Anda di halaman 1dari 6

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMASANGAN KATETER URINE

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA


DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS KECAMATAN CILINCING


Alamat: Jl. Sungai Landak No. 26, Kel. Cilincing, Kec. Cilincing, Jakarta Utara
Telepon: 021-214840022; Faksimile: 021-21484022; E-mail: pkc.cilincing@gmail.com
JAKARTA
PEMASANGAN KATETER URINE

No. Dokumen SOP.031/PKC/UKP/UGD


No. Revisi 0
SOP
Tanggal Terbit 6 September 2018
Halaman 1/4

PUSKESMAS drg. Leny Ariyani, MKM


KECAMATAN CILINCING NIP. 197111262003122003

1. Pengertian Pemasangan Kateter adalah tindakan medis dengan cara memasukkan


kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan urin
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui tata cara
pemasangan kaketer pada pasien di Puskesmas Kecamatan Cilincing
3. Kebijakan SK Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan
Cilincing No. 38 Tahun 2018 Tentang Layanan Klinis.
4. Referensi Panduan Ketrampilan Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Primer
Edisi I Tahun 2017
5. Langkah-langkah / Alat dan Bahan :
prosedur 1. Alat Tulis Kantor
2. Lembar Informed Consent
3. Lembar Konsul Internal
4. APD (Masker dan Handscoon)
5. Urin bag
6. Kateter sesuai dengan nomor yang diperlukan
7. Xylocain Jelly 2%
8. Pinset Anatomi
9. Kapas Savlon 3%
10. Betadine
11. Kassa steril
12. Aquadest
13. Spuit 10 cc
14. Bengkok
15. Plester
16. Alat Tulis
17. Selimut/Kain

Petugas yang melaksanakan :


1. Dokter
2. Perawat

Langkah-langkah :
1. Petugas menerima instruksi dari dokter untuk pemasangan kateter
2. Petugas menjelaskan kepada pasien/keluarga tentang tindakan yang
akan dilakukan
3. Isi lembar informed consent dan meminta pasien/keluarga pasien
untuk menandatanganinya sesuai dengan SOP Informed Consent
4. Menulis lembar konsul internal dan meminta pasien untuk
menyelesaikan biaya administrasi di bagian loket
5. Petugas mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan
6. Petugas meminta pasien untuk berbaring dan menanggalkan pakaian
bagian bawah pasien
7. Petugas mencuci tangan sesuai SOP Kewaspadaan Universal
8. Petugas mengatur posisi pasien secara rileks sesuai dengan jenis
pasien
a. Laki-laki : Lurus
b. Perempuan : Posisi supine dengan lutut ditekuk, paha fleksi, kaki
diletakkan di tempat tidur
9. Petugas memakai APD sesuai SOP Kewaspadaan Universal
10. Petugas melakukan pemasangan Kateter
a. Kateterisasi Untuk Wanita
1) Membersihkan daerah genitalia dengan kapas savlon 3 %
2) Menentukan lokasi dan kondisi meatus
3) Membasahi kateter dengan xylocain jelly sepanjang 2 – 3,5 cm,
jangan menutupi ujung kateter
4) Buka labia mayora dengan tamgan kiri dan tangan kanan
memasukkan ujung kateter perlahan-lahan ke dalam uretra
sampai urin keluar, pasien disuruh tarik nafas dalam
5) Menentukan adanya hambatan/tidak, bila ada segera dirujuk
pada dokter
6) Mengecek kateter masuk/tidak
7) Mempertahankan sterilitas selama pemasangan
8) Melakukan tindakan sesuai tujuan pemasangan
a) Pengambilan bahan pemeriksaan
 Urin ditampung dengan botol steril, bila sudah cukup ,
kateter dicabut pelan-pelan
b) Mengatasi Retensi Urin
 Urin dikeluarkan bertahap, kemudian disambung
dengan urin bag
9) Memasukkan cairan aquadest kedalam spuit 10 cc lalu isi balon
kateter sebanyak 10 – 20 cc
10) Fiksasi dengan plester pada paha atau dibawah abdomen
b. Kateterisasi Untuk Pria
1) Memegang penis dengan tangan kiri
2) Menarik prepitium sedikit ke pangkal kemudian
membersihkannya dengan kapas savlon 3% dan olesi uretra
dengan antiseptic
3) Membasahi kateter dengan xylocain jelly sepanjang 2 – 3,5 cm,
jangan menutupi ujung kateter
4) Memasukkan kateter ke dalam uretra kira-kira 10 -17 cm sambil
penis diarahkan keatas sampai urin mengalir. Jangan
dipaksakan apabila dirasakan sedikit tahan.
5) Menentukan adanya hambatan/tidak, bila ada segera dirujuk
pada dokter
6) Mengecek kateter masuk/tidak
7) Mempertahankan sterilitas selama pemasangan
8) Melakukan tindakan sesuai tujuan pemasangan
a) Pengambilan bahan pemeriksaan
 Urin ditampung dengan botol steril, bila sudah cukup ,
kateter dicabut pelan-pelan
b) Mengatasi Retensi Urin
 Urin dikeluarkan bertahap, kemudian disambung
dengan urin bag
9) Memasukkan cairan aquadest kedalam spuit 10 cc lalu isi balon
kateter sebanyak 10 – 20 cc
10) Fiksasi dengan plester pada paha atau dibawah abdomen
11. Mengembalikan pasien ke posisi yang menyenangkan setelah selesai
tindakan
12. Mencat hasil jumlah dan warna urin di catatan keperawatan
13. Membersihkan dan membereskan alat sesuai dengan SOP
Dekontaminasi, Pencucian dan Pembilasan, Sterilisasi Alat
14. Melepaskan handscoon dan mencuci tangan sesuai dengan SOP
Kewaspadaan Universal
15. Mencatat kegiatan dan hasil observasi di rekam medis dan buku
tindakan
6. Unit Terkait Layanan 24 jam
7. Dokumen Terkait 1. Rekam medis
2. SOP Informed Consent
8. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl berlaku
Dokumen - - -
PEMASANGAN KATETER URINE

No. Dokumen : DT.031/PKC/UKP/UGD

DT No. Revisi :0
Tgl. Terbit : 6 September 2018

PUSKESMAS
drg. Leny Ariyani, MKM
KECAMATAN NIP. 197111262003122003
CILINCING

TDK
NO LANGKAH KEGIATAN YA TDK BER
LAKU
1 Apakah petugas menerima instruksi dari dokter untuk pemasangan
kateter?
2 Apakah petugas menjelaskan kepada pasien / keluarga pasien
tentang tindakan yang akan dilakukan?
3 Apakah petugas meminta pasien / keluarga pasien untuk
menandatangani informed concern sesuai dengan SOP?
4 Apakah petugas menulis lembar konsul internal dan meminta
pasien untuk menyelesaikan biaya administrasi di bagian loket?
5 Apakah petugas mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan?
6 Apakah petugas meminta pasien untuk berbaring dan
menanggalkan pakaian bagian bawah pasien?
7 Apakah petugas mencuci tangan sesuai SOP Kewaspadaan
Universal?
8 16. Apakah Petugas mengatur posisi pasien secara rileks sesuai
dengan jenis pasien?
a. Laki-laki : Lurus
b. Perempuan : Posisi supine dengan lutut ditekuk, paha fleksi,
kaki diletakkan di tempat tidur
9. Apakah petugas memakai APD sesuai SOP Kewaspadaan
Universal?
Petugas melakukan pemasangan Kateter :