Anda di halaman 1dari 9

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran

Volume 2 Nomor 1 April 2018 hal 44-52


e-ISSN: 2549-9114 dan p-ISSN: 2549-9203
(Received: Januari-2018; Reviewed: Maret-2018; Published: April 2018)

Metode Pembelajaran Modern Dan Konvensional Pada Sekolah Menengah Atas


Erni Ratna Dewi
STKIP Andi Matappa Pangkep
Email: andierni655@ymail.com

Abstrak. Mengembangkan metode pembelajaran modern dan komnvensional dibutuhkan adanya


metode resistensi yaitu ada kemampuan guru “mendengarkan” siswa mampu berbicara, membaca,
mempraktekkan dan melakukan tindakan pembelajaran secara tentatif dan konstruktif, agar mampu
menciptakan nuansa pembelajaran yang lebih hidup, mudah dan cermat. Penelitian ini adalah
penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan opinion survey yang mengamati 21 SMA
Negeri di Kota Makassar. Penentuan informan dilakukan dengan metode representatif melalui
wawancara kepada Kepala Dinas Pendidikan dan stafnya yang menerima laporan tentang
perkembangan penerapan metode pembelajaran di SMA. Analisis data yamg digunakan menganalisa
grafik perkembangan metode pembelajaran untuk mengetahui efektivitas, efisiensi dan kualitas
pembelajaran. Hasil penelitian menemukan bahwa model yang representatif berkembang diterapkan
oleh guru adalah model pembelajaran kooperatif (model 2) dibandingkan dengan model pendekatan
CTL (model 6) serta model lainnya. Model pembelajaran yang diterima oleh siswa SMA dalam proses
belajar mengajar adalah model pembelajaran matematika realistik (model 7) dibandingkan dengan
model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (model 4) serta model lainnya. Metode
pembelajaran yang representatif berkembang diterapkan oleh guru SMA adalah metode demonstrasi
(metode 2) dibandingkan dengan metode simulasi (metode 5) serta metode lainnya. Metode
pembelajaran yang representatif diterapkan guru SMA dan diterima oleh siswa adalah metode diskusi
panel dan debat (metode 3) dibandingkan dengan metode bermain peran (metode 4) serta metode
lainnya. Hasil metode pembelajaran modern dan konvensional yang diterapkan oleh guru SMA dan
diterima oleh siswa sudah bisa dikatakan efisien, efektif dan berkualitas dalam penerapannya mulai
tahun 2013 – 2017.

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran Modern dan Metode Pembelajaran
Konvensional

1. PENDAHULUAN Indonesia, termasuk secara khusus di Provinsi


Sulawesi Selatan pada Sekolah Menengah Atas
Keberhasilan dunia pendidikan tidak (SMA) yaitu menggunakan metode
terlepas dari penggunaan metode pembelajaran. pembelajaran individual dengan modul, metode
Metode pembelajaran (instruction method) pembelajaran kooperatif, metode pembelajaran
merupakan akumulasi konsep-konsep mengajar secara berpasangan, metode pembelajaran
(teaching) dan konsep belajar (learning). bersama teman sekelas, metode brainstorming,
Keduanya merupakan perpaduan dalam sistem metode seminar Socrates, metode pembelajaran
pembelajaran yang melibatkan siswa, tujuan, induktif, metode permainan, metode instrumen,
materi, fasilitas, prosedur, alat atau media yang metode peta pikiran dan metode penyelesaian
digunakan. Arti penting dari metode masalah. Metode-metode ini biasanya diramu
pembelajaran sangat tergantung dari oleh guru-guru SMA sesuai dengan kemampuan
kemodernan dan konvensional penerapannya. guru mengembangkan pembelajaran dan
Beberapa hasil penelitian dalam penggunaan kondisional pembelajaran yang diterapkan.
metode pembelajaran yang berhasil di dalam Bagi sebahagian besar guru SMA
mewujudkan tujuan pendidikan adalah menjadikan metode pembelajaran modern dan
pembelajaran yang modern dan konvensional. konvensional merupakan langkah operasional
Secara umum metode pembelajaran dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk
modern dan konvensional yang diterapkan di mencapai tujuan pembelajaran. variasi metode

44
Pembelajar: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.2 (1) April 2018

pembelajaran sangat banyak yang bisa sama melakukan pengkajian dan analisis tentang
dikembangkan dan diperkenalkan secara umum pembenaran teori sesuai praktek. Demikian
kepada siswa yang digunakan oleh guru untuk halnya metode pembelajaran modern dan
meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses konvensional biasanya memberikan pekerjaan
belajar mengajar. Metode pembelajaran menurut rumah berupa instruksi membaca buku, latihan
Gagne (2015) ada enam metode pembelajaran menangani kasus atau tugas memproyeksikan
modern dan konvensional yakni tutorial, berbagai aktivitas pendalaman pembelajaran.
ceramah, resistensi, diskusi, kegiatan Menurut Molenda (2014) metode
laboratorium, pekerjaan umum, metode-metode pembelajaran modern dan konvensional sangat
tersebut perlu diakumulasi dengan metode- orientatif dan prospektif bagi siswa dan guru
metode yang proporsional dan urgen yang untuk menciptakan pembelajaran yang efisien
berorientasi modern dan konvensional. dan efektif dalam mewujudkan kualitas
Penerapan metode pembelajaran modern pembelajaran dunia pendidikan. Pandangan
dan konvensional dalam bentuk tutorial perlu inilah yang menjadi konstruksi penting untuk
dikembangkan oleh guru agar terjadi pertukaran mengamati metode pembelajaran yang telah
informasi antara siswa dengan guru, sehingga diterapkan di beberapa SMA di Kota Makassar
mudah berkomunikasi efektif dan efisien di Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengetahui
dalam mengadopsi dan sharing terhadap sejauhmana tingkat efektivitas, efisiensi dan
pembelajaran yang diterima dan diberikan. kualitas metode pembelajaran yang diterapkan
Selain itu, metode pembelajaran ceramah sangat dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini.
diperlukan dalam rangka mengembangkan
kemampuan komunikasi lisan (oral) dan 1.1. Model Pembelajaran
pengadopsian sumber-sumber informasi Belajar adalah suatu perubahan perilaku
pembelajaran dari guru ke siswa. Metode ini yang relatif permanen dan dihasilkan dari
menjadi representatif untuk memahami tingkat pengalaman masa lalu atau pun dari
penerimaan dan pendalaman metode pembelajaran yang bertujuan atau direncanakan.
pembelajaran yang diberikan dan diterima. Eveline dan Nara (2015) menyatakan belajar
Selain itu, dalam mengembangkan adalah proses yang kompleks di dalamnya
metode pembelajaran modern dan mengandung aspek pengembangan pengetahuan,
komnvensional dibutuhkan adanya metode pengembangan ingatan dan kesadaran,
resistensi yaitu ada kemampuan guru pengembangan pengkayaan makna penafsiran
“mendengarkan” siswa mampu berbicara, dan realitas, serta pengembangan perilaku dan
membaca, mempraktekkan dan melakukan obsesi keilmiahan. Atas dasar ini lahirlah model
tindakan pembelajaran secara tentatif dan pembelajaran berbasis masalah, model
konstruktif, agar mampu menciptakan nuansa pembelajaran kooperatif, model pembelajaran
pembelajaran yang lebih hidup, mudah dan eksploratori, model pembelajaran peningkatan
cermat. Selain metode ini juga didukung oleh kemampuan berpikir, model pembelajaran
metode pembelajaran diskusi dengan senantiasa suggestopedia, model pendekatan
berkomunikasi secara lisan antara guru dan communicative language teaching (CLT), model
siswa dalam membahas, mengkaji, mendalami pembelajaran matematika realistik, model
dan mempresentasekan sebuah materi pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif,
pembahasan pembelajaran yang memiliki Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Model-
kualitas topik atau judul yang bermakna secara model ini digunakan dari berbagai penerapan
kontekstual dan analitik. metode pembelajaran.
Termasuk pula metode pembelajaran Locke (2014) menyatakan model
modern dan konvensional yaitu pembelajaran berperan penting dalam penerapan
mengembangkan kegiatan belajar di metode pembelajaran yang modern dan
laboratorium yang biasanya belajar sambil konvensional. Metode pembelajaran harus
praktek untuk memahami interaksi-interaksi diperkuat oleh teori belajar yang dapat
siswa dan guru atas pengamatan, eksperimen membantu guru mengajar dan mewujudkan
dan pembuktian atas berbagai hipotesa dari proses belajar yang efektif, efisien dan
kejadian atau kenyataan yang dapat berkualitas. Teori belajar merupakan
membuktikan hipotesis yang diamati. Ini pengembangan dari ilmu perilaku, pengetahuan,
penting agar siswa dan guru secara bersama- kemanusiaan dan sinektik. Teori ini menegaskan
45
Dewi. Metode pembelajaran moderen

bahwa manusia belajar dari proses perilaku yang mengapresiasikan dan menginterpretasikan.
dibentuk dari pengetahuannya sesuai dengan Metode konvensional dalam pembelajaran
proses kemanusiaan sesuai dengan informasi adalah metode yang digunakan berdasarkan
atau pemaknaan yang sinektik. kecenderungan yang menjadikan guru dan siswa
tidak pasif selalu belajar, berpikir dan inovatif.
1.2. Metode Pembelajaran Wortham (2013) mengemukakan bahwa
Dari teori belajar ini tercipta teori pembelajaran modern dan konvensional akan
pemrosesan informasi atau lazim dikenal dengan melahirkan pembelajaran metode yang taktis,
teori kognitif dari Gagne (2012) yaitu teknis dan praktis berupa metode ekspitori,
pengetahuan manusia menjelaskan berbagai metode demonstrasi, metode diskusi panel dan
proses informasi yang diterima, disimpan dan debat, metode bermain peran dan metode
diambil untuk menjadi bahan belajar dan simulasi. Metode modern dan konvensional ini
menghasilkan hasil belajar. Atas teori ini, diarahkan untuk menjadi metode yang efektif,
lahirlah metode belajar sebagai motivasi dalam efisien dan berkualitas dalam pembelajaran
diri manusia untuk mencapai keberhasilan atas dunia pendidikan.
pembelajaran yang bersifat kejelasan, urgensi,
pendalaman dan pengembangan. Metode 1.4. Efektivitas, Efisiensi dan Kualitas Metode
pembelajaran merupakan langkah operasional Pembelajaran
dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk Efektivitas pembelajaran menurut
mencapai tujuan pembelajaran. Teori Kenneth (2010) adalah suatu penilaian yang
pembelajaran menurut Molenda (2014) bahwa menyatakan penggunaan model, metode dan
cara atau teknik belajar yang efisien, efektif dan target belajar dicapai dan tercapai sesuai dengan
berkualitas dalam menghasilkan hasil belajar. tujuan yang diharapkan. Sedangkan efisiensi
Metode pembelajaran menurut pembelajaran menurut Norman (2010) adalah
Reigeluch (2015) adalah mempelajari sebuah penilaian tentang kegiatan pembelajaran yang
proses yang mudah diketahui, diaplikasikan dan tidak menggunakan waktu dan biaya yang besar
diteorikan dalam membantu pencapaian hasil dalam penyelenggaraan proses proses belajar
belajar. Berbagai metode dilakukan untuk mengajar. Sedangkan kualitas metode
menjamin guru dan siswa mampu pembelajran menurut Kellen (2009) adalah hasil
mengembangkan proses belajar mengajar untuk proses belajar mengajar yang sesuai dengan
menunjang pencapaian hasil belajar dalam tujuan pendidikan. Ini berarti efektivitas,
menunjang kualitas pendidikan. Itulah prinsip efisiensi dan kualitas pembelajaran merupakan
dasar dari metode pembelajaran yaitu taktis, bentuk penilaian di dalam mengukur
teknis dan praktis untuk diterapkan oleh guru keberhasilan dari sebuah metode pembelajaran
dan siswa dalam mencapai hasil belajar optimal. modern dan konvensional.

1.3. Jenis Metode Pembelajaran Modern dan 2. METODE PENELITIAN


Konvensional Jenis penelitian ini adalah kualitatif
Jenis metode pembelajaran yang dengan menggunakan pendekatan opinion
digunakan dalam belajar sangat tergantung pada survey yang mengamati 21 SMA Negeri di Kota
tuntutan kebutuhan, keinginan, harapan dan Makassar. Penentuan informan dilakukan
aktivitas belajar yang dapat dilakukan secara dengan metode representatif melalui wawancara
tutorial, ceramah, resistensi, diskusi, kegiatan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan stafnya
laboratorium dan pekerjaan rumah. Cara-cara ini yang menerima laporan tentang perkembangan
merupakan metode yang modern dan penerapan metode pembelajaran di SMA.
konvensional bila dipadukan dan diramu Data penelitian disajikan berdasarkan
menjadi sumber kreativitas dan produktivitas data sekunder yang telah diolah oleh masing-
belajar yang menghasilkan kemodernan dan masing sekolah kemudian dikonfromotir kepada
konvensional dari metode-metode yang ada. informan kunci dan inti yang mampu
Metode modern dalam pembelajaran menjelaskan perkembangan metode
adalah menggunakan cara-cara yang inovatif pembelajaran modern dan konvensional yang
dengan berbagai kombinasi yang komparatif dapat direduksi dan diverifikasi. Analisis data
untuk menghasilkan cara belajar yang taktis, yamg digunakan menganalisa grafik
teknis dan praktis dalam mengaplikasikan, perkembangan metode pembelajaran untuk

46
Pembelajar: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.2 (1) April 2018

mengetahui efektivitas, efisiensi dan kualitas masalah (model 1), model pembelajaran
pembelajaran. kooperatif (model 2), model pembelajaran
eksploratori (model 3), model pembelajaran
peningkatan kemampuan berpikir (model 4),
3. HASIL DAN PEMBAHASAN model pembelajaran suggestopedia (model 5),
model pendekatan communicative language
Berdasarkan hasil penelitian dari Dinas teaching (CLT) (model 6), model pembelajaran
Pendidikan Kota Makassar bagian penerimaan matematika realistik (model 7), model
laporan perkembangan SMA se-Kota Maassar pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif,
dapat digambarkan secara representatif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) (model 8).
mengenai perkembangan penerapan model Berikut ditunjukkan grafik penerapan model
pembelajaran oleh guru SMA. Model yang pembelajran oleh guru SMA:
diterapkan yaitu model pembelajaran berbasis

75
Model1
73 Model2

71 Model3
Model4
69 Model5

67 Model6
Model7
65 Model8
2013 2014 2015 2016 2017

Gambar 1. Grafik Penerapan Model Pembelajaran oleh Guru SMA

dalam mengembangkan model pembelajaran ini,


Model yang representatif berkembang sehingga berdampak langsung maupun tidak
diterapkan oleh guru adalah model pembelajaran langsung dalam penerapan metode pembelajaran
kooperatif (model 2) dibandingkan dengan modern dan konvensional.
model pendekatan CTL (model 6) serta model Selanjutnya ditunjukkan gambar grafik
lainnya. Adanya perbedaan dalam penerapan penerapan model pembelajaran yang diterima
sangat ditentukan oleh kompetensi dan oleh siswa SMA pada gambar di bawah ini:
profesionalisme spesialisasi dari setiap guru

75
Model1
73 Model2

71 Model3
Model4
69 Model5

67 Model6
Model7
65 Model8
2013 2014 2015 2016 2017

Gambar 2. Grafik Penerapan Model Pembelajaran yang Diterima oleh Siswa SMA

47
Dewi. Metode pembelajaran moderen

menerima pembelajaran yang diterapkan di


kelas. Kecenderungan siswa tertarik dengan
Model pembelajaran yang diterima oleh model pembelajaran matematika realistik karena
siswa SMA dalam proses belajar mengajar bersifat sederhana dan praktis.
adalah model pembelajaran matematika realistik Selain penerapan model, guru SMA
(model 7) dibandingkan dengan model juga menerapkan metode pembelajaran berupa
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir metode ekspitori, metode demonstrasi, metode
(model 4) serta model lainnya. Ini berarti diskusi panel dan debat, metode bermain peran
penerapan model pembelajaran yang diberikan dan metode simulasi. Berikut ditunjukkan
oleh guru dan diterima oleh siswa ditentukan gambar grafik penerapan metode pembelajaran
oleh kemampuan siswa itu sendiri dalam oleh guru SMA:

84
82 Metode1
80 Metode2
78 Metode3
76 Metode4
74 Metode5
72
70
2013 2014 2015 2016 2017

Gambar 3. Gafik Penerapan Metode Pembelajaran Oleh Guru SMA

Metode pembelajaran yang representatif mendemonstrasikan materi ajar yang diberikan,


berkembang diterapkan oleh guru SMA adalah sehingga tingkat penyerapan siswa lebih mudah
metode demonstrasi (metode 2) dibandingkan menerima pembelajaran yang diberikan.
dengan metode simulasi (metode 5) serta Selanjutnya ditunjukkan gambar grafik
metode lainnya. Guru dalam memberikan penerapan metode pembelajaran yang diterima
metode pembelajaran dituntut mampu oleh siswa SMA pada gambar di bawah ini:

84
82 Metode1
80 Metode2
78 Metode3
76 Metode4
74 Metode5
72
70
2013 2014 2015 2016 2017

Gambar 4. Grafik Penerapan Metode Pembelajaran yang Diterima oleh Siswa SMA

memberikan metode pembelajaran disesuaikan


Metode pembelajaran yang representatif dengan minat siswa dalam menerima
diterapkan guru SMA dan diterima oleh siswa pembelajaran yang diberikan, dan siswa banyak
adalah metode diskusi panel dan debat (metode menyenangi metode diskusi panel dan debat,
3) dibandingkan dengan metode bermain peran yang artinya siswa lebih senang
(metode 4) serta metode lainnya. Guru dalam mengelaborasikan pemikiran dan pendapatnya
48
Pembelajar: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.2 (1) April 2018

lewat kegiatan diskusi dan berdebat dalam keilmiahannya.


membuka cakrawala keilmuan dan

84
82
80 Efektif
78 Efisien
76
Berkualitas
74
72
70
2013 2014 2015 2016 2017

Gambar 5. Grafik Hasil Metode Pembelajaran Modern dan Kovensional yang Diterapkan oleh Guru
SMA
pembelajaran, dengan menyesuaikan aspek
Hasil metode pembelajaran modern dan efektivitas pemanfaatan media pembelajaran
konvensional yang diterapkan oleh guru SMA untuk memperoleh hasil belajar yang
sudah bisa dikatakan efisien, efektif dan berkualitas.
berkualitas dalam penerapannya mulai tahun Berikut grafik hasil metode
2013 – 2017. Ini berarti guru dalam menerapkan pembelajaran modern dan konvensional yang
metode pembelajaran modern dan konvensional diterima oleh siswa SMA:
selalu memperhatikan aspek efisiensi waktu

84
82
80
Efisien
78 Efektif
76 Berkualitas
74
72
70
2013 2014 2015 2016 2017

Gambar 6. Grafik Hasil Metode Pembelajaran Modern dan Kovensional


yang Diterima oleh Siswa SMA

dan menunjukkan hasil evaluasi pembelajaran


Hasil metode pembelajaran modern dan yang berkualitas.
konvensional yang diterima oleh siswa SMA
juga sudah bisa dikatakan efisien, efektif dan 3.1. Pembahasan
berkualitas dalam penerapannya mulai tahun Model pembelajaran dipandang
2013 – 2017. Ini berarti siswa di dalam memiliki peran strategis dalam upaya
menerima metode pembelajaran yang mendongkrak keberhasilan proses pembelajaran,
disampaikan oleh guru sudah menjalankan karena bergerak dengan melihat kondisi
sesuai dengan efisiensi waktu pembelajaran, kebutuhan peserta didik, sehingga dosen
efektif dalam menggunakan media pembelajaran diharapkan mampu menyampaikan materi
49
Dewi. Metode pembelajaran moderen

dengan tepat tanpa mengakibatkan peserta didik tujuan kelompok. Keempat, guru memberikan
mengalami kebosanan. Sebaliknya, peserta didik pendampingan tim-tim belajar, mengingatkan
diharapkan dapat tertarik dan terus tertarik tentang tugas dan waktu yang dialokasikan.
mengikuti pelajaran, dengan keingintahuan yang Kelima, guru melakukan evaluasi dengan
berkelanjutan. menggunakan strategi evaluasi yang konsisten
Model pembelajaran dimaksudkan dengan tujuan pembelajaran. dan keenam, guru
sebagai pola interaksi mahasiswa dengan dosen mempersiapkan struktur reward yang akan
di dalam kelas yang menyangkut strategi, diberikan kepada sswa.
pendekatan, metode dan teknik pembelajaran Sementara model pembelajaran
yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan matematika realistik yang cenderung diterima
belajar mengajar di kelas. Konsep yang oleh siswa menunjukkan bahwa pelajaran
dikemukakan Suherman ini menjelaskan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan
model pembelajaran adalah suatu bentuk matematika merupakan aktivitas manusia. Ini
bagaimana interaksi yang tercipta antara dosen berarti matematika dekat dengan siswa dan
dan mahasiswa berhubungan dengan strategi, relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari.
pendekatan, metode dan teknik pembelajaran Matematika sebagai aktivitas manusia berarti
yang digunakan dalam proses pembelajaran. manusia harus diberikan kesempatan untuk
Mempergunakan model pembelajaran menemukan kembali ide dan konsep matematika
bertujuan untuk mengefektifkan dan dengan bimbingan orang dewasa.
mengefisienkan pencapaian tujuan Penerapan metode pembelajaran yang
pembelajaran. indikatornya adalah dosen dan relevan diterapkan oleh guru yaitu metode
mahasiswa fokus pada materi pembelajaran, demonstrasi. Di mana langkah-langkah
dosen muda mentransfer isi pelajaran kepada pelaksanaan pembelajarannya yaitu guru
mahasiswa, mahasiswa juga mudah menangkap menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,
isi pelajaran tersebut, sehingga waktu yang menyajikan ringkasan materi yang akan
tersedia untuk satu materi pembelajaran dapat disampaikan, mempersiapkan bahan atau alat
dimanfaatkan secara efisien dan efektif. yang diperlukan, menunjuk salah seorang
Keberhasilan pembelajaran yang peserta didik untuk melakukan demonstrasi
diterapkan di SMA tidak terlepas dari penerapan sesuai skenario yang telah disiapkan. Seluruh
metode pembelajaran modern dan konvensional peserta didik memperhatikan demonstrasi dan
yang dilakukan oleh guru. Metode pembelajaran menganalisisnya. Tiap-tiap peserta
sangat ditentukan oleh model pembelajaran yang mengemukakan hasil analisisnya dan kemudian
diterapkan. Guru cenderung menerapkan model guru membimbing peserta didik membuat
pembelajaran kooperatif dan siswa cenderung kesimpulan.
menerima model pembelajaran matematika Selanjutnya metode pembelajaran yang
realistik. relevan diterima oleh siswa adalah diskusi panel
Model pembelajaran kooperatif adalah dan debat, yang berarti bahwa siswa senang
rangkaian kegiatan belajar yang diterapkan dengan kegiatan diskusi yang dilakukan dalam
kepada siswa dalam kelompok-kelompok kegiatan pembelajaran di kelas. Panel dan debat
tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran melibatkan sekelompok peserta didik untuk
yang telah dirumuskan. Pola belajar kelompok mencari informasi tentang topik khusus,
dengan cara kerjasama antar siswa dapat kemudian peserta didik menyampaikan
mendorong timbulnya gagasan yang lebih informasi tersebut secara interaktif dalam
berkualitas serta meningkatkan kreativitas siswa. diskusi. Panel dan debat dirancang untuk
Model pembelajaran kooperatif ini memiliki ciri membantu memahami sejumlah titik pandang
di mana setiap siswa bekerja dalam kelompok, yang berhubungan dengan topik atau isu-isu.
kelompok dibentuk agar siswa memiliki panel dan debat diarahkan agar dimanfaatkan
keterampilan. Langkah-langkah pembelajaran oleh seluruh kelas melalui sesi tanya jawab
kooperatif terdiri dari enam fase yaitu pertama, untuk melengkapi informasi yang belum
menyampaikan tujuan dan mempersiapkan dikuasai.
siswa. Kedua, guru menyampaikan informasi. Metode debat sangat potensial untuk
Ketiga, guru menjenjelaskan bahwa siswa harus meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
saling bekerja sama di dalam kelompok. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket
Penyelesaian tugas kelompok harus merupakan pro dan kontra. Peserta didik dibagi ke dalam

50
Pembelajar: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.2 (1) April 2018

beberapa kelompok dengan mengambil posisi


pro dan kontra, selanjutnya melakukan Bungin, Burhan, H.M, 2007. Penelitian
perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Guru Kualitatif, Jakarta: Kencana Prenada
mengevaluasi setiap peserta didik tentang Media Group.
penguasaan materi. Guru berperan sebagai
pemonitor proses belajar. Dalam metode Cepi Riyana, 2004, Strategi implementasi
pembelajaran ini, peserta didik berperan sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi
pencatat, pembuat kesimpulan, pengatur materi dengan menerapkan Konsep
atau moderator. Instructional Technology, Jurnal
Edutech, Jurusan Kurtek Bandung.
4. SIMPULAN DAN SARAN
Dalyono, M. 2007. Psikologi Pendidikan,
Simpulan dari penelitian ini adalah: (1) Jakarta: Rineka Cipta.
Ada delapan model pembelajaran yang
diterapkan oleh guru, dan yang representatif Dahlan, 2000. Model-model Mengajar. Bandung
adalah model pembelajaran kooperatif (model 2) : Diponegoro.
dibandingkan dengan model pendekatan CTL
(model 6) serta model lainnya. Model Daryanto, 2000. Media Visual untuk Pengajaran
pembelajaran yang diterima oleh siswa SMA Teknik, Bandung: Tarsito, 1993
dalam proses belajar mengajar adalah model
pembelajaran matematika realistik (model 7) Dick, Walter & Lou Carey. 1978. The
dibandingkan dengan model pembelajaran Systematic Design of Learning. Harper
peningkatan kemampuan berpikir (model 4) Collins Pub.
serta model lainnya. (2) Ada lima metode
pembelajaran yang diterapkan oleh guru SMA Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu
dan yang representatif adalah metode komunikasi; Teori dan Praktek.
demonstrasi (metode 2) dibandingkan dengan Bandung: Rosda.
metode simulasi (metode 5) serta metode
lainnya. Metode pembelajaran yang representatif
diterapkan guru SMA dan diterima oleh siswa Majid, Abdul, 2008. Perencanaan
adalah metode diskusi panel dan debat (metode Pembelajaran, Bandung: PT. Remaja
3) dibandingkan dengan metode bermain peran Rosdakarya.
(metode 4) serta metode lainnya. (3) Hasil
metode pembelajaran modern dan konvensional Mulyono, 2012. Strategi Pembelajaran Menuju
yang diterapkan oleh guru SMA dan diterima Efektivitas Pembelajaran di Abad
oleh siswa sudah bisa dikatakan efisien, efektif Global, Malang: UIN-MALIKI PRESS.
dan berkualitas dalam penerapannya mulai tahun
2013 – 2017. Ini berarti guru dalam menerapkan Muslich, Masnur, 2008. KTSP Pembelajaran
metode pembelajaran modern dan konvensional Berbasis Kompetensi dan Kontekstual,
selalu memperhatikan aspek efisiensi waktu Jakarta: Bumi Aksara.
pembelajaran, dengan menyesuaikan aspek
efektivitas pemanfaatan media pembelajaran Rusman, 2011. Model-model Pembelajaran:
untuk memperoleh hasil belajar yang Mengembangkan Profesionalisme Guru.
berkualitas, demikian pula dengan siswa Seri Manajemen Sekolah Bermutu.
menerima metode pembelajaran modern dan Jakarta: Rajawali Press.
konvensional ssesuai dengan efisiensi waktu
pembelajaran, efektif dalam menggunakan -------------, 2013. Model-Model Pembelajaran:
media pembelajaran dan menunjukkan hasil Mengembangkan Profesionalisme Guru.
evaluasi pembelajaran yang berkualitas. Edisi Revisi, Jakarta: Rajawali Pers.

5. DAFTAR RUJUKAN -------------. 2013. Manajemen Kurikulum.


Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Anitah, Sri, 2008. Media Pembelajaran, Solo:
UNS Press.
51
Dewi. Metode pembelajaran moderen

Sani, Ridwan Abdullah, 2015. Inovasi


Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Sardiman, 2010. Interaksi dan Motovasi


Belajar-Mengajar, Jakarta: Rajawali Syah, Muhibin, 2009. Psikologi Belajar, Jakarta:
Pers. Raja Grafindo Persada.

Sri Rahayu Chandrawati. 2009. Model-Model Soemanto, Wasty, 2008. Psikologi Pendidikan,
Pengembangan Kurikulum Dan Jakarta: Rineka Cipta.
Fungsinya Bagi Guru.
http://chandrawati.wordpress.com/categ Syah, Muhibbin, 2000. Psikologi Pendidikan
ory/uncategorized/ di unduh pada dengan Pendekatan Baru, Bandung:
tanggal 22 Maret 2012 Rosdakarya.

Sudjana, Nana, 2009. Penelitian Hasil Proses Trianto, 2000. Model-Model Pembelajaran
Belajar Mengajar, Bandung: PT. Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Remaja Rosdakarya. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Sumantri, Mohamad Syarif, 2015. Strategi ------------, 2010. Model Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran. Teori dan Praktik di Konsep, Strategi dan Implementasinya
Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: dalam KTSP . Jakarta: Bumi Aksara.
Rajawali Press.
Usman, M. Basyirudin, 2002. Media
Suprihartiningrum, Jamil, 2014. Stategi Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers.
Pembelajaran: Teori & Aplikasi,
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Suprijono, Agus Suprijono, 2013. Cooperative


Learning, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

52