Anda di halaman 1dari 19

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR

PENYEBAB INTERMEDIATE

DISUSUN OLEH :

 ANGGUN MAULIDIA
 SILVIA ALVIONITA
 PUSPITASARI
 WINDI TERZA AYUPUTRI
 YOLANDA ANGGRAINI

Dosen : EKA NURDIANTI ANWAR, S.Si., M.Pd Si

AKADEMI ANALIS KESEHATAN HARAPAN


BANGSA BENGKULU
TAHUN 2018/2019
1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Mikologi ini dengan
baik
Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Mikologi .Dengan adanya
makalah ini diharapkan mahasiswa dapat mengerti tentang jamur Intermediate.
saya menyadari bahwa penulisan rangkuman ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran sangat diharapkan guna perbaikan di masa mendatang dan semoga
bermanfaat bagi kita semua, Amin.

Bengkulu, 26 september 2018

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................

DAFTAR ISI ......................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. ... 1

1.1.Latar Belakang ......................................................................................1


1.2. Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3. Tujuan ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3

2.1. Definisi Mikosis Intermediate........................................................................ 3

2.2. Macam – macam Mikosis Intermediate........................................................ 4

BAB III PENUTUP ...................................................................................... 15

3.1 Kesimpulan ...................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fungi (jamur) termasuk dalam phylum Thallophyta.Sebagaian besar hidup sebagai
saprophyts dan sebgian kecil sebagai parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.
Fungi mempunyai dinding sel dan inti yang jelas.Dapat berupa sel tunggal, misalnya ragi
atau terdiri atas banyak sel. Yang terdiri atas banyak sel, bentuknya memanjang berupa
filament yang di sebut hyphe.Hyphe ini ada yang bersektum ada yang tidak.Bila hyphe ini
tumbuh dan bercabang-cabang, terbentuklah tumbuhan yang di sebut myselium.Myselium
yang menonjol dari permukaan subtrat di sebut myselium haerial, myselium yang menembus
ke dalam subrat yang mengabsobsi zat makanan di sebut myselium vegetative.
Jamur yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia antara lain adalah dermatofita
(dermatophyte), bahasa yunani yang berarti tumbuhan kulit). Dan jamur serta ragi candida
albican, yang menyebabkan terjadinya infeksi pada jamur superficial pada kulit, rambut,
kuku, dan selaput lendir. Jamur lainnya dapat menembus jaringan hidup dan menyebabkan
infeksi di bagaian dalam.
Mikosis sistemik di yakini paling berbahaya dari semua infeksi jamur.Hal ini terutama
karena mereka menyerang organ internal dengan langsung masuk melalui paru-paru, saluran
pencernaan atau influs.Ini dapat disebabkan oleh dua kelompok jamur, jamur patogen primer
atau jamur oportunistik. Contoh penyakit jamur milik kelompok pertama meliputi
blastomycosis, histoplasmosis,paracoccidiodomycosis,dan coccidiomycosis. Jamur
oportunistik umumnya mempengaruhi orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau
dengan beberapa cacat metabolisme yang serius, penyakit yang termasuk dalam kategori ini
adalah kriptokosis, kandidiasis, asperigillosis.
Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang jamur-jamur yang menyebabkan
penyakit baik pada manusia, hewan, tumbuhan, dan kerusakan bahan pangan. Disekitar kita
sering ditemukan penyakit yang disebabkan oleh jamur, termasuk tanah, tanaman, pohon, dan
bahkan pada kulit kita dan bagian lain dari tubuh.Gejala infeksi jamur tergantung pada jenis
dan lokasi di dalam tubuh.Infeksi jamur mungkin ringan, dalam bentuk ruam atau masalah
pernapasan ringan.Namun, beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur bisa berat dan
dapat menyebabkan komplikasi serius dan kematian.

4
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan jamur intermediate?
2. Macam – macam jamur intermediate ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian jamur
2. Untuk mengetahui macam – macam dari jamur intermediate

BAB II

5
PEMBAHASAN

1.1. Definisi Mikosis Intermediate

Jamur (Fungi) merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia.
Jamur tumbuh dimana saja dekat dengan kehidupan manusia, baik di udara, tanah, air,
pakaian, bahkan di tubuh manusia sendiri. Meskipun banyak jenis jamur yang bermanfaat
bagi manusia dalam beberapa hal, namun masih terdapat spesies tertentu yang dapat
menyebabkan beberapa penyakit pada manusia. Penyakit yang disebabkan jamur pada
manusia disebut mikosis. Diantara jenis mikosis yang terjadi adalah mikosis Intermediate.
Mikosis Intermediate merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku, dan rambut seperti
pada gambar terutama disebabkan oleh 3 genus jamur, yaitu Trichophyton, Microsporum, dan
Epidermophyton.

Gambar pada jaringan subkutan akibat dari infeksi jamur penyebab mikosis intermediate.

1.2 Macam Mikosis Intermediate

6
Berdasarkan golongan jamur yang menginfeksi, mikosis intermediate terbagi menjadi dua
yakni dermatofitosis dan non-dermatofitosis
a. Dermatofitosis
Penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofit disebut " Dermatofitosis ".
Golongan jamur ini dapat mencerna keratin kulit oleh karena mempunyai daya tarik kepada
keratin (keratinofilik) sehingga infeksi jamur ini dapat menyerang lapisan-lapisan kulit mulai
dari stratum korneurm sampai dengan stratum basalis. (Lihat gambar….). infeksi jamur
kedalam kulit dimuali dari masuknya spora jamur ke dalam celah celah lapisan kulit yang
mati kemudian berkembang biak dengan keratin sebagai sumber nutrisinya.Terdapat berbagai
jenis golongan jamur dermatofit yang menyebabkan mikositosis subkutan. Masing-masing
jenis jamur akan memberikan efek yang berbeda pada jaringan subkutan yang diinfeksi.
Berikut adalah berbagai jenis penyakit mikosis subkutan.

Gambar Lapisan kulit stratum korneum hingga stratum basal mampu diinfeksi oleh
jamur yang menyebabkan mikositosis intermediate

1.) Tinea kapitis

7
Tinea kapitis merupakan infeksi jamur yang menyerang stratum corneum kulit kepala dan
rambut kepala, yang disebabkan oleh jamur Mycrosporum dan Trichophyton. Gejalanya
adalah rambut yang terkena tampak kusam, mudah patah dan tinggal rambut yang pendek-
pendek pada daerah yang botak. Seringkali juga muncul bercak pada kepala serta gatal. Pada
infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous dan bernanah seperti pada gambar….
Penderita tinea kapitis akan ditemukan sporra di dalam rambut atau di dalam rambutnya.

Gambar (A) Kulit kepala yang bernanah akibat menderita tinea kapitis. (B) Jamur

A B

Trichophyton sp. yang merupakan salah satu penyebab tinea kapitis

2.) Tinea kruris


Merupakan infeksi mikosis superfisial yang mengenai paha bagian atas sebelah dalam
(Lihat gambar…) Pada kasus yang berat dapat pula mengenai kulit sekitarnya. Penyebabnya
adalah Epidermophyton floccosum atau Trichophyton rubrum dan Tricophyton mentografites.
Penderita tinea krusris akan mengeluhkan rasa gatal pada bagian paha atas sebelah dalam,
sekitar anus dan bahkan meluas hingga perut bagian bawah. Rasa gatal bersifatmenahun dan
akan terus bertambah hebat saat bersamaan dengan keluarnya keringat.

Gambar Kulit penderita tinea kruris pada bagian paha atas sebelah dalam yang meluas
hingga area perut Nampak membentuk lesi kemerahan.

8
Gambar Tricophyton mentografites dengan pewarnaan cotton blue perbesaran 400x yang
merupakan penyebab penyakit tinea kruris

3.) Tinea korporis


Tinea korporis merupakan jenis dari mikosis subkutan berbentuk bulat-bulat (cincin) yang
terjadi pada jaringan granulomatous. Tinea korporis ditandai dengan pengelupasan lesi kulit
disertai rasa gatal. Gejalanya bermula berupa bintik kecil kemerahan yang melebar. Saat
bintik kecil tidak aktif melakukan pembelahan, bintik yang telah melebar akan meninggalkan
bekas pada kulit. Penyakit ini banyak diderita oleh orang-orang yang kurang mengerti
kebersihan dan banyak bekerja ditempat panas, yang banyak berkeringat serta kelembaban
kulit yang lebih tinggi. Tinea korporis banyak ditemui dimuka, anggota gerak atas, dada,
punggung dan anggota gerak bawah. Penyebab utamanya adalah T.violaseum, T.rubrum, dan
T.metagrofites.

Gambar Penyakit tinea korporis yang memiliki ciri khas lesi berbentuk cincin pada kulit
penderita
4.) Tinea pedis
9
Salah satu jenis mikosis subkutan lainnya adalah tinea pedis. Tinea pedis merupakan jenis
mikosis subkutan yang termasuk kronis menyerang kulit terutama kulit di sela-sela jari kaki.
Oleh karena itu tinea pedis disebut juga Athlete's foot atau "Ring worm of the foot".
Penyebab utama dari tinea pedis adalah Trichophyton sp.. Penyakit ini sering menyerang
orang-orang dewasa yang banyak bekerja di tempat basah seperti tukang cuci. Keluhan yang
dialami oleh penderita tinea pedis umumnya adalah rasa gatal yang hebat dan nyeri bila ada
infeksi Apabila dalam kondisi parah akan memunculkan nanah pada kulit.

Gambar Jamur Trichophyton sp yang sering kali menyerang kulit sela-sela kaki sehingga
memunculkan penyakit tinea pedis

Mikosis subkutan tinea pedis memiliki tiga bentuk


a.) Bentuk Intertriginosa
Bentuk tinea pedis intertriginosa sering muncul di celah-celah jari terutama jari IV dan
jari V seperti pada gambar…. Hal ini terjadi disebabkan kelembaban di celah-ceIah jari
tersebut membuat jamur-jamur hidup lebih subur. Bila terjadi menahun dapat menimbulkan
nyeri saat disentuh.

10
Gambar Bentuk tinea pedis intertriginosa sering muncul di celah-celah jari

b.) Bentuk Hiperkeratosis


Bentuk hiperkeratosis dari tinea pedis ialah terjadinya penebalan kulit disertai sisik
terutama ditelapak kaki, tepi kaki dan punggung kaki. Bila hiperkeratosisnya hebat dapat
terjadi fisura-fisura yang dalam pada bagian lateral telapak kaki.

Gambar Tinea pedis bentuk hyperkeratosis yang sering muncul pada telapak kaki

c.) Bentuk Vesikuler Subakut


Tinea pedis bentuk vesikuler subakut mulanya timbul pada daerah sekitar antar jari,
kemudian meluas ke punggung kaki atau telapak kaki. Tampak ada vesikel yang terletak
agak dalam di bawah kulit. Seringkali disertai perasaan gatal yang hebat. Apabila vesikel-
vesikel pecah maka akan meninggalkan bekas melingkar yang disebut Collorette.

11
Gambar Tinea pedis bentuk vesikuler subakut dengan bentukan collorette akibat
terpecahnya vesikel.

5.) Tinea unguium


Tinea unguium dibedakan dalam 3 bentuk tergantung jamur penyebab dan permulaan dari
dekstruksi kuku. Subinguinal proksimal bila destruksi dimulai dari pangkal kuku,
Subinguinal distal bila destruksi di mulai dari tepi ujung dan Leukonikia trikofita bila
destruksi di mulai dari bawah kuku. (Boel, 2003). Penderitan tinea unguium memiliki
permukaan kuku tampak suram tidak mengkilat lagi, serta rapuh. Dibawah kuku tampak
adanya detritus yang banyak mengandung elemen jamur. Penyebab utama dari tinea unguium
adalah T. rubrum, dan T. metagrofites.

A B C

Gambar Bentuk-bentuk tinea unguim yang disebabkan oleh T. rubrum dan T. metagrofites
(A) Bentuk subunguinal proksimal (B) Bentuk Subunguinal distal (C) bentuk leukonikia
trikofita.

6.) Tinea imbricate

12
Penyakit tinea imbricate yang disebabkan oleh Trikofiton konsentrikum. Infeksi dimulai
dengan kolonisasi hifa dan cabang-cabangnya di dalam jaringan keratin kulit yang mati. Hifa
ini mengaktifkan enzim keratolitik yang berdifusi ke dalam jaringan epidermis menimbulkan
reaksi peradangan. Pertumbuhan jamur dengan polaradial di dalam stratum korneum
menyebabkan timbulnya lesi pada kulit. Gambaran klinik berupa makula yang eritematous
dengan skuama yang melingkar. Apabila permukaan kulit yang terinfeksi diraba terasa jelas
skuamanya menghadap ke dalam. Penyakit ini sering menyerang seluruh permukaan tubuh.
Para penderita penyakit tinea imbricate ini sering kali disarankan untuk selalu menjaga
kebersihan, memakai ukuran sepatu yang pas, memakai kaos kaki katun serta mencuci
pakaian dengan menggunakan air panas.

Gambar Tinea imbricate pada kulit yang memunculkan lesi dengan bentuk skuama yang
melingkar.

7.) Tinea favosa


Tinea favosa merupakan infeksi pada kulit kepala, kulit badan yang tidak berambut dan
kuku. Kasus infeksi yang terjadi termasuk kronis yang penyebabnya adalah Trichophyton
schoenlini, Trichophiton violaceum, dan Microsporum gypseum. Gejalnya berupa bintik-
bintik putih pada kulit kepala kemudian membesar membentuk kerak yang berwarna kuning
kotor. Kerak ini sangat lengket dan bila diangkat akan meninggalkan luka basah atau
bernanah serta bebrbau seprti bau tikus “mousy odor”. Rambut pada daerah yang terinfeksi
tinea favosa Nampak kusam, dan apabila luka tersebt telah sembuh akan menimbulkan bekas
kasar pada kulit.

13
Gambar Penyakit tinea favosa yang menyerang kulit akan membentuk kerak berwarna
kekuningan.

8.) Tinea barbae


Penyakit tinea barbae merupakan kasus infeksi jamur yang menyerang daerah yang
berjanggut dan kulit leher, rambut dan folikel rambut Penyebabnya adalah Trichophyton
mentagrophytes, Trichophyton violaceum, Microsporum cranis. Penderita tinea barbae ini
biasanya mengeluh rasa gatal di daerah jenggot, jambang dan kumis, disertai rambut-rambut
di daerah itu menjadi putus.

Gambar Daerah berjanggut dan kulit leher yang diinfeksi oleh jamur sehingga muncul
penyakit tinea barbae

14
b. Non-Dermatofitosis
1.) Tinea versikolor
Merupakan mikosis superfisial dengan gejala berupa bercak putih kekuning-kuningan
disertai rasa gatal, biasanya pada kulit dada, bahu punggung, axilla, leher dan perut bagian
atas. Penyebabnya adalah Malassezia furfur. Pertumbuhannya pada kulit (stratum korneum)
berupa kelompok sel-sel bulat, bertunas, berdinding tebal dan memiliki hifa yang berbatang
pendek dan bengkok, biasanya tidak menyebabkan tanda-tanda patologik selain sisik halus
sampai kasar. Terdapat dua bentuk yang sering dijumpai yakni bentuk makuler berupa
bercak-bercak yang agak lebar, dengan sguama halus diatasnya dan tepi tidak meninggi. Serta
bentuk folikuler yaitu seperti tetesan air, sering timbul disekitar rambut.
Mallasezia furfur, merupakan organisme saprofit pada kulit normal. Organisme ini
merupakan "lipid dependent yeast". Timbulnya penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor
hormonal, ras, matahari,peradangan kulit dan efek primer
pytorosporum terhadap melanosit. Timbul bercak putih atau kecoklatan yang kadang-kadang
gatal bila,berkeringat. Bisa pula tanpa keluhan gatal sama sekali, tetapi penderita mengeluh
karena malu oleh adanya bercak tersebut. Pada orang kulit berwarna, lesi yang terjadi tampak
sebagai bercak dengan warna pucat, tetapi pada orang yang berkulit pucat maka lesi bisa
berwarna kecoklatan ataupun kemerahan. Di atas lesi terdapat sisik halus.

Gambar Penyakit tinea versikolor (A) tinea versikolor yang menyerang kulit punggung (B)

A B

Mallasezia furfur penyebab tinea versikolor.

2.) Piedra hitam


Piedra hitam (infeksi pada rambut berupa benjolan yang melekat erat pada rambut,
berwarna hitam) disebabkan oleh jamur Piedra hortal. Penyakit ini umumnya terdapat di
negara tropis dan subtropis. Seringkali menginfeksi rambut kepala, kumis. Atau jambang, dan
dagu. Askospora dari Piedra hortal berbentuk seperti pisang. Askospora tersebut dibentuk
dalam suatu kantung yang disebut askus. Askus-askus bersama dengan anyaman hifa yang
padat membentuk benjolan hitam yang keras dibagian luar rambut. Dari rambut yang ada
15
benjolan, tampak hifa endotrik (dalam rambut) sampai ektotrik (diluar rambut) yang besarnya
4-8 um berwarna hitam dan ditemukan spora yang besarnya 1-2 um. Pada rambut kepala,
janggut, kumis akan tampak benjolan atau penebalan yang keras warna hitam. Penebalan ini
sukar dilepaskan dari corong rambut tersebut. Umumnya rambut lebih suram, bila disisir
sering memberikan bunyi seperti logam. Biasanya penyakit ini mengenai rambut dengan
kontak langsung atau tidak langsung.

Gambar Nodule hitam pada rambut yang disebabkan oleh infeksi jamur Piedra hortal.

3.) Piedra putih


Piedra beigeli merupakan penyebab piedra putih, yang seringkali menyerang pada
rambut. Jamur ini dapat ditemukan ditanah, udara,dan permukaan tubuh. Jamur Piedra
beigeli mempunyai hifa yang tidak berwarna termasuk moniliaceae. Secara mikroskopis
jamur ini menghasilkan arthrokonidia dan blastoconidia. Biasanya penyakit ini dapat timbul
karena adanya kontak langsung dari orang yang sudah terkena infeksi. Adanya benjolan
warna tengguli pada rambut, kumis, jenggot, kepala, umumnya tidak memberikan gejala-
gejala keluhan pada penderita.

16
Gambaran mikroskopis tentang piedra putih. (A1) gambaran mikroskopis dengan perbesaran
40x nodule piedra putih pada rambut. (A2) gambaran mikroskopis dengan perbesaran 100x
nodule piedra putih pada rambut. (B) Hasil perkembangbiakan pada medium jamur penyebab
piedra putih. (C) Gambaran mikroskopis Piedra bigeli perbesaran 400x.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Jamur (Fungi) merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia.
Jamur tumbuh dimana saja dekat dengan kehidupan manusia, baik di udara, tanah, air,
pakaian, bahkan di tubuh manusia sendiri. Meskipun banyak jenis jamur yang bermanfaat

17
bagi manusia dalam beberapa hal, namun masih terdapat spesies tertentu yang dapat
menyebabkan beberapa penyakit pada manusia. Penyakit yang disebabkan jamur pada
manusia disebut mikosis. Diantara jenis mikosis yang terjadi adalah mikosis Intermediate.

DAFTAR PUSTAKA

Budi, U Mulja. 1978. Mikosis Dalam ilmu penyakit kulit dan kelamin. Jakarta: FK UI.
Hongbin, Xu. 2015. Deep Dermatophytosis Caused By Trichophyton rubrum : Report Of
Two Cases. Journal Compilation. Mycoses(2007), 50, 102–108
Notoatmojo, 2003. Identifikasi Penyakit Kulit. Bandung: Gama Press.
Siregar, S. 1982. Penyakit Jamur Kulit. Jakarta: EGC
Flann, Sandy, 2014. Fungal Nail Infection. USA: Lang Corporation.
Ahsani, D.N, 2014, Respon Imum pada Infeksi Jamur, JKKI. Vol 6. No. 2 Mei-Agustus.
18
19