Anda di halaman 1dari 7

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMASANGAN INFUS

PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA


DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS KECAMATAN CILINCING


Alamat : JL.Tipar Cakung No.1 Sukapura , Kec.Cilincing
No. Telepon : 021 - 44834952
PEMASANGAN INFUS

No.
SOP.NO.103/PKC/UKP/BPU
Dokumen
No.
SOP 01
Revisi
Tanggal Kepala Puskesmas
21 September 2018 Kecamatan Kecamatan
Terbit
Halaman 1
Cilincing
/5
Puskesmas
Kecamatan drg. Leny Ariyani, MKM
Cilincing NIP. 19711112620032003

1. Pengertian 1. Pemasangan infus adalah sebuah tindakan medis untuk memberikan


cairan ke tubuh penderita melalui jalur pembuluh darah vena pasien
untuk mencegah kekurangan cairan dan mempertahankan
hemodinamik pasien
2. Hemodinamik pasien adalah aliran darah dalam sistem peredaran
darah tubuh makhluk hidup baik melalui sirkulasi magna (sirkulasi
besar) maupun sirkulasi parva (sirkulasi dalam paru-paru)
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui tata cara
pemasangan infuse pada pasien di Puskesmas Kecamatan Cilincing

3. Kebijakan
4. Referensi 1. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-undang No. 29 Tahun 2009, tentang praktik kedokteran
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
5. Prosedur Alat & Bahan
 Alat Tulis Kantor
 Lembar informed consent
 Infus set
 Abocath sesuai dengan kebutuhan
 Standar infus
 Cairan infus yang dibutuhkan (Nacl 0,9%, Dextrose 5% dan 10%,
Ringer lactate, dll)
 Tourniquet
 Bengkok
 Safety box
 Sarung tangan
 Alkohol swab 70%
 Plester / Micropore
 Gunting verban
 Bidai/spalk
 Cairan aseptic (betadine)
 Kassa steril
 Stiker infus
Langkah-langkah
1. Baca instruksi dokter dan petugas mempersiapkan pasien
2. Petugas menjelaskan kepada pasien/keluarga tentang tindakan
yang akan dilakukan
3. Isi lembar informed consent dan meminta pasien/keluarga pasien
untuk menandatanganinya sesuai dengan SOP Informed
Consent
4. Petugas menyiapkan alat dan bahan
5. Petugas mencuci tangan sebelum melakukan tindakan sesuai
SOP Kewaspadaan Universal
6. Petugas membuka set infus steril
7. Petugas mengatur klem pengatur cairan, 5-10 cm dibawah
reservoir dalam posisi tertutup
8. Petugas membuka tutup botol cairan infus dan hubungkan
dengan selang infus
9. Petugas menggantung cairan infus pada standar infus, dan isi
reservoir ½ bagian dengan cara menekan reservoir
10. Petugas mengisi penuh selang dengan cairan, dengan cara
membuka dan mematikan klem pengatur tetesan, pastikan tidak
ada udara diselang infus
11. Petugas memeriksa vena yang tepat atau yang teraba kuat
(bukan daerah persendian, kulit yang utuh, daerah yang beresiko
komplikasi dan bengkak atau memar)
12. Petugas memakai sarung tangan bersih sesuai SOP
Kewaspadaan Universal
13. Petugas memasang torniquet 10-15 cm diatas daerah yang akan
ditusuk
14. Petugas melakukan septik aseptic di daerah yang akan ditusuk
dengan alcohol swab dengan gerakan mengusap satu arah satu
kali saja
15. Petugas membuka penutup abocath dengan hati-hati, dan
mengatur tetesan infus sesuai kebutuhan.
16. Petugas menusukkan jarum abocath dengan posisi 15º lubang
jarum menghadap keatas dan setelah tampak darah pada
pangkal abocath, masukkan kanul perlahan-lahan dan secara
bersamaan jarum dikeluarkan dengan cara mendorongnya sambil
tangan yang lain menahan kanul tepat di tempatnya
17. Petugas membuka tourniquet
18. Petugas menghubungkan abocath dengan selang infus, buka
pengatur tetesan dan perhatikan ada tidaknya pembengkakan
dan kelancaran tetesan cairan.
19. Petugas mengfiksasi kanul abocath dengan plester , ditutup
dengan kassa steril
20. Pasang spalk/bidai bila perlu
21. Petugas menulis tanggal, jam pemasangan dan nama petugas
22. Sesuaikan kecepatan aliran pemberian cairan (tetesan cairan)
atau sesuai instruksi dokter
23. Petugas membuang jarum abocath ke dalam safety box
24. Petugas merapikan pasien, membereskan dan mencuci alat yang
dipergunakan sesuai dengan SOP Dekontaminasi, Pencucian
dan Pembilasan, Sterilisasi Alat
25. Petugas melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan setelah
tindakan sesuai SOP Kewaspadaan Universal
26. Petugas menulis lembar konsul internal dan meminta keluarga
pasien untuk menyelesaikan biaya administrasi di bagian loket
27. Petugas menempelkan stiker infus yang berisikan nama perawat,
tanggal dan jam pemasangan
28. Petugas mencatat kegiatan dalam e-Puskesmas dan buku
tindakan
7. Diagram Petugas
Pengisian
Alur (Jika menjelaskan
informed concern Persiapan alat-
tentang tindakan
dibutuhkan) yang akan
oleh alat infuse
keluarga/pasien
dilakukan

Petugas
menusukkan Aseptik dan Petugas mencuci
jarum abocath Antiseptik tangan dan
dengan posisi
15º lubang
didaerah yang memakai APD
ditusuk dengan sesuai Universal
jarum
alkohol swab Precaution
menghadap
keatas

setelah tampak
darah pada
pangkal abocath, buka
Petugas menulis
masukkan kanul tourniquet,
tanggal, jam
perlahan-lahan hubungkan
pemasangan dan
dan secara tourniquet
bersamaan nama petugas
dengan selang
jarum dan memasang
infus, atur
dikeluarkan stiker infus
tetesan, fiksasi
dengan cara
mendorongnya

Petugas merapikan pasien,


Petugas membereskan dan mencuci
melepaskan alat yang dipergunakan
Petugas sarung tangan sesuai dengan SOP
mencatat dan mencuci
Dekontaminasi, Pencucian
kegiatan dalam tangan setelah
e-Puskesmas dan tindakan sesuai dan Pembilasan, Sterilisasi
buku tindakan SOP Alat
Kewaspadaan
Universal

9. Hal-hal yang 1.Kondisi keparahan penyakit pasien


harus 2.Keadaan umum pasien
diperhatikan 3.Memberikan informasi dan edukasi dengan akurat mengenai penyakit
pasien dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami pasien
10. Unit Terkait Layanan tindakan, Layanan 24 jam

11. Dokumen E-puskesmas


terkait Form pemeriksaan laboratorium
Form rujukan
12. Rekaman No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan
historis
perubahan
AUDIT KLINIS
No.Dokumen : SOP.NO.103/PKC/UKP/BPU

No. Revisi : 01
BLUD DAFTAR TILIK
PUSKESMAS Tgl Terbit : 21 September 2018
KECAMATAN
Halaman : 1/
CILINCING 5

Kegiatan Ya Tidak Tidak berlaku


No
Apakah
1. 1. Apakah petugas memberikan penjelasan kepada
keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan dan
meminta persetujuan dan informed consent.
2. 2. Apakah petugas mencuci tangan dan memakai alat
pelindung diri (masker dan sarung tangan) sesuai
SOP Kewaspadaan Universal

3. 3. Apakah petugas melakukan septik aseptic di daerah


yang akan ditusuk dengan alcohol swab
4. 4. Apakah petugas melakukan infuse sesuai prosedur

5. 5. Apakah petugas menulis tanggal, jam pemasangan


dan nama petugas
6. 6. Apakah petugas menempelkan stiker infus yang
berisikan nama perawat, tanggal dan jam
pemasangan
7. 7. Apakah petugas merapikan pasien, membereskan
dan mencuci alat yang dipergunakan sesuai
dengan SOP Dekontaminasi, Pencucian dan
Pembilasan, Sterilisasi Alat
8. 8. Apakah petugas melepaskan sarung tangan dan
mencuci tangan setelah tindakan sesuai SOP
Kewaspadaan Universal
9. 9. Petugas mencatat kegiatan dalam e-Puskesmas
dan buku tindakan
Mengetahui

Ketua Tim Manajemen Mutu Koordinator Audit Interna

Dr. Sri Setyastuti Hayati Istiqomah, Amd.Keb

NIP. 198009242014032002 NIP. 199003192014032005