Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pulau Pigago merupakan salah satu Pulau wisata yang terletak di Air
Bangis Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Pulau ini
memiliki luas ± 40 Ha, Pulau ini memiliki hamparan pasir putih disepanjang bibir
pantai, air laut yang tenang berwarna biru kehijauan dan ditumbuhi oleh
mangrove dan pohon kelapa. Mungkin belum banyak yang tahu ataupun
mengenal pulau nan cantik dan eksotik ini, Itulah gambaran yang bisa penulis
gambarkan untuk sebuah Pulau kecil di ujung salah satu kecamatan di Kabupaten
Pasaman Barat yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini.

Gambar 1.1 Pesona Pantai Pulau Pigago.

Pantainya yang landai perairannya jernih dengan ekosistem terumbu


karang juga di jumpai dikawasan ini dan merupakan ekosistem terumbu yang
masih alami dan belum terjamah oleh tangan-tangan jahil yang tidak
bertanggung jawab, berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten
Pasaman Barat 2018 kunjungan wisatawan Pulau Pigago diperkirakan
mencapai 77.000 lebih /tahun. Sedangkan untuk jarak Pulau Pigago dari Air
Bangis kec. Sungai beremas adalah 13,1 km atau 7,073 mil dan memiliki
ketinggian gelombang rata-rata 220 cm, kapal yang membawa para wisatawan
hanya mengandalkan kapal nelayan sekitar yang terparkir di bibir pantai ini
tentunya sangat memprihatinkan dimana belum ada kapal yang memiliki
kenyamanan dan alat-alat keselamatan yang memadai yang bisa membawa ke
Pulau Pigago tersebut, menurut Humas AKP Muzhendra kapal nelayan yang
membawa penumpang ke Pulau Pigago bermacam ukuran dan kapasitas ada
kapal nelayan penumpang yang berkapasitas 10-12 orang dan ada juga kapal
nelayan yang berkapasitas sampai 15 orang sekali
bawa.(pasbarhaluan.com).berdasarkan data tersebut didapat jumlah
pengunjung perhari sebanyak 208 pengunjung. Berdasarkan data tersebut
didapat Tentunya dengan tidak seimbangnya antara kapasitas kapal dengan
jumlah penumpang yang ada sangat memprihatinkan, apalagi di tambah
dengan alat- alat keselamatannya yang masih rendah, ini sangat mengancam
keselamatan para penumpang kapal.

Gambar 1.2 kapal penumpang pulau pigago

Melihat permasalahan tersebut dibutuhkan suatu cara yang akan


memberikan solusi dengan membuat sebuah desain kapal wisata yang memiliki
kapasitas penumpang lebih banyak, memberikan kenyamanan bagi penumpang,
memiliki alat keselamatan yang baik dan juga Memperkenalkan kearifan lokal
yaitu rumah adat minang kabau yang nantinya dimasukkan dalam bentuk desain
kapal yang akan dibuat. Untuk mendapatkan ukuran utamanya penulis
menggunakan metode (Parametric Design Approach ) merupakan metode yang
digunakan dalam mendesain kapal dengan parameter misalnya ( L, B, T, Cb, LCB
dll) sebagai main dimension yang merupakan hasil regresi dari beberapa kapal
pembanding.
1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini diperlukan


beberapa hal yang harus dirumuskan diantaranya:
1. Bagaimana cara dalam Mendapatkan Data Utama Kapal .
2. Bagaimana menentukan tata letak ruangan kapal wisata ?
3. Bagaimana menentukan stabilitas Kapal ?
4. Bagaimana bentuk pembuatan miniatur kapal wisata. ?
1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam perencanaan kapal wisata ini antara lain:

1. Dalam perencanaan ini penulis tidak menghitung tahanan kapal.


2. Survey yang dilakukan di pulau pigago, Kec. SEI. Beremas, Kab. Pasaman
Barat.
3. Perencanaan kapal wisata ini dimulai dari menentukan ukuran utama,
desain secara umum dan penentuan alat keselamatan.
4. Menganalisisi stabilitas menggunakan Bantuan Software Maxsurf
1.4 Tujuan.

Adapun tujuan yang akan dicapai dalam perencanaan ini diantaranya :

1. Mendapatkan ukuran utama kapal.


2. Mendapatkan Gambar Rencana Umum kapal wisata pulau pigago.
3. Mendapatkan Stabilitas sesuai standatr IMO
4. Mendapatkan miniatur kapal wisata
1.5 Manfaat
1. Manfaat yang didapat untuk Jurusan Teknik Perkapalan Politeknik Negeri
Bengkalis yankni sebagai desain pembelajaran kapal wisata Pulau Pigago.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Referensi penelitian

2.1.1 Perencanaan kapal wisata dengan kapasitas penumpang 30 orang di


kepulauan seribu

Hasil dari metode perbandingan tersebut didapatkan ukuran LOA : 13 m,


B : 4 m, T : 0,6 m, H : 1,4 m dan Cb : 0,63. Hasil perhitungan hidrostatik, kapal
pariwisata di objek wisata Kepulauan Seribu mempunyai displacement = 12,52
ton, Cb = 0,63, LCB = 5,74 m. Hasil analisa stabilitas (Ship Stability)
menunjukkan bahwa kapal memiliki nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VIII
diikuti pada kondisi V. Dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi VIII yang
menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak.
( Samuel Aritonang 2015)

2.1.2 Perancangan kapal pariwisata di green canyon pangandaran

Kapal yang akan dirancang sebagai pengembangan pariwisata di objek


wisata Green Canyon dan daerah sungai Cijulang harus memperhitungkan ukuran
utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan
analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan penyelamatan dan motor
induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang
dialami kapal,. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Lwl: 9,50
m, B: 4,00 m, T: 0,6 m, H: 1,5 m. Kapal pariwisata ini menggunakan dua buah
tenaga penggerak berupa diesel outboard motors dengan daya yang dihasilkan
sebesar 20 HP. (sarjito jikosisworo 2014)
2.1.3 Perancangan dan Pembuatan Kapal Wisata dengan Motor Generator
Listrik Tenaga Surya Sebagai Energi Alternatif Penggerak Propeler.

Dari perhitungan didapat ukuran utama kapal adalah sebagai berikut :


Loa: 3,48 m, Lpp: 2,9 m, B: 1,38 m, T: 0,27 m, v: 3 Knot, dan waktu pengisian
baterai dari solar sell 3,3 jam pada kondisi baterai kosong sampai penuh
(Sudiyono dan Bambang Antoko 2008)

2.1.4 Desain Kapal untuk Wisata Rute Bangsring-Pulau Menjangan –


Pulau Tabuhan ( pantai bangsari Banyuwangi).

Pada desain ini menggunakan data kapal pembanding dilakukan analisa


regresi linear untuk menentukan ukuran utama awal kapal sampai sesuai dengan
batasan teknis, ukuran utama kapal yang optimal adalah (panjang) L = 11.3 m,
(lebar) B = 6 m, (sarat) T = 0.6 m, (tinggi)
H = 1.85 m, (lebir demihull) B1 = 1.2 m. Hasil analisa ekonomi, biaya
pembangunan kapal sebesar Rp. 732,918,893.35, biaya operasional sebesar Rp.
492,656,359 per tahun, dengan kelayakan investasi memenuhi NPV > 0 sebesar
Rp.230,528,599.25, IRR > 11 % sebesar 15.28 %, estimasi BEP akan dicapai
dalam 4 tahun, dan harga tiket kapal Rp. 310,000 per orang untuk sekali trip.
Dari ukuran utama diperoleh desain rencana garis dan rencana umum.(Khusnul
Khotimah dan Hasannudin 2016)

2.2 Landasan Teori

2.2.1 pengertian kapal wisata

Kapal wisata adalah kapal yang dipakai secara khusus untuk tujuan
rekreasi antara pulau saja. Para Penumpang menaiki kapal wisata untuk
menikmati waktu yang dihabiskan di atas kapal. Sebagian kapal wisata memiliki
rute pelayaran yang selalu kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Lama
pelayaran wisata tidak terlalu lama beda dengan kapal pesiar yang bisa beberapa
hari sampai sekitar tiga bulan tidak kembali ke pelabuhan asal keberangkatan.
Kapal wisata beda dengan kapal pesiar dan kapal samudra(ocean liner) yang
melakukan rute pelayaran reguler di laut terbuka, kadang antar benua, dan
mengantarkan penumpang dari satu titik keberangkatan ke titik tujuan yang lain.

2.3 Referensi kapal wisata

Referensi kapal wisata digunakan sebagai bahan acuan dalam mendesain


kapal wisata yang baru.

1. Kapal pesiar Bounty Cruise

Gambar 2.1 kapal pesiar Bounty cruise

2. Kapal wisata sungan mahkam, Kalimantan Timur

Gambar 2.2 kapal wisata sungai Mahkam


3. Kapal wisata Ayla pulau komodo

Gambar 2.3 kapal wisata Ayla pulau komodo

2.4 Metode Menentukan Ukuran Utama Kapal

2.4.1 Parent Design Approach

Parent design approach merupakan salah satu metode dalam mendesain


kapal dengan cara perbandingan atau komparasi, yaitu dengan cara mengambil
sebuah kapal acuan kapal pembanding yang memiliki karakteristik yang sama
dengan kapal yang akan dirancang. Dalam hal ini designer sudah mempunyai
referensi kapal yang sama dengan kapal yang akan dirancang, dan terbukti
mempunyai performance yang bagus (secara teknologi dan operasional bagus)

a. Keuntungan dalam parent design approach adalah :

Dapat mendesain kapal lebih cepat, karena sudah ada acuan


sehingga tinggal memodifikasi saja. Performance kapal terbukti (stabilitas,
motion, reistance).

b. Kelemahan Metode ini adalah kapal yang dirancang sulit di pasarkan jika
ada teknologi yang baru yang sedang masuk.
2.4.2 Trend Curve Approach

Dalam proses perancangan kapal terdapat beberapa metode salah satunya


yaitu Trend Curve approach atau biasanya disebut dengan metode statistik dengan
memakai regresi dari beberapa kapal pembanding untuk menentukan main
dimension. Dalam metode ini ukuran beberapa kapal pembanding di komparasi
dimana variabel dihubungkan kemudian ditarik suatu rumusan yang berlaku
terhadap kapal yang akan dirancang.

2.4.3 Iteratif Design Approach

Iteratif desain adalah sebuah metodologi desain kapal yang berdasarkan


pada proses siklus dari prototyping, testing, analyzing, dan menyempurnakan
produk atau proses. Perubahan dan perbaikan akan dilakukan berdasarkan hasil
pengujian iterasi terbaru sebuah desain. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan
kualitas dan fungsionalitas dari sebuah desain yang sudah ada. Dalam desain
iteratif, interaksi dengan sistem yang dirancang akan digunakan sebagai bentuk
untuk menginformasikan dan penelitian suatu proyek berkembang, sebagai versi
yang berurutan, atau iterasi dari desain diimplementasikan. Proses desain kapal
memiliki sifat iteratif yang paling umum digambarkan oleh spiral desain yang
mencerminkan desain metodologi dan strategi.

2.4.4 Parametric Design Approach

Parametric design approach adalah metode yang digunakan dalam


mendesain kapal dengan parameter misalnya ( L, B, T, Cb, LCB dll) sebagai main
dimension yang merupakan hasil regresi dari beberapa kapal pembanding,
kemudian dihitung Rt, merancang baling-baling, perhitungan perkiraan daya
motor induk, perhitungan jumlah ABK, perhitungan titik berat, trim dll secara
detail.

a. Keuntungan dalam Parametric design approach adalah: Mendesain


kapal lebih terstruktur Jika perencaan berhasil, maka pengalaman dapat
di ambil untuk metode desain kapal selanjutnya.
b. Kelemahan dalam Parametric Design approach adalah : Memakan banyak
waktu sering terjadi error human dalam perhitungan.
2.4.5 Optimation Design Approach

Metode optimasi digunakan untuk menentukan ukuran utama kapal yang


optimum serta kebutuhan daya motor penggeraknya pada tahap basic design.
Dalam hal ini, disain yang optimum dicari dengan menemukan disain yang akan
meminimalkan economic cost of transport (ECT) Untuk tujuan analisis pada tahap
basic design atau untuk tujuan studi kelayakan, metode ini terbukti mampu
digunakan sebelum memasuki tahapan disain selanjutnya. Hal ini menunjukkan
bahwa program optimasi yang dikembangkan disini mampu secara efektif dan
konsisten memberi pendekatan terhadap hasil disain kapal-kapal yang sudah ada.

2.5 Desain Menggunakan Software Maxsurf

Maxsurf for academic adalah software freeware dalam menganalis


pendesainan kapal yang dapat didownload langsung dari maxsurf provider
(formsys) dengan batas waktu yang ditentukan. Software ini satu paket dengan
hydromax, hull speed, seakeeper, workshop dan span. Pada maxsurf sendiri
digunakan untuk membuat lines plan dalam bentuk 3D, yang dapat
memperlihatkan potongan station, buttock, shear dan 3D-nya pada pandangan
depan, atas, samping dan prespektif. Selain digunakan untuk membuat lines plan
kapal juga dapat digunakan untuk membuat bentuk 3D-lain seperti: pesawat,
mobil dan produk industri lainya. Dasar pembuatan modelnya adalah Surface
yang merupakan bidang permukaan dan dapat dibuat menjadi berbagai bentuk
model 3D dengan jalan menambah, mengurangi, dan merubah kedudukan control
point. Pembuatan lines plan ini adalah merupakan bagian yang paling penting,
karena mengambarkan karekteristik kapal yang akan dibuat, sehingga bagian ini
harus dikuasai dengan baik.

Maxsurf Academic merupakan software pemodelan lambung kapal yang


berbasis surface. Pemodelan lambung kapal di Maxsurf academic terbagi atas
beberapa surface yang digabung (bounding). Surface pada Maxsurf Profesional
didenifisikan sebagai kumpulan control point yang membentuk jaring – jaring
control point. Dalam memperoleh surface yang diinginkan maka control point
digeser – geser sampai mencapai bentuk yang optimum. Pusat proses pemodelan
desain rencana garis menggunakan Maxsurf adalah pengertian bagaimana control
point digunakan untuk mencapai bentuk surface yang ingin dicapai.

2.6 Perancangan Rencana Garis ( Lines Plan)

Rencana garis air (lines plan) adalah gambar rencana garis dari bentuk
sebuah kapal. Dengan gambar ini kita dapat mengetahui bentuk kapal yang
direncanakan. Lines plan atau rencana garis merupakan langkah selanjutnya
dalam proses merancang suatu kapal dengan berdasar pada data kapal yang
diperoleh dari perancangan.

2.6.1 Garis Geladak Tepi ( Sheer Line ).


Dalam gambar rencana garis, garis geladak tepi adalah garis lengkung dari
tepi geladak yang di tarik melalui ujung atas dari balok geladak. Kalau kita
melihat garis geladak tepi dari gambar diatas, maka terlihat bahwa jalannya garis
sisi tersebut adalah menanjak naik dihaluan maupun di buritan.

2.6.2 Garis Geladak Tengah (Camber)


Tinggi 1/50 B dari garis geladak tepi diukur pada centre line dari kapal
disebut camber. Lengkungan dari camber kesisi kiri kanan lambung kapal dan
berhenti pada titik garis geladak tepi disebut garis lengkung geladak.

2.6.3 Potongan memanjang kapal secara horizontal yang disebut Water Line.
Misalkan suatu kapal dipotong secara memanjang dengan arah mendatar
atau horizontal.pada potongan ini terlihat dua dimensi yaitu dimensi panjang (L)
dan dimensi lebar (B)
2.6.4 Garis Tegak Potongan Memanjang ( Buttock Line ).
Diumpamakan suatu kapal dipotong – potong tegak memanjang kapal.
Penampang kapal yang terjadi karena pemotongan ini disebut bidang garis tegak
potongan memanjang.
2.6.5 Sheer Plan ( Pandangan Samping )
Sheer plan merupakan penampakan bentuk kapal jika kapal dipotong
kearah tegak sepanjang badan kapal. Pada kurva ini diperlihatkan bentuk haluan
dan buritan kapal, kanaikan deck dan pagar. Garis tegak yang memotong kapal
dapat diketahui apakah garis air yang direncanakan sudah cukup baik atau tidak.

2.6.6 Body Plan ( Pandangan depan dan Belakang )


Body plan merupakan bagian dari rencana garis yang mempelihatkan
bentuk kapal jika kapal dipotong tegak melintang. Dari gambar terlihat
kelengkungan gading-gading (station-station). Kurva ini digambar satu sisi yang
biasanya sisi kiri dari kapal tersebut. Bagian belakang dari midship digambar d
isisi kiri dari centre line, bagian depan di sebelah kanan

2.6.7 Half Breadth Plan ( Pandangan Atas )


Half breadth plan atau rencana dari setengah lebar bagian yang ditinjau
dari kapal, ini diperoleh jika kapal dipotong kearah mendatar sepanjang badan
kapal, dan gambar ini akan memperlihatkan bentuk garis air untuk setiap kenaikan
dari dasar (terutama kenaikan setiap sarat).

2.6.8 Radius Bilga


Bilga adalah kelengkungan pada sisi kapal terhadap base line. Radius bilga
adalah jari-jari pada bilga. Radius bilga tanpa rise of floor dapat dihitung dengan
rumus :
R = {B x T x (1 – Cm)/0,4292}1/2
2.7 Perencanaan General Arranggement (Rencana Umum)

Rencana umum atau General Arangement dari suatu kapal dapat


didefinisikan sebagai penentuan dari ruangan kapal untuk segala kegiatan ( fungsi
) dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan letak dan jalan untuk mencapai
ruangan tersebut. Sehingga dari batasan diatas, ada 4 langkah yang harus
dikerjakan, yaitu :

1. Menetapkan ruangan utama


2. Menetapkan batas – batas dari setiap ruangan.
3. Memilih dan menempatkan perlengkapan dan peralatan dalam batas dari
ruangan tersebut.
4. Menyediakan jalan untuk menuju ruangan tersebut.

2.8 Stabilitas Kapal berdasarkan Standart IMO


2.8.1 Stabilitas Kapal

Stabilitas kapal adalah kemampuan sebuah kapal untuk kembali tegak


seperti posisi semula setelah mendapatkan gangguan dari luar seperi oleng karena
pengaruh ombak laut. Secara umum hal-hal yang mempengaruhi keseimbangan
kapal dapat dikelompokkan menjadi dua hal besar yaitu factor internal dan factor
eksternal.

a. Factor internal adalah tata letak muatan, bentuk ukuran kapal, kebocoran
akibat kandas atau tubrukan.
b. Factor eksternal adalah factor yang di akibat kan oleh angin, ombak, arus
dan badai.

2.8.2 Kriteria Stabilitas berdasarkan IMO

Kapal penumpang (Passenger Ship).

Kriteria stabilitas yang digunakan adalah kriteria stabilitas untuk kapal


jenis umum dan kapal penumpang yang mengacu pada Intact Stability (IS)
High Speef Craft (HSC) 2000 Annex Multihull dan IMO A.749 (18) Ch. 3.
Kriteria tersebutantara lain sebagai berikut :
1. Luas area dibawah kurva lengan pengembali (GZ curve) antara sudut
00– 300 tidak boleh kurang dari 0.055 m.rad atau 3.151 m.deg.
2. Luas area dibawah kurva lengan pengembali (GZ curve) antara sudut
00– 400 tidak boleh kurang dari 0.090 m.rad atau 5.157 m.deg.
3. Luas area dibawah kurva lengan pengembali (GZ curve) antara sudut
300 – 400 atau antara sudut downflooding dan 300t jika nilai GZ
maksimum tidak mencapai 400t, tidak boleh kurang dari 0.030 m.rad atau
1.719 m.deg.
4. Lengan pengembali GZ pada sudut oleh sama dengan atau lebih dari
300 minimal 0.200m.
1. Lengan pengembali maksimum terjadi pada kondisi oleng sebaiknya
mencapai 300 atau lebih, tetapi tidak kurang dari 150.
BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian merupakan langkah–langkah yang dilakukan dalam


penyusunan tugas ahir sehinggan tujuan dapat tercapai. Tahapan pertama dimulai
dari identifikasi masalah dan Studi Literatur untuk menentukan alternatif jalan
keluar dari permasalahan yang ada. Tahap kedua dilanjutkan dengan
pengembangan model yaitu menyiapkan data untuk diolah dan pemilihan metode
yang tepat dalam penelitian, sehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai.
Tahapan terakhir adalah model kapal yang hasil akhirnya diharapkan dapat
membantu dalam penelitian perencanaan kapal wisata Pulau Pigago ini.

3.1 Studi literatur

Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri


sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya dengan cara mencari
referensi dan sumber-sumber pada buku atau tulisan tentang kapal wisata yang
pernah dibuat sebelumnya, referensi yang dicari tersebut terdapat di Buku,
Internet, Jurnal- jurnal, laporan dan lainya. Serta bagaimana mereview beberapa
penelitian terkait yang bertujuan mencari solusi permasalahan yang ada, dan juga
untuk mendapatkan pengetahuan serta penambahan dari penelitian sebelumnya
yang dapat dijadikan sebagi acuan dari penelitian.

3.2 Pengumpulan data

Pengumpulan data yang dilakukan sebagai langkah awal dalam


menentukan ukuran utama yang sesuai dengan kebutuhan dalam perencanaan
kapal wisata yang akan dilakukan, sebagai berikut :
a. Pengumpulan data primer meliputi, data-data yang diperoleh dari buku,
artikel, jurnal dan lain-lain yang mencakup tentang perencanaan kapal
wisata.
b. Pengumpulan data sekunder meliputi, pengamatan, wawancara dan lain-
lain.
c. Melakukan survey lapangan untuk meninjau situasi kondisi kapal wisata
yang ada.

3.3 Penentuan Ukuran Utama Kapal

Ukuran utama kapal dapat diperoleh setelah melakukan survey kelapangan


yaitu terjun langsung untuk melihat kondisi dan kapasitas para penumpang ketika
menaiki kapal yang ada. Setelah melakukan survey kelapangan secara langsung
maka didapat payload dari kapal yang akan dirancang, kemudian dari data
tersebut diaplikasikan kedalam metode penentuan ukuran utama kapal yang akan
dipilih yakni metode Parametric Design Approach.

3.4 Proses Desain

Penggambaran dilakukan setelah menentukan ukuran utama kapal dari


metode yang dilakukan diatas. Penggambaran awal menggunakan program
Maxsurf kemudian dilanjutkan dengan program Autocad. Adapun penggambaran
yang direncanakan yakni gambar Maxsurf, penentuan Stabilitas, penentuan
Tahanan kapal, Lines Plan, dan General Arrangement

3.5 Pembuatan Miniatur

Pembuatan miniatur dilakukan berguna untuk melihat secara nyata kapal


wisata yang telah dirancang dan didesain yang diaplikasikan kedalam bentuk
miniatur.

3.6 Penyusunan Laporan

Menyusun laporan tentang hasil perencanaan dan hasil pembuatan miniatur


kapal wisata untuk Pulau Pigago, serta membuat kesimpulan dari hasil
perencanaan kapal wisata untuk Pulau Pigago, Air Bangis Kec. SEI. Beremas
Kab. Pasama Barat.
3.7 Flow Chart penelitian

start

Studi lapangan : Pengumpulan Studi Literatur :


data
 Data Geografis  Jurnal
pulau Pigago  Artikel
 Data pendukung  internet
Pengolahan data

Penentuan data utama kapal

Proses desain

1. Penggambaran lambung
kapal
2. Penggambaran lines plan
Tidak 3. Penggambaran General
Arrangement

Stabilitas

Pembuatan Miniatur

Pembuatan laporan

finish
BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya

No. Jenis Kebutuhan Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah


Barang (Rp) harga (Rp)

A. Peralatan Penunjang

1 Pisau cutter 2 buah 3.000 6.000

2 Lem 10 buah 10.000 100.000

4 Gunting 1 buah 5.000 5.000

5 Print gambar 10 lembar 200 2.000

6 Jilid Laporan dengan 3 Buah 12.500 37.500


laminating

Sub 420.500
Total

B. Komponen yang dibutuhkan

1 Triplek 1 Lembar 80.000 80.000

2 Dempul 2 Unit 35.000 70.000

3 Cat kaleng 3 Unit 25.000 75.000

4 Amplas 10.000 10.000

5 Resin 1 kg 53.000 53.000

6 Katalis ¾ kg 100.000 100.000

7 Mat 2 meter 50.000 100.000

8 WR 1 meter 50.000 50.000

9 Kuas 3 buah 15.000 45.000


Sub 725.500
Total

4.2 Jadwal Kegiatan

Dalam melakukan Tugas Akhir membutuhkan waktu lebih kurang 5


bulan.Berikut ini adalah waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Tugas Akhir
dalam bentuk Bar chart:

Tabel 4.2 Jadwal kegiatan

No Jenis kegiatan Bulan


1 2 3 4 5
1 Studi literatur
2 Pengumpulan data
3 Penentuan data utama kapal
4 Proses desain
5 Analisisi desain
6 Pembuatan Miniatur
7 Pembuatan laporan
DAFTAR PUSTAKA

Afriandi Tanjung,2016,Wisata Alam Pulau Pigago,Wisata Alam di Kab.


Pasaman Barat, https://cyberships.wordpress.com/naval-architecture/ship-design-
program/maxsurf/.

Venzias,Chandra Ahmad, Aritonang, Samuel, &Manik Parlindungan


2014`Perancangan Kapal Wisata Kapasitas 30 Penumpang sebagai Penunjang
Pariwisata dikepulauan Seribu`ejournal3 undip.

Manik,parlindungan, Jokosisworo,Sarjito, &Abilaksanan,Biwa 2014`Pra


Perancangan Kapal Pariwisata di Green Canyon Pangandaran` ejournal
undip,Vol.11,No.2.

Sudiyono,Antoko Bambang2008`Perancangan dan Pembuatan Kapal wisata


dengan Generator Listrik Tenaga Surya Sebagai Energi Alternatif Penggerak
Propeller`Jurnal Teknik Mesin,Vol.10,No.1

Khotimah,Khusnul,&Hasanudin2016`Desain Kapal untuk Wisata Rute


Bangsring-Pulau Menjangan-Pulau Tubuhan`Jurnal Teknik Perkapalan
ITS.Vol.5,No.2

Muqtamar Ajja 2016, Dimensi Pokok pada Stabilitas Kapal , 30 Januari 2019,
http://nautikaperkapalan.blogspot.com/2016/07/stabilitas-dan-dimensi-pokok-
pada.html

Mohammad Wahyudin,2011, Metode Perhitungan Tahanan Kapal,Kapal Cargo,


30 Januari 2019,http://kapal-cargo.blogspot.com/2011/05/metode-perhitungan-
tahanan-kapal.html.

Muhammad Taufan,2012, Tahahan Kapal, Rider System, 30 Januari


2019,http://www.rider-system.net/2012/12/tahanan-kapal.html
Roni Christanto,2011,Lines Plan,Teori Kapal,30 Januari 2019,
http://teorikapal.blogspot.com/2011/05/lines-plan.html

Suanaidesis Allanso,2012, Stabilitas Kapal,Allan`s_Naval@Sunaidesis,30 Januari


2019, http://allansnavalsunaidesis.blogspot.com/2012/01/stabilitas-kapal.html

Adin Sugiarto,2010,Maxsurf,Maxsurf Lovers,30 Januari 2019,


https://cyberships.wordpress.com/naval-architecture/ship-design-
program/maxsurf/

Rohkman,2018, Perencanaan Kapal Penyebrangan Khusus Pengendara Roda


Dua Sungai Pakning- Bengkalis,Politeknik Negeri Bengkalis.