Anda di halaman 1dari 21

Batu empedu

(Gallstones/Cholelithiasis)

Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD


Digestive Surgery Division, Department of Surgery, Faculty of Medicine,
Universitas Gadjah Mada/Dr. Sardjito Hospital
Curriculum Vitae
Dr.dr Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD
Digestive Departement RSUP Dr Sarjito/ Medical Faculty University of Gadjahmada

• Medical Faculty University of Gadjahmada , 2000


• General Surgery at Medical Faculty University of
Gadjahmada/ Sardjito Hospitals, 2006
• Doctoral Program at Medical Faculty University of Brawijaya
2012
• Digestive Surgery at Medical Faculty University of
Airlangga/Soetomo Hospitals, Surabaya, 2013.

• Fellowship in Minimal Access Surgery,New Delhi,India, 2007


• Laparoscopic Colorectal Surgery Course,UMC/ Ho Chi Minh
City,VIETNAM,2014
• Laparoscopic Colorectal and transanal surgery , Lukang Taiwan, 2015
• Laparoscopic Hepato-Pancreatico-Biliary , SNUH Bundang, Korea,2015
• Laparoscopic Colorectal surgery Course, UEG, barcelona,Spain, 2017
• etc
yudahandaya@yahoo.com; www.klinikbedahdigestif.com
Batu empedu
(Gallstones/Cholelithiasis)

Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD


Digestive Surgery Division, Department of Surgery, Faculty of Medicine,
Universitas Gadjah Mada/Dr. Sardjito Hospital
Batu Empedu
• Cairan empedu
dihasilkan oleh hati.
• Kandungan:
1. pigments empedu
2. garam empedu,
3. cholesterol dan
4. lecithin.
• ’Penampung’ cairan
empedu.
• Manfaat mencerna
makanan terutama
makanan berlemak
Batu Empedu
(Cholelithiasis, Gallstones)
• Sering tanpa gejala
• 10-20% Populasi
• Resiko Satu diantara 3
wanita, satu diantara 6
laki-laki
• Nyeri,, radang kantung
empedu (cholesistitis)
Kuning/Ikterus (jaundice)
Lokasi Nyeri
Tipe Batu empedu
batu
Gejala- Komplikasi batu empedu
• Nyeri Kolik.
• Radang kantung dan
saluran empedu.
• Ikterus/Jaundice
• Pancreatitis.
• Ileus (gallstone ileus)
Resiko Terjadinya Batu Empedu?
• 6 F:
– Fat (gemuk),
– Female (perempuan),
– Forty (usia lebih dari 40 tahun),
– Fertile (usia subur),
– Fatty food intolerans (tidak
mampu memecah dan
menyerap makanan berlemak),
dan
– Flatulens (sering buang angin).
Resiko Terbentuknya Batu empedu
• Peningkatan usia.
• Kegemukan/Obesity
• Penurunan berat badan
cepat (diet ketat)
• Keluarga batu empedu
• Diabetes
• Pill kontrasepsi
Menurunkan resiko Batu empedu
• Vegetarian
• overweightmenurunkan berat badab.
Pemeriksaan penunjang USG
Diet Pasien batu empedu

• Makan sehat
 rendah lemak
 menurunkan gejala
• Diet aman (0.5 to 1
kg) per minggu
Diet
• Mengurangi makanan
dengan kadar gula tinggi
• Mengurangi makanan
mengandung lemak
hewani seperti margarin,
keju, daging berlemak, roti
cakes, biskuit.
• Konsumsi lemak nabati
pada minyak kelapa,
minyak zaitun,minyak
bunga matahari dsb.
• Konsumsi tinggi. Buah,
sayur, biji gandum
• Minum Cukup  2 liiter
perhari, air bisa the
herbal.
Penatalaksanaan
• Obat ursodeoxycholic acid (urdafalx)
masih berwujud lumpur

• Operasiletak batu, ukuran dan faktor


lain.
– laparoscopi (Keyhole surgery).
– Open (traditional operation)
Laparoscopic vs open
Paska operasi Batu empedu
• Tidak perlu kantung empedu
untuk proses pencernaan.

• Empedu masih mengalir dari


liver ke usus

• Dapat makan apapun tanpa


keluhan setelah operasi batu
empedu
Buku 31 Penyakit Bedah Saluran Cerna
• Gramedia
• Toga Mas
• On line
• Andi offset
Terimakasih