Anda di halaman 1dari 47

PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI

LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mineral adalah bahan anorganik, terbentuk secara alamiah, seragam dengan


komposisi kimia yang tetap pada batas volumenya, dan mempunyai struktur kristal
karakteristik yang tercermin dalam bentuk dan sifat fisiknya. Saat ini telah dikenal lebih
dari 2000 mineral. Sebagian merupakan mineral- mineral utama yang dikelompokkan
sebagai Mineral Pembentuk Batuan. Mineral- mineral tersebut terutama mengandung
unsur-unsur yang menempati bagian terbesar di bumi, antara lain unsur Oksigen (O),
Silikon (Si), Aluminium (AL), Besi (Fe), Kalsium (Ca), Sodium (Na), Potasium (K) dan
Magnesium (Mg). Mineral dapat dikenal dengan menguji sifat fisik umum yang
dimilikinya. Sebagai contoh, garam dapur halite (NaCl) dapat dengan mudah dirasakan.
Komposisi kimia seringkali tidak cukup untuk menentukan jenis mineral, misalnya
mineral grafit (graphite) dan intan (diamond) mempunyai satu komposisi yang sama yaitu
karbon (C).
Mineral-mineral yang lain dapat terlihat dari sifat fisik seperti bentuk kristal, sifat
belahan atau warna, atau dengan peralatan yang sederhana seperti pisau atau potongan
gelas dengan mudah diuji kekerasannya. Mineral dapat dipelajari dengan seksama dengan
memberikan dari bentuk potongan (hand specimen) dari mineral, sifat fisik dan sifat
optiknya dalam bentuk preparat sayatan tipis (thin section) dengan ketebalan 0,03 mm,
Pengetahuan tentang “mineral” merupakan syarat mutlak untuk dapat mempelajari bagian
yang padat dari Bumi ini, yang terdiri dari batuan. Bagian luar yang padat dari Bumi ini
disebut litosfer, yang berarti selaput yang terdiri dari batuan, dengan mengambil “lithos”
dari bahasa latin yang berarti batu, dan “sphere” yang berarti selaput. Tidak kurang dari
2000 jenis mineral yang kita ketahui sekarang. Setiap mineral mempunyai susunan unsur-
unsur yang tetap dengan perbandingan tertentu. Studi yang mempelajari segala sesuatunya
tentang mineral disebut “Mineralogi”, di dalamnya juga mencakup pengetahuan tentang
“Kristal”, yang merupakan unsur utama dalam susunan mineral. Pengetahuan dan
pengenalan mineral secara benar sebaiknya dikuasai terlebih dahulu sebelum mempelajari
dasar-dasar geologi atau “Geologi Fisik”, dimana batuan, yang terdiri dari mineral,
merupakan topik utama yang akan dibahas. Diatas telah dijelaskan bahwa salah satu syarat
utama untuk dapat mengenal jenis-jenis batuan sebagai bahan yang membentuk litosfer
ini, adalah dengan cara mengenal mineral-mineral yang membentuk batuan tersebut.

1.2 Maksud dan Tujuan

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

1.2.1 Maksud
Praktikum ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengetahui, memahami dan
mengidentifikasi mineral apa yang berharga beserta dengan asosiasinya.
1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam melakukan praktikum, praktikan diharapkan mampu :
1. Mengetahui definisi asosiasi,mineral, dan ekonomis itu sendiri.
2. Dapat mengidentifikasi mineral ekonomis dan asosiasinya.

1.3 Alat dan Bahan

1.3.1 Alat
1. Alat Tulis Menulis (pensil, pulpen, penggaris dll)
2. Kawat tembaga
3. Pecahan porselen
4. Paku
5. Pecahan kaca
6. Kikir baja
1.3.2 Bahan
1. Problem set
2. Sampel Mineral

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

2.1 Definisi Mineral

Mineral dengan sedikit kekecualian , dimana suatu proses penempatan atom-atom


dalam keadaan padat. Serta bilamana kondisi memungkinkan, mereka dapat membentuk
permukaan yang halus dan dalam bentuk beraturan geometri dikenal sebagai Kristal.
Proses tersebut terdiri dari proses buatan manusia di dalam laboratorium atau proses alami
seperti proses dingin atau pendinginan, magma, proses evaporit, proses hidrotermal dll.
Bentuk kesempurnaan dari Kristal itu dapat kita bagi menjadi antara lain: Bila bentuknya
sempurna disebutkan euhedral, masih terdapat bidang Kristal kita.
Mineral sangat penting di dalami lebih dulu sebelum mengetahui lebih lanjut atau
penerapan terhadap disiplin ilmu yang berhubungan. Sebetulnya mineral merupakan satu
partikel-partikel yang terkecil yang diskrit menyusun batuan.Sedangkan batuan dan
monomineral menyusun kerak bumi sampai pada inti bumi.Jenis batuan dapat
dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu Batuan Beku, Batuan Sedimen, dan
Batuan Malihan atau Metamorfis. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli menyimpulkan
bahwa batuan beku merupakan nenek moyang dari batuan lainnya melalui gambaran
tentang permukaan luar bumi yang terdiri dari batuan beku yang seiring dengan
berjalannya waktu terbentuklah kelompok-kelompok batuan lainnya. Proses perubahan
kelompok batuan menjadi kelompok batuan lain dinamakan daur batuan.
Dalam daur batuan tersebut terjadi oleh pendinginan dan pembekuan magma yang
berupaka lelehan silikat yang dapat terjadi di bawah atau di atas permukaan bumi melalui
erupsi gunung berapi. Saat batuan beku tersingkap di permukaan, maka akan bereaksi
dengan atmosfir dan hidrosfir sehingga terjadi proses pelapukan.Batuan akan mengalami
proses penghancuran dan kemudian akan terpindahkan atau tergerak oleh berbagai macam
proses alam seperti aliran alir, hembusan angin, gelombang pantai, maupun gletser. Media
pengangkut tersebut dikenal sebagai alat pengikis, yang dapat membawa fragmen atau
bahan yang larut ke tempat-tempat tertentu berupa sedimen dan berupaya untuk meratakan
permukaan bumi. Kemudian terjadi perubahan dari batuan lepas menjadi batuan yang
keras melalui pembebanan dan perekatan oleh senyawa mineral dalam larutan menjadi
batuan sedimen. Batuan-batuan tersebut akan menyesuaikan dengan lingkungan yang baru
sehingga terbentuklah batuan malihan atau metamorfis.
Jalannya siklus dapat terganggu dengan adanya jalan-jalan pintas yang dapat
ditempuh, seperti dari batuan beku menjadi batuan metamorfis, atau batuan metamorfis
menjadi batuan sedimen tanpa melalui pembentukan magma dan batuan beku. Batuan
sedimen dapat kembali menjadi sedimen akibat tersingkap ke permukaan dan mengalami
proses pelapukan.Bentuk Kristal dimuka bumi sangat banyak ragamnya. Mulai dari
bentuk yang sederhana dan paling rumit. Bentuk – bentuk krtistal yang ada dibumi ini

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dasar . hal ini agar pembagian Kristal
dapat dengan mudah diidentifikasi berdasarkan system Kristal tersebut. (Doddy Setia
Graha. 1987).
Mineral didefinisikan sebagai bahan padat anorganik yang terdapat secara
alamiah, terdiri dari unsur-unsur kimiawi dalam perbandingan tertentu, dimana atom-atom
di dalamnya tersusun mengikuti suatu pola yang sistematis.
Beberapa jenis mineral memiliki sifat dan bentuk tertentu dalam keadaan
padatnya, sebagai perwujudan dari susunan yang teratur didalamnya. Kristal secara umum
dapat didefinisikan sebagai bahan padat yang homogen yang memiliki pola internal
susunan tiga dimensi yang teratur. Studi khusus yang mempelajari sifat-sifat, bentuk
susunan dan cara-cara terjadinya bahan padat tersebut dinamakan
kristalografi.Pengetahuan tentang mineral merupakan syarat mutlak untuk dapat
mempelajari bagian yang padat dari bumi ini, yang terdiri dari batuan. Bagian luar yang
padat dari bumi ini disebut litosfir, yang berarti selaput yang terdiri dari batuan, dengan
mengambil lithos dari bahasa latin yang berarti batu , dan sphere yang berarti selaput.

2.2. Mineral Bijih (Ore)

Proses dan aktivitas geologi bisa menimbulkan terbentuknya batuan dan jebakan
mineral. Yang dimaksud dengan jebakan mineral adalah endapan bahan-bahan atau
material baik berupa mineral maupun kumpulan mineral (batuan) yang mempunyai arti
ekonomis (berguna dan mengguntungkan bagi kepentingan umat manusia). Faktor-faktor
yang mempengaruhi kemungkinan pengusahaan jebakan dalam arti ekonomis adalah
bentuk jebakan, besar dan volume cadangan, kadar, lokasi geografis dan biaya
pengolahannya.Dari distribusi unsur-unsur logam dan jenis-jenis mineral yang terdapat
didalam kulit bumi menunjukkan bahwa hanya beberapa unsur logam dan mineral saja
yang mempunyai prosentasi relative besar, karena pengaruh proses dan aktivitas geologi
yang berlangsung cukup lama, prosentase unsur – unsur dan mineral-mineral tersebut
dapat bertambah banyak pada bagian tertentu karena Proses Pengayaan, bahkan pada
suatu waktu dapat terbentuk endapan mineral yang mempunyai nilai ekonomis. Proses
pengayaan ini dapat disebabkan oleh :
1. Proses Pelapukan dan transportasi
2. Proses ubahan karena pengaruh larutan sisa magma
Proses pengayaan tersebut dapat terjadi pada kondisi geologi dan persyaratan
tertentu.Kadar minimum logam yang mempunyai arti ekonomis nilainya jauh lebih besar
daripada kadar rata-rata dalam kulit bumi. Faktor perkalian yang bisa memperbesar kadar
mineral yang kecil sehingga bisa menghasilkan kadar minimum ekonomis yang disebut

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

faktor pengayaan (Enrichment Factor atau Concentration Factor). Dari sejumlah unsur
atau mineral yang terdapat didalam kulit bumi, ternyata hanya beberapa unsur atau
mineral saja yang berbentuk unsur atau elemen tunggal (native element).Sebagian besar
merupakan persenyawaan unsur-unsur daaan membentuk mineral atau asosiasi
mineral.Mineral yang mengandung satu jenis logam atau beberapa asosiasi logam disebut
mineral logam (metallic mineral). Apabila kandungan logamnya relatif besar dan terikat
secara kimia dengan unsur lain maka mineral tersebut disebut Mineral Bijih (ore mineral).
Yang disebut bijih/ore adalah material/batuan yang terdiri dari gabungan mineral bijih
dengan komponen lain (mineral non logam) yang dapat diambil satu atau lebih logam
secara ekonomis. Apabila bijih yang diambil hanya satu jenis logam saja maka disebut
single ore. Apabila yang bisa diambil lebih dari satu jenis bijih maka disebut complex-
ore.
Mineral non logam yang dikandung oleh suatu bijih pada umumnya tidak
menguntungkan bahkan biasanya hanya mengotori saja, sehingga sering dibuang.
Kadang-kadang apabila terdapatkan dalam jumlah yang cukup banyak bisa dimanfaatkan
sebagai hasil sampingan (by-product), misalnya mineral kuarsa, fluorit, garnet dan lain-
lain. Mineral non logam tersebut disebut gangue mineral apabila terdapat bersama-sama
mineral logam didalam suatu batuan. Apabila terdapat didalam endapan non logam yang
ekonomis, disebut sebagai waste mineral. Yang termasuk golongan endapan mineral non
logam adalah material-material berupa padat, cairan atau gas. Material-material tersebut
bisa berbentuk mineral, batuan, persenyawaan hidrokarbon atau berupa endapan garam.
Contoh endapan ini adalah mika, batuan granit, batubara, minyak dan gas bumi, halit dan
lain-lain.
Kadar (persentase) rata-rata minimum ekonomis suatu logam didalam bijih disebut
cut off grade. Kandungan logam yang terpadat didalam suatu bijih disebut tenor off ore.
Karena kemajuan teknologi, khususnya didalam cara-cara pemisahan logam, sering
menyebabkan mineral atau batuan yang pada mulanya tidak bernilai ekonomis bisa
menjadi mineral bijih atau bijih yang ekonomis. Jenis logam tertentu tidak selalu terdapat
didalam satu macam mineral saja, tetapi juga terdapat pada lebih dari satu macam mineral.
Misalnya logam Cu bisa terdapat pada mineral kalkosit, bornit atau krisokola. Sebaliknya
satu jenis mineral tertentu sering dapat mengandung lebih dari satu jenis logam. Misalnya
mineral Pentlandit mengandung logam nikel dan besi. Mineral wolframit mengandung
unsur-unsur logam Ti, Mn dan Fe. Keadaan tersebut disebabkan karena logam-logam
tertentu sering terdapat bersama-sama pada jenis batuan tertentu dengan asosiasi mineral
tertentu pula, hal itu erat hubungannya dengan proses kejadian (genesa) mineral bijih.

2.2.1. Golongan Mineral Bijih dan Metallic Mineral

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Dari distribusi unsur-unsur logam dan jenis-jenis mineral yang terdapat didalam
kulit bumi menunjukkan bahwa hanya beberapa unsur logam dan mineral saja yang
mempunyai persentasi relatif besar, karena pengaruh proses dan aktivitas geologi yang
berlangsung cukup lama, persentasi unsur – unsur dan mineral-mineral tersebut dapat
bertambah banyak pada bagian tertentu karena Proses Pengayaan, bahkan pada suatu
waktu dapat terbentuk endapan mineral yang mempunyai nilai ekonomis. Proses
pengayaan ini dapat disebabkan oleh :
1. Proses Pelapukan dan transportasi
2. Proses ubahan karena pengaruh larutan sisa magma
Proses pengayaan tersebut dapat terjadi pada kondisi geologi dan persyaratan tertentu.
Mineral yang mengandung satu jenis logam atau beberapa asosiasi logam disebut
mineral logam (metallic mineral). Apabila kandungan logamnya relatif besar dan terikat
secara kimia dengan unsur lain maka mineral tersebut disebut Mineral Bijih (ore mineral).
Yang disebut bijih/oreadalah material/batuan yang terdiri dari gabungan mineral bijih
dengan komponen lain (mineral non logam) yang dapat diambil satu atau lebih logam
secara ekonomis. Apabila bijih yang diambil hanya satu jenis logam saja maka disebut
single ore. Apabila yang bisa diambil lebih dari satu jenis bijih maka disebut complex-
ore.Mineral bijih adalah Batu yang mengandung satu atau lebih mineral metalik yang
untung jika ditambang.. Suatu endapan dikatakan bijih sebenarnya dilihat dari nilai
ekonomisnya, bila harga pengolahan dan harga pasaran berfluktuasi, suatu saat endapan
mineral dikatakan sebagai bijih dan di saat lain bukan lagi. Pada saat ekstraksi didapatkan
bahan logam dan juga bahan limbah (gangue) yang tidak memiliki nilai ekonomis. Proses
ekstraksi tersebut menghasilkan timbunan limbah (tailing).Mineral bijih adalah Batu yang
mengandung satu atau lebih mineral metalik yang untung jika ditambang. Suatu endapan
dikatakan bijih sebenarnya dilihat dari nilai ekonomisnya, bila harga pengolahan dan
harga pasaran berfluktuasi, suatu saat endapan mineral dikatakan sebagai bijih dan di saat
lain bukan lagi. Pada saat ekstraksi didapatkan bahan logam dan juga bahan limbah
(gangue) yang tidak memiliki nilai ekonomis. Proses ekstraksi tersebut menghasilkan
timbunan limbah (tailing).

Pembagian kelompok mineral bijih:

1. Bijih Silisius (Keiko) yang mengandung sulfiIda terutama kalkopirit, terdesssiminasi


dalam batuan tersilisifikasi.
2. Bijih Kuning (Oko), terutama pirit dengan sedikit kalkopirit dan Kuarsa.
3. Bijih hitam (Kuroko), percampuran kuat antara Sphalerite kaya besi berwarna gelap,
galena, barite, dan sejumlah kecil pirit dan kalkopirit ; wurzit, enargit, tetrahidrit,

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

markasit, serta sejumlah mineral lainnya yang ditemukan secara setempat dalam
jumlah kecil.
4. Urat (vein) dan massa besar gipsum (sekkoko), yang saling berhubungan tetapi dalam
tubuh yang terpisah- pisah.
5. Zona stringer, kaya kalkopirit dalam pipa- pipa bawah bijih (ryukoko)
6. Ferruginous (lapisan tetsusekiei), yang berada pada lapisan paling bawah.

2.2.2. Kegunaan Mineral Bijih


Kadar minimum logam yang mempunyai arti ekonomis nilainya jauh lebih besar
daripada kadar rata-rata dalam kulit bumi. Faktor perkalian yang bisa memperbesar kadar
mineral yang kecil sehingga bisa menghasilkan kadar minimum ekonomis yang disebut
faktor pengayaan (” Enrichment Factor” atau ”Concentration Factor”). Dari sejumlah
unsur atau mineral yang terdapat didalam kulit bumi, ternyata hanya beberapa unsur atau
mineral saja yang berbentuk unsur atau elemen tunggal (”native element”). Sebagian besar
merupakan persenyawaan unsur-unsur daaan membentuk mineral atau asosiasi
mineral.Bijih merupakan sejenis batu yang mengandung mineral penting, baik
itu logam maupun bukan logam. Bijih diekstraksi melaluipenambangan, kemudian
hasilnya dimurnikan lagi untuk mendapatkan unsur-unsur yang
bernilai ekonomis.Kandungan atau kadar mineral, atau logam, juga bentuk
kewujudannya, secara langsung akan memengaruhi ongkos pertambangan bijih.
Biayaekstraksi harus diberi pembobotan untuk dibandingkan dengan nilai ekonomis
logam yang terkandung untuk menentukan bijih yang mana yang lebih menguntungkan
dan bijih yang mana yang kurang atau tidak menguntungkan. Bijih logam secaraumum
merupakan persenyawaan oksida, sulfida, silikat, atau logam “murni” (misalnya tembaga
murni yang biasanya tidak terkumpul di dalam kerak Bumi atau logam “mulia” (biasanya
tidak berbentuk persenyawaan) seperti emas. Bijih harus diolah untuk mengekstraksi
logam-logam dari “batuan sampah” dan dari mineral bijih. Tubuh bijih dibentuk oleh
berbagai macam proses geologis. Di dalam bahasa Inggris, proses “pembentukan bijih”
disebut sebagai ore genesis.Dalam dunia pertambangan dikenal juga istilah mineral
gangue. Gangue merupakan bahan berharga komersial yang berada di sekeliling,
tercampur, atau disebut sebagai mineral yang diinginkan, yang terdapat pada suatu
endapan bijih. Untuk memisahkan suatu mineral gangue, maka diperlukan apa yang
disebut dengan pengolahan mineral, yang merupakan aspek penting dalam pertambangan.
Pengolahan ini dapat menjadi sesuatu yang rumit, tergantung pada sifat dari mineral yang
terlibat. Keberhargaan suatu mineral dapat dilihat dari konsentrasi mineral yang
diinginkannya.Dalam suatu pengolahan bijih maupun mineral gangue juga membutuhkan
informasi yang detail mengenai komposisi, tekstur dan kondisi mineral yang akan diolah

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

dan dalam penyelidikan mengenaicara serta hasil pengolahan bijih tersebut. Dengan
mempelajari tekstur dan struktur dari suatu bijih, maka dapat diperoleh gambaran
tentangpembentukan awal bijih, metamorfosa, lingkungan pengendapan, kemungkinan
pengolahannya, deformasi dan pelapukan dari bijih.Dengan demikian mineral bijih
berfungsi sebagai material bahan tambang logam dan juga tidak termasuk bahan galian
industri (non logam) yang bernilai ekonomis yang dapat membantu di dalam kehidupan
sehari – hari dalam bidang industri, perekonomian, kosntruksi, dan lainnya.

2.3. Mineral Alterasi

Alterasi hidrothermal merupakan proses yang terjadi akibat adanya reaksi antara
batuan asal dengan fluida panasbumi. Batuan hasil alterasi hidrotermal tergantung pada
beberapa faktor, tetapi yang utama adalah temperatur, tekanan, jenis batuan asal,
komposisi fuida (khususnya pH) dan lamanya reaksi (Browne, 1984). Proses alterasi
hidrotermal yang tejadi akibat adanya reaksi antara batuan dengan air jenis klorida yang
berasal dari reservoir panasbumi yang terdapat jauhdibawah permukaan (deep chloride
water) dapat menyebabkan teriadinya pengendapan (misalnya kwarsa) dan pertukaran
elemen-elemen batuan dengan fluida, menghasilkan mineral-mineral seperti chlorite,
adularia, epidote. Air yang bersifat asam, yang terdapat pada kedalaman yang relatif
dangkal dan elevasi yang relative tinggi mengubah batuan asal menjadi mineral clay dan
mineral-mineral lainnya terlepas. Mineral hidrothernal yang dihasilkan di zona permukaan
biasanya adalah kaolin, alutlite, sulphur, residu silika dan gypsum.
Proses ubahan : proses replacement, leaching (pelarutan) dan pengendapan mineral
(pengisisan).
Dampak pada batuan : perubahan kimia, fisika dan mineral
1. Perubahan Kimia
Perubahan kimiawi dari fluida sehingga secara kimia terjadi penambahan unsur atau
pengurangan unsur oleh proses replacement, leaching (pelarutan) dan pengendapan
mineral
2. Perubahan fisik
3. Densitas
a) Densitas meningkat à silisifikasi
b) Densitas menurun àleaching
4.Porositas dan permeabilitas
a) Leachingà porositas / permeabilitas
b) Porositas ( à densitas )
5.Magnetic Properties

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

a) Batu gunungapi umumnya mengandung sedikit magnetik dan atau titano magnetit,
yang dapat menimbulkan kemagnetan.
b) Beberapa lapisan pabum mengandung “less-magnetic mineral” seperti hematit,
pirit, leucoxene, titanit. Hal ini menyebabkan batuan Hostrock menjadi “de –
magnetised”
6.Resistivity
Konduktivitas batuan hostrock dipengaruhi oleh :
1. Konsentrasi elektrolit air panas yang dikembangkannya.
2. Kehadiran mineral clay& zeolit di dalam matrik.
3. Hadir mineral lempung seperi : kaolin (kaolinit, haloisit)
4. (Metahaolisit, dickite) Ca – monmorila (smectite), ilit (K-mica), klorit. (Mineral clay
merupakan mineral hidrasi, dimana tergantung pada temperatur dan komposisi fluida
(pH).
2.3.1. Pembagian Zona Alterasi

Zona alterasi adalah sekumpulan mineral yang terbentuk pada suatu zona alterasi
yang sama.Creasey (1966, dalam Sutarto, 2004) membuat klasifikasi alterasi hidrotermal
pada endapan tembaga porfir menjadi empat tipe yaitu propilitik, argilik, potasik, dan
himpunan kuarsa-serisit-pirit. Lowell dan Guilbert(1970, dalam Sutarto, 2004) membuat
model alterasi-mineralisasi juga pada endapan bijih porfir, menambahkan istilah zona filik
untuk himpunan mineral kuarsa, serisit, pirit, klorit, rutil, kalkopirit. Adapun delapan
macam tipe alterasi antara lain :
Zona alterasi ada enam, yaitu :
1. Zona Potassic
Zona potasik merupakan zona alterasi yang berada pada bagian dalam suatu sistem
hidrotermal dengan kedalaman bervariasi yang umumnya lebih dari beberapa ratus meter.
Zona alterasi ini dicirikan oleh mineral ubahan berupa biotit sekunder, K Feldspar, kuarsa,
serisit dan magnetite. Mineral logam sulfida berupa pirit dan kalkopirit dengan
perbandingan 1:1 hingga 3:1, bentuk endapan dapat juga dijumpai dalam bentuk
mikroveinlet serta dalam bentuk menyebar (“disseminated”). Pembentukkan biotiti
sekunder ini dapat terbentuk akibat reaksi antara mineral mafik terutama hornblende
dengan larutan hidrotermal yang kemudian menghasilkan biotit, feldspar maupun
piroksin. Selain biotisasi tersebut mineral klorit muncul sebagai penciri zona ubahan
potasik ini. Klorit merupakan mineral ubahan dari mineral mafik terutama piroksin,
hornblende maupun biotit, hal ini dapat dilihat bentuk awal dari mineral piroksin terlihat
jelas mineral piroksin tersebut telah mengalami ubahan menjadi klorit. Pembentukkan

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

mineral klorit ini karena reaksi antara mineral piroksin dengan larutan hidrotermal yang
kemudian membentuk klorit, feldspar, serta mineral logam berupa magnetit dan hematit.
Alterasi ini diakibat oleh penambahan unsur pottasium pada proses metasomatis dan
disertai dengan banyak atau sediktnya unsur kalsium dan sodium didalam batuan yang
kaya akan mineral aluminosilikat. Sedangkan klorit, aktinolit, dan garnet kadang dijumpai
dalam jumlah yang sedikit. Mineralisasi yang umumnya dijumpai pada zona ubahan
potasik ini berbentuk menyebar dimana mineral tersebut merupakan mineral – mineral
sulfida yang terdiri atas pirit maupun kalkopirit dengan pertimbangan yang relatif sama.
Bentuk endapan berupa hamburan dan veinlet yang dijumpai pada zona potasik ini
disebabkan oleh pengaruh matasomatik atau rekristalisasi yang terjadi pada batuan induk
ataupun adanya intervensi daripada larutan magma sisa (larutan hidrotermal) melalui pori-
pori batuan dan seterusnya berdifusi dan mengkristal pada rekahan batuan.Potasik
Perubahan, khas dari deposito emas lapisan, hasil dalam produksi mengandung mika,
mineral mengandung kalium seperti biotit dalam batuan kaya zat besi, mika muskovit atau
serisit batuan felsik, dan orthoclase (disamping adularia) perubahan, seringkali cukup
meresap dan memproduksi berbeda salmon-pink perubahan vena selvages.

2. Zona Skarn
Skarns adalah dalam arti mereka luas dibentuk oleh transportasi massa dan kimia dan
reaksi antara satuan batuan yang berdekatan. Mereka tidak perlu batuan beku dalam asal;
dua lapisan sedimen yang berdekatan seperti pembentukan terbalut besi dan batu gamping
mungkin bereaksi terhadap logam pertukaran dan cairan selama metamorfosis,
menciptakan sebuah forsiterite.Skarns asal beku diklasifikasikan sebagai exoskarns atau
endoskarns. Exoskarns terjadi pada dan di luar granit yang dihasilkan mereka, dan
perubahan batuan dinding. Endoskarns, termasuk greisens, bentuk dalam massa granit itu
sendiri, biasanya terlambat dalam emplacement mengganggu dan terdiri dari stockwork
lintas sektor, sendi pendinginan dan di sekitar margin dan bagian paling atas granit itu
sendiri. Mineral forsiterite umum termasuk piroksen, garnet, idocrase, wollastonite,
aktinolit, magnetit atau hematit, dan epidot. Karena skarns terbentuk dari kompatibel-
unsur yang kaya, cairan air mengandung silika berbagai jenis mineral jarang ditemukan
di lingkungan forsiterite, seperti: turmalin, topaz, beryl, korundum, fluorit, apatit, barit,
strontianite, tantalite, anglesite, dan lain. Seringkali, feldspathoids dan langka calc-silikat
seperti scapolite ditemukan di daerah marjinal lebih.Alterasi ini terbentukl akibat kontak
antara batuan sumber dengan batuan karbonat, zona ini sangat dipengaruhi oleh komposisi
batuan yang kaya akan kandungan mineral karbonat. Pada kondisi yang kurang akan air,
zona ini dicirikan oleh pembentukan mineral garnet, klinopiroksin dan wollastonit serta
mineral magnetit dalam jumlah yang cukup besar, sedangkan pada kondisi yang kaya akan

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

air, zona ini dicirikan oleh mineral klorit.,tremolit – aktinolit dan kalsit dan larutan
hidrotermal. Proses pembentukkan skarn akibat urutan kejadian Isokimia –
metasomatisme – retrogradasi. Dijelaskan sebagai berikut :

a) Isokimia merupakan transfer panas antara larutan magama dengan batuan samping,
prosesnya H2O dilepas dari intrusi dan CO2 dari batuan samping yang karbonat.
Proses ini sangat dipengaruhi oleh temperatur,komposisi dan tekstur host rocknya
(sifat konduktif).
b) Metasomatisme, pada tahap ini terjadi eksolusi larutan magma kebatuan samping yang
karbonat sehingga terbentuk kristalisasi pada bukaan – bukaan yang dilewati larutan
magma.
c) Retrogradasi merupakan tahap dimana larutan magma sisa telah menyebar pada
batuan samping dan mencapai zona kontak dengan water falk sehingga air tanah turun
dan bercampur dengan larutan.
d) Forsiterite dan jenis batuan skarnoid, biasanya berdekatan dengan intrusi granit dan
pembentukan besi berdekatan dengan satuan batuan reaktif seperti batu gamping,
napal dan

3. Zona Prophyritic
Zona ini merupakan zona terluar dan selalu ada. Klorit adalah mineral yang umum
pada zona ini. Pirit, kalsit, dan epidot berasosiasi dengan mineral mafik (biotit dan
homblenda) yang teralterasi sebagian atau seluruhnya menjadi klorit dan karbonat.
Plagloklas adalah mineral yang tidak terpengaruh. Zona ini terdapat di sekeliling tubuh
batuan yang panjangnya mencapai ratusan meter.

4. Zona Sericitic
Alterasi Sericitic mengubah batuan menjadi mineral sericite, merupakan mika putih
yang sangat halus. Alterasi ini terbentuk oleh dekomposisi feldspars, sehingga
menggantikan feldspar. Di lapangan, kehadirannya pada batuan dapat dideteksi oleh
kelembutan batu, seperti yang mudah digores. Terasa berminyak ketika mineral ini
banyak, dan warna putih, kekuningan, coklat keemasan atau kehijauan. Alterasi Sericitic
menunjukkan kondisi low pH (acidic).
Perubahan terdiri dari kuarsa + sericite disebut “phyllic” alterasi. Alterasi ini terkait
deposit phophyry tembaga yang mungkin berisi cukup halus, pyrite yang disebarkan
secara langsung terkait dengan peristiwa perubahan.

5. Zona Argillic

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Alterasi Argillic memperkenalkan beberapa variasi dari mineral lempung seperti


kaolinite, smectite and illite. Alterasi Argillic umumnya pada low temperature dan
sebagian mungkin terajadi pada kondisi atmospheric. Tanda-tanda awal alterasi argillic
adalah bleaching out (pemutihan) feldspar.Subkategory spesial dari alterasi argillic adalah
“advanced argillic”. Kategori ini terdiri dari kaolinite + quartz + hematite +
limonite. feldspars tercuci and teralterasi menjadi sericite. Keberadaan alterasi ini
menunjukkan kondisi low pH (highly acidic). Pada highertemperatures, mineral
pyrophyllite (white mica) terbentuk pada dalam kaolinite.Zona ini terbentuk akibat
rusaknya unsur potasium, kalsium dan magnesium menjadi mineral lempung. Zona ini
dicirikan oleh mineral lempung, kuarsa dan karbonat. Unsur potassium, kalsium dan
magnesium dalam batuan berubah menjadi montmorilonit, illit, hidromika dan klorite.
Pada bagian atas dari zona ini terbentuk zona advance argilik pada kondisi fluida yang
lebih asam dibandingkan zona argilik. Zona ini tidak selalu hadir, dicirikan oleh mineral
kuarsa, silica amor seperti andalusit, alunit, dan korundum. Kehadiran mineral sulfida
tidak intensif dijumpai, kandungan pirite sekitar 2%.

6. Zona Advance Argillic


Sedangkan untuk sistem epitermasl sulfidasi tinggi (fluida kaya asam sulfat),
ditambahkan istilah advanced argilic yang dicirikan oleh kehadiran himpunan mineral.
Untuk temperatur tinggi, 250°-350°C), atau himpunan mineral:
a) pirofilit+
b) diaspor±
c) andalusit±
d) kuarsa±
e) turmalin±

Untuk temperatur rendah,< 180 °C):


a) enargit-luzonit
b) kaolinit+
c) alunit±
d) kalsedon±
e) kuarsa±
f) pirit

2.3.2. Mineral Penciri Zona altersi


Setiap mineral-mineral yang berada pada suatu zona alterasi, dan mineral tersebut
tidak akan ada pada zona alterasi lainnya, dan itulah yang akan menjadi penciri daripada
zona alterasi. Adapun mineral-mineral tersebut adalah:

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

1. Zona Potassic : Actinolit dan Biotit


2. Zona Skarn : Tremolit, Vesuvianit dan Wllastonit.
3. Zona Prophyritic : Actinolit dan epidot.
4. Zona Sericitic : Sericit
5. Zona Argillic : Kuarsa dan Siderit
6. Zona AdvanceArgillic : Alunit, Opalin Silika dan Tridimit.

2.3.3. Jenis Alterasi Pada Beberapa Jenis Fluida


Adapun jenis alterasi pada beberapa jenis fluida diantaranya adalah sebagai
berikut:
a) Alterasi Fluida Klorida
Alterasi yang umum ditemukan adalah Argillic – propylitic. Mineral yang
seringditemukan antara lain: silika, albite – adularia, illite, chloride, epidote, zeolite,
calcite, pyrite, pyrrhotite dan base metal sulphide.

b) Alterasi sulfat
Alterasi yang biasa ditemukan adalah advance argillic, dengan kaolinite, halloysite,
cristobalite dan alunite sebagai diagnostik mineral. Silica residu umum ditemukan sebagai
hasil dari acid fluid activity (leach) dan ini beda dengan silika sinter yang dihasilkan
sebagai proses pengendapan bukan sebagai proses alterasi.

c) Alterasi Bikarbonat
Alterasi umumnya argillic (kaoline, montmorillonite) dan mordinite, minor calcite
dan silisifikasi. Endapan mineral yang sering ditemukan adalah travertine.

2.3.4. Tipe – Tipe Alterasi

1. Tipe Alterasi Propylitic


Tipe alterasi ini mengubah batuan menjadi hijau, karena mineral baru terbentuk
berwarna hijau. Mineral tersebut adalah chlorite, actinolite dan epidote. Mineral tersebut
terbentuk dari dekomposisi Fe – Mg seperti biotite, amphibole atau pyroxene, walaupun
bisa tergantikan oleh feldspar. Alterasi jenis ini relative terjadi pada low temperatures
(temperatur rendah).

2. Tipe Alterasi Sericitic (Sericite)


Alterasi jenis ini mengubah batuan menjadi mineral sericite, merupakan mika putih
yang sangat halus. Alterasi jenis ini terbentuk oleh dekomposisi feldspar, sehingga
menggantikan feldspar. Di lapangan, kehadirannya pada batuan dapat dideteksi oleh
kelembutan batu, seperti yang mudah digores. Terasa berminyak ketika mineral ini

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

banyak, dan warna putih, kekuningan, coklat keemasan atau kehijauan. Alterasi jenis ini
menunjukkan kondisi low Ph (acidic).Perubahannya terdiri dari kuarsa + sericite disebut
“phyllic” alterasi. Alterasi jenis ini terkait deposit phophyry tembaga yang mungkin berisi
cukup halus, pyrite yang disebarkan secara langsung terkait dengan peristiwa perubahan.
3. Alterasi Tipe Potassic (Biotite, K – Feldspar, Adularia)
Alterasi jenis ini relatif terjadi pada high temperature (temperatur tinggi) yang
merupakan hasil pengayaan potassium. Bentuk alterasi jenis ini terbentuk sebelum
kristalisasi magma selesai, biasanya terbentuk kusutan dan agak terputus – putus oleh pola
vein. Alterasi jenis ini bisa terjadi di lingkungan plutonic dalam, dimana orthoclase akan
terbentuk, atau daerah dangkal, lingkungan vulkanik dimana adularia terbentuk.

4. Tipe Alterasi Jenis Albitic (Albite)


Perubahan albitic membentuk albite atau sodic plagioclase. Hal ini
mengidentifikasikan keberadaan pengayaan Na. Tipe Alterasi ini juga terjadi pada High
Temperature (temperatur tinggi). Kadang – kadang white mica paragonite (Na – rich) bisa
terbentuk juga.
5. Tipe Alterasi Jenis Silification (silifikasi kuarsa)
Merupakan proses penambahan silica (SiO2) sekunder. Silification salah satu tipe
alterasi yang paling umum terjadi dan dijumpai dalam bentuk yang berbeda – beda. Salah
satu bentuk yang paling sering dijumpai adalah “silica flooding”, merupakan hasil
pergantian batuan dengan microcrystallinequartz (chalcedony), porositas besar dari
batuan akan memfasilitasi proses ini. Selain itu bentuk dari silification adalah
pembentukan rekahan dekat spasi dalam jaringan atau stockworks yang berisi quartz.
Silica flooding dan atau stockworks kadang – kadang hadir dalam wallrock sepanjang
batas quartzvein (urat kuarsa). Silification dapat terjadi melalui berbagai temperatur.

6. Tipe Alterasi Jenis Silication (Silicate Minerals +/- Quartz)


Silication merupakan terminologi umum untuk penambahan silica dengan bentuk
berbagai mineral silika. Hal ini berasosiasi dengan kuarsa. Seperti pembentukan biotite
atau garnet dan juga tourmaline. Silication bisa terjadi pada daerah berbagai temperatur.
Contoh klastik pergantian limestone (calcium carbonate) dengan mineral silicate
berbentuk sebuah “skarn”, yang biasanya terjadi pada kontak intrusi batuan beku. Sebuah
subset khusus dari silication dikenal “greisenization”. Bentuk dari tipe batuan ini disebut
“greisens”, yang mana batuan ini terdiri dari parallel veins dari Quartz + Muscovite +
mineral lain (seringnya tourmaline). Parallel veins merupakan bentuk pada zona atap dari
sebuah plutonik. Dengan veining yang intensif (banyak), beberapa wallrocks bisa
tergantikan sepenuhnya oleh mineral baru yang sama dengan pada sebuah vein.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

7. Tipe Alterasi Jenis Carbonatization (Carbonate Minerals)


Merupakan terminologi umum untuk penambahan beberapa mineral karbonat.
Umumnya calcite, ankerite, dan dolomite. Carbonatization biasanya juga berasosiasi
dengan penambahan mineral albite. Alterasi jenis ini bisa terbentuk pola zonal sekeliling
ore deposit dengan kaya akan besi (Fe).

8. Tipe Alterasi Jenis Alunitic (Alunite)


Alterasi jenis ini terkait dengan lingkungan sumber mata air panas. Alunite
merupakan sebuah mineral potassium aluminium sulfat yang cenderung membentuk
ledges di beberapa daerah. Kehadiran alunite didukung kondisi yang akan gas SO4, hal
ini terjadi karena oksidasi mineral sulfide.

9. Tipe Alterasi Jenis Argillic (Clay Minerals)


Alterasi jenis ini memperkenalkan beberapa variasi dari mineral lempung seperti
kaolinite, smectite, dan illite. Alterasi jenis ini pada umumnya terbentuk pada low
temperature (temperatur rendah) dan sebagian mungkin terjadi pada kondisi atmospheric.
Tanda – tanda awal alterasi argillic adalah bleaching out (pemutihan) feldspar.
Subkategori special dari alterasi jenis ini adalah “Advanced argillic”. Kategori ini terdiri
dari kaolonite + quartz + hematite + limonite. Feldspar tercuci dan teralterasi menjadi
sericite. Keberadaan alterasi ini menunjukkan kondisi low ph (Highly acidic). Pada
temperatur yang lebih tinggi, mineral pyrophilite (White mica) terbentuk menjadi
kaolinite.

10. Tipe Alterasi Jenis Zeolitic (Zeolite Minerals)


Alterasi jenis ini sering berasosiasi dengan lingkungan vulkanik tetapi bisa terjadi
pada jarak yang jauh dari lingkungan ini. Pada lingkungan vulkanik, mineral zeolite
menggantikan matriks glass (kaca). Mineral zeolite merupakan mineral yang terbentuk
pada temperatur yang rendah, jadi mineral ini terbentuk selama tahap redanya aktifitas
vulkanik pada daerah dekat permukaan.

11. Tipe Alterasi jenis Serpentinization and Talc (Serpentine, Talc)


Tipe alterasi ini membentuk Serpentine, yang softness, waxy, kehijauan, dan massive.
Tipe alterasi ini hanya ditemukan ketika batuan asal adalah batuan mafic atau ultramafic.
Tipe batuan ini relatif memiliki kandungan besi dan magnesium yang banyak.
Serpentine merupakan mineral yang terbentuk pada temperatur yang rendah. Talc hampir
sama dengan mineral serpentine, tetapi penampakkannya sedikit berbeda (pale to white).

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Alterasi Talc mengindikasi sebuah konsentrasi magnesium yang tinggi selama proses
kristalisasi terjadi.

12. Tipe Alterasi Jenis Oxidation (Oxide Minerals)


Merupakan pembentukan semua mineral oksidasi. Yang paling umum dijumpai
adalah hematite dan limonite (oksida besi), tetapi banyak jenis bisa terbentuk, tergantung
kandungan metal di dalamnya. Sulfida merupakan mineral yang sering terlapukkan
dengan mudah karena rentan dengan oksidasi dan digantikan oleh oksida besi. Oksida
terbentuk dengan mudah pada permukaan atau dekat permukaan dimana oksigen pada
atmosfer lebih mudah tersedia. Temperatur oksidasi bervariasi. Ini bisa terjadi pada
permukaan atau kondisi atmosferik atau bisa terjadi pada low to moderate temperature
dari fluidanya.

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

Sebelum melakukan percobaan pertama menyiapkan alat dan bahan yang


disediakan, seperti alat tembaga, kikir bajah, porselen, kaca, paku serta alat tulis meulis,
dan bahannya sampel mineral beserta problem set. Setiap sampel mineral yang ada diberi
nomor urut dan didokumentasi dengan difoto. Kemudian menentukan warna segar dan
warna lapuknya dengan mengamati permukaan mineralnya. Untuk ceratnya sendiri dapat
diketahui dengan menggoreskan sampel mineral ke pecahan porselen. Untuk kilapnya

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

sendiri dapat ditentukan dengan mengarahkannya ke cahaya. Belahan sendiri dapat dilihat
dengan mengamati permukaan mineral. Sedangkan untuk pecahan dapat diamati dengan
menggunakan loop. Kekerasan sendiri dapat ditentukan dengan skala kekerasan alat
penguji. Sedangkan tenacity dapat diperkirankan dengan menggunakan kekerasannya.
Dan terakhir tulis semua deskripsi di problem set yang telah disediakan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.1.1 Emas (Au)


Warna Segar : Kuning

Warna Lapuk : Kuning kecoklatan

Cerat : Keemasan

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Kilap : Metalic

Belahan : Tidak sempurna

Pecahan : Bergerigi

Kekerasan : 3

Sistem Kristal : Isometrik

Tenacity : Brittle (Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : Au

Berat Jenis : 19,3

Nama mineral : EMAS

4.1.2 Pirit
Warna Segar : Kuning terang

Warna Lapuk : Kecoklatan

Cerat : Putih

Kilap : Non Logam ( kaca)

Belahan : Sempurna

Pecahan : Tidak Rata

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Kekerasan : 6-6,5

Sistem Kristal : Kubik

Tenacity : Brittle (Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : FeS2

Berat Jenis : 4,7

Nama mineral : PIRIT

4.1.3 Tembaga

Nama mineral : Tembaga

Warna Segar : Coklat

Warna Lapuk : -

Cerat : coklat

Kilap : non logam ( kaca)

Belahan : Tidak sempurna

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Pecahan : rata

Kekerasan : 3

Sistem Kristal : isometrik

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : Cu

Berat Jenis : 2,5-3

4.1.4 Kalsit
Nama mineral : Kalsit

Warna Segar : Bening atau putih

Warna Lapuk : coklat

Cerat : Putih

Kilap : non logam ( kaca)

Belahan : Sempurna

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Pecahan : Rata

Kekerasan : 3

Sistem Kristal : hexagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : CaCO3

Berat Jenis : 2,65

4.2 Pembahasan
4.2.1 Emas (Au)

Magma merupakan larutan silikat panas yang mengandung oksida,


sulfidadan zat-zat mudah menguap (volatile) yang dikeluarkan ketika pembekuan
magma terjadi.Emas pembentukannya & berhubungan dengan naiknya larutan sisa
magma ke atas permukaan yang dikenal dengan istilah larutan hidrothermal. suatu
cebakan proses hidrothermal dalam pembentukkannya harus melalui ti ga
prosesyang meliputi proses differensiasi, migrasi dan akumulasi (pengendapan).

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

proses differensiasi & berlangsung pada magma sehingga dari suatu sumber
magma akan terbentuk berbagai macam mineral-mineral baru. proses& differensiasi ini
dapat diakibatkan oleh kristalisasi &.Gravitai pemisahan mineral. AssimilasiMelalui
differensiasi unsur-unsur magma mengalami perubahan dan membentuk endapan mineral
sulfida dan oksida magmatik yang biasanya tersebar. kristalisasi berakhir seluruh cairan
sisa akan ditekan keluar membentuk pegmatit,dan kemudian apabila pemadatan
telah atau hampir sempurna, akan terbentuk larutan sisa magma yang mudah
bergerak (larutan hidrothermal). Komposisi emas pada batuan metamorfik dikontrol oleh
batuan asalnya (protolith).
Batuan metamorf yang dapat menyimpan emas salah satu contohnya adalah sekis
hijau yang berasal dari batuan pelitik seperti lempung dan serpih serta batuan alterasi dari
batuan ultra basa. Konsentrasi emas pada batuan ini dapat mencapai 0.1-2 ppm. Akibat
proses metamorfose air dan volatile yang lain seperti CO2 dan CH4 keluar dari kristal
mengangkut logam-logam yang ada pada batuan asal. Presipitasi larutan yang kaya akan
logam ini di ruang tertentu seperti rekahan akibat deformasi akan menghasilkan urat yang
kaya emas.
Hasil analisis inklusi fluida pada endapan mesothermal pada batuan pembawa
metamorfik derajat rendah seperti sekis hijau diperoleh bahwa suhu rata-rata pembentukan
mineralisasi mesothermal didapatkan sekitar 277oC dengan toleransi lebih kurang 48oC.
suhu homogenisasi yang diperoleh dari pengukuran inklusi fluida (suhu minimum) pada
jenis endapan yang lain, jenis ini bervariasi antara 200-490oC. salinitas yang diestimasi
dari data inklusi rendah <4 wt.% NaCl equivalent.
Komposisi emas pada batuan metamorfik dikontrol oleh batuan asalnya
(protolith). Batuan metamorf yang dapat menyimpan emas salah satu contohnya adalah
sekis hijau yang berasal dari batuan pelitik seperti lempung dan serpih serta batuan alterasi
dari batuan ultra basa. Konsentrasi emas pada batuan ini dapat mencapai 0.1-2 ppm.
Akibat proses metamorfose air dan volatile yang lain seperti CO2 dan CH4 keluar dari
kristal mengangkut logam-logam yang ada pada batuan asal. Presipitasi larutan yang kaya
akan logam ini di ruang tertentu seperti rekahan akibat deformasi akan menghasilkan urat
yang kaya emas.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Gambar 4.1 Emas


4.2.1.1 Pirit (FeS2)
Pirit adalah mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam yang cerah. Pirit
memiliki rumuskimia FeS2 (disulfida besi) dan merupakan mineral sulfida yang paling
umum dijumpai. Pirit bisa terbentuk pada suhu tinggi-rendah dan keterdapatannya bisa
dalam batuan beku, metamorf dan sedimen walaupun dalam jumlahnya yang sedikit.
Nama "Pirit" berasal dari bahasa Yunani "pyr" yang berarti "api." Nama ini diberikan
karena pirit dapat digunakan untuk menciptakan bunga api yang dibutuhkan untuk
membuat api jika dipukul terhadap logam atau bahan keras lainnya.
Di masyarakat, pirit memiliki berbagai julukan yang sangat terkenal diantaranya
yaitu "penghantar emas", "emas muda", bahkan ada yang juga menyebutnya sebagai
"emas palsu". Hal ini dikarenakan pirit mempunyai Warna mineral mirip emas. Dengan
kilap logam dan berat jenis yang tinggi sering menyebabkan orang keliru untuk
membedakan pirit dengan emas, bahkan pada prospectors emas berpengalaman sekalipun.
Namun, yang perlu diperhatikan disini bahwa kedua mineral ini sering terbentuk bersama-
sama, bahkan pada beberapa deposit, pirit mengandung kandungan emas yang bernilai
ekonomis untuk ditambang.pirit biasanya mudah untuk diidentifikasi. Mineral ini selalu
memiliki warna kekuningan, kilap logam dan berat jenis yang tinggi.
Satu-satunya mineral yang memiliki sifat fisik yang mirip dengan pirit adalah
markasit, sebuah dimorph pirit dengan komposisi kimia yang sama tetapi mempunyai
struktur kristal ortorombik. Markasit tidak memiliki warna kuning terang seperti pirit,
tetapi berwarna kuningan pucat kadang-kadang terlihat dengan warna sedikit hijau.
Markasit lebih rapuh dari pirit dan juga memiliki berat jenis sedikit lebih rendah yaitu 4,8.
Sebenarnya pirit dan emas dapat dengan mudah dibedakan, emas sangat lembut dan akan

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

penyok apabila diberikan tekanan (emas sifatnya elastis). Emas mempunyai cerat
berwarna kuning, sementara pirit berwarna hitam kehijauan.
Selain itu emas memiliki berat jenis yang lebih tinggi dari pirit. Dengan
Melakukan pengujian kecil akan membantu Anda membedakan antara pirit dengan
emas.Pirit terdiri dari besi dan belerang (FeS2), namun mineral ini bukan merupakan
sumber utama dari elemen besi. Besi biasanya diperoleh dari bijih oksida seperti hematite
dan magnetit. Deposit Oksida besi di alam jauh lebih besar dibandingkan besi sulfida dan
juga lebih gampang mengekstraknya menjadi logam besi dibanding besi sulfida. Pirit
digunakan sebagai bijih utama dalam memproduksi sulfur dan asam sulfat. Saat ini
sebagian besar sulfur diperoleh sebagai produk sampingan dari pengolahan gas alam dan
minyak mentah. Beberapa sulfur terus diproduksi dari pirit sebagai produk sampingan dari
produksi emas.

Gambar 4.2 Pirit (FeS2)

4.2.1.2 Kalkopirit (CuFeS2)


Warna mempunyai warna segar kuning keemasan, warna lapuk coklat
,mempunyai cerat warna hitam kilap (Luster) adalah logam. Belahan tidak sempurna,
pecehan tidak rata (uneve),Sistem kristal tetragonal,berat jenis 4,28. Kristal kebiasaan
sebagian besar adalah yang disphenoid yang seperti dua wedges berlawanan dan
menyerupai tetrahedron. Kristal sometines kembar. Juga umum besar, dan kadang-kadang
botryoidal. Associated Mineral kuarsa, fluorit, barit, dolomit, kalsit, pentlandit, pirit dan
sulfida lainnya.
Kalkopirit adalah suatu mineral besi sulfide tembaga yang mengeristal sistem
bersudut empat. Kalkopirit mempunyai komposisi kimia yaitu (CuFeS2). Kalkopirit

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

seperti kuningan yang mempunyai warna kuning keemasan, dan mempunyai skala
kekerasan 3,5 – 4, Lapisan nya adalah diagnostik seperti sedikit warna hijau kehitam.
Pada saat kalkopirit berada di udara terbuka maka kalkopirit akan beroksidasi
dengan berbagai oksida, hidroksid dan sulfates. Rekanan Mineral Tembaga meliputi
sulfida bornite ( Cu5FeS4), chalcocite ( Cu2S), covellite ( CuS), digenite ( Cu9S5);
karbonat seperti perunggu dan azurit, dan oksida jarang seperti cuprite ( Cu2O). Kalkopirit
jarang ditemukan bersama-sama tembaga murni. Kalkopirit sering diacungkan dengan
pirit. Kolkopirit kristalnya jarang dan lebih sedikit rapuh. Warna kalkopirit kuning gelap
dengan sedikit warna kehijau – hijauan dan kilap berminyak diagnostic.
Dalam kaitan dengan warna nya dan isi tembaga tinggi, kalkopirit telah sering
dikenal sebagai ” tembaga kuningan”. Oleh karena itu kalkopirit ini sangat sering dan
dimanapun sering dikenal sebagai tembaga kuning atau tembaga kuningan.

Gambar 4.3 Kalkopirit (CuFeS2)


4.2.1.3 Galena (Pbs)
Galena atau galenit merupakan mineral berwarna abu-abu kebiruan dengan kilap
logam yang tersusun atas senyawa (Pbs) Kristalnya berbentuk kubus. Terdapat sebagai
himpunan dalam batu gamping, batu pasir, atau batuan sedimen lain. Galena merupakan
bijih timbal terpenting dalam hal ini juga merupakan sumber utama logam perak.
Apabila unsur sulfida dominan pada batuan galena, aroma sulfida akan terasa dilokasi
batuan tersebut. Mineral ini adalah mineral yang dapat ditemukan disekitar galena antara
lain sphalerit, pirit dan kalkopirit. Mineral galena ini banyak berguna dalam industri
pengolahan besi dan baja, terutama bila terdapat unsur tembaga (Cu) di dalamnya. Batuan
galena Indonesia saat ini kebanyakan diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri
di China.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Metode penambangan galena umumnya menggunakan peledakan atau membuka


singkapan dengan alat berat kemudian mengambil secara manual. Galena juga merupakan
salah satu mineral yang cukup berbahaya.[3] Kandungan belerang dalam galena membuat
mineral ini sangat rapuh dan reaktif untuk pengobatan kimia.[3] Jika seseorang mengalami
kontak dengan Galena dapat menghadapi risiko tinggi keracunan
dengan mineral dan debu yang mematikan. Jika diekstrak, konten dari mineral ini akan
berdampak pada lingkungan dan menimbulkan ancaman kesehatan.
Galena adalah mineral yang sangat penting karena berfungsi sebagai bijih untuk
sebagian besar produksi timbal di dunia. Galena juga merupakan bijih yang signifikan dari
perak. Kegunaan timbal paling penting saat ini adalah dalam baterai timbal. Sebuah
baterai khusus mengandung sekitar 20 pon timbal dan harus diganti setiap empat atau lima
tahun. Baterai timbal juga digunakan sebagai sumber pasokan listrik darurat untuk
jaringan komputer, fasilitas komunikasi, dan sistem penting lainnya. Timbal juga
merupakan salah satu logam yang digunakan dalam sistem penyimpanan energi yang
terkait dengan pembangkit listrik dan kendaraan hybrid.

Gambar 4.4 Mineral Galena (Pbs)

4.2.1.4 Perak
Perak adalah unsur logam dengan nomor atom 47. Simbolnya adalah Ag,
dari bahasa Latin argentum. Sebuah logam transisi lunak, putih, dan berkilau, ia
memiliki konduktivitas listrik, konduktivitas termal, dan reflektivitas tertinggi di antara
semua logam. Logam ini terjadi secara alamiah dalam bentuk murni, bentuk bebas (perak
asli), sebagai paduan dengan emas dan logam lainnya, dan dalam mineral

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

seperti argentit dan klorargirit. Kebanyakan perak diproduksi sebagai produk samping
penambangan tembaga, emas, timah, dan seng.
Perak telah lama dinilai sebagai logam mulia. Lebih melimpah daripada emas,
logam perak telah berfungsi di banyak yang sistem moneter pramodern sebagai spesi koin,
kadang-kadang bahkan bersama emas. Kemurniannya biasanya diukur berbasis per-mil;
paduan murni 94% dijelaskan sebagai "0,940 fine". Selain itu, perak memiliki berbagai
aplikasi di luar mata uang, seperti pada panel surya, penyaringan air, perhiasan dan
ornamen, peralatan makan dan perabotan bernilai tinggi (muncullah istilah silverware),
dan juga sebagai investasi dalam bentuk koin dan bulion. Perak digunakan industri
dalam stop kontak dan konduktor listrik, pada cermin khusus, pelapis jendela dan
dalam katalisis reaksi kimia. Senyawanya digunakan dalam film fotografi dan sinar-X.
Larutan perak nitrat encer dan senyawa perak lainnya digunakan sebagai disinfektan dan
mikrobisida (efek oligodinamika), ditambahkan ke perban dan pembalut
luka, kateter dan peralatan medis lainnya.

Gambar 4.5 Perak


4.2.1.5 Kuarsa
Kuarsa adalah senyawa kimia yang terdiri dari satu bagian silikon dan dua bagian
oksigen atau biasa disebut silikon dioksida (SiO2). Kuarsa merupakan mineral yang
paling berlimpah ditemukan di permukaan bumi dan sifatnya yang unik dapat
membuatnya menjadi salah satu mineral yang paling berguna. Kuarsa adalah mineral yang
terdistribusi secara luas di permukaan bumi. Mineral ini dapat terbentuk pada semua suhu
pembentukan mineral. Kuarsa banyak ditemukan di batuan beku, metamorf, dan batuan
sedimen. Kuarsa sangat tahan terhadap pelapukan mekanik dan kimia. Daya tahan inilah
yang membuat mineral ini banyak ditemukan di puncak gunung, pantai, sungai, dan gurun

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

pasir. Kuarsa dapat hadir dimana-mana, berlimpah dan resisten. Tambang deposit kuarsa
banyak ditemukan di seluruh dunia. Kristal kuarsa dapat digunakan untuk tujuan khusus.
Kristal kuarsa yang berkualitas tinggi adalah silika kristal tunggal dengan sifat optik
ataupun elektronik. Para ahli memperkirakan ada sekitar sepuluh miliar kristal kuarsa
digunakan setiap tahun. Kristal kuarsa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan
filter, kontrol frekuensi, timer, sirkuit elektronik yang menjadi komponen penting dalam
ponsel, jam tangan, receiver televisi, komputer, alat navigasi, lensa, penutup laser, dan
berbagai macam perangkat khusus lainnya.

Gambar 4.6 Kuarsa


4.2.2 Nikel (Ni)

Proses pembentukan nikel laterit diawali dari proses pelapukan batuan ultrabasa,
dalam hal ini adalah batuan harzburgit. Batuan ini banyak mengandung olivin, piroksen,
magnesium silikat dan besi, mineral-mineral tersebut tidak stabil dan mudah mengalami
proses pelapukan. Faktor kedua sebagai media transportasi Ni yang terpenting adalah air.
Air tanah yang kaya akan CO2, unsur ini berasal dari udara luar dan tumbuhan, akan
mengurai mineral-mineral yang terkandung dalam batuan harzburgit tersebut. Kandungan
olivin, piroksen, magnesium silikat, besi, nikel dan silika akan terurai dan membentuk
suatu larutan, di dalam larutan yang telah terbentuk tersebut, besi akan bersenyawa dengan
oksida dan mengendap sebagai ferri hidroksida. Endapan ferri hidroksida ini akan menjadi
reaktif terhadap air, sehingga kandungan air pada endapan tersebut akan mengubah ferri
hidroksida menjadi mineral-mineral seperti goethite (FeO(OH)), hematit (Fe2O3) dan
cobalt. Mineral-mineral tersebut sering dikenal sebagai “besi karat”.
Penambangan diklasifikasikan atas 2 jenis kualitas ore utama, yaitu limonit dan
saprolit. Sedangkan 1 jenis kualitas ore lagi yaitu low grade saprolit (LGSO) dimana

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

kualitas ore merupakan transisi antara saprolit dan limonit. Ke tiga jenis ore tersebut
ditentukan oleh Tim Eksplorasi dan Perencanaan Tambang. Pelaksanaan dilapangan akan
diawasi oleh grade controller. Limonit ditambang dan diangkut langsung ke tempat
pemisahan ukuran berdasarkan gravitasi atau Grizzly portable. Saprolit ditambang
sebagian akan diangkut langsung ke tempat penyaringan tetap atau disebut Grizzly
portable.
Begitu pula dengan bijih nikel, ada sulfida dan ada oksida. Masing-masing
mempunyai karakteristik sendiri dan cara pengolahannya pun juga tidak sama. Dalam
bahasan kali ini akan dibatasi pengolahan bijih nikel dari mineral oksida (Laterit). Bijih
nikel dari mineral oksida (Laterite) ada dua jenis yang umumnya ditemui yaitu Saprolit
dan Limonit dengan berbagai variasi kadar. Perbedaan menonjol dari 2 jenis bijih ini
adalah kandungan Fe (Besi) dan Mg (Magnesium), bijih saprolit mempunyai kandungan
Fe rendah dan Mg tinggi sedangkan limonit sebaliknya.
Logam berwarna putih keperakan, ringan, kuat, anti karat, mempunyai daya hantar
listrik dan panas yang baik. Bernomor atom 28, berlambang Ni, valensi 0,1,2, dan 3, berat
atom 58,71 , spesifik gravity 8,902 (pada 250C), titik lebur 1453oC, titik didih
27320C, resistan terhadap oksidasi, mudah ditarik oleh magnit, larut pada larutan asam
nitrit, tidak larut dalam air dan amoniak, sedikit larut dalam asam hidrokhlorik dan asam
belerang. Berat jenis 8,8 untuk logam padat dan 9,04 untuk kristal tunggal. Inti bumi
mengandung nikel kira – kira 3% sedangkan kerak bumi sebesar 0,003%, di alam biasanya
nikel terbentuk secara bersamaan chromium dan platina didalam batuan ultrabasa. batuan
ultrabasa yang mengandung unsur nikel adalah gabro, basalt, peridotit dan norit.

Gambar 4.5 Nikel (Ni)

4.2.2.1 Olivine (A)2SiO4 )

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Peridot terjadi pada batuan beku mafik dan ultramafik baik dan sebagai mineral
utama dalam batuan metamorf tertentu. Mg kaya olivin mengkristal dari magma yang
kaya akan magnesium dan rendah silika. Magma yang mengkristal untuk batuan mafik
seperti gabro dan basalt. Kebanyakan olivin ditemukan di permukaan bumi, pada batuan
beku yang berwarna gelap. Mineral ini biasanya mengkristal bersamaan dengan plagioklas
dan piroksen untuk membentuk batu gabro ataupun basalt. Kedua jenis batuan tersebut
merupakan batuan yang paling umum pada batas lempeng divergen dan pada pusat hotspot
lempeng tektonik.
Olivin memiliki suhu kristalisasi yang tinggi dibandingkan dengan mineral
lainnya. Olivin merupakan mineral pertama yang mengkristal dari magma. Kristal olivin
terbentuk selama proses pendinginan magma yang lambat dan kemudian mengendap
dibagian bawah dapur magma karena densitasnya yang relatif tinggi. Akumulasi olivin ini
dapat mengakibatkan pembentukan batuan seperti dunit yang berada dibagian bawah
dapur magma.
Olivin merupakan nama yang diberikan untuk sekelompok mineral silikat yang
memiliki komposisi kimia umum (A)2SiO4. Berdasarkan komposisi umumnya tersebut,
"A" biasanya merupakan Mg atau Fe, tetapi dalam kondisi tertentu "A" dapat tersubsitusi
oleh Ca, Mn, ataupun Ni.
Komposisi kimia yang paling umum dari olivin sebenarnya berada di antara
forsterit murni (Mg2SiO4) dan fayalit murni. Dalam seri itu, Mg dan Fe dapat bebas saling
menggantikan dalam suatu struktur atom mineral, dalam rasio apapun. Jenis variasi
komposisi ini terus terjadi sehingga menghasilkan "larutan padat" dan diwakili dalam
rumus kimia sebagai (Mg,Fe)2SiO4.
Sebenarnya, nama "olivine" digunakan sebagai pengganti "forsterit" atau "fayalit"
karena diperlukan analisis kimia atau pengujian rinci untuk mengidentifikasi kedua jenis
mineral tersebut. Nama "olivine" berfungsi sebagai cara cepat, mudah, dan murah untuk
memberikan nama pada sebuah material. Pada gambar dibawah, dapat dilihat kelompok
mineral olivin (olivine group) lengkap dengan komposisi kimianya.
Olivin dianggap sebagai mineral penting dalam mantel bumi. Kesimpulan
mengenai keberadaannya sebagai mineral pada mantel bumi ditunjukkan oleh perubahan
perilaku gelombang seismik saat melewati bidang "Moho" (batas antara kerak dan mantel
bumi). Kehadiran olivin di struktur internal bumi juga terkonfirmasi oleh keberadaannya
di xenoliths. Xenoliths merupakan potongan (sobekan) mantel bumi bagian atas, yang
terbawa ke permukaan oleh magma (letusan gunung berapi). Olivin juga merupakan
mineral yang melimpah pada bagian bawah ofiolit. Ofiolit merupakan batuan kerak
samudera yang terdorong ke atas benua.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Kebanyakan olivin digunakan dalam proses metalurgi sebagai "slag conditioner".


Olivin dengan kandungan magnesium yang tinggi (forsterit) ditambahkan ke "blast
furnace" untuk menghilangkan pengotor baja dan untuk membentuk terak. Olivin juga
telah banyak digunakan sebagai bahan tahan api. Mereka biasanya digunakan untuk
membuat batu bata tahan api dan sebagai "sands cast".

Gambar 4.6 Olivine (A)2SiO4


4.2.2.2 Garnierit (Ni,Mg)6Si4O10 (OH)8
Berdasarkan hasil pengamatan 6,mineral yang diamati mempunyai warna segar
atau warna cerahnya hijau,warna lapuknya coklat,ceratnya berwarna putih. Kilap atau
kemampuan mineral memantulkan cahaya yaitu kilap non logam. Belahannya tidak
sempurna. Pecahan berupa uneven(pecahan yang memberi kesan permukaan kasar tidak
teratur). Tingkat kekerasannya 5-6. Berat jenisnya 2,54 gr/cm3 . komposisi kimianya yaitu
(Ni,Mg)6Si4O10 (OH)8 . Adapun sistem kristalnya yaitu sistem Kristal Orthorombik.
Dilihat dari pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa mineral tersebut adalah mineral
Garnierit terbentuk karena adanya pencampuran antara senyawa SiO4 dan
H,proses pelapukan dimulai pada batuan ultramafic (peridotite,dunit,serpentinitit) dimana
batuan ini banyak mengandung mineral olivine,piroksen,magnesium silikat dan besi
silikat yang pada umumnya mengandung 0,30% Nikel. Batuan tersebut sangat mudah
dipengaruhi oleh pelapukan lateritic. Umunya pembentukan endapan nikel laterit terjadi
pada daerah tropis atau subtropis .
Garnerit digunakan untuk melapisi barang-barang yang terbuat dari besi,baja,dan
tembaga. Endapan nikel laterit merupakan endapan hasil proses pelapukan lateritik batuan
induk ultramafik (peridotit, dunit dan serpentinit) yang mengandung Ni dengan kadar
tinggi, agen pelapukan tersebut berupa air hujan, suhu, kelembaban, topografi, dan lain-

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

lain. Umumnya pembentukan endapan nikel laterit terjadi pada daerah tropis atau sub-
tropis (Anonim, 1985).
Terbentuk karena adanya pencampuran antara senyawa SiO dan H , Proses
pelapukan dimulai pada batuan ultramafik (peridotit, dunit, serpentinit), dimana batuan
ini banyak mengandung mineral olivin, piroksen, magnesium silikat dan besi silikat, yang
pada umumnya mengandung 0,30 % nikel. Batuan tersebut sangat mudah dipengaruhi
oleh pelapukan lateritik (Boldt ,1967).
Proses laterisasi adalah proses pencucian pada mineral yang mudah larut dan silika
dari profil laterit pada lingkungan yang bersifat asam, hangat dan lembab serta
membentuk konsentrasi endapan hasil pengkayaan proses laterisasi pada unsur Fe, Cr, Al,
Ni dan Co (Rose et al., 1979 dalam Nushantara 2002).
Akibat fluktuasi ini air tanah yang kaya CO2 akan kontak dengan zona saprolit
yang masih mengandung batuan asal dan melarutkan mineral – mineral yang tidak stabil
seperti olivin / serpentin dan piroksen. Mg, Si dan Ni akan larut dan terbawa sesuai dengan
aliran air tanah dan akan memberikan mineral – mineral baru pada proses pengendapan
kembali. Endapan besi yang bersenyawa dengan oksida akan terakumulasi dekat dengan
permukaan tanah, sedangkan magnesium, nikel dan silika akan tetap tertinggal di dalam
larutan dan bergerak turun selama suplai air yang masuk ke dalam tanah terus
berlangsung. Rangkaian proses ini merupakan proses pelapukan dan pelindihan/leaching.
Pada proses pelapukan lebih lanjut magnesium (Mg), Silika (Si), dan Nikel (Ni)
akan tertinggal di dalam larutan selama air masih bersifat asam . Tetapi jika dinetralisasi
karena adanya reaksi dengan batuan dan tanah, maka zat – zat tersebut akan cenderung
mengendap sebagai mineral hidrosilikat (Ni-magnesium hidrosilicate) yang disebut
mineral garnierit [(Ni,Mg)6Si4O10(OH)8] atau mineral pembawa Ni (Boldt, 1967).
Adanya suplai air dan saluran untuk turunnya air, dalam hal berupa kekar, maka
Ni yang terbawa oleh air turun ke bawah, lambat laun akan terkumpul di zona air sudah
tidak dapat turun lagi dan tidak dapat menembus batuan dasar(bedrock). Ikatan dari Ni
yang berasosiasi dengan Mg, SiO dan H akan membentuk mineral garnierit dengan rumus
kimia (Ni, Mg) Si4O5(OH)4. Apabila proses ini berlangsung terus menerus, maka yang
akan terjadi adalah proses pengkayaan supergen/supergen enrichment. Zona pengkayaan
supergen ini terbentuk di zona Saprolit. Dalam satu penampang vertikal profil laterit dapat
juga terbentuk zona pengkayaan yang lebih dari satu, hal tersebut dapat terjadi karena
muka air tanah yang selalu berubah-ubah, terutama tergantung dari perubahan musim.
Di bawah zona pengkayaan supergen terdapat zona mineralisasi primer yang tidak
terpengaruh oleh proses oksidasi maupun pelindihan, yang sering disebut sebagai zona
batuan dasar (bed rock). Biasanya berupa batuan ultramafik seperti Peridotit atau Dunit.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Garnierit digunakan untuk melapisi barang-barang yang terbuat dari besi , baja .
dan tembaga , Garnierit terkadang dalam rantai silika atau hidrosilikin dengan komposisi
yang bervariasi .

Gambar 4.7 Mineral Garnierit (Ni,Mg)6Si4O10 (OH)8


4.2.2.3

4.2.3 Besi (Fe)


4.2.3.1 Tembaga

Tembaga secara garis besar genesanya dapat dibagi 2 (dua) kelompok, yaitu
genesa primer dan genesa sekunder
1. Genesa Primer
Logam tembaga, proses genesanya berada dalam lingkungan magmatik, yaitu
suatu proses yang berhubungan langsung dengan intrusi magma. Bila magma mengkristal
maka terbentuklah batuan beku atau produk-produk lain. Produk lain itu dapat berupa
mineral-mineral yang merupakan hasil suatu konsentrasi dari sejumlah elemen-elemen
minor yang terdapat dalam cairan sisa.
Pada keadaan tertentu magma dapat naik ke permukaan bumi melalui rekahan-
rekahan (bagian lemah dari batuan) membentuk terowongan (intrusi). Ketika mendekati
permukaan bumii, tekanan magma berkurang yang menyebabkan bahan volatile terlepas
dan temperatur yang turun menyebabkan bahan non volatile akan terinjeksi ke permukaan
lemah dari batuan samping (country rock) sehingga akan terbentuk pegmatite dan
hidrotermal.
rendah, tersebar relatif merata dengan jumlah cadangan yang besar. Endapan
bahan galian ini erat hubungannya dengan intrusi batuan Complex Subvolcanic
Calcaline yang bertekstur porfitik. Pada umumnya berkomposisi granodioritik, sebagian
terdeferensiasi ke batuan granitik dan monzonit. Bijih tersebar dalam bentuk urat-urat

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

sangat halus yang membentuk meshed network sehingga derajat mineralisasinya


merupakan fungsi dari derajat retakan yang terdapat pada batuan induknya (hosted rock).
Mineralisasi bijih sulfidanya menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan pola
ubahan hidrotermal.
2. Genesa Sekunder
Dalam pembahasan mineral yang mengalami proses sekunder terutama akan
ditinjau proses ubahan (alteration) yang terjadi pada mineral-mineral urat (vein). Mineral
sulfida yang terdapat di alam mudah sekali mengalami perubahan. Mineral yang
mengalami oksidasi dan berubah menjadi mineral sulfida kebanyakan mempunyai sifat
larut dalam air. Akhirnya didapatkan suatu massa yang berongga terdiri dari kuarsa
berkarat yang disebut Gossan (penudung besi). Sedangkan material logam yang terlarut
akan mengendap kembali pada kedalaman yang lebih besar dan menimbulkan zona
pengayaan sekunder.
Pada zona diantara permukaan tanah dan muka air tanah berlangsung sirkulasi
udara dan air yang aktif, akibatnya sulfida-sulfida akan teroksidasi menjadi sulfat-sulfat
dan logam-logam dibawa serta dalam bentuk larutan, kecuali unsur besi. Larutan
mengandung logam tidak berpindah jauh sebelum proses pengendapan berlangsung.
Karbon dioksit akan mengendapkan unsur Cu sebagai malakit dan azurit. Disamping itu
akan terbentuk mineral lain seperti kuprit, gunative, hemimorfit dan angelesit. Sehingga
terkonsentrasi kandungan logam dan kandungan kaya bijih.
Apabila larutan mengandung logam terus bergerak ke bawah sampai zona air tanah
maka akan terjadi suatu proses perubahan dari proses oksidasi menjadi proses reduksi,
karena bahan air tanah pada umumnya kekurangan oksigen. Dengan demikian
terbentuklah suatu zona pengayaan sekunder yang dikontrol oleh afinitas bermacam
logam sulfida. Logam tembaga mempunyai afinitas yang kuat terhadap belerang, dimana
larutan mengandung tembaga (Cu) akan membentuk seperti pirit dan kalkopirit yang
kemudian menghasilkan sulfida-sulfida sekunder yang sangat kaya dengan kandungan
mineral kovelit dan kalkosit.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Gambar 4.9 Tembaga (Cu)

4.2.3.2 Kalsit (CaCO3)


Kalsit adalah mineral karbonat dan polimorf kalsium karbonat yang paling stabil.
Kalsit merupakan mineral penyusun berbagai jenis batuan dengan rumus kimia CaCO3.
Kalsit sangat umum ditemukan di seluruh dunia baik di dalam batuan sedimen, batuan
metamorf, maupun batuan beku. Beberapa ahli geologi menganggapnya sebagai
"ubiquitous mineral" atau mineral yang dapat hadir di hampir semua jenis batuan.
Mineral kalsit merupakan mineral utama pembentuk batu kapur (batugamping) ataupun
batu marmer. Kedua batuan tersebut sangat banyak ditemukan di permukaan bumi dan
sebagai salah satu repositori karbon terbesar di planet kita. Sifat fisik dan kimia dari
mineral kalsitmenjadikannya sebagai salah satu mineral yang paling sering muncul. Kalsit
dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, material abrasif, pupuk pertanian, agregat
untuk konstruksi bangunan, pigmen, farmasi, dan masih banyak lagi kegunaan lainnya.
kalsit memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan mineral-mineral lainnya.
Secara umum, proses terbentuknya mineral kalsit (genesa) ataupun
keterdapatan kalsit berkaitan erat dengan pembentukan batu kapur dan batu marmer.
Mungkin itulah yang membuat banyak orang awam menyebut mineral kalsit sebagai batu
kalsit. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa kalsit bukan batuan, tetapi merupakan mineral
utama penyusun batu kapur ataupun batu marmer.
Batu kapur (batugamping) adalah batuan sedimen yang dominan tersusun atas mineral
kalsit. Batuan tersebut terbentuk baik dari presipitasi kimia kalsium karbonat maupun
transformasi dari serpih, koral, alga yang mengalami diagenesis. Batu kapur juga dapat
terbentuk sebagai deposit di gua-gua akibat pengendapan kalsium karbonat. perlu
dipahami bahwa kalsit bukan batuan, tetapi merupakan mineral utama penyusun batu

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

kapur ataupun batu marmer. Batu kapur (batugamping) adalah batuan sedimen yang
dominan tersusun atas mineral kalsit. Batuan tersebut terbentuk baik dari presipitasi kimia
kalsium karbonat maupun transformasi dari serpih, koral, alga yang mengalami
diagenesis. Batu kapur juga dapat terbentuk sebagai deposit di gua-gua akibat
pengendapan kalsium karbonat.
Marmer adalah batuan yang terbentuk ketika batu kapur dikenai panas dan
tekanan. Penyelidikan pada marmer biasanya akan mengungkapkan pembelahan mineral
kalsit secara jelas. Ukuran kristal kalsit ditentukan oleh tingkat metamorfosis. Marmer
yang mengalami tingkat metamorfisme tinggi umumnya akan memiliki kristal kalsit yang
lebih besar. Di alam, kalsit bisa ditemukan dalam keadaan murni maupun tidak murni.
Kalsit yang tidak murni disebabkan karena adanya mineral pengotor akibat penggantian
(substitusi) unsur kalsium (Ca) oleh unsur lain berupa logam seperti Fe, Mg, dan Mn.
Unsur Kalsium (ca) dalam kalsit dapat tergantikan oleh unsur logam sebagai
pengotor yang dalam prosentasi berat tertentu membentuk mineral lain. Berdasarkan sifat
fisik berupa sistem kristal, kalsit dapat dibedakan dari aragonit (CaCO3). Aragonit
mempunyai sistem kristal ortorombik, sedangkan kristal kalsit adalah heksagonal. Dalam
pembentukan batu marmer sifat fisik dan kimia kalsit berubah karena proses metamorfosa
(tekanan dan temperatur yang tinggi).
Semua ini dapat menjelaskan tentang banyaknya mineral yang dapat
berasosiasi dengan mineral kalsit. Sektor konstruksi adalah konsumen utama dari kalsit
dalam bentuk batu kapur dan marmer. Batuan ini telah banyak digunakan selama ribuan
tahun. Blok batu kapur sebagai bahan konstruksi utama digunakan di banyak piramida di
Mesir dan Amerika Latin. Saat ini, batu kapur (batugamping) dan marmer digunakan
sebagai batuan ornamen konstruksi seperti lantai/ubin dan pagar, ini sudah tentu setelah
melewati tahapan pemolesan sehingga menghasilkan corak yang lebih indah.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Gambar 4.10 Kalsit (CaCO3)


4.2.3.3 Bornite (Cu5FeS4)
Bornite adalah salah satu mineral bijih tembaga yang lebih rendah, namun
warnanya memang sangat tertagih. (lebih lanjut di bawah) Warna segar Kuning,warna
lapuk Ungu, ceratnya Hitam,kilap adalah logam Sistem kristal isometrik, 4 / m bar 3 2 /
m di atas 228 derajat celsius tetapi di bawah suhu ini strukturnya menjadi kurang
simetris mungkin tetragonal, bar 4 2 / m. Kristal Kebiasaan meliputi kubus terdistorsi
langka dan bahkan lebih jarang dodecahedrons dan octahedrons. Kebiasaan yang paling
umum adalah biji-bijian besar atau disebarluaskan.
Pembelahan Tida rata,Fraktur adalah conchoidal, Kekerasan adalah 3 Berat Jenis
adalah sekitar 4,9-5,3 (rata-rata untuk mineral logam)
Associated Mineral magnetit, kalkosit, kalkopirit, covellite, pirhotit, pirit dan
sulfida lainnya.
Indikator Lapangan Terbaik adalah kurangnya kristal yang baik, becek, beruntun,
warna permukaan segar dan asosiasi.

Gambar 4.11 Bornite (CaCO3)

4.2.5 Perak (Ag)

Perak adalah sejenis logam mulia berformula Ag (argentum), berwarna k


has putih perak dengan warna goresan abu-abu, kekerasan 3 dalam
skala Mohs, berat jenisnya 10,1 sampai 11,1. Mineral perak terpenting antara lain perak
alam (native Ag), argentit (AgS), karrargirit (AgCl), polibasit (Ag2SbS3), proustit
(AgAsS3) dan pirargirit (AgSbS3).

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

a. Cara Terdapatnya
Kebanyakan perak berasal dari cebakan hidrothermal tipe pengisian pada urat-urat
(fissure filling), biasanya berasosiasi dengan mineral barit dan karbonat.
b. Pengolahan
Pengolahan dari bijih-bijih perak antara lain; bijih yang sudah digiling halus
diklasifikasi akan menjadi 60% lewat saringan 200 mesh. Dalam bentuk bubur diflotasi
dengan alat flotasi "Ezil Fagergren". Campuran antimoni dan arsen dipisahkan dengan
sistim melindi (leach) Na2S.
c. Penggunaan
Penggunaan perak sebagian besar sebagai perhiasan dan mata uang. Penggunaan
dalam industri antara lain sebagai campuran logam (alloy), solder perak, photografi,
industri kimia, obat-obatan, alat listrik, bateray berefisiensi tinggi pada jet dan peluru
kendali, kamera televisi dan alat-alat presisi (ilmiah).
Perak adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ag dan
nomor atom 47. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Argentum.
Sebuah logam transisi lunak, putih, mengkilap, perak memiliki konduktivitas
listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di mineral dan dalam bentuk
bebas. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi. Perak
termasuk logam mulia seperti emas. (Anglo-Saxon, Seolfor siolfur; Latin argentum).
Perak telah dikenal sejak jaman purba kala. Unsur ini disebut dalam Alkitab. Beberapa
tempat buangan mineral di Asia Minor dan di pulau-pulau di Laut Aegean
mengindikasikan bahwa manusia telah belajar memisahkan perak dari timah sejak 3000
SM.
Perak muncul secara alami dan dalam bijih-bijih argentite (Ag2S) dan horn silver
(AgCl). Bijih-bijih timah, timbal-timah, tembaga, emas dan perunggu-nikel merupakan
sumber-sumber penting untuk menambang perak. Di dunia belahan barat Meksiko,
Kanada, Peru dan Amerika Serikat merupakan negara-negara penghasil perak.
Bijih perak ditemukan dalam bentuk asli. Sumber utama lainnya dari perak adalah
tembaga, tembaga-nikel, emas , timbal dan seng-bijih
Perak juga dapat diambil dalam proses pemurnian tembaga secara elektrolisis. Perak yang
dijual secara komersil mengandung setidaknya 99.9% perak. Perak murni dengan
kandungan 99.999+% juga tersedia secara komersil.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Gambar 4.12 Perak (Ag)


4.2.4.1 Zeolite (Mx/n[(AlO2)x(SiO2)y].mH2O)
Zeolit alam merupakan senyawa alumina-silikat terhidrasi yang secara fisik dan
kimia memiliki daya sebagai bahan penyerap (adsorpsi), penukar kation, dan katalis. Di
Indonesia, zeolit baru sekitar 10 tahun dikenal untuk diusahakan dan dimanfaatkan. Untuk
itu, penelitian dan pengembangan ter-hadap mineral zeolit untuk ber-bagai keperluan
masih berlanjut. Di negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, zeolit telah digunakan
secara luas di sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri manufaktur, dan
konstruksi. Mineral-mineral yang termasuk dalam grup zeolit pada umumnya dijumpai
dalam batuan tufa yang terbentuk dari hasil sedimentasi debu vulkanik setelah mengalami
proses alterasi.
Secara geologi, endapan zeolit terbentuk karena proses sedimentasi debu vulkanik
pada lingkungan danau yang bersifat alkali (air asin), proses disgenetik (metamorfosa
tingkat rendah), dan proses didrotermal.
a. Endapan sedimen vulkanik
Endapan jenis ini dicirikan oleh zona mineralogi secara lateral akibat perubahan
komposisi air danau, yaitu mulai dari indikasi debu vulkanik yang tidak teralterasi dan
tersingkap pada batas cekungan danau, diikuti oleh zona zeolit non-analsimik, dan
akhirnya terbentuk zona natrium felspar ditengah cekungan. Strukturnya sangat
sederhana, dengan ketebalan hingga beberapa meter. Daerah penyebaran cukup luas dan
mempunyai konsentrasi tinggi untuk jenis mineral zeolit tertentu.
Secara umum, dijumpai di daerah yang bersifat asam dan kering, yang terdapat mineral
klinoptilolit, erionit, khabazit, dan fillipsit.
b. Endapan Zeolit yang Berasal dari Hasil alterasi Air Tanah

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Endapan jenis ini dicirikan oleh lapisan tufa zeolitik yang tebal. Zona zeolitik yang
terbentuk lebih bersifat vertical disebabkan oleh perubahan komposisi kimia sebagai
akibat dari reaksi air tanah.
Ketebalan endapan ini dapat mencapai ratusan meter. Mineral yang pada umumnya
dijumpai adalah klinoptilolit dan mordenit.
c. Endapan Zeolit Jenis Diagenetik
Endapan jenis ini dicirikan oleh perlapisan sampai ratusan meter dengan pola
sebaran sangat luas, namun kandungan mineral zeolit sangat rendah.
Ciri lain jenis endapan ini adalah struktur geologi yang komplek, sebagai akibat proses
tektonik. Endapan zeolit ini mengandung mineral heulandit dan laumontit.
d. Endapan Zeolit Hidrothermal
Endapan zeolit jenis ini dicirikan oleh zona mineralisasi klinoptilolit dan morderit
pada daerah intrusi yang terdangkal dan terdingin.
Meskipun endapan zeolit jenis ini mempunyai kadar yang tinggi, keterdapatannya di alam
sangat terbatas, sehingga kurang begitu ekonomis untuk ditambang.
Zeolit alam terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dan bersifat
rhyiolitik dengan air pori atau air meteorik.
Komponen utama pembangunan struktur zeolit adalah struktur bangun primer
(SiO4)4- yang mampu membentuk struktur tiga dimensi. Muatan listrik yang dimiliki oleh
kerangka zeolit, baik yang terdapat dipermukaan maupun di dalam pori menyebabkan
zeolit dapat berperan sebagai penukar kation, penyerap, dan katalis.
Pori-pori terbentuk dengan cara pengusiran air pada pemanasan di atas 100 oC. Keadaaan
itu memungkinkan zeolit dapat penyerap molekul-molekul yang bergaris tengah lebih
kecil dari pori-pori zeolit tersebut. Kandungan air yang terperangkap dalam rongga zeolit
biasanya antara 10 – 35 %. Perbandingan antara atom Si dan Al yang bervariasi akan
menghasilkan banyak jenis atau spesies zeolit yang terdapat di alam. Sampai saat ini telah
ditemukan lebih dari 50 jenis zeolit. Namun mineral pembentuk zeolit terbesar hanya ada
sembilan jenis, yaitu analsim, khabazit, klinoptilolit, erionit, mordenit, ferrierit, heulandit,
laumontit, dan fillipsit.
Struktur kristal zeolit membentuk suatu kerangka tetrahedron berantai dalam
bentuk tiga dimensi. Pada kristal zeolit, kedudukan atom pusat tetrahedron ditempati oleh
atom Si dan Al, sedangkan atom-atom oksigen berada pada sudut-sudutnya.
Kedudukan atom Al dalam posisi tetrahedron perlu tambahan muatan positif sebagai
penetral muatan listrik, seperti kation logam alkali atau alkali tanah. Keadaan itu
menyebabkan zeolit dapat bersifat sebagai penukar kation. Sementara pori-pori yang
tedapat di dalam struktur kristal zeolit diisi oleh molekul air. Pada umumnya pori-pori
tersebut mencapai 20 – 30% dari total volume kristal.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Struktur kristal zeolit mempunyai sifat hidrofoik serta memperlihatkan sifat


afinitas yang sangat kuat terhadap molekul air. Dengan demikian semua aplikasi
penyerapan dan reaksi-reaksi lainnya memerlukan proses dehidrasi terlebih dahulu untuk
mencapai kondisi bebas air. Perlu diketahui bahwa semua proses penyerapan, katalis dan
penukaran kation terjadi di dalam struktur kristal zeolit ini.
Zeolit ditemukan dalam batuan tufa yang terbentuk hasil sedimentasi debu
vulkanikyang telah mengalami proses alterasi. Sebagai produk piroklastik atau
aktivitasgunung api berupa semburan ke udara yang kemudian jatuh kedalam
suatulingkungan pengendapan, selanjutnya bahan tersebut mengalami rombakan oleh
aktivitas air dan terendapkan kembali pada lingkungan pengendapan yang lain,karena
aktivitas tektonik berupa pengangkatan dan diikuti oleh proses eksogenik yang intensif
menyebabkan bahan galian tersebut tersingkap seperti saat ini. Proses alterasi berlangsung
pada lingkungan pengendapan yang baru menyebabkan terubahnya sebagian material
gelas vulkanik yang berukuran halus menjadi mineral zeolit.

Gambar 4.13 Zeolite

4.3.2.2 Mineral Hematit (Fe2O3 )


Mineral Hematit mempunyai warna segar atau warna cerahnya hitam,warna
lapuknya hitam,ceratnya berwarna hitam. Kilap atau kemampuan mineral memantulkan
cahaya yaitu kilap logam. Belahannya tidak sempurna. Pecahan berupa uneven(pecahan
yang memberi kesan permukaan kasar tidak teratur). Tingkat kekerasannya 5-6. Berat
jenisnya 5,17-5,18 gr/cm3 . komposisi kimianya yaitu Fe2O3 . Adapun sistem kristalnya
yaitu sistem Kristal isometric. Dilihat dari pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa
mineral tersebut adalah mineral hematit .

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

Dapat terbentuk pada lingkungan batuan beku hidrotermal tinggi dan juga dapat
terbentuk selama proses metamorphosis kontak ketika magma panas bereaksi dengan
batuan yang ada disampingnya.
Mineral hematit banyak ditemukan sebagai mineral primer dan sebagai produk
alterasi dalam batuan beku metamorf dan batuan sedimen,mineral ini juga berasosiasi
dengan mineral lainnya seperti mineral limonit,pirit,dan siderite.
Sistem penambangan mineral hematite sebagai unsur penting dalam besi ini
tergantung keadaan dimana biji tersebut ditemukam. Jika biji besi ada dipermukaan bumi
maka sistem penambangannya dilakukan di permukaan bumi(open pit mining) dan jika
biji besi berada di dalam tanah maka penambangan dilakukannunderground mining.
Mineral hemamtit memiliki berbagai macam kegunaan,tetapi dari sisi nilai
ekonomis lebih banyak digunakan untuk membuat besi,menghasilkan pigmen ,bahan
pelindung radiasi ballast dan masih banyak lainnya.

Gambar 4.14 Mineral Hematit (Fe2O3 )

4.2.5 Mineral cobalt

Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co
dan nomor atom 27. Elemen ini biasanya hanya ditemukan dalam bentuk campuran di
alam. Elemen bebasnya, diproduksi dari peleburan reduktif, adalah logam berwarna abu-
abu perak yang keras dan berkilau. Kobalt merupakan unsur feromagnetik, keras, getas,
berkilau, dan berwarna perak-keputihan. Seperti besi, kobalt bisa diubah menjadi magnet
dengan sifat fisik mirip dengan besi dan nikel. Unsur ini aktif secara kimia dan mampu
membentuk banyak senyawa. Kobalt stabil di udara dan tidak terpengaruh oleh air, namun
perlahan-lahan larut oleh asam encer. Sebagian besar cadangan kobalt terdapat di inti

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

bumi. Kobalt memiliki kelimpahan relatif rendah dalam kerak bumi dan di perairan.
Meskipun tingkat rata-rata kobalt dalam tanah adalah 8 ppm, terdapat daerah yang hanya
memiliki 0,1 ppm dan tempat lain hingga sebanyak 70 ppm. Dalam lingkungan laut, kobalt
dibutuhkan oleh ganggang biru-hijau (cyanobacteria) dan organisme pengikat nitrogen
lainnya. Kobalt tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas dan umumnya ditemukan
dalam bentuk bijih. Kobalt biasanya tidak ditambang sendiri melainkan sebagai produk
sampingan penambangan nikel dan tembaga. Bijih utama kobalt meliputi cobaltite,
erythrite, glaucodot, dan skutterudite. Produsen utama kobalt dunia adalah Republik
Demokratik Kongo, Cina, Zambia, Rusia, dan Australia . Penggunaan Kobalt Kobalt
digunakan dalam berbagai paduan logam, pada media perekaman magnetik, sebagai
katalis untuk minyak bumi dan industri kimia, serta sebagai agen pengering untuk cat dan
tinta. Kobalt biru merupakan bagian penting dari berbagai barang kerajinan seperti
porselen, tembikar, kaca patri, ubin, dan perhiasan enamel.

Gambar 4.15 Cobalt (Co)


4.2.5.1 Mineral Arsenik (AS)
Arsenik memiliki tiga bentuk alotropik: kuning, hitam, dan abu-abu, dengan
bentuk stabil berwarna perak abu-abu.Arsenik mudah teroksidasi oleh udara dan pada
suhu tinggi akan terbakar membentuk awan putih arsenik trioksida.Arsenik merupakan
anggota kelompok Va tabel periodik yang mudah bersenyawa dengan unsur lainnya.
Bentuk non logam arsenik kurang reaktif tetapi akan larut ketika dipanaskan dengan asam
dan basa kuat. Arsenik dapat ditemukan secara alami di bumi dalam konsentrasi kecil.
Arsenik di atmosfer berasal dari berbagai sumber. Gunung berapi melepaskan sekitar 3000
ton per tahun dan mikroorganisme melepaskan methylarsines stabil dengan volume sekitar
20.000 ton per tahun. Hanya saja, aktivitas manusia bertanggung jawab

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

untuk pelepasan lebih dari 80.000 ton arsenik per tahun akibat pembakaran bahan bakar
fosil.Meskipun dikenal sebagai racun mematikan, arsenik merupakan elemen penting
pada beberapa jenis hewan, dan bahkan mungkin bagi manusia, meskipun asupan yang
diperlukan hanya serendah 0,01 mg/hari. Arsenik secara alami merupakan unsur yang
bersifat mobile, artinya konsentrasi besar mungkin tidak akan ditemukan pada suatu
tempat. Namun, karena kegiatan manusia, terutama melalui pertambangan dan peleburan,
arsenik alami yang tidak mobile menjadi ditemukan di lebih banyak tempat.
Kebanyakan arsenik ditemukan berikatan dengan sulfur dalam mineral seperti
arsenopirit (AsFeS), realgar, orpiment, dan enargite. Tidak ada bijih arsenik yang
ditambang, karena unsur ini umumnya diproduksi sebagai produk sampingan pemurnian
bijih logam lainnya, seperti tembaga dan timah. Cina adalah negara pengekspor utama
arsenik, diikuti oleh Chili dan Meksiko. Penggunaan Arsenik Senyawa arsenik digunakan
dalam pembuatan kaca jenis khusus, sebagai pengawet kayu, dan dalam semikonduktor
galium arsenade yang memiliki kemampuan mengubah arus listrik menjadi sinar laser.
Gas arsine AsH3 menjadi gas dopan penting dalam industri microchip, meskipun
penggunaannya memerlukan prosedur ketat karena sangat beracun.
Selama abad ke-18, 19, dan 20, sejumlah senyawa arsenik digunakan sebagai obat. Oleh
karena itu arsenik ini sangat mempunya banyak kegunaan serta manfaat.

Gambar 4.16 Arsenik (AS)

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

BAB V
PENUTUP

5.2 Kesimpulan

Mineral adalah zat padat anorganik yang terbentuk secara alamiah dan
mempunya sifat fisik dan kimia serta mempunyai sistem kristal.
Mineral ekonomis yaitu suatu mineral yang dapat dimanfaatkan dan dapat di
tambang dan mempunya nilai atau harga yang ekonomis.
Adapun yang termasuk golongan mineral ekonomis yaitu emas (Au), pirit (FeS2)
perak (Ag), besi (Fe), Tembaga dan lain lain

5.2 Saran

5.2.1 Saran Untuk Asisten


Agar asisten kiranya dapat menempel soal TP minimal 2 hari sebelum praktikum
dilaksanakan.
5.2.2 Saran Untuk Laboratorium

Agar alat peraga mengenai Kristal diperbanyak lagi, dan lebih ditunjukan kedepan
praktikan agar praktikan dapat mudah untuk mengerti.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

DAFTAR PUSTAKA

Ir. Setia graham doddi.1468.Batuan dan Mineral.Bab VII.Diskripsi Mineralogi Nova.


bandung
Tim Penyusun modul. 2016. Panduan Praktikum Kristalografi dan Mineralogi. Makassar:
Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia.

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035
PRAKTIKUM KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
ASOSIASI MINERAL EKONOMIS

MUHAMMAD NUR ALIM MUH TRI RAMADHANIL. E


09320150237 09320160035