Anda di halaman 1dari 20

SKENARIO

BADANKU GATAL-GATAL

Anak RA, 8 tahun diantar ibunya ke dokter , tubuhnya bentol-bentol merah ,gatal dan panas
sejak satu hari yang lalu . walaupun sudah ditaburkan bedak , namun gatal belum juga hilang.
Keluhan dirasakan semakin memberat. Dari anamnesis diketahui , sianghari sebelum anak
RA makan udang. Anak RA belum minum obat apapun untuk menghilangkan keluhan .
keluhan serupa juga pernah dirasakan sekitar 2 bulan yang lalu setelah anakRA makn
seafood. Saat masih bayi , anak RA juga pernah menderita kemerahan di kulit ketika diberika
susu bantu , kemerahan hilang setelah ASI dilanjutkan dan susu bantu dihentikan. Dokter
juga memperoleh informasi bahwa ibu anak RA memiliki riwayat penyakit asma dan
terkadang juga mengalami hal yang sama seperti anak RA setelah makan makanan tertentu .
apa yang terjadi dengan anak RA ?

1
I. KLARIFIKASI ISTILAH

1. Bentol : Bercak-bercak yang menonjol yang berwarna meraah dari


kulit akibat reaksi vaskular lapisan dermis
2. Gatal : Sensasi tidak menyenangkan sehingga menimbulkan hasrat
ingin menggaruk
3. Bedak : Magnesium silikan hidrosa alamiah yang dimurnikan untuk
pemakaian luar
4. Anamnesis : Suatu hubungan komunikasi antara pasien/tenaga kesehatan
dengan pasien mengenai keadaan kesehatan pasien yang
bertujuan untuk memperoleh data/informasi tentang riwayat
penyakit pasien berdasarkan ingatan pasien dan ingatan
immunologi
5. Obat : Bahan atau paduan yang termasuk produk biologi yang
digunakan untuk mempengaruhi sistem fisiologi atau patologi
dalam rangka menegakkaan diagnosis dan pemulihan
6. Asma : Penyempitan pada bronkiolus yang menyebabkan kontraksi
spasme selanjutnya berlanjut menjadi dispenea proksimal
berulang (mengik)
7. Susu bantu : Susu yang dibuat dari berbagai bahan yang komposisi nya
diubah sebagai susu formulasi sebagai pengganti ASI

2
II. IDENTIFIKASI MASALAH

1. Bagaimana mekanisme bentol-bentol , merah dan panas ?


2. Kenapa setelah ditaburkan bedak tetap gatal ?
3. Bagaimana hubungan mengkonsumsi udang dengan keluhan anak RA ?
4. Bagaimana cara anamnesis yang baik dan benar ?
5. Bagaimana hubungan keluhan hipersensivitas dahulu dan keluhan
hipersensivitas sekarang?
6. Mengapa keluhan hilang saat pemberian asi dan susu bantu dihentikan ?
7. Apa kandungan susu formula atau bantu dan asi?
8. Bagaimana hubungan riwayat asma ibu dan keluhan yang sama pada anak RA
?
9. Bagaimana mekanisme alergi, faktor penyebab, terapi dan hubungan dengan
keluhan anak ?
10. Apa saja tipe-tipe hipersensitivitas dan jenis hipersensisivitas yang diderita
anak RA ?
11. Apa saja jenis-jenis asma ?

3
III. ANALISIS MASALAH

1. Bagaimana mekanisme bentol-bentol , merah dan panas ?

: Bentol-bentol merah, gatal, dan panas merupakan gejala dari inflamasi

yang diakibatkan oleh pelepasan mediator kimiawi berupa histamin. Hal tersebut

diakibatkan oleh reaksi hipersensitivitas tipe cepat. Alergen yang paling sering

merangsang hipersensitivitas tipe cepat adalah butir-butir serbuk

sari, sengatan lebah, penisilin, makanan tertentu, kapang, debu, dan bulu

binatang. Alergen-alergen tersebut mencetuskan sintesis antibody IgE. Sewaktu

individu dengan kecenderungan alergi terpajan pertama kali ke alergen tertentu,

sel-sel B kompatibel mensintesis antibody IgE yang spesifik untuk allergen

tersebut.Yang lebih penting, juga dibentuk sel-sel pengingat(sel B-Memori ) yang

bersiap untuk melancarkan respons yang lebih kuat pada pajanan ulang ke

allergen yang sama.Bagian ekor antibody ini melekat ke sel mast dan bosofil.

Pengikatan allergen yang sesuai dengan antibody IgE yang melekat tersebut

mencetuskan pengeluaran beberapa zat perantara kimiawi dari sel mast dan

basophil yang bersangkutan. Sebuah sel mast/basophil mungkin dilapisi

oleh sejumlah antibody IgE yang berbeda-beda ,yang masing-masing mampu

berikatan dengan alergen yang berbeda. Dengan demikian , sel mast dapat dipicu

untuk mengeluarkan produk-produk kimiawinyaoleh salah satu dari sejumlah

alergen berbeda, produk-produk kimiawi tersebut seperti histamine , slow

reactivesubstance of anaphylaxix (SRS-A) dan faktor kemotaksis eosinophil.

a. Bentol merah : akibat pelepasan histamin yang menyebabkan vasodilatasi

pembuluh darah yang mengakibatkan kulit menjadi merah. Bentoldiakibatkan

oleh meningkatnya permeabilitas pembuluh darah yangmengakibatkan bocornya

4
protein dari pembuluh darah ke jaringan intersisial sehingga terbentuklah tumor

(bentol).

 Gatal : ketika sel mast menghasilkan histamine, ia langsung dapat

mensensitisasi ujung serabut saraf C yang berada di bagian superficial kulit.Saraf

C termasuk saraf tak bermielin yang juga berfungsi sebagai reseptor rasageli.

Setelah impuls diterima oleh saraf C, impuls diteruskan ke serabut radiksdorsalis

kemudian diteruskan menuju medulla spinalis. Pada komisura anterior medulla

spinalis impuls menyilang ke kolumna alba anterolateral sisi berlawanan.

Kemudian naik ke batang otak atau thalamus untukdiinterpretasikan sebagai

sensasi gatal.

 Panas: keadaan panas diakibatkan oleh vasodilatasi pembuluh darah

yang mengakibatkan aliran darah meningkat ke daerah tersebut, yang telah kita

ketahui bahwa semakin banyak aliran darah ke daerah tersebut semakin

meningkat juga suhu di daerah tersebut.

2. Mengapa setelah ditaburkan bedak tetap gatal ?

: Bedak atau talk adalah magnesium silikat (3MgO.4SiO2.H2O)yang

mengandung asam salsilat 2% dan talk 98%. Asam salsilat mengandung

bakteriostatik, fungsida, keratolitik dan mengandung sensai menthol yang

nantinya akan mengalihkan reseptor. Ini merupakan bahan dasar dari macam

formulasi bedak atau talk. Yang mempunyai sifat mudah menyebar yang sangat

baik untuk obat pemakaian luar yang hanya bisa mengatasi biang keringat ,

mendinginkan kulit dan mengurangi rasa gatal akibat gigitan nyamuk pada

permukaan kulit. Sehingga bedak atau talk yang ditaburkan pada An.RA tidak

memunculkan reaksi karena bedak atau talk bukan untuk

obat alergi makanan hanya untuk obat pemakaian luar.

5
Bedak merupakan sediaan topikal berbentuk padat terdiri atas talcum

venetum dan oxydum zincicum dalam komposisi yang sama. Bedak memberikan

efek sangat superfisial karena tidak melekat erat sehingga hampir tidak

mempunyai daya penetrasi. Oxydum zincicum merupakan suatu bubuk halus

berwarna putih bersifat hidrofob. Talcum venetum merupakan suatu magnesium

polisilikat murni, sangat ringan. Dua bahan ini dipakai sebagai komponen bedak,

bedak kocok dan pasta. Oxydum zincicum sebagai komponen bedak bekerja

menyerap air, sehingga memberi efek mendinginkan. Komponen talcum

mempunyai daya lekat dan daya slip yang cukup besar.

Bedak tidak dapat berpenetrasi ke lapisan kulit karena komposisinya yang

terdiri dari partikel padat, sehingga digunakan sebagai penutup permukaan kulit,

mencegah dan mengurangi pergeseran pada daerah intertriginosa.Oleh karena

gatal yang di rasakan oleh An.RA disebabkan oleh alergi, maka bedak talk tidak

akan memberikan dampak saat deberikan karena bedak talk bekerja superficial,

sedangkan sumber alergi An.R yang menyebabkan gatal berada di deep/profunda.

3. Bagaimana hubungan mengkonsumsi udang dengan keluhan anak RA ?

: Didalam udang terdapat senyawa chitosan, yaitu senyawa protein penyebab

alergi yang diproduksi secara masal dibagian kulit udang. Chitosan memicu produksi

immunoglobulin E untuk menetralisir chitosan, kemudian menempel pada permukaan

sel mast yang kemudian berinteraksi dan mengeluarkan histamine atau mediator-

mediator lain sehingga menyebabkan timbulnya keluhan yang dialami oleh dina yaitu

bentol-bentol merah, terasa gatal dan panas.

6
4. Bagaimana cara anamnesis yang baik dan benar ?

: Anamnesis merupakan suatu hubungan komunikasi antara dokter/tenaga

kesehatan dengan pasien mengenai keadaan kesehatan pasien.

Anamnesis terbagi menjadi dua yaitu :

1) Autoanamnesis yaitu anamnesis dengan melakukan komunikasi berupa

wawancara mengenai keadaan kesehatan pasien dengan pasien sendiri.

2) Heteroanamnesis yaitu dengan melakukan komunikasi berupa wawancara

mengenai keadaan kesehatan pasien dengan orang yang dianggap mengerti

tentang keadaan pasien.

Anamnesis yang baik harus mengacu pada pertanyaan yang sistematis, yaitu

dengan berpedoman pada empat pokok pikiran (The Fundamental Four) dan tujuh

butir mutiara anamnesis (The Sacred Seven).

Yang dimaksud dengan empat pokok pikiran, adalah melakukan anamnesis

dengan caramencari data :

1) Riwayat Penyakit Sekarang

Hal ini meliputi keluhan utama dan anamnesis lanjutan. Keluhan utama adalah

keluhan yang membuat seseorang datang ke tempat pelayanan kesehatan

untuk mencari pertolongan, misalnya : demam, sesak nafas, nyeri pinggang,

dll. Keluhan utama ini sebaiknya tidak lebih dari satu keluhan.

2) Riwayat Penyakit Dahulu

Ditanyakan adakah penderita pernah sakit serupa sebelumnya, bila dan kapan

terjadinya dan sudah berapa kali dan telah diberi obat apa saja, serta mencari

penyakit yang relevan dengan keadaan sekarang dan penyakit kronik

(hipertensi, diabetes mellitus, dll), perawatan lama, rawat inap, imunisasi,

riwayat pengobatan dan riwayat menstruasi (untuk wanita).

7
3) Riwayat Penyakit Keluarga

Anamnesis ini digunakan untuk mencari ada tidaknya penyakit keturunan dari

pihak keluarga (diabetes mellitus, hipertensi, tumor, dll) atau riwayat penyakit

yang menular.

4) Riwayat sosial dan ekonomi

Hal ini untuk mengetahui status sosial pasien, yang meliputi pendidikan,

pekerjaan pernikahan, kebiasaan yang sering dilakukan (pola tidur, minum

alkohol atau merokok, obatobatan, aktivitas seksual, sumber keuangan,

asuransi kesehatan dan kepercayaan).

Sebelum melakukan anamnesis lebih lanjut, pertama yang harus ditanyakan

adalah identitas pasien, yaitu umur, jenis kelamin, ras, status pernikahan, agama dan

pekerjaan.

Tujuh butir mutiara anamnesis (The Sacred Seven) yaitu :

1. Lokasi (dimana ? menyebar atau tidak ?)

Seorang pasien yang datang perlu ditanyakan dimana letak sakitnya dan

perlu ditanyakan lebih lanjut dimana tepatnya letak sakit yang dimaksud,

jika perlu minta pasien untuk menunjuk dengan tangannya bagian mana

yang paling sakit dan penjalarannya ke arah mana.

2. Onset / awitan dan kronologis (kapan terjadinya? berapa lama?)

Perlu ditanyakan kapan mulai timbulnya sakit atau sudah berlangsung

berapa lama. Apakah keluhan itu timbul mendadak atau perlahan-lahan,

hilang timbul atau menetap. Apakah ada waktu-waktu tertentu keluhan

timbul.

8
3. Kuantitas keluhan (ringan atau berat, seberapa sering terjadi ?)

Bagaimana rasa sakit yang dialami penderita harus ditanyakan, misalnya

rasa sakit yang tajam (jelas) seperti rasa panas, terbakar, pedih, diiris,

tertusuk, menunjukkan inflamasi organ. Rasa sakit yang tumpul (dull)

seperti diremas, kramp, kolik, sesuatu yang bergerak biasanya

menunjukkan proses pada organ yang berongga (saluran cerna, empedu).

Rasa sakit yang khas menunjukkan organ padat (hati, pankreas).

4. Kualitas keluhan (rasa seperti apa ?)

Ditanyakan seberapa berat rasa sakit yang dirasakan penderita. Hal ini

tergantung dari penyebab penyakitnya, tetapi sangat subjektif, karena

dipengaruhi antara lain kepekaan seorang penderita terhadap rasa sakit,

status emosi dan kepedulian terhadap penyakitnya.

Dapat ditanyakan apakah ssakitnya ringan, sedang atau berat. Apakah

sakitnya mengganggu kegiatan sehari-hari, pekerjaan penderita atau

aktifitass fisik lainnya.

5. Faktor-faktor yang memperberat keluhan.

Ditanyakan adakah faktor-faktor yang memperberat sakit, seperti aktifitas

makan, fisik, keadaan atau posisi tertentu. Adakah makanan/minuman

tertentu yang menambah sakit, seperti makanan pedas, asam, kopi, alkohol

panas, obat dan jamu.

6. Faktor-faktor yang meringankan keluhan.

Ditanyakan adakah usaha penderita yang dapat meringankan rasa sakit,

misalnya dengan minum obat, posisi membungkuk atau istirahat.

9
7. Analisis sistem yang menyertai keluhan utama.

Perlu ditanyakan keluhan-keluhan lain yang timbul menyertai dan faktor

pencetusnya.

Tahap – tahap anamnesis terdiri atas:

1. Initial exploration : Berisi keluhan utama pasien.

2. Further exploration : Untuk menggali lebih dalam mengenai keluhan pasien,

baik dari sisi penyakit maupun perspektif pasien.

3. Essential background information.

Isi (content) yang terdiri atas :

1. Disease framework

2. Illness framework

Dari dua bagan di atas dapat kita lihat pula bahwa tujuh butir mutiara

anamnesis (The Sacred Seven) merupakan bagian dalam ”disease framework”, dan

berguna untuk mencari kemungkinan penyakit apa yang diderita pasien.

Untuk empat pokok pikiran (The Fundamental Four) dapat kita jabarkan sebagai

berikut : Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) bagian dari ”initial exploration”, Riwayat

Penyakit Dahulu (RPD), Riwayat Kesehatan Keluarga serta Riwayat Sosial dan

Ekonomi merupakan bagian dari ”essential background information”.

10
5. Bagaimana hubungan keluhan hipersensivitas dahulu dan keluhan
hipersensivitas sekarang?

:CHIKA

6. Mengapa keluhan hilang saat pemberian asi dan susu bantu dihentikan ?

Kandungan Kolestrum ASI ASI Susu


Transisi Matur Formula
Energi 58 63,0 65,0 65
Protein 23 0,9 0,9 3,4
- Kasein - 1:1,5 - 1:1,2
- Kasein 140 187 - -
- Laktamil 218 161 - -
- Laktoferin 330 167 -
- IgA 364 - 142 -
- Laktosa 5,3 7,3 7,0 4,8
- Lemak 2,9 4,2 3,8 3,9

Vitamin
- Vitamin A 151 75 67 41
- Vitamin B1 1,9 14 43
- Vitamin B2 30 40 26 145
- Vitamin B12 30 0,1 4,0 0,6
- Vitamin C 5,9 5 0,05 1,1
- Vitamin D - 0,04 0,02
- Vitamin Z 1,5 0,25 0,21 0,07
- Vitamin K - 1,5 6
Mineral
- Kalsium 39 35 0,2 130
- Klorin 85 40 28 108
- Tembaga 40 40 14
- Zat Besi 70 100 40 70
- Magnesium 4 4 0,6 12

11
- Fosfor 14 15 15 120
- Potassium 74 57 145
- Sodium 48 15 50
- Sulfur 22 14 30

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ASI mengandung IgA yang berfungsi

memblokade IgE sehingga IgA yang berikatan dengan sel mast dan basofil sehingga

tidak menginduksi pecahnya histamin. ASI juga membantuk keseimbangan TH1 dan

TH2 yang memproduksi IgA. ASI mengandung laktosa yang berubah menjadi asam

laktat, yang berfungsi meghambat bakteri pathogen di usus.

Terkandung komposisi yang pas untuk kebutuhan setiap bayi sesuai dengan

perkembangan dan kebutuhannya. ASI sangat baik untuk pencernaan bayi yang belum

sempurna karena ASI dapat mendorong bakteri baik pada usus dan mengurangi resiko

infeksi pernafasan dan pencernaan. ASI juga berperan dalam membangun sistem

imun tubuh pada bayi dan promositoleransi oral.

7. Apa kandungan susu formula atau bantu dan asi?

Komposisi air susu Konsentrasi laktosa pada air susu manusi kira-kira 50%

lebih banyak dari pada air susu sapi tetapi konsentrasi protein dalam susu sapi

biasanya 2 kali lebih besar dari pada dalam air susu manusia. Sepertiga, abu yang

mengandung kalsium dan mineral-mineral lain ditemukan dalam iar susu manusia jika

dibandingkan air susu sapi. Puncak laktasi seorang ibu, 1,5 liter air susu dapat

terbentuk setiap hari dengan derajat laktasi ini, sejumlah besar energy dialirkan dari

ibu sekitar 650-750 Kal/L terkandung dalam air susu ibu. Sejumlah besar zat

metabolic keluar dari ibu. Misalnya, sekitar 50 gram lemak masuk ke air susu setiap

hari diamping sekitar 100 gram laktosa. Selain itu, 2-3 gram kalsium fosfat oleh

payudara yang menyusui sering akan jauh lebih besar dari pada asupan zat-zat ini

12
kecuali ibu bila ibu minum susu dalam jumlh besar dan mendapat asupan vitamin D

yang cukup.

13
8. Bagaimana hubungan riwayat asma ibu dan keluhan yang sama pada anak

RA ?

9. Bagaimana mekanisme alergi, faktor penyebab, terapi dan hubungan dengan

keluhan anak ?

1. Definisi

Alergi adalah sebuah kondisi dimana tubuh memiliki respon yang berlebihan

terhadap suatu zat. Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas tipe I, dimana reaksinya

diperantari oleh IgE.

2. Mekanisme terjadinya alergi

Alergen menembus barier I  ditangkap sel makrophage, sel dendritik,

kupffer (sebagai APC)  dipersentasikan kepada sel T helper (APC

menghasilkan reseptor HLA yang dipersentasikan ke sel CD4)  T heper

berdiferensias menjadi TH2  dihasilkan IL4, IL13  aktivitas limfosit B 

mengeluarkan IgE  menempel pada sel mass, basofil  alergen menempel

secara spesifik, degranulasi sel, mengeluarkan mediator-mediator yang dapat

menyebabkan reaksi alergi . Reaksi ini menyebabkan gangguan lokal maupun

sistemik sebagai berikut :

 Reaksi lokal

Terjadi bila alergen terbatas pada tempat tertentu sesuai jalur pemajanannya yaitu:

- Kulit (kontak) : urtikaria eritema dan gatal

- Traktus gastrointestinal (ingesti) : diare

- Paru (bronkokonstriksi) : sesaf nafas dan mengi

14
 Reaksi sistemik

Pajanan terhadap alergen dapat menyebabkan vasodilatasi sistemik yang berakibat

pada kegagalan sirkulasi dan berujung pada kematain segera. Reaksi ini disebut

shock anafilaktik. Kerja mediator-mediator sel mass dalam menimbulkan reaksi

alergi yaitu:

a. Infiltrasi sel

Sitokin (TNF), leukotrien B4, faktor kemotaksin, eusinofil pada anafilaksis,

faktor kemotaksis neutrofil pada anafilaksis, faktor pengaktivasi trombosit.

b. Vasoaktif (Vasodilatasi, meningkatnya permeabilitas vaskuler)

Histamin, faktor pengaktivasi trombosit, leukoterien C4, B4, E4, protease

netral yang mengaktivasi komplemen dan kinin, prostaglandin D2.

c. Spasme otot polos (salah satu efenya dari diare)

Leukoterien C4, D4, E4, histamin, prostaglandin, faktor pengaktivasi

trombosit.

d. Peningkatan sekresi mukus

Histamin dan prostaglandin D2

 Factor-faktor pemicu alergi

a. Faktor genetik atau keturunan. Alergi dapat disebabkan karena faktor

keturunan. Jika orangtua Anda mempunyai alergi terhadap sesuatu maka Anda

berisiko sekitar 60 persen. Sedangkan jika orangtua Anda tidak mempunyai alergi

maka Anda hanya berisiko sekitar 15 persen mengidap alergi.Faktor makanan.

Alergi pada makanan tertentu seringkali dialami oleh anak-anak maupun orang

dewasa. Banyak gejala yang biasanya timbul akibat sistem kekebalan tubuh

melepas antibodi sebagai respon terhadap masuknya makanan tertentu. Makanan

yang seringkali menimbulkan alergi yaitu ikan-ikanan, kerang-kerangan, kacang-

15
kacangan, atau bahkan buah-buahan.Faktor fisik. Kelelahan merupakan salah satu

penyebab utama dan paling mengganggu fisik yang dapat menimbulkan alergi.

Pada saat kelelahan, sistem kekebalan tubuh menurun sehingga tidak dapat

memfilter zat-zat yang masuk ke dalam tubuh.

b. Faktor psikis. Stres juga dapat menimbulkan alergi. Ketika Anda sedang stres,

maka emosi sedang tidak bisa dikontrol dengan baik. Stres dapat memicu

produksi IgE (Imunoglobulin E) dan protein yang dapat menyebabkan reaksi

alergi pada tubuh. Biasanya orang yang mengalami alergi ketika stres dapat

menimbulkan gejala gatal-gatal dan sebagainya.

c. Faktor lingkungan. Seseorang bisa mengalami alergi terhadap sesuatu yang

ada di lingkungan sekitar seperti debu, asap kendaraan, bau cat, asap rokok, dan

lain sebagainya. Gejala alergi yang timbul karena faktor lingkungan biasanya

adalah gangguan pernapasan (asma), mata merah, dan batuk-batuk.

d. Faktor cuaca. Akhir-akhir ini keadaan cuaca yang tidak menentu seringkali

terjadi. Udara panas, lembab, dan perubahan cuaca ekstrim dapat mengakibatkan

alergi pada orang-orang tertentu. Biasanya gejala yang timbul karena faktor cuaca

terjadi pada kulit.

3. Terapi terhadap alergi

Obat yang dapat digunakan adalah obat golongan antihistamin. Obat ini

bekerja dengan cara memblokir reseptor histamin sehingga histamin tidak bisa

bekerja lagi menyebabkan reaksi-reaksi alergi. Obat ini hanya bisa

menyembuhkan gejala alergi, tetapi tidak bisa menyembuhkan alergi. Artinya,

walaupun sekarang sudah hilang gatal-gatalnya, tetapi jika suatu saat terjadi

kontak lagi dengan alergen, maka reaksi alergi bisa timbul lagi.

16
H1-receptor antagonists

Dalam penggunaan umum, antihistamin merujuk hanya untuk antagonis H1,

juga dikenal sebagai antihistamin H1. Telah ditemukan bahwa antihistamin H1-agonis

adalah benar-benar berlawanan dengan reseptor histamin H1. Secara klinis, H1

antagonis digunakan untuk mengobati reaksi alergi. Sedasi adalah efek samping yang

umum, dan antagonis H1 tertentu, seperti diphenhydramine dan Doksilamin, juga

digunakan untuk mengobati insomnia. Namun, antihistamin generasi kedua ini tidak

melewati penghalang darah- otak, dan dengan demikian tidak menyebabkan kantuk.

 Azelastine

 Brompheniramine

 Buclizine

 Bromodiphenhydramine

 Carbinoxamine

 Cetirizine

 Chlorpromazine (antipsychotic)

 Cyclizine

 Chlorpheniramine

 Chlorodiphenhydramine

 Clemastine

 Cyproheptadine

 Desloratadine

 Dexbrompheniramine

 Deschlorpheniramine

 Dexchlorpheniramine

17
 Dimenhydrinate (sering digunakan sebagai antiemetic)

 Dimetindene

 Diphenhydramine (Benadryl)

 Doxylamine (most commonly used as an OTC sedative)

 Ebastine

 Embramine

 Fexofenadine

 Levocetirizine

 Loratadine

 Meclozine (sering digunakan sebagai antiemetik)

 Olopatadine

 Orphenadrine (sejenis diphenhydramine digunakan terutama sebagai relaksan otot

rangka dan anti-Parkinson)

 Phenindamine

 Pheniramine

 Phenyltoloxamine

 Promethazine

 Pyrilamine

 Quetiapine (antipsychotic)

 Rupatadine

 Tripelennamine

 Triprolidine

18
10. Apa saja tipe-tipe hipersensitivitas dan jenis hipersensisivitas yang diderita?

Tipe Contoh Penyakit Mekanisme Imun

Hipersensitivitas Anafilaksin, alergi, Pembentukan antibody IgE → memperantai

tipe cepat dan asma bronkial pelepasan amin vasoaktif dan mediator lain

(tipe I) dari sel mast, serta rekrutmen sel radang

Hipersensitivitas Anemia hemolitik PembentukanIgG, IgM → berikatan dengan

yang diperantai autoimun, sindrom antigen di sel atau jaringan sasaran →

oleh antibody good pasture fagositosis atau lisi sel sasaran oleh

(tipe II) pengaktifan komplemen dan reseptor Fc →

pelepasan enzim dan toksik lain

Hipersensitivitas Lupus eritematosus Pengendapan kompleks antigen-antibodi →

yang diperntai sistemik, beberapa pengaktifan komplemen → rekrutmen

oleh kompleks bentuk leukosit oleh produk komplemen dan reseptor

immune glomerulunefritis, Fc → pelepasan enzim dan moleku ltoksik

(tipe III) serum sickness, reaksi lain

arthus

Hipersensitivitas Dermatitis kontak, Limfosit T aktif → pelepasan sitokin dan

yang diperantai sklerosis multiple, pengaktifan makrofag, serta sitotoksisitas

oleh sel diabetes tipe I, yang diperantai oleh sel T

pembentukan penolakan cangkok,

(tipe IV) dan tuberculosis

Tipe Hipersensitivitas yang diderita oleh anak RA adalah Hipersensitivitas


tipe I, Reaksi ini sering disebut alergi, dan anti gen yang memicunya disebut allergen.
Hipersensitivitas tipe cepat dapat terjadi sebagai suatu penyakit sistemik atau sebagai
sebagai suatu reaksi lokal. Reaksi sistemik biasanya terjadi setelah penyuntikan suatu

19
antigen yang mensensitisasi pejamu sebelumnya. Dalam beberapa menit dapat terjadi
syok yang kadang-kadang fatal. Sifat reaksi lokal bervariasi bergantung pada tempat
masuk allergen dan mungkin terbentuk pembengkakan kulit local.

11. Apa saja jenis-jenis asma ?


Berdasarkan tingkat derajat asma, yaitu :

Keterangan:
APE : Arus Puncak Ekspirasi
KSI : Kortikosteroid Inhalasi
KSO : Kortikosteroid Oral
ABKP : Agonis-𝛽 2 kerja panjang
VEP : Volume Ekspirasi Paksa

20