Anda di halaman 1dari 9

KEGIATAN BELAJAR 1

Pasar industri Monopoli Murni

Dalam pasar monopoli murni, yang penting sebuah perusahaan merupakan satu satunya
produsen barang tersebut dan tidak ada barang barang substitusi lain. Ciri penting lain adalah
adanya hambatan kuat bagi perusahaan lain.

Manfaat Monopoli :

1. Meskipun pasar monopoli murni jarang dijumpai dalam dunia nyata tetapi ada beberapa
industri yang mendekati situasinya. Suatu perusahaan menguasai 70-90 persen pangsa pasar
dalam suatu industri mempunyai potensi berperilaku seperti perusahaan monopolis.
2. Dengan mempelajari bentuk pasar monopoli murni, selanjutnya akan lebih memahami
keadaan pasar yang lebih realistis yang dijumpai didunia nyata yaitu pasar industri
persaingan monopolistik atau industri oligopoli

A. RINTANGAN MASUK, HARGA DAN OUTPUT

1. Rintangan masuk dan taktik persaingan


a. Merupakan ciri utama yang bisa mempertahankan kelangsungan hidup monopolis. Pada
pasar monopoli rintangan masuk kedalam industri merupakan sebab berlangsungnya
monopoli dimana hanya ada satu perusahaan saja. Bila tak ada rintangan masuk, maka
hanya keuntungan diatas normal pada industri tersebut akan menarik perusahaan
perusahaan lain.
Ada beberapa hal yang menyebabkan timbulnya rintangan masuk kedalam suatu
industri. Keadaan tersebut sebagai berikut:
1). Skala ekonomis
2). Perusahaan pelayanan publik
3). Pemilikan bahan mentah penting dan strategis
4). Paten dan pengembangan produk
b. taktik persaingan mematikan bisa dilakukan oleh suatu perusahaan atau beberapa
perusahaan dalam suatu industri bisa mencegah masuknya perusahan perusahan baru
dengan mengancam dan melaksanakan persaingan harga yaitu menurunkan harga
produk.
Perusahaan yang telah ada mempunyai kelebihan bersaing dan bisa menghalau perusahan
perusahan baru yang mencoba masuk karena perusahaan perusahan lama yang telah
ada
a. Mempunyai hubungan dengan lembaga keuangan hingga dapat memperoleh kapital
dengan suku bunga serta syarat syarat lain yang lebih ringan.
b. Mempunyai organisasi dan administrasi dilengkapi dengan menggunakan pembiayaan
dana internal
c. Lebih dikenal luas karena produknya telah di advertensikan dan ia menjual melalui
saluran pemasaran yang telah mapan
2. Harga dan tingkat output
a. Maksimal laba pendekatan dan marjinal
Misalkan sebuah perusahaan dapat mempertahankan posisi sebagai monopolis
murni dalam suatu industri melalui sate atau beberapa cara hingga ia berhasil
merintangi masuknya perusahaan perusahan lain kedalam industri tersebut. Ia
berusaha berproduksi dan menentukan harga yang menentukan harga pada tingkat
yang memberikan keuntungan maksimum.

1). Maksimisasi keuntungan : pendekatan total. Pada pendekatan ini dipilih


tingkat produksi (dan sekaligus tingkat harga) yang memberikan selisih
terbesar antara pendapatan total dan biaya total
2). Maksimisasi keuntungan : pendekatan marjinal dengan pendekatan
marginal keuntungan maksimal diperoleh pada tingkat output dimana
pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal.
b. kesalahan tafsir tentang harga monopoli
analisis perilaku perusahaan monopolis murni terutama tentang penentuan harga
dan hambatan masuk kedalam industri menimbulkan beberapa kesalahan
penafsiran tentang perilakunya. Kekeliruan penafsiran ini sebagai berikut:
1). Bahwa monopolis selalu berusaha menetapkan harga tertinggi dan
mencari keuntungan per satuan output (rata rata) terbesar.
2). Bahwa perusahaan monopolis selalu memperoleh keuntungan ekonomis.
Didalam jangka pendek, memang monopolis dapat memperoleh keuntungan
ekonomis yang lebih besar dibandingkan dengan perusahan pesaing murni
karena ada hambatan masuk kedalam industri monopoli, karena itu
keuntungan ekonomis dapat dipertahankan.
c. diskriminasi harga
diskriminasi harga terjadi bila suatu barang dijual oleh perusahaan monopolis dengan
harga berbeda dan ini tidak didasarkan pada perbedaan biaya produksi.
Agar diskriminasi dapat berhasil, diperlukan beberapa syarat sebagai berikut:
1). Produsen atau penjual adalah perusahaan monopolis dimana ia
merupakan satu satunya produsen dan penjual dipasar industri tersebut.
2). Penjual harus bisa memisahkan pasar agar perbedaan elastisitas
permintaan pada berbagai pasar bisa dipertahankan.
3). Barang tersebut tidak dapat dijual lagi dari pasar yang harganya rendahke
pasar yang harganya lebih tinggi.
d. perilaku rent seeking
perusahaan produsen bisa memperoleh bantuan dengan cara memberikan uang
kepada politisi yang mempunyai (memegang) kedudukan atau kuasa untuk memberi
hak khusus monopoli.

B. EFEK EKONOMIS, PAJAK, DAN SUBSIDI


Efek ekonomis industri meliputi harga, output, dan alokasi input, distribusi pendapatan,
serta kemajuan teknologi.
1. Efek ekonomis
Efek ekonomis pasar industri monopoli dapat dilihat dari segi alokasi input, distribusi
pendapatan, dan kemajuan ekonomi serta teknologi.
a. Efek terhadap harga, output dan alokasi input, formula penentuan hargasumber
daya yang ideal untuk memproduksi barang dan jasa menurut jenis serta kualitas
masing masing sesuai dengan kehendak atau keinginan masyarakat ( yang
diungkapakan dalam kurva permintaan pasar).
b. Distribusi pendapatan
Dengan kekuatan pasarnya karena merupakan satu satunya produsen dan penjual
perusahaan monopolisb murnindapat menetapkan harga lebih tinggi atas produknya
daripada harga yang ditetapkan oleh perusahaan pesaing murni meskipun dengan
biaya sama.
c. Kemajuan teknologis
Dari segi alokasi sumber daya, harga, output serta distribusi pendapatan, industri
monopoli murni memberikan efek ekonomi negatif .
2. Pengaturan industri monopoli
Banyak kasus monopoli terjadi pada industri monopoli alami yang mempunyai ciri biaya
menurun miasalnya, indudtri pelayanan publik, berupa indutri penggalian gas alam,
pembangkit tenaga listrik, dll.berikut analisis efek pengaturan monopoli berupa
penetapan harga maksimum dan pengenaan pajak.
a. Penetapan harga maksimum
Usaha ini dimaksutkan agar hasil ekonominya mendekati pasar persaingan murni.
Dua penyelesaian untuk mengatasi kerugian finansial akibat penetapan haraga MC,
yaitu sebesar Pr adalah sebagai berikut.
1) Pemerintah memberi subsidi sebesar kerugian finansial hingga perusahan
monopolis tidak menghentikan karena bangkrut.
2) Pemerintah menetapkan harga maksimum sebesar Pr yaitu sebesar biaya rata
rata.
b. Pengenaan pajak atas perusahaan monopolis
Pengenaan pajak ada dua macam yaitu pajak spesifik dan pajak lumpsum yang
mempunyai efek berbeda.
C. PENGENDALIAN INDUSTRI MONOPOLI
Hasil bekerjanya mekanisme harga pasar persaingan secara logis dan teoretis
menuntun pada pencapaian efisiensi alokatif.
1. Monopoli versus persaingan
a. Kebaikan dan keburukan sistem persaingan
Pandangan pertama menyatakan monopoli mengarah pada penyalahgunaan
kekuatan besar untuk mencapai kepentingan sendiri. Koordinasi kegiatan
ekonomi. Fungsi koordinasi bisa dilaksanakan dalam perekonomian modern
yang menjamin bahwa efisiensi ekonomis dapat dilakukan oleh pemerintah.
b. Pro dan kontra monopoli
1) Konsep persaingan secara luas. Konsep ini meliputi :
a. Persaingan antar produk bearti produk atau komoditi menghadapi
persaingan dari produk lain yang merupakan barang pengganti.
b. Persaingan inovasi memacu penemuan produk baru
c. Persaingan potensial merupakan ketakutan para pesaing potensial
baru akan membentuk kekuatan yang menyaingi.
d. Kemajuan atau perkembangan teknologi.
e. Stabilitas dan pertanggungjawaban ekonomi makro.
2) Kritik luas monopoli
a. Ketidakefisienandan ketidakmerataan
b. Perusahaan dengan skala besar tidak selalu dapat berproduksi
dengan biaya yang lebih rendah
c. Ketidakstabilan ekonomi dan pasar
d. Pengaruh kekuatan politik
2. Sikap kebijakan atas monopoli
a. Kebijakan pengendalian monopoli
Bila kebijakan pengendalian yang dipilih maka variasinya berkisar disekitar
pengaturan industri monopoli pada berbagai aspek.
1) Kebijakan pengaturan industri monopoli
2) Dua kritik diajukan atas pengaturan sepertio ini. Pengaturan justru
berekembang tak mengarah pada manfaat kepada masyarakat
konsumen.
3) Pengaturan lewat undang undang antitrust
4) Upaya berikutnya harus lebih menekankan pengaturan pada berbagai
pelarangan kebijakan penentuan harga yang mengarah pada persaingan
tak sehat yang mematikan pesaing
b. Konglomerasi konsentrasi industri
Didorong oleh upaya untuk mengadakan penggabungan guna
mengefisienkan usaha dan untuk menaikkan keuntungan
c. Pengaturan yang mendorong monopoli
Diantaranya yaitu undang undang paten(hak cipta) dan tarif (bea masuk)
perlindungan. Dengan alasan melindungi industri didalam negeri maka
dikenakan proteksi berupa tarif atau berbagai bentuk rintangan lain dalam
perdagangan internasional.
d. Pengambilalihan monopoli oleh pemerintah
Gambaran kemungkinan dampak buruk monopolis mengarah pada
kebijakan campur tangan atau pengambilalihan pemilikan oleh negara.

KEGIATAN BELAJAR 2
Pasar Persaingan Monopolistik dan Oligopoli

Persaingan monopolistik merupakan organisasi pasar dimana terdapat cukup banyak


penjual barang yang berbeda.

A. KARAKTERISTIK PERSAINGAN MONOPOLISTIK


1. Ciri ciri penting pasar persaingan monopolistik
a. Terdapat perusahaan dalam industri tersebut
b. Tindakan atau keputusan tentang harga maupun kuantitas oleh satu atau
beberapa perusahaan akan mempengaruhi pasar
c. Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan pesaing monopolistik secara
individu berlereng menurun dan cukup elastis meskipun tidak elastis sempurna
d. Meskipun produknya sama tetapi tidak sepenuhnya homogen masing masing
produsen berusaha membedakan produknya dari produk produk pesaing
e. Persaingan yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan tersebut bersifat
persaingan ukan harga untuk menaikkan penjualannya dan memperoleh pangsa
pasar lebih besar
f. Meskipun jumlah perusahaan cukup banyak tetapi tidak ada rintangan bagi
perusahaan lain untuk masuk dan keluar industri tersebut.

Persamaan dan perbedaan antara bentuk pasar persaingan murni dan pasar
persaingan monopolistik
Pasar persaingan murni Pasar persaingan monopolistik
Produknya homogen Produknya sama tetapi dibedakan
dengan merek, keemasan, dan dengan
cara cara lain. Ada diferensiasi produk
Jumlah produsen sangat banyak dan Hanya ada sejumlah kecil perusahaan
secara individu tidak dapat dalam industri dan masing masing
mempengaruhi harga mempunyai pengaruh atas segmen
pasar
Kurva permintaan merupakan garis Kurva permintaan berlereng menurun
lurus mendatar yang bearti tetapi tidak begitu curam yang bearti
elastisitasnya tak terhinggga cukup elastis
Tak perlu bersaing sebab produsen Persaingan bersifat bukan harga
tidak bisa mempengaruhi harga

2. Unsur persaingan monopolistik adalah jumlah perusahaan produsen yang relatif


cukup banyak, ada diferensiasi produk, dan ada syarat untuk masuk kedalam
industri.
a. Perusahan jumlahnya cukup banyak.
b. Diferensiasi produk merupakan unsur pokok dalam pasar persaingan
monopolistik dimana terdapat variasi dari suatu jenis produk
c. Syarat masuk kedalam industri. Untuk masuk kedalam industri persaingan
monopolistik secara relatif adalah mudah.
3. Penentuan harga dan output
Seperti pada analisis haraga dan output dua bentuk pasar ekstrem
sebelumnya yaitu pasar persaingan murni dan pasar monopoli murni, perusahaan
persaingan monopolistik dalam penentuan harga dan output berusaha
memaksimumkan keuntungan dengan berproduksi pada tingkat output.

B. EFEK EKONOMI DAN PERSAINGAN BUKAN HARGA


1. Alokasi input tak optimal
Ada kecenderungan jumlah perusahaan didalam pasar persaingan monopolistik
banyal yang bekertja pada tingkat kapasitas pabrik yang rendah
2. Diferensiasi produk dan advertensi
Dilakukan dengan berbagai tipe, gaya, merek, atau kualitas priduk tertentu yang
memberikan manfaat kepada para konsumen karena bagi mereka tersedia pilihan
luas untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan selera.
Tujuan pengiklanan untuk :
a. Membedakan produk perusahaan tersebut dari produk perusahaan perusahaan
lain dan menimbulkan kesetiaan atau kefanatikan merek, hingga bisa
mempertahankan atau memmperlias pasar bagi perusahaan yang bersangkutan.
b. Membuat kurva permintaan menjadi kurang elastis dengan kata lain agar kurva
permintaan lebih curam hal ini membuat perubahan harga tidak begitu
mempengaruhi kuantitas yang diminta

Kebaikan advertnsi diantaranya yaitu:


a. Memberikan informasi yang dapat membantu konsumen membuat pilihan
rasioal
b. Mendukung sarana komunikasi dan media massa
c. Dapat mendorong perusahaan perusahaan berusaha mengembangkan
produk
d. Produksi akan meningkat dan skala ekonomis dapat dicapai
e. Merupakan faktor atau kekuatan pendorong persaingan
Keburukan advertensi yaitu:
a. Tujuan utama advertensi bukan untuk memberikan informasi tetapi
membujuk dan bersaing
b. Merupakan kegiatan tak produktif dan tak memberikan apa apa kepada
masyarakat
c. Mengandung biaya eksternal
d. Tidak bisa memperluas output perusahaan dan menurunkan biaya rata
rata
e. Justru mendorong pertumbuhan monopoli

KEGIATAN BELAJAR 3
Oligopoli dan Strategi Harga

Di beberapa sektor usaha industri manufaktur, perkebunan, perikanan, dan pertambangan


serta perdangangan besar dijumpai beberapa perusahaan besar dominan yang disebut perusahaan
oligopolis dan industri serta pasarnya disebut oligopoli.

A. SOLUSI KONDISI TANPA KOLUSI


1. Karakteristik dan perilaku harga dan output
Industri monopoli adalah bentuk organisasi pasar dimana hanya ada beberapa atau
sejumlah kecil produsen saja sementara terdapat banyak sekali konsumen.
Model model spesifik tersebut bermanfaat karena :
a. Menunjukkan secara jelas sifat sifat saling ketergantungan perusahaan perusahaan
oligopolis
b. Teori teori tersebut membuktikan belum ada teori yang memuaskan tentang
oligopoli
c. Teori teori tersebut memberikan beberapa petunjuk betapa sulitnya ilmu ekonomi
mikro menjelaskan

Ciri ciri pasar atau industri oligopolistik yaitu:

a. Hanya terdapat beberapa penjual dalam industri yang bersangkutan dan banyak sekali
pembeli atau konsumen
b. Dibedakan dua macam oligopoli yaitu oligopoli dengan diferensiasi produk dan oligopoli
tanpa diferensiasi produk
c. Terdapat halangan masuk kedalam industri hingga hanaya ada sejumlah kecil produsen
dalam industri tersebut
d. Terdapat beberapa perusahan dominan yang menunjukkan skala ekonomis

2. Unsur yang menimbulkan oligopoli


Gambaran utama industri oligopoli serta hal hal yang menyebabkannya adalah
adanya beberapa atau sejumlah kecil perusahaan saja didala industri tersebut
Unsur oligopoli adalah dorongan mengadakan merger atau penggabungan dengan
perusahaan lain.
3. Perilaku penentuan harga dan output
Oligopoli merujuk pada berbagai situasi pasar khusus hingga penyusunan model
untuk penarikan kesimpulan tentang perilaku harga dan output pada bentuk pasar ini
sukar dilakukan. Unsur saling ketergantungan antar perusahaan dalam industri oligopoli
menyebabkan reaksi para pesaing harus dipertimbangkan dengan hati hatikarena
reaksinya bersifat tak pasti hingga analisisnya lebih kompleks.
Harga output pada pasar oligopoli cenderung tegar atau sukar berubah dan tidak
fleksibel. Dalam menganalisis perilaku harga dan output pada pasar oligopoli perlu
dibedakan antara kasus kasus oligopoli dengan kolusi dan kasus kasus oligopoli tanpa
kolusi.

MODEL OLIGOPOLI SOLUSI KOLUSI


1. Saling ketergantungan dan reaksi pesaing
Dalam industri oligopoli dimana hanya terdapat tiga buah perusahaan saja maka
terdapat saling ketergantungan diantara mereka.
2. Penentuan harga oleh perusahaan biaya terendah
Beberapa perusahaan pada industri oligopoli biasanya mempunyai skala perusahaan
yang berbeda disamping itu juga ada perbedaan produktivitas serta harga harga input
yang dipergunakan.
3. Kepemimpinan harga oleh perusahaan dominan
Seringkali dijumpai pada suatu industri oligopoli ada sebuah perusahaan besar yang
dominan sementara ada beberapa perusahaan kecil lain.
B. SOLUSI KONDISI KOLUSI
Terdapat dorongan kuat bagi perusahaan perusahaan oligopolis untuk mengadakan
kolusi karena mereka saling tergantung dan tindakan perubahan harga oleh sebuah
perusahaanakan memancing reaksi perusahaan perusahaan lain hingga bisa menimbulkan
perang harga yang merugikan mereka semua.
1. Model kolusi

2. Kartel dan pembagian pasar


Bentuk lain kolusi dalam oligopoli adalah kartel dan persetujuan pembagian
pasar. Kartel merupakan kolusi perusahaan oligopolis untuk mengontrol harga
serta kuantitas yang diproduksi dalam industri demi kepentingan perusahaan
anggota.

C. KOLUSI DAN EFISIENSI EKONOMI


1. Halangan mengadakan kolusi
Halangan tersebut diantaranya adalah halangan bersifat hukum, terlalu banyak
perusahaan yang ada dalam industri oligopoli dan kecurangan harga.
a. Dibeberapa negara terdapat larangan membentuk kartel yaitu persetujuan secara
tertulis maupun lisan diantara produsen untuk mengatur harga dan output atau
untuk membagi pasar secara geografis.
b. Jumlah perusahaan yang banyak mempersukar mengadakan kolusi harga
c. Bila outputnya identik dan demikian pula kurva kurva biaya serta permintaan maka
lebih mudah mengadakan kolusi.
d. Peningkatan harga yang telah disetujui
2. Persaingan bukan harga
Persaingan harga dalam industri oligopoli selalu dihindari karena hal ini merugikan
semua perusahaan dalam indudtri tersebut.
3. Efisienmsi ekonomi oligopoli
Seperti pada bentuk pasar atau industri lain , ada aspek positif bebtuk industri oligopoli
yang menunjang efisiensi ekonomi serta aspek negatifnya akibat unsur unsur serta ciri
ciri yang ada padanya.
a. Perusahaan oligopolis akan memusatkan diri pada perbaikan kualitas produk dan
teknik produksi yang akan memperluas pasar dan menurunkan biaya produksi
persatuan
b. Keunggulan teknologi merupakan upaya utama perusahaan oligopolis untuk
mempertahankan dan mengembangkan usaha terutama dalam situasi perang harga
c. Beberapa pesaing kuat memaksa perusahaan berproduksi dengan efisiensi
naksimum
d. Rintangan untuk masuk kedalam industri merupakan jaminan bahwa sebuah
perusahaan oligopolis memperoleh keuntungan yang merupakan balas jasa bagi
usaha mencapai kemajuan teknologi

D. GAME THEORY
Perusahaan oligopolis berupaya dipasar untuk mencapai hasil seperti yang diperoleh
perusahaan monopolis dengan melakukan kerja sama.
Salah satu permainan penting adalah dilema tahanan tersangka penjahat dimana
sukar mencapai atau mememlihara kerjasama atau bahkan gagagal bekerjasama

1. Dilema tahanan tersangka kejahatan


Ini merupakan permainan antara dua atau lebih tersangka kejahatan yang
ditangkap dan ditahan dimana mereka mengalami kesulitan untuk bekerja sama
menghadapi penyidik atau interogator.
2. Oligopoli seperti tahanan tersangka penjahat
Dilema yang dihadapi misalnya oleh dua oligopolis yang berupaya mencapai
keuntungan seperti dipasar monopoli.