Anda di halaman 1dari 3

Nama Anggota : Winda Ayu Dwi Lestari (A 173 001)

Rifdah Fidrilani Rahayu (A 161 001)


Vika Amalia (A 161 011)
Kelas : Reguler Pagi A

Sediaan Injeksi
Dalam sediaan injeksi dan infus umumnya bisa ada 2 – 4 macam perhitungan yaitu
menghitung dapar, tonisitas sediaan, osmolaritas sediaan, dan ekivalensi dosis
elektrolit. Berikut ini akan dijelaskan perhitungan tonisitas dan osmolaritas:
1. TONISITAS
Isotonis, Jika suatu larutan konsentrasinya sama besar dengan konsentrasi
dalam sel darah merah, sehingga tidak terjadi pertukaran cairan di antara
keduanya, maka larutan dikatakan isotoni (ekivalen dengan larutan 0,9%
NaCl).
Isoosmotik, Jika suatu larutan memiliki tekanan osmosa sama dengan tekanan
osmosa serum darah, maka dikatakan isoosmotik (0,9 % NaCl, 154 mmol Cl
perliter).
Hipotonis, Turunnya titik beku kecil, yaitu tekanan osmosanya lebih rendah
dari serum darah, sehingga menyebabkan air akan melintasi membran sel darah
merah yang semipermiabel memperbesar volume sel darah dan menyebabkan
peningkatan tekanan dalam sel. Tekanan yang lebih besar menyebabkan
pecahnya sel sel darah merah. Peristiwa demikian disebut hemolisa.
Hipertonis, Turunnya titik beku besar, yaitu tekanan osmosanya lebih tinggi
dari serum darah, sehingga menyebabkan alr keluar dari sel darah merah
melintasi membran semipermeabel dan mengakibatkan terjadinya penciutan
sel-sel darah merah. Peristiwa demikian disebut plasmolisa.
Untuk menghitung tonisitas sediaan dapat digunakan 3 metode yaitu dengan
metode ekivalensi NaCl (E), Penurunan titik beku (ΔTf) dan Metode Liso.
Dalam prakteknya masing-masing metode dapat dipakai tergantung data zat
aktif dan eksipien yang tersedia. Jika tidak tersedia data E/ Tf, data tersebut
dapat dihitung terlebih dahulu menggunakan metode Liso. Perlu diperhatikan
bahwa hanya zat yang terlarut saja yang berkontribusi dalam tonisitas sediaan.
Metode Liso
Metode ini dipakai jika data E dan ΔTf tidak diketahui. Dengan menggunakan
Lisodapat dicari harga E atau ΔTf zat lalu perhitungan tonisitas dapat dilanjutkan
seperti cara di atas. Hubungan antara Ekivalensi NaCl (E) dengan Liso:

Keterangan: E = Ekivalensi NaCl


Liso = Nilai tetapan Liso zat (lihat tabel)
M = Massa molekul zat
Hubungan antara ΔTf dengan Liso :

ΔTf = Penurunan titik beku


Liso = Nilai tetapan Liso zat (lihat tabel)
m = Bobot zat terlarut (gram)
M = Massa molekul zat
V = Volume larutan (mL)

2. OSMOLARITAS (FI ED. IV HLM. 1020)


Etiket pada larutan yang diberikan secara intravena untuk melengkapi cairan,
makanan bergizi, atau elektrolit dan injeksi manitol sebagai diuretika osmotik
disyaratkan untuk mencantumkan kadar osmolarnya. Keterangan kadar
osmolar pada etiket suatu larutan parenteral membantu untuk memberikan
informasi pada dokter apakah larutan tersebut hipo-osmotik, iso-osmotik, atau
hiper-osmotik. Satuan kadar osmolar = miliosmol (disingkat mOsm) = zat
terlarut per liter larutan. Kadar osmolar ideal dapat ditentukan dengan rumus :
(Lachman, leon, et all, 1993, 2nd edition, hlm. 561).
Osmolaritas adalah cara untuk mengukur kepekatan larutan dengan
menggunakan satuan mol. Natrium dalam NaCl berperan penting dalam
mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Apabila terdapat tiga jenis larutan
garam dengan kepekatan yang berbeda dan di daiamnya dimasukkan sel darah
merah, maka larutan yang mempunyai kepekatan sama yang akan seimbang
dan berdifusi. Larutan NaCl 0,9% merupakan larutan yang isotonik karena
larutan NaCl mempunyai kepekatan yang sama dengan larutan dalam sistem
vaskular. Larutan isotonik merupakan larutan yang mempunyai kepekatan
sama dengan larutan yang dicampur. Larutan hipotonik mempunyai kepekatan
lebih rendah dibanding larutan intrasel.
Apabila terdapat tiga jenis larutan garam dengan kepekatan yang
berbeda dan di dalamnya dimasukkan sel darah merah, maka larutan yang
mempunyai kepekatan sama yang akan seimbang dan berdifusi.
Larutan NaCl 0,9% merupakan larutan yang isotonik karena larutan
NaCl mempunyai kepekatan yang sama dengan larutan dalam sistem vaskular.
Larutan isotonik merupakan larutan yang mempunyai kepekatan sama dengan
larutan yang dicampur. Larutan hipotonik mempunyai kepekatan lebih rendah
dibanding larutan intrasel.