Anda di halaman 1dari 14

1

TUGAS
TEKNIK TEGANGAN TINGGI 2
“PEMBANGKITAN IMPULS”

Nama Kelompok:
Aji Shofan Dhuri 3332141393
Diki Pramesta 3332141247
Rukhiyat S 3332141370
Syahrido A 3332141435

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2017
2

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan tugas ini
dengan baik yang berjudul “PEMBANGKITAN IMPULS”
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua orang yang telah
membantu dalam penulisan laporan ini. Tanpa bantuan dari mereka laporan ini tidak
dapat terselesikan. Harapan saya semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca
agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua orang yang telah
membantu dalam penulisan malakah ini. Tanpa bantuan dari mereka makalah ini
tidak dapat terselesikan. Harapan saya semoga makalah ini bermanfaat bagi para
pembaca agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tegangan tinggi dalam dunia teknik tenaga listrik(electric power
engineering) ialah semua tegangan yang dianggap cukup tinggi oleh para teknisi
listrik sehingga diperlukan pengujian dan pengukuran dengan tegangan tinggi
yang semuannya bersifat khusus dan memerlukan teknik-teknik tertentu
(subyektif), atau dimana gejala-gejala tegangan tinggi mulai terjadi (obyektif).
Teknik pembangkit dan pengujian tegangan tinggi, termasuk antara lain
klasifikasi pengujian H.V. dalam laboratorium, pembangkit dan pengujian
dengan tegangan AC. Pembangkitan dan pengujian dengan tegangan DC,
pembangkit dan pengujian dengan tegangan impuls.
Tegangan impuls diperlukan dalam pengujian tegangan tinggi untuk
mesimulasikan terpaan akibat tegangan lebih internal dan eksternal. Umumnya
tegangan impuls dibangkitkan dengan meluahkan (discharging) muatan
kapasitor tegangan tinggi melalui sela pada suatu rangkaian pembangkit
tegangan impuls.
Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang pembangkitan tegangan tinggi
impuls, pengujian impuls dan pengukuran tetangan tinggi impuls.
4

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Teori Dasar


Bentuk umum tegangan impuls yang dipakai dilaboratorium
adalah tegangan yang naik dalam waktu yang sangat singkat sekali, disusul
dengan penurunan yang lambat menujunol yaitu yang dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut.

V=V0(e-at – e-bt)

Perhitungan Besaran Besaran Tegangan Impuls

Tegangan impuls diperlukan dalam pengujian tegangan tinggi untuk


mesimulasikan terpaan akibat tegangan lebih internal dan eksternal. Umumnya
tegangan impuls dibangkitkan dengan meluahkan (discharging) muatan
kapasitor tegangan tinggi melalui sela pada suatu rangkaian pembangkit
tegangan impuls. Prinsip kerja rangkaian pembangkit tegangan impuls pada
gambar 6 dapat dijelaskan sebagai berikut. Kapasitor Cs dimuati melalui suatu
resistansi dengan tegangan searah Uo dan kemudian diluahkan (discharged)
dengan menyalakan sela F. Tegangan impuls u(t) akan meuncul pada kapasitor
beban Cb. Nilai elemen rangkaian menentukan bentuk kurva tegangan impuls.
Waktu dahi (waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai puncak Û) yang
singkat membutuhkan pengisian muatan yang cepat pada Cb, sedangkan waktu
punggung yang panjang berarti peluahan yang lmbat dan ini dicapai dengan
Re<<Rd. Segera setelah penyalaan F pada t = 0 maka hamper seluruh tegangan
Uo muncul pada rangkaian seri RdCb. Semakin kecil nilai RdCb maka akan
semakin cepat tegangan u(t) mencapai nilai puncak. Nilai puncak Û akan selalu
kurang dari nilai tegangan yang dihasilkan dengan muatan awal UoCs yang
terbagi pada Cs + Cb. Untuk mendapatkan Û yang setinggi mungkin (untuk Uo
5

tertentu) maka harus dipilih Cs<<Cb. Peluruhan atau menurunnya amplitude


tegangan impuls dari nilai puncak Û terjadi dengan konstanta waktu CsRe.

Gambar 2.1 Rangkaian Tegangan Impuls

A. Pembangkitan Tegangan Tinggi Impuls


Dalam sistem tenaga listrik, terdapat tiga bentuk tegangan impuls yang mungkin
terjadi, yaitu tegangan impuls petir, tegangan impuls surja hubung, dan
tegangan impuls terpotong. Berikut ini akan ditunjukkan pada gambar 1, tentang
bentuk-bentuk tegangan impuls yang mungkin terjadi:
1. Rangkaian R-L-C
Gelombang eksponensial ganda seperti terlihat pada bentuk gelombang
impuls yang dipakai pada pengujian, dapat dihasilkan di laboratorium dengan
menggunakan rangkaian seri R-L-C pada keadaan peredaman yang lebih atau
kombinasi rangkaian R-C. seperti di bawah ini:

Prinsip kerja rangkaian ini adalah sebagai berikut : kapasitor C1 diberi


muatan dari sumber tegangan searah, setelah muatannya penuh kemudian
muatannya ke rangkaian sebelah kanan yang disebut rangkaian pembentuk
6

gelombang, yang terdiri dari elemen-elemen L-R, R1, R2, dan C2 setelah
sambungan (percikan) pada S terjadi. Tegangan buang muatan ini [V0(t)]
bentuknya adalah gelombang dari rangkaian yang mengendalikan waktu waktu
Tf (waktu bagian depan dari gelombang). Tahanan R2 mengendalikan ekor dari
gelombang C2 yaitu kapasitansi dari semua peralatan yang disambung paralel
dengan benda yang diuji, sila kapasitansi dari benda yang diuji, pembagi
tegangan, sela bola, kawat sambungan dan lain-lain, menggunakan bentuk
rangkaian R – C baik bentuk (A) atau (B) atau rangkaian bentuk (C).
2. Rangkaian R-C
Generator RC : Pada dasarnya prinsip kerja generator impuls RC hampir
sama dengan generator rangkaian RLC. Perbedaan antara keduanya hanya
terletak pada hasil tegangan keluarannya, dimana generator impuls RC ini
menghasilkan tegangan yang lebih tinggi, sehingga dewasa ini generator RC
banyak digunakan pada pengujian-pengujian tegangan impuls.

B. Rangkaian Pengali Mark


7

Untuk memperoleh tegangan impuls dengan nilai puncak yang setinggi


mungkin, umumnya digunakan rangkaian pengali yang diusulkan oleh E. Marx
pada tahun 1923. beberapa kapasitor impuls yang identik dimuati secara paralel
dan diluahkan secara seri sehingga menghasilkan tegangan pengisian yang
berlipat sesuai dengan jumlah tingkatan. Mekanisme rangkaian hendak
dijelaskan dengan bantuan pembangkit impuls yang ditunjukkan dalam gambar
5.3, dengan n = 3 tingkatan dalam hubungan b. kapasitas impuls dari
tingkatan=tingkatan C dimuati pada tegangan pemuat U0 melalui resistansi
pemuat RL yang terpasang paralel. Bila seluruh sela saklar F tembus maka
kapasitor-kapasitor C akan terhubungi seri sehingga C2 akan dimuati melalui
hubungan seri dari semua resistor redaman atau Rd, akhirnya seluruh Cs dan Cb
akan meluah kembali melalui resistor Re dan Rd.

C. Pembangkit tegangan impuls terpa hubung dengan menggunakan trafo


uji
Untuk membangkitkan tegangan impuls terpa hubung dengan waktu
puncak dalam rentan ms digunakan juga trafo uji yang dieksitasi dengan
impuls. Lonjakan tegangan yang mendadak dalam belitan eksitasi menimbulkan
gejala transien antara trafo dan kapasitor pada sisi tegangan tinggi. Tegangan
yang dihasilkan pada kapasitor dimanfaatkan sebgai tegangan impuls terpa
hubung.
8

BAB III
APLIKASI IMPULS

Seperti yang kita ketahui bahwa tegangan tinggi impuls adalah suatu gangguan
pada sistem distribusi listrik karena terjadi keunikan tegangan yang melebihi nilai
puncak normal dari tegangan operasi. Namun tegangan impuls dapat digunakan
sebagai suatu pengetesan. Kegunaan Tegangan Tinggi Impuls antara lain adalah:

1. Menguji peralatan sistem bahwa mampu memikul tegangan lebih karena adanya
Operasi hubung – buka (Switching Operation) dan karena sambaran petir pada
system.
Akibat pelepasan muatan oleh petir atau akibat surja hubung ini mempunyai
bentuk gelombang aperiodik yang diredam (damped aperiodic) seperti pada
waktu pelepasan muatan sebuah kapasitor melalui sebuah tahanan induktif. Pada
tempat yang terkena petir, gelombang berekor pendek dan bermuka curam.
Selama gelombang ini berjalan melewati transmisi, bentuknya berubah (muka
menjadi kurang curam, ekor bertambah panjang dan amplitudo berkurang), oleh
karena pengaruh penghantaran dalam tanah dan efek kulit dari kawat.

2. Untuk menyelidiki mekanisme tembus listrik bahan dielektrik.

Tegangan yang menyebabkan dielektrik tersebut tembus listrik disebut


tegangan tembus atau breakdown voltage. Tegangan tembus adalah besar
tegangan yang menimbulkan terpaan elektrik pada dielektrik sama dengan atau
lebih besar daripada kekuatan dielektriknya.
9

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Cara Mengukur Tegangan Impuls (Dengan Menggunakan Sela Bola)


Sela bola digunakan untuk mengukur nilai puncak tegangan tinggi bolak-
balik. Kelebihan sela bola untuk mengukur nilsi tegangan impuls adalah bahwa jika
hanya bertumpu pada ada tidaknya tembus maka tidak dapat dipastikan selisih
antara nilai pucak tegangan impuls yang diterapkan U terhadap Ud. Hal ini dapat
ditentukan dengan impuls-impuls yang berulang.

Sela bola sering digunakan untuk mengukur tegangan impuls Sela bola
harus selalu ditera dengan tegangan percik 50% (disingkat 50% sparkover, SOV)
dari sela bola standar Sela bola standar adalah sela bola yang memenuhi syarat
standar mengenai :

• Kwalitas
• Jarak sela
• Ukuran bola

Dalam keadaan udara tertentu, sela bola selalu mempunyai tegangan percik tertentu
pula. Itulah sebabnya sela bola dapat dipakai sebagai alat ukur.

4.2 Cara Mengukur Tegangan Impuls (Dengan Menggunakan CRO)

Cathode Ray Oscilloscope lebih dikenal dengan sebutan CRO, atau ada
yang menyebut sebagai Osiloskop Sinar Katoda atau Osiloskop saja. Manfaat
Osciloscope (CRO) adalah untuk mengukur besaran-besaran: tegangan, frekuensi,
periode, bentuk sinyal dan beda fasa. Ada berbagai bentuk sinyal listrik, yaitu
10

sinusoida, segitiga atau triangle, kotak atau square, denyut atau pulse. Berbagai
bentuk sinyal listrik tersebut dapat dengan mudah diukur tegangannya, periodenya
dan dapat ditentukan berapa frekuensinya menggunakan perangkat Osciloscope
(CRO) ini.

Dengan mengunakan Chatode-Ray Oscillograph (CRO) kita dapat :

• Tegangan puncak
• Bentuk gelombang
• Ketidak normalan bentuk impuls (menggambarkan kerusakan alat
uji)

CRO hanya bisa mengukur tegangan rendah saja, jadi untuk mengukur tegangan
tinggi diperlukan pembagi tegangan (baik resistor atau kapasitor)

4.3 Alat untuk mengukur tegangan tinggi


Terdapat 6 jenis alat ukur dalam pengukuran tegangan tinggi, yaitu sebagai
berikut :
No. Nama Alat Ukur Jenis Tegangan
yang Diukur
1 Trafo Ukur Tegangan tinggi
AC
2 Pembagi Kapasitor Tegangan tinggi
AC dan impuls
3 Pembagi Tahanan Tegangan tinggi
AC, DC, dan
impuls
4 Voltmeter Elektrostatik Tegangan tinggi
AC dan DC
5 Voltmeter Puncak Tegangan tinggi
AC dan impuls
6 Chubb & Fortesque Tegangan tinggi
AC

4.4 Pengujian Tegangan Tinggi Impuls

Pengujian ketahanan tegangan impuls merupakan pengujian yang dilakukan


untuk tujuan mengetahui ketahanan isolasi suatu peralatan tenaga terhadap
tegangan impuls. Hal ini dikarenakan bahwa peralatan-peralatan tenaga dalam
11

penggunaannya di lapangan dapat dimungkinkan mengalami tegangan lebih impuls


akibat surja hubung maupun surja petir. Hal inilah mengapa diperlukan suatu
pengujian isolasi pada kumparan-kumparan peralatan maupun pada bagian-bagian
badan peralatan tersebut.
Bentuk gelombang tegangan pengujian impuls yang dikenakan pada suatu
peralatan uji telah ditentukan dalam standar-standar yang ada sesuai dengan jenis
peralatan tenaga tersebut masing-masing maupun sesuai dengan spesifikasi pabrik,
dimisalkan besarnya adalah Vs.
Dalam praktek pengujian tegangan tinggi di lapangan, keadaan udara pada
saat pengujian tidak selalu sama dengan keadaan standar. Oleh karena itu, hasil
pengukuran pada keadaan udara sembarang adalah sebagai berikut :

Faktor koreksi udara bergantung pada suhu dan tekanan udara yang besarnya adalah
sebagai berikut :

Atau dengan perumusan sebagai berikut:


12

Pada dasarnya kelembaban udara juga turut mempengaruhi tegangan tembus


sela bola. Jika hal ini diperhitungkan, maka tegangan tembus elektroda bola menjadi
:

dimana kh merupakan faktor koreksi yang bergantung pada kelembaban udara.


4.5. Recloser (penutup kembali)
Untuk memudahkan pengamanan terhadap gangguan, digunakan rele yang
berfungsi membuka dan menutup secara otomatis yang disebut ”recloser” dimana
sistem kendalinya ada pada kotak kontrol elektronik
Recloser merupakan suatu peralatan pengaman yang dapat mendeteksi arus
lebih karena hubung singkat antara fasa dengan fasa atau fasa dengan tanah, dimana
recloser ini memutus arus dan menutup kembali secara otomatis dengan selang
waktu yang dapat diatur misal dengan setting interval reclose 1 sampai 5 detik dan
setting interval reclose 2 sampai 10 detik dan pada trip ketiga recloser akan
membuka tetap dengan sendirinya karena gangguan itu bersifat permanen.
Peralatan ini digunakan sebagai pelindung saluran distribusi dan
mempunyai peranan penting dalam perlindungan sistem daya karena saluran
distribusi merupakan elemen vital suatu jala-jala, yang menghubungkan gardu
induk (GI) ke pusat - pusat beban.
13

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tegangan tinggi impuls adalah suatu gangguan pada sistem distribusi
listrik karena terjadi keunikan tegangan yang melebihi nilai puncak normal dari
tegangan operasi.
Pengukuran tengangan tinggi impuls dapat dilakukan dengan :
 Dengan menggunakan sela bola
 Dengan menggunakan CRO (Chatode Ray Oscillograph)

Kegunaan Tegangan Tinggi Impuls antara lain adalah:

 Menguji peralatan sistem bahwa mampu memikul tegangan lebih karena


adanya Operasi hubung – buka (Switching Operation) dan karena sambaran
petir pada system.
 Untuk menyelidiki mekanisme tembus listrik bahan dielektrik.
Dilakukan pengujian pada tegangan tinggi impuls supaya isolasi tidak
mengalami tegangan tinggi impuls akibat surja hubung maupun surja petir.

Untuk memudahkan pengamanan terhadap gangguan, digunakan rele yang


berfungsi membuka dan menutup secara otomatis yang disebut ”recloser” dimana
sistem kendalinya ada pada kotak kontrol elektronik.
14

DAFTAR PUSTAKA

http://elektronika-dasar.web.id/cathode-ray-oscilloscope-cro/
http://www.academia.edu/6191815/OSILOSKOP_CRO_CATHODE-
RAY_OSCILLOSCOPES
http://elektro-2011.blogspot.co.id/2014/04/tegangan-impuls.html