Anda di halaman 1dari 6

A.

Sejarah Gampong
Asal-Usul Gampong (Legenda) usul GampongRayeukKareung bila dilihat
dari segi bahasa dapat: Karang Besar,Asal diartikan, RayeukKareung berasal dari
Bahasa Aceh yang artinya ditinjau dari kata dan makna dalam terjemahan Bahasa
Indonesia Rayeuk Kareung
bermakna : Karang Besar. Sebelum GampongRayeukKareungdinamai sebagai
gampongRayeukKareung dulunya dinamakan Meunasah Phep, yang artinya
Meunasah rendah, karena pada masa dulu ada Meunasah yang sangat rendah yang
terbuat dari kayu.
GampongRayeukKareung terbentuk sejak tahun 1910, dulunya berada
pada Kabupaten Aceh Utara, namun sejak lahirnya UU No. 2 Tahun 2001 tentang
pembentukan Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001, RayeukKareung menjadi
salah satu Gampong yang berada dalam wilayah Kecamatan Blang Mangat Kota
Lhokseumawe.

B. Kepala Pemerintahan
kepala Pemerintahan adalah seseorang yang memimpin Penyelenggaraan
sebutan untuk Kepala Pemerintah untuk Pemerintah Aceh adalal Keuchik,
Keuchik sangat berperan penting dalam kedudukannya sebagai perpanjangan
tangan negara yang dekat dengan masyarakat.
Untuk gampong rayeuk kareung, keuchik tahun 1990 sampai dengan saat
ini kepala pemerintahan atau sebutan lain keuchik sudah memimpin gampng
rayeuk kareung sebanyak 10 keuchik,untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tabel 2 : Nama – Nama keuchik gampong rayeuk kareung
C. Kepala Dusun
Kepala Dusun merupakan perangkat gampong dari unsur kewilayahan
dalam wilayah Gampong Rayeuk Kareung terbagi kedalam 4 wilayah
perdusunan,4 (empat) wilayah atau dusun tersebut adalah Dusun Merandeh,
Dusun Tengoh, Dusun Alue Glem dan Dusun Cot U.
Tabel 4 : nama dusun dan Nama – Nama kepala Dusun Gampong

Sumber : data Gampong


D. Imum
Imum gampong merupakan salah satu mitra kerja Keuchik yang membidangi
urusan keagamaan, imum Gampong mempunyai tugas sebagai berikut:
1. Mengurus, melenggarakan dan memimpin seluruh kegiatan yang dengan
kemakmuran meunasah.
2. Mengkoordinasikan pelaksanaan Kegiatan keagamaan dan peningkatan
peribadatan serta pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
3. mengurus dan Mengelola harta dan kekayaan agama di wilayah Gampong
yang bersangkutan.
4. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan hari-hari besar Islam
5. Mengurus dan Mengkoordinasikan pelaksanaan Zakat, infaq dan sedekah
dalam wilayah Gampong Yang bersangkutan.
6. Menyusun dan menyampaikan rencana kerja bidang keagamaan dan Syariat
Islam kepada Tuha Peut Gampong Melalui Keuchik.
7. Mengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan-kegiatan guru pengajian dan
kegiatan balai pengajian pada tingkat Gampong;
8. Menjadi Anggota Peradilan adat dan rapat-rapat adat pada tingkat Gampong
9. Menjadi Penasehat pada acara nikah, Talak dan Rujuk diwilayah Gampong
yang bersangkutan.

Adapun susunan nama-nama Imum Gampong dari masa kemerdekaan


sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut:

Tabel : Nama – Nama Imum Gampong


E. Sejarah Pembangunan Gampong
Sejarah pembangunan Gampong sejak zaman Pemerintahan Belanda belum
mengarah dengan baik, hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor finansial masyarakat
pada saat itu, sehingga keberlangsungan pembangunan pada saat itu belum
maksimal, banyak sarana dan prasarana umum yang rusak berat seperti jalan
mengakibatkan arus transportasi masyarakat tidak lancar serta kurangnya
dukungan pemerintah daerah untuk pembangunan ditingkat gampong.sejarah
pembangunan masa lalu Gampong untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel
di bawah ini:

Sumber Data FGD

Selanjutnya sejalan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah,


tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana pembangunan
nasional harus berdasarkan usulan prioritas di tingkat Gampong sebagai sistem
pemerataan Pembangunan daerah serta partisipasi langsung masyarakat dalam
melaksanakan pembangunan baik dibidang infrastruktur, ekonomi maupun
dibidang Sosial budaya.

Dengan adanya dukungan penuh dari permerintah Pusat dan Pemerintah


Daerah terutama dalam hal pendanaan, maka hasil pembangunan ditingkat
Gampong,dapat dinikmati langsung oleh masyarakat sesuai kebutuhan dan usulan
prioritas pembagunan.

F. Wilayah Perencanaan
1. Letak Geografis Gampong
Kebijakan sektoral pembangunan di Kota Lhokseumawe diarahkan untuk
meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat di segala
lapisan secara merata, serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap
pembangunan selanjutnya,sehingga kedepan pelaksanaan pembangunan di
gampong Rayeuk kareung dapat benar-benar mencerminkan keterpaduan dan
keserasian antar program-program sektoral, dengan demikian sumber- sumber
potensi daerah dapat di dioptimalkan dan dapat dikembangkan secara merata.

Pelaksanaan pembangunan tentunya tidak terlepas dari upaya


meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hai ini berkaitan dengan kondisi
ekonomi dan kemakmuran masyarakatnya, dilihat dari tingkat ekonomi
masyarakat, maka pertumbuhan dan perkembangan kecamatan akan sangat
berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan Gampong yang ada
disekitarnya.

G. Kondisi Fisik Dasar Gampong


GampongRayeukKareung yang secara struktural merupakan bagian
integral yang tak terpisahkan dari sistem perwilayahan Kecamatan Blang Mangat,
secara geografis GampongRayeukKareungterletakdisebelah timur Kota
Lhokseumawe dengan luas wilayah 450 Ha yang terbagi menjadi 4 Dusun, yakni
Merandeh, Dusun Teungoh, Dusun Alue Glem, Dusun Cot U. Adapun Batas
wilayah Gampong Rayeuk Kareung Kecaamatan Blang Mangat adalah sebagai
berikut:
 Sebelah Utara Berbatas dengan Gampong Blang Punteut Kec. Blang
Mangat
 Sebelah Timur berbatas dengan Gampong Blang Awew Kec. Syamtalira
Bayu
 Sebelah Selatan berbatas dengan Gampong Asan Kareung Kec. Blang
Mangat
 Sebelah Barat berbatas dengan Gampong Blang Buloh Kec. Blang
Mangat.