Anda di halaman 1dari 2

1.

Pencemaran sungai
Pencemaran sungai adalah tercemarnya air sungai yang disebabkan oleh limbah industri,
limbah penduduk, limbah peternakan, bahan kimia dan unsur hara yang terdapat dalam air serta
gangguan kimia dan fisika yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Dampak pencemaran sungai
Pencemaran air dapat berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni
makanan hewan, menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau,
pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb.
2. Erosi
Erosi adalah suatu perubahan bentuk batuan, tanah atau lumpur yang disebabkan oleh
kekuatan air, angin, es, pengaruh gaya berat dan organisme hidup. Angin yang berhembus
kencang terus-menerus dapat mengikis batuan di dinding-dinding lembah. Erosi merupakan
proses alam yang terjadi di banyak lokasi yang biasanya semakin diperparah oleh ulah manusia.
Proses alam yang menyebabkan terjadinya erosi merupakan karena faktor curah hujan, tekstur
tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah. Intensitas curah hujan yang tinggi di suatu lokasi
yang tekstur tanahnya merupakan sedimen, misalnya pasir serta letak tanahnya juga agak curam
menimbulkan tingkat erosi yang tinggi. Selain faktor curah hujan, tekstur tanah dan
kemiringannya, tutupan tanah juga mempengaruhi tingkat erosi. Tanah yang gundul tanpa ada
tanaman pohon atau rumput akan rawan terhadap erosi. Erosi juga dapat disebabkan oleh angin,
air laut dan es.

3. pendangkalan atau sedimentasi


Secara umum, pendangkalan sungai dapat terjadi karena adanya pengendapan partikel
padatan yang terbawa oleh arus sungai, seperti di kelokan sungai (meander), waduk atau dam,
ataupun muara sungai. Partikel ini bisa berupa padatan besar, seperti sampah, ranting, dan
lainnya. Namun, sumber utama partikel ini biasanya berupa partikel tanah sebagai akibat dari
erosi yang berlebihan di daerah hulu sungai. Air hujan akan membawa dan menggerus tanah
subur di permukaan dan melarutkannya yang kemudian akan terbawa ke sungai. Proses
transportasi partikel semacam ini disebut sebagai suspensi. Hasil partikel yang terbawa ini
biasanya akan berupa lumpur tanah dan kemudian tersedimentasi di dasar sungai.
Penanggulangan

 Reboisasi – Sebisa mungkin melakukan upaya penghijauan hutan kembali


di daerah yang tandus. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas
resapan air dalam dan dapat memperkecil kapasitas aliran air hujan yang
jatuh di permukaan bumi.
 Pembuatan Terasering – Pembuatan terasering dan juga petakan pada
lahan miring untuk mencegah terjadinya erosi, karena apabila sudah erosi
yang terjadi di daerah aliran sungai maka akan menyebabkan sedimentasi
di lembah sungai dan menyebabkan pendangkalan di sungai dan kemudian
sungai meluap lalu menimbulkan banjir air.
 Penyuluhan – Melakukan penyuluhan terhadap warga masyarakat sekitar
akan pentingnya menjaga kebersihan sungai agar tidak terjadi pencemaran
sungai yang akan memberikan dampak buruk dikemudian hari.
 Pembersihan Sungai – Upaya yang dapat dilakukan selanjutnya adalah
bekerjasama dalam membersihkan sungai dari sampah. Dan sebisa
mungkin untuk tidak membuang sampah disungai karena selain akan
menyebabkan sedimentasi juga dapat menyebabkan ekosistem air akan
punah.
 Mencegah Kebakaran Hutan – Hal ini dilakukan agar tidak merusak
kesuburan tanah dan hilangnya humus di permukaan tanah agar tanah
tetap dapat menyerap air dengan baik sehingga air tidak terlalu banyak
yang mengalir di sungai dan menimbulkan sedimentasi.
 Mencegah Penebangan Hutan Liar – Usaha mencegah penebangan hutan
secara liar ini selain bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan juga untuk
menjaga humus agar tanah tidak terjadi kepadatan.