Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

GEOGRAFI PENDUDUK

PERTUMBUHAN PENDUDUK

DISUSUN OLEH :

1. Rahma Dinda 1710005531010


2. Rengga Permana Putra 1710005531013
3. Nurmalinda 1710005531015
4. Regina 1710005531016
5. Bayu Rahmad 1710005531022

Fakultas Ekonomi
PROGRAM STUDI GEOGRAFI
UNIVERSITAS TAMAN SISWA PADANG
2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb

Puji dan syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat serta hidayah sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas untuk membuat makalah Geografi Penduduk yang
berjudul “Pertumbuhan Penduduk”. Tujuan Makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas dari mata kuliah Geografi Penduduk.

Dalam penulisan makalah ini saya menyadari mempunyai banyak


kekurangan oleh sebab itu bantuan dan dorongan telah saya terima dari
semua pihak. Oleh karena itu tiada lupa saya dengan kerendahan hati
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Nina Ismayeni, S. Pd, M,Pd dan Hary Febrianto, S. Pd, M,Pd selaku dosen
mata kuliah Geografi Penduduk.
2. Teman-teman kami yang telah membantu penyususan makalah ini.

Kami mohon maaf jika terdapat kekurang sempurnaan dalam


penyusunan makalah ini, hal ini karena keterbatasan kami. Semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca semua.

Amin.

Wassalamua’alaikum Wr Wb.

Padang, 9 Oktober 2018

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ............................................................................................................ 2
1.3. Tujuan Pembelajaran ....................................................................................................... 2
1.4. Sistematika Makalah ........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................. 4
2.1. Pengertian pertumbuhan penduduk ................................................................................. 4
2.2. Faktor - faktor yang melatar belakangi pertumbuhan penduduk ..................................... 5
2.3. Upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk ........................................................ 6
2.3.1. Upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk oleh pemerintahan Indonesia ..... 7
2.4. Dampak Negatif dan Positif terhadap ledakan penduduk .............................................. 13
2.4.1. Dampak Negatif ........................................................................................................ 13
2.4.2. Dampak Positif .......................................................................................................... 15
BAB III PENUTUP......................................................................................................................... 16
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................... 17

ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sejarah telah mencatat bahwa Malthus sebagai orang pertama yang


secara sungguh-sungguh memikirkan persoalan “ ledakan penduduk “
dunia. Malthus berpendapat bahwa kesentosaan kehidupan sosial
masyarakat senantiasa terganggu oleh kenyataan adanya pertambahan
penduduk lebih cepat daripada pertambahan bahan makanan. Pendapat
tersebut, ternyata telah mendapatkan kritik tajam dari para ahli
kependudukan lain, yang kemudian melahirkan berbagai teori
kependudukan.
Namun pada kenyataanya, sampai abad 21 ini, teori Malthus yang
banyak dikecam tersebut, semakin lama semakin kuat dirasakan
mengandung banyak kebenarannya. Di negara-negara berkembang seperti
di Amerika Latin, Afrika dan Asia sampai sekarang masih harus bergulat
meningkatkan taraf kehidupan rakyatnya, khususnya memenuhi kebutuhan
dasar seperti makan, perumahan, kesehatan dan seterusnya. Menurut
Ehrlich ( 1981 ), sampai sekarang hannya ada 10 negara di dunia yang
menghasilkan lebih banyak makanan dari pada yang dikonsumsikan.
Pertambahan penduduk yang terus menerus itu, memang banyak
menjadi beban bila tidak diimbangi dengan penduduk yang berkualitas.
Pertambahan penduduk juga telah menimbulkan gajala pengedukan
berbagai sumber daya alam oleh manusia. Semua itu dapat dihubungkan
dengan berbagai masalah pemenuhan kebutuhan dasar penduduk seperti
pangan, perumahan, kesempatan kerja, fasilitas kesehatan, gizi, pendidikan
dan sandang. Belum lagi apabila dihubungkan dengan HAM, seperti hak
untuk makan, hak untuk menghirup udara segar, hak minum bersih, hak
untuk hidup layak dan tidak berjubel dan sebagainya.
Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat dan tidak terkendali
juga secara langsung dapat dirasakan dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan. Keluarga dengan jumlah anak banyak, dan tidak terencana
tentunya banyak menjadi beban dan muncul banyak permasalahan

1
dibanding keluarga yang jumlah anaknya sedikit dan terencana.
Perkembangan sosial adalah kemajuan yang progresif melalui kegiatan
yang terarah dari individu dalam pemahaman atas warisan sosial dan
formasi pola tingkah lakunya yang luwes. Hal itu disebabkan oleh adanya
kesesuaian yang layak antara dirinya dengan warisan sosial itu.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, kami merumuskan masalah sebagai


berikut :
1. Apa saja yang faktor-faktor melatarbelakangi pertumbuhan penduduk ?
2. Apa saja upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk?
3. Apa saja dampak positif serta dampak negative terhadap ledakan
penduduk?

1.3. Tujuan Pembelajaran

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu:


1. Untuk mengetahui dari factor-faktor yang melatar belakangi laju
pertumbuhan penduduk.
2. Untuk mengetahui bagaimana Upaya dalam menekan laju pertumbuhan
penduduk.
3. Untuk mengetahui dampak positif dan negative dari ledakan penduduk.

1.4. Sistematika Makalah


Dalam penulisan ini didasarkan pada metode deskriftif, yaitu
menggambarkan masalah atau isi makalah secara detil dan jelas. Sistematika
makalah yang penulis gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai
berikut:
Makalah ini terdiri dari kata pengantar, daftar isi, Bab I Pendahuluan,
Bab II Pembahasan, Bab III Simpulan dan Saran, dan Daftar Pustaka.
Bab I pendahuluan meliputi: latar belakang masalah mengenai
disusunnya makalah ini, rumusan masalah ini dimaksudkan ntuk mempermudah
untuk menyusun serta pembahasan makalah, tujuan makalah yaitu tujuan dari

2
penyusunan makalah ini, sistematika penulisan yaitu agar mengetahui
sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah.
Bab II pembahasan yaitu: menjelaskan isi dari makalah, dalam
makalah ini penulis membahas tentang pengertian Pertumbuhan Penduduk,
factor yang melatar belakangi, Upaya dalam menekan laju pertumbuhan
penduduk serta dampak positif dan dampak negated dari ledakan penduduk.
Bab III Penutup yaitu: menguraikan kesimpulan dari pembahasan serta
memberi saran tentang pertumbuhan penduduk yang dibahas pada bab
pembahasan

3
BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian pertumbuhan penduduk


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu,
dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah
populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Berdasarkan
sensus tahun 2010 diketahui bahwa pertumbuhan penduduk melebihi
proyeksi nasional yaitu sebesar 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan
penduduk (LPP) 1,49 per tahun. Jika laju pertumbuhan penduduk 1,49
persen per tahun maka setiap tahunnya akan terjadi pertumbuhan penduduk
sekitar 3,5 juta lebih per tahun. Dengan demikian, jika di tahun 2010 jumlah
penduduk 237,6 juta jiwa maka di tahun 2011 bertambah 3,5 juta maka
sekarang ada 241 juta jiwa lebih.
Dan jika itu terus terjadi maka semakin banyak masalah yang akan
terjadi seperti pengangguran, pencurian dan lain-lain, dan itu akan
mempengaruhi terhadap perkembangan sosial di masyarakat.
Perkembangan sosial adalah kemajuan yang progresif melalui
kegiatan yang terarah dari individu dalam pemahaman atas warisan sosial
dan formasi pola tingkah lakunya yang luwes. Hal itu disebabkan oleh
adanya kesesuaian yang layak antara dirinya dengan warisan sosial itu. Dan
menurut Elizabeth B. Hurlock, perkembangan sosial adalah kemampuan
seseorang dalam bersikap atau tata cara perilakunya dalam berinteraksi
dengan unsur sosialisasi di masyarakat.

4
2.2. Faktor - faktor yang melatar belakangi pertumbuhan penduduk
1. Kelahiran (Natalis)
Kelahiran adalah faktor utama dari pertumbuhan penduduk, dan
dapat diartikan sebagai banyaknya jumlah kelahiran penduduk setiap
tahunnya dalam suatu wilayah.
Pertumbuhan dari kelahiran atau pertumbuhan penduduk alami
adalah selisih antara jumlah kelahiran dengan jumlah kematian. Rumus
untuk menghitung pertumbuhan penduduk alami adalah:
T = (L – M)
T= Total Pertumbuhan
L = jumlah kelahiran
M=jumlah kematian

Dari rumus diatas dapat kita simpulkan bahwasanya semakin tinggi


anggak kelahiran daripada angka kematian, maka semakin tinggi laju
pertumbuhan penduduk.
Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Penduduk yang
dipengaruhi oleh factor kelahiran adalah :
a. Kawin usia muda
b. Tidak di adakannya program KB pada suatu daerah
c. Pandangan yang menyatakan bahwa banyak anak,banyak rezeki
d. Anak merupakan penentu status sosial
e. Anak laki-laki merupakan penerus keturunan

2. Migrasi Penduduk
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas
penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.
Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya
turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas
penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut
migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat

5
lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
Berbeda dengan pertumbuhan penduduk alami, pertumbuhan
penduduk total memperhitungkan migrasi (imigrasi dan emigrasi) Dengan
rumus :
T = (L - M) + (I – E)
T = Total Pertumbuhan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi
E = jumlah emigrasi

Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Penduduk yang dipengaruhi oleh


factor kelahiran adalah :
a. Ingin mengubah nasib hidup dengan pindah ke kota
b. Banyaknya lapangan kerja di kota
c. Ingin mendapatkan pendidikan yang memadai

2.3. Upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk


Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan
penduduk :
1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi
jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga
akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka
kelahiran yang tinggi.

Cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah


penduduk :
1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan
hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula

6
diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah
pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan
yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara
sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki
kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju
pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan
jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan
tidak diikuti dengan laju pertumbuhan.Setiap daerah diharapkan
mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan
daerah lainnya.

2.3.1. Upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk oleh


pemerintahan Indonesia
Indonesia termasuk salah satu negara yang tingkat pertumbuhan
penduduknya sangat tinggi. Hal ini bisa memberikan dampak negatif bagi
suatu negara bila tidak diatasi dengan benar. Berikut ini beberapa cara
mengatasi pertumbuhan penduduk yang tinggi:

1. Menggalakkan program transmigrasi


Salah satu program mengatasi kepadatan (baca: penyebab kepadatan
penduduk) penduduk tanpa menekan pertumbuhan penduduk adalah dengan
menggalakan program transmigrasi (baca: manfaat transmigrasi penduduk).
Transmigrasi merupakan program penduduk dari wilayah yang banyak atau
padat penduduknya ke wilayah yang masih jarang penduduknya.
Transmigrasi ini akan mendorong terjadinya pemerataan penduduk (baca:

7
manfaat sensus penduduk). Jika penduduknya sudah merata maka maka hal
ini akan mendorong terjadinya pemerataan pembangunan. Program
transmigrasi akan mengurangi kepadatan penduduk di daerah yang padat dan
akan dialihkan ke wilayah-wilayah Indonesia (baca: batas wilayah Indonesia
secara geografis) yang penduduknya belum terlalu padat.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya wilayah di Indonesia yang
memiliki jumlah penduduk paling banyak, bahkan menjadi yang paling padat
adalah di Pulau Jawa. Bahkan Pulau Jawa juga dikenal sebagai salah satu
pulau terpadat di dunia. Selama ini pemerintah Indonesia sudah melakukan
program transmigrasi besar- besaran ini. Sasaran program transmigrasi
pemerintah adalah orang- orang di Pulau Jawa. Mereka biasanya ditempatkan
di wilayah timur Indonesia, seperti di Pulau Kalimantan (baca: pulau terbesar
di dunia). Peserta transmigrasi akan disediakan tempat tinggal dan juga
diberikan lahan supaya bisa untuk ditanami. Dengan demikian ada beberapa
dampak positif yang bisa dirasakan, tidak hanya pemerataan penduduk saja,
namun juga jumlah pengangguran di Pulau Jawa dapat berkurang serta akan
membuat lahan-lahan yang semula kosong menjadi lahan yang produktif.

2. Pemerataan lapangan kerja


Tidak dipungkiri bahwa kebanyakan alasan mengapa orang-orang suka
berpindah tempat kerja yang banyak dikemukakan adalah karena urusan
pekerjaan. Memang benar, lapangan jumlah kerja saat ini masih timpang
dimana hanya di daerah-daerah yang ramai seperti kota besar saja yang
banyak. Selain itu lapangan kerja ini juga biasanya ditemukan di daerah-
daerah yang sudah banyak penduduknya, karena hal ini berarti tenaga kerja
tidak langka sehingga produsen bisa menekan gaji pegawai. Nah, di Indonesia
sendiri, coba kita tengok kira-kira di Pulau Jawa dengan Pulau Sulawesi
jumlah lowongan kerja banyak dimana? Pasti semua akan setuju menjawab
di Jawa. Hal ini karena tenaga kerja di Jawa lebih banyak dan lebih
berkualitas.
Dengan melihat fenomena (baca: fenomena alam yang menakjubkan) yang
demikian, idealnya pemerintah mulai melakukan program pemerataan

8
lapangan kerja. Misalnya pabrik-pabrik sekarang dibangun di luar Pulau Jawa
saja, pembukaan perkebunan atau lahan pertanian baru untuk diolah supaya
orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan bisa lebih produktif dalam
mengolah lahan. Untuk merealisasikan hal ini sebenarnya pemerintah
Indonesia sudah melakukannya. Salah satu bukti bisa dilihat bahwa
lowongan-lowongan kerja di instansi pemerintah rata-rata saat ini
ditempatkan di wilayah luar Pulau Jawa. Hal ini akan sangat mempengaruhi
kepadatan penduduk, karena banyak yang akan pindah ke luar Pulau Jawa
untuk bekerja.

3. Menekan pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga


Berencana
Salah satu cara yang cukup efektif sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan
penduduk adalah dengan mencanangkan program keluarga berencana atau
KB. Keluarga Berencana merupakan program pemerintah bagi rakyat
Indonesia untuk membatasi jumlah anak, dimana dalam satu keluarga cukup
memiliki 2 orang anak saja. Dalam program KB, ibu-ibu rumah tangga
diberikan cara-cara khusus agar tidak hamil. Cara-cara yang dilakukan ini
misalnya dengan mengonsumsi obat tertentu, pemakaian alat kontrasepsi,
suntik atau jarum, dan lain sebagainya. Program Keluarga Berencana ini
berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga jumlah penduduk di
Indonesia tidak terlalu meledak.
Untuk sosialisasi program Keluarga Berencana sudah dilakukan secara
maksimal dan bisa didapatkan hingga tingkat puskesmas. Program Keluarga
Berencana telah dilakukan oleh sebagian warga Indonesia, namun masih ada
pula sebagian dari warga negara Indonesia yang tidak mau menerapkan KB
karena sebagian menganggap bahwa keluarga berencana haram.

4. Membuat Undang-Undang yang menetapkan usia minimal menikah


Beberapa tahun belakangan sebuah kasus yang marak terjadi di Indonesia
adalah tentang kerusakan moral anak- anak remaja. Banyak anak-anak di usia
sekolah yang hamil di luar nikah kemudian mereka akan dikeluarkan dari

9
sekolah. Hal ini tidak hanya terjadi pada satu dua orang saja, namun hampir
di setiap negara mengalami kasus seperti ini. Tidak hanya berdampak pada
masa depan para pelajar saja, namun dalam jangka panjang hal ini juga akan
berdampak pada jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Coba bayangkan
anak seusia SMP segera memiliki anak bayi.
Hal ini berarti usia muda akan menghasilkan usia muda. Jika banyak anak-
anak usia sekolah banyak yang memiliki bayi, maka apa yang terjadi dengan
pertumbuhan penduduk Indonesia (baca: pegunungan di Indonesia)? Pasti
akan meledak. Tidak hanya terjadi pada hamil diluar nikah, namun terkadang
masih kita temukan di beberapa daerah di Indonesia orang tua sengaja
menikahkan anaknya di usia muda, terlebih anak- anak perempuan. Maka dari
itulah untuk mengatasi hal ini, pemerintah membuat Undang-undang yang
membahas tentang hal ini. Undang-undang ini menetapkan usia minimal
pernikahan bagi seseorang. Hal ini bisa menekan angka pertumbuhan
penduduk dan mengatasi kepadatan penduduk.

5. Membatasi tunjangan anak bagi PNS dan ABRI hingga anak kedua
Salah satu yang menyebabkan orang tidak mempermasalahkan jumlah anak
adalah karena mendapatkan tunjangan dari pemerintah maupun swasta.
Tunjangan itu didapatkan bersamaan dengan gaji yang didapatkan setiap
bulan. Oleh karena itulah berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menekan
pertumbuhan penduduk, salah satunya dengan membatasi tunjangan anak
hanya pada anak kedua saja.
Hal ini seperti program Keluarga Berencana yang menganjurkan setiap
keluarga memiliki dua orang anak. Dengan membatasi tunjangan anak, maka
seseorang pasti akan berfikir ulang untuk memiliki banyak anak, mengingat
biaya hidup sudah semakin mahal terlebih biaya pendidikan yang juga
semakin mahal. Namun program ini sulit berlaku di daerah- daerah pedesaan,
karena beberapa hal. Pertama karena di desa tidak banyak pegawai, dan kedua
karena orang desa memiliki pemikiran “Banyak anak banyak rejeki”. Namun
di daerah perkotaan, hal ini bisa membantu untuk mengurangi kepadatan
penduduk.

10
6. Memberlakukan tarif tinggi bagi para imigran
Berbagai faktor dapat mendukung Indonesia demi mengalami kepadatan
penduduk, tidak hanya dari segi jumlah penduduk asli negara Indonesia saja,
namun juga banyak penduduk asing. Sekarang mari kita lihat di lapangan.
Saat kita berjalan- jalan ke tempat wisata yang terkenal, apakah hanya
wisatawan domestik atau dalam negeri saja yang akan kita dapati? Tentu tidak
bukan? kita akan menemukan banyak sekali turis asing yang berasal dari
berbagai negara (baca: negara terbesar di dunia).
Para turis asing ini tidak hanya melakukan perjalanan satu hari (pulang pergi
dalam satu hari) dari negaranya kemudian ke Indonesia dan kembali lagi ke
negaranya. Para wisatawan tersebut akan menetap di Indonesia, meski hanya
untuk sementara waktu. Nah, hal-hal semacam inilah yang menambah
kepadatan penduduk Indonesia. Kita menyebut kegiatan orang asing yang
masuk ke Indonesia sebagai suatu aktivitas migrasi yang disebut dengan
imigrasi. Pelaku dari imigrasi ini disebut dengan imigran. Biasanya ketika
imigran masuk ke Indonesia, maka mereka akan mengurusi berbagai macam
dokumen administrasi beserta dengan biayanya. Nah, salah satu upaya
mengurangi kepadatan penduduk dari segi warga negara asing adalah
kenaikan tarif biaya administrasi. Hal ini mungkin akan memberikan dampak
baik besar maupun tidak besar.

7. Menyebarluaskan pendidikan kependudukan ke berbagai jenjang


pendidikan
Masalah kepadatan penduduk ini merupakan masalah yang serius. Bukan
hanya PR untuk pemerintah saja, namun juga untuk rakyat. Seharusnya
kesadaran akan dampak negatif dari kepadatan penduduk juga harus disadari
oleh masyarakat karena masyarakatlah penyebab utama dari kepadatan
penduduk. Mak dari itulah penting juga untuk memberi tahu masyarakat
mengenai hal ini. salah satu caranya dengan melakukan sosialisasi kepada
masyarakat terkait dengan bahaya kepadatan penduduk.

11
Apabila sosialisasi rutin dilakukan maka hal ini akan sangat membantu
menyadarkan masyarakat, kemudian hal ini akan menjadi penekan dari angka
pertumbuhan penduduk. Sehingga apabila masyarakatnya sendiri sudah sadar
akan bahaya atau dampak dari kepadatan penduduk, masyarakat akan bisa
menahan diri untuk memiliki lebih sedikit anak.

8. Mempermudah serta meningkatkan pelayanan dalam bidang


pendidikan
Pendidikan juga sangat berperan dalam kaitannya pengendalian pertumbuhan
penduduk. Hal ini terutama untuk para remaja yang ingin menikah di usia
muda. Pada zaman dahulu kita akan menemukan banyak remaja yang baru
saja lulus dari sekolah tingkat SMP, kemudian tidak melanjutkan pendidikan
SMA dan langsung menikah. Hal ini sangat tidak baik karena menikah di usia
yang sangat muda.
Maka dari itulah pemerintah mencoba untuk mengatasi hal ini, salah satunya
dengan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan sehingga banyak
siswa-siswi yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan. Dengan fokus dan
ada keinginan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
maka keinginan untuk menikah di usia yang sangat muda bisa ditunda. Ketika
fokus ke pendidikan dan adanya keinginan melanjutkan pendidikan hingga ke
pendidikan tinggi, maka setelah lulus maka seseorang memiliki usia yang
sudah matang dan dewasa. Pada usia tersebut maka seseorang telah matang
untuk melakukan pernikahan. Hal ini perlu digalakkan karena memberikan
dampak yang positif.

9. Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat


Masih dalam koridor pendidikan untuk memerangi kepadatan penduduk di
Indonesia. Selain meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, salah
satu cara yang bisa ditempuh pemerintah adalah dengan menetapkan program
wajib pendidikan dasar atau wajib belajar. Bila zaman dahulu wajib belajar
ditetapkan 6 tahun atau setara pendidikan dasar, maka lama-kelamaan naik
menjadi wajib belajar 9 tahun atau setingkat pendidikan menengah pertama,

12
bahkan yang paling baru lagi wajib belajar sudah mencapai 12 tahun, yakni
setingkat SMA. Ketika sudah mencapai usia ini maka lulus sekolah telah
memiliki usia yang cukup matang. Apabila ditambah beberapa tahun untuk
bekerja, maka seseorang sudah siap menikah sehingga memiliki keturunan
tidak di usia yang sangat muda.

Nah itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasi
kepadatan penduduk. Upaya-upaya yang telah disebutkan di atas merupakan cara
mengatasi pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia.

2.4. Dampak Negatif dan Positif terhadap ledakan penduduk


2.4.1. Dampak Negatif
a. Berkurangnya Ketersediaan Lahan
Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk
menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi .Pada sisi lain ,luas
tanah atau lahan tidak bertambah.Kepadatan penduduk dapat
mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena
digunakan untuk pemukiman penduduk.

b. Kebutuhan Udara Bersih


Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan
.Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan
oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang
dibutuhkan melalui udara bersih .Udara bersih berati udara yang
tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan
baik.Dengan udara yang bersih akan diperoleh pernapasan yang
sehat.

c. Kerusakan Lingkungan

13
Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi
untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman .Para ahli
lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia yang
alami telah ditebang atau rusak parah .Menigkatnya jumlah
penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya penggunaan
sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan secara liar untuk
dijadikan tanah pertaniaan atau untuk mencari hasil hutan sebagai
mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.

d. Kebutuhan Air Bersih


Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup .Akan tetapi,air
yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih.
Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga
sehari-hari. Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas
yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air
yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan
kesehatan manusia. Syarat fisika yaitu air tetap jernih (tidak brubah
warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air
tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.

e. Kekurangan Makanan
Manusia sebagai mahkluk hidup membutuhan makanan. Dengan
bertambahnya jumlah populasi manusia atau penduduk, maka
jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak.
Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan,
maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju
pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi
pangan makanan. Ketidakseimbangan antara bertambahnya
penduduk dengan bertambahnya produksi pangan sangat
mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat
kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya

14
tahan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit rendah, sehingga
mudah terjangkit penyakit.

2.4.2. Dampak Positif


Secara umum, pertumbuhan penduduk membawa dampak positif
juga bagi manusia. Beberapa dampak positifnya antara lain sebagai
berikut.

1. Tersedianya tenaga kerja untuk meningkatkan produksi dalam


memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
2. Bertambahnya kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan
sehingga berkembang jumlah dan jenis usaha lokal.
3. Meningkatnya investasi atau penanaman modal karena makin
banyak kebutuhan manusia.
4. Meningkatnya inovasi karena penduduk dipaksa untuk
memenuhi kebutuhannya. Misalnya, agar produktivitas lahan
pertaniannya meningkat, manusia mengembangkan pupuk dan
benih unggul untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus
meningkat.

15
BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Ledakan pertumbuhan penduduk akan berdampak pada penyediaan


bahan pangan dunia. Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berpengaruh
pada penyediaan pangan dunia. Tingkat pertumbuhan penduduk dengan
ketersediaan bahan pangan dunia sangat erat hubungannya.

Meningkatnya jumlah penduduk harus disertai dengan jumlah bahan


pangan dunia yang tersedia. Banyaknya penduduk akan mengurangi lahan yang
akan digunakan untuk pertanian, perternakan, dan lahan-lahan untuk produksi
pangan. Dengan berkurangnya lahan hijau di dunia karena banyaknya jumlah
penduduk, maka kualitas alam dalam penyediaan kebutuhan manusia
khususnya pangan semakin menurun sebagai akibat pertumbuhan penduduk.
Sikap pemerintah dan masyarakat yang peduli terhadap keseimbangan antara
pertumbuhan jumlah penduduk dan ketersediaan bahan pangan sangatlah
penting. Sehubungan dengan itu, Indonesia sebagai Negara berkembang di
wilayah Asia pun tidak terlepas dari permasalahan ketersedian bahan pangan.

16
DAFTAR PUSTAKA

https://awalilmu.blogspot.com/2016/01/dampak-positif-dan-negatif-pertumbuhan-
penduduk.html
https://imahagiregion3.wordpress.com/2012/06/04/permasalahan-pertumbuhan-
penduduk/
http://himagristiper.blogspot.com/2013/08/dampak-ledakan-penduduk-aspek-
sosial.html

17