Anda di halaman 1dari 5

Tinjauan PSAP untuk Akuntansi Asset tetap dan investasi

A. Akuntansi Aset Tetap


Aset tetap dalam perusahaan, merupakan aset yag menjadi hak milik organisasi perusahaan
yan dipergunakan secara terus menerusdalam kegiatan menghasilkan brang dan jasa organisasi
perusahaan .peran aset tetap sangat besar dalam organisasi atau perusahaan ditinjaudari segi
fungsinya, jumlah dana yang diinvestasikan pengelolaannya ,maupun pengawasannya.

Aset tetap merupakan salah satu pos di neraca disamping aset lancar,investasi jangka
panjang dana nilai yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan komponen nerava
lainnya.Pengertian ast tetap dalam pernyataan standar akuntansi pemerintah (PSAP) digunakan
dalam kegiatan pemerintah dimanfaatkan oleh masyarakat umum.Dengan batasan pengertian
tersebut ,maka pemerintah harus encatat suatu aset yang dimilikinya meskiun aset tetap tersebut
digunakan oleh pihak lain.pemerintah juga harus mencatat hak atas tanag sebagai aset tetap.
Dalam kasus lain, aset tetap yang dikuasai oleh pemerintah tetapi tujuan pengunaannya untuk
dikonsumsi oleh operasi pemerintah tidak termasuk dalam penegertian aset karena tidak
memenhi definisi aset tetap diatas, misalnya aset tetap yang dibeli pemerintah untuk diserahkan
kepada masyarakat

B. Pengakuan Aset Tetap Sektor Pemerintah


Aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh dan nilainya
dapat diukur degan andal. Sesuai dengan klasifikasi aset tetap ,suatu aset dapat diakui sebagai
aset tetap apabila berwujud dan memenuhi kriteria:
1. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan
2. Biaya perolehan aset tetap dapat dikukur secara andal
3. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas
4. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan
Pemerintah mengakui suatu aset tetap apabila aset tersebut telah diterima atau diserahkan
ha kepemilikannya, dan atau pada saat penguasannya berpindah. Oleh karena itu, apabila belum
ada bukti bahwa suatu aset dimiiki atau dikuasai oleh suatu entitas maka aset tetap tersebut
belum dapat dicantumkan di neraca. Prinsip pengakuan aset tetap pada saat aset tetap ini dimiliki
atau dikuasai berlaku untuk semua jenis aset ,baik yang diperoleh secara individual atau
gabungan,maupun yang diperoleh melalui pembelian ,pembangunan ,swakelola, pertukaran
,rapasan atau dari hibah.

Komponen biaya yang dapat dimasukkan sebagai biaya perolehahan suatu aset terdiri atas :

1. Harga beli
2. Bea Impor
3. Biaya persiapan tempat
4. Biaya pengiriman awal (initial delivery),dan biaya simpan dan bongkar muat (handling
cost)
5. Biaya pemasangan (instalation cost)

1
6. Biaya profsional seperti arsitek dan insiyur
7. Biaya konstruksi (biaya langsung untuk tenaga kerja ,bahan baku dan iaya tidak langsung
termasuk biaya perencanaan dan pengawasan , perlengkapan ,tenaga listrik, sewa peralatan
,dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut )
8. Biaya administrasi dan biaya umum lainnya sepanjang biaya tersebut tidak dapat
diantribisikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi
kerjanya.
9. Biaya permulaan (start – up aset) dan pra – produksi serupa kecuali biaya tersebut prlu
untuk membawa aset ke kondisi kerjanya.
Di samping perolehan aset tetap, penggunaan aset tetp untuk menunjang kegiatan
organisasi atau perusahaan merupakan hal penting yang perlu dikaji secara benar. Dalam
penggunaan aset ,menurut Belkaoui (1993) sedikitnya ada tiga persoalan pokok, meliputi
:expwnditures yaitu pengeluaran untuk aset itu sendiri,depreciation yaitu harga pokok dari aset
tetap itu sebagai akibat penggunaannya dalam kegiatan produksi,revalution atau penilaian
kembali atau revisi taksiran umur.

Penyesuaian nilai aset tetap dilakukan dengan berbagai metode yang sistematis sesuai
dengan masa manfaat ekonomis atau kemungkinan jasa (service potential)yang akan mengalir ke
pemenrintah.Metode penyusutan yang dapat diterapkan ssuai dengan PSAP 07 adalah :

1. Metode garis lurus (straight line method)atau


2. Metode saldo menurun ganda (double declinig method) atau
3. Metode unit produksi (unit of production method)
Selain disajikan pada lembar maka neraca, aset tetap juga harus diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan (CALK).Pengungkapan ini sangat penting sebagai penjelasan tentang hal
–hal penting yang tercantum dalam neraca. Tjuan pengungkapan ini adalah untuk
meminimalisasi kesalahan persepsi bagi pembaca laporan keuangan.Dalam CALK diungkapkan
untuk masing –masing untuk mentukan nilai trsebut :

C. Pengungkapan Aset Tetap Sektor Pemerintahan

1. Dasar penilaian yang digunaka untuk menentukan nilai tercatat


2. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan penambahan
pelepasan,akumuasi penyusutan dan perubahan nilai jika ada, dan mutasi aset tetap tersebut
lainnya.
3. Informasi penyusutan meliputi : nilai penyusutan, metode penyusutan yag digunakan masa
manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan ,serta nilai tercatat bruto dan akumulasi
penyusutan pada awaldan akhir periode.
Selain ini, dalam CALK juga harus diungkapkan:

1. Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap


2. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap

2
3. Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi
4. Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.

D. Akuntansi Investasi
Pernyataan ini, PSAP nomor 6 Investasi adalah kegiatan pemerintah menananmkan
uangnya dalam bentuk penyertaan modal atau pembelian surat utang dalam rangka memperoleh
manfaat ekonomi atau soaial dan investasi sebagai aset yang dimaksud untuk memperoleh
menfaat ekonomi seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat
meningkatkan kemempuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Maksud dari
manfaat sosial adalah manfaat yang tidak dapat diukur langsung dengan satuan uang namun
berpengaruh dalam peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat luas maupun
golongan masyarakat tertentu.Hal ini yang membedakan dengan investasi pada private sector,
dimana tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan monetary benefits. Contohnya dana bergulir,
dimana manfaat sosialnya lebih menonjol dibandingkan manfaat ekonominya. Dimana manfaat
sosialnya lebih menonjol dibandingkan manfaat ekonominya. Adapun proses investasi
pemerintah.

Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan
untuk dimiliki selama 12 bulan atau kurang.Investasi jangka panjang adalah investasi yang
dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 bulan. Investasi jangka pendek harus memenuhi
karakteristik sebagai berikut

1. Dapat segera diperjualbelikan atau dicairkan


2. Investasi tersebut ditujukan dalam rangka menejemen kas, artinya pemerintah dapat
menjual investasi tersebut apabila timbul kebutuhan kas
3. Beresiko rendah
Dengan memperhatikan kriteria tersebut, maka surat berharga yang beresiko tinggi karena
dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar, tidak termasuk dalam investasi jangka pendek yang dapat
dibeli pemerintah (contohnya daham pada pasar modal). Jenis investasi yang tidak termasuk
dalam kelompok investasi jangka pendek, antara lain adalah surat berharga yang dibeli
pemerintah dalam rangka mengendalikan suatu badan usaha dan surar berharga yang dibeli
pemerintah untuk tujuan menjaga hubungan kelembagaan yang baik dengan pihak lain.

Investasi nonpermanen yang dilakukan oleh pemerintah antara lain dapat berupa:

1. Pembelian obligsi atau surat utang jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki oleh
pemerintah sampai dengan tanggal jatuh tempo
2. Penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga
3. Dana yang disisihkan pemerintah dalam rangka pelayanan masyarakat seperti bantuan
modal kerja secara bergulir kepada kelompok masyarakat
4. Investasi nonpermanen lainya, yang sifatnya tidak dimaksudkan untuk dimiliki pemerintah
secara berkelanjutan, seperti penyertaan modal yang dimaksudkan untuk penyehatan atau
penyelamatan perekonomian

3
E. Pengakuan Investasi
Suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah
satu kriteria berikut

1. Kemungkinan menfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa potensial dimasa yang akan
datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah
2. Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable).
Dalam menentukan apakah suatu pengeluaran kas atau aset memenuhi kriteria pengakuan
investasi yang pertama, entitas perlu mengkaji tingkat kepastian mengalirkan manfaat ekonomis
dan manfaat sosial atau jasa potensial dimasa yang akan datang berdasarkan bukti-bukti yang
tersedia pada saat pengakuan yang pertama kali. Eksistensi dari kepastian yang cukup bahwa
manfaat ekomoni yang akan datang atau jasa potensial yang akan diperoleh memerlukan suatu
jaminan bahwa suatu entitas akan memperoleh manfaat dari aset dan akan menanggung risiko
yang mungkin timbul.

F. Metode Penilaian Investasi


Penilaian investasi pemerintah dilakukan dengan tiga metode, yaitu sebagai berikut :

1. Metode biaya
Metode biaya adalah suatu metode penilaian yang mencatat nilai investasi berdasarkan
harga perolehan.Dengan menggunakan metode biaya, investasi dicatat sebesar biaya
perolehan.Penghasilan atas investasi tersebut diakui sebesar bagian hasil yang diterima dan
tidak memengaruhi besarnya nilai investasi pada badan usaha atau badan hukum yang
terkait.

2. Metode ekuitas
Metode ekuitas adalah suatu metode penilaian yang mengakui penurunan atau kenaikan
nilai investasi sehubungan dengan adanya laba/rugi bahan usaha yang menerima investasi
(investee), proporsional terhadap besarnya saham atau pengendalian yang dimiliki
pemerintah.

3. Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan digunakan terutama untuk kepemilikan yang
akan dilepas atau dijual dalam jangka waktu dekat. Investasi disajikan sesuai dengan
klasifikasi investasi. Investasi jangka pendek disajikan pada pos aset lancar di neraca,
sedangkan investasi jangka panjang disajikan pada pos investasi jangka panjang sesuai
dengan sifatnya, baik yang sifatnya permanen maupaun yang nonpermanen. Dalam
akuntansi pemerintah digunakan pendekatan “self balanching group of account” sehingga
setiap akun dineraca mempunyai akun pasangan masing-masing.
Adapun hal-hal lain yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan pemerintah
berkaitan dengan investasi, antara lain:

4
1. Kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi
2. Jenis-jenis investasi, investasi permanen dan nonpermanen
3. Perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang
4. Penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebab penurunan tersebut
5. Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya
6. Perubahan pos investasi
Perubahan secara signifikan yang terjadi dalam PSAP nomor 06 SAP berbasis akrual
adalah adanya pengakuan diskonto atau premi untuk pembelian investasi.

G. Tinjauan Akuntansi Investasi


Di satu sisi standar ini harus ditetapkan untuk seluruh investasi seentara disisi lain standar
ini tidak mengatur untuk penempatan uang yang termasuk dalam lingkup setara kas, investasi
dalam perusahaan asosiassi, kerjasama operasi dan investasi dalam properti. Hal ini tentunya
membingungkan ,selain itu dalam standar ini tidak dijelaskan lebih lanjut mengapa untuk ketiga
jenis investasi ini tidak diatur. Oleh karenanya,kedua hal ini perlu penjelasan lebih lanjut.

Terkait dengan klasifikasi investasi,pengelompokkan investasi jangka panjang ke dalam


permanen dan nonpermanen agak membingungkan terutama pada penjelasan ada niat atau tidak
ada niat untuk diperjualbelikan atau mnarik kembali.Karena pemerintah dalam melakukan
investasi jangka panjang ,misalnya pada perusahaan negara atau daerah pasti akan
mempertimbangkan aspek bisnis karena memang perusahaan negara atau daerah dalah sebagai
profitcanterwalaupun tetap mempertimbangkan juga aspek pelayanan publik.Sehingga pada saat
ingin berinvestasi pasti udah niat bahwa suatu saat perusahaan tersebut sudah tidak
menguntungkan lagi dari aspek ekonomi ataupun aspek sosial pasti modalnya akan ditarik
kembali atau perusahaan tersebut dilikuidasi sehingga pengelompokan investasi jangka panjang
ke dalam permanen dan nonpermanen menjadi rancu dan dapat membingungkan pemmerintah
daerah.

Manfaat ekonomi dan manfaat sosial menimbulkan penafsiran bahwa suatu pnegeluaran
kas atau aset dapat diakui sebagai investasi jika memiliki kedua kemungkinan manfaat di masa
yang akan datang,yaitu manfaat ekonomi dan manfaat soaial. Oleh Karena nya agar tidak
menimbulkan penafsiran yang berbeda ,maka pernyataan tersebut perlu disempurnakan.

Daftar Pustaka
1. Fess,Philip E., dan Warren Carls S.1990. Govermental and Nonprofit Accounting, Theory and
practice; Sixth Edition,Ney jersey: Prentice Hall.
2. Indra Bastian, Akuntansi sektor publik, (Jakarta : Erlangga, Edisi ketiga, 2010).
3. Mardiasmo, Akuntansi Sektor Publik (Yogyakarta : Andi Offset, 2005)