Anda di halaman 1dari 42

MATERI DAN ENERGI

A. PENGERTIAN MATERI

Materi didefinisikan sebagai sesuatu yang mempunyai massa yang menempati ruang. Udara
tersusun atas gas-gas yang tidak dapat dilihat, tapi dapat dibuktikan adanya. Dengan
menghibaskan sehelai kertas, kita akan merasakan adanya angin. Angin adalah udara yang
bergerak. Walau udara amat ringan, tapi dapat dibuktikan bahwa udara memiliki massa.
Ikatan seutas tali tapat pada tangan-tangan sebatang kayu. Pada kedua ujung kayu itu masing-
masing gantungkanlah sebuah balon yang sudah ditiup dan yang belum ditiup pada ujung
yang lain. Apa yang terlihat? dari percobaan itu dapat disimpulkan bahwa udara memiliki
massa dan menepati ruang.

1. Wujud Materi

Dikenal tiga macam wujud materi, yakni padat, cair dan gas. Zat padat memiliki bentuk dan
volume tatap, selama tidak ada pengaruh dari luar. Contoh, bentuk volume sebatang emas
tetap dimanapun emas itu berada.

Berbeda dengan zat cair, bentuk zat cair berubah-ubah mengikuti bentuk ruang yang
ditempatinya. Didalam gas air akan mengambil bentuk ruang gelas, di dalam botol air akan
mengambil bentuk ruang botol. Seperti zat padat volume zat cair juga tetap.

2. Massa dan Berat

Massa suatu benda menyatakan jumlah materi yang ada pada benda tersebut. Massa suatu
benda tetap disegala tempat. Massa merupakan sifat dasar materi yang paling. Massa dan
berat suatu benda yang tidak identik tetapi sering diaanggap sama; berat menyatakan gaya
gravitasi bumi terhadap benda itu dan bergantung pada letak benda dari pusat bumi.

Berat sebuah benda dapat diukur langsung dengan menimbangnya, tapi masa sebuah benda
dibumi dapat dihitung jika diketahui beratnya dan gaya gravitasi di tempat penimbangan itu
dilakukan. Untuk itu, dipakailah neraca menimbang dengan neraca adalah membandingkan
massa benda yang ditimbang dengan massa benda lain yang diketahui anak timbangannya.
Dua benda yang massanya sama bila ditimbang ditempat yang sama, beratnya akan sama.
Karena itu, yang dimaksud berat sebuah benda sebenarnya adalah massanya, maka timbul
pengertian bahwa massa sama dengan berat.

3. Klasifikasi Materi

Suatu bahan dapat dikatakan serba sama (homogen) atau serba aneka (heterogen). Suatu
benda yang seluruh bagiannya memiliki sifat-sifat yang sama disebut bahan homogen.
Perhatikan larutan gula dalam air. Keseluruh bagian akan kita amati suatu cairan yang agak
kekuning-kuningan dan bila pada setiap bagian kita ambil untuk dicicipi, terasa manis. Jadi,
larutan gula ini bersifat homogen. Larutan memang suatu campuran yang serba sama,
sedangkan tanah dan campuran minyak dengan air merupakan camputan heterogen.

Suatu bahan yang tersusun dari dua atau lebih zat-zat yang sifatnya berbeda disebut
campuran. Komposisi campuran tidak tetap, melainkan bervariasi. Oleh sebab itu, akan kita
kenal campuran homogen dan campuran heterogen. Zat-zat yang ditemukan di alam jarang
sekali dalam keadaan murni. Pada umumnya ditemukan campuran heterogen. Lihat batu
kapur, granit, batu pualam yang ditemukan, akan tampak jelas heterogenitas sifat-sifatnya.

Setiap materi yang homogen dan susunan kimianya tetap disebut zat atau subtansi. Setiap zat
memiliki sifat fisika dan sifat kimia tertentu. Dikenal dua macam zat, yakni unsur dan
senyawa. Zat yang dengan reaksi kimia biasa dapat diuraikan menjadi beberapa zat lain yang
lebih sederhana disebut senyawa. Jadi air adalah senyawa. Zat yang dengan reaksi kimia
tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain disebut unsur. Jadi Oksigen (O) dan hidrogen
(H) adalah unsur. Menurut sifat-sifat, dikenal unsur logam dan nonlogam, Besi, tembaga, dan
seng, misalnya adalah unsur logam, sedangkan Arang, Belerang dan fosfor adalah unsur
nonlogam

4. Atom dan Molekul

Atom adalah satuan yang amat kecil dalam setiap bahan yang ada di sekitar kita. Sejak
zaman kuno, filosof-filosof Yunani sudah memikirkan struktur materi. Bertentangan dengan
ajaran makrokosmos, pada abad lima sebelum masehi, Leukippos dan demokritos telah
mengembangkan ajaran mikrokosmos tentang hebatnya materi.

Struktur zat discountinue dan bahwa semua materi terdiri atas partikel-partikel yang amat
kecil yang disebut atom (a = tidak, tomos = dibagi )[1]. Hal ini bertentangan dengan pendapat
aristoteles yang menyatakan bahwa zat yang bersifat continue (dapat dibagi terus), kedua
pendapat itu bersifat sangat spekulatif dan tidak dapat ditunjang oleh eksperimen.

Pada masa Robet Boyle, yakni pada abad ke 17, para ahli fisika mengembangkan sebuah teori
baru tentang struktur materi, yakni teori molekul. Menurut pendapat ini partikel terkecil zat
disebut molekul dan molekul-molekul zat yang sama akan sama semua sifatnya. Teori ini
dapat menerangkan antara lain peristiwa diferensiasi zat, perubahan wujud gas dan sifat-sifat
gas dengan memuaskan.

a. Teori Atom Dalton

Seorang guru sekolah di Inggris, berdasarkan obeservasi-obeservasi kuantitatifnya pada awal


abad ke- 19 mengungkapakan teori atomnya yang terkenal yang dapat menerangkan
kejadian-kejadian kimia[2]. Dengan teorinya ini, Dalton mampuh menerangkan dua buah
hukum dasar ilmu kima, yakni Hukum Kekekalan Massa dari laviesier dan Hukum Ketetapan
Perbandingan dari Proust. Hipotesis Dalton berpangkal dari anggapan Demokritos, kemudian
menjadi besar teori atom antara lain sebagai berikut :

1) Tiap-tiap unsur terdiri dari partikel-partikel kecil yang disebut atom. Atom tidak dapat
dibagi-bagi

2) Atom-atom unsur yang sama, sifatnya sama, atom dari unsur yang berbeda, sifatnya juga
berbeda

3) Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan

4) Reaksi kimia terjadi penggabungan atau pemisahan atom-atom

5) Senyawa ialah hasil reaksi atom-atom penyusunnya


5. Susunan Atom

Untuk menjelaskan berbagai pertanyaan yang masih belum terjawab oleh teori atom, maka
orang harus mengetahui susunan atom. Misalnya, pertanyaan tentang apa penyebeab atom-
atom terikat bersama-bersama sehingga membentuk zat yang lebih kompleks ? Mengapa
atom suatu unsur dapat bereaksi dengan atom lain, mengapa atom tembaga berada dengan
atom besi ? pengetahuan tentang susunan atom menjadi lebih jelas setelah penelitian-
penelitian dari Sir Humphry Davy dan Michael Faraday, keduanya berasal dari inggris.

a. Penemuan Elektron Dan Proton

Elektron merupakan partikel atom pertama yang ditemukan. penemuan elektron berawal dari
penyelidikan tentang listrik melalui gas-gas pada tekanan rendah. Joseph john thomson dan
kawan-kawannya telah melakukan percobaan mengenai hantaran listrik melalui berbagai gas
dengan menggunakan suatu tabung tertutup yang dapat dihampakan seperti tertera pada
gambar berikut ini. pada ujung-ujung tabung itu terdapat kutub listrik positif atau anoda dan
kutub negatif atau katoda

Bila katoda dan anoda dihubungkan dengan sumber listrik bertegangan tinggi dan tekanan
gas di dalam tabung di.kurangi menjadi sangat kecil, yaitu sekitar 10-6 atmosfer, akan terjadi
pancaran sinar yang berasal dari katoda dan menuju ke katoda. sinar itu disebut sinar katoda.

Sinar katoda mempunyai sifat cahaya, tetapi sinar itu juga mempunyai sifat-sifat lain. antara
lain, sinar itu dapat menggerahkan baling-baling yang diletakkan dalam jalannya dan di
dalam medan listrik sinar itu dibelokkan ke arah pelat elektroda positif. Sifat-sifat tersebut
menunjukkan bahwa sinar katoda terdiri dari partikel-partikel bermuatan listrik negatif.
partikel-partikel sinar katoda dilepaskan oleh atom-atom yang terdapat pada katoda. pada
tahun 1897, j.j. thomson (1856-1940) membuktikan dengan eksperimen bahwa partikel sinar
katoda tidak bergantung pada bahan katoda. partikel itu disebut elektron. berdasarkan
pengamatan ini, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tiap atom unsur tentu mengandung
elektron.

Seorang berkebangsaan jerman bernama e.goldstein pada tahun 1886 menemukan suatu sinar
lain di dalam tabung sinar katoda. la menemukan bahwa apabila lempeng tabung katoda itu
berlubang-lubang maka gas yang terdapat di belakang katoda akan berpijar.

b. Model Atom

Dalton menggambarkan atom sebagai bola padat yang tidak dapat dibagi lagi. dengan
penemuan elektron, maka (1) model atom dalton diganti dengan (2) model atom
thomson.Menurut thomson, atom berupa bola bermuatan positif dan pada tempat-tempat
tertentu di dalam bola terdapat elektron-elektron, seperti kismis di dalam roti. jumlah muatan
positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral.

Model atom thomson mulai ditinggalkan ketika ernest rutherford pada tahun 1909, yang
dibantu oleh hans geiger dan ernest marsden menemukan bukti-bukti baru tentang sifat-sifat
atom. bukti-bukti itu diperoleh dari eksperimen yang disebut eksperimen penghabluran sinar
alfa.

c. Model Atom Bohr


Pola atom rutherford masih memiliki kelemahan-kelemahan yang serius. Misalnya, terhadap
pertanyaan-pertanyaan: mengapa elektron-elektron yang bermuatan negatif tidak tertarik dan
melekat pada inti yang positif?

Menurut teori mekanika klasik tentang cahaya, elektron yang bergerak harus disertai
kehilangan tenaga kinetik elektron. Dengan demikian, kecepatan elektron itu semakin lama
semakin berkurang, jaraknya terhadap inti semakin kecil, dan akhirnya elektron itu akan jatuh
dan melekat pada inti. Di samping itu, terdapat beberapa pertanyaan yang tidak terjawab.
Misalnya, apakah semua atom mempunyai jumlah elektron yang sama banyaknya? Apabila
terdapat banyak elektron dalam sebuah atom, bagaimana elektron-elektron itu disusun?
Apakah yang menyebabkan inti dan juga elektron-elektron tidak terlepas satu dari yang lain?
Untuk mengatasi kelemahan model atom rutherford, bohr mengajukan pendapat yang
revolusioner, yang sebagian bertentangan dengan mekanika klasik newton.

Menurut bohr, di sekitar inti itu hanya mungkin terdapat lintasan-lintasan elektron yang
berjumlah terbatas; pada setiap lintasan itu bergerak sebuah elektron yang dalam gerakannya
tidak memancarkan sinar. Jadi, dalam setiap keadaan station, elektron mengandung jumlah
tenaga tetap dan terdapat dalam keadaan seimbang yang mantap.

B. PENGERTIAN ENERGI

Energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau kegiatan. Tanpa energi, duania
ini akan diam atau beku. Dalam kehidupan manusia selalu terjadi kegiatan dan untuk kegiatan
otak serta otot diperlukan energi. Energi itu diperoleh melalui proses oksidasi (pembakaran)
zat makanan yang masuk kedalam tubuh berupa makanan. Kegiatan manusia lainnya dalam
memproduksi barang, transportasi, dan lainnya juga memerlukan energi yang diperoleh dari
bahan sumber energi atau sering disebut sumber daya alam (natural resources)

Sumber daya alam dibedakan menjadi dua kelompok[3], yaitu :

(1) Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable) hampir tidak dapat habis,
misalnya tumbuhan, hewan, air, tanah, sinar matahari, angin dan sebagainya

(2) Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable) atau habis misalnya :
minyak bumi atau batu bara

C. MACAM- MACAM ENERGI

1) Energi Mekanik

Energi mekanik dapat dibedakan atas dua pengertian yaitu : energi potensial dan energi
kinetik. Jumlah kedua energi itu di namakan energi mekanik. Setiap benda mempunyai berat,
maka baik dalam keadaan diam atau bergerak setiap benda memiliki energi. Misalnya energi
yang tersimpan dalam air yang dibendung pada sebuah waduk yang bersifat tidak aktif dan di
sebut energi potensial (energi tempat). Bila waduk dibuka, air akan mengalir dengan deras,
sehingga energi air menjadi aktif. Mengalirnya air ini adalah dengan energi kinetik (tenaga
gerak)
Air waduk pada contoh diatas juga memiliki energi potensial karena letaknya. Semakin tinggi
letak air waduk terhadap permukaan air laut, semakin besar energi potensialnya. Secara
matematis, kenyataan itu dapat dirumuskan sebagai berikut.

E = mgh

M = masa benda

G = besar grafitasi bumi

H = jarak ketinggian

Sedangkan besarnya energi kinetik dapat dirumuskan :

E=½mV

V = kecepatan gerak benda

Artinya suatu benda yang kecepatannya besar akan besar pula energi kinetiknya

2) Energi Panas

Energi panas juga sering disebut sebagai kalor. Pemberian panas kepada suatu benda dapat
menyebabkan kenaikan suhu benda itu ataupun bahkan terkadang dapat menyebabkan
perubahan bentuk, perubahan ukuran, atau perubahan volume benda itu

Ada tiga istilah yang penggunaannya sering kacau, yaitu panas, kalor, dan suhu. panas adalah
salah satu bentuk energi. Energi panas yang berpindah disebut kalor, sementara suhu adalah
derajat panas suatu benda.

Ketika merebus air berarti energi panas diberikan kepada air, yang berasal dari energi yang
tersimpan di dalam bahan bakar kayu atau minyak tanah sehingga suhu air naik. Jika
pemberian energi panas diteruskan sampai suhu air mencapai titik didihnya, maka air akan
menguap dan berubah bentuk menjadi uap air.

Banyaknya energi panas yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan hubungan
rumus:

Q = m x c t kalori, di mana Q = menyatakan banyaknya energi panas dalam kalori

m = menyatakan massa benda/zat yang mendapatkan energi panas

c = menyatakan kalor jenis benda/zat yang mendapatkan panas

t = menyatakan kenaikan (perubahan) suhu.

3) Energi Magnetik

Energi magnetik dapat dipahami dengan mengamati gejala yang timbul ketika dua batang
magnet yang kutub-kutubnya saling didekatkan satu dengan yang lain. seperti diketahui
bahwa setiap magnet mempunyai 2 macam kutub, yaitu kutub magnet utara dan kutub
magnet selatan. jika dua batang magnet kutub-kutubnya yang senama (u – u/s – s) saling
didekatkan maka kedua magnet akan saling tolak-menolak. Sebaliknya, kedua magnet akan
saling tarik-menarik apabila yang saling berdekatan adalah kedua kutub tidak senama (u-s).

Kedua kutub magnet memiliki kemampuan untuk saling melakukan gerakan. kemampuan itu
adalah energi yang tersimpan di dalam magnet dan energi inilah yang disebut sebagai Energi
magnetik. Semakin besar energi magnetik yang dimiliki oleh suatu magnet, semakin besar
pula gaya yang ditimbulkan oleh magnet itu

Pengertian tentang energi magnetik akan bertambah jelas jika dipahami melalui suatu
penelitian medan magnet di sekitar kutub suatu magnet terdapat medan magnet, yaitu
ruangan atau daerah di sekeliling kutub magnet di mana energi magnetik masih dapat
dirasakan.

Hal ini dapat diperhatikan gejalanya apabila suatu benda kecil maupun suatu magnet yang
lemah diletakkan sekitar suatu kutub magnet, maka benda kecil atau magnet yang lemah itu
akan bergerak. Ini berarti di sekeliling magnet yang menimbulkan medan magnet ada
kemampuan untuk menggerakkan benda lain. kemampuan tersebut tidak lain adalah energi
magnetik. Magnet akan dapat menarik benda lain apabila benda tersebut dalam bentuk
magnet. Benda yang dapat menjadi magnet yaitu besi, dan baja.

4) Energi listrik

Energi listrik ditimbulkan/dibangkitkan melalui bermacam-macam cara. misalnya: (1) dengan


sungai atau air terjun yang memiliki energi kinetik; (2) dengan energi angin yang dipakai
untuk menggerakkan kincir angin; (3) dengan menggunakan accu (energi kimia); (4) dengan
menggunakan tenaga uap yang dapat memutar generator listrik; (5) dengan menggunakan
tenaga diesel; dan (6) dengan menggunakan tenaga nuklir. kegunaan dari energi listrik dalam
kehidupan sehari-hari banyak sekali yang dapat dirasakan, terutama di kehidupan kota-kota
besar, bahkan sebagai penerangan yang sekarang sudah digunakan sampai jauh ke pelosok
pedesaan

5) Energi Kimia

Yang dimaksud dengan energi kimia ialah energi yang diperoleh melalui suatu proses kimia.
Energi yang dimiliki manusia dapat diperoleh dari makanan yang dimakan melalui proses
kimia. Jika kedua macam atom-atom karbon dan atom oksigen, tersebut dapat bereaksi, akan
terbentuk molekul baru yaitu karbondioksida. bergabungnya kedua atom tersebut memerlu-
kan energi. kalori tersebut dikenal sebagai energi kimia. bila kedua atom yang telah
tergabung dipisahkan, maka akan melepaskan energi. energi yang terbebas disebut energi
eksoterm pada reaksi korek api, juga dihasilkan energi panas yang melalui suatu proses
kimia.

Bertambah jelaslah kiranya untuk memahami adanya energi yang disebut energi kimia
melalui pengertian yang disebut reaksi eksoterm di mana berlangsungnya reaksi kimia
disertai pembebasan kalori yang disebut energi kimia.

6) Energi Bunyi
Bunyi dapat juga diartikan getaran sehingga energi bunyi berarti juga getaran. Getaran selaras
mempumyai energi dua macam, yaitu energi potensial dan energi kinetik. Melalui pemba-
hasan secara matematis dapat ditunjukkan bahwa jumlah kedua macam energi pada suatu
getaran selaras adalah selalu tetap dan besarnya tergantung massa, simpangan, dan waktu
getar atau periode. Untuk contoh yang lebih jelas mengenai adanya energi bunyi atau energi
getaran yaitu apabila orang melihat jatuhnya sebuah benda dari ketinggian tertentu.

Pada saat benda itu jatuh di suatu lantai, energi kinetiknya berubah menjadi energi panas dan
juga energi getaran, yaitu timbulnya suatu getaran pada lantai yang menimbulkan bunyi.
Apabila getaran yang ditunjukkan itu sangat besar, akan dapat dirasakan adanya energi
getarannya yaitu dengan terlihatnya getaran pada benda-benda lain di sekitarnya. Meledaknya
suatu bom menimbulkan getaran yang hebat dan energi getarannya mampu merobohkan
bangunan ataupun memecahkan kaca-kaca yang tebal.

Gendang telinga manusia juga hanya mampu menerima energi getaran yang ditimbulkan oleh
sumber getar yang frekuensi paling rendahnya adalah 16 geteran per detik (hertz) dan paling
besar 20.000 getaran per detik.

7) Energi Nuklir

Energi nuklir merupakan hasil dari reaksi fisi yang terjadi pada inti atom. Dewasa ini, reaksi
inti yang banyak digunakan oleh manusia untuk menghasilkan energi nuklir adalah reaksi
yang terjadi antara partikel dengan inti atom yang digolongkan dalam kelompok heavy atom
seperti aktinida.

Berbeda dengan reaksi kimia biasa yang hanya mengubah komposisi molekul setiap unsurnya
dan tidak mengubah struktur dasar unsur penyusun molekulnya, pada reaksi inti atom atau
reaksi fisi, terjadi perubahan struktur inti atom menjadi unsur atom yang sama sekali berbeda.

Pada umumnya, pembangkitan energi nuklir yang ada saat ini memanfaatkan reaksi inti
antara neutron dengan isotop uranium-235 (235U) atau menggunakan isotop plutonium-239
(239Pu). Hanya neutron dengan energi berkisar 0,025 eV atau sebanding dengan neutron
berkecepatan 2200 m/ detik akan memiliki probabilitas yang sangat besar untuk bereaksi fisi
dengan 235U atau dengan 239Pu.

Neutron merupakan produk fisi yang memiliki energi dalam kisaran 2 MeV. Agar neutron
tersebut dapat beraksi fisi dengan uranium ataupun plutonium diperlukan suatu media untuk
menurunkan energi neutron ke kisaran 0,025 eV, media ini dinamakan moderator. Neutron
yang melewati moderator akan mendisipasikan energi yang dimilikinya kepada moderator,
setelah neutron berinteraksi dengan atom-atom moderator, energi neutron akan berkisar pada
0,025 eV.

8) Energi Cahaya atau Cahaya

Energi cahaya terutama cahaya matahari banyak diperlukan terutama oleh tumbuhan yang
berhijau daun. tumbuhan itu membutuhkan energi cahaya untuk mengadakan proses foto-
sintesis. Dengan kemajuan teknologi, saat ini dapat juga digunakan energi dari sinar yang
dikenal dengan nama sinar laser. yang dimaksud dengan sinar laser ialah sinar pada suatu
gelombang yang sama dan yang amat kuat. Sinar laser banyak sekali digunakan dan meliputi
banyak bidang, misalnya dalam bidang industri besar digunakan dalam pembuatan senjata
laser yang dapat menembus baja yang tebalnya 2 cm dan lain-lainnya.

Penggunaan sinar laser dalam bidang kesehatan menunjukkan bahwa banyak penyakit-
penyakit yang dapat dimusnahkan dengan sinar laser. sudah bukan menjadi persoalan lagi
bagi para yang mempergunakan sinar laser. seperti halnya perawatan yang berasal dari china
yang terkenal dengan akupuntur, perawatan dengan cara ini telah dimodernisir oleh ahli-ahli
dunia barat. baru-baru ini, sebuah perusahaan di ottenburn telah : membuat pesawat istimewa
untuk mengadakan akupuntur, yaitu dengan perantaraan sinar laser.

keuntungan akupuntur laser jika dibandingkan dengan akupuntur biasa ialah bahwa waktu
perawatan jauh lebih singkat dan jauh lebih ringan. perawatan dengan laser itu tidak dapat
memasukkan hama ke dalam badan. pengetahuan itu diperoleh dari pengalaman di china
yang dikumpulkan dalam ribuan tahun dan saat ini dilengkapi dengan pengetahuan modern
tentang ilmu hayat serta ilmu faal tubuh. dengan demikian, para dokter dapat mengadakan
perawatan akupuntur laser yang lebih baik dan lebih lengkap.

9) Energi Matahari

Energi matahari merupakan energi yang utama bagi kehidupan di bumi ini. Berbagai jenis
energi, baik yang terbarukan maupun tak-terbarukan merupakan bentuk turunan dari energi
ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Energi yang merupakan turunan dari energi
matahari misalnya :

 Energi angin yang timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu tempat
dengan tempat lain sebagai efek energi panas matahari.
 Energi air karena adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari yang
mengenai bumi.
 Energi biomassa karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabene
menggunakan energi matahari.
 Energi gelombang laut yang muncul akibat energi angin.
 Energi fosil yang merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah mengalami
proses selama berjuta-juta tahun

Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini.
Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti
akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada mahluk yang sanggup
hidup di bumi. Energi Panas Matahari sebagai Energi Alternatif.

Energi panas matahari merupakan salah satu energi yang potensial untuk dikelola dan
dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber cadangan energi terutama bagi negara-negara
yang terletak di khatulistiwa termasuk Indonesia, dimana matahari bersinar sepanjang tahun.
Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa energi matahari yang tersedia adalah sebesar 81.000
TerraWatt sedangkan yang dimanfaatkan masih sangat sedikit.

Ada beberapa cara pemanfaatan energi panas matahari yaitu:

1. Pemanasan ruangan

2. Penerangan ruangan
3. Kompor matahari

4. Pengeringan hasi pertanian

5. Distilasi air kotor

6. Pemanasan air

7. Pembangkitan listrik

https://hamaokb.wordpress.com/2009/07/07/materi-dan-energi/

Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru.
Sifat ini dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara
lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan,
kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan. Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat fisika
tersebut :

 Wujud zat

Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud
ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu : menguap, mengembun,
mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.

 Warna

Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat
diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang
membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna
hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.

 Kelarutan

Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut
untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut
dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.

 Daya hantar listrik

Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan
baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut
isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada
suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan
dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat
menyala.

 Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan
benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet,
sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

 Titik Didih

Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.

 Titik Leleh

Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.

Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang membentuk zat baru.
ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat kimia
antara lain mudah terbakar, mudah busuk, mudah meledak , beracun, dan berkarat (korosif).
Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat kimia :

 Mudah terbakar

Bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Sehingga, di stasiun pengisian bahan bakar
terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan
yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.

 Mudah busuk

Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan
makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang
dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi
asam.

 Berkarat

Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam,
seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat.

 Mudah meledak

Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti :
magnesium, uranium dan natrium.

 Racun

Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida,
fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk
membasmi hama, baik serangga maupun tikus.

https://regnoe.wordpress.com/ipa-1/perubahan-fisika-kimia/sifat-kimia-dan-sifat-fisika/
Hukum Perbandingan Tetap (Hukum
Proust)
in Fisika - on 20:00 - No comments

Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh

keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu pengetahuan tentang Hukum Perbandingan

Tetap (Hukum Proust), Semoga ilmunya dapat bermanfaat 

A. PENGERTIAN HUKUM PERBANDINGAN TETAP (HUKUM PROUST)

Hukum perbandingan tetap atau yang sering disebut dengan Hukum Proust adalah hukum

yang menyatakan bahwa seluruh senyawa terdiri dari perbandingan massa unsur pembentuk

yang selalu sama (konstan).

Hukum ini dikemukakan oleh Joseph Lonis Prost (1754-1826) yang berasal dari Perancis.

Hukumnya perbandingan tetap tersebut berbunyi :”perbandingan berat unsur-unsur

penyususun senyawa adalah tetap”. Eksperimen yang dilakukanProust adalah reaksi antara

unsur hidrogen dan oksigen sehingga terbentuk air (H2O).

HUKUM PERBANDINGAN TETAP (HUKUM PROUST)


B. CONTOH PENERAPAN HUKUM PROUST
Contoh sederhana pada hukum ini adalah pembentukan karbondiosida (CO2) dari karbon dan

oksigen. Massa karbon adalah 12, sedangkan massa oksigen adalah16. Maka pembentukan

karbondioksida adalah sebagai berikut:

CONTOH SEDERHANA HUKUM PROUST


Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa karbondioksida akan selalu terbentuk dari karbon

dan oksigen dalam perbandingan yang sama. Walaupun ada reaktan (pereaksi) yang

berlebihan, maka akan menjadi sisa yang tidak ikut bereaksi.

Perbandingan massa unsur dalam senyawa dapat ditentukan dengan cara mengalikan jumlah

atom dengan atom relatif masing-masing unsur. Misalnya H2O perbandingan massa hidrogen

dengan oksigen 1:8. Perbandingan ini dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut.

C. RUMUS HUKUM PROUST

Hasil dari penjabaran rumus Proust ditemukan rumus:

Bila diasumsikan % senyawa = 100%, maka:

Atau bisa juga ditulis dalam bentuk massa sehingga menjadi:


D. PERAN HUKUM PROUST

Selain Hukum Lavoiser (hukum kekekalan massa), Hukum Proust memiliki peranan penting

karena dapat menunjukkan hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi

kimia.

http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Rumus-Contoh-Penerapan-Hukum-Perbandingan-
Tetap-Hukum-Proust-adalah.html#

Hukum Kekekalan Massa (Hukum


Lavoisier)
in Fisika - on 08:00 - 1 comment
Selamat datang dis softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh

keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Hukum Kekekalan Massa (Hukum

Lavoisier). Semoga ilmunya dapat bermanfaat ya 

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat suatu proses dimana suatu benda akan

berubah bentuk dan meterinya ketika terjadi reaksi tertentu kepadanya. Seperti kayu yang

dibakar dan besi yang berkarat. Lalu setelah ditimbang, ternyata ada perubahan berat antara

suatu benda sebelum reaksi dengan benda setelah terjadinya reaksi. Pada rekasi pembakaran

kayu seakan-akan kayu tersebut menjadi lebih ringan setelah menjadi abu. Begitu juga

dengan besi, seakan-akan lebih berat setelah berkarat. Dari dua contoh tersebut kita pasti

akan berpikir bahwa massa suatu benda dapat berubah. Namun, sebenarnya tidak demikian.

Seorang ilmuan asal Perancis bernama Lavoisier pernah membungkam pemikiran seperti itu

dengan penemuannya yang menjelaskan bahwa massa suatu materi akan tetap sama walau

apapun proses yang mempengaruhinya. Prinsip ini sekarang dikenal dengan Hukum
Kekekalan Massa. Pada kesempatan ini itulah yang akan kita bahas mengenai pengertian,

sejarah penemuan dan aplikasi dari hukum tersebut.

A. PENGERTIAN HUKUM KEKEKALAN MASSA

Hukum kekekalan massa ditemukan oleh seorang ahli kimia Perancis bernama Antoine

Laurent Lavoisier (1743-1794) pada tahun 1785. Namun, Lavoisier bukanlah yang pertama

mengemukakan teori ini. Sebelumnya, ada seorang ilmuan Rusia yang juga pernah

mempublikasikan teori ini beserta pembuktiannya pada tahun 1748. Nama ilmuan itu adalah

Mikhail Lomonosov (1711-1765). Oleh karena penemuan mereka berdua hukum kekekalan

massa dikenal sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier.

Hukum kekekalan massa ini menjelaskan tentang massa suatu materi takkan pernah

berkurang ataupun bertambah. Massanya akan tetap sama sebelum atau sedudah dilakukan

reaksi. Seperti yang dikatakan oleh Lavoisier pada tahun 1785 yaitu :

“Tidak ada suatupun yang diciptakan, baik itu dari proses seni atau dari alam semesta sendiri.

Dan ini dapat dijadikan konsep umum dimana pada suatu proses terdapat kuantitas yang sama

dari materi sebelum dan sesudah proses tersebut. Kualitas dan kuantitas unsur tetap sama,

yang terjadi hanya perubahan atau modifikasi. Hal ini berlaku untuk semua rekasi kimia,

semua reaksi harus mengasumsikan kesetaraan antara unsur dari suatu zat yang

direaksikan.”Dari apa yang dikatakan diatas, jelas bahwa suatu materi itu hanya bisa diubah

bentuknya tetapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan. Artinya, selama perubahan

bentuk atau bereaksi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksinya yang hilang. Seperti

contoh pada kasus kayu yang terbakar, terjadi perubahan bentuk zat yaitu dari awalnya

berbentuk kayu kemudian menjadi abu. Sebenarna selain berubah menjadi abu, ada

perubahan bentuk lainnya yang terjadi. Ada beberapa zat berpindah tempat karena reaksi
terjadi pada wadah yang terbuka. Zat-zat tersebut seperti karbon dioksida, asap dan uap air.

Jika dapat dijumlahkan massanya maka massa abu ditambah karbon dioksida, asap dan uap

air akan sama dengan massa kayu sebelum dibakar. Hukum kekekalan massa dapat

dibuktikan bila dilakukan dalam wadah tertutup yang dapat mencegah adanya suatu rekasi

yang keluar dari wadah. Sehingga massanya tetap terjaga.

HUKUM KEKEKALAN MASSA


B. SEJARAH PENEMUAN HUKUM KEKEKALAN MASSA

Pada zaman alkimia yaitu sebelum kimia modern lahir, ada sebuah teori yang tentunya tidak

masuk akal dalam dunia kimia saat ini yang menyatakan jika air pada bejana gelas

dipanaskan terus menerus akan terjadi residu/endapan dalam bejana tersebut. Hal itu dapat

diartikan bahwa air telah berubah menjadi tanah karena proses pemanasan oleh api.

Kemuidian pada masa awal adanya ilmu kimia, berkembang juga suatu pemahaman baru

tentang sifat suatu zat atau materi. Para Ilmuan masa itu berpaham bahwa suatu zat bisa

hilang diakibatkat oleh proses tertentu. Paham ini disimpulkan oleh ahli kimia Jerman,

Becher dan Sthal yang menyatakan bahwa pada setiap benda yang dapat terbakar

mengandung zat flogioston. Dimana, zat ini akan lepas ke udara bila terbakar sehingga massa

benda sesudah terbakar akan menjadi lebih ringan. Pembakaran logam dan peleburan bijih

logam dengan batubara dapat diterangkan dengan teori ini. Namun, tidak semua kimiawan

sepakat dengan pemahaman ini walaupun teori ini merupakan konsep pemersatu sebelum

diakuinya hukum kekekalan massa Lavoisier.

Artikel Penunjang : Pengertian, Konsep, dan Wujud Zat


Antoine Laurent Lavoisier, ilmuan perancis menyangkal teori flogioston karena ada

kejanggalan dalam penerapannya dalam aspek yang lebih luas. Lavoisier membantah adanya

penemuan zat flogioston yang hanya merupakan imajinasi dari pemikir dahulu. Untuk

membuktikan pendapatnya, Lavoisier mendemonstrasikan eksperimennya bahwa pada proses

pembakaran, ternyata ada proses pengikatan oksigen oleh zat yang dibakar. Dalam

eksperimennya, beliau memanaskan raksa dalam tabung yang dihubungkan dengan tabung

berisi udara. Ternyata raksa yang dipanaskan berubah menjadi zat padat (oksida raksa) yang

massanya lebih besar dari massa raksa awal.tetapi pertambahan massa pada senyawa yang

terbentuk diikuti juga dengan pengurangan massa di udara. Dalam hal ini diindikasikan

bahwa adanya zat dalam udara yang mempengaruhi pembakaran raksa.

Percobaan lainnya yang pernah dilakukan Lavoisier yaitu dengan memanaskan air dalam

suatu bejana. Air dan bejana yang akan dipanaskan ditimbang terlebih dahulu untuk

mengetahui perbedaannya setelah pemanasan. Proses pemanasan dilakukan selama 100 hari.

Setelah pemanasan ia menimbang air dan bejana yang ternyata beratnya sama dengan

sebelum dilakukan pemanasan. Hal ini menjadi tolak ukur bahwa tidak ada sesuatu dari api

yang mempengaruhi massa materi. Walaupun massa keseluruhannya tetap sama, namun ada

sedikit perbedaan antara berat bejana setelah pemanasan dengan sebelum pemanasan. Berat

bejana setelah pemanasan berkurang, tetapi berat air bersama residu bertambah. Pertambahan

air bersama residu sama dengan pengurangan berat bejana.

Percobaan Lavoisier selanjutnya yaitu dengan pengujian menggunakan timah putih. Timah

dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang telah ditimbang terlebih dahulu. Kemudian tabung

ditutup dengan rapat dan dipanaskan hingga timah berubah seperti kapur. Setelah dingin,

tabung dan isinya ditimbang. Dan hasilnya sama dengan dua percobaan diatas dimana berat
keseluruhannya tidak berubah. Kemudian tabung dibuka dan terdengar suara udara yang

mulai masuk ke dalamnya. Kemudian tabung ditimbang kembali dan beratnya bertambah.

Pertambahannya berat tabung dan isinya dengan pertambahan berat timah bernilai sama.

Fakta ini menunjukkan bahwa pengapuran adalah perpindahan udara dalam timah.

Dengan 3 percobaan diatas Lavoisier berhasil membuktikan serta mengukuhkan bahwa massa

suatu materi akan tetap sama meski apapun proses yang diberikan padanya. Dan dengan

pembuktian ini teori yang sebelumnya diajukan, yaitu teori flogioston tidak digunakan lagi

dalam pengaplikasian ilmu kimia maupun fisika. Serta dengan penemuan ini membuat

Lavoisier diakui sebagai bapak kimia modern

C. APLIKASI HUKUM KEKEKALAN MASSA

Hukum kekekalan massa sangat bermanfaat dalam pemanfaatannya pada ilmu kimia

modern.Seperti pada persamaan reaksi kimia. Persamaan reaksi kimia harus setara karena

reaksi memenuhi hukum kekekalan massa. Contoh sebuah reaksi kimia dan penyetaraannya :

NaOH(aq) + CuSO4(aq)  Na2SO4(aq) + CU(OH)2(s)

Untuk menyetarakannya maka jumlah unsur sejenis di ruas kiri dan kanan harus sama. Jadi

persamaan barunya adalah :

2NaOH(aq) + CuSO4(aq)  Na2SO4(aq) + CU(OH)2(s)

http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Sejarah-Rumus-Penerapan-hukum-kekekalan-massa-
hukum-lavoisier.html

Sejarah Perkembangan Teori Atom


5/09/2013 04:43:00 AM
Sabat Awan
3

Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom.
Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum
Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa "Massa
total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi".
Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu
senyawa selalu berikut:

1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi

2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom
yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda

3. Atom-atom bergabung tetap". Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan


pendapatnya tentang atom sebagai membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat
dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 4. Reaksi
kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom,
sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak
peluru. Seperti gambar berikut ini:

Kelebihan dan Kekurangan Model Atom John Dalton

Kelebihan
Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom

Kelemahan
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus
listrik.Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.

B. Model Atom J.J.Thomson


Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J.
Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode
merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan
anode.
Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel
penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka
harus ada partikel lain yang bermuatan positif untuk menetrallkan muatan negatif elektron
tersebut.
Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan
mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson.
Yang menyatakan bahwa: “Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan
didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atom ini kemudian disebut sebagai “plum pudding model” yang lebih dikenal sebagai
model roti kismis. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:

Kelemahan: Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan
positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

C. Model Atom Rutherford


Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Erners Masreden) telah
ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus,
berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut
sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul
merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau
dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa
ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa
diteruskan (ada penyimpangan melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar
alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya sudut kurang dari 1°), tetapi dari
pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan
membelok sudut 90° bahkan lebih.

Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:


Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam
atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa
1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan
perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil
daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan
model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom
terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang
bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral
yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.

Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:

Kelemahan Model Atom Rutherford

Kelebihan
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti

Kelemahan
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori
fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama -
kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti
dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong
kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda.
Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala
Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford
adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

D. Model Atom Niels Bohr

Seorang Fisikawan Denmark, Niels Bohr (1885-1962) mengembangkan kekurangan teori


atom yang dikemukakan oleh Rutherford. Model atom Rutherford menyatakan bahwa atom
terdiri dari inti yang bermuatan positif dengan elektron yang mengelilingi inti tersebut, model
atom ini bisa juga dipandang seperti system tata surya kita dimana matahari sebagai inti dan
planet-planet sebagai elektron.

Menurut fisika klasik, obyek bermuatan yang mengalami percepatan akan mengemisikan
energi. Dari model atom Rutherford, elektron bergerak mengelilingi inti dengan lintasan
berbentuk lingkaran. Kita tahu bahwa benda cenderung untuk bergerak dengan lintasan lurus,
agar membentuk lintasan berbentuk lingkaran maka elektron tersebut secara konstan akan
merubah arah geraknya, dengan demikian elektron mengalamai percepatan yang konstan,
sebagai akibat dari peristiwa ini seperti halnya yang dikemuakan oleh teori fisika klasik
diatas maka elektron seharusnya kehilangan energi dalam bentuk emisi cahaya, sehingga
lama-kelamaan elektron akan jatuh ke inti.

Apakah hal ini betul-betul terjadi? Tentu saja tidak, sebab kenyataannya atom-atom yang ada
di alam semesta dalam keadaan yang stabil. Oleh sebab itulah maka Bohr berbendapat bahwa
teori fisika klasik tidak bisa dipergunakan untuk menjelaskan model atom.
Pada tahun 1913 Bohr mengemukakan bahwa:

• Electron dalam atom hydrogen bergerak mengelilingi inti pada orbit dengan jarak tertentu
dan tingkatan energi energi pada saat dia berpindah dari satu orbit ke orbit yang lain, energi
akan diabsorbsi atau tertentu pula.
• Selama elektron mengelilingi inti maka elektron tidak akan kehilangan energi. Elektron
hanya kehilangan atau mendapatkan diemisikan dalam bentuk radiasi elektromagnetik
dengan frekuensi tertentu.
• Untuk menjelaskan model atomnya ini Bohr menggunakan atom hydrogen sebagai model,
dia mampu menghitung radius setiap orbit yang ada di atom hydrogen sekaligus menghitung
tingakatan energinya, dan yang lebih penting lagi hal ini sesuai dengan kisaran data hasil
eksperimen yang ditunjukan oleh spectrum garis atom hydrogen.

Tingkatan energi dalam atom hydrogen dihitung dengan rumus:


E = -2.178×10-18 J ( Z2/n2)
Dimana n adalah bilangan bulat, dan Z adalah muatan inti. Model atom bohr hanya berlaku
untuk atom hydrogen dan atom-atom dengan konfigurasi seperti hydrogen, contohnya ion
Li+ dan ion He+.

Gambar Model Atom Niels Bohr:

Kelemahan model atom Bohr:


1. Lintasan electron yg sebenarnya, masih mempunyai sub kulit orbital bukan hanya berupa
lingkaran, jadi tidak sesederhana teori Bohr
2. Model atom Bohr hanya dapat menerangkan model atom hydrogen, belum dapat
menerangkan model atom berelektron banyak
3. Teori Bohr tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam kimia dengan baik, termasuk
pengaruh medan magnetik terhadap atom

KElebihan model atom Bohr:


1. Elektron tidak mengorbit mengelilingi inti melalui sembarang lintasan, tapi hanya melalui
lintasan tertentu dengan momentum sudut tertentu tanpa melepaskan energi (= Lintasan
Stasioner )
2. Elektron dapat berpindah hanya dengan melepaskan dan menyerap energi sebesar hf
(energi foton)

E. Model Atom Modern

Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum


Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori
mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat
ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan,
yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti
atom”.

Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut
orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin
Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk
menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom
mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital


menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau
hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk
kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa
orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.

CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG


Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner
seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut
orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan
keadaan tertentu dalam suatu atom)
Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron
yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti,
tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron

Kelemahan Model Atom Modern


Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam
kotak dan atom dengan elektron tunggal
http://sabatawan33.blogspot.co.id/2013/05/perkembangan-teori-atom.html

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

1. A. STRUKTUR ATOM

Perkembangan Model Atom : (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 121 sampai 126!)

1). Model Atom Dalton


a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.

b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.

c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda,
berlainan dalam massa dan sifatnya.

d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.

e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang
berubah akibat reaksi kimia.

Gambar Model Atom Dalton

Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :

1. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier) : massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama.
2. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust) : perbandingan massa unsur-unsur yang
menyusun suatu zat adalah tetap.

Kelemahan Model Atom Dalton :

Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini
ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.

Contoh :

2). Model Atom Thomson

a) Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson
yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton.

b) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan
kismis dalam roti kismis.

Perhatikan Gambar Model Atom Thomson dari Buku Paket Kimia 1A halaman 121!

3). Model Atom Rutherford

a) Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan
positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya
berasal dari massa intinya.

b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta
elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).

Kelemahan Model Atom Rutherford :


 Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya
tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
 Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang
memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan
kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.

Perhatikan Gambar Model Atom Rutherford dari Buku Paket Kimia 1A halaman 123!

4). Model Atom Niels Bohr

 Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
 Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-
tingkat energi tertentu dalam atom.

Menurutnya :

a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron
yang bermuatan negatif.

b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai
keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama
(kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).

c) Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada
cahaya yang dipancarkan.

d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan
stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari
lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.

e) Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi
terendah (disebut tingkat dasar = ground state).

Perhatikan Gambar Model Atom Niels Bohr dari Buku Paket Kimia 1A halaman 125!

Kelemahan Model Atom Niels Bohr :

1. Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron
dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.
2. Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.

5). Model Atom Modern

Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang;


diprakarsai oleh 3 ahli :

a) Louis Victor de Broglie

Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai
gelombang.
b) Werner Heisenberg

Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan
gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan
dengan kemungkinan – kemungkinan saja.

c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)

Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip


mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu
orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat
ditemukan dengan kemungkinan terbesar.

Orbit Orbital

Gambar Perbedaan antara orbit dan orbital untuk elektron

 Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana suatu
elektron kemungkinan ditemukan.
 Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan dan
sebaliknya.

PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM

(Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 88 sampai 96!)

Massa Muatan
Partikel Notasi
Sesungguhnya Relatif thd proton Sesungguhnya Relatif thd proton

Proton 1,67 x 10-24 g 1 sma 1,6 x 10-19 C +1

Neutron 1,67 x 10-24 g 1 sma 0 0

Elektron 9,11 x 10-28 g Sma -1,6 x 10-19 C -1

Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).

1 sma = 1,66 x 10-24 gram

NOMOR ATOM

 Menyatakan jumlah proton dalam atom.


 Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah
elektron).
 Diberi simbol huruf Z
o Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang
menerima elektron berubah menjadi ion negatif.

Contoh : 19K

Artinya …………..

NOMOR MASSA

v Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.

v Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.

v Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi
lambang huruf A), sehingga :

A = nomor massa

= jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )

A = p+n=Z+n

v Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor
massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan
Nuklida.

Keterangan :

X = lambang atom A = nomor massa

Z = nomor atom Contoh :

SUSUNAN ION

v Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron


tambahan.

v Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).

v Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).

v Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton
dan neutronnya tetap.

Contoh :

Spesi Proton Elektron Neutron

Atom Na 11 11 12
Ion 11 10 12

Ion 11 12 12

Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :

1). Untuk nuklida atom netral :

: p=Z

e=Z

n = (A-Z)

2). Untuk nuklida kation :

: p=Z

e = Z – (+y)

n = (A-Z)

3). Untuk nuklida anion :

: p=Z

e = Z – (-y)

n = (A-Z)

ISOTOP, ISOBAR DAN ISOTON

1). ISOTOP

Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda
nomor massanya.

Contoh : ; ;

2). ISOBAR

Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi
mempunyai nomor massa yang sama.

Contoh : dengan

3). ISOTON
Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi
mempunyai jumlah neutron yang sama.

Contoh : dengan

KONFIGURASI ELEKTRON

(Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 83 sampai 88!)

ü Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.

ü Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2
diberi lambang L dst.

ü Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

Contoh :

Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron

Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron

Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron

Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron

Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron

Catatan :

Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya
kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.

Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :

1. Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.


2. Khusus untuk golongan utama (golongan A) :

Jumlah kulit = nomor periode

Jumlah elektron valensi = nomor golongan

1. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.

 Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu
senyawa.
 Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-
unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.

Contoh :
Unsur Nomor Atom K L M N O

He 2 2

Li 3 2 1

Ar 18 2 8 8

Ca 20 2 8 8 2

Sr 38 2 8 18 8 2

Perhatikan Tabel 3.3 Buku Paket Kimia 1A halaman 85!

Catatan :

 Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari
golongan A (golongan utama).
 Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian
sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.

Contoh :

Unsur Nomor Atom K L M N

Sc 21 2 8 9 2

Ti 22 2 8 10 2

Mn 25 2 8 13 2

Zn 30 2 8 18 2

Soal-Soal Latihan :

Kerjakan Latihan 3.3 dari Buku Paket halaman 88 nomor 1 – nomor 5!

MASSA ATOM RELATIF (Ar)

(Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 38 sampai 39 dan halaman 100 sampai 103!)

 Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.
 Pada umumnya, unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif
(Ar) digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya.
 Menurut IUPAC, sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu dari massa 1 atom C-12;
sehingga dirumuskan :

Ar unsur X = ……………………(1)
 Karena : massa 1 atom C-12 = 1 sma ; maka :

Ar unsur X = ……………………(2)

MASSA MOLEKUL RELATIF (Mr)

 Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar.


 Besarnya massa molekul relatif (Mr) suatu zat = jumlah massa atom relatif (Ar) dari atom-
atom penyusun molekul zat tersebut.
 Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif (Mr) karena senyawa ion
tidak terdiri atas molekul.
 Mr = S Ar

Contoh :

Diketahui : massa atom relatif (Ar) H = 1; C = 12; N = 14 dan O = 16.

Berapa massa molekul relatif (Mr) dari CO(NH2)2

Jawab :

Mr CO(NH2)2 = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H)

= (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1)

= 60

1. B. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

(Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 72 sampai 82!)

1). Hukum Triade Dobereiner

 Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).


 Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.
 Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.

Jenis Triade :

1. Triade Litium (Li), Natrium (Na) dan Kalium (K)

Unsur Massa Atom Wujud

Li 6,94 Padat

Na 22,99 Padat

K 39,10 Padat
Massa Atom Na (Ar Na) = = 23,02

1. Triade Kalsium (Ca), Stronsium (Sr) dan Barium (Ba)


2. Triade Klor (Cl), Brom (Br) dan Iod (I)

2). Hukum Oktaf Newlands

v Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).

v Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).

v Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat
yang mirip dengan unsur ke-2 dst.

v Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum
Oktaf.

H Li Be B C N O

F Na Mg Al Si P S

Cl K Ca Cr Ti Mn Fe

Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.

3). Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)

ü Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia)
berdasarkan pada prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan unsur.

ü Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih
mengutamakan kenaikan massa atom.

ü Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya.
Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat
tertentu akan berulang secara periodik.

ü Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut
Golongan.

ü Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom
relatifnya dan disebut Periode.

4). Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)

 Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan
fungsi periodik dari nomor atomnya.
 Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom
relatifnya (Ar).
1. C. PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN

1). Periode

 Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik.


 SPU Modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah/banyaknya kulit
atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut.

Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom

Jadi :

 Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1), unsur-unsur
yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2 dst.

Contoh :

9F : 2 , 7 periode ke-2

12Mg : 2 , 8 , 2 periode ke-3

31Ga : 2 , 8 , 18 , 3 periode ke-4

Catatan :

a) Periode 1, 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur.

b) Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang.

c) Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A.

d) Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya, Anda
hanya perlu mengetahui nomor atom unsur yang memulai setiap periode.

2). Golongan

 Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang terbagi menjadi 8 golongan utama
(golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B).
 Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.
 Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik :

Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi

 Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu :

1. Golongan IA = golongan Alkali


2. Golongan IIA = golongan Alkali Tanah
3. Golongan IIIA = golongan Boron
4. Golongan IVA = golongan Karbon
5. Golongan VA = golongan Nitrogen
6. Golongan VIA = golongan Oksigen
7. Golongan VIIA = golongan Halida / Halogen
8. Golongan VIIIA = golongan Gas Mulia

1. D. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR

Meliputi :

1). Jari-Jari Atom

 Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.


 Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.
 Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit
elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.

Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.

 Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin
bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti
terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-
jari atom.

Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.

2). Energi Ionisasi

ü Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan
satu elektron membentuk ion bermuatan +1.

ü Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang
lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.

EI 1< EI 2 < EI 3 dst

ü Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom
bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya
elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan.

ü Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom
semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat.
Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.

3). Afinitas Elektron

 Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila
menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.
 Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik
elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.
 Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.
 Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.
 Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.
 Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan
VIIIA.
 Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.

4). Keelektronegatifan

 Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa
(dalam ikatannya).
 Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs)
sampai 4 (keelektronegatifan F).
 Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan
akan membentuk ion negatif.
 Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron
dan akan membentuk ion positif.
 Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil.
 Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.

https://kimiaku.wordpress.com/materi-belajar/struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur/

Home » Kimia » Pengertian dan Jenis - Jenis Ikatan Kimia

Pengertian dan Jenis - Jenis Ikatan Kimia


in Kimia - on 08:00 - 5 comments
Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh

keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang IKATAN KIMIA, dua poin utama yang

menjadi pembahasannya adalah Pengertian Ikatan Kimia dan Jenis – Jenis Ikatan Kimia.

Semoga dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN IKATAN KIMIA

Ikatan kimia adalah ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul dengan cara :

 Atom yang satu melepaskan elektroEn, sedangakan atom yang lain menerima elektron
(serah terima elektron)
 Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang
berikatan
 Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom yang
berikatan
Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah guna terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.

Kestabilan unsur terjadi apabila suatu unsur mengikuti aturan oktet. Aturan Oktet adalah

kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnnya sama seperti gas

mulia. Unsur gas mulia (Gol VIIIA) mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2

(duplet, hanya unsur Helium).

Sebelum mengetahui jenis-jenis ikatan kimia, kita harus mengetahui apa itu konfigurasi

elektron. Konfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah unsur. Susunan

elektron berbentuk sub kulit-sub kulit, yang masing-masing sub kulit terdiri dari elektron

yang berbeda. Kulit K : 2, L : 8, M : 8, N : 8. Dengan adanya konfigurasi elektron, kita dapat

mengetahui letak unsur disistem periodik (periode dan golongan).

http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Jenis-Macam-Ikatan-Kimia-Adalah.html

Gas, Cair, dan Padat


1. Zat Padat

(Gambar : Molekul Zat Padat sangat berdekatan)

Ciri-Ciri Zat Padat | Zat padat mempunyai sifat bentuk dan volumenya tetap. Zat padat
betnuknya tetap dikarenakan partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan, tersusun
teratur dan mempunyai gaya tarik antra partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan
partikel pda zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukannya saja., Untuk lebih
mengetahui seperti apakah itu zat padat mari kita pelajari ciri-ciri zat padat, Berikut ciri-ciri
zat padat..

Ciri-Ciri Zat Padat..

Benda yang berbentuk padat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a. Jika zat padat dipindahkan ke mana pun, bentuknya akan selalu tetap atau tidak berubah.
Contoh: bath di halaman jika dipindahkan di atas meja, masih mempunyai bentuk yang sama.
b. Zat padat dipindah ke mana saja akan mempunyai volume yang sama atau tetap.
c. Letak molekulnya sangatberdekatan dan teratur
d. Gaya tank antarmolekulnya sangat kuat.
e. Gerakan molekul hanya terbatas pada tempatnya saja.

(Contoh Zat Padat : Batu )

Sifat-Sifat Zat Padat


Sifat-sifat Zat Padat | Zat padat memiliki sifat Berdasarkan Partikel-partikelnya sebagai
berikut

1. Gaya tarik-menarik antar partikel sangat kuat,


2. Parikel-partikel posisinya yang tetap disebut posisi yang teratur disebut
Kristal, dan jika tidak maka disebut amorf
3. Adanya getaran tetapi itu hanya di atap

Contoh zat padat adalahkayu,gelas, batu, tongkat, batangan besi dan sebagainya.

2. Zat Cair
(Molekul Zat Cair )

Ciri-Ciri Zat Cair | Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap. Zat
cair Bentuknya berubah-ubah dikarenakana partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi
renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap
dikarenakan partikel pada zat cair, mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalakan
kelompoknya. Coba Perhatikan lingkungan rumahmu! Benda apa saja yang termasuk zat
cair? Bagaimana bentuk zat cair itu jika dipindahkan ke dalam bejana yang berbeda? Apabila
dilakukan pengukuran volume dengan dua buah alat ukur yang berbeda, samakah volume zat
cair itu? Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menjumpai zat-zat yang berwujud cair,
misalnya minyak tanah, air, dan bensin, Untuk lebih mengetahui seperti apakah itu zat cair
mari kita pelajari ciri-ciri zat cair. Zat yang berwujud cair mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut.

Ciri-Ciri Zat Cair

Zat yang berwujud cair mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a. Bentuk selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya.


b. Volume zat cair tetap.
c. Letak molekulnya berdekatan
d. Gaya tank antarmolekulnya lemah.
e. Gerak molekulnya agak bebas, tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya. Hal itulah
yang menyebabkan bentuknya selalu berubah sesuai dengan tempatnya, tetapi volumenya
tetap.

Sifat-Sifat Zat Cair


(Contoh Zat Cair : Air )

Sifat-Sifat Zat cair | Zat cair memiliki Sifat yang Berdasarkan partikel-partikelnya sebagai
berikut..

1. Gerakan partikel lebih lincah dari pada zat padat dan partikel dapat berpindah
tempat.
2. Adanya gaya tarik menarik antar partikel lemah dibandingkan zat padat.
3. Jarak antar partikel-partikel berjauhan dan tetap

Contoh zat cair adalah air raksa dan air,

3. Gas

(Gambar : Letak Molekul Zat Gas Sangat Berjauhan )

Ciri-Ciri Zat Gas| Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah.
Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak
teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel
pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya. Lihat pertanyaan berikut
ini… Dapatkah kamu melihat benda yang berwujud gas? Jika temanmu menyemprotkan
minyak wangi di dalam ruang kelas, dapatkah kamu mencium bau minyak wangi tersebut?
Mengapa demikian? Minyak wangi yang disemprotkan di ruang kelas akan segera menguap
(berubah wujud menjadi gas), Untuk lebih mengetahui seperti apakah itu zat Gas mari kita
pelajari ciri-ciri zat Gas Benda berwujud gas mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

Ciri-Ciri Zat Gas

Benda berwujud gas mempunyai ciri-ciri adalah…

(Contoh Zat Gas , Asap dari Pabrik)

(1) Bentuk dan volumenya berubah sesuai dengan tempatnya. Misalnya, udara dimasukkan
ke dalam balon, maka bentuknya seperti balon. Jika dimasukkan ke dalam ban sepeda, maka
bentuknya seperti ban sepeda.

(2) Letak antarmolekulnya sangat berjauhan

(3) Gaya tank antarmolekulnya sangat lemah.

(4) Selalu memenuhi ruangan karena gerak molekulnya sangat bebas.

Sifat-Sifat Zat Gas

Sifat-sifat Zat gas | Zat Gas memiliki Sifat yang Berdasarkan partikel-partikelnya sebagai
berikut…

1. Gaya tarik-menarik sangat kurang atau mungkin tidak ada


2. Partikel-partikel zat gas sangat bebas bergerak
3. Jarak Partikelnya berubah-ubah atau tak menentu

http://informasiana.com/jenis-sifat-dan-ciri-ciri-zat-berdasarkan-wujudnya-serta-contohnya-masing-
masing/
Pengertian Stoikiometri
Stoikiometri berasal dari dua suku kata bahasa Yunani yaitu Stoicheion yang berarti "unsur" dan
Metron yang berarti "pengukuran".

Stoikiometri adalah suatu pokok bahasan dalam kimia yang melibatkan keterkaitan reaktan dan
produk dalam sebuah reaksi kimia untuk menentukan kuantitas dari setiap zat yang bereaksi.

D. Titrasi Asam Lemah dengan Basa


Lemah

· Larutan penyangga
adalah larutan yang digunakan untuk
mempertahankan nilai pH tertentu agar
tidak banyak berubah selama reaksi kimia
berlangsung. Sifat yang khas dari larutan
penyangga ini adalah pH-nya hanya
berubah sedikit dengan pemberian sedikit
asam kuat atau basa kuat.
 Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:

Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini
dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya.
Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana
asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam
yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa
kuat yang digunakan seperti natriumNa), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.

Larutan penyangga yang bersifat basa

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini
dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara
lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa
lemahnya dicampurkan berlebih

Menghitung pH Larutan Penyangga


A. Larutan Penyangga Asam

Campuran asam lemah dengan basa konjugasinya, misalnya CH3COOH dengan CH3COO–.
Kita ketahui bahwa hampir semua ion CH3COO– dalam larutan berasal dari garam sebab
CH3COOH hanya sedikit sekali yang terionisasi
CH3COOH ←⎯⎯⎯⎯→ CH3COO– + H+
B. Larutan Penyangga Basa

larutan yang mengandung basa lemah dengan asam konjugasinya. Misalnya, NH3 dan NH4 +
yang berasal dari garam (James E. Brady, 1990).
NH3 + H2O ←⎯⎯⎯⎯→ NH4+ + OH–

https://reginaaprillyablog.wordpress.com/2013/11/08/materi-tentang-larutan-asam-
basakesetimbangan-ion-ion-dalam-larutansistem-koloid/