Anda di halaman 1dari 16

1.

Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 DS: Makanan Kekurangan
1. Ibu klien volume cairan
mengatakan Toksik tidak
klien masih diserap
mencret
2. Ibu klien Hiperperistaltik
mengatakan
klien muntah Penyerapan
apabila diberi makanan di usus
makan menurun
3. Ibu klien
mengatakan Diare
sehari ganti ±6x/
hari pampers Frekuensi BAB
penuh untuk meningkat
BAB dan BAK
DO: Hilang cairan dan
1. Wajah pucat elektrolit berlebih
2. Mukosa bibir
kering Dehidrasi
3. Mata tampak
cekung Kekurangan
4. Turgor kulit <2 volume cairan
detik
5. Kulit pada
ekstremitas
bawah kering
6. Intake perhari

Minum ±600cc
Cairan infus ±

720cc
Injeksi
Antibiotik dan

anti emetic ±

6,375cc
Jumlah
1.326,375cc/hari
7. Output perhari
BAB dan BAK

±6x±200cc = ±

1200cc

Muntah 3x±

100= ±300cc
IWL=150cc/hari
Jumlah
1650cc\/hari
Intake output
1326,375-1650=
-323,625cc
8. Pemeriksaan
Tanda - tanda
Vital
HR:113x/menit
RR: 24x/menit
Suhu : 36,3 0C
2 DS: Makanan Ketidakseimbangan
1. Ibu klien nutrisi kurang dari
mengatakan klien Toksik tidak kebutuhan tubuh
masih mencret diserap
2. Ibu klien
mengatakan nafsu Hiperperistaltik
makan klien turun
3. Ibu klien Penyerapan
mengatakan klien makanan di usus
mual muntah ketika menurun
diberikan makanan
DO: Diare
1. Klien tampak lemah
2. Klien BAB ±6x Distensi abdomen
ganti pampers
3. BU 9-10x/menit Mual-muntah
4. Klien hanya makan
5-6 sendok makan Nafsu makan turun
5. Lidah tampak putih
kotor Ketidakseimbangan
6. BB sebelum sakit nutrisi kurang dari
10,8 kg kebutuhan tubuh
7. BB saat di kaji 10
kg
8. BB ideal 10,6kg
9. IMT: 16,4
(normal 13,2-18,70)
3 DS: Kurangnya Kurang perawatan
1. Ibu klien informasi diri
mengatakan tidak
berani melakukan Pengetahuan
personal hygiene berkurang
pada klien selain
washlap Kekhawatiran
2. Ibu klien orangtua dalam
mengatakan selama melakukan
sakit klien belum perawatan terhadap
pernah keramas anaknya
sejak 3 hari yang
lalu. Personal hygiene
3. Ibu klien tidak dilakukan
mengatakan selama
sakit klien belum Personal hygiene
pernah gunting tidak terpenuhi
kuku sejak 3 hari
4. Ibu klien Kurang Perawatan
mengatakan selama Diri
sakit klien belum
pernah pernah
gosok gigi sejak 3
hari yang lalu.
DO:
1. Kulit kepala klien
tampak kotor serta
rambut lengket
2. Lidah tampak putih
kotor
3. Kuku klien panjang
dan kotor
4 DS: Anak diare Ansietas pada
1. Ibu klien orangtua
mengatakan merasa Perubahan status
takut dan cemas kesehatan
akan penyakit yang
diderita klien. Dirawat di rumah
2. Ibu klien sakit
mengatakan tidak
mengetahui cara Anak rewel
pencegahan diare.
DO: Ketidaktahuan
1. Ibu klien tampak orangtua tentang
gelisah serta sering penyakit
menanyakan
keadaan klien. Respon psikososial

Ansietas orangtua
5 DS : Diare Resiko kerusakan
1. Ibu klien integritas kulit
mengatakan klien Frekuensi BAB
jika BAB suka meningkat
rewel
DO : Daerah anus sering
1. Frekuensi BAB terkena feses
±6x/hari kali
2. Daerah anus tampak Feses mengandung
lembab asam

Menimbulkan
iritasi sekitar anus

Resiko kerusakan
integritas kulit peri
anal

2. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


No Diagnosa Keperawatan Tanggal Nama Paraf
ditemukan Perawat
1 Kekurangan volume cairan b.d 22 Januari Dede
diare 2019 Riani
DS:
1. Ibu klien mengatakan klien
masih mencret
2. Ibu klien mengatakan klien
muntah apabila diberi makan
3. Ibu klien mengatakan sehari
ganti ±6x/ hari pampers
penuh untuk BAB dan BAK
DO:
1. Wajah pucat
2. Mukosa bibir kering
3. Mata tampak cekung
4. Turgor kulit <2 detik
5. Kulit pada ekstremitas bawah
kering
6. Intake perhari

Minum ±600cc

Cairan infus ±720cc

Injeksi Antibiotik dan anti

emetic ±6,375cc

Jumlah 1.326,375cc/hari
7. Output perhari
BAB dan BAK ±6x±200cc =

±1200cc

Muntah 3x±100= ±300cc


IWL=150cc/hari
Jumlah 1650cc\/hari
Intake output 1326,375-
1650= -323,625cc
8. Pemeriksaan Tanda - tanda
Vital
HR:113x/menit
RR: 24x/menit
Suhu : 36,3 0C
2 Ketidak seimbangan nutrisi kurang 22 Januari Dede
dari kebutuhan tubuh bd mual 2019 Riani
muntah
Ditandai dengan
DS:
1. Ibu klien mengatakan klien
masih mencret
2. Ibu klien mengatakan nafsu
makan klien turun
3. Ibu klien mengatakan klien
mual muntah ketika diberikan
makanan
DO:
1. Klien tampak lemah
2. Klien BAB ±6x ganti pampers
3. BU 9-10x/menit
4. Klien hanya makan 5-6 sendok
makan
5. Lidah tampak putih kotor
6. BB sebelum sakit 10,8 kg
7. BB saat di kaji 10 kg
8. BB ideal 10,6kg
9. IMT: 16,4
(normal 13,2-18,70)
3 Kurang perawatan diri b.d 22 Januari Dede
Kekhawatiran orangtua dalam 2019 Riani
melakukan perawatan terhadap
anaknya
Ditandai dengan:
DS:
1. Ibu klien mengatakan tidak
berani melakukan personal
hygiene pada klien selain
washlap
2. Ibu klien mengatakan selama
sakit klien belum pernah
keramas sejak 3 hari yang lalu.
3. Ibu klien mengatakan selama
sakit klien belum pernah
gunting kuku sejak 3 hari
4. Ibu klien mengatakan selama
sakit klien belum pernah pernah
gosok gigi sejak 3 hari yang
lalu.
DO:
1. Kulit kepala klien tampak kotor
serta rambut lengket
2. Lidah tampak putih kotor
3. Kuku klien panjang dan kotor
4 Anxietas pda orangtua b.d 22 Januari Dede
perubahan status kesehatan anak 2019 Riani
DS:
1. Ibu klien mengatakan merasa
takut dan cemas akan penyakit
yang diderita klien.
2. Ibu klien mengatakan tidak
mengetahui cara pencegahan
diare.
DO:
1. Ibu klien tampak gelisah serta
sering menanyakan keadaan
klien.
5 Resiko kerusakan integrasi kulit b.d 22 Januari Dede
frekuensi BAB meningkat 2019 Riani
Ditandai dengan
DS :
1. Ibu klien mengatakan klien jika
BAB suka rewel
DO :
1. Frekuensi BAB ±6x/hari kali
2. Daerah anus tampak lembab

3. Perencanaan

Diagnosa Rencana Keperawatan


No Rasional
Keperawatan Tujuan Intervensi
1. Kekurangan volume Setelah 1. Observasi 1. Untuk
cairan b.d diare dilakukan tanda tanda mengetahui
DS: tindakan vital keadaan tubuh
1. Ibu klien keperawatan secara dini.
mengatakan 3x24 jam 2. Monitor status 2. Untuk
klien masih Kekurangan hidrasi mengetahui
mencret volume cairan (kelembapan keadaan
2. Ibu klien teratasi dengan membran dehidrasi
mengatakan kriteria hasil mukosa,
klien muntah 1. Mempertahan turgor kulit )
apabila diberi kan urine 3. Mempertahan 3. Untuk melihat
makan output sesuai kan intake keseimbanagan
3. Ibu klien dengan usia output cairan dalam
mengatakan dan BB tubuh
sehari ganti 2. Tidak ada 4. Berikan dan 4. Membantu
±6x/ hari tanda-tanda dorong rehidrasi peroral
pampers dehidrasi, masukan
penuh untuk elastisitas cairan oral 5. Untuk
BAB dan turgor kulit 5. Berikan cairan mencegah syok
BAK baik, IV kristaloid hipovolemia
DO: membran atau koloid
1. Wajah pucat mukosa sesuai
2. Mukosa bibir lembab kebutuhan 6. Untuk merawat
kering 6. Pelihara IV pemberian
3. Mata tampak line cairan infus dan
cekung tetesan infus.
4. Turgor kulit <2 7. Untuk
detik 7. Pertahankan mengetahui
5. Kulit pada catatan berapa banyak
ekstremitas intake dan cairan yang
bawah kering output yang masuk dan
6. Intake perhari akurat keluar.

Minum ± 8. Indikator status


8. Kaji berat cairan dan
600cc
badan nutrisi
Cairan infus ±

720cc
Injeksi
Antibiotik dan
anti emetic ±

6,375cc
Jumlah
1.326,375cc/ha
ri
7. Output perhari
BAB dan BAK
±6x±200cc =

±1200cc

Muntah 3x±

100= ±300cc
IWL=150cc/ha
ri
Jumlah
1650cc\/hari
Intake output
1326,375-
1650= -
323,625cc
8. Pemeriksaan
Tanda - tanda
Vital
HR:113x/meni
t
RR: 24x/menit
Suhu : 36,3 0C
2. Ketidak seimbangan Setelah dilakukan 1. Kaji adanya 1. Dapat
nutrisi kurang dari tindakan alergi menghindari
kebutuhan tubuh bd keperawatan makanan makanan yang
mual muntah selam 3 x 24 jam, seperti gatal tidak ditoleransi
Ditandai dengan dihrapkan nutrisi gatal jika klien
DS: tercukupi, dengan mengkonsumi
1. Ibu klien kriteria hasil : makanan
mengatakan klien 1. Anak tidak tertentu.
masih mencret diare (1-2 kali 2. Kolaborasi 2. Untuk
2. Ibu klien perhari dengan ahli mendapatkan
mengatakan dengan Gizi untuk asupan yang
nafsu makan konsistensi menentukan adekuat
klien turun padat) jumlah kalori
3. Ibu klien 2. Tidak terjadi dan nutrisi
mengatakan klien penurunan yang
mual muntah berat badan dibutuhkan
ketika diberikan yang lebih klien
makanan parah. 3. Timbang berat 3. Penurunan berat
DO: 3. Tidak ada badan setiap badan
1. Klien tampak tanda hari mengindikasikan
lemah malnutrisi Kehilangan 2 adanya
2. Klien BAB ±6x 4. Nafsu makan –4 % kekurangan
ganti pampers meningkat menunjukkan cairan sehingga
3. BU 9-10x/menit 5. Adanya dehidrasi dapat menilai
4. Klien hanya peningkatan ringan, tingkat dehidrasi
makan 5-6 berat badan kehilangan 5 –
sendok makan sesuai tujuan 9%
5. Lidah tampak (BB sebelum menunjukkan
putih kotor sakit) dehidrasi
6. BB sebelum sakit sedang.
10,8 kg 4. Kaji frekuensi 4. Untuk menilai
7. BB saat di kaji 10 dan keberhasilan
kg konsistensi Intervensi
8. BB ideal 10,6kg diare
9. IMT: 16,4 5. Berikan 5. Disaat diare
(normal 13,2- suplemen elekrolit tubuh
18,70) elektrolit banyak
secara oral terbuang,sehingg
sesuai resep a membutuhkan
dan keperluan asupan dari luar.
6. Observasi dan 6. Untuk
catat respon mengidentifikasi
pemberian toleransi dan
makanan jumlah asupan
pemberian
makanan
7. Monitor tanda 7. Sebagai indikator
tanda keberhasilan
malnutrisi intervensi
8. Berikan obat 8. Terapi yang tepat
sesuai advis dapat
dokter. menghentikan
diare dan
mual/muntah
3 Kurang perawatan Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat 1. Untuk
diri b.d tindakan kebersihan menentukan
Kekhawatiran keperawatan klien tindakan
orangtua dalam selama 1 x 24 jam keperawatan
melakukan kurang perawatan 2. Berikan 2. Meningkatkan
perawatan terhadap diri pada klien pengetahuan pengetahuan pada
anaknya dapat teratasi perawatan diri klien dan
Ditandai dengan: dengan kriteria pada klien dan keluarga tentang
DS: hasil: keluarga. pentingnya
1. Ibu klien 1. Keluarga klien perawatan diri
mengatakan tidak dapat 3. Dorong klien 3. Membantu
berani melakukan menunjukkan dan bantu ibu mempertahankan
personal hygiene aktivitas klien dalam penampilan untuk
pada klien selain perawatan diri. melakukan memenuhi
washlap 2. Klien perawatan diri kebutuhan
2. Ibu klien keramas, : keramas, individu
mengatakan gosok gigi, perawatan
selama sakit klien dan gunting mulut/gigi dan
belum pernah kuku dibantu gunting kuku.
keramas sejak 3 keluarga
hari yang lalu.
3. Ibu klien
mengatakan
selama sakit klien
belum pernah
gunting kuku
sejak 3 hari
4. Ibu klien
mengatakan
selama sakit klien
belum pernah
pernah gosok gigi
sejak 3 hari yang
lalu.
DO:
1. Kulit kepala klien
tampak kotor
serta rambut
lengket
2. Lidah tampak
putih kotor
3. Kuku klien
panjang dan kotor
4 Anxietas pda Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat 1. Mengetahui
orangtua b.d tindakan kecemasan sejauh mana
perubahan status keperawatan orang tua kecemasan pada
kesehatan anak selama 2 x 24 jam orang tua
DS: ansietas pada 2. Kaji tingkat 2. Untuk
1. Ibu klien orangtua klien pengetahuan mengetahui
mengatakan dapat teratasi orang tua klien sejauh mana
merasa takut dan dengan kriteria mengenai tingkat
cemas akan hasil : diare pengetahuan
penyakit yang 1. Ibu kien orang tua klien
diderita klien. tampak rileks tentang diare
2. Ibu klien atau tenang. 3. Berikan 3. Untuk
mengatakan tidak 2. Ibu klien tidak pendidikan meningkatkan
mengetahui cara takut dan tidak kesehatan pengetahuan
pencegahan diare. cemas. mengenai pada klien dan
DO: 3. Ibu klien dapat diare keluarga
2. Ibu klien tampak mengetahui mengenai diare.
gelisah serta tentang cara
sering pencegahan
menanyakan dan
keadaan klien. perawatannya.
5 Kerusakan integrasi Setelah dilakukan 1. Anjurkan 1. Untuk
kulit b.d frekuensi tindakan keluarga menghindari
BAB meningkat keperawatan klien agar pada daerahanus
Ditandai dengan selama 1 x 24 jam langusng terdapat
DS : kerusakan mengganti kuman, bakteri,
1. Ibu klien integrasi kulit popok jika karena bakteri
mengatakan klien pada klien dapat BAB dan suka daerah
jika BAB suka teratasi dengan BAK yang lembab
rewel kriteria hasil: 2. Ajarkan 2. Mencegah
DO : 3. Tidak terdapat teknik septik terjadinya
1. Frekuensi BAB kemerahan dan penularan
±6x/hari kali pada daerah antiseptic bakteri dan
2. Daerah anus anus klien saat kuman
tampak lembab 4. Daerah anus mengganti
bersih dan popok
kering 3. Anjurkan 3. Menghindari
5. Keluarga klien keluarga terjadinya
dapat klien untuk infeksi pada
memelihara menjaga daerah perianal
daerah anus kebersihan
klien kulit
terutama
daerah
perianal
4. Monitor kulit 4. Untuk
akan adanya mengetahu
kemerahan adanya iritasi
5. Oleskan 5. Untuk
lotion atau mengurangi
minyak/baby adanya iritasi
oil pada pada daerah
daerah yang tertekan
tertekan
6. Memandikan 6. Air hangat
klien dengan dapat
air hangat meminimaliris
terjadinya
inflamasi