Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami mengucapkan Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas limpahan rahmat dan karunia_Nya kami diberikan kesehatan dan kesempatan sehinnga
bisa meyelesaikan makalah biokimia ini tepat pada waktunya.
Tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang telah
membantu dalam penulisan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.
Di dalam makalah ini kami menyadari banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu
kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar menjadikan makalah ini lebih
baik lagi. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Palangka Raya, November 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul ..........................................................................................................................


Kata Pengantar ..........................................................................................................................
Daftar Isi ...................................................................................................................................
BAB I . PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .........................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan .......................................................................................................
1.4 Batasan Masalah ......................................................................................................
1.5 Metode Penyusunan ..................................................................................................
BAB II . PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hormon ..................................................................................................
2.2 Sifat-sifat Hormon .....................................................................................................
2.3 Fungsi Hormon .........................................................................................................
2.4 Penggolongan Hormon ..............................................................................................
2.5 Kelenjar Yang Dapat Menghasilkan Hormon ...............................................................
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................................
3.2 Saran ......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar


selagar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan
eksternaldan internal yang selalu berubah.Sistem Endokri dan susunan saraf
merupakan alat utama dimana tubuhmengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan
sel. Sistem saraf sering di pandang sebagai pembawa pesan melalui sistem stuktural
yang tetap.
Sistem Endokrim dimana berbagai macam “Hormon” di sekresikan oleh
kelenjar spesifik, di angkut sebagai pesan yang bergerak untuk bereaksi pada sel atau
organ targetnya (definisiklasik dari hormon).Hormon beredar di dalam sirkulasi darah
dan fluida sel untuk mencari seltarget. Ketika hormon menemukan sel target, hormon
akan mengikat protein reseptortertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan
sinyal.
Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan
mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular, termasuk
di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis
(kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan,
pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan
perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada
banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon
lainnya.Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme
multiselular.
Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa pesan
(chemical messenger) disekresikan oleh sejenis jaringan, dalam jumlah yang sangat
kecil dan dibawa oleh darah menuju target jaringan di bagian lain dari tubuh untuk
merangsang aktivitas biokimia atau fisiologi yang khusus.Endokrinologi, suatu
cabang ilmu biomedis yang mempelajari hormone dan aktivitasnya, merupakan salah
satu bidang biokimia yang sangat menarik karena beberapa pemahaman baru berasal
dari bidang ini. Lagi pula, karena perubahan dalam kerja hormon dapat menimbulkan
penyakit, maka endokrinologi juga merupakan suatu cabang ilmu biokimia yang
kegunaannya dapat dilihat secara langsung.
Berbagai macam hormon sudah diketahui dan banyak lagi yang ditemukan.
Selain mengatur beberapa aspek metabolisme, hormon juga mempunyai fungsi yang
lain yaitu mengatur pertumbuhan sel dan jaringan, denyut jantung, tekanan darah,
fungsi ginjal, pergerakan saluran gastrointestinal, sekresi enzim-enzim pencernaan,
laktasi dan sistem reproduksi.

1.2 Rumusan Masalah


a) Apa itu Hormon ?
b) Apa saja sifat-sifat Hormon ?
c) Apa saja fungsi Hormon ?
d) Apa saja penggolongan Hormon ?
e) Apa sajakah kelenjar yang menghasilkan Hormon ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa
itu Hormon secara umum sampai dengan kelenjar yang dapat menghasilkan hormon
serta pengaruhnya terhadap kesehatan apabila jumlah pasokkan Hormon
berlebihan atau berkurang didalam tubuh.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hormon


Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai
efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar
buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga
sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh.
Apabila sampai pada suatu organ target , maka hormon akan merangsang terjadinya
perubahan . pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang
dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu
panjang.Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual.
Hormon (dari bahasa yunani yaitu hman “yang menggerakan”) adalah pembawa
pesan kimiawi antarsel atau antar kelompok sel. Semua organisme multiselular ,
termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk memberikan
sinyal ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas
tertentu.
Pada prinsipnya penegturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus ( bagian
dari otak ) . hipotalanus mengiontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama
melalui kelnjar pituitari , yang juga mengotrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus
akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk meneksreksikan hormonnya dengan
mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.

2.2 Sifat-sifat Hormon


 Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh endokrin.
 Disekresikan langsung ke dalam aliran darah.
 Fungus sebagai katalisator rekasi kimia dalam tubuh dan control berbagai
proses metabolisme (reproduksi; pertumbuhan dan perkembangan;
mempertahankan homeostatis; pengadaan; penggunaan dan penyimpanan
energy).
 Kadarnya dalam sirkulais darah dapat menggambarkan aktivitas dari sel
kelenjar endokrin.
 Memiliki organ atau jaringan target tertentu.
 Berbentuk amine, polipeptida, protein, steroid.

2.3 Fungsi Hormon


 Anti diuretic hormone (ADH) : meningkankan absorbs air dari tubulus ginjal
dan meningkatkan tekanan darah.
 Oksitosin : merasang kontaraksi uterus , pengeluaran air susu.
 Growth hormone (GH) : merangsang pertumbuhan tulang dan otot,
meningkatakan sintesis protein, mobilisasi lemak , menurunkan metabolosme
karbohidrat.
 Prolaktin : meningkatkan perkembangan payudara selama kehamilan dan
produksi air susu setelah kelahiran.
 Tirod stimulating hormone (TSH) : merangasang produksi dan sekresi
hormone tiroid.
 Adenocortcotropic hormone (ACTH) : mernagsang sekresi dan produksi
hormone seteroid dan korteks adrenal .
 Luteinizing hormone (LH) : merangasang pertumbuhan korfus luteum ,
ovulasi, produksi esteropgen dan progeteron (pada wanita ) merangsang
sekresi testosterone , perkembangan jaringan interstisial (pada pria).
 Folicel stimulating hormone : merangsang pertumbuhan folikel telur dan
ovulasi ( pada wanita ) merangsang produksi sperma ( pada pria).
 Melanosit stimulating hormone : bersanma dengan ACTH terlibat dalam
pembentukan kulit.
 Tiroksin (T4) dan triidotironin (T3) : menibgkatakan laju metabolisme ,
sensitifitas kardio vaskuler terhadap aktifasi saraf simpatik , mempengaruhi
kematangan homeostasis otot skelet.
 Kalsitonin : menurunkan konsentarasi Ca dan Fosfat.
 Hormoon paratiroid : meningkatakan konsentarasi Ca dalam darah ,
menurunkan kadar fosfat darah , bekerja memepengaruhi tulang , usus, ginjal,
dan sel-sel lainnya.
 Adrenalin / epinefrin : meningkatakan kecepatan denyut jantung , dan tekanan
darah , mengatur diameter arterio , merangsang kontaraksi otot polos ,
meningkatkan konsentarasi gula darah .
 Noradrenalin / noripenefrin : menyebabkan kostriksi arteriol dan
meningkatakan laju metabolism .
 Glukokortikoid (kortison dan kortikosteron) : mempengaruhi prose
metabolisme , mengatur konsentarasi gula darah , anti inplamasi ,
memepengaruhi prose pertumbuhan , menurunkan pengaruh sters dan sekresi
ACTH.
 Insulin : menurunkan gula darah , meningkatakan simpanan glikogen ,
mempengaruhi otot, hati dan jaringan adipose.
 Glucagon : menigkatakan kadar gula darah.
 Esterogen : mempengaruhi perkembangan organ seks dan cirri-ciri kelamin
wanita, mernagsang perekembangan polikel telur, mempengaruhi siklus
mensturasi , merangasang peneaalan dinding ueterus dan memelihara
kehamilan.
 Progesterone : mempengaruhi siklus mensturasi , merangasang peneaalan
dinding ueterus dan memelihara kehamilan.
 Human chorionic gonadotripin (HCG) : memelihara kehamilan .
 Tetosteron : mempengaruhi perekembangan oragan seks dari cirri kelamin pria
serta pembentukanm sperma.

2.4 Penggolongan Hormon


a) Perkembangan/Growth hormone – hormon yang memegang peranan di dalam
perkembangan dan pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad.
b) Hormon metabolisme – proses homeostasis glukosa dalam tubuh diatur oleh
bermacammacam hormon, contoh glukokortikoid, glukagon, dan katekolamin.
c) Hormon tropik – dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi
endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan
folikel (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis (LH).
d) Hormon pengatur metabolisme air dan mineral – kalsitonin dihasilkan oleh
kelenjar tiroid untuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.

Hormon berdasarkan kalenjar penghasilnya:


Kelenjar Hormon yang dirembeskan Fungsi
Pituitari a. Hormon pertumbuhan (GH) Merangsang pertumbuhan badan
b. Hormon perangsang tiroid Merangsang kelenjar tiroid

(Kelenjar (TSH) merembeskan hormon tiroksina.


c. Hormon antidiuresis (ADH) Merangsang penyerapan semula air dari
agung)
tubul ginjal.
d. Hormon perangsang folikel Merangsang perkembangan folikel Graaf
(FSH) dan tubul semen.
e. Hormon peluteinan (LH) Menyebabkan pembebasan ovum
daripada ovari dan perkembangan folikel
menjadi korpus luteum.
Merangsang perembesan hormon seks
oleh ovari dan testis.
f. Hormon adrenokortikotrof Merangsang korteks adrenal
(ACTH) menghasilkan hormon.
g. Hormon prolaktin Merangsang perembesan susu oleh
kelenjar susu.
h. Hormon oksitosin Merangsang pengecutan otot uterus
semasa bersalin.
Tiroid Tiroksina Mengawal kadar metabolisme sel badan,
khususnya respirasi dalam mitokondria.
Mengawal aras aktiviti, menggalakkan
pertumbuhan yang normal bagi rangka
dan perkembangan mental.
Kelompok Insulin Menyebabkan penukaran glikosa kepada
sel Glukagon glikogen.
Langerhans Menyebabkan penukaran glikogen
dalam kepada glukosa.
pankreas
Adrenal Adrenalina Menyediakan badan untuk menentang
atau lari dalam keadaan kecemasan
dengan merangsang peningkatan aras
Aldosteron glukosa dalam darah.
Mengawal tekanan osmosis darah melalu
penyerapan semula ion natrium.
Ovari Estrogen Merangsang perkembangan organ seks
perempuan dan ciri seks sekunder seperti
perkembangan kelenjar susu dan
Progesteron pembesaran buah dada.
Menyebabkan dinding uterus menebal
untuk penempelan uterus.
Testis Testosteron Merangsang perkembangan organ seks
lelaki dan ciri seks sekunder seperti
pertumbuhan misai dan suara menjadi
kasar.
Merangsang spermatogenensis.

2.5 Kelenjar Yang Dapat Menghasilkan Hormon


A. Kelenjar Hipotalamus
Kelenjar Hipotalamus merupakan bagian dari otak.Salah satu fungsi
hipotalamus adalah menghasilkan hormon yang disebut neurohormon.
Neurohormon merupakan hormon pelepas yang disekresikan ke dalam darah
menuju hipofisis.
Neurohormon ini merangsang hipofisis mengeluarkan hormon yang
sesuai.Contohnya, hormon pelepas tirotrofik (TRF) yang berfungsi merangsang
hipofisis anterior agar mengeluarkan hormon Tirotrofik Stimulating Hormone
(TSH).
Neurohormon tidak hanya bekerja sebagai stimulan atau perangsang, ada
juga yang bekerja sebagai penghambat.Contohnya, Prolactin Inhibitin Factor (PIF)
yang menghambat pengeluaran prolaktin.

B. Kelenjar Hipofisis
Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari) merupakan kelenjar yang terletak
di dasar otak, sebesar kacang ercis.Kelenjar ini terdiri atas tiga lobus, yaitu
anterior, intermediet, dan posterior.
Lobus intermediet terdapat dalam kelenjar pituitari bayi, pada orang
dewasa hanya merupakan sisa.Hipofisis memegang peranan penting dalam
koordinasi kimia tubuh.Sering disebut master of gland karena sekresinya
mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainnya.

C. Kelenjar Tiroid dan Paratiroid


Kelenjar tiroid terletak di leher manusia, sedangkan kelenjar paratiroid
terletak tepat di belakang kelenjar tiroid.Kelenjar paratiroid kadang-kadang
ditemukan di mediastinum.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi proses
metabolisme, pertumbuhan, dan untuk distribusi garam (yodium). Kekurangan
hormon tiroid dapat menyebabkan kretinisme, bahkan pada orang dewasa dapat
menyebabkan miksedema.

D. Kelenjar Adrenal (Anak Ginjal)


Kelenjar adrenalin (anak ginjal) terdapat di bagian atas ginjal.Kelenjar
adrenal dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar yang disebut korteks dan
bagian dalam yang disebut medula.
Korteks adrenal mengeluarkan hormon glukokortikoid, yaitu kortisol dan
kortikosteron yang berfungsi membantu pengolahan lemak dan protein menjadi
glukosa. Hormon ini menyebabkan kadar gula dalam darah naik.
Organ yang menjadi sasaran utama respons ini adalah hati. Medula adrenal
menghasilkan adrenalin untuk meningkatkan kerja jantung sehingga tekanan darah
meningkat, kadar gula dan laju metabolisme meningkat, bronkus membesar, dan
pupil mata membesar.
Selain itu, medula juga menghasilkan noradrenalin yang menyebabkan
anteriol berkontraksi sehingga tekanan darah meningkat.

E. Kelenjar Pankreas
Dalam pankreas terdapat sekelompok kecil sel yang disebut pulau
langerhaus. Pulau-pulau ini kaya akan pembuluh-pembuluh darah dan berfungsi
menghasilkan hormon insulin untuk mengatur kadar glukosa dalam darah.
Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus.

F. Kelenjar Gonad
Kelenjar Gonad berfungsi sebagai penghasil sel-sel kelamin, selain itu juga
berfungsi menghasilkan hormon.Gonad pada wanita (ovarium) menghasilkan
hormon estrogen dan progesteron.Estrogen berfungsi dalam perkembangan ciri-cir
kelamin sekunder di awal masa remaja.
Sedangkan, hormo progesteron berfungsi untuk memelihara
kehamilan.Gonad pada pria (testis) menghasilkan hormon testosteron.Hal ini
dimulai pada permulaan masa remaja.Testosteron berfungsi memicu
perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari makalah ini adalah sebagai berikut:
 Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang
mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.
 Fungsi dan peran hormon:
 Anti diuretic hormone (ADH) : meningkankan absorbs air dari tubulus
ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
 Oksitosin : merasang kontaraksi uterus , pengeluaran air susu.
 Growth hormone (GH) : merangsang pertumbuhan tulang dan otot,
meningkatakan sintesis protein, mobilisasi lemak , menurunkan
metabolosme karbohidrat .
 Sifat – sifat hormon:
 Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh endokrin.
 Disekresikan langsung ke dalam aliran darah.
 Fungus sebagai katalisator rekasi kimia dalam tubuh dan control
berbagai proses metabolisme (reproduksi;pertumbuhan dan
perkembangan; mempertahankan homeostatis; pengadaan; penggunaan
dan penyimpanan energy).

3.2 Saran
Penulis mengharapkan agar pembaca dapat membaca makalah ini agar lebih
memahami materi tentang Hormon.Hormon merupakan komponen tubuh yang sangat
penting, untuk itu kami menyarankan agar pembaca dapat mengembangkan
pengetahuannya tentang Hormon.

DAFTAR PUSTAKA

Indah, Mutiara. 2004. Mekanisme Kerja Hormon.Medan : Universitas Sumatera Utara.

Karyanto, Agus. 2005. Mekanisme KInerja Hormon. Lampung : UNILA

Lehninger. 1982. Dasar-dasar Biokimia Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Montgomery, Rex. 1993. Biokimia. Yogyakarta : GMUP.

Poedjiadi, Anna, dkk. 2009. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI-Press.

Saryono. 2009. Biokimia Hormon. Yogyakarta : Nuha Medika.