Anda di halaman 1dari 17

TUGAS KEPERAWATAN DASAR I

DEFISIT KEPERAWATAN DIRI : BERPAKAIAN

Oleh :
RANY SUHANDA
0810321010

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2009
Diagnosa Keperawatan Nanda

Defisit Keperawatan Diri : Berpakaian


Definisi : Lemahnya kemampuan untuk melakukan aktifitas berpakaian dan berhias lengkap untuk
diri sendiri
Pengaruh : Aktifitas / istirahat
Kelas : Perawatan diri

Batasan karakteristik :
 Ketidakmampuan untuk memilih pakaian
 Ketidakmampuan untuk meletakkan ( memasangkan ) pakaian dibadan bagian bawah
 Ketidakmampuan memilihara tampilan fisik pada level yang memuaskan
 Ketidakmampuan mengambil pakaian
 Ketidakmampuan untuk memasangkan baju bagian atas
 Ketidakmampuan memasang kaos kaki
 Ketidakmampuan memasang sepatu
 Ketidakmampuan melepas pakaian
 Ketidakmampuan melepas sepatu
 Ketidakmampuan melepas kaos kaki
 Ketidakmampuan menggunakan bantuan
 Ketidakmampuan memasang resleting
 Lemahnya kemampuan mengikat pakain
 Lemahnya kemampuan mendapatkan pakaian
 Lemahnya kemampuan memasang pernak-pernik pakaian
 Lemahnya kemampuan memasang sepatu
 Lemahnya kemampuan memasang kaos kaki
 Lemahnya kemampuan untuk melepas pernak-pernik di pakaian
 Lemahnya kemampuan melepas sepatu
 Lemahnya kemampuan melepas kaos kaki

Faktor yang berhubungan :


 Kelemahan kognitif
 Menurunnya motivasi
 Ketidaknyamanan
 Masalah lingkungan
 Kelelahan
 Kelemahan muskuloskeleton
 Kelenahan neuro muskular
 Nyeri
 Kelemahan pengamatan ( dalam mengamati )
 Beberapa kecemasan
 Kelemahan
Nursing Outcomes Care ( NOC )
Defisit Perawatan Diri dalam Berpakaian / Berhias
Definisi : Lemahnya kemampuan untuk melakukan aktifitas berpakaian dan
berhias lengkap untuk diri sendiri.

Hasil yang diharapkan :Perawatan diri : Aktivitas sehari-hari


Perawatan diri : Berpakaian
Perawatan diri : Berhias
Perawatan diri : Kebersihan
Perawatan diri : Keterlibatan dalam keperawatan
Hasil tambahan : # Kontrol ansietas # Level mobilitas
# Kemampuan kognitif # Keseimbangan mood
# Level kenyamanan # Fungsi otot
# Kesabaran # Status persyarafan
# Konservasi energi # Level nyeri
1. Prilaku Aman : Pribadi ( 1911 )
Pengaruh : Pengetahuan kesehatan dan prilaku
Kelas : Kontrol resiko dan kenyamanan
Skala : Nonadekuat-Adekuat total

Definisi : Usaha individu / pemberi asuhan keperawatan untuk


mengontrol prilaku yang mungkin menyebabkan cederwa fisik.

Prilaku aman : pribadi Tidak Sedikit Sedang Agak Total


Adekuat Adekuat Adekuat Adekuat

Indikator
1. Keseimbangan istirahat & 1 2 3 4 5
Tidur dengan aktivitas
2. Asupan makanan untuk 1 2 3 4 5
Mengurangi penyakit
3. Penyedian makanan untuk 1 2 3 4 5
Mengurangi penyakit
4. Gunakan pembantu / ke- 1 2 3 4 5
luarga bila dibutuhkan
5. Gunakan teman duduk / 1 2 3 4 5
tempat duduk yang nyaman
6. Pilih pakaian bebas untuk 1 2 3 4 5
aktivitas
7. Koreksi penggunaan pe- 1 2 3 4 5
rencanaan bantuan
8. Kembangkan permainan yg 1 2 3 4 5
aman&kebiasaan diwaktu luang
9. Praktik prilaku seks yang aman 1 2 3 4 5
10. Koerksi pengguanaan alat-alat 1 2 3 4 5
11. Koerksi pengguanaan mesin 1 2 3 4 5
12. Koerksi pengguanaan perlindung- 1 2 3 4 5
an terencana
13. Hindari penggunaan alat-alat 1 2 3 4 5
terlarang
14. Penyusunan lingkungan tempat 1 2 3 4 5
tinggal yang aman
15. gunakan tindakan pencegahan 1 2 3 4 5
ketika memilih obat-obatan
16. Faktor lingkungan yang terjamin 1 2 3 4 5
17. Hindari produk tembakau & se- 1 2 3 4 5
jenisnya
18. Hindari produk beralkohol 1 2 3 4 5
19. Hindari prilaku beresiko ting- 1 2 3 4 5
gi
20. Observasi batas kecepatan 1 2 3 4 5
21. Lainnya ( spesifik ) 1 2 3 4 5
2. Perawatan diri : Berpakaian
Prilaku : Fungsi kesehatan
Kelas : Perawatan diri
Skala : Mandiri, tidak berpartisipasi  sangat mandiri

Definisi : Mampu mengenakan pakaian sendiri

Perawatan diri : Berpakaian Tidak Sedikit Sedang Agak Total


Adekuat Adekuat Adekuat Adekuat
Indikator
1. Memilih pakaian 1 2 3 4 5
2. Mengambil pakaian dari laci&lemari 1 2 3 4 5
3. Memungut pakaian 1 2 3 4 5
4. Meletakan / memasangkan pakaian 1 2 3 4 5
bagian atas
5. Meletakan / memasangkan pakaian 1 2 3 4 5
bagian bawah
6. Mengancingkan baju 1 2 3 4 5
7. Menggunakan ikat pinggang 1 2 3 4 5
8. Menggunakan resleting 1 2 3 4 5
9. Memasang kaos kaki 1 2 3 4 5
10.Memasang sepatu 1 2 3 4 5
11.Mengganti pakaian 1 2 3 4 5
12.lainnya ( spesifik ) 1 2 3 4 5
3. Perawatan Diri : Berhias
Prilaku : Fungsi kesehatan
Kelas : Perawatan diri
Skala : Mandiri, tidak berpartisipasi  sangat mandiri
Definisi : Kemampuan untuk memilihara tampilan fisik

Perawatan diri : Berpakaian Tidak Sedikit Sedang Agak Total


Adekuat Adekuat Adekuat Adekuat

Indikator
1. Menyampo rambut 1 2 3 4 5
2. Menyisir rambut 1 2 3 4 5
3. Bercukur 1 2 3 4 5
4. Menggunakan make-up 1 2 3 4 5
5. Merawat kuku 1 2 3 4 5
6. Memelihara kerapian penampilan 1 2 3 4 5
7. Menggunakan kaca / cermin 1 2 3 4 5
8. Lainnya ( spesifik ) 1 2 3 4 5
4. Perawatan Diri : Kebersihan
Prilaku : Fungsi kesehatan
Kelas : Perawatan diri
Skala : Mandiri, tidak berpartisipasi  sangat mandiri
Definisi : Kemampuan untuk memilihara kebersihan diri

Perawatan diri : Kebersihan Tidak Sedikit Sedang Agak Total


Adekuat Adekuat Adekuat Adekuat

Indikator
1. Mencuci tangan 1 2 3 4 5
2. Memakai deodoran 1 2 3 4 5
3. Membersihkan area perineum 1 2 3 4 5
( bawah anal )
4. Membersihkan telinga 1 2 3 4 5
5. Menjaga hembusan hidung dan 1 2 3 4 5
kebersihannya
6. Memilihara kebersihan oral 1 2 3 4 5
7. Lainya ( spesifik ) 1 2 3 4 5
5. Kemandirian / keterlibatan dalam perawatan
Pengaruh : Pengetahuan kesehatan dan prilaku
Kelas : Prilaku sehat
Skala : Tidak pernah diperlihatkan  konsisten

Kemandirian / Keterlibatan Tidak Jarang Kadang-kadang Sering Konsisten


Dalam keperawatan Pernah

Indikator
1. Menentukan tujuan perawatan 1 2 3 4 5
Kesehatan
2. Menggambarkan perawatan bebas 1 2 3 4 5
3. Mengakses sumber jika perlu 1 2 3 4 5
4. Menginstruksi orang lain dalam 1 2 3 4 5
prilaku perawatan bebas ( melatih )
5. Evaluasi pemberian perawatan 1 2 3 4 5
orang lain
6. Memastikan bahwa tindakan tsb 1 2 3 4 5
komplit
7. Ekspresi percaya diri dalam peme- 1 2 3 4 5
cahan masalah
8. Koreksi tindakan ketika pera- 1 2 3 4 5
watan tidak bebas
9. Melatih orang lain dalam ak- 1 2 3 4 5
tivitas memilihara kesehatan
dengan bebas
10. Lainnya ( Spesifik ) 1 2 3 4 5
Nursing Intevention Clasification ( NIC )

Defisit Perawatan Diri : Berpakaian / Berhias


Definisi : Suatu keadaan dimana individu mengalami lemahnya kemampuan untuk melakukan
aktivitas berpakaian dan berhias secara lengkap untuk diri sendiri.

Intervensi Keperawatan yang dirasakan untuk penyelesaian masalah :


1. Berpakaian ( 210 )
2. Manajemen energi
3. Manajemen lingkungan
4. Latihan promosi
5. Perawatan rambut ( 304 )
6. Perawatan kuku
7. bantuan perawatan diri : ? berpakaian / berhias ( 489 )
Intervensi pilihan lain :
 Meningkatkan imge tubuh
 Mengeluarkan rencana
 Latihan promosi : latihan fisik
 Latihan terapi : berjalan
 Latihan terapi : keseimbangan
 Latihan terapi : mobilitas berhubungan
 Latihan terapi : kontrol otot
 Manajemen nyeri
 Kontrak pasien
 Penyelidikan tentang kulit
 Mengajarkan individu
1. Berpakain ( 210 )
Definisi : memilih, memasang dan melepas pakaian untuk individu yang tidak bisa
melakukannya sendiri
Aktivitas :
 Identifikasi area dimana pasien butuh bimbingan dalam berpakaian
 Perhatikan kemampuan pasien untuk berpakaian
 Pakaikan pakaian pasien setelah kebersihan diri terpenuhi
 Partisipasi dalam memilih pakaian
 Pasangkan pakaian pada bagian paling penting tubuh pertama kali
 Pasangkan pakaian bebas
 Pasangkan pakaian individual
 Ganti pakaian pasien jika ingin tidur
 Pilih sepatu / alas yang kondusif untuk berjalan dan untuk mobilitas yang aman
 Tawarkan untuk mencuci pakaian jika perlu
 Berikan bimbingan sampai pasien benar-benar mampu untuk berpakaian sendiri
2. Manajemen Energi / Pengaturan Energi
Definisi : Pengaturan energi yang digunakan untuk mencegah kelelahan dan untuk fungsi optimis
Aktivitas :
 Tentukan keterbatasan fisik pasien
 Tentukan persepsi pasien / orang terdekat tentang penyebab lelah
 Verbalisasi perasaan tentang keterbatasan ( bantu / gali perasaan pasien )
 Tentukan penyebab kelelahan ( misal perawatan, nyeri, dan pengobatan )
 Tentukan apa dan berapa banyak aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun kesabaran
 Amati pemberian nutrisi untuk memastikan sumber energi yang adekuat
 Konsultasi dengan ahli diet tentang cara untuk meningkaykan pemberian asupan berenrgi
tinggi
 Amati pasien untuk bukti keterbatasan fisik dan kelelahan emosional
 Amati repon pernapasan-jantung untuk aktivitas ( misal takikardia, gangguan irama jantung,
dispnea, diaforesis, pucat, tekanan hemodinamis, rentang pernafasan )
 Amati pola tidur pasien dan jam tidur
 Amati lokasi dan ketidaknyamanan / nyeri selama beraktivitas
 Kurangi ketidaknyamanan fisik yang bisa dikaitkan dengan fungsi kognitif dan pengamatan
diri / pengaturan aktifitas
 Atur batas dengan hiperaktivitas ketika itu berkaitan dengan orang lain / pasien sendiri
 Batasi stimulus lingkungan ( mis.cahaya dan suara ) untuk fasilitas relaksasi
 Batasi jumlah dan gangguan oleh pengunjung jika ingin
 Anjurkan istirahat cukup / batasi aktivitas ( meningkatkan lama tidur )
 Tawarkan istirahat alternatif dan aktivitas berkala
 Susun aktivitas fisik untuk mengurangi persaingan suplai oksigen untuk fungsi organ vital
( mis.menghindari aktivitas biasa setelah makan )
 Gunakan latihan gerak pasif / aktif untuk meningkatkan tekanan otot
 Sediakan aktivitas yang menenangkan untuk relaksasi
 Tidur siang jika perlu
 Bimbing pasien untuk istiraht berkala
 Hindarkan aktivitas perawatan selama jadwal istirahat
 Rencanakan aktivitas untuk waktu ketika pasien punya energi optimal
 Bantu pasien duduk di samping tempat tidur jika tidak mampu untuk berjalan
 Bimbing pasien dengan aktivitas fisik yang teratur ( misal.berjalan,bergerak,bolak-balik dan
perawatan diri ) seperlunya.
 Amati usaha dan efek stimulus dan depresi
 Tunukan aktivitas fifik ( misal.bergerak / aktivitas harian, konsisten dengan sumber energi
pasien )
 Perhatikan respon kosigen pasien ( misal.denyut nadi, ritme jantung, jumlah pernapasan )
untuk perawatan diri / aktivitas keperawatan
 Ajarkan pasien dan orang terdekat tentang teknik perawatan diri yang akan mengurangi
konsumsi oksigen ( misal.pengamatan diri dan teknik-teknik untuk melakukan aktivitas
sehari-hari )
 Anjurkan pasien / orang terdekat untuk mengenal tanda dan gejala kelelahan yang
membutuhkan energi lebih dalam beraktivitas
 Anjurkan pasien / orang terdekat untuk memberi tahu layanan kesehatan yang tersedia bila
tanda dan gejala lebih terlihat
 Bimbing pasien untuk menergti prinsip konservasi ( pemakaian ) energi ( misal. Kebutuhan
untuk aktifitas terbatas / tidur )
 Bimbing pasien untuk mengidentifikasi latihan yang bisa ditunjukan ( dipraktekan ) keluarga
dan teman-teman di rumah umtuk mencegah dan megurangi kelelahan
 Ajarkan aktivitas organisasi dan teknik mengatur waktu untuk mencegah kelelahan
 Bantu pasien dalam menentukan prioritas aktivitas untuk akomodasi level energi
 Bantu pasien dan orang terdekat untuk mencapai tujuan aktivitas yang dilaksanakan
 Bantu pasien mengidentifikasi pilihan aktivitas
 Anjurkan pasien untuk memilih aktivitas yang bersifat membangun ketenagan
 Bimbing pasien untuk membatasi tidur harian dengan melakukan aktifitas yang membuat
terjaga, jika perlu
 Evaluasi program yang meningkat dalam level aktivitas
 Bimbing pasien untuk memperhatikan diri dengan mengembangkan dan menggunakan
catatan tertulis asupan kalori dan pengeluaran energi
3. Pengaturan Lingkungan ( Hal 164 )
Definisi : Memanipulasi lingkungan sekitar pasien untuk
terapeutik
Aktivitas :
 Ciptakan lingkungan yang aman bagi pasien
 Identifikasi kebutuhan yang aman bagi pasien, dalam batas level fisik dan fungsi kognitif dan
riwayat prilaku terakhir
 Ganti / pindahkan lingkungan yang kurang mendukung ( misal. Selimut kecil, furniture )
 Ganti / pindahkan objek berbahaya dari lingkungan
 Amankan pembatas, jika perlu
 Bimbing / temani pasien selama aktivitas di rumah sakit
 Sediakan tempat tidur yang terendah
 Sediakan bantuan untuk beradaptasi ( misal.tempat duduk )
 Tempatkan furniture diruangan dengan rancangan seperlunya yang membantu pasien /
ketidakmampuan family
 Sediakan rentangan ruang yang cukup panjang untuk kebebasan bergerak
 Tempatkan / gunakan pemakaina objek secara berulang dengana menjangkaunya
 Sediakan satu ruangan, untuk indikasi
 Jaga kebersihan, tempat tidur nyaman
 Sediakan kasur yang empuk
 Posisikan tempat tidur yang kira-kira mudah dijangkau
 Kurangi stimulus lingkungan, jika perlu
 Hindari hal-hal yang tidak begitu penting, draft, suhu terlalu panas / terlalu dingin
 Tentukan suhu lingkungan untuk kebutuhan pasien, jika suhu tubuh berubah
 Kontrol / hindari keributan jika perlu
 Manipulasi cahaya untuk manfaat terapeutik
 Batasi pengunjung
 Kunjungan individu dibatasi untuk bertemu pasien / keluarga / orang terdekat yang
dibutuhkan saja
 Orang yang sering bertemu pasien dibutuhkan
 Bawa objek yang familiar dari rumah
 Jaga konsistensi staff pembimbing setiap waktu
 Sediakan kesigapan dan lanjutkan ashuan kepada perawat yang dipanggil dan ajak pasien dan
keluarga untuk tahu bahwa mereka akan bersedia
 Izinkan family / orang terdekat untuk menginap / menjaga pasien
 Ajarkan pasien dan pengunjung tentang perubahan / tindakan pencegahan, jadi mereka tidak
akan menggangu lingkungan yang telah direncanakan
 Beri tahu keluarga / orang terdekat informasi tentang membuat / menciptakan lingkungan
aman bagi pasien
 Beritahu pembakaran yang aman,jika penting
 Kontrol lingkungan yang berpeptisida
 Sediakan penyegar ruangan, jika perlu
 Sediakan bunga-bunga / tumbuhan
4. Latihan Promosi

Definisi : fasilitasi latihan fisik teratur untuk memelihara / maju ke


level yang lebih tinggi dalam hal kebugaran dan kesehtan.

Aktivitas :
 Tanyakan keyakinan kesehatan pasien tentang latihan fisik
 Gali perasaan secara verbal tentang latihan / kebutuhan untu latihan
 Bimbing dalam mengidentifikasi model peranan positif untuk memelihara program latihan
 Libatkan keluarga pasien /pemberi askep dalam perencanaan dan menjaga program latihan
 Beritahu pasien tentang manfaat kesehatan dan efek psikologis dari latihan
 Beritahu pasien tentang pilihan tipe latihan untuk level kesehatan dengan berkolaborasi
dengan psikolog atau ahli psikologi latihan
 Ajarkan pasien tentang frekuensi keinginan, durasi, dan intensitas program latihan
 Bantu pasien menyiapkan dan memelihara peningkatan grafik untuk memotivasi
keikutsertaan dalam program latihan
 Ajarkan pasien tentang kondisi-kondisi bila program latihan dihentikan / berubah
 Ajarkan pasien dalam mencocokan / menyesuaikan latihan di suasana / kondisi panas dan
dingin
 Ajarkan pasien dalam teknik menghindari cedera saat latihan
 Ajarkan pasien dalam menyesuaikan teknik pernapasan untuk memelihara asupan O2 selama
latihan fisik
 Bantu pasien untuk mengembangkan program latihan yang sesuai kebutuhan
 Bantu pasien mengatur tujuan jangka pendek dan panjang program latihan
 Bantu pasien menyusun jadwal yang menguatkan untuk meningkatkan motivasi pasien
( misal. Peninhkatan berat badan perminggu )
 Amati respon pasien terhadap program latihan
 Berikan feedback positif terhadap usaha pasien
5. Perwatan Rambut

Definisi : Promosi kerapian, kebersihan, dan rambut yang menarik.

Aktivitas :
 Cuci rambut, seperlunya / jika dibutuhkan dan sesuai keinginan
 Keringkan rambut dengan hair dryer
 Sisir rambut setiap hari atau secara berkala
 Rawat rambut setiap hari
 Perhatikan kulit kepala setiap hari
 Oleskan minyak mineral pada kulit kepala, jika perlu
 Ikat / hias rambut sesuai harapan pasien ( yang diinginkannya )
 Gunakan pemotong rambut untuk memotong rambut
 Gunakan produk perawatan rambut yang disukai pasien ( sesuaikan )
6. Perawatan Kuku

Definisi : pemberitahuan kebersihan, kerapian, bagaiman kuku yang menarik, dan


pencegahan lesi kulit yang berhubungan dengan perawatan kuku yang salah.

Aktivitas :
 Perhatikan / bimbing pasien dalam membersihkan kuku sesuai kemampuan perawatan
diri pasien
 Perhatikan / bimbing pasien dalam menghias kuku sesuai kemampuan perawatan diri
pasien
 Rendam kuku dalam air hangat dan bersabun
 Beri pelembab pada area sekitar kuku untuk mencegah kekeringan
 Perhatikan perubahan pada kuku
 Bersihkan kotoran kuku sebelum pasien dibawa ke ruang bedah
 Bimbing / bantu pasien untuk meyemir kuku
7. Bimbingan Perawatan Diri : Berpakaian / Berhias

Definisi : membimbing / membantu pasien dalam berpakaian dan


berhias.

Aktivitas :
 Beritahu pasien bagaimana memilih pakaian yang dapat digunakan
 Sediakan pakaian pasien di area yang mudah dijangkau ( misal.di samping tempat tidur )
 Sediakan pakaian pribadi
 Mampu untuk membantu dalam berpakaian ( perlu )
 Fasilitasi sikat rambut pasien
 Fasilitasi alat cukur pasien
 Jaga privacy saat pasien berpakaian
 Bantu dengan tali, kapas dan resleting ( bila dibutuhkan )
 Gunakan peralatan yang luas untuk menjangkau pakaian jika penting
 Tawarkan untuk mencuci pakaian jika dibutukan
 Tempatkan pakaian kotor di tempat cucian
 Tawarkan untuk menggantung pakaian ? tempatkan dilemari
 Tawarkan untuk membilas pakaian teretntu, seperti bahan nilon
 Sediakan semir kuku
 Sediakan make up bila diminta
 Kuatkan usaha untuk berpakaian sendiri
 Fasilitasi bantuan dengan penata rias / tukang salon jika perlu