Anda di halaman 1dari 4

TUGAS METODE PENULISAN DAN PENELITIAN HUKUM

Nama : IBNU AQILURRAHMAN


NIM :
Kelas :

Soal Cerita

Sutiono dan Sutiah adalah suami istri yang keduanya sama-orang Jawa.
Mereka melangsungkan perkawinan pada Jumat Wage tanggal 20 Januari 2000 di
Kota Surabaya. Hari Jumat Wage dipilih karena sesuai kepercayaan masyarakat
Jawa dianggap sebagai hari yang baik untuk melaksanakan perkawinan.
Perkawinan Sutiono dengan Sutiah tidak ada perjanjian kawin yang dibuat.
Setelah menikah suami istri ini tinggal di Kota Surabaya. Pasangan suami istri ini
sangat serasi karena Sutiono laki-laki yang tampan sementara Sutiah perempuan
yang jelita. Sutiono bekerja sebagai wirausaha yang sukses bergerak di bidang
kuliner sementara istrinya karyawan bank. Pasangan suami istri ini semakin
lengkap kebahagiannya karena pada 10 Januari 2002 dikaruniai seorang anak
laki-laki yang diberi nama Ahmad Sutiono. Pada tahun ketiga perkawinan
Sutiono-Sutiah sering terjadi percekcokan disebabkan usaha Sutiono mengalami
surut sehingga penghasilan untuk keluarga turun. Satu tahun kemudian usaha
Sutiono benar-benar bangkrut dan tidak dapat lagi memberi nafkah untuk anak
istrinya. Sutiono tidak lagi bekerja dan hanya istrinya yang bekerja untuk
kehidupan sehari-hari. Kondisi seperti semakin membuat Sutiono-Sutiah sering
bercekcok. Pada suatu hari, Sutiono karena membutuhkan uang untuk membali
baju dan celana mengambil uang gaji istrinya sebesar Rp. 500.000 (lima ratus
ribu rupiah). Uang ini kemudian dibelikan baju dan celana di pusat perbelanjaan
tidak jauh dari rumah Sutiono. Mengetahui uang gajinya diambil tanpa memberi
tahu terlebih dahulu, Sutiah sangat marah sekali. Sutiah marah kepada suaminya
sudah tidak bekerja memberi nafkah keluarga malah mengambil uang gaji istri
yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sutiono kemudian meminta
maaf kepada istrinya dan berjanji akan mengembalikan uang yang dia ambil
kalau nanti ia sudah memiliki uang. Meskipun marah, Sutiah memaafkan
suaminya. Pada suatu hari lagi, Sutiono berniat membeli sepeda motor bekas
untuk rencana berjualan pentol (bakso) keliling. Uang yang dibutuhkan Sutiono
untuk membeli sepeda motor bekas tersebut Rp.3.000.000 (satu juta lima ratus
ribu rupiah). Sutiono ingin mengambil uang gaji istrinya lagi tetapi takut istrinya
akan marah lagi. Sutiono berfikir lagi apakah mengambil uang istrinya atau
meminjam dari kenalannnya. Akhirnya Sutiono mengambil uang gaji istrinya
dengan pertimbangan istrinya tidak akan marah karena uang akan diberikan alat
untuk memulai usaha yang berarti akan memperoleh penghasilan. Sutiono
akhirnya mengambil uang gaji istrinya dan dibelikan sepeda motor bekas
seharga Rp.3.000.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Mengetahui suaminya
membeli sepeda motor dengan uang gajinya tanpa izin Sutiah kembali marah.
Marah Sutiah baru berhenti setelah Sutiono kembali berjanji akan
mengembalikan uang istrinya itu segera setelah mendapatkan uang. Sepeda
motor yang dibeli Sutiono ternyata belum cukup untuk berjualan pentol keliling
karena masih dibutuhkan lagi panci, etalase kecil, dan kompor. Sutiono kembali
bingung uang untuk membelinya didapatkan dari mana. Dalam kebingungan
yang sangat luar biasa karena tidak menemukan sumber uang yang dibutuhkan,
Sutiono akhirnya mengambil uang gaji istrinya lagi sebesar Rp. 1.000.000 (satu
juta rupiah). Sutiono tidak peduli jika nanti istrinya marah karena niatnya baik
untuk memulai usaha baru untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Sutiono berfikir kalau usahanya berjalan dan mendapatkan untung semua uang
istrinya yang telah dipakai akan dikembalikan. Apa yang telah diduga Sutiono
benar-benar terjadi, Sutiah sangat marah dan kemudian melaporkan suaminya
ke Polisi dengan tuduhan telah mencuri uangnya. Sutiah tidak peduli lagi
meskipun nanti suaminya harus masuk penjara karena laporan yang dibuatnya.
Dari soal di atas menurut saya :

1. Mengidentifikasi topik/judul yang sesuai dengan peristiwa hukum yang ada


Judul topik yang sesuai dengan peristiwa hukum yang ada adalah
“pelaksanaan penerapan pasal pencurian dalam perkawinan tanpa perjanjian”
Karena dalam cerita terdapat peristiwa hukum dimana ada seorang suami
yang mengambil barang milik istrinya tanpa se ijin Istrinya dan di antara
mereka telah terikan suatu perkawinan namun pada saat sebelum
perkawinana belum ada perjanjian pemisahan harta di antara mereka.

2. Mengidentifikasi fakta-fakta material atau fakta-fakta yang relevan.


1. Adanya pengambilan barang tanpa seijin pemilik (Sutiono mengambil
uang sutiah sebanyak 3 kali).
2. Adanya perkawinan sah antara Sutiono dan Sutiah (Tanggal 20 Januari
Tahun 2000).
3. Sebelum perkawinan tidak ada perjanjian kawin.

3. Mengidentifikasi isu hukum


Isu hukum sama dengan permasalahan hukum, sesuai dengan cerita di atas
bahwa Isu hukum yang ada “Apakah penerapan pasal pencurian dalam
perkawinan antara Sutiono dan Sutiah yang nyatanya mereka sudah menikah
secara sah namun tidak ada perjanjian kawin bisa di terapkan?”

4. Menemukan sumber bahan hukum yang relevan dengan isu hukum.


Sumber bahan hukum menurut saya adalah :
a. Pasal 367 KUHPidana
1. Mengidentifikasi topik/judul yang sesuai dengan peristiwa hukum yang ada. 2. Mengidentifikasi
fakta-fakta material atau fakta-fakta yang relevan. 3. Mengidentifikasi isu hukum. 4. Menemukan
sumber bahan hukum yang relevan dengan isu hukum. 5. Melakukan analisis sumber bahan hukum.
6. Memberikan rekomendasi atas isu hukum yang telah ditetapkan.