Anda di halaman 1dari 11

WAHANA INOVASI VOLUME 6 No.

1 JAN-JUNI 2017 ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL


DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD
H. ABD. MANAN SIMATUPANG KISARAN
Fifi Ria Ningsih Safari
Dosen Akbid Ibtisam Aulia Kisaran

ABSTRAK kesehatan kepada masyarakat tentang


informasi kesehatan untuk lebih
Kehamilan menjadi sesuatu yang meningkatkan mutu pelayanan khususnya
ditunggu pasangan suami istri, sekaligus pelayanan kesehatan dalam bentuk
menjadi masa yang menegangkan dalam penyuluhan yang berkaitan dengan faktor-
hidup. Keadaan kehamilan yang tak faktor resiko dalam kehamilan khususnya
selalu mulus sering kali membuat repot kejadian hiperemesis gravidarum.
seorang ibu. Apalagi, jika kehamilan
tersebut adalah kehamilan pertamanya. Kata Kunci : Hiperemesis Gravidarum
Oleh karena itu, tindakan tepat yang perlu
dilakukan seorang ibu adalah rajin PENDAHULUAN
berkonsultasi dan melakukan
pemeriksaan secara rutin, terlebih jika Kehamilan menjadi sesuatu yang
ditemui kondisi-kondisi tertentu yang ditunggu pasangan suami istri, sekaligus
mengkhawatirkan. menjadi masa yang menegangkan dalam
Penelitian ini bertujuan untuk hidup. Keadaan kehamilan yang tak
mengetahui hubungan karakteristik dan selalu mulus sering kali membuat repot
psikologis ibu hamil dengan hiperemesis seorang ibu. Apalagi, jika kehamilan
gravidarum di RSUD H. Abd. Manan tersebut adalah kehamilan pertamanya.
Simatupang Kisaran. Penelitian ini Oleh karena itu, tindakan tepat yang perlu
bersifat deskriptif korelasi dengan dilakukan seorang ibu adalah rajin
desain cross sectional (potong lintang) berkonsultasi dan melakukan
yang bertujuan untuk mengetahui pemeriksaan secara rutin, terlebih jika
hubungan karakteristik dan psikologis ibu ditemui kondisi-kondisi tertentu yang
hamil dengan hiperemesis gravidarum di mengkhawatirkan.
RSUD H. Abd. Manan Simatupang Menurut Organisasi Kesehatan Dunia
Kisaran. World Health Organization (WHO) angka
Hasil penelitian ini menunjukkan kematian ibu adalah angka kejadian
bahwa umur ibu tidak berhubungan kematian seorang wanita pada waktu
signifikan dengan hiperemesis hamil atau dalam 42 hari setelah
gravidarum di RSUD H. Abd. Manan berakhirnya kehamilan oleh sebab apa
Simatupang Kisaran tahun 2017, p-value pun, terlepas dari usia kehamilan dan
0,296 > 0,05. gravida ibu berhubungan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri
signifikan dengan hiperemesis kelahiran-oleh setiap penyebab yang
gravidarum di RSUD H. Abd. Manan berhubungan dengan kehamilan atau
Simatupang Kisaran tahun 2017, p-value penanganannya dan bukan oleh
0,004 < 0,05. paritas ibu berhubungan kecelakaan atau insidental (faktor
signifikan dengan hiperemesis kebetulan). Angka kematian ibu,
gravidarum di RSUD H. Abd. Manan kemudian didefinisikan sebagai jumlah
Simatupang Kisaran tahun 2017, p-value kematian maternal selama satu periode
0,004 < 0,05. psikologis ibu berhubungan waktu dalam 100.000 kelahiran hidup.
signifikan dengan hiperemesis Data dari WHO memperkirakan bahwa
gravidarum di RSUD H. Abd. Manan setiap tahun sejumlah 500 wanita
Simatupang Kisaran tahun 2017, p-value meninggal dunia akibat kehamilan atau
0,000 < 0,05. Disarankan kepada pihak persalinan. Fakta ini mendekati terjadinya
RSUD H. Abd. Manan Simatupang satu kematian per menit. Diperkirakan
Kisaran dalam memberikan pelayanan 99% kematian tersebut terjadi di Negara-
kesehatan dengan memberikan promosi negara berkembang (Yahya, 2011).
203
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

Hyperemesis gravidarum terjadi di 60-80% primigravida dan 40-60%


seluruh dunia dengan angka kejadian multigravida. Satu diantara seribu
yang beragam, sebanyak 0,3% dari kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih
seluruh kehamilan di Swedia, 0,5% di berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh
California, 0,8% di Canada, 0,8% di karena meningkatnya kadar hormon
China, 0,9% di Norwegia, 2,2% di estrogen dan Human Corionic
Pakistan dan 1,9% di Turki. Literatur juga Gonadotropin (HCG) dalam serum.
menyebutkan bahwa perbandingan Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini
insidensi hiperemesis gravidarum secara belum jelas, mungkin karena system saraf
umum adalah 4:1000 kehamilan (Yasa, pusat atau pengosongan lambung yang
2012). berkurang. Pada umumnya wanita dapat
Penurunan angka kematian ibu per menyesuaikan dengan keadaan ini,
100.000 kelahiran bayi hidup masih terlalu meskipun demikian gejala mual muntah
lamban untuk mencapai target tujuan yang berat dapat berlangsung sampai 4
Millennium Development Goals (MDGs) bulan (Jannah, 2012).
dalam rangka mengurangi tiga per empat Mual muntah biasanya terjadi pada
jumlah perempuan yang meninggal pagi hari. Rasa mual biasanya mulai pada
selama hamil dan melahirkan pada tahun minggu-minggu pertama kehamilan dan
2015. Organisasi Kesehatan Dunia berakhir pada bulan ke empat, namun
(WHO) untuk mencapai target MDGs sekitar 12% ibu hamil masih
penurunan angka kematian ibu antara mengalaminya sampai 9 bulan
tahun 2010 dan 2015 seharusnya 5,5% (Kusmiyati, 2010). Satu dari seribu wanita
pertahun (Rukiyah, 2015). yang mengandung tersebut mengalami
Indonesia yang merupakan salah satu gejala lebih berat dari biasanya yang
negara berkembang masih mempunyai disebut dengan hiperemesis gravidarum.
angka kematian ibu cukup tinggi. Komplikasi sebagai akibat langsung dari
Berdasarkan penelitian dan kehamilan yaitu hiperemesis gravidarum,
pengembangan di Kementerian pre eklampsia dan eklampsia, kelainan
Kesehatan, angka kematian ibu pada dalam lamanya kehamilan, kehamilan
tahun 2013 masih sekitar 226 orang per ektopik, penyakit serta kelainan plasenta
100.000 kelahiran hidup. Diharapkan dan selaput janin, perdarahan
pada tahun 2015, angka tersebut dapat antepartum, dan kehamilan kembar
menurun menjadi 102 per 100.000 (Winkjosastro, 2012).
kelahiran hidup. Tentu saja dibutuhkan Beberapa faktor yang berpengaruh
usaha yang keras untuk mencapai terhadap kejadian hiperemesis
harapan tersebut (Kemenkes RI, 2013). gravidarum meliputi faktor predisposisi
Kebanyakan ibu hamil dengan umur terdiri dari umur, primigravida, paritas,
kehamilan 1-3 bulan sering merasa mual molahidatidosa dan kehamilan ganda,
dan kadang-kadang muntah. Keadaan ini faktor organik seperti alergi masuknya
normal dan akan hilang dengan vilikohirialis sirkulasi, perubahan
sendirinya pada kehamilan lebih dari 3 metabolik akibat kehamilan dan resistensi
bulan. Tetapi bila ibu tetap tidak mau ibu yang menurun, faktor psikologis
makan, muntah terus menerus sampai seperti ketidaksiapan untuk hamil atau
lemah dan tidak dapat bangun maka kehamilan ini adalah kehamilan yang
keadaan ini berbahaya bagi keadaan belum diinginkan, kehilangan pekerjaan
janin dan kesejahteraan ibu dan keluarga karena hamil, kekhawatiran bayi yang
segera minta pertolongan ke puskesmas dilahirkan tidak sesuai dengan yang
atau rumah sakit agar kehamilannya bisa diinginkan seperti jenis kelaminnya tidak
selamat (Rukiyah, 2014). sesuai keinginan kedua pasangan
Hyperemesis gravidarum adalah (Warsuli, 2016).
gejala yang wajar dan sering kedapatan Hasil penelitian berkaitan dengan
pada kehamilan trimester I. Mual biasa karakteristik ibu hamil dengan kejadian
terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula hyperemesis gravidarum yaitu umur dan
timbul setiap saat dan malam hari. Gejala- paritas telah dilakukan oleh Sumai (2014)
gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Sam
setelah hari pertama haid terakhir dan Ratulangi Tondano mendapatkan hasil
berlangsung selama kurang lebih 10 bahwa ada hubungan yang signifikan
minggu. Mual dan muntah terjadi pada antara umur dengan kejadian
204
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

Hiperemesis gravidarum bahwa nilai p = orang (34,1%). Hal tersebut berarti


0,00 < 0,05. Dan ada hubungan yang secara persentase jumlah ibu hamil yang
signifikan antara paritas dengan kejadian mengalami hiperemesis gravidarum
Hyperemesis Gravidarum nilai p = 0,049 < meningkat dibandingkan tahun
0,05. sebelumnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Survei pendahuluan yang peneliti
Warsuli (2016) di Puskesmas Pringapus lakukan pada tanggal 17 Oktober 2016
Kecamatan Pringapus Kabupaten diperoleh data dari rekam medis bahwa
Semarang menunjukkan bahwa ada ibu hamil yang berkunjung ke RSUD H.
hubungan antara primigravida dengan Abd. Manan Simatupang Kisaran pada
kejadian hiperemesis gravidarum pada bulan September 2016 mengalami
ibu hamil di Wilayah Puskesmas hiperemesis gravidarum sebanyak 14
Priangapus Kecamatan Pringapus orang dari 49 orang yang berkunjung.
Kabupaten Semarang dengan nilai p Hiperemesis gravidarum terjadi pada
0,001 < =0,05. trimester pertama dan banyak yang
Hasil penelitian Rudding (2012) di mengalami ibu primigravida. Masalah
Puskesmas Makale Kabupaten ana psikologis yang dialami oleh ibu tersebut
Toraja didapatkan hasil bahwa hubungan bahwa ibu belum siap untuk hamil ini
antara pengetahuan terhadap karena masih memikirkan hal lain yang
hiperemesis gravidarum (ρ < 0,003), lebih utama dalam keluarga mereka.
hubungan antara dukungan keluarga
terhadap hiperemesis gravidarum (ρ < Permasalahan
0,003), hubungan antara psikologis Berdasarkan data dan uraian di atas
terhadap hiperemesis gravidarum (ρ < peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul
0,001), dan hubungan antara adaptasi : “Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu
fisiologis terhadap hiperemesis Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum di
gravidarum (ρ < 0,006). RSUD H. Abd. Manan Simatupang Kisaran”.
Bidan mempunyai peran yang sangat
penting dalam peningkatan kesehatan ibu Tujuan Penelitian
hamil dan bersalin, selain itu mempunyai Untuk mengetahui hubungan
peran dan tugas untuk memotivasi dan karakteristik dan psikologis ibu hamil dengan
memberikan dukungan kepada wanita hiperemesis gravidarum di RSUD H. Abd.
yang akan bersalin dimana dukungan dan Manan Simatupang Kisaran.
motivasi akan berpengaruh dalam
kemajuan persalinan, dan tugas sebagai Hipotesis
bidan sendiri itu adalah untuk melakukan 1. Ada hubungan umur ibu dengan
pertolongan persalinan dan merujuk hiperemesis gravidarum di RSUD H.
pasien apabila terjadi komplikasi yang Abd. Manan Simatupang Kisaran.
terjadi. Pada masa nifas peran dan tugas 2. Ada hubungan gravida dengan
bidan yaitu mengetahui kesehatan ibu dan hiperemesis gravidarum di RSUD H.
bayinya (Kemenkes, 2014). Abd. Manan Simatupang Kisaran.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R.M. 3. Ada hubungan paritas dengan
Djoelham Binjai adalah rumah sakit hiperemesis gravidarum di RSUD H.
pemerintah Kota Binjai yang memberikan Abd. Manan Simatupang Kisaran.
pelayanan kesehatan pada masyarakat 4. Ada hubungan psikologis dengan
Kota Binjai. Salah satu pelayanan yang hiperemesis gravidarum di RSUD H.
diberikan RSUD H. Abd. Manan Abd. Manan Simatupang Kisaran.
Simatupang Kisaran adalah pelayanan
antenatal care yang memberikan METODE PENELITIAN
pelayanan pada ibu hamil untuk
melakukan pemeriksaan secara rutin Jenis Penelitian
ataupun mengatasi keluhan-keluhan Jenis penelitian bersifat deskriptif
yang muncul pada masa kehamilan korelasi dengan desain cross sectional
seperti hiperemesis gravidarum. Data (potong lintang) yang bertujuan untuk
dari rekam medik RSUD H. Abd. Manan mengetahui hubungan karakteristik dan
Simatupang Kisaran bahwa jumlah psikologis ibu hamil dengan hiperemesis
kunjungan ibu hamil pada tahun 2015 gravidarum di RSUD H. Abd. Manan
sebanyak 567 kunjungan sedangkan Simatupang Kisaran.
yang mengalami hiperemesis gravidarum
sebanyak 192 orang (33,8%). Jumlah Populasi dan Sampel
kunjungan pada tahun 2016 (periode Populasi dalam penelitian ini adalah
Januari-September 2016) sebanyak 437 seluruh ibu hamil yang berkunjung ke
orang sedangkan yang mengalami Poli Kebidanan RSUD H. Abd. Manan
hiperemesis gravidarum sebanyak 149 Simatupang Kisaran dengan rata-rata
205
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………
kunjungan per bulan sebanyak 32 Tabel di atas menunjukkan bahwa
orang. Penentuan jumlah sampel mayoritas responden berpendidikan
berdasarkan pendapat dari Arikunto (2013), SMA sebanyak 20 orang (62,5%),
untuk pengambilan sampel jika subjeknya minoritas responden berpendidikan SD
kurang dari 100, lebih baik diambil semua sebanyak 2 orang (6,3%). Berdasarkan
sehingga penelitiannya merupakan pekerjaan menunjukkan bahwa mayoritas
penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah responden tidak bekerja (ibu rumah
sampelnya lebih dari 100 dapat diambil tangga) sebanyak 15 orang (46,9%),
antara 20-25% atau lebih, tergantung pada minoritas responden bekerja sebagai
kemampuan peneliti dilihat dari segi PNS sebanyak 6 orang (18,8%).
waktu, tenaga, dan dana serta sempit
luasnya wilayah pengamatan. Berdasarkan 2. Analisis Univariat
pendapat tersebut, maka peneliti Tabel 2. Distribusi Frekuensi
mengambil seluruh populasi sebagai Responden Berdasarkan
sampel sebanyak 32 orang. Umur di RSUD H. Abd. Manan
Simatupang Kisaran Tahun
Analisis Data 2017
Dalam melakukan analisis data No Umur f (%)
dilakukan langkah-langkah sebagai 1 < 20 tahun 2 6,3
berikut: 2 20-35 27 84,4
1. Analisis Univariat 3 tahun 3 9,4
Analisa data dilakukan untuk >35 tahun
mengetahui distribusi frekuensi dan Total 32 100,0
presentasi tiap variabel yang diteliti.
2. Analisa Data Bivariat Tabel di atas menunjukkan bahwa
Pada analisis data ini dilakukan untuk mayoritas responden berumur 20-35
menguji hubungan variabel tahun sebanyak 27 orang (84,4%),
independen dengan variabel minoritas berumur <20 tahun sebanyak 2
dependen menggunakan sistem orang (6,3%).
komputerisasi yaitu uji statistik Chi-
Square (X2) dengan tingkat No Pendidikan dan f (%)
kepercayaan 95% ( =0,05). Apabila Pekerjaan
hasil perhitungan menunjukkan nilai 1 Tidak bekerja 6 18,8
p-value < = 0,05 maka dikatakan 2 PNS 15 46,9
(Ho) ditolak, artinya kedua variabel 3 SD 2 6,3
secara statistik mempunyai hubungan 4 SMA 20 62,5
yang signifikan. Sebaliknya jika nilai Total 32 100,0
p-value > = 0,05 maka dikatakan
(Ho) diterima, artinya kedua variabel
secara statistik tidak mempunyai
hubungan yang signifikan. Kemudian
untuk menjelaskan adanya asosiasi
(hubungan) antara variabel terikat
dengan variabel bebas digunakan
analisis tabulasi silang.
HASIL DAN
PEMBAHASAN

1. Pendidikan Dan Pekerjaan


Respondn

Tabel 1. Distribusi
Frekuensi Responden Berdasarkan
Pendidikan dan Pekerjaan di RSUD H.
Abd. Manan Simatupang Kisaran
Tahun 2017
206
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tabel 5. Distribusi Frekuensi


Responden Berdasarkan Gravida di RSUD Psikologis di RSUD H. Abd.
H. Abd. Manan Simatupang Kisaran Tahun Manan Simatupang Kisaran
2017 Tahun 2017
No Psikologis f (%)
No Garvida f (%) 1 Baik 9 28,1
1 Primigravida 9 28,1 2 Kurang Baik 23 71,9
2 Multigravida 19 59,4 Total 32 100,0
3 Grandemultigravi 4 12,5 Tabel di atas menunjukkan bahwa
da mayoritas psikologi ibu kurang baik
Total 32 100,0 sebanyak 23 orang (71,9%), minoritas
Tabel di atas menunjukkan bahwa psikologi ibu baik sebanyak 9 orang
mayoritas ibu adalah multigravida (28,1%).
sebanyak 19 orang (59,4%), minoritas ibu
adalah grandemultigravida sebanyak 4 Tabel 6. Distribusi Frekuensi
orang (12,5%). Hiperemesis Gravidarum di
RSUD H. Abd. Manan
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Simatupang Kisaran Tahun
Responden Berdasarkan 2017
Paritas di RSUD H. Abd. No Hiperemesi f (%)
Manan Simatupang Kisaran s
Tahun 2017 Gravidarum
1 Hiperemesis 22 68,8
No Paritas f (%) 2 Gravidarum 10 31,3
1 Nullipara 9 28,1 Tidak
2 Primipara 19 59,4 Hiperemesis
3 Multipara 4 12,4 Gravidarum
Total 32 100,0 Total 32 100,0
Tabel di atas menunjukkan bahwa
mayoritas paritas ibu yaitu primipara Tabel di atas menunjukkan bahwa
sebanyak 19 orang (59,4%), minoritas mayoritas responden mengalami
paritas ibu yaitu multipara sebanyak 4 hiperemesis gravidarum sebanyak 22
orang (12,4%). orang (68,8%), minoritas responden tidak
mengalami hiperemesis gravidarum
sebanyak 10 orang (31,3%).

3. Analisis Bivariat
3.1. Hubungan Umur dengan Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum
No Jumlah
Ya Tidak p-value
Umur
f % f % F %
< 20 tahun 1 3,1 1 3,1 2 6,2
20-35 tahun 20 62,5 7 21,9 27 84,4
> 35 tahun 1 3,1 2 6,3 3 9,4
0,296

Total 22 68,8 10 31,3 32 100,0

Tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas mengalami hiperemesis


dari 2 responden berumur < 20 tahun gravidarum sebanyak 20 orang (62,5%).
mengalami hiperemesis gravidarum dan Dari 3 responden berumur >35 tahun
tidak hiperemesis gravidarum masing- mayoritas ibu tidak mengalami
masing sebanyak 1 orang (3,1%). Dari 27 hiperemesis gravidarum sebanyak 2
responden berumur 20-35 tahun orang (6,3%).
207
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

Hasil uji bivariat menggunakan Chi- keadaan fisiknya dari organ tubuh ibu di
Square diperoleh p-value sebesar 0,296 > dalam menerima kehadiran dan
0,05 artinya tidak terdapat hubungan yang mendukung perkembangan janin.
signifikan antara umur dengan Seorang wanita memasuki usia
hiperemesis gravidarum di RSUD H. perkawinan atau mengakhiri fase tertentu
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun dalam kehidupannya yaitu umur
2017. reproduksi (Yunita, 2005).
Berdasarkan hasil penelitian Hiperemesis Gravidarum di bawah
menunjukkan bahwa tidak terdapat umur 20 tahun lebih disebabkan oleh
hubungan yang signifikan antara umur karena belum cukupnya kematangan fisik,
dengan hiperemesis gravidarum di mental dan fungsi sosial dari calon ibu
RSUD H. Abd. Manan Simatupang tentu menimbulkan keraguan jasmani
Kisaran tahun 2017, p = 0,296 > 0,05. cinta kasih serta perawatan dan asuhan
Dari 2 responden berumur < 20 tahun bagi anak yang akan dilahirkannya. Hal ini
mengalami hiperemesis gravidarum dan mempengaruhi emosi ibu sehingga terjadi
tidak hiperemesis gravidarum masing- konflik mental yang membuat ibu kurang
masing sebanyak 1 orang (3,1%). Dari 27 nafsu makan. Sedangkan hiperemesis
responden berumur 20-35 tahun gravidarum yang terjadi di atas umur 35
mayoritas mengalami hiperemesis tahun juga tidak lepas dari faktor
gravidarum sebanyak 20 orang (62,5%). psikologis yang disebabkan oleh karena
Dari 3 responden berumur >35 tahun ibu tidak menginginkan kehamilannya lagi
mayoritas ibu tidak mengalami sehingga akan merasa sedemikian
hiperemesis gravidarum sebanyak 2 tertekan dan menimbulkan stres pada ibu
orang (6,3%). (Mochtar, 2013).
Berdasarkan penelitian yang Menurut asumsi peneliti, umur tidak
dilakukan oleh Puriati (2014) berhubungan dengan hiperemesis
mendapatkan hasil bahwa terdapat gravidarum disebabkan sebagian besar
hubungan antara umur ibu dengan responden berada pada kelompok umur
kejadian hyperemesis gravidarum di 20-35 tahun dan yang menderita
RSUD dr. Adjidarmo tahun 2011. hiperemesis gravidarum lebih banyak
Penelitian Ridwan A dan Wahidudin dibandingkan yang tidak mengalami
(2013) menyebutkan bahwa umur hiperemesis gravidarum maupun pada
reproduksi yang sehat dan aman adalah kelompok umur lainnya yang menderita
umur 20-35 tahun. kehamilan di usia hiperemesis gravidarum (pada kelompok
kurang 20 tahun dan di atas 35 tahun umur <20 tahun hanya 1 orang, dan
dapat menyebabkan hiperemesis karena kelompok >35 tahun hanya 1 orang). Hal
pada kehamilan di usia kurang 20 secara ini terjadi karena walaupun pada umur 20-
biologis belum optimal emosinya, 35 tahun adalah umur yang sesuai dan
cenderung labil, mentalnya belum matang bisa menerima kehamilan karena
sehingga mudah mengalami kematangan fisik serta organ-organ
keguncangan yang mengakibatkan lainnya tetapi saja dapat dipengaruhi oleh
kurangnya perhatian terhadap faktor psikologis dan faktor lainnya seperti
pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi gravid dan paritas.
selama kehamilannya.
Umur ibu mempunyai pengaruh yang
erat dengan perkembangan alat
reproduksi. Hal ini berkaitan dengan
208
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

3.2. Hubungan Gravida dengan Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum
Jumlah
Gravida Ya Tidak p-value
f % f % F %
Primigravida 6 18,8 3 9,4 9 28,2
Multigravida 16 50,0 3 9,4 19 59,4 0,004
Grandemultigravida 0 0,0 4 12,5 4 12,5
Total 22 68,8 10 31,3 32 100,0

Tabel di atas menunjukkan bahwa bermakna antara paritas ibu dengan


dari 9 responden primigravida mayoritas kejadian hiperemesis gravidarum di
mengalami hiperemesis gravidarum tahun 2011.
sebanyak 6 orang (18,8%). Dari 19 Gravida adalah jumlah kehamilan
responden multigravida mayoritas (lengkap atau tidak lengkap) yang dialami
mengalami hiperemesis gravidarum oleh seorang perempuan, gravida diikuti
sebanyak 16 orang (50,0%). Dari 4 oleh angka romawi atau diawali dengan
responden grandemultigravida seluruh- bahasa latin (Primi, multi) yang
nya tidak mengalami hiperemesis menunjukkan jumlah kehamilan.
gravidarum sebanyak 4 orang (12,5%). Primigravida adalah seorang wanita yang
Hasil uji bivariat menggunakan Chi- baru pertama kali hamil, sedangkan
Square diperoleh p-value sebesar 0,004 < Multigravida adalah seorang wanita yang
0,05 artinya terdapat hubungan yang telah beberapa kali hamil (Ramali, 2013).
signifikan antara gravida dengan Kejadian hiperemesis gravidarum
hiperemesis gravidarum di RSUD H. lebih sering dialami oleh primigravida
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun daripada multigravida maupun
2017. grandemultigravida, hal ini berhubungan
Berdasarkan hasil penelitian dengan tingkat kestresan dan usia si ibu
menunjukkan bahwa terdapat hubungan saat mengalami kehamilan pertama, Pada
yang signifikan antara gravida dengan ibu primigravida faktor psikologik
hiperemesis gravidarum di RSUD H. memegang peranan penting pada
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun penyakit ini, takut terhadap kehamilan dan
2017, p = 0,004 < 0,05. Dari 9 responden persalinan, takut terhadap tanggung
primigravida mayoritas mengalami jawab sebagai seorang ibu dapat
hiperemesis gravidarum sebanyak 6 menyebabkan konflik mental yang dapat
orang (18,8%). Dari 19 responden memperberat mual dan muntah sebagai
multigravida mayoritas mengalami ekspresi tidak sadar terhadap
hiperemesis gravidarum sebanyak 16 keengganan menjadi hamil atau sebagai
orang (50,0%). Dari 4 responden pelarian kesukaran hidup (Lisnawati,
grandemultigravida seluruhnya tidak 2013).
mengalami hiperemesis gravidarum Menurut asumsi peneliti, dari hasil
sebanyak 4 orang (12,5%). penelitian ini membuktikan bahwa gravid
Hasil penelitian yang dilakukan oleh berhubungan dengan kejadian
Puriati (2014) bahwa dari analisis bivariat hiperemesis gravidarum di RSUD H. Abd.
yang dapat disimpulkan bahwa sebagian Manan Simatupang Kisaran. Terlihat
besar ibu hamil yang mengalami bahwa responden primigravida dan
hiperemesis gravidarum terjadi pada multigravida mayoritas mengalami
kelompok primigravida sebanyak 57 ibu hiperemesis gravidarum sedangkan
hamil (72,2%), sedangkan ibu hamil yang grandemultigravida tidak ada yang
tidak mengalami hyperemesis gravidarum mengalami hiperemesis gravidarum. Hal
sebanyak 80 ibu hamil (50,6%). Hasil ini menunjukkan bahwa responden yang
tersebut dapat dilihat dari hasil uji statistik hamil pertama kali tubuhnya mulai
dengan menggunakan Chi Square pada beradaptasi dengan adanya janin dalam
Alpha = 0,05 didapatkan nilai P = 0,002 (p kandungan sehingga proses adaptasi
< 0,05) yang berarti bahwa secara tersebut menimbulkan mual muntah yang
statistik terdapat hubungan yang sering berlebihan dan tidak dapat
209
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

dikendalikan serta ada tekanan psikologis kehamilan tersebut akan berjalan dengan
terhadap kehamilannya apakah baik atau tidak.

3.3. Hubungan Paritas dengan Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum
Jumlah
Paritas Ya Tidak p-value
f % f % F %
Nullipara 6 18,8 3 9,4 9 28,2 0,004
Primipara 16 50,0 3 9,4 19 59,4
Multipara 0 0,0 4 12,5 4 12,5
Total 22 68,8 10 31,3 32 100,0

Tabel di atas menunjukkan bahwa signifikan antara paritas dengan kejadian


dari 9 responden pada paritas nullipara Hiperemesis Gravidarum nilai p = 0,049 <
mayoritas mengalami hiperemesis 0,05 Paritas 2-3 merupakan paritas paling
gravidarum sebanyak 6 orang (18,8%). aman ditinjau dari sudut kematian
Dari 19 responden pada paritas primipara maternal paritas 1 dan paritas tinggi (lebih
mayoritas mengalami hiperemesis dari 3) mempunyai angka kematian
gravidarum sebanyak 16 orang (50,0%). maternal lebih tinggi kematian maternal.
Dari 4 responden pada paritas multipara Hal ini dikarenakan pada Paritas 1
seluruhnya tidak mengalami hiperemesis (Primipara) faktor psikologis Ibu hamil
gravidarum sebanyak 4 orang (12,5%). yang masih belum siap dengan
Hasil uji bivariat menggunakan Chi- kehamilannya, masih menyesuaikan diri
Square diperoleh p-value sebesar 0,004 < menjadi orangtua dengan tanggung jawab
0,05 artinya terdapat hubungan yang yang lebih besar sehingga dapat memicu
signifikan antara paritas dengan terjadinya kejadian Hiperemesis
hiperemesis gravidarum di RSUD H. gravidarum, sedangkan untuk Paritas
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun yang lebih dari 3 (grandemultipara)
2017. penurunan fungsi organ tubuh yang
Berdasarkan hasil penelitian menyebabkan berkurangnya daya tahan
menunjukkan bahwa terdapat hubungan tubuh dapat menimbulkan berbagai faktor
yang signifikan antara paritas dengan risiko selama hamil.
hiperemesis gravidarum di RSUD H. Hiperemesis pada kehamilan
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun primipara secara biologis belum optimal
2017, p = 0,004 < 0,05. Dari 9 responden emosinya, cenderung labil, mentalnya
pada paritas nullipara mayoritas belum matang sehingga mudah
mengalami hiperemesis gravidarum mengalami keguncangan yang
sebanyak 6 orang (18,8%). Dari 19 mengakibatkan kurangnya perhatian
responden pada paritas primipara terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat
mayoritas mengalami hiperemesis gizi selama kehamilannya. Hal ini juga
gravidarum sebanyak 16 orang (50,0%). berhubungan dengan tingkat kestresan
Dari 4 responden pada paritas multipara dan paritas ibu saat mengalami kehamilan
seluruhnya tidak mengalami hiperemesis pertama, Ibu primipara belum mampu
gravidarum sebanyak 4 orang (12,5%). beradaptasi terhadap hormon estrogen
Sejalan dengan penelitian Anasari dan khorionik gonadotropin. Namun data
(2012) di RSU Ananda Purwokerto lain menunjukkan terdapat ibu hamil
bahwa dari hasil analisis bivariat dengan dengan paritas grandemultipara
menggunakan uji chi square diperoleh mengalami hiperemesis gravidarum yaitu
nilai p = 0,020. Nilai p = 0,020 yang lebih 16,7%, menurut analisis penulis hal ini
kecil dari = 0,05 artinya ada hubungan dapat disebabkan oleh faktor lain seperti
antara faktor paritas dengan kejadian masalah sosial ekonomi (Saifuddin,
hiperemesis gravidarum di RSU Ananda 2012).
Purwokerto Tahun 2009-2011. Menurut asumsi peneliti, penelitian ini
Hasil penelitian Sumai (2014) membuktikan bahwa paritas berhubungan
menunjukkan bahwa ada hubungan yang dengan hiperemesis gravidarum pada ibu
210
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

hamil. Jumlah paritas ibu seiring dengan pada penyakit ini, takut terhadap
gravidanya, karena dalam penelitian ini kehamilan dan persalinan, takut terhadap
tidak ada ibu yang mempunyai anak tanggung jawab sebagai seorang ibu
kembar sehingga jika gravida 1 berarti dapat menyebabkan konflik mental yang
paritas nullipara, gravida 2 berarti paritas dapat memperberat mual dan muntah
primipara, demikian juga seterusnya. sebagai ekspresi tidak sadar terhadap
Pada ibu dengan paritas primipara, faktor keengganan menjadi hamil atau sebagai
psikologis memegang peranan penting pelarian kesukaran hidup.

3.4. Hubungan Psikologis dengan Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum
Jumlah
Psikologis Ya Tidak p-value
f % f % F %
Baik 1 3,1 8 25,0 8 28,1
0,000
Kurang Baik 21 65,6 2 6,3 23 71,9
Total 22 68,8 10 31,3 32 100,0

Tabel di atas menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai Hiperemesis


dari 8 responden yang memiliki psikologis Gravidarum serta tidak adanya dukungan
baik mayoritas tidak mengalami keluarga. Selain itu, terdapat responden
hiperemesis gravidarum sebanyak 8 dengan psikologis tidak nyaman
orang (25,0%). Dari 23 responden yang sebanyak 6 ibu namun tidak berisiko
memiliki psikologis kurang baik mayoritas Hiperemesis Gravidarum. Hal ini
mengalami hiperemesis gravidarum disebabkan karena pengetahuan ibu yang
sebanyak 21 orang (65,6%). baik tentang Hiperemesis Gravidarum
Hasil uji bivariat menggunakan Chi- serta adanya dukungan yang didapat dari
Square diperoleh p-value sebesar 0,000 < keluarga. Selama hamil kebanyakan
0,05 artinya terdapat hubungan yang wanita mengalami perubahan psikologis
signifikan antara psikologis dengan dan emosional. Seringkali kita mendengar
hiperemesis gravidarum di RSUD H. seorang wanita mengatakan betapa
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun bahagianya dia karena akan menjadi
2017. seorang ibu dan bahwa dia sudah
Berdasarkan hasil penelitian memilihkan sebuah nama untuk bayi yang
menunjukkan bahwa terdapat hubungan akan dilahirkannya. Namun tidak jarang
yang signifikan antara psikologis dengan ada wanita yang merasa khawatir kalau
hiperemesis gravidarum di RSUD H. terjadi masalah dalam kehamilannya,
Abd. Manan Simatupang Kisaran tahun khawatir kalau ada kemungkinkan dia
2017, p = 0,000 < 0,05. Dari 8 responden kehilangan kecantikannya, atau bahwa
yang memiliki psikologis baik mayoritas ada kemungkinan bayinya tidak normal.
tidak mengalami hiperemesis gravidarum Hubungan faktor psikologis besar
sebanyak 8 orang (25,0%). Dari 23 kemungkinan bahwa wanita menolak
responden yang memiliki psikologis hamil atau tidak diinginkan, tidak nyaman
kurang baik mayoritas mengalami dengan kehamilannya, takut kehilangan
hiperemesis gravidarum sebanyak 21 pekerjaan, dan keretakan hubungan
orang (65,6%). dengan suami. Diduga dapat menjadi
Hasil penelitian yang dilakukan faktor hiperemis gravidarum dari suasana
Rudding (2012) di Puskesmas Makale itu. Hiperemesis gravidarum dapat
Kabupaten Tana Toraja mendapatkan ditimbulkan akibat dampak psikologis
hasil bahwa ada hubungan psikologis berupa kecemasan, rasa bersalah dan
dengan kejadian hiperemesis gravidarum. marah jika gejala mual dan muntah
Dalam penelitian ini terdapat responden semakin memberat. Selain itu dapat
dengan psikologis nyaman sebanyak 6 terjadi konflik antara ketergantungan
ibu namun tetap berisiko terhadap terhadap pasangan dan kehilangan
Hiperemesis Gravidarum, hal ini kontrol jika wanita sampai berhenti
disebabkan karena kurangnya bekerja. Kontak dengan orang lain juga
211
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

berubah karena wanita mengalami 4) Psikologis ibu berhubungan signifikan


perubahan yang sangat kompleks dengan hiperemesis gravidarum di
terhadap kehamilannya. Hal ini dapat RSUD H. Abd. Manan Simatupang
menimbulkan perasaan terisolasi dan Kisaran tahun 2017, p-value 0,000 <
kesendirian. Pernyataan ini di dukung 0,05.
oleh studi yang dilakukan oleh Steele1)
yang menyatakan bahwa satu dari tiga Saran
wanita dengan mual dan muntah 1. RSUD H. Abd. Manan Simatupang
mengalami stres dan perpecahan dalam Kisaran
keluarga, gangguan emosional dan Disarankan kepada pihak RSUD H.
gangguan fungsi sosial. Hal ini terjadi Abd. Manan Simatupang Kisaran
pada wanita yang bekerja di mana hampir dalam memberikan pelayanan
50% mengalami penurunan efisiensi kerja kesehatan dengan memberikan
dan 25% membutuhkan waktu untuk promosi kesehatan kepada
istirahat bekerja (Sulistyowati, 2012). masyarakat tentang informasi
Menurut asumsi peneliti, psikologis kesehatan untuk lebih meningkatkan
ibu hamil berhubungan erat dengan mutu pelayanan khususnya
terjadinya hiperemesis gravidarum pelayanan kesehatan dalam bentuk
dikarenakan kesiapan menjalani penyuluhan yang berkaitan dengan
kehamilan dan menerima bayi yang faktor-faktor resiko dalam kehamilan
dilahirkan akan mempengaruhi hormon khususnya kejadian hiperemesis
dalam tubuh sehingga timbul rasa mual gravidarum.
muntah yang berlebihan. Tekanan 2. Bagi Ibu hamil
psikologis yang sering dialami oleh ibu Disarankan kepada ibu hamil agar
hamil seperti penolakan terhadap lebih rajin melakukan kontrol ke
kehamilan saat ini, kehamilan tidak fasilitas kesehatan dan untuk paritas
diinginkan oleh suami atau istri, primipara maupun paritas multipara
ketidaknyamanan dengan kehamilan ini, yang berumur < 20 tahun, serta lebih
takut kehilangan pekerjaan karena banyak mencari informasi kesehatan
kehamilan ini, takut keretakan hubungan baik melalui media, internet serta dari
dengan suami, cemas dengan anak yang tenaga kesehatan.
akan dilahirkan, cemas terjadi jenis 3. Bagi peneliti selanjutnya
kelamin anak yang belum diketahui dan Disarankan kepada peneliti
takut tidak sesuai dengan jenis kelamin selanjutnya diharapkan dapat meneliti
yang diinginkan, merasa stres, merasa faktor-faktor lain yang berhubungan
bersalah, sering marah-marah tanpa dengan kejadian hiperemesis
sebab. gravidarum untuk melengkapi hasil
penelitian yang telah ada.
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Kesimpulan
1. Umur ibu tidak berhubungan Achmad, F. 2012. Asuhan kebidanan
signifikan dengan hiperemesis patologis. Cetakan Pertama.
gravidarum di RSUD H. Abd. Manan Jakarta: Salemba Medika.
Simatupang Kisaran tahun 2017, p-
value 0,296 > 0,05. Anasari, T. 2012. Beberapa Determinan
2. Gravida ibu berhubungan signifikan Penyebab Kejadian Hiperemesis
dengan hiperemesis gravidarum di Gravidarum Di RSU Ananda
RSUD H. Abd. Manan Simatupang Purwokerto Tahun 2009-2011.
Kisaran tahun 2017, p-value 0,004 < Purwokerto: Akademi Kebidanan
0,05. YLPP Purwokerto
3. Paritas ibu berhubungan signifikan
dengan hiperemesis gravidarum di Farrer, Helen. 2011. Perawatan
RSUD H. Abd. Manan Simatupang Maternitas. Cetakan Pertama. Edisi
Kisaran tahun 2017, p-value 0,004 < 2. Jakarta : EGC
0,05.
212
Fifi Ria Ningsih Safari : Hubungan Karakteristik dan Psikologis Ibu Hamil ………………………

Jannah, N. 2012. Buku Ajar Asuhan Saifuddin, A.B. 2012. Buku Acuan
Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta : Nasional Pelayanan Kesehatan
Andi Press. Maternal Dan Neonatal. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Prawirohardjo.
Dasar 2013. Jakarta: Badan
Penelitian dan Pengembangan Sulistyowati. 2012. Hubungan Antara
Kesehatan Kementerian Kesehatan Tingkat Stres Dengan Kejadian
Republik Indonesia. Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu
Hamil Tri Mester I di BPS Ny.
Lisnawati, L. 2013. Asuhan Kebidanan Sayidah Kendal. Semarang:
Terkini Kegawatdaruratan Maternal Fakultas Ilmu Keperawatan dan
Neonatal. Jakarta: Trans Info Kesehatan, Universitas
Media. Muhammadiyah.

Mansjoer, Arif, 2012. Kapita Selekta Sumai, E. 2014. Faktor-faktor yang


Kedokteran. Cetakan Ketiga. berhubungan dengan kejadian
Jakarta : Media Aesculapius Hiperemesis gravidarum di Rumah
Sakit Umum Daerah dr. Sam
Manuaba, IAC. 2012. Buku ajar patologi Ratulangi Tondano Kabupaten
obstetrik. Cetakan Pertama. Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.
Warsuli. 2016. Hubungan Primigravida
Mochtar. R. 2013. Sinopsis Obstetri Terhadap Kejadian Hiperemesis
Fisiologi dan Patologi. Cetakan Gravidarum di Puskesmas
Pertama. Jakarta : EGC. Pringapus Kecamatan Pringapus
Kabupaten Semarang Tahun 2016.
Puriati, R. 2014. Hubungan Paritas Dan Semarang: STIKes Ngudi Waluyo.
Umur Ibu Dengan Kejadian
Hiperemesis Gravidarum Di RSUD Wiknjosastro. H. 2012. Ilmu kebidanan.
Adjidarmo Rangkasbitung Tahun Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
2011. Jurnal Obstretika Scientia Sarwono Prawirohardjo.
Vol. 2 No. 1 Juni 2014.
Yahya, Nadjibah. 2011. Problematik
Ramali, Ahmad. 2013. Kamus selama Kehamilan. Solo: Tiga
Kedokteran. Cetakan Pertama. Serangkai Pustaka Mandiri.
Jakarta: Djambatan
Yasa AR, Aril Cikal. 2012. Hubungan
Rudding, H. 2012. Faktor-faktor Yang antara karakteristik ibu hamil
Berhubungan Dengan Kejadian dengan kejadian Hiperemesis
Hiperemesis Gravidarum di Gravidarum di RSUD
Puskesmas Makale Kabupaten Ujungberung.[jurnal]. Universitas
Tana Toraja. Makassar: Program Islam Bandung Fakultas
Studi S1 Ilmu Keperawatan STIKES Kedokteran.
Nani Hasanuddin.