Anda di halaman 1dari 6

Analisa Pengaruh MCSA (Motor Current Signature Analysis) Lube Oil

Pump Mill Terhadap Vibrasi Gearbox Pulverizer di PT. Indonesia


Power PLTU Banten 1 Suralaya Unit 8
Akhir Sujono, Dr. Ir. Wahyuni Martiningsih, M.T.
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Jendaral Soedirman km 3 Cilegon Banten 42435
Email : sujonoakhir6@gmail.com

Abstrak – Pulverizer merupakan alat bantu pada PLTU yang berfungsi sebagai penggiling batubara kasar
agar menjadi halus atau serbuk (coal finesses) dengan ukuran 200 mesh dengan tujuan agar batubara lebih
mudah terbakar sehingga tercapai pembakaran yang sempurna. Bagian pulverizer yang mengambil peran
penting dalam menggerus batubara adalah gearbox yang konstruksinya berbentuk roda gigi penghancur
batubara. Performa gearbox dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah sistem pendingin dan
pelumasan gearbox yang digerakkan oleh motor LOP Mill yang kondisinya dapat diamati melalui data
parameter yang diperoleh pada bagian Conditional Base Maintenance. Semakin baik hasil parameter
MCSA, maka nilai vibrasi gerbox juga semakin kecil.

Kata Kunci : Pulverizer, Gearbox, MCSA

Abstract - Pulverizer is a tool in the steam power plant that serves as a coarse grinder to be smooth or
powder (coal finesses) with a size of 200 mesh with the aim that coal is more flammable so as to achieve
complete combustion. The part of the pulverizer that takes an important role in grinding coal is the
gearbox whose construction is shaped like a coal shredder gearbox. Gearbox performance is influenced
by several things, one of which is the cooling system and gearbox lubrication driven by LOP Mill motors
whose condition can be observed through the parameter data obtained in the Conditional Base
Maintenance section. The better the result of MCSA parameters, the gerbox vibration value is also
smaller.

Keywords : Pulverizer,Gearbox, MCSA

I. PENDAHULUAN MCSA (Motor Current Signature Analysis)


Pengolahan batu bara sangat Lube Oil Pump Mill atau sistem pelumasan Mill
mempengaruhi kinerja boiler sebab batu bara terhadap kinerja gearbox pulverizer sebagai
harus dihaluskan sebelum memasuki furnace penggerus batu bara.
atau ruang bakar. Pulverizer merupakan salah II. LANDASAN TEORI
satu alat penanganan batu bara dan merupakan 2.1 Definisi Pulverizer
bagian penting dari PLTU dalam penyediaan Pulverizer atau mill adalah alat bantu pada ketel
listrik, karena alat ini digunakan untuk uap dengan bahan bakar batu bara yang
menggerus dan menghaluskan batu bara berfungsi sebagai penggiling batubara kasar
menjadi butiran-butiran halus berukuran 200 agar menjadi halus atau serbuk (coal finesses)
mesh sebelum dibakar. Penggilingan batu bara dengan ukuran 200 mesh masuk keruang bakar
ini bertujuan untuk memperluas permukaan batu (furnace) untuk digunakan pada proses
bara sehingga mempermudah dan mempercepat pembakaran [6]. Tujuan penghalusan batubara
proses pembakaran yang lebih sempurna. ini adalah agar batubara lebih mudah terbakar
Bagian pulverizer yang mengambil peran sehingga pembakaran sempurna dapat tercapai
penting dalam menggerus batubara adalah 2.2 Spesifikasi Pulverizer PLTU
gearbox yang konstruksinya berbentuk roda gigi Pada Boiler Unit 8 PLTU Suralaya, terdapat
penghancur batubara. Performa gearbox tujuh buah pulverizer. Spesifikasi dari
dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya pulverizer yang digunakan adalah sebagai
adalah sistem pendingin dan pelumasan gearbox berikut :
yang digerakkan oleh motor LOP Mill yang Tabel 2.1 Spesifikasi Pulverizer
kondisinya dapat diamati melalui data Pabrik Babcock & Wilcox
parameter yang diperoleh pada bagian Company
Conditional Base Maintenance. Dalam laporan Tipe MPS-89N
ini akan dijelaskan pengaruh dari data parameter Kapasitas 56,246 Kg/jam
Kadar Air Batubara 28,3% Batubara masuk ke pulverizer melalui pipa
Kelembutan Hasil 200 Mesh batubara mentah (raw coal pipe) yang terletak
Penggilingan di tengah bagian atas pulverizer. Batubara jatuh
Motor Penggerak Westinghouse 850 ke bawah oleh gaya gravitasi dan mengalir
HP/3 KV/ 3 secara radial ke bagian tepi grinding table
phase/50 Hz/982 akibat adanya gaya sentrifugal. Mekanisme
rpm reduksi ukuran partikel batubara adalah adanya
gesekan antar partikel yang berada di antar
2.3 Bagian Utama Pulverizer grinding ring dan tire. Mekanisme penggilingan
Secara Umum bentuk pulverizer adalah seperti semacam ini menghasilkan tingkat keausan
pada gambar dibawah ini : elemen penggiling yang rendah. Nosel-nosel
yang berada pada bagian bawah grinding ring
menyemburkan udara primer (primary air)
kedalam pulverizer. Aliran udara primer akan
membawa partikel-partikel batubara ke atas dan
memasuki sudu-sudu classifier. Partikel yang
lembut akan lolos dari clasiffier dan ikut
terbawa udara primer menuju burner. Sementara
itu, partikel-partikel yang lebih besar dan berat
akan kembali ke bawah dan mengalami
penggilingan kembali
2.5 Definisi dan Fungsi LOP Mill
Lube Oil Pump Mill merupakan suatu rangkaian
alat-alat yang terdiri dari tempat penyimpanan
minyak, pompa, pipa-pipa saluran, dan pengatur
Gambar 2.1 Pulverizer tekanan minyak pelumas agar sampai kepada
1. Gearbox bagian-bagian yang memerlukan pelumasan.
Gearbox pada pulverizer berfungsi untuk Dalam hal ini LOP Mill memiliki fungsional
merubah putaran, dari putaran tinggi untuk melumasi gearbox pulverizer. Sistem
keputaran yang diinginkan. Gearbox yang LOP Mill ini memiliki beberapa fungsi dan
terletak dibawah (bottom housing), tujuan, antara lain :
gearbox pada pulverizer fungsi utamanya a. Mengurangi gesekan serta mencegah
untuk memutar yoke dan grinding ring keausan dan panas, dengan cara oli
2. Rumah Bawah (Bottom Housing) membentuk suatu lapisan tipis (oil film)
Rumah bawah pulverizer terdiri dari throat untuk mencegah kontak langsung
ring, yoke, ring set, yoke air seal,inerter permukaan logam dengan logam.
harder, dan loading cylinder. b. Sebagai pendingin, yaitu dengan menyerap
3. Rumah Tengah (Intermediate Housing) panas dari bagian-bagian gearbox dan
Bagian tengah pulverizer terdiri dari tire, kemudian membawa serta
pressure frame, spring, seal air pipe, dan memindahkannya pada sisitem pendingin
grinding ring segment c. Sebagai bahan pembersih, yaitu dengan
4. Rumah Atas (Top Housing) mengeluarkan kotoran pada bagian-bagian
Rumah atas terdiri dari classifier, swing gearbox.
valve, dan seal air harder d. Mencegah karat pada bagian-bagian
2.4 Prinsip Kerja Pulverizer gearbox
Sirkulasi batubara pada prinsip kerja pulverizer 2.6 Parameter MCSA
ditunjukkan seperti pada gambar 2.2 dibawah Motor Current Signature Analysis (MCSA)
ini : adalah suatu metoda untuk mendeteksi
kerusakan suatu motor dengan cara menganalisa
spektrum frekuensi dari arus statornya. Pada
motor yang mengalami kerusakan, spektrum
harmonisa pada arus statornya berbeda dengan
spektrum harmonisa pada motor yang sehat,
sehingga kerusakan pada motor dapat dideteksi
[5]. Dengan metoda MCSA dapat dideteksi
beberapa kerusakan yang terjadi pada sebuah
motor, antara lain: Ketidak-seimbangan sela
Gambar 2.2 Sirkulasi Batubara udara (air-gap eccentricity), kerusakan rotor bar
(breakage rotor bar), kerusakan bearing Number of 48
(bearing cracks), dan kerusakan stator (stator stator
Torqueslots 32 N.m
winding faults). Yang mana kerusakan-
kerusakan tersebut merupakan kondisi yang CT Ratio 1.000
sering muncul pada sebuah motor PT Ratio 1.000
2.7 Vibrasi dan Penyebabnya Service Factor 115
Vibrasi gearbox pulverizer merupakan Insulation Type F
gerakan bagian gearbox maju mundur (bolak-
balik) dari keadaan diam atau normal. Kondisi Motor efficiency 1.000
suatu mesin dan masalah-masalah mekanik Power factor 0.850
yang terjadi dapat diketahui dengan mengukur Pada MCSA motor akan didapatkan tabel hasil
karakteristik vibrasi pada mesin tersebut. dari pengukuran beberapa parameter seperti
Kerugian yang terjadi dengan adanya vibrasi ini arus dan tegangan yang terbaca oleh alat
adalah terjadinya keausan bagian gearbox yang MCSA.
dapat memicu terjadinya keausan pada bagian Tabel 3.2 Detailed Clculation 1
pulverizer yang lain, dan menyebabkan tidak Ap Rea Reac
optimalnya penggerusan batu bara. p. l .
Po Po Pow
III. DATA MCSA LOP MILL & VIBRASI wer wer er
GEARBOX Po Imped kV kW kVA
3.1 MCSA LOP Mill B wer ance A RS
Data MCSA (Motor Current Signature fact
Analysis) yang didapat dari bagian CBM or
(Conditional Base Maintenance) dirangkum Phase 0.55 34.498 2.75 1.53 2.28
dalam sebuah laporan dalam bentuk summary 1 8 3 7 4
report yang didalamnya sudah terangkum Phase 0.54 34.253 2.77 1.52 2.32
performance summary, input summary dan 2 9 8 5 2
detail calculation. Pada performance summary Phase 0.55 34.841 2.72 1.50 2.27
report, kondisi secara umum bagian motor 3 0 8 1 8
ditunjukkan dengan tiga warna, yaitu warna Avg/T 0.55 34.531 8.25 4.56 6.88
hijau untuk kondisi normal, kuning untuk otal 2 9 3 4
tingkat kerusakan medium, dan warna merah % dev 1.1 0.9
untuk kondisi tingkat kerusakan tinggi atau
high. Pada sistem pembangkitan PT. Indonesia Selanjutnya dapat diamati data hasil pengukuran
Power Unit 8 ini menggunakan 7 unit untuk factor daya, impedansi, daya aktif dan
Pulverizer. Data MCSA yang akan dianalisa reaktif untuk masing masing fasa pada motor
adalah untuk pulverizer B. Berikut hasil analisa LOP Mill B. data ini dapat digunakan untuk
summary motor Lube Oil Pump Pulverizer B. menentukan nilai efisiensi motor, daya output,
Secara umum kondisi motor LOP mill dalam dan torsi yang dihasilkan dari motor mill B.
kondisi normal.
Tabel 3.1 Nameplate Motor LOP Mill B Tabel 3.3 Detailed Calculation 2
Units
Manufacturer ABB MOTORS TH TH +ve -ve Zer TH
Serial Number 500051331001003 D D % % o D
Od Ev % All
Model Number M2QA160M4A d en %
Tested Induction % %
Equipment
Power 11.0 Curr 1.3 0.1 0.13 1.2 0.3 1.3
KW
RPM 1460.0 ent 1 27 99 7 99 07 42
Rpm
Volta 0.4 0.0 0.18 0.3 0.1 0.4
Poles 4 ge 1 10 31 8 51 00 11
Phases: 3 Data diatas merupakan nilai distorsi harmonik
Voltage 400.0 Volt yang terukur untuk arus dan tegangan masing-
Full Load 20.87 masing pada urutan positif, urutan negative, dan
Amp
Current urutan nol, serta didapatkan nilai total distorsi
No Load 3.00 Amp harmonic secara keseluruhan.
Current of rotor 40
Number Setelah didapatkan detail calculation pada table
bars diatas, maka akan muncul spectrum sinyal
keluaran untuk parameter pengukuran. Hasilnya hampir tidak ada perbedaan. Untuk nilai arus
dapat dilihat pada gambar dibawah ini juga demikian, nilai masing-masing fasa
mendekati sama yaitu 11,8 A, 11,9 A, dan 11,7
A. Berdasarkan grafik tegangan dan arus diatas
dapat disimpulkan bahwa motor mill B dalam
kondisi normal

Gambar 3.1 Current & Voltage Harmonic


Distortion Plot
Grafik diatas menunjukkan nilai distorsi
harmonic untuk arus dan tegangan pada
harmonisa urutan satu yaitu frekuensi
fundamental 50 Hz. Nilai persentase distorsinya
adalah sebesar 100%

Gambar 3.4 Power System Management Report


2
Gambar 3.4 diatas menunjukkan nilai tegangan
dan arus masing-masing fasa dalam bentuk
Gambar 3.2 Motor Output diagram fasor. Dapat dilihat untuk tegangan
Setelah melihat grafik hasil distorsi harmonic memiliki interval sudut 1200. Pada grafik ini
untuk arus dan tegangan, maka selanjutnya terdapat nilai voltage imbalance dan current
dapat dilihat grafik torsi yang dikeluarkan oleh imbalance. Voltage imbalance merupakan
motor. Grafiknya dapat dilihat seperti gambar tegangan tidak seimbang dapat menyebabkan
diatas. Nilainya selalu konstan pada 32 Nm. tidak seimbangnya arus yang mengalir ke
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi menuju belitas stator motor. Nilai imbalance ini
motor mill B baik pada akhirnya menyebabkan kenaikan
temperature pada motor yang dapat
menyebabkan gangguan pada motor. Pada
grafik diatas didapatkan nilai voltage imbalance
sebesar 0,036% dan current imbalance sebesar
0,785%. Untuk nilai RMS tegangan dan arusnya
adalah sama seperti yang ditunjukkan oleh
grafik management report gambar 4.6
sebelumnya. Nilai ini masih dalam standar
normal arus dan tegangan, atau dalam kata lain
motor mill B dapat bekerja normal sebagai
mana mestinya
3.2 Data Vibrasi Gearbox
Data vibrasi gearbox pulverizer didapatkan dari
Gambar 3.3 Power System Management Report
bagian Conditional Base Maintenance
1
khususnya bagian mekanik atau mesin. Nilai
Grafik diatas menunjukkan nilai tegangan dan
pengukuran vibasi yang dilakukan adalah
arus untuk masing-masing fasa pada motor mill
dengan tiga posisi pengukuran yaitu posisi
B. Ketiga fasa ditunjukkan dengan warna yang
vertikal, horizontal, dan aksial. Record data
berbeda-beda yakni warna hitam, hijau, dan
nilai vibrasi oleh bagian CBM dilakukan per
merah. Sedangkan untuk arus ditunjukkan
bulan per berapa pekan. Dalam satu bulan dapat
dengan warna biru tua, biru muda, dan merah
dilakukan dua atau tiga kali record data. Data
muda. Nilai rms yang didapat tertera angkanya
vibrasi gearbox puleverizer tampilkan pada
pad rms value yang ada di atas grafik. Dapat
tabel dibawah ini
kita lihat bahwa nilai tegangan pada grafik
Table 3.4 Vibrasi Gearbox 24 Juli 2017
diatas nilainya untuk setiap fasa adalah hampir
DE (mm/s)
sama, yaitu 406,6 volt, 406,2 volt, dan 405,5
Vertical 0,40
volt. Sehingga grafik sinusoidalnya adalah sama
Horizontal 0,47
v [mm/s] MILL B\ GEAR BOX\ 3V\ 101 Ov e ra ll v e lo c ity >600

Axial 0,48 8.0

7.5

Table 3.5 Vibrasi Gearbox 8 Agustus 2017 7.0

6.5

DE (mm/s) 6.0

5.5

Vertical 0,38 5.0

4.5

Horizontal 0,45 4.0

3.5

Axial 0,50 3.0

2.5

Table 3.6 Vibrasi Gearbox 22 Agustus 2017 2.0

1.5

DE (mm/s) 1.0

0.5

Vertical 0,40 0.0

3/11/2015 5/27/2015 8/12/2015 10/28/2015 1/13/2016 3/30/2016 6/15/2016 8/31/2016 11/16/2016 2/1/2017 4/19/2017 7/5/2017 9/20/2017
date

Horizontal 0,48 Gambar 3.5 Overall Vibrasi Gearbox Mill B


Axial 0,52 Vertikal
Pengukuran nilai besaran vibrasi yang diukur Pada grafik overall vibrasi gearbox vertical
mengguakan VibXpert memiliki satuan mm/s. nilainya adalah berada pada dibawah garis batas
Vibrasi pada gearbox diukur hanya pada sisi DE hijau seperti yang tertera pada gambar 4.9
(Drive End) berbeda dengan pengukuran pada diatas. Ini menunjukkan bahwa nilainya dalam
motor yang dilakukan pengukuran pada sisi DE keadaan normal sebagaimana telah dijelaskan
& NDE. Setelah didapatkan hasil pengukuran, sebelumnya bahwa warna hijau adalah range
data yang telah diperoleh kemudian diolah untuk kondisi normal
sehingga menghasilkan grafik yang dapat IV. PENGARUH MCSA LOP TERHADAP
digunakan untuk mengamati kondisi gearbox. VIBRASI GEARBOX
Selanjutnya adalah mengamati bentuk Berdasarkan data analisa yang telah
gelombang yang didapatkan. Seperti halnya data didapatkan, maka kinerja performa gearbox
MCSA motor LOP Mill, nilai pengukuran dipengaruhi oleh banyak factor. Salah satu
vibrasi gearbox Mill B juga dapat dilihat faktor pentingnya adalah motor current
nilainya melalui bentuk gelombang yang signature analysis. Sebagaimana telah diketahui
muncul. Hasil gelombang yang didapatkan bahwa motor lube oil pump mill memiliki
terdapat tiga bentuk umum yaitu overall, fungsi sebagai pendingin, pelumas dan
spectrum, dan timesignal. Masing-masing mengurangi keausan pada gearbox mill, maka
memiliki garis pandang sesuai dengan fungsi nilai parameter MCSA LOP Mill sangat
pengamatannya. berpengaruh terhadap kinerja gearbox. Vibrasi
Pada grafik overall vibrasi gearbox memiliki karena masalah parameter MCSA yang terjadi
nilai standar yang digambarkan dengan garis biasanya terjadi karena ketidakmearataan gaya
berwarna yaitu merah, kuning, dan hijau. Garis magnet yang bekerja pada rotor dan atau stator,
ini menunjukkan nilai standar level masing- yang dalam hal ini disebabkan karena hubungan
masing singkat pada gulungan, kerusakan rotor yang
Tabel 3.7 Standar Vibrasi Gearboox pemantauannya adalah dilakukan oleh bagian
Level CBM (Conditional Base Maintenance) yang
A <2,4 mm/s Dioperasikan dalam selanjutnya tindakan yang dilakukan adalah
jangka waktu tertentu berdasarkan data pengamatan hasil pameter
B 2,4< X < Dioperasikan dalam MCSA yang dicocokkan dengan nameplate asli
4,5 mm/s jangka waktu tertentu di lapangan/local oleh teknisi. Semakin baik
C 4,5 < X < Warning, dioperasikan hasil MCSA, maka performa gearbox juga
7,1 mm/s dalam waktu tertentu semakin bagus. Sehingga perlu dilakukan
D >7,1 mm/s Stop operasi, Repair berbagai macam perawatan, baik PM
Secara umum, nilai hasil pengukuran vibrasi (Preventive Maintenence) mingguan dan
gearbox masih dalam kondisi aman, karena bulanan, maupun CM (Corrective Maintenance)
semua hasilnya berada pada level A. ini ketika terjadi gangguan
menunjukkan bahwa gearbox mill B dapat V. KESIMPULAN
beroperasi selama kondisinya masih dalam level Masing-masing gearbox pulverizer
A. memiliki sistem pendingin dan pelumasan yang
digerakkan oleh Motor Lube Oil Pump yang
kinerjanya dapat mempengaruhi nilai vibrasi
pada gearbox. Parameter motor current
signature analysis motor LOP Mill sangat
mempengaruhi performa gearbox. Semakin baik
hasil parameter MCSA, maka nilai vibrasi
gearbox juga semakin kecil. Vibrasi gearbox
karena masalah parameter MCSA LOP Mill [4]http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@
yang terjadi karena ketidakmerataan gaya file skripsi/Isi4792916932505.pdf (diakses pada
magnet yang bekerja pada rotor dan stator, serta tanggal 9 Oktober 2017)
kerusakan rotor yang pemantauannya dilakukan
oleh bagian CBM (Conditional Base [5]http://baristandsurabaya.kemenperin.go.id/an
Maintenance), yang selanjutnya dilakukan alisa-gelombang-arus-motor.html (diakses pada
tindakan penanganan sesuai data hasil tanggal 9 Oktober 2017)
pengukuran MCSA dan Vibrasi oleh teknisi
pemeliharaan. [6]https://s3.amazonaws.com/academia.edu.doc
uments/36828362/seminar_prop_nida.docx?A
WSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL
DAFTAR PUSTAKA 3A&Expires=1505319420&Signature=KGjEJx
[1] ALL-TEST PRO LCC. Desk Guide and 1vpmCdec8IhHBXdnOGCWM%3D&response-
Pattern Recognition Manual 2nd Edition. 2008 content-
disposition=attachment%3B%20filename%3Dp
[2] Fitzgerald, A. E, Djoko Achyanto. Erlangga. ulverizer.docx (diakses pada tanggal 9 Oktober
Mesin-mesin Listrik Edisi Keempat. 1986 2017)

[3]http://dunia–listrik blogspot.co.id/2015/01/ [7]https://eyesbeam.wordpress.com/2009/03/11/


mengenal-pengukuran-vibrasi-pada-motor.html pengetahuan-umum-tentang-lubricating-oil-
(diakses pada tanggal 9 Oktober 2017) minyak-pelumas/ (diakses pada tangal 20
Oktober 2017)