Anda di halaman 1dari 17

PENERAPAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN

DI SMK NEGERI 4 MAKASSAR

Busra Bumbungan*)
Email : busra_bumbungan@ymail.com

Abstrak : Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan penerapan kompetensi


kewirausahaan di SMK Negeri 4 Makassar yang meliputi: kompetensi teknis, kompetensi
pemasaran, kompetensi keuangan dan kompetensi antar manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi teknis kewirausahaan SMK
Negeri 4 Makassar sesuai dengan karakter kompetensi keahlian. Keterlaksanaan kegiatan
berkaitan erat dengan kompetensi kewirausahaan kepala sekolah, (2) Kewirausahaan SMK
Negeri 4 Makassar pada bagian pemasaran dilakukan dengan melihat kebutuhan warga
yang ada di sekolah. Hal ini merupakan sikap inovasi, kerja keras dan motivasi serta naluri
kewirausahaan dari kepala sekolah dalam melihat peluang-peluang kewirausahaan akan
lebih membuka ruang pemasaran yang lebih luas, (3) Kompetensi keuangan di SMK Negeri
4 Makassar dilakukan dengan proses pengaturan barang dan pembuatan laporan keuangan.
Kegiatan ini tidak terlepas dari kompetensi kewirausahaan kepala sekolah, (4) Kemampuan
komunikasi yang dimiliki oleh kepala sekolah SMK Negeri 4 Makassar memberikan ruang
untuk membangun sebuah kemitraan dengan organisasi yang dapat membantu terwujudnya
visi misi SMK Negeri 4 Makassar, (5) Faktor pendukung penerapan kompetensi
kewirausahaan SMK Negeri 4 Makassar yaitu adanya bantuan ADB invest, adanya
koordinir dari setiap kompetensi keahlian, adanya mitra SMK Negeri 4 Makassar dan ada
pasar yang jelas. Sedangkan yang menjadi penghambatnya meliputi masih kurangnya minat
berwirausaha siswa dan kurangnya manajemen waktu yang dilakukan oleh siswa.

Kata Kunci : Kompetensi dan Kewirausahaan

Abstract: This study aimed to describe the implementation of entrepreneurial competence at


SMK Negeri 4 Makassar include: technical competence, marketing competence, financial
competence and interpersonal competence.
The results of the study revealed that: (1) the technical competence of entrepreneural at
SMK Negeri 4 Makassar was conducted with the character of competency skills. The
implementation of this activity was related closely the principal entrepreneurial
competence, (2) Entrepreneurship at SMK Negeri 4 Makassar in marketing departement
was conducted by seeing the needs of the people at school. It is an attitude of innovation,
hard work and motivation and entrepreneurial instincts of the principal in seeing
entrepreneurial opportunities will be opened up wider marketplace, (3) Financial
Competence in SMK Negeri 4 Makassar do with the arrangement of goods and financial
reporting . These activities can not be separated from the principal entrepreneurial
competence, (4) Communication competence of the principal at SMK Negeri 4 Makassar
gave space to build partnership to institutions which could the relezation of the school’s
vision and mission and could give benefits to both institutoin, (5) the supporting factors on
the implementation of entrepreneural competence at SMK Negeri 4 Makassar were
assitance on ADB infestation, coordination from each competency skills, partnership with
instution, and clear market;Whereas, the inhibing faktors were lack of interest in
entrepreneurship for students and lack of time management.

Keywords: Competence and Entrepreneurship


PENDAHULUAN ingin melakukan proses perjalanan
Peraturan Pemerintah Republik kreativitas berfikir dan inovasi dalam
Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 meningkatkan kemajuan sekolah.
tentang pembagian urusan Kompetensi merupakan kemampuan
pemerintahan antara pemerintah, seseorang dalam melaksanakan suatu
pemerintahan daerah provinsi, dan kegiatan. Depdiknas dalam Wahyudi
pemerintahan daerah kabupaten/kota (2009: 32) menyatakan bahwa
banyak membawa kemajuan inovatif kompetensi adalah pengetahuan,
di bidang pengelolaan pendidikan. keterampilan dan nilai-nilai dasar yang
Konsep dan prinsip otonomi direfleksikan dalam kebiasaan berfikir
pendidikan adalah memberikan ruang dan bertindak secara konsisten yang
kreatifitas dan inovasi yang memungkinkannya menjadi kompeten
proporsional sebagai upaya atau berkemampuan dalam
memberdayakan pendidikan. Realisasi menjalankan wewenang, tugas dan
otonomi dalam bidang pendidikan tanggung jawabnya.
diberikan pada tingkat sekolah, dengan Upaya mengembangkan
anggapan bahwa sekolah sebagai kewirausahaan sekolah hendaknya
lembaga tempat penyelenggaraan melibatkan sumber daya manusia
pendidikan yang merupakan sebuah yang produktif sehingga
sistem dengan memiliki berbagai kewirausahaan sekolah dapat berhasil.
perangkat dan unsur yang saling Sumber daya tersebut harus memiliki
berkaitan satu sama lain. Otonomi jiwa dan watak kewirausahaan dalam
sekolah mengandung arti bahwa menjalankan kewirausahaan sekolah.
sekolah diberi keleluasaan dalam Jiwa dan watak kewirausahaan
mengelola sumber daya sekolah sesuai tersebut dipengaruhi oleh
dengan prioritas kebutuhan sekolah keterampilan, kemampuan, atau
dengan mengikutsertakan peran kompetensi. Kompetensi itu sendiri
masyarakat untuk membantu dan ditentukan oleh pengetahuan dan
mengontrol penyelenggaraan pengalaman usaha. Seorang wirausaha
pendidikan dalam kerangka kebijakan merupakan seseorang yang memiliki
nasional. jiwa dan kemampuan tertentu dalam
Peranan kepala sekolah sangat berkreasi dan berinovasi. Ia adalah
besar sebagai penangung jawab penuh seseorang yang memiliki kemampuan
sekolah yang dipimpinnya termaksud untuk menciptakan sesuatu yang baru
keberhasilan kepala sekolah sebagai dan berbeda atau kemampuan kreatif
seorang wirausaha dalam dan inovatif. Kemampuan kreatif dan
meningkatkan keberhasilan sekolah. inovatif tersebut secara riil tercermin
Berkembangnya kewirausahaan dalam kemampuan dan kemauan untuk
sekolah, maka kepala sekolah dan memulai usaha, kemampuan untuk
sumber daya yang ada di sekolah mengerjakan sesuatu yang baru,
haruslah memiliki kompetensi. kemauan dan kemampuan untuk
Kompetensi tersebut merupakan syarat mencari peluang, kemampuan dan
utama bagi komponen sekolah yang keberanian untuk menanggung risiko
dan kemampuan untuk Dengan belajar mengelola usaha kecil
mengembangkan ide dan meramu yang dilakukan oleh siswa akan
sumber daya. menumbuhkan wacana baru bagi siswa
Menurut Meredith (dalam dalam mengembangkan paradigma
Suryana dan Bayu, 2011: 28) perencanaan masa depan yang tidak
wirausaha adalah orang-orang yang hanya mengharapkan kesempatan
mempunyai kemampuan melihat dan bekerja di sektor formal dan informal,
menilai kesempatan usaha tetapi berani menjadi pencipta
mengumpulkan serta sumber daya lapangan kerja.
yang dibutuhkan guna mengambil Pembekalan jiwa
keuntungan daripadanya dan kewirausahaan kepada siswa telah
mengambil tindakan yang tepat guna dilakukan oleh Sekolah Menengah
memastikan kesuksesan. Sedangkan Kejuruan Negeri 4 Makassar (SMK
kompetensi kewirusahaan merupakan Negeri 4 Makassar) sehingga kelak
sebuah bentuk kemampuan yang mesti siswa dan alumni menjadi seorang
dimiliki oleh suatu lembaga sehingga wirausaha. Berdasarkan hasil
lembaga tersebut dapat mencapai pengamatan awal yang di lakukan
tujuan yang diharapkan demikian pun peneliti, peneliti melihat berbagai
dengan lembaga sekolah. Adapun kegiatan kewirausahan SMK Negeri 4
kompetensi kewirausahaan yang perlu Makassar dalam bentuk unit usaha
dimiliki oleh sekolah sehingga seperti usaha cafe, toko skapat mart,
kewirausahaan dapat berhasil seperti jasa penjualan tiket penerbangan
kompetensi teknis, kompetensi domestik dan internasional. Kegiatan
pemasaran, kompetensi keuangan dan tersebut dikelolah oleh tiga (3)
kompetensi hubungan antar manusia. kompetensi keahlian di SMK Negeri 4
Sekaitan dengan Makassar. Disamping itu, SMK Negeri
kewirausahaan sekolah pada Sekolah 4 Makassar juga menjalin kerjasama
Menengah Kejuruan (SMK), bahwa dengan beberapa lembaga/perusahan
umumnya SMK pada persoalan dalam mengembangkan kewirausahaan
pendidikan masih menekankan pada sekolah. keberadaan unit usaha yang
sisi kemampuan berpikir daripada ada di sekolah dengan melibatkan
persoalan kemampuan keterampilan siswa di dalam kegiatan tersebut maka
sehingga sisi kognetif peserta didik secara tidak langsung ini merupakan
yang lebih diutamakan dari sisi afektif proses penciptaan kemandirian siswa.
dan psikomotoriknya. Padahal seorang Selanjutnya hasil wawancara
siswa sebagai lulusan hendaknya awal yang dilakukan peneliti kepada
memiliki pemahaman pengetahuan Kepala Sekolah Menegah Kejuruan
yang relatif baik mengenai Negeri 4 Makassar yang mengatakan
kewirausahaan, tapi tidak memiliki bahwa SMK Negeri 4 Makassar
keterampilan dan pola pikir sebagai salah satu lembaga pendidikan
berwirausaha. Sehingga tidak tertanam formal yang ada di kota makassar yang
dalam diri siswa tentang pentingnya membekali para siswanya untuk
untuk menjadi seorang wirausaha. menjadi wirausaha sehingga mampu
menumbuhkan jiwa wirausaha. Lebih Berdasarkan hal tersebut
lanjut kepala sekolah mengatakan sehingga peneliti berkeingginan untuk
bahwa bagi siswa yang kurang tertarik melihat lebih jauh lagi tentang
dan berminat pada konsep penerapan kompetensi kewirausahaan
kewirausahaan, kemudian diberikan SMK Negeri 4 Makassar yang ditinjau
motivasi agar siswa tersebut tetap dari aspek kompetensi teknis,
menjadi seorang yang mandiri setelah kompetensi pemasaran, kompetensi
menyelesaikan studi. keuangan, dan kompetensi hubungan
Di samping itu, informasi dari antar manusia
salah seorang guru SMK Negeri 4 Rumusan masalah dalam
Makassar yang menyatakan bahwa penelitian ini adalah penerapan
kepala sekolah mendukung konsep kompetensi kewirausahaan di SMK
kewirausahaan dalam mengembangkan Negeri 4 Makassar dengan aspek-
konsep kemandirian siswa. aspek di bawah ini:
Selanjutnya dikatakan bahwa 1. Bagaimanakah kompetensi teknis
keberadaan kewirausahaan di sekolah kewirausahaan di SMK Negeri 4
diolah sedemikian rupa sehingga Makassar?
mampu menumbuhkan jiwa 2. Bagaimanakah kompetensi
kewirausahaan yang dimiliki oleh pemasaran kewirausahaan di SMK
siswa sehingga tertenam dalam diri Negeri 4 Makassar?
siswa pola kemandirian siswa, mapan 3. Bagaimanakah kompetensi
dan mampu meningkatkan keuangan kewirausahaan di SMK
kesejahteraan warga. Lebih lanjut guru Negeri 4 Makassar?
mengatakan bahwa kepala sekolah 4. Bagaimanakah kompetensi
memberikan motivasi kepada para hubungan antara manusia dalam
guru terutama kepada guru kewirausahaan di SMK Negeri 4
kewirausahaan agar dapat Makassar?
menanamkan tentang pentingnya 5. Faktor-faktor apakah yang
konsep kewirausahaan kepada siswa.
mendukung dan menghambat
Dari pernyataan tersebut penerapan kompetensi
sehingga peneliti mencoba berasumsi kewirausahaan di SMK Negeri 4
bahwa kepala sekolah dan sumber Makassar?
daya sekolah mencoba menerapkan Penelitian ini dilakukan dengan
kompetensi kewirausahaan sekolah
tujuan untuk untuk mendapatkan
demi membangun jiwa dan watak gambaran kompetensi teknis,
kewirausahaan bagi siswa sehingga kompetensi pemasaran, kompetensi
pada akhirnya tertanam dalam diri keuangan dan kompetensi hubungan
siswa tentang pentingnya sebuah antar manusia kewirausahaan SMK
wirausaha yang pada akhirnya siswa Negeri 4 Makassar serta mengetahui
mampu mandiri secara financial faktor-faktor penghambat dan
setelah menyelesaikan studi di SMK pendukung penerapan kompetensi
Negeri 4 Makassar.
kewirausahaan di SMK Negeri 4 memudahkan penerapan
Makassar. kompetensi kewirausahaan di SMK
Negeri 4 Makassar. Sedangkan
METODE
faktor penghambat merupakan hal-
Penelitian ini menggunakan
hal yang merintangi atau
penelitian deskriptif kualitatif yaitu
menghalangi penerapan kompetensi
jenis penelitian yang mendekripsikan
kewirausahaan di SMK Negeri 4
suatu keadaan atau fenomena-
Makassar
fenomena apa adanya yang terjadi
Sumber data dalam penelitian
pada lokasi penelitian.Penelitian ini
ini adalah kepala sekolah, ketua
dilakukan di SMK Negeri 4 Makassar
kompetensi keahlian, guru
yang dulunya dikenal dengan nama
SMEA Negeri 2 Ujungpandang. kewirausahaan, siswa serta mitra kerja
SMK Negeri 4 Makassar yang.
Adapun yang menjadi fokus
Pemilihan sumber data dilakukan
penelitian yaitu:
dengan teknik purposive sampling.
1. Kompetensi teknis merupakan
Teknik pengumpulan data dalam
kemampuan yang perlu dimiliki
penelitian ini yaitu observasi
oleh SMK Negeri 4 Makassar
wawancara, dan dokumentasi.
dalam merancang kegiatan sesuai
Teknik analisis data merupakan
dengan bentuk usaha yang akan
kegiatan yang bertujuan untuk
dipilih.
mengolah data-data yang sudah
2. Kompetensi pemasaran merupakan
diperoleh melalui kegiatan
kemampuan dalam
pengumpulan data dan selanjutnya di
mempromosikan atau memasarkan
analisiss melalui reduksi data,
hasil kegiatan yang telah di desain
penyajian data, verifikasi data dan
pada kegiatan kompetensi teknis.
menyimpulkan hasil penelitian. Untuk
3. Kompetensi keuangan merupakan
menjamin keabsahan data yang diper-
kemampuan dalam mengatur
oleh, maka dilakukan pengujian
keuangan sebagai salah satu hal
kredibilitas data penelitian, melalui
urgen dalam melakukan kegiatan
kewirausahaan. Pada kompetensi cara trianggulasi dan member check
ini terdiri dari indikator sebagai HASIL PENELITIAN DAN
berikut: PEMBAHASAN
4. Kompetensi hubungan antara Hasil penilitian mengenai
manusia merupakan kemampuan penerapan kompetensi kewirausahaan
dalam memahami, mengerti, di SMK 4 Makassar yang terdiri dari
berkomunikasi dan berelasi dengan kompetensi teknis, kompetensi
orang lain. Dengan keterampilan pemasaran, kompetensi keuangan dan
seperti ini, kita akan memiliki kompetensi hubungan antara manusia
banyak peluang dalam merintis dan dapat disajikan sebagai berikut:
mengembangkan usaha.
5. Faktor pendukung merupakan hal-
hal yang membantu atau
1. Kompetensi teknis sebagaimana yang dikatakan oleh
Di lingkungan dunia Gorton dalam Mantja (2005:5) bahwa
pendidikan, ada seperangkat “secara aksiomatik suatu sekolah sama
keterampilan yang harus dimiliki oleh baiknya dengan orang yang
kepala sekolah sebagai pemimpin menjalankannya”.
pendidikan dalam melaksanakan Seorang wirausaha selain
sejumlah tugas. Seorang kepala memiliki kemampuan mendesain juga
sekolah mutlak memiliki keterampilan perlu memiliki suatu kemampuan
teknis, yaitu kemampuan untuk dalam menyajikan produk yang telah
menerapkan ilmunya kedalam didesain. Sehingga kegiatan
pelaksanaan operasional sekolah. Hal menyajikan hasil wirausaha pada SMK
ini dimaksudkan sebagai upaya untuk Negeri 4 Makassar menjadi hal yang
mendayagunakan atau memanfaatkan penting karena pada bagian ini, siswa
sumber daya sekolah, melaksanakan akan melakukan sebuah penyajian
tindakan yang bersifat operasional dan produk, penataan produk sehingga
memberikan pemecahan masalah produk itu akan memiliki daya tarik
secara praktis. tersendiri bagi yang melihatnya.
Kepala sekolah sebagai Kemampuan menyajikan produk akan
pemimpin diharapkan mampu mempengaruhi langkah selanjutnya
melaksanakan tugas, peran dan dalam sebuah proses penerapan
fungsinya agar tujuan kewirausahaan.
penyelenggaraaan pendidikan dapat Kegiatan penyajian yang
dicapai. Oleh karena itu, penguasaan dilakukan SMK Negeri 4 Makassar
terhadap keterampilan teknis baik penyajian produk barang atau jasa
merupakan suatu modal utama dalam di SMK Negeri 4 Makassar, sedapat
mewujudkan upaya pemberdayaan mungkin membangun rasa kesukaan
personil sekolah terutama kepada atau kecintaan calon konsumen
pelaksana kegiatan kewirausahaan terhadap apa yang telah disajikan
dalam mendesaian suatu karena itu akan lebih baik. Jadi produk
kewirausahaan serta bagaimana yang ditampilkan harus bermutu dan
menyajikan hasil wirausaha yang telah demikan halnya jasa dalam bentuk
dibuat. Hal tersebut tidak terlepas dari pelayanan, harus dapat melakukan
kepemimpinan kepala sekolah dalam kegiatan secara professional yakni
mengemban amanah sebagai bagaimana memberikan pelayanan
penanggung jawab dengan tugas yang yang maksimal kepada pelanggan.
diembannya. Kepemimpinan kepala Sekaitan dengan data yang
sekolah sebagai orang yang memiliki diperoleh di lokasi penelitian bahwa
peran strategis dalam sekolah yang kepala sekolah dalam mewujudkan
dipimpinnya, kepala sekolah suatu harapan atau visi dari SMK
merupakan salah satu faktor terpenting Negeri 4 Makassar sehingga dalam
dalam menunjang keberhasilan kepemimpinannya, kepala sekolah
sekolah dalam mencapai tujuan SMK Negeri 4 Makassar dengan
sekolah yang telah ditetapkan keterlaksanaannya persoalan teknis
dengan mengacu kepada kompetensi merupakan salah satu kompetensi
kewirausahaan yang dimiliki oleh kewirausahaan kepala sekolah yang
kepala sekolah seperti menciptakan ikut berperan dalam peningkatan
inovasi yang berguna pengembagan kewirausahaan SMK Negeri 4
sekolah, bekerja keras untuk mencapai Makassar. serta naluri kewirausahaan
sebuah keberhasilan, memiliki yang dimiliki kepala sekolah SMK
motivasi untuk suskes, pantang Negeri 4 Makassar turut serta
menyerah dengan tantangan yang ada membawa keberhasilan kewirausahaan
dan memiliki naluri kewirausahaan. pada kegiatan teknis kewirausahaan
Kepala sekolah SMK Negeri 4 SMK Negeri 4 Makassar. Sebagai
Makassar sebagai seorang pemimpin seorang pemimpin yang motivator
bersifat inovatif. Inovasi merupakan dapat mengarahkan, membina,
sistem aktivitas organisasi yang mengatur dan menunjukkan orang-
mentransformasi teknologi mulai dari orang yang dipimpinya supaya mereka
ide sampai pada realisai. Inovasi ini, senang, sehaluan, serta terbina dan
seorang wirausaha melibatkan menurut terhadap kehendak dan tujuan
melakukan identifikasi peluang untuk pimpinan. Seperti yang dikatakan oleh
merelaisasika ide-ide. Hal ini sejalan Suryana dan Bayu (2011:144) bahwa
dengan pendapat Sa’ud bahwa “seorang wirausaha merupakan
“inovasi adalah suatu ide, barang, pemimpin bagi diri dan
kejadian, metode yang dirasakan atau perusahaannya. Kepemimpinan
diamati sebagai suatu hal yang baru merupakan keinginan untuk mencapai
bagi seseorang atau sekelompok orang suatu komunikasi dan berakibat dalam
(masyarakat)”. mempengaruhi tindakan orang lain”.
Menurut Solihin (2006: 20) Kepala sekolah dalam
bahwa “inovasi berkaitan dengan menjalankan kepemimpinannya pada
penciptaan nilai (value creation) yang dasarnya memiliki naluri
akan memberi konsumen kepuasaan kewirausahaan yang telah melekat
yang lebih besar untuk setiap rupiah padanya dimana kewirausahaan
yang dia belanjakan”. Dalam hal ini tersebut merujuk pada sifat, watak dan
harus diingat bahwa konsumen sebagai ciri-ciri yang melekat pada individu.
pembeli bersedia menukar uang yang Jiwa dan sikap kewirausahaan yang
mereka miliki dengan barang dan dimiliki kepala sekolah SMK Negeri 4
jasa, karena barang dan jasa tersebut Makassar yang dijadikan dasar, kiat
memiliki nilai. dalam melakukan desain kegiatan
Inovasi yang dimiliki oleh kewirausahaan pada kompetensi
seorang kepala sekolah sekaitan kehalian di sekolah.
dengan kemampuan teknis akan lebih
bagus ketika kepala sekolah juga 2. Kompetensi pemasaran
memiliki motivasi dalam memberikan Kompetensi pemasaran
dorongan untuk selalu semangat dalam merupakan salah satu kompetensi yang
melakukan suatu aktifitas, bekerja penting untuk diperhatikan dalam
keras dan perliaku pantang menyerah mempublikasikan karya yang telah
dibuat oleh suatu organisasi. Bahkan pada kegiatan ini, SMK Negeri 4
dapat dikatakan bahwa kompetensi Makassar dalam melakukan suatu
pemasaran merupakan inti dari segmen pasar dengan mencoba melihat
kegiatan kewirausahaan karena konsumen/calon pelanggan dengan
disinilah kegiatan untuk memperhatikan dari segi kebutuhan
mempromosikan produk barang atau dan keinginan calon pelanggan.
jasa yang dilakukan oleh seseorang. Disamping itu, tak kalah pentingnya
Dalam usaha pencapaian pemasaran adalah persoalan tempat tinggal
pendidikan yang bergerak dalam masyarakat yang akan menjadi sasaran
sektor pelayanan dan kepuasan karena sebagian kegiatan
konsumen untuk memperoleh laba kewirausahaan siswa adalah
maka diperlukan tekhnik yang baik. bagaimana memperkenalkan
Untuk itu, pemimpin tentu mempunyai produknya kepada lingkungan tempat
sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimiliki, tinggal siswa demikian halnya dengan
yang akan menentukan keberhasilan persoalan penghasilan dan latar
sebagai top figur, yang mampu belakang pendidikan seseorang ikut
menggerakan, mengarahkan dan sebagai suatu pertimbangan bagi SMK
mengajak serta mendorong para Negeri 4 Makassar dalam melakukan
bawahanya untuk bekerja sama dalam kewirausahaan sekolah. Hal ini sejalan
mewujudkan tujuan yang diinginkan. dengan pendapat Kotler dan Susanto
Kegiatan pemasaran (2000: 355) yang menurutnya bahwa
membutuhkan identifikasi pasar atau “variable segmentasi utama untuk
segmen pasar yang merupakan pasar konsumen ditinjau dari
kegiatan yang terlebih dulu perlu segmentasi berdasarkan demografi
dilakukan sebelum menetapkan yang terdiri dari persoalan: umur, jenis
strategi pemasaran yang akan kelamin, ukuran keluarga, siklus hidup
dilakukan selanjutnya. Hal ini keluarga, penghasilan, pekerjaan,
disebabkan beberapa alasan seperti pendidikan, agama, ras dan
adanya dinamika pasar yang selalu kebagsaan”.
berubah dimana konsumen menjadi Hal lain yang terkait dengan
lebih pada fokus persoalan kebutuhan, kompetensi pemasaran adalah strategi
sikap dan gaya hidup konsumen yang yang digunakan dalam melakukan
berbeda-beda sehingga diperlukan pemasaran hasil kewirausahaan.
segmen pasar sehingga bisa Strategi pemasaran merupakan
mendapatkan informasi sebanyak kegiatan lanjutan dari kegiatan segmen
mungkin mengenai kebutuhan pasar. Kegiatan ini menjadi salah satu
konsumen. Semakin banyak informasi faktor kunci penentu usaha karena ini
yang diketahui mengenai kebutuhan merupakan inti aktivitas usaha karena
konsumen maka akan semakin efektif sebaik apapun segementasi pasar
tugas sesorang dalam melakukan dilakukan tidak akan berjalan jika
program pemasaran. tidak diikuti dengan strategi yang
Berdasarkan data yang tepat. Justru strategi pemasaran
diperoleh pada lokasi penelitian bahwa merupakan ujung tombak untuk
meraih konsumen sebanyak- dengan pendapat Sunarya, dkk (2011:
banyaknya. 240) bahwa dalam “strategi pemasaran
SMK Negeri 4 Makassar dalam yakni strategi product, price, place,
melakukan pemasaran memiliki dan promotion”.
strategi dimana strategi pemasaran
yang umum digunakan adalah strategi 3. Kompetensi keuangan
promosi karena sangat diupayakan Kompetensi keuangan
bagaimana melakukan promosi yang merupakan persoalan yang cukup
maksimal apalagi wirausaha yang urgen dalam melakukan suatu kegiatan
sementara dijalankan oleh SMK bahkan karena cukup urgennya
Negeri 4 Makassar bisa dikatakan sehingga diperlukan suatu kepandaian
masih dalam tahap pemula karena dari seorang kepala sekolah dalam
kegiatan ini masih berada pada lingkup mengatur keuangan. Oleh karena itu
sekolah dan adapun yang dilakukan di salah satu hal yang perlu bagi kepala
luar sekolah, sifatnya masih sederhana. sekolah adalah bagaimana pemahaman
Urgensi dari strategi promosi adalah akan prinsip kewirausahaan dan
sehebat apapun produk atau jasa kemudian menerapkannya dalam
layanan yang sekolah berikan, jika mengelola sekolah.
tidak ada upaya promosi yang Menurut Hisrich & Peters
maksimal, maka angka pemasaran (1992) dalam Mulyasa (2004:
biasa saja menurun. Namun 179) bahwa wirausaha
sebaliknya, meskipun kualitas produk berbicara mengenai perilaku
atau layanan biasa saja, tapi promosi yang mencakup pengambilan
berjalan maksimal, maka hasilnya inisiatif, mengorganisasi
akan lebih berefek. Promosi sebagai mekanisme social dan ekonomi
bagian dari strategi pemasaran yang terhadap sumber dan situasi ke
cukup ampuh berguna untuk dalam praktek, dan penerimaan
memperkenal sebuah produk kepada resiko atau kegagalan. Para ahli
masyarakat, tentang bagaimana ekonomi mengemukakan
kualitasnya maupun cara bahwa wirausaha adalah orang
penggunaannya. Produk usaha baru yang dapat meningkatkan nilai
juga penting diperkenalkan melalui tambah terhadap sumber tenaga
kegiatan promosi. Di samping itu, kerja, alat, bahan, dan asset lain
SMK Negeri 4 Makassar juga bermain serta orang yang
pada strategi tempat dan strategi harga memeperkenalkan peruabahn,
dengan melihat kemampuan siswa di inovasi dan cara-cara baru.
sekolah dalam hal ekonomi siswa dan Sekaitan dengan persoalan
demikian halnya jika ingin melakukan untuk mendirikan atau menjalankan
pemasaran di sekitar tempat tinggal suatu usaha diperlukan satu modal.
siswa. Mengenai strategi pemasaran Modal merupakan sebuah kekuatan
yang digunakan oleh SMK Negeri 4 bagi suatu sekolah dalam memulai
Makassar dalam melakukan pemasaran suatu bentuk kewirausahaan sehingga
hasil kewirausahaan siswa sejalan seorang kepala sekolah atau pemimpin
dituntut utnuk mempunyai faktor produksi penting diantara
kemampuan dalam memperoleh berbagai faktor produksi yang
sumber bantuan yang dapat dijadikan diperlukan sehingga keberadaannya
sebagai modal seperti yang dikatakan dapat mempengaruhi hasil dari
oleh Danim (2003: 140) bahwa: kegiatan yang dilakukan.
Kemampuan kewirausahan dari Berwirausaha di sekolah berarti
seorang manager pendidikan memadukan kepribadian, peluang,
tercermin dari aksi-aksi keuangan, dan sumber daya yang ada
mendapatkan dana yang di lingkungan sekolah guna
dilakukannya melalui mengambil keuntungan. Kepribadian
pembentukan badan institusi, ini mencakup pengetahuan,
kontrak kerja sama, keterampilan, Sikap, dan perilaku.
kemampuan negosiasi, program Menurut Stinhoff (1993) dalam
memandu uang, pemdekatan Mulyasa (2004: 179) dapat
prestasi, efesiensi dalam diidentifikasi karakteristik kepribadian
bekerja, mereduksi tradisi wirauswaha sebagai berikut: (a)
membiayai masukan dengan Memiliki kepercayaan diri yang tinggi
mengesernya kearah terhadap kerja keras, mandiri, dan
membiayai hasil, dan memahami bahwa resiko yang diambil
sebagainya. adalah bagian dari keberhasilan, (b)
Berdasarkan data yang peneliti Memiliki kratifitas diri yang tinggi dan
dapatkan pada lokasi penelitian bahwa kemampuan mencari jalan untuk
SMK Negeri 4 Makassar memperoleh merelisasikan berbagai kegiatannya
modal dari bantuan pemerintah yang melalui kewirausahaan, (c) Memiliki
kemudian digunakan dalam melakukan pikiran positif dalam menghadapi
kegiatan kewirausahaan. Modal suatu masalah atau kejadian, dan
tersebut di berikan kepada sekolah melihat aspek positifnya. Dengan
sesuai anggaran dari pemerintah. demikian mereka selalu melihat
Kemudian sekolah memberikan peluang dan memanfaatkannya untuk
kepada pihak kompetensi keahlian mendukung kegiatan yang dilakukan,
yang ada di SMK Negeri 4 Makassar (d) Memiliki oreantasi pada hasil
untuk dijadikan modal wirausaha. sehingga hambatan tidak membuat
Kehadiran bantuan dari pemerintah mereka menyerah, tetapi justru
dalam bentuk ADB invest yang tertantang untuk mengatasi, sehingga
dijadikan modal bagi SMK Negeri 4 mencapai hasil yang diharapkan, (e)
Makassar dalam menjalankan kegiatan Memiliki keberanian untuk mengambil
kewirausahaan sangatlah memberikan resiko, baik resiko terhadap
kontribusi positif dan tidak bisa kecelekaan, kegagalan, maupun
dipungkiri bahwa semua kegiatan yang kerugian. Dalam melaksanakan tugas,
akan dijalankan membutuhkan suatu pribadi wirausaha tidak takut gagal
modal yang memadai. Hal ini sejalan atau rugi, sehingga tidak takut
dengan pendapat Prawirosentono melakukan pekerjaan. Meskipun dalam
(2002: 117) bahwa modal adalah suatu hal baru, (f) Memiliki jiwa pemimpin,
yang selalu ingin mendayagunakan bahwa tanpa adanya laporan keuangan
orang dan membimbingnya, serta yang dibuatb oleh sutau organisasi
selalu tampil kedepanuntuk mencari maka dapat menyebabkan kegagalan
pemecahan atas berbagai persoalan, dalam berwirausaha karena
dan tidak memebebankan atau ketidakdisiplinan dalam melakukan
menyalahkan orang lain, (g) Memiliki pencatatan keuangan.
pikiran orisinal, yang selalu punya Berdasarkan data yang
gagasan baru, baik untuk mendapatkan diperoleh pada lokasi penelitian bahwa
peluang maupun mengatasi masalah dalam kegiatan kewirausahaan yang
ssecara kreatif dan inovatif, (h) dilakukan SMK Negeri 4 Makassar
Memiliki oreantasi ke depoan, dengan telah membuat catatan keuangan
tetap menggunkaan pengalaman masa dalam bentuk laporan keuangan.
lalu wsebagai referansi untuk mencari Laporan tersebut di buat oleh setiap
peluang dalam memajukan kompetensi keahlian sesuai dengan
pekerjaannya, (i) Suka pada tantangan bentuk kewirausahaan yang dibuat
dan menemukan diri dengan dengan melibatkan siswa dalam
merealisasikan ide-idenya. penyusunan laporan keuangan. Dengan
Selanjutnya dalam kompetensi adanya laporan keuangan tersebut akan
keuangan adalah adanya laporan membantu kompetensi keahlian untuk
keuangan dimana setiap organisasi mengevaluasi dan menganalisis
memiliki kewajiban untuk melaporkan kegiatan kewirausahaan yang
semua kegiatan keuangan demikian dijalankan terutama dalam masalah
halnya dengan bentuk kegiatan yang keuangan atau penjualan yang
dilakukan kemudian di buatkan sebuah dilakukan. Hal ini sejalan dengan
laporan keuangan kegiatan. Laporan pendapat Kasmir (2006: 207) bahwa
keuangan dalam organisasi sangatlah dari laporan keuangan akan tergambar
penting bahkan dapat dikatakan bahwa kondisi keuangan suatu perusahaan,
aspek keuangan yang harus dipenuhi sehingga memudahkan untuk menilai
seorang wirausaha demikian kinerja manajemen perusahaan yang
pembukuan memiliki peran penting bersangkutan. Penilaian kinerja
untuk menentukan keberhasilan usaha. manajemen kinerja manajemen akan
Laporan keuangan bertujuan menjadi patokan atau ukuran berhasil
untuk memberikan informasi keuangan atau tidaknya manajemen dalam
suatu organisasi dalam suatu periode menjalankan kebijakan yang telah
atau dalam suatu kegiatan. Dari digariskan oleh perusahaan.
berbagai kegiatan yang dilakukan
dalam kegiatan kewirausahaan akan 4. Kompetensi hubungan antara
berujung pada kompetensi keuangan manusia
terkhusus pada kegiatan pelaporan. Kompetensi human relation
Pelaporan ini merupakan bentuk yang dimaksud adalah kemampuan
pertanggung jawaban dan sebagai seseorang atau lembaga dalam
bahan evalusi untuk langkah berhubungan dengan orang lain atau
selanjutnya. Bahkan dapat dikatakan lembaga lain. Salah satu hal yang
penting dengan adanya hubungan antar pendapat Schraumn dalam
manusia ini adalah kemampuan (Muhammad 2005: 16) bahwa
seseorang dalam melakukan komunikasi dua arah menjadi lebih
komunikasi dan dapat membuka ruang penting karena terdapat balikan yang
informasi bagi orang lain. Disamping penting dalam proses komunikasi
itu, kehadiran komunikasi dapat karena akan menceritakan kepada kita
membuka jalan untuk membangun bagaimana pesan yang dikirimkan
relasi atau mitra dalam suatu diintrepretasi oleh yang menerima
organisasi. Demikian halnya dalam pesan.
organisasi pendidikan, hubungan Menurut Kohler (dalam
demikian akan menjadi media bagi Muhammad 2005: 1) bahwa
kepala sekolah dalam mengembangkan “komunikasi yang efektif adalah
sekolah yang dipimpinnya. Hal ini penting bagi organisasi. Oleh karena
sejalan dengan pendapat Suryosubroto itu, para pimpinan organisasi dan para
(2004: 162) bahwa “kegiatan komunikator dalam organisasi perlu
hubungan antara manusia di sekolah memahami dan menyempurnakan
seperti melaporkan tentang pikiran- kemampuan komunikasi mereka”.
pikiran yang berkembang dalam Pernyataan tersebut memungkinkan
masyarakat tentang masalah kepala sekolah sebagai pemimpin
pendidikan, membantu kepala sekolah pendidikan harus mempunyai bekal,
memperoleh bantuan dan kerjasama, termasuk komunikasi antar pribadi
menyusun rencana bagaimana yang baik, karena komunikasi antar
memperoleh bantuan, dan pribadi dapat membantu keberhasilan
menunjukkan pergantian keadaan pemimpin dalam menjalankan
pendapat umum”. tugasnya sebagai penentu kebijakan.
Pada SMK Negeri 4 Makassar, Seorang yang mampu berkomunikasi
dari hasil data yang peneliti peroleh dengan baik akan mampu membaca
bahwa pada dasarnya proses perasaan orang lain yang sedang diajak
komunikasi yang terbangun antara berkomunikasi, sehingga dia juga
SMK Negeri 4 Makassar dan pihak mampu menciptakan kepuasaan dalam
mitra berawal dari adanya kerjasama berkomunikasi.
dalam praktek kerja industri Sebagai salah satu cara
(prakerin). Dari proses prakerin bagaimana sekolah mampu
tersebut kemudian dikembangkan oleh mewujudkan kemampuan dalam
sekolah ke konsep kerjasama dalam wirausahanya, maka kepala sekolah
hal kewirausahaan dan pihak mitrapun harus mampu menunjukkan
merespon tawaran tersebut sehingga kemampuan yang dimiliki dalam
terbinalah proses kerjasama dalam hal menjalin kemitraan dengan pengusaha
kewirausahaan. Proses komunikasi atau donatur, serta mampu
yang dilakukan merupakan proses dau memandirikan sekolah dengan upaya
arah dimana pihak mitra merespon berwirausaha. Secara rinci kemampuan
positif tawaran dari SMK Negeri 4 atau kinerja kepala sekolah yang
Makassar. Hal ini sejalan dengan mendukung terhadap perwujudan
ketercapaian kewirausahaan yang harmonisasi dan dinamisasi konstruktif
dijalankan oleh suatu sekolah terlihat dalam satu institusi pendidikan.
dari kompetensi kewirausahaan kepala Menurut Sutisna dalam
sekolah yang diantaranya mencakup: Mulyasa (2004: 164) ,mengemukakan
menciptakan inovasi yang berguna hubungan sekolah dengan masyarakat
bagi pengembangan sekolah, bekerja (1) untuk mengembangkan
keras untuk mencapai keberhasilan pemahaman tentang maksud-maksud
sekolah sebagai organisasi pembelajar dan sasaran dari sekolah, (2) untuk
yang efektif, memiliki motivasi yang menilai program sekolah, (3) untuk
kuat untuk sukses dalam melaksanakan mempersatukan orang tua murid dan
tugas pokok dan fungsinya sebagai guru dalam memenuhi kebutuhan-
pemimpin sekolah, pantang menyerah kebutuhan anak didik, (4) untuk
dan selalu mencari solusi terbaik mengembangkan kesadaran tentanng
dalam menghadapi kendala yang pentingnya pendidikan sekolah dalam
dihadapi sekolah, dan memiliki naluri era pemabngunan, (5) untuk
kewirausahaan dalam mengelola membangun dan memelihara
kegiatan kewirausahaan sekolah kepercayaan masyarakat terhadap
sebagai sumber belajar peserta didik sekolah, (6) untuk member tahu
Kepala sekolah sangat besar masyarakat tentang pekerjaan sekolah,
peranannya dalam mewujudkan (7) untuk mengerahkan dukungan dan
keberhasilan sekolah. Seperti yang bantuan bagi pemeliharaan dan
dikatakan oleh Mahtika (2007:27) peningkatan program sekolah.
bahwa “keberhasilan atau kegagalan Seorang wirausahawan tidak
suatu organisasi maupun suatu ingin kehilangan relasi bisnisnya
komunitas masyarakat dalam hanya karena tidak mampu
mencapai tujuan, sangat bergantung membentuk dan menjaga hubungan
pada kemampuan pimpinanya dalam baik secara efektif sebagai salah satu
mengatur dan mengendalikan roda cara meraih kesempatan untuk
kepemimpinanya” . Melihat kutipan memperluas dan mengembangkan
tersebut sehingga seorang kepala usahanya. Banyak orang sukses yang
sekolah juga harus mempunyai rasa kalau kita cermati ternyata mereka
tanggung jawab yang besar dalam memiliki kemampuan bekerja sama,
menjalankan tugasnya. Karena itu, berempati, dan pengendalian diri yang
dalam kepemimpinan maupun menonjol yang merupakan hasil dari
hubungannya dengan para mitra kompetensi hubungan antar manusia.
sebagai penyelenggara pendidikan, Dengan hubungan tersebut membuat
haruslah seimbang, seharmoni, selaras individu mampu memahami norma
dan memunculkan hakikat mutualisme yang relevan dalam kelompok,
yang saling memberikan andil yang mendeteksi minat dan motivasi orang
cukup signifikan bagi kesuksesan lain secara akurat, serta mampu
pendidikan itu sendiri. Dari sinilah memberikan keseimbangan dan
nantinya akan muncul kepuasaan dan ketepatan antara kebutuhan lembaga
kesenangan yang mencerminkan
dan kebutuhan mitra dalam suatu deposit ke rekening mitra yang
kerjasama. dijadikan sebagai modal.
Kerjasama yang disepakati Data yang diperoleh
antara SMK Negeri 4 Makassar menunjukkan bahwa kedua lembaga
dengan pihak mitra. SMK Negeri 4 yakni SMK Negeri 4 Makassar dan
Makassar yang menjalankan kegiatan pihak mitra masing-masing
kewirausahaan dikondisikan dengan memberikan manfaat tersendiri dari
kompetensi keahlian yang ada di kerjasama yang terjalin. Adapun
sekolah sehingga bentuk kerjasama manfaat bagi sekolah seperti SMK
dengan mitra kemudian disesuaikan. Negeri 4 Makassar mendapatkan
Untuk kerjasama antara kompetensi wadah bagi pengembangan
keahlian pemasaran dengan mitra kemampuan siswa dan penyedia
megah buana syrop markisa yakni tenaga kerja siap pakai. Kemudian
bahwa pihak mitra memprosisikan diri bagi mitra akan mendapatkan parner
sebagai pemilik yang memproduksi pemasaran dan mendapatkan calon
syrop markisa dan pihak kompetensi tenaga kerja yang sudah terlatih
keahlian pemasaran yang akan menjual melalui pendidikan di SMK Negeri 4
produk tersebut. Dalam kerjasama Makassar. Hal tersebut dapat dilihat
tersebut, hasil produksi diberikan label bahwa kerjasama kedua bela pihak
atas nama toko sekolah atau syrop merupakan kerjasama yang saling
markisa skapat dan tetap tertera atas menguntungkan. Hal ini sejalan
nama megah buana sebagai produksi. dengan pendapat Keith Davis (dalam
Kemudian untuk jasa boga yang salah Ruslan, 2006: 87) menyatakan bahwa
satu mitranya adalah hotel clarion. falsafah human relation mencakup
Bentuk kerjasama antara hotel clarion kepentingan bersama (mutual interest)
dan SMK Negeri 4 Makassar sekaitan yakni dalam suatu organisasi/lembaga
dengan pengembangan kemampuan harus mempunyai kepentingan
siswa atau dalam hal implementasi bersama untuk mencapai tujuan dan
teori yang di dapatkan di sekolah sasaran demi kepentingan utama
dengan wadah dari clarion yakni organisasi yang bersangkutan, dan
dalam bentuk training. Dan bukan berdasarkan kepentingan
kompetensi keahlian usaha perjalanan individu.
wisata dengan mitra tegar yakni pihak
mitra sepakat untuk bermitra dengan 5. Faktor-faktor Pendukung dan
usaha perjalanan wisata dalam hal Penghambat penerapan
pemasaran tiket melalui travel tegar kompetensi kewirausahaan
tanpa mesti datang ke travel tetapi bisa a. Faktor-faktor Pendukung
langsung login dengan user ID yang Faktor pendukung merupakan
diberikan oleh travel tegar. Namun hal yang membantu SMK Negeri 4
sebelum melakukan pemasaran tiket, Makassar dalam penerapan
pihak kompetensi keahlian usaha kompetensi kewirausahaan. Faktor
perjalanan wisata mesti melakukan pendukung tersebut sebagai berikut:
1) Dengan adanya bantuan ADB kegiatan kewirausahaan
invest yakni bantuan sedapat mungkin memperjelas
pemerintah untuk SMK Negeri sasaran penjualan terlebih
4 Makassar sebagai modal dahulu.
dalam melaksanakan kegiatan b. Faktor-faktor Penghambat
kewirausahaan sehingga Dalam melakukan penerapan
kegiatan kewirausahaan yang kompetensi kewirausahaan, SMK
dikelolah oleh kompetensi Negeri 4 Makassar disamping ada
keahlian dapat dijalankan. yang mendukung, juga ada jal-hal
2) Adanya koordinir dari setiap yang menjadi faktor penghambat,
kompetensi keahlian akan seperti:
menjadi hal yang mendukung 1) Masih kurangnya minat
penerapan kewirausahaan berwirausaha siswa menjadi
karena kegiatan kewirausahaan salah satu kendala dalam
yang dilakukan oleh SMK penerapan kewirausahaan SMK
Negeri 4 Makassar merupakan Negeri 4 Makassar. Kegiatan
kegiatan yang disesuaikan kewirausahaan yang dilakukan
dengan kompetensi keahlian tak lain tujuannya adalah
siswa sehingga pelaksanaan bagaimana siswa bisa
kewirausahaan di serahkan berpartisipasi dalam kegiatan-
kepada kompetensi keahlian kegiatan kewirausahaan
masing-masing untuk sekolah sehingga bisa menjadi
dikoordinir langsung oleh siswa yang mandiri. Namun
setiap kompetensi keahlian yang terjadi masih ada sebagian
yang ada di sekolah dalam siswa yang tidak sadar akan hal
rangka pengembangan itu dan bahkan mereka merasa
kemampuan berwirausaha malu untuk melakukan promosi
siswa. produk yang dihasilkan.
3) Adanya mitra dalam kegiatan 2) Kurangnya manajemen waktu
kewirausahaan akan membantu yang dilakukan oleh siswa
SMK Negeri 4 Makassar dalam dapat menjadi faktor yang
melakukan kegiatan menghambat berjalannya
kewirausahaan. Kemitraan ini dengan baik kegiatan
sangat membantu dalam hal kewirausahaan karena siswa
kegiatan kewirausahaan karena merupakan bagian dalam
mitra mampu menutupi kegiatan. Peran ganda yang di
kebutuhan kewirausahaan yang pegang oleh siswa sebagai
belum mampu dipenuhi oleh pelajar dan sebagai pengelolah
SMK Negeri 4 Makassar. kewirausahaan menjadikan
4) Pasar yang jelas dalam siswa harus mampu melakukan
melakukan kegiatan manajemen waktu namun yang
kewirausahaan merupakan hal terjadi siswa belum dapat
yang sangat mendukung karena melakukan hal tersebut.
PENUTUP inovatif, bekerja keras, motivasi,
Berdasarkan hasil penelitian pantang menyerah dan memiliki
yang peneliti lakukan di SMK Negeri naluri kewirausahaan akan
4 Makassar mengenai penerapan membawa pengaruh bagi pelaksana
kompetensi kewirausahaan dapat kewirausahaan pada kompetensi
ditarik kesimpulan, yakni: keuangan.
1. Kompetensi teknis kewirausahaan 4. Kemampuan komunikasi yang
SMK Negeri 4 Makassar yakni dimiliki oleh kepala sekolah SMK
bahwa pada setiap kompetensi Negeri 4 Makassar memberikan
keahlian melaksanakan kegiatan ruang untuk membangun sebuah
kewirausahaan disesuaikan dengan kemitraan dengan lembaga atau
karakter kompetensi keahlian. organisasi yang dapat membantu
Keterlaksanaan kegiatan ini sangat terwujudnya visi misi SMK Negeri
berkaitan erat dengan kemampuan 4 Makassar.
yang dimiliki oleh kepemimpinan 5. Faktor yang mendukung penerapan
kepala sekolah yakni kompetensi kompetensi kewirausahaan SMK
kewirausahaan. Negeri 4 Makassar meliputi adanya
2. Kewirausahaan SMK Negeri 4 bantuan ADB invest, adanya
Makassar pada bagian pemasaran koordinir dari setiap kompetensi
dilakukan dengan melihat keahlian, adanya mitra SMK Negeri
kebutuhan warga yang ada di 4 Makassar dan ada pasar yang
sekolah. Hal ini merupakan sikap jelas. Sedangkan yang menjadi
inovasi dari kepala sekolah dalah penghambatnya meliputi masih
melihat peluang-peluang kurangnya minat berwirausaha
kewirausahaan. Peluang tersebut siswa dan kurangnya manajemen
menuntut sebuah strategi dalam waktu yang dilakukan oleh siswa.
melakukan suatu penjualan
sehingga membutuhkan sebuah DAFTAR PUSTAKA
kerja keras dan motivasi dari
seorang kepala sekolah. Demikian Danim, Sudarwan. 2003. Menjadi
halnya dengan naluri
Komunitas Pembelajar.
kewirausahaan yang dimiliki oleh
seorang kepala sekolah akan lebih Kepemimpinan
membuka ruang pemasaran yang Transformasional dalam
lebih luas. Komunitas Organisasi
3. Dalam kompetensi keuangan, Pembelajar. Jakarta: PT.
proses pengaturan barang dan Bumi Aksara.
laporan keuangan dalam suatu
kewirausahaan sangatlah Kasmir. 2006. Kewirausahaan.
dibutuhkan demikian halnya bagi Jakarta: Rajagrafindo Persada.
kepala sekolah Dengan kompetensi
kewirausahaan yang dimiliki oleh
kepala sekolah seperti seorang yang
Kotler Philip dan Susanto, A.B. Sekolah dan Madrasah.
Manajemen Pemasaran di Jakarta: Sinar Grafika.
Indonesia. Jakarta: Salemba
Empat. Prawirosentono, Suyadi. 2002.
Pengantar Bisnis Modern
Mahtika, Hanafie. 2007. Pengambilan Studi Kasus Indonesia dan
Keputusan Stratejik. Analisis Kuantitatif. Jakarta:
Makassar: Badan Penerbit Pt. Bumi Aksara.
Universitas Negeri Makassar.
Ruslan, rosady. 2006. Manajemen
Mantja, M. 2005. Manajemen Publik Relation dan Media
Pendidikan dan supervise Komunikasi: Konsepsi dan
pengajaran. Malang: Wineka Aplikasi. Jakarta: Pt. Raja
Media Grafindo Persada.

Muhammad, Arni. 2005. Komunikasi Solihin, Ismail. 2006. Pengantar


Organisasi. Jakarta: PT. Bumi Bisnis, Pengenalan Praktis
Aksara Dan Studi Kasus. Jakarta:
Kencana.
Mulyasa. 2004. Menjadi kepala Sunarya dkk. 2011. Kewirausahaan.
sekolah professional. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Bandung. PT. REmaja
Rosdakarya Suryana, Yuyus & Bayu, Kartib.
2011. Kewirausahaan
Peraturan Pemerintah Republik Pendekatan Karakteristik
Indonesia Nomor 38 Tahun Wirausahawan Sukses.
2007 Tentang Pembagian Jakarta: Kencana.
Urusan Pemerintahan Antara
Pemerintah, Pemerintahan Suryosubroto. 2004. Manajemen
Daerah Provinsi, Dan Pendidikan di Sekolah.
PemerintahanDaerah Jakarta: Rineka Cipta.
Kabupaten/Kota. (Online).
http://www.djmbp.esdm.go.id/ Wahyudi. 2009. Kepemimpinan
dbtbaru/download. php? f=PP Kepala Sekolah Dalam
38_07.pdf. Diakses tanggal 2 Organisasi Pembelajar
Maret 2012. (Learning Organization).
Bandung:Alpabeta.
Permendiknas No.13 tahun 2007.
Tentang Standar Kepala