Anda di halaman 1dari 6

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hipertensi dalam kehamilan di

wilayah kerja Puskesmas Cempaka periode Januari – Desember 2018 didapatkan

total 3 kasus. Sampel merupakan ibu hamil yang datang ke Puskesmas Cempaka,

dan telah dilakukan pengukuran tekanan darah, pemeriksaan urine, dan pendatan.

Terdapat 3 klasifikasi hipertensi dalam kehamilan menurut American Congress of

Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang digunakan dalam penelitian ini,

yaitu ibu hamil dengan hipertensi kronis, hipertensi gestasional, dan preeklamsi.7

Preeklampsia
11%

Hipertensi Hipertensi Kronis


Kronis,
44.40%, 45% Hipertensi Gestasional
Hipertensi Preeklampsia
Gestasional,
44.40%, 44%

Gambar 5.1. Angka Kejadian Ibu Hamil Dengan Hipertensi dalam Kehamilan Di
Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Periode Januari - Desember
Tahun 2018.

40
41

Berdasarkan gambar di atas dari seluruh ibu hamil dengan hipertensi

dalam kehamilan didapatkan persentase kasus hipertensi kronis sebesar 44,4%,

hipertensi gestasional 44,4%. Pada ibu hamil dengan preeklamsi hanya didapatkan

2 kasus pada periode Januari-Desember 2018 yaitu sekitar 11,1%.

Angka Kejadian Hipertensi Kronis


3.5
3
3
2.5
2
2
1.5 0
1 1 1
1
0.5
0 0 0 0
0

Angka Kejadian Hipertensi Kronis

Gambar 5.2. Angka Kejadian Ibu Hamil Dengan Hipertensi Kronis Di Wilayah
Kerja Puskesmas Cempaka Periode Januari - Desember Tahun 2018.

Gambar 5.2. di atas menunjukkan angka kejadian ibu hamil dengan

hipertensi periode Januari hingga Desember 2018. Pada bulan Februari hanya

terdapat 1 kasus ibu hamil dengan hipertensi kronis.

Hipertensi kronis menurut ACOG adalah hipertensi yang terjadi sebelum

20 minggu kehamilan atau pada wanita yang telah mengalami riwayat hipertensi

sebelumnya. Hipertensi kronik mempengaruhi kehamilan sekitar 5% dan dapat

menimbulkan risiko dua kali lebih besar terjadinya preeklamsia. Hipertensi kronik
42

ini harus dilakukan konfirmasi tekanan darah selama 24 jam, sehingga

pengukuran tekanan darah di rumah sangat diutamakan.7,31,32,33

Peningkatan prevalensi hipertensi kronis pada ibu hamil dengan usia diatas

35 tahun diketahui meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia dikemudian hari.

Kebanyakan wanita hamil dengan hipertensi kronis disebabkan karena hipertensi

esensial atau dikenal dengan primary hypertension, dan sekitar 10% memiliki

masalah di ginjal dan system endokrin (hipertensi sekunder). Hipertensi kronis

mudah didiagnosis jika wanita hamil yang datang melakukan kunjungan sudah

pernah memeriksakan tekanan darahnya sebelum kehamilan terjadi. Jika tidak ada

riwayat pemeriksaan sebelum kehamilan maka tekanan darah yang meningkat

sebelum kehamilan 20 minggu dapat menjadi penegakkan diagnosis.7

Superimposed preeclampsia terjadi pada 13-40% wanita dengan hipertensi

kronis. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Vanek et al tahun 2004 terhadap

1807 wanita hamil dengan hipertensi kronis tanpa komplikasi bahwa, wanita

dengan hipertensi kronis meningkatkan risiko persalinan dengan section sesarean

dan kejadian perdarahan post partum dibanding wanita tanpa hipertensi. Efek bagi

janin menurut penelitian didapatkan bahwa wanita hamil dengan hipertensi kronis

meningkatkan risiko kematian janin.32,34,35,36


43

Angka Kejadian Hipertensi Gestasional


2.5
2 2 2
2

1.5
1 1 1
1

0.5
0 0 0 0
0

Angka Kejadian Hipertensi Gestasional

Gambar 5.3. Angka Kejadian Ibu Hamil Dengan Hipertensi Gestasional Di


Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Periode Januari - Desember
Tahun 2018.

Berdasarkan gambar 5.3 di atas angka kejadian ibu hamil dengan

hipertensi gestasional periode Januari hingga Desember 2018 berjumlah 2 kasus.

Angka kejadian tertinggi berada pada bulan April sebanyak 2 kasus.

Hipertensi gestasional ditandai dengan meningkatnya tekanan darah

setelah 20 minggu kehamilan dan tidak ditandai dengan adanya proteinuria atau

gejala sistemik lainnya, dan biasanya akan normal kembali setelah kelahiran.

Kegagalan tekanan darah untuk menjadi kembali normal setelah kelahiran

merupakan tanda dari terjadinya hipertensi kronis. Hipertensi gestasional

merupakan kondisi yang sementara, jarang menimbulkan komplikasi, namun

sebagian kecil dapat menjadi hipertensi kronis dan preeklamsia.7


44

Angka Kejadian Preeklamsi


1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0

Angka Kejadian Preeklamsi

Gambar 5.4. Angka Kejadian Ibu Hamil Dengan Preeklamsi Di Wilayah Kerja
Puskesmas Cempaka Periode Januari – Desember Tahun 2018.

Angka kejadian ibu hamil dengan preeklamsi periode Januari hingga

Desember 2018 berdasarkan gambar 5.3 adalah 0 kasus atau tidak terdapat

hipertensi pada ibu hamil dengan pemeriksaan protein urin positif.

Preeklamsia adalah bentuk hipertensi dalam kehamilan yang disertai

kelainan multisistem. Biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu bahkan

mendekati persalinan. Preeklamsia merupakan onset baru munculnya hipertensi

yang disertai proteinuria. Meskipun dua hal ini merupakan kriteria klasik untuk

mendiagnosis preeklamsia namun beberapa wanita mengalami preeklamsia tanpa

adanya proteinuria. Untuk menegakkan diagnosis ini maka diambil kriteria adanya

hipertensi yang disertai gangguan mutisistem seperti trombositopenia, gangguan

fungsi hati, adanya insufisiensi ginjal, edema paru, atau gangguan fungsi otak dan

visual. Gambar 3.4 menunjukkan kriteria diagnosis preeklamsi menurut ACOG.7


45

Gambar 3.4. Kriteria Diagnostik Preeklamsia7