Anda di halaman 1dari 34

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS

PERAN, FUNGSI DAN ETIKA PERAWAT KOMUNITAS

Oleh :

Kelompok 1

1. Denanda Aprilia (1811005)


2. Fitroh Nasrowi (1811010)
3. Heny Nurjannah (1811013)
4. Sherly Agustin (1811024)

PRODI S-1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH

SURABAYA

2018 / 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan limpahan rahmat
dan nikmat kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
penyusunan makalah “Peran, Fungsi Dan Etika Perawat Komunitas” Insya Allah
dengan baik.

Penyusunan ini tentunya bukan hanya hasil pemikiran kami sendiri, banyak
orang-orang yang mendukung kami di belakang. Dalam makalah ini, kami
membahas mengenai “Peran, Fungsi Dan Etika Perawat Komunitas” yang Insya
Allah akan bermanfaat dan dapat kita terapkan dalam kehidupan di masa
mendatang dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih
jelasnya, marilah kita baca dan pelajari makalah ini.

Makalah ini hanyalah hasil karya susunan insan yang tak berdaya, yang tak
jauh dari khilaf dan salah. Untuk itu kritik dan saran dari para pembaca sangat
kami harapkan, agar bisa kami jadikan motivasi untuk ke depannya.

Semoga Allah SWT. selalu menuntun setiap perjalanan hidup kita. Aamin..

Surabaya, 15 maret 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Depan ................................................................................................ i

Kata Pengantar ................................................................................................ ii

Daftar isi ........................................................................................................... iii

BAB 1 Pendahuluan ........................................................................................ 1

Latar Belakang .................................................................................... 1

Rumusan Masalah ................................................................................ 1

Tujuan .................................................................................................. 2

BAB 2 Pembahasan ........................................................................................ 3

Definisi Peran Perawat Komunitas ...................................................... 3

Elemen Peran Perawat Komunitas ....................................................... 4

Definisi Fungsi Perawat Komunitas ..................................................... 13

Definisi Etika Perawat Komunitas ....................................................... 15

BAB 3 Penutup ............................................................................................... 30

Kesimpulan .......................................................................................... 30

Saran .................................................................................................... 30

Daftar Pustaka ................................................................................................ 31

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini dunia keperawatan semakin berkembang. Perawat dianggap


sebagai salah satu profesi kesehatan yang harus dilibatkan dalam pencapaian
tujuan pembangunan kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia.

Perawat komunitas bekerja di berbagai bidang, memberikan perawatan


kesehatan primer sepanjang umur. Mereka menyediakan keperawatan yang
komprehensif di berbagai kebutuhan kesehatan untuk klien di mana saja di
masyarakat dari pusat-pusat kesehatan masyarakat, klinik kesehatan primer,
unit kesehatan masyarakat, sekolah dan universitas, dewan lokal dan rumah
klien. Perawat komunitas memberikan perawatan kesehatan untuk mereka
yang memerlukan intervensi kesehatan dan juga mempertimbangkan kondisi
sosial yang mempengaruhi status kesehatan. Setiap orang atau wali dapat
mengakses perawat komunitas. Banyak Rumah sakit dan dokter merujuk ke
komunitas perawat dan klien menanyakan langsung bantuan.
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan
pelayanan kesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan
keterampilan di berbagai bidang. Saat ini perawat memiliki peran yang lebih
luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan
penyakit, juga memandang klien secara komprehensif. Perawat menjalankan
fungsi dalam kaitannya dengan berbagai peran pemberi perawatan, pembuat
keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus,
rehabilitator, komunikator dan pendidik. Untuk itu, penulis akan membahas
lebih lanjut tentang peran dan fungsi perawat dalam komunitas.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan peran perawat ?


2. Apa saja elemen-elemen peran perawat komunitas?

1
3. Bagaimana peran perawat dalam kesehatan masyarakat ?
4. Apa saja fungsi perawat komunitas ?
5. Apa saja etika perawat komunitas ?
6. Bagaimana standar praktik keperawatan komunitas ?
7. Bagaimana tatanan praktik keperawatan komunitas ?

1.3. Tujuan

1. Mengetahui dan memahami peran perawat


2. Mengetahui dan memahami elemen-elemen perawat komunitas
3. Mengetahui dan memahami peran perawat dalam kesehatan masyarakat
4. Mengetahui dan memahami fungsi perawat komunitas
5. Mengetahui dan memahami etika perawat komunitas
6. Mengetahui dan memahami standar praktik keperawatan komunitas
7. Mengetahui dan memahami tatanan praktik keperawatan komunitas

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Defnisi Peran Perawat

Peran dalam bidang dunia keperawatan merupakan cara untuk


menyatakan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan dan institusi
pendidikan, penelitian dan dapat mengembangkan asuhan keperawatan dalam
membina kerjasama dari tenaga kesehatan lainnya serta dapat memenuhi
kebutuhan pasien dalam melakukan tindakan.
Peran pada dasarnya adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan
oleh orang lain terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.
Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar yang
besifat stabil (Kozier dan Barbara, 1995).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktivitas
perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya
yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas
dan tanggung jawab keperawatan secara profesional sesuai dengan kode etik
profesional. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi
untuk kejelasan.
Menurut (Lokakarya Nasional,1996) Peran perawat adalah sebagai
pelaksana pelayanan keperawatan, pengelola pelayanan keperawatan dan
institusi pendidikan,sebagai pendidik dalam keperawatan, peneliti dan
pengembangan keperawatan. atau peran perawat adalah cara untuk
menyatakan aktivitas perawat dalam praktek,dimana telah menyelesaikan
pendidikan formalnya diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk
menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan secara propesional,
sesuai dengan kode etik profesinya.

3
2.2 Elemen Peran Perawat

Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat


professional antara lain : care giver, client advocate, conselor, educator,
collaborator, coordinator change agent, consultant.
1. Care Giver
Pada peran ini perawat diharapkan mampu :
a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga,
kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai
dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang
kompleks.
b. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien,
perawat harus memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan signifikan
dari klien.
c. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mendiagnosis
keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
2. Client Advocate (Pembela Klien)
Tugas perawat :
a. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga
b. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien
Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien.
Pembelaan termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk
klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak
klien (Disparty, 1998 :140).
Hak-Hak Klien (Dysparty,1998) antara lain :
a. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
b. Hak atas informasi tentang penyakitnya
c. Hak atas privacy
d. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
e. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.
Hak-Hak Tenaga Kesehatan :
a. Hak atas informasi yang benar
b. Hak untuk bekerja sesuai standart

4
c. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
d. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
e. Hak atas rahasia pribadi
f. Hak atas balas jasa
3. Conselor
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan
mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun
hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan
seseorang.
Peran perawat
a. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat
sakitnya.
b. Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar”dalam merencanakan
metode
c. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu
atau keluarga
d. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan
4. Educator
Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seseorang guru
membantu murid untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses interaktif
antara guru dengan satu atau banyak pelajar dimana pembelajaran obyek
khusus atau keinginan untuk merubah perilaku adalah tujuannya (Redman,
1998 : 8 ).
Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru
atau keterampilan secara teknis.
a. Dilakukan kepada klien atau keluarga , tim kesehatan lain baik secara
spontan pada saat berinteraksi maupun formal.
b. Membantu klien mempertinggi pengetahuan dalam
upaya meningkatkan kesehatan .
c. Dasar pelaksanaan adalah intervensi dalam proses keperawatan.

5
5. Collaborator
Peran perawat sebagai kolaborator dapat dilaksanakan dengan cara
bekerja sama dengan tim kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis,
ahli gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan
keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam
penentuan bentuk pelayanan selanjutnya dalam kaitannya membantu
mempercepat penyembuhan klien.
6. Coordinator
Tujuan Perawat sebagi coordinator adalah :
a. Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara efektif, efisien dan
menguntungkan klien.
b. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan pada klien.
c. Menggunakan keterampilan perawat untuk :
1) Merencanakan
2) Mengorganisasikan
3) Mengarahkan
4) Mengontrol
7. Change Agen
Pembawa perubahan adalah seseorang yang berinisiatif membantu
orang lain membuat perubahan pada dirinya atau pada system
(Kemp,1986). Mengidentifikasi masalah, mengkaji motivasi pasien dan
membantu klien untuk berubah, menunjukan alternative, menggali
kemungkinan hasil dari alternative, mengkaji sumber daya menunjukan
peran membantu, membina dan mempertahankan hubungan membantu
membantu selama fase dari proses perubahan dan membimbing klien
melalui fase ini (Marriner Torney).
8. Consultant
Perawat berperan sebagai tempat konsultasi bagi pasien terhadap
masalah yang dialami oleh pasien atau tindakan keperawatan yang tepat
untuk diberikan.

6
2.3 Peran Perawat Menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan tahun 1989

Perawat mempunyai beberapa peranan dalam melaksanakan


pekerjaannya.Dan menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 terdiri dari
beberapa peranan, meliputi :

1. Peran Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan.

Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan


kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan
keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat
ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan
dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar
manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya.Peranan ini
umumnya dilaksanakan oleh para pelaksana keperawatan, baik itu dari
puskesmas sampai dengan tingkat rumah sakit.

2. Peran Perawat sebagai advokat klien.

Peran ini dilakukan oleh perawat dalam membantu klien dan


keluarga dalam menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi
pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan
atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga dapat
berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi
hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang
penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan
hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian.

3. Peran Perawat sebagai Edukator.

Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan


tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang
diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan
pendidikan kesehatan.Biasanya bila dalam lingkungan rumah sakit

7
diberikan sewaktu pasien akan pulang sehingga diharapkan pasien dapat
menjalankan pola hidup sehat dan juga menjaga kesehatannya.

4. Peran Perawat sebagai koordinator.

Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta


mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga
pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan
kebutuhan klien.Dalam rumah sakit ataupun tempat pelayanan kesehatan
lainnya dijalankan oleh perawat sruktural atau kepala ruangan dan
setingkatnya.

5. Peran Perawat sebagai kolaborator.

Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan


yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain dengan
berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan
termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan
selanjutnya.Sehingga perawat tidak bisa menjalankan peranan ini bila
tidak bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang terkait.

6. Peran Perawat sebagai Konsultan.

Peran ini sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan


keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas
permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan
yang diberikan.Dan biasanya diberikan oleh para perawat senior dalam
suatu lahan pelayanan perawatan.

7. Peran Perawat sebagai Pembaharuan.

Peran ini dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama,


perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian
pelayanan keperawatan.Biasanya dilakukan oleh perawat dalam level
struktural.

8
2.4 Peran Perawat Menurut Hasil Lokakarya Keperawatan Tahun 1983

Berdasarkan hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 maka peran perawat


dibagi menjadi empat yaitu :

1. Perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan

Perawat bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan


keperawatan dari yang bersifat sederhana sampai yang paling kompleks,
secara langsung atau tidak langsung kepada klien sebagai individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat. Ini merupakan peran utama dari
perawat, dimana perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang
profesional, menerapkan ilmu atau teori, prinsip, konsep, dan menguji
kebenarannya dalam situasi nyata, apakah kriteria profesi dapat
ditampilkan dan sesuai dengan harapan penerima jasa keperawatan.

Masyarakat mengaharapkan perawat mempunyai kemampuan


khusus untuk menganggulangi masalah-masalah individu, keluarga,
kelompok atau mayarakat. Perawat harus menguasai konsep-konsep dalam
lingkup kesehatan dan melatih diri sehingga dapat memiliki kemampuan
tersebut. Kemampuan ini diperoleh selama masa pendidikan dan
dimantapkan saat menjalankan tugasnya di sarana pelayanan kesehatan.

2. Perawat sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan

Perawat bertanggung jawab dalam hal administrasi keperawatan baik


di masyarakat maupun di dalam institusi dalam mengelola pelayanan
untuk individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Perawat juga bekerja
sebagai pengelola suatu sekolah atau program pendidikan keperawatan.
Sebagai administrator bukan berarti perawat harus berperan dalam
kegiatan administrative secara umum. Perawat sebagai tenaga kesehatan
yang secara spesifik dalam system pelayanan kesehatan tetap bersatu
dalam profesi lain dalam pelayanan kesehatan.

Setap tenaga kesehatan adalah anggota potensial dalam


kelompoknya dan dalam mengatur, merencanakan, melaksanakan dan

9
menilai tindakan yang diberikan, mengingat perawat merupakan anggota
profesional yang paling lama bertemu dengan klien, maka perawat harus
merencanakan, melaksanakan, dan mengatur berbagai alternative terapi
yang harus diterima oleh klien. Tugas ini menuntut adanya kemampuan
menegerial yang handal dari perawat.

3. Perawat sebagai pendidik dalam keperawatan

Perawat bertanggung jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran


ilmu keperawatan kepada klien, tenaga keperawatan maupun tenaga
kesehatan lainnya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam
keperawatan adalah aspek pendidikan, karena peruahan tingkah laku
merupakan salah satu sasaran dari pelayanan keperawatan. Perawat harus
bisa berperan sebagai pendidik bagi individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.

4. Perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.

Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembeharu atau inovator


dalam ilmu keperawatan karena ia memiliki kreativitas, inisiatif, cepat
tanggap terhadap rangsangan dari lingkungannya. Kegiatan ini dapat
diperoleh melalui kegiatan riset atau penelitian. Penelitian pada hakikatnya
adalah melakukan evaluasi, mengukur kemampuan, menilai dan
mempertimbangkan sejauh mana efektifitas tindakan yang telah diberikan.
Dengan hasil penelitian, perawat dapat menggerakkan orang lain untuk
berbuat sesuatu yang baru berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan
aspirasi individu, keluarga, kelompok atau masyarakat.

Oleh karena itu perawat dituntut untuk selalu mengikuti


perkembangan, memanfaatkan media massa atau media informasi lain dari
berbagai sumber. Selain itu perawat perlu melakukan penelitian dalam
rangka : mengembangkan ilmu keperawatan dan meningkatkan praktek
profesi keperawatan dan administrasi keperawatan. Perawat juga
menunjang pengembangan di bidang kesehatan dengan berperan serta
dalam kegiatan penilitian kesehatan.

10
2.5 Peran Perawat Komunitas

1. Pelaksana Pelayanan Keperawatan ( Provider o Nursing Care )

Peranan yang utama bagi perawat komunitas adalah Clinical Nurses


Specialist (CNS) dan Familiy Nurse Practitioner (FNP) sebagai pelaksana
asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas,
baik itu sehat atau sakit atau mempunyai masalah kesehatan di rumah,
disekolah, dipanti, ditempat kerja, dan lain-lain.

2. Sebagai Pendidik ( Health Educator )

Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga,


kelompok dan komunitas, baik dirumah, dipuskesmas, dikomunitas secara
terorganisir serta menanamkan perilaku hidup sehat sehingga terjadi
perubahan perilaku untuk mencapai tingkat kesehatan optimal.

3. Sebagai Pengamat Kesehatan ( Health Monitor )

Monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga,


kelompok, komunitas. Memonitoring masalah kesehatan yang timbul serta
dampaknya terhadap status kesehatan melalui :

a. Kenjungan rumah
b. Pertemuan-pertemuan
c. Observasi
d. Pengumpulan data

4. Koordinator Yankes ( Coordinator of Servises )

Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan


masyarakat dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerja sama dengan
tim kesehatan lainnya sehingga diharapkan terciptanya keterpaduan dalam
sistem pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan
yang menyeluruh dan tidak terpisah-pisah.

11
5. Sebagai Pembaharu ( Inovator )

Pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok, dan komunitas.


Serta merubah perilaku dan pola hidup agar tercapainya peningkatan dan
pemeliharaan kesehatan yang optimal.

6. Pengorganisir Pelayanan Kesehatan

Perawat komunitas berperan serta dalam memberikan motivasi dalam


rangka meningkatkan peran serta individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat dalam setiap upaya yankes yang dilaksanankan oleh
masyarakat.

Misalnya kegiatan posyandu, mulai dari tahapan perencanaan,


pelaksanaan, sampai dengan tahap penilaian, serta ikut berpartisipasi
dalam kegiatan pengembangan dang pengorganisasian masyarakat dalam
bidang kesehatan.

7. Sebagai Panutan ( Role Model )

Perawat komunitas dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang


kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang
bagaimana tata cara hidup sehat yang dapat ditiru dan dicontoh oleh
masyarakat.

8. Sebagai Tempat Bertanya ( Fasilitator )

Perawat komunitas sebagai tempat bertanya oleh individu, keluarga,


kelompok dan masyarakat untuk memecahkan berbagai permasalahan
dalam bidang kesehatan/keperawatan yang dihadapi sehari-hari.Perawat
komunitas juga dapat membantu memberikan jalan keluar dalam
mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi.
Perawat komunitas sebagai penghubung antara masyarakat dengan unit
yankes dan instansi terkait.

12
9. Sebagai Pengelola ( Manager )

Perawat komunitas dapatmengelola berbagai kegiatan yankes dan


masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diemban
kepadanya.

Perawat komunitas juga mengkoordinasikan upaya-upaya kesehatan


yang dijalankan, melalui puskesmas sebagai institusi pelayanan dasar
utama, baik di dalam atau di luar gedung ataukah di keluarga, terhadap
kelompok-kelompok khusus seperti kelompok ibu hamil, ibu bersalin, ibu
nifas/menyusui, anak balita, usia lanjut, sesuai dengan peran, fungsi dan
tanggung jawabnya.

2.6 Fungsi Perawat

Fungsi adalah suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan


perannya. Fungsi dapat berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain.
Dalam menjalankan profesinya sebagai perawat, maka seorang perawat akan
menjalankan fungsi perawat sebagaimana mestinya.

Berikut beberapa fungsi perawat diantaranya yaitu :


1. Fungsi Independen.
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain,
dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri
dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan
fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan
dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan
aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan
kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan
kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.

13
2. Fungsi Dependen

Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas


pesan atau instruksi dari perawat lain sebagai tindakan pelimpahan tugas
yang diberikan. Biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat
umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.

3. Fungsi Interdependen

Fungsi perawat dalam interdepanden ini bahwasanya tindakan


perawat berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau tim
kesehatan lainnya. Fungsi ini tampak ketika perawat bersama tenaga
kesehatan lainnya melakukan kolaborasi dalam memberikan pelayanan
kesehatan yang bertujuan mengupayakan kesembuhan pasien. Mereka
biasanya tergabung dalam sebuah tim yang dipimpin oleh seorang tanaga
medis. Sebagai sesama tenaga kesehatan, masing-masing tenaga kesehatan
mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien sesuai dengan bidang ilmunya.
Dalam kolaborasi ini, pasien menjadi fokus upaya pelayanan
kesehatan. Hal ini dapat dicontohkan dalam penanganan ibu hamil yang
menderita DM / diabetes mellitus, perawat bersama tenaga gizi
berkolaborasi membuat rencana untuk menentukan kebutuhan makanan
yang diperlukan bagi ibu dan perkembangan janin. Ahli gizi memberikan
kontribusi dalam perencanaan makanan dan perawat mengajarkan pasien
memilih makan sehari-hari. Dalam fungsi ini, perawat bertanggung jawab
secara bersama-sama dengan tenaga kesehatan lain terhadap kegagalan
pelayanan kesehatan terutama untuk bidang keperawatannya

2.7 Fungsi perawat komunitas


Tugas perawat dilakukan sesuai dengan fungsi perawat sedangkan
fungsi perawat dilakukan sesuai peran perawat
Fungsi perawat dalam melaksanakan perannya, yaitu:

14
a. Fungsi independent

Yaitu fungsi dimana perawat melaksanakan perannya secara


mandiri, tidak tergantung kepada orang lain. Perawat harus dapat
memberikan bantuan terhadap adanya penyimpangan atau tidak
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia baik bio-psiko-sosio/kultural
maupun spiritual, mulai dari tingkat individu utuh, mencakup seluruh
siklus kehidupan, sampai pada tingkat masyarakat, yang juga
mencerminkan pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada tingkat
sistem organ fungsional sampai molecular. Kegiatan ini dilakukan dengan
diprakarsai oleh perawat, dan perawat bertanggung jawab serta
bertanggung gugat atas rencana dan keputusan tindakannya.

b. Fungsi dependent

Kegiatan ini dilakukan atau dilaksanakan oleh seorang perawat atas


instruksi dari tim kesehatan lainnya (dokter, ahli gizi, radiology dan
lainnya).

c. Fungsi interdependent

Fungsi ini berupa kerja tim yang sifatnya saling ketergantungan baik
dalam keperawatan maupun kesehatan.

2.8 Konsep Etika Keperawatan Komunitas


A. Konsep Etika
1. Definisi
Etik (ethics) berasal dari bahasa yunani ethos yang berati adat,
kebiasaan, perilaku, atau karakter. Sedangkan menurut kamus Webster,
etik adalah ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk
secra moral. Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa etika
adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaiaman harusnya
manuasi hidup di dalam masyrakat, yang menyangkut aturan-aturan atau
prinsip-prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu baik

15
dan buruk, serta kwajiban dan tanggung jawab. Jadi etika berhubungan
dengan pertimbangan membuat keputusan terhadapa suatu perbuatan
karena tidak ada undang-undang dan peraturan yang menegaskan apa
yang harus dilakukan moral. Etika keperawatan merupakan alat untuk
mengukur perilaku moral dalam keperawatan. Keputusan perawat
seharusnya berdasarkan kode etik sebagai standar yang dapat diukur dan
di evaluasi melalu perilaku moral perawat.
Sementara itu, etika keperawatan kesehatan komunitas adalah
etika pengambilan keputusan berdasarkan moral, pengetahuan tentang
hak klien, dan tanggung jawab profesi. Hak klien atas kesehatan
merupakan hak yang bersifat alami, dimana tiap masyarakat berhak
memperoleh derajat kesehatan seoptimal mungkin. Hak atas pelayanan
kesehatan merupakan hak untuk mendapatkan pelayanan atas barang
dan jasa kesehatan yang berupa :
a. Hak untuk mendapatkan pelayanan yang terhormat
b. Memperoleh informasi pengobatan yang lengkap
c. Informasi untuk suatu persetujuan
d. Penolakan pengobatan
e. Minta dilayani
f. Penolakan partisipasi riset
g. Kesinambungan pelayanan
h. Informasi tentang peraturan
2. Dasar pemikiran etika
Etika adalah kode perilaku yang berhubungan dengan apa yang
baik dan tidak baik dengan kewajiban moral. Prinsip benar dan salah
dalam suatu tindakan didasarkan perilaku yang bersumber pada moral
sanksi yang diberikan, bukan sanksi hukum, tetapi sanksi moral.
3. Tujuan etika profesi keperawatan
Tujuan dibuatnya etika pada profesi keperawatan adalah sebagai berikut
a. Menciptakan kepercayaan klien pada perawat
b. Menciptakan kepercayaan pada sesame perawat
c. Menciptakan kepercayaan masyarakat pada profesi perawat

16
4. Aliran yang berhubungan dengan etika
a. Aliran deskriptif, yaitu aliran yang memberi gambaran dan
penjelasan tentang bagaimana manusia harus berprilaku dalam
lingkungan atau dalam masyarakat untuk memperoleh suatu
tujuan
b. Aliran normatif, yaitu aliran yang mengukur perilaku yang benar
atau salah dengan norma. Deontology yang berfokus pada
formalitas dan teologikal di mana etika menjadi pedoman
perilaku yang berfokus pada penggunaannya
c. Aliran pluralism, yaitu suatu tindakan etika diukur berdasarkan
komleksitas situasi yang dihadapi. Prinsip-prinsip aliran ini,
antara lain :
1) Etika merupakan cabang ilmu falsafah yang objeknya
adalah perilaku manusia, di mana etika disebut filsafah
moral
2) Etika memberi keputusan tentang tindakan yang
dianggap besar, tepat, atau bermoral
3) Keperawatan adalah pelayanan vital terhadap manusia
dengan latar belakang yang dalam berinteraksi
mempunyai tingkah laku yang berbeda, sehingga perlu
disusun suatu pedoman untuk bertindak, berlaku, dan
tanggung jawab, yaitu kode etik.
5. Kode etik keperawatan, prinsip, dan fungsi kode etik
Kode etik keperawatan
Kode etik keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan
yang menerapkan nilai etika terhadap bidang pemeliharaan atau
pelayanan kesehatan masyarakat. Kode etik keperawatan di Indonesia
telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional
Indonesia melalui Musyawarah Nasional PPNI di Jakarta pada tanggal
29 November 1989. Kode etik Keperawatan Indonesia tersebut terdiri
atas 4 bab 16 pasal, yaiytu sebagai berikut.
a. Bab 1

17
Bab 1 terdiri atas 4 pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab
perawat terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Dalam
pemberian pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga
atau komunitas, perawat sangat memerlukan etika keperawatan
yang merupakan filsafat yang mengarah tanggungjawab moral
yang mendasar terhadap pelaksanaan praktik keperawatan.
Oleh karena itu, fokus dari etika ditunjukan terhadap sifat
manusiayang unik untuk memelihara dan meningkatkan
kepercayaan masyarakat, diperlukan peraturan tentang
hubungan antara perawat dengan masyarakat, yaitu sebagai
berikut.
1) Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya harus selalu
berpedoman pada tanggungjawab yang bersumber dari
adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu,
keluarga, dan masyarakat.
2) Perawat dalam melaksanakan pengabdian di bidang
keperawatan, memelihara suasana lingkungan yang
menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat, serta
kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga, dan
masyarakat.
3) Perawat dalam melaksanakan kewajiban terhadap
individu, keluarga, dan masyarakat selalu dilandasi rasa
tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur
keperawatan.
4) Perawat menjalin hubungan kerja sama dengan individu,
keluarga, dan masyarakat. Khususnya dalam mengambil
prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan, serta upaya
kesejahteraan sebagai bagian dari tugas dan kewajiban
bagi kepentingan masyarakat.
b. Bab 2
Bab 2 terdiri atas 5 pasal, yang menjelaskan tentang tanggung
jawab perawat terhadap tugas, yaitu sebagai berikut.

18
1) Perawat memelihara mutu prlayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan
pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai
dengan kebutuhan individu, keluarga, dan masyarakat.
2) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya,
kecuali jika diperlukan oleh pihak yang berwenang sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku.
3) Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan
keterampilan keperawatan yang dimilikinya untuk tujuan
yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.
4) Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajiban selalu
berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh
oleh peetimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit,
usia, jenis kelamin, aliran politik, agama yang dianut, dan
kedudukan sosial.
5) Perawat mengutamakan perlindungan dan keselamatan
pasien atau klien dalam melaksanakan tugas
keperawatannya serta matang dalam mempertimbangkan
tanggung jawab yang ada hubungannya dengan
keperawatan.
c. Bab 3
Bab 3 terdiri atas dua pasal, menjelaskan tentang tanggung
jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan
lain, yaitu sebagai berikut.
1) Perawat memiliki hubungan baik dengan sesama perawat
dan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam memelihara
keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam
lainnya, baik mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh.
2) Perawat menyebar luaskan pengetahuan, keterampilan dan
pengalamannya kepada sesama perawat. Serta menerima

19
pengetahuan dan pengalaman dari profesi dalam rangka
meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.
d. Bab 4
Bab 4 terdiri atas empat pasal menjelaskan tentang tanggung
jawab perawat terhadap profesi keperawatan, yaitu sebagai
berikut.
1) Perawat berupaya meningkatkan kemampuan profesional,
baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan jalan
menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan
keperawatan.
2) Perawat menjungjung tinggi nama baik profesi
keperawatan dengan menunjukkan perilaku dan sifat-sifat
pribadi yang luhur.
3) Perawat berperan dalam menentukan pembakuan
pendidikan dan pelayanan keperawtan, serta menerapkan
dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
4) Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara
mutu organisasi profesi keperawatan sebagai sarana
pengabdian
e. Bab 5
Bab 5 terdiri dari dua pasal, menjelaskan tentang
tanggungjawab perawat terhadap pemerintah, bangsa, dan
tanah air, yaitu sebagi berikut.
1) Perawat melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai
kebijaksanaan yang telah digariskan oleh pemerintah
dalam bidang kesehatan dan keperawatan.
2) Perawat berperan secara aktif dalam menyumbangkan
fikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan
kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.
Sedangkan kode etik keperawatan menurut ANA (1976) adalah
sebagai berikut.

20
a. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi
martabat kemanusiaan dan keunikan yang tidak dibatasi oleh
pertimbangan-pertimbangan status sosial atau ekonomi, atribut
personal, dan jenis masalah kesehatannya.
b. Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang
teguh informasi yang bersifat rahasia.
c. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan
keselamatannya terancam oleh praktik seseorang yang tidak
berkompeten, tidak etik atau ilegal.
d. Perawat memikul tanggungjawab atas pertimbangan dan
tindakan perawatan yang dijalankan masing-masing individu.
e. Perawat memelihara kompetensi keperawatan
f. Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan
menggunakan kompetensi dan kualifikasi individu sebagai
kriteria dalam mengusahakan konsultasi, menerima tanggung
jawab, dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang
lain.
g. Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu
pengembangan pengetahuan profesi.
h. Perawat turut serta dalam upaya profesi untuk melaksanakan
dan meningkatkan standar keperawatan.
i. Perawat turut serta dalam upaya profesi untuk membentuk dan
membina kondisi kerja yang mendukung pelayanan
keperawatan yang berkualitas.
j. Perawat turut serta dalam upaya untuk melindungi publik
terhadap informasi dan gambaran yang salah serta
mempertahankan integritas perawat.
k. Perawat berkerjasama dengan anggota profesi kesehatan atau
warga masyarakat lainnya dalam meningkatkan upaya-upaya
masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebutuhan
kesehatan publik.

21
Selain itu, ICN juga telah mengatur kode etik kepeawatan. ICN adalah
suatu profesi penghimpuanan perawat nasional diseluruh dunia yang
didirikan pada tanggal 1 juli 1899 oleh: Mrs. Bedford Fenwich di
Hanover Square, London dan direvisi pada tahun 1973. Uraian kode
etik menurut ICN diuraikan sebagai berikut
a. Tanggung jawab utama perawat
1) Meningkatkan kesehatan
2) Mencegah timbulnya penyakit
3) Memelihara kesehatan
4) Mengurangi penderitaan
Untuk melaksanakan tanggungjawab utama tersebut, perawat
harus meyakini bahwa:
1) Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai
tempat adalah sama
2) Pelaksanaan praktik keperawatan dititikberatkan pada
penghargaan terhadap kehidupan yang bermartabat dan
menjungjung tinggi hak asasi manusia.
3) Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan atau
keperawatan kepada individu, kelompok, dan masyarakat
perawat mengikutsertakan kelompok dan instansi terkait.
b. Perawat individu dan anggota kelompok masyarakat
Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan
keperawatan sesuai kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu,
dalam menjalankan tugas perawat perlu meningkatkan keadaan
lingkungann kesehatan dengan menghargai nilai-nilai di
masyarakat, menghargai adat kebiasaan, serta kepercayaan
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menjadi
pasien atau kliennya. Perawat dapat memegang teguh rahasia
pribadi (privasi) klien dan hanya dapat memberikan keterangan
bila diperlukan oleh pihak yang berkepentingan atau
pengadilan
c. Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan

22
Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan
melaksanakan standar praktik keperawatan untuk mencapai
kemampuan yang sesuai dengan standar pendidikan
keperawatan. Perawat dapat mengembangkat pengetahuan
yang dimilikinya secara aktif untuk menopang perannya dalam
situasi tertentu. Perawat sebagai anggota profesi setiap saat
dapat mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi
keperawatan.
d. Perawat dan lingkungan masyarakat
Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggapan,
mempunyai inisyatif, dan dapat berperan serta aktif dalam
menentukan masalah kesehatan dan sosial yang terjadi di
masyarakat,
e. Perawat dan sejawat
Perawat dapat menopang hubungan kerjasama dengan teman
sejawat, baik tenaga keperawatan maupun tenaga profesi lain
di luar keperawatan. Perawat dapat melindungi dan menjamin
seseorang bila dalam masa perawatannya merasa terancam.
f. Perawat dan profesi keperawatan
Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan
pelaksanaan standar praktik keperawatan dan pendidikan
keperawatan. Perawat diharapkan ikut aktif dalam
mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan
perawatan secara profesional. Perawat sebagai anggota
organisasi profesi, berpartisifasi dalam memelihara kestabilan
sosial dan ekonomi sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik
keperawatan.

Prinsip dasar kode etik


Prinsip dasar kode etik adalah menghargai hak dan martabat
manusi. Apabila menghadapi suatu situasi yang melibatkan keputusan

23
yang bersifat etik dan moralitas, perawat hendaknya bertanya pada diri
sendiri mengenai hal-hal sebagai berikut.
a. Bagaiman pengaruh tindakan saya pada klien?
b. Bagaiman pengaruh tindakan saya terhadap tim kerja?
c. Bagaiman pengaruh tindakan saya terhadap diri sendiri?
d. Bagaiman pengaruh tindakan saya terhadap profesi?

Fungsi kode etik


Fungsi kode etik dalam sistem pelayanan kesehatan dan praktik
keperawatan (Kozier & Erb, 1990), anatar lain sebagai berikut.
a. Etika berhubungan dengan standar profesi untuk melindungi
perawat dan klien
b. Kode etik sebagai alat menyusun standar praktik professional,
memperbaiki, dan memelihara standar tersebut
c. Kode etik merupakan pedoman dalam melaksanakan tindakan
dan harus diterima sebagai nilai pribadi bagi anggota
professional
d. Kode etik memberi kerangka pikir pada anggota profesi untuk
membuat keputusan
Kode etik keperawatan sebagai kearangka pikir perawat untuk
mengambil keputusan dan tanggung jawab kepada masyarakat, anggota
tim kesehatan lain, dan profesi (ANA, 1976)
6. Perilaku personal perawat yang berkaitan dengan kode etik
Pribadi perawat yang sesuai dengan kode etik adalah sebagai berikut :
a. Perawat melaksanakan pelayanan dengan menghargai derajat
manusia dan tidak membedakan kebangsaan
b. Perawat melindungi hak klien dan melibatkan diri hanya
terhadap hal yang relavan dengan asuhan keperawatan
c. Perawat mempertahankan komptensinya dalam praktik
keperawatan, mengenal, serta menerima tanggung jawab untuk
kegiatan dan keputusan yang diambil

24
d. Perawat mempertimbangkan orang lain dengan kriteria tertentu
apabilan akan mendelegasikan tugas / menunjuk seseorang untuk
melakukan kegiatan keperawatan
e. Perawat melindungi klien bila keperawatan dan
keselamataannya diganggu oleh orang yang tidak berwenang,
tidak etis dan illegal
f. Perawat berpartisipasi dalam kegiatan riset bila hak individu
yang menjadi subjek dilindungi
g. Perawat berpartisipasi dalam uasah profesi dalam meningkatkan
standar praktik dan pendidikan keperawatan
h. Perawat bertindak melalu organisai profesi, berperan serta dalam
mengadakan dan mempertahankan kondisi pekerjaan yang
memungkinkan kualitas asuhan keperawatan yang tinggi
i. Perawat bekerja sama dengan anggota profesi kesehatan dan
oranglain dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat
j. Perawat menolak tawaran untuk subjek advertensi atau promosi
komersial
7. Tanggung jawab perawat berhubungan dengan etik
Berikut ini adalah tanggung jawab yang berhubungan dengan klien
a. Tanggung jawab terhadap tugas, berupa upaya promotif dan
rehabilitatif
b. Tanggung jawab terhadap orang lain, yaitu menghargai anggota
masyarakat
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat, yaitu sebagai anggota
masyarakat
d. Tanggung jawab terhadap profesi, yaitu selalu mengembangkan
profesi
8. Tanggung jawab profesi
a. Kewajiban terhadap kode etik adalah sebagai berikut
b. Kejujuran (veracity), bagaimana apabila dengan informasi yang
jujur akan menimbulkan kecemasan pada klien?

25
c. Kerahasian, menjaga kerahasian dengan cara mengendalikan diri
untuk tidak terbuka terhadap informasi-informasi klien yang
sensitive pada orang lain, untuk menghindari terjadinya konflik
dengan kewajiban lain
d. Advokasi (advocacy), pembelaan terhadap hak-hak klien
e. Akuntabilitas, yaitutanggung jawab terhadap apa yang dilakukan
untuk memberikan pelayanan
B. Prinsip Etika
Prinsip- prinsip dasar dan etika dalam kesehatan komunitas
Berikut ini akan dijelaskan mengenai prinsip-prinsip dasar dan etika dalam
kesehatan komunitas
Prinsip-prinsip dasar dalam keperawatan kesehatan komunitas
1. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat
2. Empat tingkat sasaran dalam pelayanan perawatan kesehatan
masyarakat, yaitu : individu, keluarga, dan kelompok. Dalam hal ini
kelompok khusu dan masyarakat.
3. Perawat komunitas selalu mengikut sertakan partisipasi masayarakat
dalam menanggulangi kesehatan mereka sendiri
4. Pelayanan kesehatan dan keperawatan yang diberikan lebih
menekanankan pada upaya promotif (peningkatan) dan preventif
(pencegahan) dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.
5. Dasar utama pelayanan kesehatan masyarakat adalah menggukanan
pendekatan pemecahan masalah yang dituangakan dalam proses
keperawatan
6. Kegiatan utamanya yaitu,masyarakat secara keseluruhan baik yang
sehat maupun yang sakit.
7. Tujuannnya yaitu meningkatkan fungsi kehidupan, sehingga dapat
menigkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
8. Penekanan pada upaya pembinaan perilaku sehat masyarakat
9. Bekerja secara tim bukan individu
10. Selalu melakukan kegiatan peningkatkan kesehatan, pencegahan
penyakit, melayani masyarakat yang sehat dan sakit, penduduk yang

26
sakit dan tidak berobat ke puskesmas, serta klien yang baru kembali
dari rumah sakit
11. Kunjungan rumah sangat diperlukan dalam membantu mengatasi
masalah kesehatan atau perawatan pada klien
12. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama
13. Pelaksanaan kesehatan masyarakat mengacu pada sistem pelayanan
kesehatan yang ada
14. Pelaksanaan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat dilakukan di
puskesmas, panti, sekolah dan keluarga sebagai unit pelayanan
Beberapa prinsip dalam melaksanakan keperawatan komunitas antara lain
sebagai berikut :
1. Kemanfaatan
Intervensi atau pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan
harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas, artinya
ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian
2. Otonomi
Dalam keperawatan komunitas, masyarakat diberikan kebebasan
untuk melaksanakan atau memilih alternatif terbaik yang disediakan
3. Keadilan
Hal ini menunjukan bahwa upaya atau tindakan yang dilakukan
sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas

2.9 Standart praktek keperawatan komunitas

Sejak tahun 1986, standar praktik keperawatan komunitas ditulis dalam


suatu kerangka kerja proses keperawatan. Keperawatam kesehatan komunitas
diinterpretasikan secara luas untuk mencakup sub-bidang keahlian tentang
kesehatan masyarakat, kesehatan rumah, kesehatan kerja, sekolah
keperawatan, dan praktisi perawata dalm bidang asuhan primer. Proses
keperawatan digunakan untuk mengkaji, merencanakan, mendiagnosis,
mengintervensi, dan mengevaluasi individu, keluarga dan komunitas.
Kolaborasi dengan keluarga sangat ditekankan. Oleh karena itu, praktik

27
keperawatan kesehatan komunitas mengarahkan pelayanannya kepada
individu, keluarga dan kelompok meski tanggug jawab dominannya tetap
pada populasi secara keseluruhan (friedman dan Marilyn, 1998). Standar
praktik keperawatan merupakan komitment profesi keperawatan dalam
melindungi masyarakat terhadap prakatik yang dilakukan oleh anggota
profesi (DPP PPNI, 1999). Steven (1983) menjelaskan tentang dua pengertian
standar praktik keperawatan komunitas seperti yang tertera di bawah ini.

1.Kriteri keberhasilan

2. Sebagai dasar untuk mengukur peristiwa

Sedangkan menurut ANA (1974) Standart Praktek Keperawatan


Komunitas adalah :

1. Pengumpulan data status kesehatan klien sistemik dan terus menerus

2. Menegakkan diagnosa dari data

3. perencanaan : Menentukan tujuan

4. Perencanaan diprioritaskan pemberian keperawatan.

5. Pemberian tindakan keperawatan ( Promosi, menjaga dan perbaikan )

6. Tindakan keperawatan dalam membantu klien meningkatkan kesehatan.

7. kemajuan klien thd pencapaian tujuan

8. tindakan keperawatan pengkajian secara kontinu

3.0 TATANAN PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS


Jumlah perawat yang bekerja dikomunitas meningkat secara bermakna.
Peningkatan biaya perawatan dirumah sakit mendorong peningkatan
kebutuhan terhadap adanya pelayanan di komunitas yang ditujukan untuk
peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan pada fase
penyembuhan. Perawat di komunitas difokuskan untuk meningkatkan dan

28
mempertahankan kesehatan, pendidikan, dan mamajement, serta
mengkoordinasikan dan melanjutkan perawatan restorative didalam
lingkungan komunitas klien. Perawatan komunitas mengkaji kebutuhan
kesehatan individu, keluarga, dan komunitas, serta membantu klien berupaya
melawan penyakit dan masalah kesehatan. Sementara perawatan kesehatan
diinstitusi berfokus pada individu dan keluarga. Perawatan komunitas juga
mengacu pada kesehatan komunitas dan interaksi antar individu dalam
komunitas tersebut. Komunitas dapat berupa suatu lokasi khusus, misalnya
area urban / pelosok atau sekelompok orang disuatu tempat kerja, sekolah
atau kelompok lain yang memiliki minat dan karakteristik tertentu, sehingga
tampak perawat komunitas memiliki tempat kerja yang bervariasi. Tempat
kerja tersebut meliputi wilayah komunitas, pusat-pusat kesehatan okupasi,
sekolah, lembaga pelayanan kesehatan rumah, klinik kesehatan dan tempat
praktik swasta (perry dan potter, 2005)

Menurut CHS (1992), pratik keperawatan yaitu tindakan mandiri


perawat professional melalui kerja sama berbentuk kolaborasi dengan klien
dan tim kesehatan lain. Perawat professional dalam memberikan asuhan
keperawatan harus sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.
Tindakan keperawatan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan mengacu
pada standar profesi.

29
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Peran perawat adalah cara untuk menyatakan aktivitas perawat dalam


praktek,dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya diakui dan diberi
kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab
keperawatan secara propesional, sesuai dengan kode etik profesinya. Dalam peran
prerawat terdapat beberapa elemen peran antara lain : care giver, client advocate,
conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant.Dimana
setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah untuk kejelasan.
Fungsi itu sendiri adalah suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan
perannya. Fungsi dapat berubah disesuaikan dengan keadaan yang ada.
Perawat komunitas bekerja di berbagai bidang, memberikan perawatan
kesehatan primer sepanjang umur. Mereka menyediakan keperawatan yang
komprehensif di berbagai kebutuhan kesehatan untuk klien di mana saja di
masyarakat dari pusat-pusat kesehatan masyarakat, klinik kesehatan primer, unit
kesehatan masyarakat, sekolah dan universitas, dewan lokal dan rumah klien.
Perawat komunitas memberikan perawatan kesehatan untuk mereka yang
memerlukan intervensi kesehatan dan juga mempertimbangkan kondisi sosial
yang mempengaruhi status kesehatan. Tugas perawat dilakukan sesuai dengan
fungsi perawat sedangkan fungsi perawat dilakukan sesuai peran perawat

3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini penulis menyarankan agar pembaca dapat
memahami tentang peran dan fungsi perawat dalam komunitas. Dengan makalah
ini, penulis juga menyarankan agar kita sebagai seorang perawat lebih memahami
peran dan fungsi kita sebagai seorang perawat dalam menjalankan tugas
dimanapun kita ditempatkan.

30
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Elizabeth T. 2006. Buku Ajar Keperawatan Komunitas : Teori Dan


Praktek / Elizabeth T. Anderson, Judith Mcfarlane ; Alih Bahasa, Agus
Sutarna, Suharyati Samba, Novayantie Herdina ; Editor Edisi Bahasa
Indonesia, Egi Komara Yudha. Edisi 3. Jakarta : EGC (tanggal 20
September 2017)

Barbara, Kozier . 2010. Fundamental Keperawatan, konsep, proses, & praktik,


Jakarta: EGC (tanggal 22 September 2017)

Dochter, Joanne Mecloskey, Phd dkk. 2004. Nursing Intervention Classification.


Jakarta : Mosby Elevier (tanggal 22 September 2017)

Doengoes, Marilyann E Dkk. 1993 Rencana Asuhan Keperawatan. Pedoman


Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan. Jakarta : EGC
(tanggal 22 September 2017)

Mooehed, Sue dkk.2004. Nursing Outcomes Classification (NOC). Jakarta :


Mosby Elevier (tanggal 22 September 2017)

Mubarak, Wahit Iqbal dan Chayatin, Nurul. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas 1
Pengantar dan Teori. Jakarta : Salemba Medika (tanggal 20 September
2017)

Potter & Perry. 2006. Fundamental Keperawatan, konsep, proses, & praktik,
Jakarta : buku Kedokteran EGC (tanggal 22 September 2017)

Potter, P.A & Perry A.G. 1999. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,
Proses, dan Praktik, Vol. 1 E/4. Alih bahasa oleh Yasmin Asih, dkk.
Jakarta: EGC. (halaman 452-469). (tanggal 22 September 2017)

31

Anda mungkin juga menyukai