasikolaga :

2.5.1. Status Gizi Balita


Dari tabel dan Grafik dibawah untuk desa Kolese terdapat 35 Balita (42%) mengalamai permasalahn
gizi, sedangakan 48 Balita (58%) dengan status Gizi baik dari total balita yang diukur sebanyak 83
orang. Desa Mataindaha terdapat 28 Balita (44%) mengalami permasalahan gizi dan 35 balita (56%)
dengan status gizi baik dari total balita yang diukur sebanyak 63 orang. Sebanyak 33 balita (42%)
yang mengalami permasalahan gizi dan 45 balita (52%) dengan status gizi baik yang diukur di desa
Lambelu dengan total balita 78 orang. Sedangkan untuk desa Tampunabale sebanyak 31 balita
(42%) mengalami masalah gizi dan 42 balita (58%) dengan status gizi baik dari total 73 balita yang
diukur. Secara keseluruhan untuk kecamatan Pasikolaga dari 297 balita yang diukur sebanyak 127
balita (43%) mengalami permasalahan gizi dan 170 balita (57%) dengan status gizi baik.

Jumlah Balita
Jumlah Balita Jumlah total Balita
No Desa dengan status Gizi
dengan Masalah Gizi yang diukur
baik
1 Kolese 35 48 83
2 Mataindaha 28 35 63
3 Lambelu 33 45 78
4 Tampunabale 31 42 73
5 Pasikolaga 127 170 297

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 63

Kolese Mataindaha

Jumlah Balita Jumlah Balita


42% dengan 44% dengan Masalah
Masalah Gizi Gizi
58% 56%
Jumlah Balita Jumlah Balita
dengan status dengan status
Gizi baik Gizi baik

Lambelu Tampunabale

Jumlah Balita Jumlah Balita


42% dengan dengan Masalah
42%
Masalah Gizi Gizi
58% 58%
Jumlah Balita Jumlah Balita
dengan status dengan status
Gizi baik Gizi baik

Pasikolaga

43%
Jumlah Balita dengan Masalah Gizi
57%
Jumlah Balita dengan status Gizi baik

2.5.1.1. Indeks BB/TB


Berdasarkan indeks Berat Badan menurut Tinggi/Panjang Badan terdapat empat kategori status gizi
yaitu Sangat Kurus, Kurus, Normal, dan Gemuk. Hasil Pengukuran Berat Badan dan Tinggi/Panjang
Badan Balita dihitung Z-score nya sesuai standar WHO kemudian hasil z-score tersebut di
interpretasikan kedalam empat kategori yang ada. Untuk desa Kolese sebanyak 6 Balita (10%)
Sangat Kurus, 6 Balita (11%) kurus, 43 balita normal (77%) dan 1 balita gemuk (2%). Untuk desa
Mataindaha tidak ada balita yang sangat kurus, 3 balita (5%), 47 balita normal (93%), 1 balita
gemuk (2%). Untuk desa Lambelu 1 balita sangat kurus (1%), 4 balita (5%) kurus, 66 balita (87%)
normal, dan 5 balita (7%) gemuk. Untuk desa Tampunabale terdapat 4 balita (6%) sangat kurus, 7
balita (10%) kurus, 57 balita normal (81%), 2 balita gemuk (3%). Untuk keseluruhan kecamatan
Pasikolaga terdapat 11 balita (4%) sangat kurus, 20 balita kurus (8%), 222 balita (85%) normal, dan
9 balita (3%) gemuk.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 64

No Desa Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk

1 Kolese 6 6 43 1
2 Mataindaha 0 3 57 1
3 Lambelu 1 4 66 5
4 Tampunabale 4 7 57 2
5 Pasikolaga 11 20 222 9

Kolese Mataindaha

2% 2%
0%5%
10%
11% Sangat Kurus Sangat Kurus
Kurus Kurus
77%
Normal 93% Normal
Gemuk Gemuk

Lambelu Tampunabale
3% 6%
7%1% 5% 10%
Sangat Kurus Sangat Kurus
Kurus Kurus
87% Normal 81% Normal
Gemuk Gemuk

Pasikolaga
3% 4% 8%

Sangat Kurus
Kurus
Normal
85%
Gemuk

2.5.1.2. Indeks BB/U


Terdapat empat kateogri status gizi menurut Indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) yaitu Gizi
Buruk, Gizi Kurang, Gizi Baik, dan Gizi Lebih. Untuk desa Kolese terdapat 8 balita (10%) yang
menderita gizi buruk, 14 balita (17%) gizi kurang, 59 balita (67%) gizi baik, 2 balita (2%) gizi lebih.
Untuk desa Mataindaha 3 balita gizi buruk (5%), 9 balita gizi kurang (14%), 50 balita gizi baik (79%),
1 balita gizi lebih (2%). Untuk desa Lambelu 3 balita gizi buruk (4%), 9 balita (11%) gizi kurang, 60

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 65

balita gizi baik (71%), dan 6 balita gizi lebih (8%). Untuk desa Tampunabale 5 balita gizi buruk (7%),
10 balita dengan gizi kurang (14%), 53 balita (72%) gizi baik, dan 5 balita gizi lebih (7%). Secara
keseluruhan untuk kecamatan Pasikolaga 19 balita (6%) gizi baik, 42 balita gizi kurang (14%), 221
balita gizi baik (75%), dan 14 balita (5%) dengan gizi lebih.

No Desa Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih

1 Kolese 8 14 59 2
2 Mataindaha 3 9 50 1
3 Lambelu 3 9 60 6
4 Tampunabale 5 10 53 5
5 Pasikolaga 19 42 221 14

Kolese Mataindaha
2% 5%
2% 10% 14%
17% Gizi Buruk Gizi Buruk
Gizi Kurang Gizi Kurang
71% Gizi Baik 79% Gizi Baik
Gizi Lebih Gizi Lebih

Lambelu Tampunabale
7% 7%
8% 4% 11% 14%
Gizi Buruk Gizi Buruk
Gizi Kurang Gizi Kurang
77% Gizi Baik 72% Gizi Baik
Gizi Lebih Gizi Lebih

Pasikolaga
5% 6%

14%
Gizi Buruk
Gizi Kurang
Gizi Baik
75%
Gizi Lebih

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 66

2.5.1.3. Indeks TB/U


Kategori status gizi menurut indeks TInggi/Panjang Badan menurut umur terdapat tiga kategori yaitu
sangat pendek, pendek, dan normal. Untuk desa Kolese 5 balita (9%) sangat pendek, 11 balita
(20%) pendek, 40 balita normal (71%). Untuk desa Mataindaha 11 balita sangat pendek (18%), 11
balita (18%) pendek, 39 balita normal (64%). Untuk desa Lambelu 9 balilta sangat pendek (12%), 12
balita (15%) pendek, 56 balita (73%) normal. Untuk desa Tampunabale 6 balita (9%) sangat pendek,
8 balita pendek (11%), dan 56 balita normal (80%). Secara keseluruhan kecamatan Pasikolaga 31
balita (12%) sangat pendek, 42 balita (16%) pendek, dan 190 balita (72%) normal.

No Desa Sangat Pendek Pendek Normal

1 Kolese 5 11 40
2 Mataindaha 11 11 39
3 Lambelu 9 12 56
4 Tampunabale 6 8 56
5 Pasikolaga 31 42 190

Kolese Mataindaha

9% 18%
20% Sangat Pendek Sangat Pendek
18%
71% Pendek 64% Pendek
Normal Normal

Lambelu Tampunabale
9%
12% 11%
15%
Sangat Pendek Sangat Pendek

73% Pendek Pendek


80%
Normal Normal

Pasikolaga

12%
16%
Sangat Pendek
Pendek
72%
Normal

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 67

2.5.2. Status Gizi Anak Sekolah

2.5.2.1. Sekolah Dasar

Sebanyak enam sekolah dasar yang ada di kecamatan Pasikolaga yang dilakukan penjaringan
kesehatan. Dari enam SD tersebut, siswa kelas 1, 2, dan 3 yang dilakukan pengukuran antropometri
sebanyak 293 siswa. Kecuali siswa kelas 1 SD 1 Pasikolaga tidak dapat dilakukan penghitungan status
gizi dikarenakan belum ada data tanggal lahir untuk seluruh siswa kelas 1. Untuk SD 1 sebanyak 19
siswa (37%) yang memiliki masalah gizi sedangkan 33 siswa (63%) dengan status gizi baik. untuk SD
2 Pasikolaga sebanyak 37 siswa (52%) dengan masalah gizi dan 34 siswa (48%) dengan status gizi
baik. Untuk SD 3 Pasikolaga 21 siswa 68% memiliki permasalahan gizi sedangkan 10 siswa (32%)
dengan status gizi baik. Untuk SD 4 Pasikolaga sebanyak 21 siswa (54%) memiliki permasalahan gizi
dan 18 siswa (46%) dengan status gizi baik. Untuk SD 5 Pasikolaga 21 siswa (44%) memiliki
permasalahan gizi dan 27 siswa (56%) dengan status gizi baik. Untuk SD 6 Pasikolaga sebanyak 34
siswa (65%) memiliki permasalahan gizi sedangkan 18 siswa (65%) dengan status gizi baik. Secara
keseluruhan untuk semua SD sebanyak 153 siswa memiliki permasalahan gizi (52%) sedangkan 140
siswa (48%) dengan status gizi baik.

Jumlah Siswa Jumlah Siswa


Jumlah Siswa yang
No Sekolah dengan Masalah dengan Status Gizi
Diperiksa
Gizi baik
1 SD 1 Pasikolaga 19 33 52
2 SD 2 Pasikolaga 37 34 71
3 SD 3 Pasikolaga 21 10 31
4 SD 4 Pasikolaga 21 18 39
5 SD 5 Pasikolaga 21 27 48
6 SD 6 Pasikolaga 34 18 52
Total 153 140 293

SD 1 Pasikolaga SD 2 Pasikolaga

Jumlah Siswa Jumlah Siswa


37% dengan dengan Masalah
48%
Masalah Gizi 52% Gizi
63%
Jumlah Siswa Jumlah Siswa
dengan Status dengan Status
Gizi baik Gizi baik

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 68

SD 3 Pasikolaga SD 4 Pasikolaga

Jumlah Siswa Jumlah Siswa


32%
dengan 46% dengan Masalah
Masalah Gizi 54% Gizi
68%
Jumlah Siswa Jumlah Siswa
dengan Status dengan Status
Gizi baik Gizi baik

SD 5 Pasikolaga SD 6 Pasikolaga

Jumlah Siswa Jumlah Siswa


44% dengan 35% dengan Masalah
Masalah Gizi Gizi
56% 65%
Jumlah Siswa Jumlah Siswa
dengan Status dengan Status
Gizi baik Gizi baik

Total

48% Jumlah Siswa dengan Masalah


52% Gizi
Jumlah Siswa dengan Status Gizi
baik

2.5.2.1.1. Indeks BB/U

Berdasarkan indeks Berat badan menurut umur, kategori status gizi dikelompokan menjadi gizi buruk,
gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih. Untuk SD 1 Pasikolaga sebanyak 3 siswa (6%) gizi buruk, 8 siswa
gizi kurang (15%), 40 siswa (77%) gizi baik, dan 1 siswa gizi lebih (2%). Untuk SD 2 Pasikolaga
sebanyak 3 siswa (5%) gizi buruk, 18 siswa (27%) gizi kurang, 45 siswa gizi baik (68%), dan tidak
ada yang gizi lebih. Untuk SD 3 Pasikolaga sebanyak 2 siswa (7%) gizi buruk, 10 siswa (32%) gizi
kurang, 19 siswa (61%) gizi baik, dan tidak ada siswa dengan status gizi lebih. Untuk SD 4
Pasikolaga sebanyak 1 siswa yang gizi buruk (3%), 15 siswa gizi kurang (38%), 23 siswa gizi baik
(59%) dan tidak ada siswa dengan status gizi lebih. Untuk SD 5 Pasikolaga sebanyak 3 siswa (6%)
gizi buruk, 11 siswa (23%) gizi kurang, 22 siswa (71%) dengan gizi baik, dan tidak ada siswa dengan
gizi lebih. Untuk SD 6 Pasikolaga sebanyak 10 siswa (20%) gizi buruk, 18 siswa (36%) gizi kurang, 22
siswa (44%) gizi baik, dan tidak ada gizi lebih. Secara keseluruhan untuk semua SD, sebanyak 22
siswa (8%) gizi buruk, 80 siswa (28%) gizi kurang, 183 siswa (64%) dengan gizi baik, dan satu siswa
dengan gizi lebih.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 69

Gizi
No Sekolah Gizi Buruk Gizi Baik Gizi Lebih
Kurang
1 SD 1 Pasikolaga 3 8 40 1
2 SD 2 Pasikolaga 3 18 45 0
3 SD 3 Pasikolaga 2 10 19 0
4 SD 4 Pasikolaga 1 15 23 0
5 SD 5 Pasikolaga 3 11 34 0
6 SD 6 Pasikolaga 10 18 22 0
Total 22 80 183 1

SD 1 Pasikolaga SD 2 Pasikolaga
0% 5%
2% 6%
15% Gizi Buruk Gizi Buruk
27%
Gizi Kurang Gizi Kurang
77% 68%
Gizi Baik Gizi Baik
Gizi Lebih Gizi Lebih

SD 3 Pasikolaga SD 4 Pasikolaga
0% 0% 3%
7%
Gizi Buruk Gizi Buruk
38%
32% Gizi Kurang Gizi Kurang
61% 59%
Gizi Baik Gizi Baik
Gizi Lebih Gizi Lebih

SD 5 Pasikolaga SD 6 Pasikolaga
0% 0%
6%
23% Gizi Buruk 20% Gizi Buruk
44%
Gizi Kurang Gizi Kurang
71% 36%
Gizi Baik Gizi Baik
Gizi Lebih Gizi Lebih

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 70

Total
0%
8%
28% Gizi Buruk
Gizi Kurang
64%
Gizi Baik
Gizi Lebih

2.5.2.1.2. Indeks TB/U

Berdasarkan indeks Tinggi/panjang badan menurut umur, terdapat tiga kategori status gizi meliputi
sangat pendek, pendek, normal. Untuk SD 1 Pasikolaga sebanyak 3 siswa (6%) sangat pendek, 10
siswa (19%) pendek, 39 siswa (75%) normal. Untuk SD 2 Pasikolaga sebanyak 1 siswa (1%) sangat
pendek, 6 siswa (9%) pendek, 64 siswa (90%) normal. Untuk SD 3 Pasikolaga sebanyak 1 siswa
(3%) sangat pendek, 2 siswa (7%) pendek, dan 28 siswa normal (90%). Untuk SD 4 Pasikolaga
sebanyak 3 siswa (8%) sangat pendek, 17 siswa (43%) pendek, dan 19 siswa (49%) normal. Untuk
SD 5 Pasikolaga tidak ada siswa yang sangat pendek, 10 siswa (21%) pendek, dan 38 siswa (79%)
normal. Untuk SD 6 Pasikolaga seabanyak 2 siswa (4%) sangat pendek, 8 siswa (15%) pendek, dan
42 siswa (81%) normal. Secara keseluruhan SD sebanyak 10 siswa (3%) sangat pendek, 53 siswa
(18%) pendek, dan 230 siswa (79%) normal.

No Sekolah Sangat Pendek Pendek Normal

1 SD 1 Pasikolaga 3 10 39
2 SD 2 Pasikolaga 1 6 64
3 SD 3 Pasikolaga 1 2 28
4 SD 4 Pasikolaga 3 17 19
5 SD 5 Pasikolaga 0 10 38
6 SD 6 Pasikolaga 2 8 42
Total 10 53 230

SD 1 Pasikolaga SD 2 Pasikolaga
1% 9%
6%
19%
Sangat Pendek Sangat Pendek

75% Pendek Pendek


90%
Normal Normal

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 71

SD 3 Pasikolaga SD 4 Pasikolaga
8%
3% 7%
Sangat Pendek 49% Sangat Pendek
Pendek 43% Pendek
Normal Normal
90%

SD 5 Pasikolaga SD 6 Pasikolaga
4%
0% 21% 15%
Sangat Pendek Sangat Pendek

79% Pendek Pendek


81%
Normal Normal

Total
3%

18%
Sangat Pendek
Pendek
79%
Normal

2.5.2.1.3. Indeks IMT/U

Berdasarkan indeks IMT menurut umur kategori status gizi dibagi menjadi sangat kurus, kurus,
normal, gemuk, dan obese. Untuk SD 1 Pasikolaga tidak ada siswa yang sangat kurus, 3 siswa (6%)
kurus, 47 siswa (90%) normal, dan masing-masing 1 siswa (2%) gemuk dan obese. Untuk SD 2
Pasikolaga sebanyak 6 siswa (8%) sangat kurus, 21 siswa (30%) kurus, 43 siswa (61%) normal,
tidak ada siswa yang gemuk, dan 1 siswa (1%) obese. Untuk SD 3 Pasikolaga sebanyak 3 siswa
(10%) sangat kurus, 6 siswa (19%) kurus, 22 siswa (71%) normal, dan masing-masing tidak ada
siswa gemuk dan obese. Untuk SD 4 Pasikolaga tidak ada siswa dengan sangat kurus dan kurus, 37
siswa (95%) normal, 2 siswa (5%) gemuk, dan tidak ada siswa dengan obese. Untuk SD 5 Pasikolaga
sebanyak 2 siswa (4%) dengan status gizi sangat kurus, 5 siswa (11%) kurus, 39 siswa (81%)
normal, 2 siswa (4%) gemuk, dan tidak ada siswa dengan obese. Untuk SD 6 Pasikolaga sebanayk 9
siswa (17%) sangat kurus, 18 siswa (35%) kurus, 24 siswa (46%) normal, dan 1 siswa (2%) gemuk,
dan tidak ada siswa yang obese. Secara keseluruhan untuk semua SD sebanyak 20 siswa (7%)

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 72

sangat kurus, 53 siswa (18%) kurus, 212 siswa (72%) normal, 6 siswa (2%) gemuk, dan 2 siswa
(1%) obese.

No Sekolah Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Obese

1 SD 1 Pasikolaga 0 3 47 1 1
2 SD 2 Pasikolaga 6 21 43 0 1
3 SD 3 Pasikolaga 3 6 22 0 0
4 SD 4 Pasikolaga 0 0 37 2 0
5 SD 5 Pasikolaga 2 5 39 2 0
6 SD 6 Pasikolaga 9 18 24 1 0
Total 20 53 212 6 2

SD 1 Pasikolaga SD 2 Pasikolaga

2%2%
0%6% 0% 1% 8%
Sangat Kurus Sangat Kurus
Kurus Kurus
30%
Normal 61% Normal
90%
Gemuk Gemuk
Obese Obese

SD 3 Pasikolaga SD 4 Pasikolaga
0% 5%0%
0%
0% 10% Sangat Kurus Sangat Kurus
19%
Kurus Kurus
71% Normal
95% Normal
Gemuk
Gemuk
Obese
Obese

SD 5 Pasikolaga SD 6 Pasikolaga
0% 0%
4% 2% 17%
4% Sangat Kurus Sangat Kurus
11%
Kurus Kurus
46%
81% Normal 35% Normal
Gemuk Gemuk
Obese Obese

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 73

Total
2%
1% 7%

Sangat Kurus
18%
Kurus
Normal
72%
Gemuk
Obese

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 74

BAB II
ANALISA MASALAH
2.1. Keluarga Sehat

1. Keluarga mengikuti KB
Dari 209 KK yang di data terdapat 131 KK yang tidak mengikuti KB (78%) dan 37 KK yang
mengikuti KB (22%). Dari data ini menunjukan bahwa masih sangat banyak pasangan usia
subur yang tidak menggunakan/ mengikuti KB. Memang dari beberapa responden yang di
data alasan tidak menggunakan KB karena pasangan nya pergi merantau sehingga
berkontribusi terhadap angka ketidakikutsertaan KB.

2. Ibu Bersalin di Yanfaskes


Terdapat 2 Ibu (KK) yang melahirkan di yanfaskes (13%) sedangakan 14 orang ibu (87%)
tidak melahirkan di yanfaskes dari 209 KK yang di data. Dua orang ibu tersebut melahirkan di
fasyankes dikarenakan tidak dapat melakukan persalinan normal. Dengan kata lain, seluruh
persalinan normal yang ada tidak dilakukan di fasyankes.

3. Bayi Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap


Satu balita (KK) yang tdak mendapatkan imunisasi lengkap (6%) sedangkan 15 balita lainnya
mendapatkan imunisasi lengkap (94%) dari 209 KK yang di data.

4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan


Terdapat masing – masing 12 bayi (50%) yang mendapat dan tidak mendapat ASI ekslusif
selama 6 bulan dari 210 KK yang di data.

5. Pemantuan Pertumbuhan Balita


Dari 209 KK yang di Data sebanyak 39 balita (64%) yang dipantu pertumbuhannya
sedangkan masih ada 22 balita (36%) tidak. Dari data tersebut menunjukan bahwa cukup
banyak balita di desa Tampunabale yang tidak dipantau pertumbuhannya setiap bulan.

6. Penderita TB Paru yang Berobat Sesuai Standar


Dari 209 KK yang di data, 9 orang yang pernah menderita TB paru hanya 5 orang (56%)
yang berobat sesuai standar, sedangkan 4 orang (44%) tidak. Dengan data tersebut
menunjukan bahwa penderita TB yang harusnya mendapatkan pengobatan sesuai standar
(tuntas) masih banyak yang tidak berobat dengan baik.

7. Penderita Hipertensi yang Berobat Teratur


Dari 209 KK yang di data, 23 penderita (KK) yang menderita hipertensi namun tidak berobat
teratur (76%), hanya 8 penderita (KK) yang berobat secara teratur (26%). Dengan tingginya
angka penderita Hipertensi yang tidak melakukan pengobatan secara teratur, juga akan
berdampak terhadap meningkatnya resiko penyakit jantung koroner dan stroke.

8. Menderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia)


Terdapat 2 orang (KK) yang menderita gangguan jiwa berat (1%) sedangkan 207 KK (99%)
lainnya tidak menderita dari 209 KK yang di data. Dua orang penderita gangguan jiwa berat
dengan kondisi dipasung saat dilakukan pendataan.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 75

9. Tidak Ada Anggota Keluarga yang Merokok


Dari 209 KK yang di data terdapat 87 KK (42%) yang tidak ada anggota keluarga yang
merokok dan 122 KK (58%) yang ada anggota keluarganya merokok. Dengan asap rokok
yang telah diketahui dampaknya yang sangat berbahaya, namun lebih dari lima puluh persen
KK anggota keluarganya masih merokok di dalam rumah.

10. Sekeluarga Sudah Menjadi Anggota JKN


Hanya 47 KK (22%) yang sudah menjadi anggota JKN sedangkan 163 KK (78%) masih belum
menjadi anggota JKN. Dari data tersebut terlihat bahwa memang masih sangat banyak
masyarakat yang belum menjadi anggota JKN.

11. Mempunyai/menggunakan Sarana Air Bersih


Dari 209 KK yang di data terdapat 194 KK sudah memiliki/menggunakan sarana air bersih
(93%), sedangkan 15 KK belum memiliki/menggunakan (7%). Masyarakat sebagian besar
telah memanfaatkan sumber air bersih seperti sumur gali yang ada di dekat rumah nya.
Hanya 7% persen warga yang belum memiliki/ meggunakan sarana air bersih.

12. Menggunakan Jamban Keluarga


Dari 209 KK yang di data terdapat 88 KK yang belum menggunakan jamban keluarga (42%),
sedangkan 121 KK (58%) sudah menggunakan jamban keluarga. Hampir lima puluh persen
KK yang belum menggunakan jamban keluarga.

13. Kategori Keluarga


Dari 209 KK yang disurvei, hanya 10 KK (5%) dengan kategori sehat, 121 KK (58%) dengan
kategori pra sehat dan 78 KK (37%) dengan kategori Tidak Sehat.

2.2. Status Gizi

Secara umum untuk Desa Tampunabale sebanyak 21 Balita (42%) yang mengalami masalah gizi.
Sedangkan untuk anak sekolah sebanyak 34 siswa (65%) yang mengalami permasalahan gizi.
Dengan kondisi tersebut, masalah gizi yang melanda balita dan anak sekolah tidak bisa dianggap
remeh.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 76

BAB IV
REKOMENDASI

1. Posyandu
Posyandu sebagai suatu upaya kesehatan yang bersumber masyarakat berperan penting
dalam meningkatkan derajat kesehatan. Hal ini dapat dicapai karena sasaran posyandu
adalah ibu hamil dan balita. Dengan pelaksanaan posyandu yang terstandar, tujuan
untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak pun akan tercapai. Terdapat tiga
hal yang perlu dilakukan untuk menunjang kegiatan posyandu sesuai standar yaitu :

a. Melengkapi Sarana dan Prasarana : meliputi Gedung Posyandu, Meja, Kursi dan
kelengkapan lainnya,

b. Peningkatan SDM : Kader Posyandu perlu dijaga kuantitas dan


kualitasnya (pelatihan kader) dan pemberian insentif/ jasa.

c. Peran aktif pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat dalam mendukung dan
sosialisasi kegiatan

2. Posbindu PTM
Seiring dengan semakin meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak menular,
diperlukan upaya promotif, preventif, dan kuratif yang terintegrasi. Untuk itu perlu
diadakan suatu kegiatan yang menaungi kegiatan tersebut. Salah satunya dengan Pos
binaan terpadu penyakit tidak menular (PTM). Dukungan kegiatan ini dapat berupa,
peningkatan sarana dan prasarana, pelatihan dan insentif kader.

3. Keluarga Sehat
Dari hasil pendataan didapatkan masih sedikit keluarga yang masuk dalam kategori
Sehat. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kesdaran dan kemauan keluarga
dalam melakukan kegiatan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Komunitas keluarga
sehat dibentuk dengan harapan keluarga yang masuk dalam kategori Tidak Sehat dan
Pra Sehat menjadi sadar dan mau melakukan perubahan menuju perilaku hidup bersih
dan sehat.

4. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)


Dari penjaringan dan pengukuran status gizi yang ada, masih banyak balita dan anak
sekolah yang mengalami permasalah gizi. Selain melakukan penanganan khusus
terhadap anak yang mengalami permasalahan gizi, juga diperlukan dukungan dari
masyarakat untuk berupaya mencegah timbulnya permasalahan gizi. Salah satunya
dengan membentuk komunitas keluarga sadar gizi (Kadarzi)

5. Generasi Muda Aktif dan Sehat


Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Baik tidaknya masa depan
bergantung pada kondisi generasi muda nya. Tingginya angka perokok aktif bahkan
dimulai saat usia saat dini (anak sekolah) menjadi peringatan terhadap bahaya zat
adiktif/ narkotika. Untuk itu diperlukan pemberdayaan yang berfokus pada generasi muda
itu sendiri. Pembentukan komunitas anak sekolah menjadi salah satu upaya tersebut.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga


Laporan Akhir 77

Dengan komunitas generasi muda aktif dan sehat berbagai program promotif dan
preventif kesehatan dapat dilaksanakan secara terfouks.

6. Lansia Sehat Mandiri


Kelompok Lanjut usia merupakan golongan usia yang rentan terhadap berbagai penyakit
terutama penyakit tidak menular. Dengan keadaan fisik yang tidak sudah bugar lagi,
tidak jarang lansia menjadi orang yang sangat tergantung terhadap orang lain. Dengan
upaya meningkatkan kesadaran para lansia untuk terus aktif dan menjaga kesehatannya.
Diharapkan komunitas Lansia Sehat Mandiri menjadi salah satu solusi untuk membantu
para lansia.

7. Peningkatan Kepesertaan JKN


Rendahnya tingkat kepesertaan JKN merupakan salah satu masalah yang perlu mendapat
perhatian. Dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang sempurna sudah pasti
pembiayaan kesehatan tidak dapat dipisahkan. Untuk itu, sangat penting mendorong
masyarakat yang belum memiliki JKN untuk ikut. Namun permasalahan/ kendala yang
sering dihadapi adalah data kependudukan, persyaratan/ tata cara kepesertaan JKN,
serta informasi JKN yang rendah.

8. Peringatan Hari Kesehatan Nasional


Tidak hanya melakukan kegiatan rutin, untuk mendorong/ memotivasi semangat
masyarakat untuk terus meningkatkan derajat kesehatannya adalah dengan mengadakan
lomba-lomba yang bertemakan kesehatan. Momentum yang tepat dilakukan kegiatan
tersebut adalah pada Hari Kesehatan Nasional. Lomba-lomba tersebut seperti lomba
tanaman obat keluarga, lomba masakan sehat, lomba rumah sehat, lomba keolahragaan
dsb.

9. Peringatan Hari Anak Nasional


Anak merupakan investasi bangsa. Tidak hanya dengan melakukan pemeriksaan
kesehatan rutin secara fisik. Kesehatan perkembangan (mental) juga patut menjadi
perhatian. Salah satunya dengan mengadakan berbagai kegiatan saat Hari Anak Sekolah
seperti lomba yang mengasah kemampuan motorik dan sensorik.

10. Kelompok Jamban Sehat


Dengan masih adanya masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat dan membuang air
besar tidak di jamban upaya untuk Open Defecation Free (ODF) belum bisa dilaksanakan.
Untuk mencapainya diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang belum memiliki
dan menggunakan jamban untuk terus di motivasi. Setelah kegiatan pemicuan, sangat
penting menjaga semangat gotong royong masyarakat yang terpicu. Selain membentuk
kelompok Jamban Sehat, peran Desa dapat mendukung dengan memberikan bantuan
material dan dukungna teknis dalam pembuatan Jamban sehat.

Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga

Anda mungkin juga menyukai