Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS TEORI ETIKA PADA KASUS MONOPOLI PASAR YANG

DILAKUKAN OLEH PT. PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)

DISUSUN OLEH :

NUDRUL ADYA ARIFIN A031171001

NIRWANA A031171020

MUHAMMAD SALSABIL KAUTSAR A031171333

ANDI MUHAMMAD FAUHAN A A031171516

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2018/2019
Kata Pengantar

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha


Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan
sehingga makalah ini bisa selesai pada waktunya.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah


berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para


pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran
yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik
lagi.

Makassar, 21 Februari 2019

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaplikasian Teori Etika dalam contoh kasus PT . Perusahaan Listrik
Negara (Persero)?

C. Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengaplikasian Teori Etika dalam kasus kasus PT . Perusahaan


Listrik Negara (Persero)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Etika
Etika berasal dari kata ethos sebuah kata dari Yunani, yang diartikan identik
dengan moral atau moralitas. Kedua istilah ini dijadikan sebagai pedoman atau
ukuran bagi tindakan manusia dengan penilaian baik atau buruk dan bener atau
salah.

1. Etika Teleologi

Teleologi berasal dari akar kata Yunani telos, yang berarti akhir, tujuan, maksud,
dan logos, perkataan. Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu
dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu.

 Egoisme Etis

Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya
bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.

 Utilitarianisme

berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu
perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut
bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

2. Etika Deontologi
Deontologi berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya
adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini
konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik
bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan.
Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya.

 Teori Keadilan
Teori keadilan selalu mempertimbnagkan antara hak dan kewajiban. hak adalah
pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu
perbuatan

 Virtue Ethics
adalah disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia
untuk bertingkah laku baik secara moral.