Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

MEKUTANA (IMPLEMENTASI HUKUM ADAT TERHADAP KONDISI


SOSIAL MASYARAKAT) DALAM RITUAL MA’NENE DI KECAMATAN
BARUPPU’ KABUPATEN TORAJA UTARA

BIDANG KEGIATAN
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Veronika Winda Inriani; B011171400; 2017
Melki Borean; B011171087;2017
Diky Junianto; B011181362; 2018

UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018

i
PENGESAHAN USULAN PKM PENELITIAN SOSIAL HUMANIORA

1. Judul Kegiatan : MEKUTANA (Implementasi


Hukum Adat Terhadap Kondisi
Sosial Masyarakat) Dalam Ritual
Ma’nene di Kecamatan Baruppu’
Kabupaten Toraja Utara
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Veronika Winda Inriani
b. NIM : B011171400
c. Jurusan : Ilmu Hukum
d. Universitas : Universitas Hasanuddin
e. Alamat Rumah dan No.Tel/HP : Jl. Sukaria Raya No.73, Makassar
f. Alamat Email : veronikawinda28@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Ratnawati, S.H.,M.H.
b. NIDN/NIDK : 0004046901
c. Alamat Rumah dan No.Tel/Hp : Kompleks Dosen Unhas Blok
A1/8 Tamalanrea, Makassar.
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp.10.840.000
b. Sumber lain (sebutkan...) : Rp.0,-; Sumber lain:
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan

Makassar, 23-10- 2018


Menyetujui
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Ketua Pelaksana Kegiatan,
dan Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin,

( Dr. Muh. Hasrul, S.H.,M.H.) (Veronika Winda Inriani)


NIP/NIK. 19810418 200212 1 004 NIM. B011171400

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dosen Pendamping,


Alumni Universitas Hasanuddin

(Prof.Dr.drg. A. Arsunan Arsis, M.Kes.) (Dr. Ratnawati. S.H.,M.H.)


NIP/NIK. 19621231 199103 1 178 NIDN. 0004046901

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ........................................................................... ................i


LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN ....................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................................1
1.1 Latar Belakang ..............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian ...........................................................................................2
1.4 Luaran yang Diharapkan ...............................................................................2
1.5 Manfaat Penelitian .........................................................................................2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................4
2.1 Hukum Adat ..................................................................................................4
2.2 Kondisi Sosial Masyarakat ............................................................................4
2.3 Budaya Ma’nene............................................................................................5
BAB 3 METODE PENELITIAN ..........................................................................7
3.1 Jenis Penelitian. .............................................................................................7
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian. ........................................................................7
3.3 Subjek dan Objek Penelitian .........................................................................7
3.4 Teknik Pengumpulan Data ............................................................................7
3.4.1. Wawancara .........................................................................................7
3.4.2. Observasi ............................................................................................7
3.5 Teknik Analisis Data. ....................................................................................7
3.5.1. Reduksi Data ......................................................................................7
3.5.2. Penyajian Data ....................................................................................8
3.5.3. Kesimpulan atau Verifikasi ................................................................8
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ......................................................9
4.1 Anggaran Biaya .............................................................................................9
4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................10
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..................................................................................11
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pendamping ........................11
Lampiran 2. Justifikasi Kegiatan Anggaran ......................................................16
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ...........18
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ................................................19
Lampiran 5. Gambar Ritual Ma’nene................................................................20

iii
1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara kepulauan yang mencakup 17.000 ribu
pulau yang dihuni oleh sekitar 255 juta penduduk, sebuah angka yang
membuat Indonesia menjadi negara di urutan keempat dalam hal negara
dengan jumlah populasi yang terbesar di dunia.1 Angka ini juga
mengimplikasikan bahwa banyak keanekaragaman budaya, etnis, agama,
maupun linguistik yang dapat ditemukan di negara ini. Budaya di Indonesia
sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh pertemuan kebudayaan lokal
dengan kebudayaan luar. Selain kebudayaan dari luar, perkembangan dan
penyebaran agama juga mempengaruhi dan mendukung perkembangan
kebudayaan di Indonesia.
Hukum adat merupakan bagian yang tak terlepaskan dari sebuah
kebudayaan masyarakat Indonesia. Jauh sebelum penerapan hukum kolonial
di Indonesia, masyarakat sudah menganut sistem hukum tersendiri. Meski
hukum adat di Indonesia dengan unsur kebudayaan masih bersifat lokal tetapi
mampu mengakomodasi bahkan memperutuh sifat kebhinekaan bangsa ini.
Menurut E.B. Tylor kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh
manusia sebagai anggota masyarakat.2 Tidak ada suatu masyarakat yang tanpa
kebudayaan, maka setiap masyarakat betapapun sederhananya masyarakat itu,
secara pasti memiliki nilai-nilai dan norma-norma atau kaidah-kaidah yang
akan selalu dipegang teguh dan dipatuhi keberadaannya. Kepercayaan yang
timbul dalam masyarakat akan terus berkembang atau bahkan mengalami
perubahan seiring perkembangan zaman.
Salah satu desa yang terletak disebelah Utara Kecamatan Panggala’ di
Kabupaten Toraja Utara masih menanamkan dan memelihara hukum adat
dalam kehidupan bermasyarakat yaitu di Kecamatan Baruppu’, Kabupaten
Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Baruppu’ merupakan dataran tinggi yang
bersuhu dingin. Berada pada ketinggian 1600-2750 dpl dan memiliki luas
wilayah 162,17 km2 , dibagi menjadi 3 lembang, 1 kelurahan dan 18
kampung. 3 Masyarakat Baruppu’ memiliki kepercayaan yang ada sejak dulu,
yakni ritual membersihkan dan mengganti pakaian leluhurnya atau yang
sering disebut Ma’nene. Secara turun temurun kepercayaan ini dilanjutkan

1
Indonesia Investments. “Budaya Indonesia.” https://www.indonesia-
investments.com/id/budaya/item8?, diakses pada tanggal 30 September 2018 pukul 10.19 WITA
2
Suriyaman Mustari Pide. 2015. Hukum Adat Dahulu, Kini, dan Akan Datang. Prenadamedia
Group : Jakarta, hlm 20
3
Badan Pertanahan Nasional dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Toraja Utara 2013
2

kepada anak dan cucunya. Ritual ini sebagai simbol yang menandakan rasa
hormat masyarakat terhadap leluhurnya. Masyarakat percaya jika melanggar
hukum adat ini akan membawa kesialan berupa gagal panen dan wabah
penyakit.
1.2 Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
di atas, yaitu:
1. Bagaimana perkembangan hukum adat dalam ritual Ma’nene di Kecamatan
Baruppu' Kabupaten Toraja Utara?
2. Bagaimana dampak adanya hukum adat mengenai ritual Ma’nene terhadap
kehidupan sosial budaya masyarakat setempat saat ini?
1.3 Tujuan penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu:
1. Mengetahui perkembangan hukum adat dalam ritual Ma’nene di
Kecamatan Baruppu’ Kabupaten Toraja Utara.
2. Mengetahui dan memahami dampak adanya hukum adat mengenai ritual
Ma’nene terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat setempat saat ini.
1.4 Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan terhadap penelitian ini yaitu dapat mengetahui
latar belakang dan perkembangan hukum adat serta dipahaminya dampak
adanya penerapan hukum adat mengenai ritual Ma’nene terhadap kehidupan
sosial budaya masyarakat setempat dan dipublikasikannya hasil penelitian
yang dibuat dalam bentuk artikel baik di jurnal nasional maupun internasional
untuk memperkenalkan budaya Ma’nene.
1.5 Manfaat penelitian
Hasil penelitian yang diharapkan adalah :
1. Manfaat Teoritis
Dengan penelitian yang telah dilakukan, diharapkan dapat memberi
kontribusi terhadap kajian metodologi kebudayaan, perubahan sosial, dan
ilmu sosial lainnya dalam dunia pendidikan. Selanjutnya diharapkan
dapat memberikan wacana baru mengenai kebudayaan tradisional yang
berkembang di masyarakat. Selain itu, terbentuk apresiasi kritis mengenai
kebaruan budaya dan seni sehingga menghasilkan metode terpretasi
terhadap realitas sosial modern.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Mahasiswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
informasi dan rujukan serta menambah wawasan mengenai hukum
adat yang terdapat di Kecamatan Baruppu’, Kabupaten Toraja Utara.
b. Bagi Masyarakat Umum
3

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi


tambahan bagi masyarakat dan menambah wawasan mengenai hukum
adat yang terdapat di Kecamatan Baruppu’, Kabupaten Toraja Utara.
c. Bagi Peneliti
Dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti
mengenai hukum adat yang terdapat di Kecamatan Baruppu’,
Kabupaten Toraja Utara, berpikir lebih luas, serta sebagai sarana
belajar dalam melakukan penelitian.
4

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Hukum Adat


Hukum adat merupakan terjemahan dari bahasa Belanda yaitu adat recht.
Hukum adat menurut Soerjono Soekanto merupakan keseluruhan adat (yang
tidak tertulis) dalam hidup bermasyarakat berupa kesusilaan, kebiasaan, dan
kelaziman yang mempunyai akibat hukum.4 Dengan sifat hukum adat yang
tidak tertulis, hukum adat memiliki peraturan hidup yang meskipun tidak
ditetapkan dalam hukum formal tetapi ia tetap menjadi hukum yang ditaati
dan didukung oleh rakyat dengan segenap keyakinan mereka bahwa peraturan
tersebut memiliki kekuatan hukum. Unsur-unsur hukum adat yaitu (1) adanya
tingkah laku yang dilakukan secara terus-menerus, (2) adanya pola tingkah
laku yang sistematis dan teratur, (3) adanya nilai sakral yang dipakai dalam
tingkah laku tersebut, (4) adanya keputusan kepala adat, (5) adanya hukum
atau sanksi, (6) tidak tertulis, (7) ditaati karena kepatutan dan
kewibawaannya.5 Selain itu, kajian antropologis menyebutkan bahwa hukum
adat merupakan perwujudan dari kebudayaan manusia berdasarkan
konkretisasi dari cara berpikir masyarakat tradisional. Ferdinand Tonnies
menyebutkan bahwa masyarakat tradisional banyak dijumpai pada masyarakat
pedesaan dan menggolongkannya pada masyarakat gemeinschaft atau
paguyuban.
2.2 Kondisi Sosial Masyarakat
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kondisi sosial adalah keadaan
masyarakat dalam suatu negara pada saat tertentu. Keadaan ini akan
membawa pengaruh dalam proses interaksi sosial masyarakat pada umumnya.
Semuanya muncul dalam masyarakat dan terus hidup dengan mengikuti
perkembangan yang ada sehingga akan lahir tatanan yang baru. Kebudayaan
adalah hal yang terus memperlihatkan eksistensinya dalam sebuah
masyarakat. Kondisi sosial masyarakat pada umumnya adalah hal yang sangat
berpengaruh untuk berbagai bidang misalnya kebudayaan. Indonesia diakui
sebagai penyumbang kebudayaan, yang tersebar di daerah atau wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebudayaan menjadi faktor dalam
dasar tingkah laku manusia baik dalam kaitannya dengan lingkungan fisik
maupun lingkungan sosial-budaya.
Kondisi sosial masyarakat Indonesia masa kini terjadi banyak perubahan
dalam perilaku sosialnya. Hal ini disebabkan oleh modernisasi yang
berkembang di Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan
menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan
menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat.

4
Suriyaman Mustari Pide, Op.cit., hlm 3
5
Ibid.
5

Yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menahan berbagai


pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi
ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Masyarakat Toraja Utara merupakan sebuah suku yang menetap di
pegunungan bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis daerah
ini merupakan salah satu kabupaten dari 24 kabupaten di Provinsi Sulawesi
Selatan yang dibentuk sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Kabupaten Toraja Utara di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kabupaten Toraja Utara terletak diantara 2°40‟‟ LS – 3°25‟‟LS dan 119°30‟
– 120°25‟ Bujur Timur dengan luas wilayah 1.151,47 dan berada pada
ketinggian 704-1646 meter diatas permukaan air laut. Kondisi ini mendukung
masyarakat untuk masih menjaga adat istiadatnya khususnya dalam
menerapkan tradisi Ma’nene,yang telah menjadi aturan adat yang tak tertulis
yang selalu dipatuhi setiap warga. Ketika salah satu pasangan suami istri
meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi
sebelum mengadakan Ma`nene. Mereka menganggap sebelum melaksanakan
ritual Ma`nene status mereka masih dianggap pasangan suami istri yang sah.
Tetapi, jika sudah melakukan Ma`nene, maka pasangan yang masih hidup
dianggap sudah bujangan dan berhak untuk kawin lagi. Keadaan tersebutlah
yang menjadi faktor pengaruh kondisi sosial pada masyarakat Toraja Utara.
Upacara yang dilakukan dalam waktu-waktu tertentu, membuat masyarakat
mempersiapkan segala hal demi kelancaran upacara yang sakral. Nilai-nilai
yang tetap hidup terus bersemayam di dalam masyarakat dan tetap
dipertahankan. Misalnya masyarakat Baruppu’ percaya jika ketentuan adat
yang diwariskan dilanggar maka akan datang musibah yang melanda seisi
desa. Misalnya, gagal panen atau salah satu keluarga akan menderita sakit
berkepanjangan.
2.3 Budaya Ma’nene
Ma’nene merupakan salah satu adat masyarakat Toraja untuk
menghormati leluhur yakni dengan mengganti pakaian mayat leluhurnya.
Ma’nene sendiri memiliki dua makna. Seperti keyakinan orang Toraja pada
umumnya, istilah Ma'nene dipahami dari kata nene’ alias "nenek" atau
leluhur/orang yang sudah tua. Ada juga yang memaknainya dengan arti yang
sedikit berbeda. Nene’ artinya orang yang sudah meninggal dunia. Baik mati
tua maupun mati muda sama-sama disebut nene’. Kata nene’ kemudian diberi
awalan “ma” yang jika digabung dapat diartikan sebagai “merawat mayat”.
Asal mula lahirnya tradisi ini berawal dari cerita seorang pemburu
bernama Pong Rumasek. Pada saat itu, ia sedang berburu di hutan
pegunungan Balla dan ditengah kegiatannya ia mendapatkan mayat dengan
kondisi mengenaskan. Pong Rumasek lantas mengenakan pakaian yang baik
pada mayat itu dan menguburkannya di sebuah tempat. Perbuatan baik Pong
Rumasek ini membawa berkah tersendiri. Lahan sawahnya mengalami panen
6

yang lebih cepat dari sawah-sawah lainnya. Begitupun, ketika berburu


dihutan, ia selalu mendapat binatang buruan dengan mudah. Konon, Pong
Rumasek dibantu oleh arwah yang ia kuburkan di tengah aktivitas
berburunya. Dari pengalaman Pong Rumasek yang menguburkan mayat dan
memakaikan pakaian yang layak ini membuatnya berkesimpulan, untuk
menghormati orang yang sudah meninggal akan memberikan timbal baliknya
bagi orang-orang yang masih hidup. Oleh karena itu, diadakan sebuah tradisi
yang menandakan rasa hormat masyarakat terhadap leluhurnya.
Ada pula yang mengatakan Ma’nene merupakan ritual mayat yang dapat
berjalan sendiri. Konon ceritanya, bermula beratus tahun silam saat terjadinya
perang antara orang-orang Toraja Barat dengan Toraja Timur. Perang antar
saudara ini mengakibatkan banyak korban dari wilayah barat. Berdasarkan
cerita yang beredar, warga saat itu kesulitan menggotong pulang mayat yang
begitu banyak. Sementara, di masa itu, banyak orang masih memiliki
kekuatan magis yang luar biasa. Sehingga muncul ide untuk membangkitkan
mayat-mayat tersebut.
Ma'nene adalah bagian dari upacara Rambu Solo' atau upacara kematian
dalam tradisi suku Toraja yang memang berlangsung panjang. Ritual Ma’nene
diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur yang dinamakan
Patane. Sebelum membuka pintu kuburan Patane dan mengangkat peti mayat
untuk dibersihkan, tokoh adat dengan sebutan Ne’Tomina Lumba terlebih
dahulu membacakan doa dalam bahasa Toraja kuno. Di Patane, mayat leluhur
yang telah berumur ratusan tahun disimpan dalam keadaan utuh karena
sebelumnya diberi bahan pengawet. Prosesi Ma’nene dilakukan pihak
keluarga dengan membersihkan mayat leluhur yang telah berusia ratusan
tahun dengan melepas pakaian lama yang digunakan. Badan mayat
dibersihkan dengan menggunakan kuas. Setelah itu, jenazah dipakaikan baju
baru, mayat pria memakai jas lengkap dengan setelan dasi hingga kacamata.
Setelah mengganti pakaian mayat leluhur, masyarakat kampung berkumpul
mengikuti acara makan bersama.
Ritual Ma’nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu’ Kabupaten
Toraja Utara setiap satu tahun sekali dan biasanya dilakukan pada bulan
Agustus. Ma’nene pada umumnya dilakukan sebelum musim tanam dan
menggunakan dana dari hasil panen sebelumnya. Namun, ada kalanya pula
orang mengusahakan dana dengan cara lain, misalnya menjual tanah atau
bahkan meminjam agar dapat mengadakan Ma’nene. Begitu pentingnya ritual
ini bagi sebagian orang Toraja dan sudah menjadi aturan tidak tertulis yang
sebisa mungkin dipenuhi.
7

BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif
dengan pendekatan fenomenologi. Menurut Polkinghorne fenomenologi
dapat memberikan gambaran mengenai arti dari pengalaman-pengalaman
beberapa individu mengenai suatu konsep.6 Adapun fenomena yang digali
adalah mengenai latar belakang, perkembangan, dan dampak hukum adat
pada masyarakat Baruppu’.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian yang menjadi daerah sasaran peneliti adalah Kecamatan
Baruppu’, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Kecamatan
Baruppu’ dipilih menjadi daerah penelitian karena Kecamatan Baruppu’
merupakan salah satu daerah yang hingga kini masih mempertahankan ritual
Ma’nene. Adapun Waktu penelitian adalah selama tiga bulan.
3.3 Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah kepala adat dan masyarakat
kecamatan Baruppu’, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan yang
mengerti dan mengetahui hukum adat didaerahnya yaitu ritual membersihkan
dan mengganti pakaian jasad leluhur (Ma’nene). Adapun objek penelitian ini
adalah hukum adat dan kehidupan sosial masyarakat Baruppu’.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.4.1. Wawancara
Wawancara merupakan proses pencarian data (informasi yang
dibutuhkan) dengan cara tanya-jawab (baik melalui tatap muka secara
langsung ataupun tidak langsung) antara pewawancara dengan informan,
menggunakan pedoman wawancara. Pewawancara dan informan terlibat
dalam interaksi sosial yang relatif lama dan cukup intensif. Dalam proses
wawancara ini, pewawancara menanyakan kepada informan secara detail,
menyeluruh, dan akurat tentang informasi yang dibutuhkan agar diperoleh
data yang lengkap dan utuh.
3.4.2. Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan
objek penelitian dan dokumentasi. Mengamati bukan hanya melihat,
melainkan juga merekam dan mencatat kejadian-kejadian yang ada dalam
masyarakat.

6
Siti Maisyaroh. “Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif.”
https://www.kompasiana.com/memeymaysa/552f9da76ea834ea7c8b456d/fenomenologi-dalam-
penelitian-kualitatif, diakses pada tanggal 03 Oktober 2018 pukul 21.43 WITA
8

3.5 Teknik Analisis Data


3.5.1. Reduksi Data
Reduksi data pada penelitian ini dilakukan dengan perumusan singkat
dalam menyusun transkrip hasil wawancara. Hal ini dilakukan untuk
memudahkan dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya.
3.5.2. Penyajian Data
Setelah dilakukan reduksi data, tahap selanjutnya adalah penyajian
data. Pada tahap ini dilakukan pembuatan skema dan penjelasan secara
deskriptif dengan tujuan untuk memungkinkan dalam penarikan kesimpulan.
3.5.3. Kesimpulan atau Verifikasi
Dalam penelitian ini pada proses penarikan kesimpulan dengan
mengambil inti sari dari sajian data-data yang telah terorganisir secara teliti.
Dengan tahap kesimpulan ini diharapkan berbagai rumusan masalah yang
diajukan dapat dijawab melalui proses penarikan kesimpulan yang telah
diverifikasi dengan data-data lapangan.
9

BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1. Biaya Kegiatan


Ringkasan anggaran biaya disusun sesuai dengan format tabel sebagai
berikut :

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp.)


1. Peralatan Penunjang 1.000.000
2. Bahan Habis Pakai 1.640.000
3. Transportasi 4.600.000
4. Lain-lain 3.600.000
Jumlah 10.840.000
4.2. Jadwal Kegiatan
Bulan
No. Jenis Kegiatan
1 2 3

1. Penetapan dan survei daerah sasaran


penelitian

2. Penelitian I di Kelurahan Baruppu’


bersama dengan kepala adat

3. Merampungkan data dari penelitian I.

4. Penelitian II di Kelurahan Baruppu’ dan


tempat pelaksanaan upacara Ma’ Nene’.

5. Merampungkan data dari penelitian II.

6. Mengolah data, pembuatan artikel ilmiah.

7. Penyusunan laporan.

Sudah telaksana
Belum terlaksana
10

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2017. Budaya Indonesia https://www.indonesia-


investments.com/id/budaya/item8? [30 September 2018]

Desi Jayanti. 01 April 2017. Kondisi Sosial Masyarakat Indonesia


https://www.kompasiana.com/desijayanti/595cdca5b11da129cb2d9b82/ko
ndisi-sosial-masyarakat-indonesia [01 Oktober 2018]

Iswara N. Raditya. 27 Oktober 2017. Makna Kematian di Balik Ritus Ma’nene


https://tirto.id/makna-kematian-di-balik-ritus-ma039nene-cy8h
[02 Oktober 2018]

Kendek, Vristawana. 2015. Ma’nene (Upacara Membersihkan dan Mengganti


Pakaian Jenazah Leluhur pada Masyarakat Baruppu’). Makassar:
Universitas Hasanuddin.

Liputan6. 20 Agustus 2005. Ma’nene Tradisi Mengenang Leluhur


https://www.liputan6.com/news/read/107595/manene-tradisi-mengenang-
leluhur [02 Oktober 2018]

Pide, Suriyaman Mustari. 2015. Hukum Adat Dahulu, Kini, dan Akan Datang.
Prenadamedia Group : Jakarta.

Siti Maisyaroh. 25 Maret 2015 Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif


https://www.kompasiana.com/memeymaysa/552f9da76ea834ea7c8b456d/f
enomenologi-dalam-penelitian-kualitatif [03 Oktober 2018]

Wulansari, C. Dewi. 2012. Hukum Adat Indonesia – Suatu Pengantar. Refika


Aditama : Bandung.

Yusri, dan Mardianto Barumbun. “Potret Pergeseran Makna Budaya Ma’nene di


Kecamatan Baruppu’ Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan”,
Sosiohumaniora, Volume 15, Nomor 3, 2013.

Yultin Rante. 22 Agustus 2016. Ritual Ma’nene Tradisi Unik Mengganti Baju
Mayat di Toraja http://makassar.tribunnews.com/2016/08/22/ritual-
manene-tradisi-unik-mengganti-baju-mayat-di-toraja [02 Oktober 2018]
11

LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping
1. Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Veronika Winda Inriani
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Ilmu Hukum
4 NIM B011171400
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bau-bau, 28 April 1997
6 Alamat E-mail veronikawinda28@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082136010078
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status Dalam Kegiatan Tahun
1 Gebyar Konstitusi Divisi Acara 2018
2 Kokur Debat Koor. Publikasi dan Dokumentasi 2018
Perayaan Hari Ulang
3 Tahun Lembaga Debat Divisi Publikasi dan Dokumentasi 2018
Hukum dan Konstitusi
C. Penghargaan Yang Pernah Diikuti
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
Finalis Andalas Law Universitas Andalas 2018
1
Competition
2 Juara 2 Lomba KTI Dinas PU 2015
Editor Terbaik SMANSA
3 SMAN 1 Kendari 2013
Short Movie Award

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Penelitian Sosial Humaniora (PKM-P).

Makassar, 23-10-2018
Pengusul,

(Veronika Winda Inriani)


12

2. Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Melki Borean
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Ilmu Hukum
4 NIM B011171087
5 Tempat dan Tanggal Lahir Talion, 30 Juli 1999
6 Alamat E-mail melkiborean@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085146356072
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status Dalam Kegiatan Tahun
Seminar dan Workshop Nasional
1 LO 2018
ALSA Indonesia

Latihan Kepemimpinan Dasar PMK


2 PANITIA 2018
2018

Koor. Publikasi dan


3. ALSA Development Training 2018
Dokumentasi

C. Penghargaan Yang Pernah Diikuti


No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
PASKIBRAKA Bupati Tana Toraja 2015
1
Kabupaten Tana Toraja

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Penelitian Sosial Humaniora (PKM-P).
Makassar, 23-10-2018
Pengusul,

(Melki Borean)
13

3. Biodata Anggota 2

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Diky Junianto
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Ilmu Hukum
4 NIM B011181362
5 Tempat dan Tanggal Lahir Samarinda, 14 Juni 1999
6 Alamat E-mail dikyjunianto14@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082259455570
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status Dalam Kegiatan Tahun
1 - - -
C. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Penelitian Sosial Humaniora (PKM-P).

Makassar, 23-10-2018
Pengusul,

(Diky Junianto)
14

4. Biodata Dosen Pendamping


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dr. Ratnawati, S.H.,M.H.
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Ilmu Hukum
4 NIDN 0004046901
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bogor, 04 April 1969
6 E-mail ratnawati.musakkir@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081998306888
B. Riwayat Pendidikan
Gelar Akademik Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi Universitas Universitas Universitas
Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin
Jurusan Ilmu Hukum Keperdataan -
Tahun Masuk-Lulus 1988-1993 1999-2003 2010-2016
C. Rekam Jejak Tri Dharma PT
C.1. Pendidikan/Pengajaran
No Nama Mata kuliah Wajib/Pilihan SKS

1 Pengantar Ilmu Hukum Wajib 4


2 Psikologi Hukum Wajib 2
3 Sosiologi Hukum Wajib 2
4 Perancangan Kontrak Wajib 2
5 Hukum Acara Perdata Wajib 4
6 Pengantar Hukum Indonesia Wajib 3
C.2. Penelitian
No Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun

Implementasi Program Rehabilitasi Bagi


1 Korban Pengguna Narkoba Oleh Balai LP2M UNHAS 2017
Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional
C.3. Pengabdian Kepada Masyarakat
No Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Penyandang Dana SKS

Efektivitas Perlindungan Anak Terhadap


1 Kekerasan Seksual (Penyuluhan Hukum Wajib 4
Sosialisasi UU Nomor 35 Tahun 2014
Tentang Perlindungan Anak)
15

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Penelitian Sosial Humaniora (PKM-P).

Makassar, 23-10-2018
Pendamping,

(Dr. Ratnawati, S.H.,M.H.)


16

Lampiran 2 Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang Volume Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp)


Sewa kamera (5 hari) 1 buah Rp 200.000 Rp 1.000.000
SUB TOTAL (Rp) Rp 1.000.000

2. Bahan Habis Pakai Volume Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp)

Kertas A4 80 gram 2 rim Rp 60.000 Rp 120.000


ATK 5 pcs Rp 40.000 Rp 200.000
Tinta Print 4 warna Rp 50.000 Rp 200.000
Jilid 3 rangkap Rp 10.000 Rp 30.000
Souvenir 20 buah Rp 50.000 Rp 1.000.000
Spidol white board 2 buah Rp 30.000 Rp 60.000
Fotocopy - - Rp 30.000
SUB TOTAL (Rp) 1.640.000
3. Perjalanan Volume HargaSatuan (Rp) Nilai (Rp)
Pemberangkatan dalam
bulan I dengan 3 orang 300.000 1.800.000
menggunakan bus (x 2/PP)
Pemberangkatan dalam
bulan II dengan 3 orang 300.000 1.800.000
menggunakan- bus (x 2/PP)

Sewa mobil di Toraja (dalam 500.000


minggu II dan IV) 1 unit 1.000.000
-
SUB TOTAL (Rp) 4.600.000
4. Lain-lain Volume Harga Satuan Nilai (Rp)
(Rp)

Biaya Connecting 15 GB Rp 20.000 Rp 300.000


Internet

Penginapan (2 kali 2 kamar Rp 300.000 Rp 1.200.000


pemberangkatan)

Pembuatan dan publikasi 1 buah Rp 1.500.000 Rp 1.500.000


artikel ilmiah
17

Biaya tidak terduga - - Rp 600.000

SUB TOTAL Rp 3.600.000

TOTAL 1+2+3+4 (Rp) Rp10.840.000

(Terbilang Sepuluh Juta Delapan Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah)


18

Lampiran 3 Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


Alokasi
Waktu
No Nama/NIM Program Bidang (jam/ Uraian Tugas
Studi Ilmu minggu )

Mengatur
pelaksanaan
Veronika penelitian dan
5 jam/
1 Winda Inriani/ Ilmu Hukum Hukum penyusunan
minggu
B011171400 program kreativitas
mahasiswa secara
keseluruhan
Mencari sumber
yang berkaitan
Melki Borean/ 5 jam/ dengan penelitian,
2 Ilmu Hukum Hukum mengolah data dan
B011171087 minggu
melaksanakan
fungsi
kesekretariatan
Mencari sumber
yang berkaitan
dengan penelitian
Diky Junianto/ 5 jam/ dan mengorganisir
3 Ilmu Hukum Hukum
B011181362 minggu pelaksanaan
observasi dan
wawancara di
lapangan
19

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana


KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
KAMPUS TAMALANREA
Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 10 Makassar 90245
Telepon (0411) 586128, 586200, 584002 FAX (0411) 586128, 585188

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : Veronika Winda Inriani
NIM : B011171400
Program Studi : Ilmu Hukum
Fakultas : Hukum

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM Penelitian Sosial Humaniora saya
dengan judul “MEKUTANA (Implementasi Hukum Adat Terhadap Kondisi
Sosial Masyarakat) Dalam Ritual Ma’nene di Kecamatan Baruppu’ Kabupaten
Toraja Utara” yang diusulkan untuk tahun anggaran 2019 adalah asli karya kami
dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Makassar, 23-10-2018
Mengetahui, Yang menyatakan,
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan
Alumni Fakultas Hukum
Universitas Hasanuddin

( Dr. Muh. Hasrul, S.H.,M.H.) (Veronika Winda Inriani)


NIP. 19810418 200212 1 004 NIM. B011171400
20

Lampiran 5. Gambar Ritual Ma’nene