Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL APPRAISAL

PAPER 1. Treatment of hospital-acquired pneumonia with linezolid or vancomycin:a


systematic review and meta-analysis

1. Apakah pertanyaan penelitian didefinisikan dengan jelas dan spesifik?


Ya, pertanyaan didefinisikan secara jelas dalam bentuk PICO yaitu,
P : pasien HAP (Hospitalized-acquired Pneumonia)
I : Pemberian Linezolid
C : Vancomycin
O : penggunaan klinis dan eradikasi mikrobial

2. Apakah studi-studi yang dilibatkan dalam review dan meta analisis menggunakan
desain yang sesuai untuk menjawab pertanyaan yang diajukan?
Ya, desain penelitian yang digunakan adalah RCT (Randomised Controlled Trial)

3. Apakah strategi pencarian artikel yang relevan dinyatakan dengan jelas?


Ya, pencarian literatur secara sistematik dilakukan selama bulan April 2013
menggunakan MEDLINE/PubMed, EMBASE, and Cochrane Library oleh seorang
profesional pustakawan dan salah satu penulis.

4. Apakah dilakukan penilaian terhadap kualitas studi-studi yang dilibatkan dalam


review dan meta analisis?
Ya, kualitas setiap percobaan dievaluasi dengan kriteria Jadad.Setiap analisis
disesuaikan dengan desain studi kedalam software untuk memastikan tidak adanya
bias. Software yang digunakan adalah Comprehensive Meta-Analysis V.2.0 (Biostat,
Englewood, New Jersey, USA). Regresi Egger dan metode Begg and Mazumdar
digunakan untuk mengevaluasi adanya bias publikasi.

5. Apakah hasil yang diinginkan konsisten antar studi-studi yang dilibatkan?


Ya, semua hasil dilaporkan dengan model random-efek, metode statistik Q untuk
menilai heterogenitas dan I-square yang digunakan untuk mengevaluasi
inkonsistensi antar percobaan. Diperoleh nilai I2 sebesar 0 dimana studi yang
digunakan homogen dan konsisten.

6. Apa hasil keseluruhan dari meta analisis?


9 RCT dengan 4026 pasien dilibatkan dalam studi ini. Nilai RD (risk difference) untuk
kematian absolut antara linezolid dan vankomisin sebesar 0,01% (95% CI antara
2,1%-2,1%; p=0,992; I2=13,5%). Nilai RD untuk respon klinis sebesar 0,9% (95% CI
antara 1,2%-3,1%; p=0,409; I2=0%). Resiko kedua mikrobiologikal (RD=5,6%; 95%
CI 2,2%-13,3; p=0,159; I2=0%). Resiko MRSA (RD=6,4%; 95% CI 4,1%-16,9%;
p=0,230; I2=0%) eradikasi tidak menunjukkan perbedaan antara linezolid dan
vankomisin. Efek gastrointestinal lebih banyak terjadi pada pasien dengan linezolid
(RD=0,8%; 95% CI 0%-1,5%; p=0,05) tetapi tidak ditemukan perbedaan pda
penyakit gagal ginjal, trombositopenia dan penghentian obat karena adanya ADR.
Sample ini menghasilkan kekuatan statistik sebesar 99,9% untuk mendeteksi adanya
perbedaan antara obat mengenai respon klinis dan mortaliti.
7. Seberapa signifikan dan presisi hasilnya?
Hasil yang diperoleh kurang signifikan dan presisi karena nilai p>0,05 untuk interval
kepercayaan 95%.

8. Apakah hasil dapat diterapkan pada populasi lokal?


Ya, Berdasarkan riview hasil dapat diterapkan pada beberapa populasi lokal yang
memiliki kondisi klinis dan kriteria yang sesuai dengan studi.

9. Apakah seluruh outcomes penting untuk dipertimbangkan?


Ya, karena tidak serta merta seluruh hasil yang diperoleh dapat diterapkan untuk
seluruh pasien HAP.

10. Apakah manfaat yang diperoleh senilai dengan bahaya dan biaya?
Tidak, manfaat yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan bahaya yang akan
ditimbulkan. Dengan adanya riview ini akan memudahkan dalam pengambilan
keputusan terapi.
PAPER 2. Linezolid versus vancomycin or teicoplanin for nosocomial pneumonia: meta-
analysis of randomised controlled trials

1. Apakah pertanyaan penelitian didefinisikan dengan jelas dan spesifik?


Ya,
P : pasien nosokomial pneumonia
I : pemberian linezolid
C : vankomisin atau teicoplanin
O : penggunaan klinis dan eradikasi mikrobial

2. Apakah dilakukan penilaian terhadap kualitas studi-studi yang dilibatkan dalam


review dan meta analisis?
Ya, percobaan yang masuk dalam meta-analisis dilakukan validasi oleh dua
reviewer. Data yang direview mencapai mufakat jika tidak ditemukan perbedaan.
Reviewer mencatat dan memeriksa karakteristik percobaan dan hasil, metode Jadad
digunakan untuk memeriksa reliabilitas dari RCT.

3. Apakah strategi pencarian artikel yang relevan dinyatakan dengan jelas?


Ya, pencarian literatur dilakukan melalui Cochrane Central Register of Controlled
Trial, MEDLINE, dan EMBASE. Subjek yang dimasukkan yaitu linezolid, vankomisin
or teicoplanin, pneumonia. Hanya RCT yang melibatkan pasien nosokomial
pneumonia dan diterbitkan pada november 2012 yang dilibatkan dalam review.

4. Apakah studi-studi yang dilibatkan dalam review dan meta analisis menggunakan
desain yang sesuai untuk menjawab pertanyaan yang diajukan?
Ya, desain studi yang digunakan adalah RCT (randomised controlled trials)

5. Apakah hasil yang diinginkan konsisten antar studi-studi yang dilibatkan?


Ya, heterogenitas antar uji coba dinilai menggunakan Chi-square dan I2 statistik.
Hasil dianggap konsisten jika nilai statistik Chi-square dengan nilai p<0,1.

6. Apa hasil keseluruhan dari meta analisis?


Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok dalam
pengobatan pneumonia nosokomial dalam hal penggunaan klinis dengan nilai resiko
relatif (RR)= 1,08; 95% CI 1-1,17; p=0,06. Linezolid terbukti lebih baik dalam hal
eradikasi mikrobial dibanding antibiotik glikopeptid (RR=1,16; 95% CI 1,03-1,31;
p=0,01). Tidak ada perbedaan dalam semua penyebab kematian (RR=0,95; 95% CI
0,83-1,09; p=0,46). Namun, resiko ruam (RR = 0,41, 95% CI = 0,24-0,71, p = 0,001)
dan disfungsi ginjal (RR = 0,41, 95% CI = 0,27-0,64, p <0,0001) lebih tinggi dengan
antibiotik glycopeptide.

7. Seberapa signifikan dan presisi hasilnya?


Hasil bisa dikatakan signifikan karena memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan nilai
p<0,05.

8. Apakah hasil dapat diterapkan pada populasi lokal?


Ya, Berdasarkan riview hasil dapat diterapkan pada beberapa populasi lokal yang
memiliki kondisi klinis dan kriteria yang sesuai dengan studi.
9. Apakah seluruh outcomes penting untuk dipertimbangkan?
Ya, karena tidak serta merta seluruh hasil yang diperoleh dapat diterapkan untuk
seluruh pasien pneumonia nosokomial.

10. Apakah manfaat yang diperoleh senilai dengan bahaya dan biaya?
Tidak, manfaat yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan bahaya yang akan
ditimbulkan. Dengan adanya riview ini akan memudahkan dalam pengambilan
keputusan terapi.
PAPER 3. Linezolid versus vancomycin for the treatment of suspected methicillin-resistant
Staphylococcus aureus nosocomial pneumonia: a systematic review employing meta-
analysis

1. Apakah pertanyaan penelitian didefinisikan dengan jelas dan spesifik?


Ya,
P : pasien pneumonia nosokomial
I : pemberian linezolid
C : vankomisin
O : penggunaan klinis dan eradikasi mikrobial

2. Apakah dilakukan penilaian terhadap kualitas studi-studi yang dilibatkan dalam


review dan meta analisis?
Ya, kualitas dari literatur dievaluasi menggunakan Jadad score (rentang nilai 2-5
poin, dimana semakin tinggi poin maka kualitas literatur semakin tinggi pula).

3. Apakah strategi pencarian artikel yang relevan dinyatakan dengan jelas?


Ya, pencarian literatur dilakukan dengan PubMed, EMBASE, MEDLINE, dan
Cochrane Central Register of Controlled Trials. Pencarian dilakukan pada bulan
Maret 2014. Selain itu juga, dicari abstrak yang diterbitkan dari jurnal internasional
utama yang dijalankan oleh CHEST dan American Thoracic Society.

4. Apakah studi-studi yang dilibatkan dalam review dan meta analisis menggunakan
desain yang sesuai untuk menjawab pertanyaan yang diajukan?
Ya, desain studi yang digunakan adalah RCT

5. Apakah hasil yang diinginkan konsisten antar studi-studi yang dilibatkan?


Tidak, karen didapat nilai I2 kurang dari 30% yaitu 0% yang mana artinya
heterogenitas tinggi antar studi.

6. Apa hasil keseluruhan dari meta analisis?


Sembilan RCT dengan 2618 pasien pneumonia terlibat dalam studi ini. Linezolid
terbukti tidak memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan vankomisisn
dalam penggunaan klinis pada pasien dengan MRSA (RR=1,16; 95% CI 0,95-1,43;
p=0,15). Dibandingkan dengna vankomisin linezolid tidak memiliki perbedaan secara
keseluruhan dalam eradikasi mikrobial (RR=1,12; 95% CI 0,96-1,30; p=0,15) dan
eradikasi MRSA (RR=1,16; 95% CI 0,93-1,45; p=0,19). Akan tetapi kejadian
nefrotoksik lebih banyak terjadi pada pasien yang mengkonsumsi vankomisisn
(RR=0,50; 95% CI 0,31-0,81; p=0,005), namun tidak ditemukan perbedaan dalam
penyebab kematian, trombositopenia, efek saluran pencernaan dan penghentian
obat karena adanya ADR.

7. Seberapa signifikan dan presisi hasilnya?


Hasil tidak signifikan diliat dari nilai kepercayaan, jika kepercayaan 95% dengan
p<0,1 maka hasil signifikan. Dalam studi ini tingkat kepercayaan 95% dengan nilai
p=0,15.
8. Apakah hasil dapat diterapkan pada populasi lokal?
Ya, Berdasarkan riview hasil dapat diterapkan pada beberapa populasi lokal yang
memiliki kondisi klinis dan kriteria yang sesuai dengan studi.

9. Apakah seluruh outcomes penting untuk dipertimbangkan?


Ya, karena tidak serta merta seluruh hasil yang diperoleh dapat diterapkan untuk
seluruh pasien pneumonia nosokomial.

10. Apakah manfaat yang diperoleh senilai dengan bahaya dan biaya?
Tidak, manfaat yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan bahaya yang akan
ditimbulkan. Dengan adanya riview ini akan memudahkan dalam pengambilan
keputusan terapi.