Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MAKALAH

KONSTRUKSI BANGUNAN AIR


BANGUNAN PENGATUR MUKA AIR

NAMA KELOMPOK I

1. ADINATA SINIFINDO KETAREN 1605022034


2. ANDRE CHRISTIAN TUMANGGOR 1605022093
3. BELLA GITA GINTING 1605022109
4. BENAYA AZHARIA SIREGAR 1605022085
5. BREMA RISKY KARO-KARO 1605022094
6. CALVIN A.V. SIHOMBING 1605022083
7. CHARLOS 1605022020
8. DIAN SAPUTRA 1605022104
9. ELHANA VALENTINE PASARIBU 1605022111
10. ELISABET PASARIBU 1605022107

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
MEDAN
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmatnya−Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan
judul " Peninjauan Penggunaan Bangunan pengatur muka air ( Bendung ) Di Desa Sei
Bingai Kabupaten Langkat “

Penyusunan tugas ini merupakan salah satu syarat guna memenuhi tugas ujian
akhir semester kami.Kami menyadari sungguh bahwa keberhasilan kami dalam
penyusunan tugas ini berkat adanya bantuan, arahan dan bimbingan dari berbagai
pihak yang telah terlibat. Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan
terima kasih yang sebesar−besarnya kepada:

1. Bapak Tamson Simarmata, Drs.Ir.M.T , Selaku dosen mata kuliah Hidrolika


II yang telah banyak memberikan banyak bimbingan dan motivasi bagi
kelompok kami dalam menyelesaikan tugas ini, dan mengarahkan kami dalam
proses survey.
2. Bapak Muhammad Mabrur, S.T.,M.T, Selaku dosen Mata Kuliah Bangunan
Air yang telah banyak membimbing dan mengarahkan kami dalam proses
survey
3. Buat Teman−teman kelompok yang telah bantu kami dalam proses
pembuatan tugas dan juga kepada teman−teman kelompok lain yang telah
bantu kami.

Namun kami menyadari bahwa tugas yang kami buat jauh dari kriteria sempurna,
sehingga kami mengharapkan adanya masukan dan kritikan dari para pembaca guna
melengkapi tugas yang telah kami buat. Akhir kata, kami mengharapkan semoga
tugas yang kami buat dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Medan, Desember 2018


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

1.4 Manfaat Penulisan

BAB II ISI

2.1 Bangunan Pengatur Muka Air

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Kritik dan Saran

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hampir di setiap wilayah Indonesia terdapat banyak sungai besar maupun yang
kecil yang sebagian besar menguasai hampir 80% ketergantungan hidup masyarakat
Indonesia terutama para petani. Kebutuhan akan ketersediaan air pada suatu daerah
sangatlah perlu diperhatikan dikarenakan air merupakan suatu kebutuhan pokok
manusia yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya. Indonesia merupakan daerah
yang memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim penghujanan, sehingga
perlu dikembangkan potensi-potensi sungai tersebut dengan guna meningkatkan hasil
produksi pertanian, salah satunya dengan membangun bendung.

Bendung adalah suatu bangunan yang dibuat dari pasangan batu kali, bronjong
atau beton yang terletak melintang pada sebuah sungai yang tentu saja bangunan ini
dapat digunakan pula untuk kepentingan lain selain irigasi seperti untuk keperluan air
minum, pembangkit listrik atau untuk pengendalian banjir.Bendung sebagai contoh
bangunan air yang banyak mencangkup hamper keseluruhan aspek bidang
keteknisipilan yaitu struktur, transportasi, keairan, geoteknik dan manajement
konstruksi didalam perencanaannya.

Menurut macamnya bendung dibagi menjadi dua, yaitu bendung tetap dan
bendung sementara, bendung tetap adalah bangunan yang sebagian besar konstruksi
terdiri dari pintu yang digerakkan untuk mengantur ketinggian muka air sungai
sedangkan bendung tidak tetap adalah bengunan yang dipergunakan untuk
meninggikan muka air di sungai, sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air
dapat dialirkan ke saluran irigasi di petak tersier.
Bendung namu sira-sira merupakan bendung yang terletak pada Desa Sei
Bingai Kabupaten Langkat yang sudah dikembangkan sejak tahun 1992 yang dimana
pada daerah bendung namu sira-sira dapat mengairi 6500 Ha yang dimana pada
bendung namu sira-sira terdapat fasilitas-fasilitas bangunan pengelak (bendung) yaitu
terdapat pintu intake, pintu penguras, kolam olakan, mercu dan balok-balok besar
yang ada pada bendung, bangunan-bangunan tersebut sangat berperan penting dalam
tingkat perekonomian masyarakat setempat.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas maka rumusan masalah yang kami
ambil yaitu:

1. Apa bagian-bagian bangunan pengatur muka air


2. Apa yang dimaksud dengan Bangunan Control Celah Trapesium.

1.3 Tujuan Permasalahan

Adapun tujuan yang kelompok kami ambil yaitu:

1. Agar dapat mengetahui bagian-bagian bangunan pengatur muka air


2. Agar dapat mengetahui yang dimaksud dengan Bangunan Control Celah
Trapesium.

1.4 Manfaat Penulisan

Diharapkan semoga hasil penulisan yang telah kelompok kami buat ini dapat menjadi
bahan masukan informasi bagi Pemerintah dan Masyarakat serta dapat menjadi
refensi bagi para pembaca yang ingin meneliti tentang bangunan pengatur muka air
yang terdapat di Desa Sei Bingai Kabupaten Langkat.
BAB II

ISI

2.1 Pengertian Bangunan Pengatur Muka Air

Bangunan-bangunan pengatur muka air mengatur/mengontrol muka air di


jaringan irigasi utama sampai batas-batas yang diperlukan untuk dapat memberikan
debit yang konstan kepada bangunan sadap tersier dan juga bangunan yang mengatur
mengalirnya air dari saluran primer ke cabang cabang dalam batas tertentu.

Bangunan pengatur mempunyai potongan pengontrol aliran yang dapat distel atau
tetap. Untuk bangunan-bangunan pengatur yang dapat disetel dianjurkan untuk
menggunakan pintu (sorong) radial atau lainnya. Bangunan-bangunan pengatur
diperlukan di tempat-tempat di mana tinggi muka air di saluran dipengaruhi oleh
bangunan terjun atau got miring (chute). Untuk mencegah meninggi atau menurunnya
muka air di saluran dipakai mercu tetap atau celah kontrol trapesium (trapezoidal
notch)

Gambar 2.1 Bangunan Pengatur Muka Air


1. BAGIAN –BAGIAN BAGUNAN PENGATUR MUKA AIR

A. BAGUNAN PENGATUR SKOT BLOK

Balok – balok profil segi empat yang ditempatkan tegak lurus terhadap
potongan segi empat saluran. Balok – balok tersebut disangga di dalam
sponeng/ alur yang lebih besar 0,03m sampai 0,05m dari tebal balok–
balok itu sendiri. Dalam bangunan – bangunan saluran irigasi, dengan
lebar bukaan pengontrol 2,0 m atau lebih kecil lagi, profil – profil balok.

B. BANGUNAN MERCU TETAP

Bagunan mercu tetap adalah : adalah jenis bendung yang tinggi


pembendungannya tidak dapat diubah, sehingga muka air di hulu bendung
tidak dapat diatur sesuai yang dikehendaki. Pada bendung tetap, elevasi
muka air di hulu bendung berubah sesuai dengan debit sungai yang sedang
melimpas (muka air tidak bisa diatur naik ataupun turun)

C. PINTU SORONG

 Pintu sorong adalah sekat yang dapat diatur bukaannya. Pintu sorong
atau biasa praktikan sebut pintu air merupakan suatu alat untuk
mengontrol aliran padasaluran terbuka. Pintu menahan air di bagian
hulu dan mengizinkan aliran ke arahhilir melalui bawah pintu dengan
kecepatan tinggi
 Pintu sorong adalah sekat yang dapat diatur bukaannya. Pada
bangunan air, aplikasi pintu sorong adalah pintu pembilas. Fungsinya
yaitu mencegah sedimen layang masuk ke dalam pintu pengambilan
(intake) dan membilas sedimen yang menghalangi aliran
D. KONTROL CELAH TRAPESIUM

Seperti halnya mercu tetap, celah kontrol trapesium juga dipakai untuk
mengatur tinggi muka air disaluran. Pengaturan tinggi muka air dengan
menggunakan kedua alat tersebut didasarkan pada pencegahan terjadinya
fluktuasi yang besar yang mengakibatkan berubah ubahnya debit. Hal ini
dicapai dengan jalan menghubung–hubungkan tinggi muka air dengan
lengkung debit untuk saluran dan pengontrol atau bangunan pengatur
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Bangunan-bangunan pengatur muka air mengatur/mengontrol muka
air di jaringan irigasi utama sampai batas-batas yang diperlukan untuk dapat
memberikan debit yang konstan kepada bangunan sadap tersier dan juga
bangunan yang mengatur mengalirnya air dari saluran primer ke cabang
cabang dalam batas tertentu.
Bangunan pengatur mempunyai potongan pengontrol aliran yang
dapat distel atau tetap. Untuk bangunan-bangunan pengatur yang dapat disetel
dianjurkan untuk menggunakan pintu (sorong) radial atau lainnya. Bangunan-
bangunan pengatur diperlukan di tempat-tempat di mana tinggi muka air di
saluran dipengaruhi oleh bangunan terjun atau got miring (chute). Untuk
mencegah meninggi atau menurunnya muka air di saluran dipakai mercu tetap
atau celah kontrol trapesium (trapezoidal notch)

3.2 SARAN
Dalam kunjungan ke namu sira-sira, kita dapat menyampaikan saran-
saran dengan maksud agar dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya.
Dalam perencanaan bangunan pengatur muka air, seperti pada bendung maka
kita sebagai mahasiswa dalam perencanaan harus perlu memerhatikan
pemilihan lokasi, topografi, hidraulik, morfologi, kondisi tanah, dan stabilitas
bendung dan saluran irigasinya berjalan lancar sehingga memuaskan
masyarakat yang sangat bergantung pada saluran air dari bendungan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/239631806/Perhitungan-Pintu-Ukur-Bangunan-pengatur-muka-
air

https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=r6YiWdSQB8XrvATpjo3oDg#q=skot+balok

http://buku-teknik-sipil.blogspot.com/2010/08/bangunan-pengatur-muka-air.html

bremarizky@blogspot.com
DAFTAR LAMPIRAN