Anda di halaman 1dari 3

ANALISA JURNAL PICO-VIA

Abstrak
Diabetes Melitus (DM) khususnya DM tipe 2 merupakan salah satu penyakit
degenerative yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. DM tipe 2
dapat dikendalikan melalui empat pilar penatalaksanaan DM . Terkendalinya DM
ditunjukkan dengan normalnya kadar gula darah karena kadar gula darah
merupakan indikator dalam diagnosa DM. Tujuan umum dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan pengetahuan DM dengan kadar gula darah pada
pasien DM tipe 2 di RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini termasuk jenis
penelitian deskritif korelasi dengan desain Cross Sectional. Pengampilan sampel
dilakukan dengan tehnik insidental sampling berjumlah 82 orang. Hasil uji statistik
Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan DM dengan kadar gula
darah pada pasien DM tipe 2 di RSUP H. Adam Malik Medan. Hubungan ini
ditunjukkan dengan nilai p = 0,000 (p< 0,05). Rekomendasi bagi pelayanan
Keperawatan untuk meningkatkan perannya sebagai edukator dalam memberikan
pendidikan kesehatan mengenai DM untuk meningkatkan pengetahuan pasien. Bagi
RSUP H.Adam Malik Medan dapat lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan
mengenai DM agar dapat menambah informasi terhadap pasien sehingga
meningkatkan pengetahuan pasien dan pasien mampu mengelola penyakitnya.

Kata Kunci: Pengetahuan DM, Kadar gula darah, Diabetes Melitus:

P (Patient and Problem)


Patient :
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien DM tipe 2 yang datang ke
Poliklinik Endokrin RSUP H.Adam Malik Medan sebanyak 575. Penentuan jumlah
sampel menggunakan rumus Lameshow dan tehnik pengambilan sampel dengan
menggunakan incidental sampling dengan jumlah 82 orang. Data demografi yang
diamati pada responden terdiri dari jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan dan
penghasilan.
Problem :
hubungan antara pengetahuan tentang DM dengan kadar gula darah pada pasien
DM tipe-2 di RSUP H.Adam Malik Medan
Intervention (Perencanaan)
Hubungan Pengetahuan Diabetes Melitus dengan Kadar Gula Darah pada Pasien
DM Tipe 2

Comparition :
Berdasarkan penelitian dari jurnal yang didapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien
memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 54,9% dan kadar gula darah
pasien rata-rata 246,9 mg/dl yang berarti tinggi.
Ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan DM
dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2, dengan arah korelasi yang negatif
yang berarti semakin rendah pengetahuan maka kadar gula darah yang dimiliki
tinggi
Sedangkan dari hasil penelitian jurnal lain diperoleh bahwa kelompok usia 45 tahun
atau lebih, memiliki riwayat keluarga dengan DM merupakan kelompok usia yang
berisiko menderita DM, begitu juga kelompok dengan pola makan yang tidak sehat
dan pola kepribadian type A merupakan kelompok yang berisiko menderita DM,
sehingga pada kelompok masyarakat ini dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan/
screening test terutama untuk deteksi dini adanya gejala-gejala prediabetes dan
diabetes.

Out Come
Pengetahuan DM meliputi empat pilar penatalaksanaan DM yaitu Edukasi DM,
perencanaaan makan, latihan jasmani dan terapi farmakologi (Perkeni,2006). Dari
hasil uji statistik dengan menggunakan uji Spearman diperoleh nilai P=0,000 (<0,05)
dengan 4
nilai r= -484. Ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan
DM dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RSUP H.Adam Malik Medan
dengan arah korelasi negatif yang berarti semakin rendah pengetahuan maka
semakin tinggi kadar gula darah. Hal ini sesuai dengan penelitian Ratnasari (2004)
yang menyatakan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan Diabetes
Melitus dengan kadar glukosa darah puasa. Berdasarkan hasil Penelitian diketahui
bahwa responden memilki pengetahuan yang kurang tentang DM sebesar 54,9%
dan memilki kadar gula darah yang tinggi.

V (Validity)
Rendahnya pengetahuan yang dimiliki responden mengenai penyakit DM sehingga
tidak mampunyai responden mengontrol kadar gula darah dan mengakibatkan kadar
gula darah menjadi tinggi. Menurut Notoadmojo (2005) salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi pengetahuan adalah informasi. Informasi DM bisa didapatkan
melalui edukasi DM. Edukasi DM merupakan salah satu bentuk empat pilar
penatalaksanaan DM yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai DM
agar dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya.

I (Importance)
pengetahuan yang tinggi tentang penatalaksanaan DM. Pengetahuan penderita
tentang DM merupakan sarana yang dapat membantu penderita menjalankan
penanganan diabetes selama hidupnya sehingga semakin banyak dan semakin baik
penderita mengerti tentang penyakitnya

Appicability
Upaya pemantauan kadar gula darah melalui empat pilar penatalaksanan DM yaitu
Edukasi Diabetes, Perencanaan makan, Latihan jasmani dan Terapi obat (Perkeni
2006). Pentingnya pemantauan kadar gula darah karena kadar gula darah
merupakan indikator dalam diagnosa DM. Perlunya pasien mengetahui upaya
pemantauan kadar gula darah melalui empat pilar penatalaksanaan DM agar pasien
mampu mengendalikan penyakitnya sehingga kadar gula darah menjadi normal