Anda di halaman 1dari 8

NOTULEN PERTEMUAN DESA FATAMARI

NOMOR:

KEGIATAN : SMD dan MMD


HARI/TANGGAL : Kamis, 06 September 2018
JAM : 15.30 – 18.00
PERIHAL :
SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan oleh MC.
2. Sambutan Kepala Tata Usaha Puskesmas Watuneso dan sambutan Kepala Desa Fatamari
sekaligus membuka kegiatan SMD dan MMD.
3. Pembacaan doa oleh Staf Puskesmas Watuneso.
4. Acara inti yakni SMD dan MMD.
5. Pembacaan kesimpulan.
6. Penutup oleh Kepala Desa Fatamari.
7. Pembacaan doa.
8. Penutup oleh MC.
PIMPINAN MUSYAWARAH
1. Ketua : Servus Senda (Kepala Desa Fatamari)
2. Sekretaris : Maria G. Watun
3. Pencatat : Maria G. Watune
4. Peserta : Masyarakat Fatamari
KEGIATAN RAPAT
PROSES PERTEMUAN : Berjalan Lancar
HASIL RAPAT DAN DISKUSI :
1. Hasil PIS-PK sebesar 7% penderita TB Paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
sedangkan sebesar 93% penderita TB paru tidak mendapatkan pengobatan sesuai standar.
a. Survey Mawas Diri
1) Adakah Bapak/Ibu/Anggota Keluarga yang pernah menderita batuk berdahak lebih
dari 2 minggu disertai satu atau lebih gejala dahak bercampur darah/batuk berdarah,
berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam lebih
dari 1 bulan?
2) Pernahkah Bapak/Ibu/Anggota Keluarga yang batuk tersebut pernah memeriksakan
diri ke puskesmas?
3) Jika tidak, mengapa Anda tidak memeriksakan diri ke puskesmas? Sebutkan
alasannya!
4) Jika ya, penyakit apakah yang Anda derita setelah pemeriksaan di puskesmas?
5) Jika Anda didiagnosis penyakit TB, apakah Anda melakukan pengobatan secara
teratur?
6) Jika pengobatan Anda tidak dilakukan secara teratur, mengapa hal itu terjadi?
Sebutkan alasannya!
Jawaban:
a) Portasius Goli (Mulawatu)
“Dana tidak mencukupi dan pengambilan sampel yang kurang tepat”.
b) Geradus Rame (Mulawatu)
“Sudah melakukan pemeriksaan sputum dan hasilnya negatif”.
c) Yohanes Keli (Mulawatu)
“Belum melakukan pemeriksaan sputum karena tidak tahu bagaimana caranya”.
d) Emiliana Jamba (Mulawatu)
“Pernah batuk berdarah, sudah pernah periksa sputum dan hasilnya negatif”.
e) Hendrikus Sura (Wolobetho)
“Sudah pernah periksa dan sudah minum obat. Tidak minum obat lagi karena
tidak bisa tahan efek samping dan tekanan darah turun”.
f) Silvester Rato (Wolobetho)
“Tidak tahu gejala TB dan pengambilan sputum salah sehingga hasilnya negatif”.
g) Hendrikus Delu (Wolobetho)
“Tidak ada keluarga yang mendampingi”.
h) Paulus Bhoka (Deturau)
“Pernah batuk, sudah periksa sputum hasil negatif. Belum di rontgen karena tidak
ada uang”.
i) Markus Woda (Deturau)
“Pernah batuk, sudah periksa di puskesmas hasil negatif. Mau rontgen tidak ada
uang”.
j) Margareta Mare (Wolonio)
“Belum pernah periksa karena malu”.
k) Blasius Tani Wara (Wolomage)
“Istri sudah pernah minum obat TB tapi tidak teratur, karena tidak ada
pengawasan minum obat, sehingga batuk kambuh kembali”.
l) Simon Senda
“Sudah melakukan pemeriksaan dahak, tapi hasil negatif”.
m) Maria Daso
“Menderita TB, sudah melakukan pengobatan TB. Sekarang sementara minum
obat selama 6 bulan”.
n) Servus Senda (Bapak Kepala Desa)
“ Masyarakat sebaiknya mengumpulkan dahak yang benar”.
b. Musyawarah Masyarakat Desa
Diskusikan dan buatlah kegiatan atau usaha apa yang sebaiknya dilakukan untuk
masyarakat Desa Fatamari yang tidak memeriksakan diri dan yang menderita TB tetapi
tidak melakukan pengobatan secara teratur.

KESIMPULAN :
1. Adapun faktor risiko yang ditemukan pada penderita TB Paru yang tidak mendapatkan
pengobatan sesuai standar, yaitu:
a. Dana tidak mencukupi
b. Pengambilan sampel yang kurang tepat
c. Warga tidak tahu gejala TB
d. Tidak adanya PMO
e. Tidak ada keluarga mendampingi
f. Budaya malu masih ada
2. Adapun pemecahan masalah yang dirumuskan dalam MMD, yaitu:
Kegiatan 1
a. Nama Kegiatan : Senter TB
b. Tujuan : Untuk deteksi gejala TB sekaligus pengumpulan dahak atau
sputum yang benar
c. Sasaran : Masyarakat Desa Fatamari
d. Waktu : Setiap hari
e. Siapa yang Terlibat : Bidan Desa, Kader, Warga Desa Fatamari
f. Tempat Pelaksanaan : Desa Fatamari
g. Sumber Daya : Pribadi
h. Indikator Keberhasilan : 80%
Kegiatan 2
a. Nama Kegiatan : Penyuluhan TB
b. Tujuan : Untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang penyakit TB.
c. Sasaran : Masyarakat Desa Fatamari
d. Waktu : Sesuai jadwal posyandu
e. Siapa yang Terlibat : Staf Puskesmas
f. Tempat Pelaksanaan : Pustu Mulawatu
g. Sumber Daya : Usulan Anggaran Dana Desa
h. Indikator Keberhasilan : 80%
Kegiatan 3
a. Nama Kegiatan : Sensitib (Rontgen TB)
b. Tujuan : Untuk mengumpulkan semua suspek TB dengan hasil BTA
negatif untuk dilakukan rontgen dada bersama-sama ke rumah
sakit.
c. Sasaran : Suspek TB dengan BTA negatif
d. Waktu : Sesuai kesepakatan
e. Siapa yang Terlibat : Kader dan Bidan Desa
f. Tempat Pelaksanaan : Pustu dan Kantor Desa
g. Sumber Daya : Dibicarakan di Musdus
h. Indikator Keberhasilan : 80%
Kegiatan 4
a. Nama Kegiatan : PMO TB
b. Tujuan : Kader memantau pengawasan minum obat penderita TB
c. Sasaran : Penderita TB
d. Waktu : Setiap hari selama 6 bulan
e. Siapa yang Terlibat : Kader
f. Tempat Pelaksanaan : Desa Fatamari
g. Sumber Daya : Usulan Anggaran Dana Desa
h. Indikator Keberhasilan : Persentase penderita TB yang mendapatkan pengobatan secara
teratur 100%
Mengetahui Watuneso, 06 September 2018
Kepala Desa Fatamari Notulen

Servus Senda Maria G. Watun

NOTULEN PERTEMUAN DESA WOLOSAMBI


NOMOR:

KEGIATAN : SMD dan MMD


HARI/TANGGAL : Kamis, 13 September 2018
JAM : 09.00-12.00
PERIHAL :
SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan oleh MC.
2. Sambutan Kepala Tata Usaha Puskesmas Watuneso dan sambutan Kepala Desa
Wolosambi sekaligus membuka kegiatan SMD dan MMD.
3. Pembacaan doa oleh Staf Puskesmas Watuneso.
4. Acara inti yakni SMD dan MMD.
5. Pembacaan kesimpulan.
6. Penutup oleh Kepala Desa Wolosambi.
7. Pembacaan doa.
8. Penutup oleh MC.
PIMPINAN MUSYAWARAH
1. Ketua : …………. (Kepala Desa Wolosambi)
2. Sekretaris : ……………
5. Pencatat : ……………
6. Peserta : Masyarakat Wolosambi
KEGIATAN RAPAT
PROSES PERTEMUAN : Berjalan Lancar
HASIL RAPAT DAN DISKUSI :
1. Hasil PIS-PK sebesar 22% penderita TB Paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
sedangkan sebesar 78% penderita TB paru tidak mendapatkan pengobatan sesuai standar.
a. Survey Mawas Diri
1) Adakah Bapak/Ibu/Anggota Keluarga yang pernah menderita batuk berdahak lebih
dari 2 minggu disertai satu atau lebih gejala dahak bercampur darah/batuk berdarah,
berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam lebih
dari 1 bulan?
2) Pernahkah Bapak/Ibu/Anggota Keluarga yang batuk tersebut pernah memeriksakan
diri ke puskesmas?
3) Jika tidak, mengapa Anda tidak memeriksakan diri ke puskesmas? Sebutkan
alasannya!
4) Jika ya, penyakit apakah yang Anda derita setelah pemeriksaan di puskesmas?
5) Jika Anda didiagnosis penyakit TB, apakah Anda melakukan pengobatan secara
teratur?
6) Jika pengobatan Anda tidak dilakukan secara teratur, mengapa hal itu terjadi?
Sebutkan alasannya!
Jawaban:
a) Petrus Lima
“Pernah batuk kurang lebih 2 minggu. Belum berobat ke puskesmas karena uang
tidak ada dan sendiri di rumah”.
b) Dominikus Du’u
“Pernah batuk kurang lebih 2 minggu. Sudah berobat ke puskesmas dan RS
Maumere. Sudah pengobatan selama 6 bulan, tapi tidak tuntas karena BAB terus
menerus, sakit kepala, dan kencing berwarna merah”.
c) Ferdinandus Laka
“Pernah batuk kurang lebih 2 minggu. Sudah periksa ke puskesmas hasilnya
negatif. Batuk tidak sembuh, sampai nyeri dada. Tidak ke puskesmas lagi karena
tidak ada uang”.
d) Margareta Paju
“Batuk kurang lebih 2 minggu. Tidak ke puskesmas karena sibuk kerja di kebun.
Hanya beli obat batuk di warung tapi tidak sembuh”.
e) Lorens Renga
“Anak pernah batuk lebih 2 minggu. Sudah periksa ke puskesmas dan dokter
praktik di Maumere. Hasilnya positif TB. Sudah minum obat 6 bulan rutin sampai
tuntas dan dinyatakan sembuh”.
f) Veronika Nggumba
“Pernah batuk kurang lebih 2 minggu. Sudah periksa ke puskesmas hasilnya
negatif. Batuk belum berhenti dan tidak ke puskesmas karena ……………”
b. Musyawarah Masyarakat Desa
Diskusikan dan buatlah kegiatan atau usaha apa yang sebaiknya dilakukan untuk
masyarakat Desa Wolosambi yang tidak memeriksakan diri dan yang menderita TB
tetapi tidak melakukan pengobatan secara teratur.

KESIMPULAN :
1. Adapun faktor risiko yang ditemukan pada penderita TB Paru yang tidak mendapatkan
pengobatan sesuai standar, yaitu:
a. Sudah minum obat, ada efek samping, kencing berwarna merah.
b. Mengalami kekurangan dana ke puskesmas.
c. Tidak ada keluarga yang mendampingi.
d. Kerja banyak.
e. Salah pengambilan sputum (dahak).
f. Budaya malu.
g. Sudah melakukan pemeriksaan, tapi belum ada penyampaian hasil dari puskesmas.
2. Adapun pemecahan masalah yang dirumuskan dalam MMD, yaitu:
Kegiatan 1
a. Nama Kegiatan : Gerakan Aktif TB
b. Tujuan : Untuk menjaring suspek TB
c. Sasaran : Masyarakat
d. Waktu : Disesuaikan
e. Siapa yang Terlibat : Kader, Kepala Desa
f. Tempat Pelaksanaan : Desa Wolosambi
g. Sumber Daya : Anggaran Dana Desa
h. Indikator Keberhasilan : 80%
Kegiatan 2
a. Nama Kegiatan : Sosis TB (Sosialisasi TB)
b. Tujuan : Untuk memantau perkembangan penderita TB dan untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB
c. Sasaran : Masyarakat
d. Waktu : Disesuaikan
e. Siapa yang Terlibat : Kader, Kepala Desa, Petugas puskesmas
f. Tempat Pelaksanaan : Kantor Desa Wolosambi
g. Sumber Daya : DDS/APBN
h. Indikator Keberhasilan : Masyarakat dapat mengetahui mengenai TB

Mengetahui Watuneso, 13 September 2018


Kepala Desa Wolosambi Notulen

Lukas Logho

NOTULEN PERTEMUAN DESA RANGGATALO


NOMOR:

KEGIATAN : SMD dan MMD


HARI/TANGGAL : Kamis, …………………… 2018
JAM : 15.00 – 18.00
PERIHAL :
SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan oleh MC.
2. Sambutan Kepala Puskesmas Watuneso dan sambutan Kepala Desa Ranggatalo sekaligus
membuka kegiatan SMD dan MMD.
3. Pembacaan doa oleh Staf Puskesmas Watuneso.
4. Acara inti yakni SMD dan MMD.
5. Pembacaan kesimpulan.
6. Penutup oleh Kepala Desa Ranggatalo.
7. Pembacaan doa.
8. Penutup oleh MC.
PIMPINAN MUSYAWARAH
1. Ketua : …………. (Kepala Desa Ranggatalo)
2. Sekretaris : …………
3. Pencatat : ……………
4. Peserta : Masyarakat Ranggatalo
KEGIATAN RAPAT
PROSES PERTEMUAN : Berjalan Lancar
HASIL RAPAT DAN DISKUSI :
1. Hasil PIS-PK sebesar 3% keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB),
sedangkan 97% keluarga tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
a. Survey Mawas Diri
1) Apakah Bapak/Ibu atau adakah Anggota Keluarga yang berusia 10-54 tahun dan
telah menikah?
2) Apakah Bapak/Ibu atau Anggota Keluarga yang berusia 10-54 tahun dan telah
menikah tersebut menggunakan alat kontrasepsi atau ikut program Keluarga
Berencana (KB)?
3) Jika ya, alat kontrasepsi apa yang Anda gunakan?
4) Jika tidak, mengapa Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi atau tidak ikut
program Keluarga Berencana (KB)? Sebutkan alasannya!
Jawaban:
a) Orang I
“……………..”.
b) Orang II
“……………….”.
c) Orang III
“……………….”.
d) Orang IV
“……………….”.
e) Orang V
“……………….”.
f) Orang VI
“……………”.
b. Musyawarah Masyarakat Desa
Diskusikan dan buatlah kegiatan atau usaha apa yang sebaiknya dilakukan untuk
masyarakat Desa Ranggatalo yang tidak menggunakan alat kontrasepsi atau tidak ikut
program Keluarga Berencana (KB).

KESIMPULAN :
1. Adapun faktor risiko yang ditemukan pada keluarga yang tidak menggunakan alat kontrasepsi
atau tidak ikut program Keluarga Berencana (KB), yaitu:
a. ………………………..
b. ………………………….
c. …………………………..
d. ………………………….
e. …………………………
f. ……………………………
2. Adapun pemecahan masalah yang dirumuskan dalam MMD, yaitu:
a. Nama Kegiatan : ….
b. Tujuan : ….
c. Sasaran : ….
d. Waktu : ….
e. Siapa yang Terlibat : …
f. Tempat Pelaksanaan : ….
g. Sumber Daya : ….
h. Indikator Keberhasilan : ….

Mengetahui Watuneso, …………… 2018


Kepala Desa Ranggatalo Notulen