Anda di halaman 1dari 3

SISTEM ENERGI AIR SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN

Dengan seiringnya pertumbuhan ekonomi yang cenderung naik setiap tahunnya, berpengaruh
pada kebutuhan energi untuk kegiatan ekonomi khususnya untuk kegiatan transportasi dan industri.
Kebutuhan energi sebagai penyedia tenaga listrik dan bahan bakar sangat dibutuhkan untuk
menunjang kegiatan tersebut. Sumber energi konvensional yang selama ini digunakan cenderung
kurang ramah lingkungan, serta tidak dapat diperbaharui (dalam hal ini energi fosil), sehingga
persediannya menipis. Dengan menipisnya energi fosil dunia, muculah beberapa sistem energi
terbarukan yang dapat menggantikan energi dominan.

Gambar 1 Sisa Cadangan Minyak Bumi Indonesia

Di Indonesia sendiri ada bebrapa energi terbarukan yang berpotensi sebagai pengganti bahan
bakar fosil. Dan menurut pendapat saya sistem energi terbarukan yang paling mudah untuk
diterapkan di Indonesia adalah energi dari Air. Terdapat beberapa alasan yang mendasari opini saya
ditinjau dari beberapa segi. Dari segi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di
Indonesia sistem energi air sebagai energi terbarukan bisa dianggap paling mudah. Karena sebagai
negara maritim yang sebagian besar dikelilingi air, Indonesia berpotensi besar untuk membuat
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas yang besar. Tapi sayangnya dari total potensi
energi air di Indonesia yang sebesar 7500 MW baru dimanfaatkan sebesar 10% atau sebesar 7572 MV.

POTENSI ENERGI AIR DI INDONESIA

5%
14% Jawa 4,200 MW
31%
Sulawesi 10,200 MW
Sumatera 15.600 MW
21% Kalimantan 21,600 MW
Papua 22,350 MW
29%

Gambar 2 Diagram Potensi Energi Air Di Indonesia


Di tinjau dari sistem pembangkitan, ada beberapa PLTA yang telah dibangun di Indonesia. seperti
PLTA Cikalong yang berada di Jawa Barat dengan 3 unit pembangkit (19.2 MW), PLTA Saguling dengan
4 unit pembangkit (700 MW).

Gambar 3 PLTA Saguling Batujajar Bandung Barat

Kemudian ada PLTA Cirata dengan 8 unit pembangkit (1,008 MW), PLTA Jatiluhur dengan 7 unit
pembangkit (175 MW), dan masih banyak lagi. Hal ini membuktikan bahwa sumber energi air telah
mulai dikembangkan di Indonesia, hanya perlu pengembangan yang lebih agar potensi energi air ini
dapat digunakan secara maksimal.

Gambar 4 PLTA Jatiluhur

Gambar 5 PLTA Cirata Purwakarta


Yang terakhir tinjauan dari segi ekonomis. Dibandingkan dengan energi fosil yang harus membuat
kilang minyak ditengah laut, harga membangun sebuah PLTA di waduk ataupun danau lebih ekonomis.
Hal ini meningkatkan alsan bahwa sudah saatnya kita pindah ke energi yang ramah lingkungan dan
leih ekonomis.

Dengan melimpahnya potensi energi air yang ada, Indonesia dapat memanfaatkan energi air
menjadi sumber pembangkit tenaga listrik. Selain ramah lingkungan dan terdapat dimana-mana.
Pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga air dengan menyesuaikan potensi yang ada di daerah
tertentu, apabila potensi besar dapat di bangun PLTA, namun apabila potensi kurang dari 100
KW dapat dibangun PLTMH. Sekarang adalah keharusan kita mengembangkan pemanfaatan energi
air untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Indonesia. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Sumber :

1. https://indone5ia.wordpress.com/2011/12/20/sumber-energi-primer-indonesia/
2. https://anggundwikusumawati.weebly.com/anggun-cerita-energi/energi-baru-terbarukan-
energi-air
3. https://ekonomi.kompas.com/read/2016/11/08/094401426/plta.jatiluhur.akan.tingkatkan.k
apasitas.listrik.tiga.kali.lipat
4. https://zonalibur.com/obyek-wisata-waduk-cirata-purwakarta/