Anda di halaman 1dari 4

KONSEP DASAR KEPERAWATAN III

DIABETES MELLITUS
(KDK III DM)

DISUSUN OLEH :
NURUL HAFITRI
SHERLY META SARI
NOER AFHIZAN
TRI SUGIARTI
GAFUR
OLGA VIRGIA

D-IV KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK
2014/2015
TUGAS 4
3. Jelaskan peran masing – masing anggota tim manajemen diabetes pada
kasus di atas!
a. Masyarakat terkait
- Masyarakat berperan sebagai agen pengontrol dalam pencegahan
terjadi diabetes di lingkungan sekitar.
- Mencegah terjadinya peningkatan angka kejadian diabetes mellitus
b. Puskesmas, Rumah Sakit, dan Dinas kesehatan setempat
- Puskesmas : sebagai tempat yang memberikan pelayanan kesehatan
pertama di lingkungan masyarakat.
- Rumah sakit : sebagai unit perawatan lanjutan ataupun rujukan dari
puskesmas dalam pemberian pelayanan kesehatan.
- Dinas kesehatan : yang berperan sebagai tempat rekapitulasi data
penyakit suatu wilayah.
c. Ahli gizi
- Mengatur diet bersama pasien.
- Mengatur program penurunan BB (bagi pasien dengan obesitas).
d. Petugas Analis Kesehatan
- Memeriksa kadar glukosa darah
e. Dokter umum/spesialis
- Melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik.
- Menganjurkan pemeriksaan laboratorium dan menganalisa hasilnya.
- Menetapkan diagnosa medis,memberi terapi yang sesuai.
- Mengidentifikasi adanya komplikasi penyakit.
f. Perawat
- Melakukan anamnesa.
- Pemeriksaan fisik secara umum.
- Menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh)
IMT = BB (kg)/TB (m2)
Klasifikasi
BB Kurang <18,5
BB Normal 18,5-22,9
BB Lebih >23,0
Dengan risiko 23,0-24,9
Obesitas I 25,0-29,9
Obesitas II >30

- BBI (Berat Badan Ideal)


Bagi pria dengan TB<160 cm, dan wanita <150 cm,
BBI = 90% x (TB dlm cm – 100) x 1kg

Diklasifikasikan : BBA/BBI x 100%


Berat Badan Normal : BBI + 10% (BBA=> 90 – 110%)
Kurus : < BBI – 10% (BBA<90%)
Gemuk : > BBI + 10% (BBA>110%)

- Lingkar perut.
Normal lingkar perut pria < 90 cm.
Normal lingkar perut wanita > 80 cm.

- Perawatan kaki sederhana.


- Membantu pemeriksaan Gula Darah.
Glukosa Normal Pre-DM DM
Puasa < 100 mg/dl 100-126 mg/dl >126 mg/dl
2 jam PP < 140 mg/dl 140-199 mg/dl >200mg/dl

- Merencanakan intervensi sesuai keadaan dan kebutuhan pasien


- Melakukan implementasi sesuai intervensi
- Melakukan penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang diabetes.
- Meningkatkan motivasi diabetisi untuk patuh kontrol, minum obat,
dan diet.
- Olahraga.
- Dokumentasi keadaan luka kaki diabetisi.
g. Rehabilitasi Medis ( psikologis dan keluarga )
- memberikan motivasi dan dukungan kepada pasien yang didiagnosa
diabetes mellitus.
4. Jelaskan rencana tim dalam membantu mengatasi masalah yang muncul
pada kasus di atas!
a. Pemberian Edukasi Diabetes Mellitus
Tim kesehatan mendampingi pasien dalam menuju perubahan
perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif dan upaya
peningkatan motivasi. Edukasi yang dapat diberikan yaitu tentang
pemantauan glukosa darah mandiri, tanda dan gejala hiperglikemia
serta cara mengatasinya harus diberikan kepada pasien.
b. Pengaturan Asupan Nutrisi
Setiap penyandang Diabetes Mellitus sebaiknya mendapat
asupan nutrisi sesuai kebutuhannya guna mencapai sasaran terapi.
Prinsip pengaturan makan pada penyandang Diabetes Mellitus hampir
sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan
yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi
masing-masing individu. Pada penyandang Diabetes Mellitus perlu
ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal, jenis, dan
jumlah makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat
penurun glukosa darah atau insulin.
c. Latihan Jasmani
Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan jasmani secara teratur
(3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit), merupakan salah
satu pilar dalam pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe II. Kegiatan
sehari-hari seperti berjalan kaki ke pasar, menggunakan tangga,
berkebun harus tetap dilakukan. Latihan jasmani selain untuk menjaga
kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki
sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa
darah. Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status
kesegaran jasmani. Untuk mereka yang relative sehat, intensitas
latihan jasmani bisa ditingkatkan, sementara yang sudah mendapat
komplikasi Diabetes Mellitus dapat dikurangi. Hindarkan kebiasaan
hidup yang kurang gerak atau bermalas-malasan.
d. Terapi farmakologis
- Obat Hiperglikemia Oral (OHO)
Obat – obatan yang digunakan adalah sebagai peningkat
sensitivitas terhadap insulin dan sulfonylurea (obat yang
merangsang fungsi sel beta dan meningkatkan sekresi insulin).
Dua tipe pensensitif yang tersedia adalah metformin dan
tiazolidinedion.
- Terapi insulin
Pada Diabetes Mellitus Tipe I, tubuh kehilangan
kemampuan untuk memproduksi insulin. Dengan demikian,
insulin eksogenus harus diberikan dalam jumlah tak terbatas. Pada
Diabetes Mellitus Tipe II, insulin mungkin diperlukan sebagai
terapi jangka panjang untuk mengendalikan kadar glukosa darah
jika diet dan OHO tidak berhasil mengontrolnya.

Sumber : http://www.manajement-team/media/teamcare.com