Anda di halaman 1dari 5

MENGURANGI HARMONISA DENGAN MENGGUNAKAN

MATRIKS KONVERTER DAN AUTOTRAFO ZIG-ZAG UNTUK


HARMONISA PADA NETRAL

Agung prasetya 1, Akhir Sujono 2, Arif Nurrohman 3, Karim Amarullah 4


Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Jendral Soedirman KM 3 Kota Cilegon, Banten 42435

Abstract - Ketika terjadinya ketidakseimbangan beban antara fasa yang disebabkan oleh
pembebanan yang tidak sama antara fasa R, S, dan T maka mengakibatkan adanya arus
netral pada trafo yang bertambah besar sesuai dengan ketidakseimbangan yang
membesar pula. Sementara itu diantara beberapa karakteristik beban diantaranya
adalah beban yang bersifat induktif, beban yang bersifat induktif ini menimbulkan
adanya harmonisa pada ke 3 fasa untuk meghilangkan harmonisa pada fasa maka
digunkana filter dengan menggunakan matriks converter dan untuk mengurangi arus
pada netral digunakan autotrafo zig-zag
.
Kata Kunci : Matriks Converter, Autotrafo Zig-Zag

I. Pendahuluan
Pada Jaringan tiga fasa seimbang
fasor urutan fasa mempunyai besaran II. Teori
yang sama dengan pergeseran sudut Menurut C. L. Fortescue yang
fasor sebesar 120o. Jika terjadi menyatakan tiga fasor tegangan tak
ketidakseimbangan fasor tegangan yang seimbang dari sistem tiga fasa dapat
biasanya disebabkan oleh perbedaan diuraikan menjadi tiga fasa yang
impedansi akibat pembebanan yang seimbang dengan menggunakan
tidak sama misalkan pada fasa R beban- komponen simetris. Komponen simetris
nya lebih banyak, maka fasor tegangan tersebut yaitu urutan positif, negatif dan
menjadi tidak seimbang lagi dimana urutan nol. Satu kesatuan tiga fasor tak
besaran fasa R menjadi lebih kecil seimbang ini, dianggap sebagai tiga
sedangkan fasa S dan fasa T komponen fasor seimbang yaitu :
dimungkinkan lebih besar dari 1. Komponen urutan nol diberi
sebelumnya yang akan mengakibatkan tambahan indeks 0 yang tediri dari tiga
turunya kualitas daya maupun fasor yang sama besar dan dengan
kerusakan pada transformator, maka pergeseran nol antara fasor yang satu
digunakan lah autotrafo zig-zag dengan yang lain.
sedangakan pada beban yang bersifat 2. Komponen urutan positif diberi
induktif seperti motor 3 fasa, maupun tambahan indeks 1 yang terdiri dari tiga
peralatan rumah tangga menimbulkan fasor yang sama besar, terpisah satu
harmonisa yang dapat merusak dengan yang lain dalam fasa sebesar
masukan dari generator atau trafo hal ini 120o dan mempunyai urutan fasa yang
akan mengakibatkan rusaknya mesin- sama seperti fasor aslinya.
mesin maupun trafo itu sendiri maka 3. Komponen urutan negatif
digunakan lah matriks converter untuk diberi tambahan indeks 2 yang terdiri
memfilter arus harmonisa. dari tiga fasor yang sama besar, terpisah
dengan satu yang lain dalam fasa Rangkaian kedua adalah CRC “T” yang
sebesar 1200 dan mempunyai urutan beroperasi sebagai penyaring bernilai
fasa yang berlawanan dengan fasor tinggi. Bersama-sama, sirkuit ini
aslinya. membentuk sebuah jembatan yang
Menurut penelitian yang disetel pada frekuensi osilasi yang
dilakukan oleh Moh. Dahlan, diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari
ketidakseimbangan beban pada suatu filter Twin-T yang maju, di RCR itu –
sistem distribusi tenaga listrik selalu tertunda, sehingga mereka dapat
terjadi dan penyebab melemahkan satu sama lain pada
ketidakseimbangan tersebut adalah frekuensi tertentu.
beban-beban satu fasa pada pelanggan
jaringan tegangan rendah. Akibat
ketidakseimbangan beban tersebut
timbulah arus di netral trafo. Arus yang
mengalir di netral trafo ini
menyebabkan terjadinya losses (rugi-
rugi), yaitu losses akibat adanya arus
netral pada penghantar netral trafo dan
losses akibat arus netral yang mengalir Gambar 3.1Osilator Jembatan Wien
ke tanah. Setelah dianalisis, diperoleh ( Malvino.Albert Paul.Prinsip – prinsip
bahwa bila terjadi ketidakseimbangan Elektronika Jilid 2,1991:262 ) [3]
beban yang besar, maka arus netral Sedangkan Low Pass Filter
yang muncul juga akan semakin besar. adalah filter yang berfungsi meneruskan
sinyal input yang frekuensinya berada
III. Analisis di bawah frekuensi tertentu, diatas
a. Filter jembatan wien dengan frekuensi tersebut (frekuensi cut-off)
menggunakan matriks konverter sinyal akan diredam (FcoL). Rangkaian
Osilator pergeseran fasa termasuk low pass filter dapat dibangun
jenis osilator RC. Pada osilator menggunakan dua jenis rangkaian
pergeseran fasa terdapat sebuah dasar, yakni rangkaian low pass filter
pembalik fasa total 180 derajat. induktif rangkaian low pass filter
Pembalik fasa ini di menggeser fasa kapasitif. Untuk rangkaian low pass
sinyal output sebesar 180 derajat dan filter induktif, rangkaian terdiri dari
memasukkan kembali ke input sehingga induktor (L) dan beban (R) sedangkan
terjadi umpan balik positif. Rangkaian rangkaian low pass filter kapasitif
pembalik fasa ini biasanya dibentuk dibangun menggunakan dua komponen
oleh tiga buah rangkaian utama yaitu resistor (R) dan kapasitor
RC.Sebagaimana yang di ketahui, (C). rangkaian ini dapat digunakan pada
jaringan mendahului menghasilkan peralatan yang memungkinkan adanya
penggeseran fasa antara 0 derajat dan 90 harmonisa yang besar rangkaian ini
derajat tergantung frekuensinya. dapat digunakan pada mesin-mesin
Osilator jembatan wien termasuk yang menimbulkan harmonisa. Dan
jenis osilator RC. Osilator jembatan Untuk mengubah frekuensi suatu
wien disebut juga osilator “Twin-T” sumber tegangan dapat juga diperoleh
karena menggunakan dua “T” sirkuit melalui dua tahap berikut, yaitu
RC beroperasi secara paralel. Satu mengubah sumber AC menjadi DC
rangkaian adalah sebuah RCR “T” yang kemudian diubah lagi menjadi AC
bertindak sebagai filter lowpass. frekuensi tinggi (AC-DC-AC) atau AC-
AC-AC, atau biasa disebut DC link dan
AC lik. Untuk menghasilkan tegangan
keluaran AC yang memiliki amplituda
dan frekuensi yang bervariasi, biasanya
inverter dikendalikan dengan kendali
PWM.
Pada prinsipnya AC link dan DC
link adalah sama. Yang membedakan
hanya, pada AC link, tegangan bolak-
balik sumber dinaikkan menjadi AC
frekuensi tinggi terlebih dahulu dengan
menggunkan (rectifier + inverter +
transformer frekuensi tinggi), Gambar 3.3 Hasil dari autotrafo
selanjutnya diturunkan lagi terhadap harmonisa [5]
frekuensinya sesuai dengan frekuensi b. Trafo zig-zag
yang diinginkan. Dengan cara ini Jaringan distribusi tegangan
keterbatasan komponen GTO/IGBT rendah adalah jaringan tiga fasa empat
dapat diatasi. Untuk rangkaian matriks kawat, dengan ketentuan, terdiri dari
converter dapat dilihat seperti dibawah kawat tiga fasa (R, S, T) dan satu kawat
ini: netral. Jika beban seimbang tidak ada
arus netral. Namun, pada kenyataannya,
beban tidak seimbang karena
kebanyakan jaringan menyuplai
seperangkat peralatan dengan beban
satu fasa. Ketidakseimbangan tersebut
menyebabkan timbulnya arus netral dan
meningkatnya rugi-rugi pada jaringan
Arus netral dalam sistem distribusi
tenaga listrik dikenal sebagai arus yang
Gambar 3.2 Rangkaian Matriks mengalir pada kawat netral di sistem
Converter [5] distribusi tegangan rendah tiga fasa
Hasil yang diperoleh dari empat kawat. Arus yang mengalir pada
matriks converter ini seperti kawat netral yang merupakan arus balik
gambar dibawah ini: untuk sistem distribusi tiga fasa empat
kawat adalah penjumlahan vektor dari
ketiga arus fasa dalam komponen
simetris. Perkembangan jaringan
distribusi ditandai dengan pemakaian
sebagian besar peralatan non linier.
Dengan meningkatnya sejumlah
peralatan non linier menyebabkan
adanya distorsi harmonic pada arus
beban dan menyebabkan meningkatnya
rugi-rugi pada jaringan dan
transformator
Diharapkan penjumlahan vektor
dari ketiga arus fasa R, S, dan T bernilai
nol, sehingga tidak ada arus yang
mengalir pada konduktor netral. Akan
tetapi pada konduktor netral mengalir
arus triplen harmonisa dari ketiga fasa
yang saling menjumlahkan yang
besarnya tiga kali dari arus triplen pada
setiap fasanya.
Arus netral yang besar sebisa mungkin
harus dikurangi. Salah satu cara
Gambar 3.3 Sistem tiga fasa
penanganannya yaitu dengan
simetris dan seimbang dimana
menggunakan zero passing. Autotrafo
tidak ada arus urutan nol [2]
hubungan zig-zag dapat digunakan
Ketika terjadinya
sebagai zero passing. Hubungan
ketidakseimbangan beban maka aka
autotrafo zig-zag dapat juga dihasilkan
nada arus yang mengalir pada netral
dari menghubungkan belitan tiga buah
seperti yang digambarkan pada
transformator satu fasa seperti yang
rangkaian system tiga fasa dibawah ini:
ditunjukkan pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Sistem tiga fasa


tidak simetris dan tidak
seimbang dimana ada arus
urutan nol [2]
Triplen harmonisa merupakan
salah satu penyebab terjadinya arus Gambar 3.5 Hubungan autotrafo zig-
netral. Triplen harmonisa adalah zag [2]
kelipatan ganjil dari harmonisa ketiga (h Arus netral merupakan
= 3, 9, 15, 21, 27, …). Hal ini penting penjumlahan dari arus urutan nol ketiga
diperhatikan khususnya pada sistem fasanya, arus masukan mengalir ke titik
bintang yang ditanahkan (grounded wye ujung dari belitan primer sama dengan
systems) karena adanya arus yang arus yang mengalir keluar dari titik
mengalir pada kawat netral. Arus pada ujung belitan sekunder karena belitan
kawat netral akan menjadi overload autotrafo zig-zag ini mempunyai
karena arus antar fasanya tidak saling perbandingan 1 : 1. Sebagai contoh
menghilangkan. Gambar 3 untuk penggunaan autotrafo zig-zag
menunjukkan suatu sistem yang dapat dilihat pada table dibawah ini:
seimbang dan diasumsikan komponen
fundamental dan komponen harmonisa
ketiga hadir dalam system tersebut.
Tabel 3.1 Data hasil simulasi arus
netral sebelum menggunakan autotrafo
zig- zag dan setelah menggunakan
autotrafo zig-zag [2]

DAFTAR PUSTAKA
[1]Ridhi Ghosh (2017). A Novel
Leakage Current Index for The
Field Monitoring of Overhead
Insulators under Harmonic Voltage
[2]Junaidy Sipayung (2015).
Minimisasi Arus Netral dengan
Menggunakan Autotrafo Zig-Zag
pada Sistem Distribusi Tiga Fasa
Empat Kawat
[3]Franky (2008). Pengaruh
Ketidakseimbangan Beban Tiga
Fasa Terhadap Hasil Pengukuran
[4]Listyarini Wuri (2012). Matriks
Konverter Untuk Aplikasi
Pembangkit Listrik Tenaga Angin
[5]Wang Hui (2017). Topology and
Modulation Scheme of a Three-
Level Third-Harmonic Injection
Indirect Matrix Converter