Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA

(PSG/PKL/LINK & MATCH)


DI
JAYA PLAZA GLOBAL COMPUTER CENTER
BANDUNG
BAGIAN TEKNISI

Diajukan untuk memenuhi salah satu


syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional/Sekolah (UAN/UAS)
Tahun diklat 2010/2011

Disusun oleh :

Jukhruf Syam Jaruta (XII TKJ 1| 0810.346)

TEKNIK KOMPUTER JARINGAN


SMK WIRAKARYA 1 CIPARAY
BANDUNG
2010

1
SMK WIRAKARYA 1 CIPARAY
LAPORAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA
( PSG / PKL / LINK & MATCH )

Menyetujui,
Ka. Prog. Keahlian,
Pembimbing,

Yaya Ranuwijaya, S.Pt


NP.37131186156

Mengesahkan,
Kepala sekolah,

Drs. H. Sughriwana
NP.37131186124

2
JAYA PLAZA GLOBAL COMPUTER CENTER
BAGIAN TEKNISI

Menyetujui,
Pembimbing,

NENDEN

Mengesahkan,
Kepala,

RUDI

3
SMK WIRAKARYA 1 CIPARAY
LAPORAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA
( PSG / PKL / LINK & MATCH )
(Ujian Lisan)

Penguji II, Penguji I,

Tanggal : Tanggal :

Penguji IV, Penguji III,

Tanggal : Tanggal :

4
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat
dan hidayah-Nya yang telah di limpahkan. Shalawat serta salam semoga tetap di
curahkan kepada junjunan alam Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah pada
kesempatan ini penulis mengucapkan syukur atas selesainya laporan Pendidikan
Sistem Ganda (PSG).
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat
mengikuti UAN/UAS Tahun Diklat 2010/2011 di SMK Wirakarya 1-2 Ciparay
Kabupaten Bandung.
Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan, baik
segi isi maupun tata cara penulisan, mengingat keterbatasan kemampuan,
pengetahuan dan pengalaman penulis yang masih dalam tahap belajar. Dalam
penulisan laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada :

1. Orang tua yang telah membiayai dan mendukung penulis, sehingga dapat
melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG/PKL)
2. Bapak Asep Ikhsan, SE. S.Pd, selaku ketua YPPGMI Ciparay
3. Bapak Drs. H. Sughriwana, selaku kepala sekolah SMK Wirakarya 1 Ciparay
4. Bapak Yaya Ranuwijaya, S.Pt, selaku ketua program keahlian dan selaku
pembimbing penyusunan laporan PSG di sekolah
5. Bapak Rudi selaku pemilik sekaligus penanggung jawab took tempat PSG
siswa.
6. Nenden selaku pembimbing di tempat PSG

Besar harapan penulis semoga laporan ini dapat di terima dan juga penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga
laporan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis sendiri dan umumnya
bagi pembaca. Amin.

Bandung, Oktober 2010

Penulis

5
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Maksud dan Tujuan PSG

Maksud dan tujuan melaksanakan PSG antara lain sebagai berikut :

1. Untuk menambah wawasan dan pengalaman siswa-siswi

2. Untuk mengembangkan kemampuan pengetahuan yang di dapat dari

sekolah dan di terapkan langsung di dunia usaha

3. Memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk memasyarakatkan

diri pada suasana kerja yang sebenarnya

4. Untuk menciptakan siswa-siswi yang kreatif, inovatif serta mandiri

dalam menghadapi dunia kerja

1.2 Maksud dan Tujuan Penulisan Laporan

Maksud dan tujuan penulisan laporan PSG ialah sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah

(UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun ajaran 2010/2011

2. Untuk mempertanggung jawabkan hasil yang di dapat selama PSG

3. Sebagai bukti tertulis bahwa siswa telah melaksanakan PSG

4. Meningkatkan dan mengembangkan keterampilan yang di peroleh di

lingkungan sekolah

5. Agar siswa disiplin dan bertanggung jawab dalam menghadapi dunia

usaha yang akan datang

6
6. Sebagai bahan perbandingan dimana siswa menghadapi dunia kerja

yang sebenarnya

1.3 Lokasi dan Waktu PSG

Lokasi pelaksanaan PSG/PKL di Jaya Plaza Global Center Computer tepatnya

du jalan Ahmad Yani No. 238 Lt.1 Blok C15 telp 022-72131365.

Pelaksanaan PSG di mulai sejak tanggal 01 Juli 2010 sampai dengan 31 Juli

2010. Dengan jam kerja dimulai pukul 09.00 sampai 17.00 dari hari senin sampai

sabtu.

JADWAL KEGIATAN
HARI
JAM MASUK JAM ISTIRAHAT JAM KELUAR
SENIN 09.00 WIB 12.00 WIB 17.00 WIB
SELASA 09.00 WIB 12.00 WIB 17.00 WIB
RABU 09.00 WIB 12.00 WIB 17.00 WIB
KAMIS 09.00 WIB 12.00 WIB 17.00 WIB
JUM'AT 09.00 WIB 12.00 WIB 17.00 WIB
SABTU 09.00 WIB 12.00 WIB 17.00 WIB

BAB II

KEADAAN UMUM

7
1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Jaya Plaza Global Computer Center berawal dari toko yang bernama VGA

karena toko yang bernama VGA kurang bisa mengelola toko tersebut sehingga

menyebabkan toko VGA mengalami kebangkrutan. Setelah toko VGA mengalami

kebangkrutan VGA diganti dengan toko Global Computer Center sejak bulan Januari

2005. Kemudian Global Computer Center berkembang dan membuka cabang di

daerah Bandung.

2.2 Bidang Usaha

Jaya Plaza Global Computer Center bergerak dalam bidang penjualan

komputer. Terdapat jasa perakitan, instalasi OS komputer, perbaikan komputer, dan

penjualan peripheral komputer.

BAB III

OVERCLOCKING PENTIUM 3 KE PENTIUM 4

8
3.1 Pengertian dan Pengenalan Overclock

Overclocking adalah sebuah cara untuk memaksa clock suatu

peripheral agar menjadi lebih tinggi dari clocknya atau standarnya. Biasanya

overcloking dilakukan pada processor, yang tadinya processor tersebut hanya

berkemampuan 1,60 Ghz bisa disetarakan kemampuannya dengan 2,10 Ghz.

Dulu, overcloking hanya dilakukan agar kemampuan sebuah komputer

bisa lebih cepat dari standarnya. Tapi sekarang overcloking menjadi sebuah

trend hobi yang baru. Banyak orang melakukan overcloking agar

komputernya menjadi lebih cepat dan kemampuan yang melebihi batas system

yang telah ada.

Overcloking dapat dilakukan pada peripheral seperti processor, RAM

(Random Acces Memory) , VGA (Video Graphic Adapter) , dan Mainboard.

Kita bisa melakukan overcloking pada voltage/ tegangan processor , RAM,

VGA, dan Chipset untuk menyetabilkan tegangan yang ada pada system

peripheral tersebut.

3.2 Jenis-jenis Overclock

Dalam melakukan overcloking ada 3 tingkatan yaitu: Safe-

Overclocking, Real-Overclocking, dan Extreme-Overclocking yang cara dan

tujuannya berbeda-beda.

3.2.1 Safe-overclocking pada PC

9
Safe overclocking adalah pengoptimalan PC dengan aman

tanpa memerlukan perubahan-perubahan atau alat-alat tambahan pada

sistem yang telah ada. Komputer yang bersistem operasi Windows

memiliki banyak software yang tersedia bagi sistemnya. Microsoft

Windows yang saya bahas disini adalah Windows yang paling banyak

dipakai oleh pemakai komputer, yaitu Windows XP. Sebelum

memulai overclocking, sebaiknya Anda telah mengetahui apa-apa saja

yang terdapat dalam sistem Anda, apa jenis prosessor-nya, berapa FSB

standarnya, berapa timing memori Anda, dan lain sebagainya. Untuk

mengetahuinya Anda dapat melihat pada box penjualannya, atau bila

tidak ingin repot sebaiknya gunakan software ‘Hardware diagnostic’

yang gunanya untuk menginformasikan periferal apa saja yang

terpasang di sistem anda.

Patut diperhatikan sebelumnya bahwa tidak semua mainboard

punya dukungan overclocking lewat BIOS. Untuk mengetahui apakah

mainboard Anda mendukung fitur overclocking (dalam konteks ini

adalah Safe-Overclcoking), Bacalah manual mainboard Anda, di

bagian BIOS, apakah terdapat pengaturan terhadap clock speed

prosesor, fsb prosesor, timing prosesor. Bila tidak ada, ada alternatif

lainnya yaitu menggunakan software overclocking (beberapa merek

mainboard mempunyai software overclockingnya sendiri, dan

biasanya bila ada software overclocking maka BIOSnya pun

10
mendukung overclocking). Software-software yang biasa digunakan

untuk mengoverclock adalah ClockGen.

FSB (Front Side Bus) yang sering juga disebut sebagai system

bus adalah jalur (bus) yang secara fisik menghubungkan prosesor

dengan chipset northbridge pada motherboard. Jalur ini sebagai tempat

lintasan data/informasi yang diwujudkan dalam bentuk sinyal-sinyal

elektronis. Jalur ini merupakan jalur dua arah, artinya aliran

data/informasi bisa berjalan dari prosesor menuju motherboard atau

sebaliknya. FSB juga menghubungkan processor dengan memori

utama.

3.2.2 Real-Overclocking pada PC

Real-Overclocking adalah overclock yang dilakukan untuk

meningkatkan kemampuan suatu peripheral pada PC dengan

menambah clocknya dan mengatur voltasenya agar sesuai dengan

settingannya.

3.2.3 Extreme-Overclocking pada PC

Extreme-Overclocking adalah overclock yang dilakukan untuk

meningkatkan kemampuan suatu peripheral dengan sifat memaksa

karn melebihi batas normal system tersebut dengan mengatur

voltase/tegangan agar sesuai dengan sistemnya dan menambah

pendingin yang bisa melakukan pendinginan yang sesuai dengan

11
keadaan suhu peripheral yang di overclock karna peripheral yang di

overclock mengalami perubahan suhu menjadi lebih cepat panas.

3.2.4 Overclock Processor

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

12
5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil kegiatan PSG/PKL yang telah kami laksanakan di Jaya

Plaza Global Computer Center, kami dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Pelaksanaan PKL dapat membuat siswa menjadi lebih dewasa dan siap

kerja karena telah memiliki pengalaman dalam bidang jurusan computer.

2. Kita dapat melakukan overclocking pada Processor Pentium 3

sehingga dapat setara dengan Pentium 4.

3. Kita dapat melakukan overclocking pada RAM yang berkecepatan

kecil sehingga menjadi lebih cepat.

4. Kita dapat melakukan overclocking pada VGA sehingga VGA tersebut

memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari normal sistemnya.

5.2 Saran

Pada kegiatan akhir dari bab pembuatan laporan ini, kami ingin

menyampaikan saran-saran maupun pendapat yang tujuannya untuk memberikan

motivasi maupun dorongan kepada pihak sekolah. Agar ada peningkatan kearah yang

lebih baik di masa yang akan datang.

Saran kami kepada pihak sekolah yaitu :

1. Lebih memperluas tempat PKL / PSG bagi para siswa-siswi.

2. Pihak sekolah harus dapat menyampaikan lebih luas tentang keadaan

dunia usaha kepada siswa-siswi nya.

13
3. Pihak sekolah lebih meningkatkan perhatian kepada siswa-siswi nya

dalam memonitoring (mengontrol) pada saat melaksanakan Pendidikan

Sistem Ganda (PSG).

4. Agar lebih dapat meningkatkan kerjasama dengan perusahaan supaya

terjalin hubungan yang baik antara pihak sekolah dengan pihak

perusahaan.

5. Dapat melengkapi alat-alat / fasilitas praktek di sekolah.

14
15