Anda di halaman 1dari 18

Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.

6
Sub Materi Perencanaan Usaha

IDE DAN PELUANG USAHA

A. Ide Kewirausahaan
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan
peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial
di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan
nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi
semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara :
1. Mengurangi kemungkinan resiko melalui strategi yang proaktif
2. Menyebarkan resiko pada aspek yang paling mungkin
3. Mengelola resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat
Ada tiga resiko yang dapat dievaluasi, yaitu :
1. Resiko pasar atau persaingan
Adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya
2. Resiko financial
Adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.
3. Resiko teknik
Adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk.

Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang dan
jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan
evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Bagaimana ide bisa menjadi peluang?
Jawaban atas pertanyaan ini, diantaranya :
1. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metode yang lebih
baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
2. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru.
3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara
melakukan suatu pekerjaan.

B. Sumber Peluang Potensial


Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus
bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan
ide atau disebut screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial
menjadi produk dan jasa riil.
Adapun langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Menciptakan produk baru dan berbeda
Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu
wirausaha harus benar-benar mengenal prilaku konsumen di pasar. Ada dua unsur
pasar yang perlu diperhatikan:
a. Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan
b. Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa.
Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan
wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:
a. Analisis demografi pasar,
b. Analisis sifat serta tingkah laku pesaing,
c. Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kefakuman pesaing yang dapat
dianggap dapat menciptakan peluang.
2. Mengamati pintu peluang
Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:
a. Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru,
b. Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru,
c. Dukungan keuangan,
d. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar.
Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi
dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan
modal barunya.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

Untuk mengetahui kelemahan, kekuatan, dan peluang yang dimiliki pesaing,


dan peluang yang dapat kita peroleh, menurut Zimmerer ada beberapa keadaan yang
dapat menciptakan peluang, yaitu :
a. Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat,
b. Kerugian teknik harus rendah,
a. Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya
b. Pesaing tidak memiliki teknologi canggih,
c. Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi
pasarnya,
d. Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan
produk barunya.
3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam
Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang
di hasilkan memadai atau tidak.
4. Menaksir biaya awal
Yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru.
5. Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

ADMINISTRASI

Administrasi telah ada sejak dahulu kala karena administrasi timbul dengan
timbulnya peradaban manusia. Apabila sejarah perkembangan administrasi itu dipelajari
lebih mendalam akan terlihat bahwa dalam setiap kebudayaan, apapun tujuannya,
bagaimanapun bentuk dan strukturnya, unsur-unsur administrasi tersebut pasti selalu ada.
Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa administrasi selalu ada pada setiap kegiatan.
Ada dua hal yang akan dijelaskan yaitu,pertama administrasi sebagai seni yaitu
perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dinamis. Demikian
juga sebaliknya. Secara historical perkembangan administrasi sebagai seni itu didasarkan
kepada pengetahuan masyarakat modern sekarang tentang kejadian-kejadian dimasa lalu
pada kebudayaan tertentu pula . yang kedua, administrasi sebagai ilmu pengetahuan ,
tepatnya sebagai ilmu pengetahuan sosial.

A. Definisi Adminsitrasi
Secara etimologi, administrasi berasal dari bahasa Yunani “Administrare” atau
administer yang berarti mengendalikan, mengelola atau menangani urusan-urusan seperti
negara, pemerintahan, rumah tangga ataupun pengelolaan suatu bisnis/usaha.
Adapun definisi menurut para ahli adalah sebagai berikut.
 Arthur Grager: Pengertian administrasi menurut Arthur grager adalah fungsi tata
penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi.
 George Terry: Pengertian administrasi menurut George Terry adalah perencanaan,
pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan
mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
 Sondang P. Siagian: Pengertian administrasi menurut Sondang P.Siagian adalah
keseluruhan dari proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan dari
atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
 William Leffingwell dan Edwin Robinson: Menurut William Leffingwell dan
Edwin Robinson, pengertian administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang
berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan
dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan.
 Ulbert: Menurut Ulbert, pengertian administrasi secara sempit didefinisikan sebagai
penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun
eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk
memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Sedangkan pengertian
administrasi dalam arti sempit dikenal dengan istilah tata usaha.

B. Sejarah Adminsitrasi
1. Perkembangan administrasi sebagai seni
Perkembangan administrasi sebagai seni dapat dibagi menjadi tiga fase utama,
yaitu sebagai berikut.
1. Tahap prasejarah yang berakhir pada tahun 1 m.
2. Tahap sejarah yang berakhir pada tahun 1886.
3. Tahap modern yang dimulai pada tahun 1886dan masih berlangsung hingga sekarang
ini.

1. Tahap Prasejarah
Bukti-bukti sejarah menunjukan dengan jelas bahwa pada tahap prasejarah ini
administrasi sudah berkembangdengan baik. Meskipun mungkin secara tidak sadar,
masyarakat purba telah menjalankan roda administrasi sebagaimana apa yang sekarang
disebut sebagai prinsip-prinsip administrasi . karena kebutuhan masyarakat yang
dipuaskan melalui penerapan prinsip-prinsip administarsi dan manajemenpun relative
masih sederhana maka pada umumnya system administrasi yang dipergunakan belum
serumit yang digunakan sekarang ini.
Ditinjau dari segi waktu dan tempat, tahap prasejarah ini dapat dibagi pula menjadi
enam tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

a. Zaman Sesopotamia
Pada zaman semopotamia telah dijalankan prinsip-prinsip dasar administarsi yang
diketahui pada zaman modern sekarng, terutama pada bidang pemerintahan, perdagangan,
komunikasi dan pengangkutan (terutama pengangkutan sungai). Sejarah membuktikan
bahwa masyarakat Mesopotamia telah menggunakan logam sebagai alat tukar, hal ini
memudahkan dalam perdagangan.
b. Zaman Babilonia
Zaman babilonia, administrasi pemerintahan, perdagangan, perhubungan dan
pengangkutan telah berkembang pula dengan baik. Perkembangan administrasi juga telah
berkembang pada bidang teknologi, dengan bukti adanya taman gantung.
c. Mesir Kuno
Zaman mesir kuno, yang berkembang pada zaman ini adalah dibidang
pemerintahan, militer, perpajakan, perhubungan dan pertanian (termasuk irigasi). Hanya
saja, pada zaman mesir kuno ini, administrasi dijalankan bukan atas dasar kepentingan
rakyat, tetapi hanya untuk kepentingan firaun dan keluarganya. Karena pada saat itu,
firaun dianggap sebagai dewa atau setidaknya sebagai keturunan dewa, sehingga
mengabdikan kepada firaun diindikasikan dengan pengabdian kepada tuhan.
d. Tiongkok Kuno
Zaman tiongkok kuno, administrasi pada zaman ini berkembang sebagaimana
zaman-zaman yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi ada yang khas pada tiongkok
kuno ini, yaitu system administrasi kepegawaian yang sangat baik. Demikian baiknya
system administarsi tersebut, maka system administarsi pun meminjam dari system ini
dikenal dengan nama merit system. Pada zaman ini menonjol 3 toko yang memberikaan
sumbangan yang sangat besar terhadap administrasi pada zaman itu, yaitu konfisius, chow,
dan mo ti.
e. Romawi Kuno
Zaman romawi kuno, yang berkembang hampir sama dengan zaman-zaman
sebelumnya, tetapi yang sangat menonjol adalah administrasi militer, pajak dan
perhubungan melebihi yang sebelumnya, hal ini diperlukan mengingat romawi
mempunyai wilayah yang sangat luas.
f. Yunani Kuno
Zaman yunani kuno, bidang yang berkembang dalam lingkup administrasi hampir
sama dengan yang sebelumnya, tetapi disini muncul konsep demokrasi (berasal dari kata
demos dan kratos yang berarti rakyat dan kekuasaan) sehingga kekuasaan berada ditangan
rakyat. Definisi rakyat pada zaman ini berbeda dengan zaman sekarang yaitu:
 Pria
 Dewasa
 Lahir di Athena
 Orang tua warga Athena
Pembatasan pengertian rakyat ini memang logis pada zaman ini, karena 75% dari
penduduk Athena terdiri dari pendatang yang bekerja sebagai pedagang atau budak belian.
Pada zaman ini menciftakan parlemen pertama didunia yang disebut dengan orang-orang
tua yang bijaksana. Untuk urusan di bidang militer diserahkan kepada dewan militer. Ada
lagi ciri khas pada zaman yunani kuno yaitu setiap orang yang tergolong sebagai rakyat
paling sedikit satu kali dalam hidupnya harus menjadi pegawai negeri tanpa bayaran.

2. Tahap Sejarah (1 masehi sampai tahun 1886)


Berhubungan dengan gelapnya sejarah dunia, umumnya selama 15 abad pertama
dari sejarah dunia modern, bidang administrasi pun mengalami kegelapan. Berarti tidak
banyak yang diketahui dalam 15 abad itu. Kemudian diketahui bahwa timbulnya gereja
katolik roma telah mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan teori
administrasi. Dengan kata lain gereja katolik roma memberikan sumbangan yang besar
terhadap perkembangan administrasi, malahan sesungguhnya pola dasar struktur
organisasi yang telah diciftakan oleh gereja katolik roma, telah ditiru oleh hampir semua
organisasi modern hingga sekarang ini, meskipun sudah barang tentu timbul
perkembangan lanjutan.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

Pada zaman ini administrasi berkembang lebih pesat lagi karena para cendikiawan
terjun dalam bidang administrasi. Pada zaman ini timbul tiga kelompok yang biasa disebut
kaum, yaitu:
a. Kaum kameralist di german dan Australia
b. Kaum merkantilisme di inggris
c. Kaum fisiokrat di prancis
Merkatilisme adalah suatu system politik ekonomi yang sangat mementingkan
perdagangan internasional dengan tujuan umtuk memperbanyak asset dan modal yang
dimiliki suatu Negara. Merkantilisme tertuang dalam peraturan Negara yang berbentuk
proteksionalisme dan politik colonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan.
Pemerintah Negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan
tarif. Dijerman, merkantilismenya disebut dengan istilah kameralisme. Camera artinya
kas raja. Caranya dengan memungut pajak dan membentuk perusahaan dagang di afrika
untuk mengembangkan perekonomian. Di perancis, merkantilisme dimulai masa Louis
XI (1461-1483). Bertujuan untuk memakmurkan rakyat terkenal dengan sebutan
colbertisme (pencetusannya jean Colbert, menkeu perancis).
Berbeda dengan kaum merkantilisme, kaum fisiokrat menganggap bahwa sumber
kekayaan yang senyata-nyatanya adalah sumber daya alam. Kaum ini dinamakan
physiocratism= physic (alam) dan cratain atau cratos (kekuasaan). Kaum fisiokrat percaya
bahwa alam diciftakan oleh tuhan penuh keselarasan dan keharmonisan. Yang artinya
bahwa biarkan manusia diberikan kebebasannya mengelola alam demi memenuhi
kebutuhannya masing-masing dan akan selaras dengan kebutuhan masyarakat banyak.
Artinya bahwa pemerintah tidak boleh ikut campur dan biarkan alam mengatur. Inilah
yang menjadi awal mula doktrin laissez faire-laissez passer/ let do, let pass yang artinya
biarkan semua terjadi, biarkan semua berlalu. Tokoh yang menonjol pada zaman ini
adalah George von zincke yang telah menghasilkan 537 karya ilmiah dan yang terbanyak
adalah tentang administrasi pertanian.
Perkembangan semakin pesat karena pada zaman ini telah timbul adanya revolusi
industry di inggris, yang mengakibatkan perubahan yang besar dalam administrasi.
Adalagi seorang tokoh yang mempunyai peranan besar pada zaman ini, yaitu Charles
barbage, seorang professor matematika pada universitas Cambridge, yang pada
permulaan abad 18 menulis buku yang berjudul the economy of manufacture. Pada buku
ini menekankan pada pentingnya efesiansi dalam usaha mencapai tujuan. Selama hampir
satu abad hasil karya ini terlupakan dan baru terselidiki kembali setelah lahirnya gerakan
manajemen ilmiah (scientific manajement movement), yang dipelopori oleh Fredrick
winslow taylor tahun 1886.

3. Zaman Modern
Pada zaman ini, administrasi mulai dikenal sebagai ilmu, karena pada zaman itu
yang dipelopori oleh f.w. taylor (seorang sarjana pertambangan) dari amerika serikat,
mulai mengadakan penyelidikan-penyelidikan dalam rangka mempertinggi efesiensi
perusahaan dan peningkatan produktivitas pekerja. Pada saat itu dia melihat bahwa
efesiensi perusahaan tidak terlalu tinggi dan produktivitas pekerjanya rendah karena
terlalu banyaknya waktu dan gerak-gerik kaum buruh yang tidak produktif, kemudian dia
melakukan studi yang dikenal dengan time and motion study untuk mempelajari
penggunaan waktu yang oleh kaum buruh serta gerak-gerik mereka dalam melaksanakan
pekerjaan, terutama para buruh tingkat bawah. Hasil studinya dituliskan dalam satu buku
yang berjudul the principle of scientific management, yang diterbitkan pada tahun 1911.
Pada saat taylor melakukan penyelidikan-penyelidikan, di prancis timbul pula
seorang ahli pertambangan yang bernama Hendry fayol yang bekerja pada salah satu
perusahan tambang disana, yang pada saat itu perusahaan terancam oleh kehancuran.
Sebagai seorang ahli fikir, fayol mencari sebab-musabab dari kegagalan perusahaan itu
untuk mencapai tujuannya. Hasil pemikiran fayol ditulis dalm bukunya pada tahun 1916
dengan judul administration generalle et industrielle, yang diterjemahkan dalam bahasa
inggris pada tahun 1930 dengan judul general and industrial management (seharusnya
general and industrial administration). Dari teori-teori yang ia temukan dan kemudian ia

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

terapkan sendiri, maka perusahaan berhasil selamat dari keruntuhan bahkan dapat
dikembangkannya.
Karena besarnya sumbangan yang diberiakn kedua tokoh itu terhadap
administrasi, maka f.w. taylor diberi julukan, sebagi bapak gerakan manajemen ilmiah,
sedangkan Hendry fayol diberi julukan bapak teori administrasi modern.

2. Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu


Ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai suatu objek ilmiah yang memiliki
sekelompok prinsip, dalil dan rumus yang melalui percobaan-percobaan yang sistematis
dilakukan berulangkali telah diuji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil, dan rumus-
rumus dapat diajarkan dan dipelajari.
Dari segi perkembangan ilmu administrasi sejak lahir hingga sekarang, ilmu
administrasi telah mencapai empat tahap :
1. Tahap survival (1886-1930):
Pada tahap ini dimulai peletakan dasar-dasar administrasi oleh f.w. taylor dan
Hendry fayol.
2. Tahap konsolidasi dan penyempurnaan (1930-1945)
Pada tahap ini terjadi penyempurnaan teori-teori, sehingga kebenarannya tidak
dapat dibantah lagi. Dalam jangka waktu ini pulalah gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu
administrasi Negara dan siaga mulai banyak diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan
tinggi.
3. Tahap human relation (1945-1959)
Setelah teori-teori disempurnakan, maka fokusnya berubah pada factor manusia
serta hubungan formal dan informal yang perlu diciftakan pada semua tingkatan
organisasi demi terlaksananya kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dalam suasana
yang intim dan harmonis.
4. Tahap behaviouralisme (1959-sekarang)
Pada tahap ini fokus perhatiannya bukan hanya pada hubungan manusianya, tetapi
sudah maju kepada motif tindak-tanduk manusia dalam berorganisasi, diselidiki pula
cara-cara yang dapat ditempuh untuk lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang
membuat organisasi menjadi lebih efesien dan efektif, sehingga administrasi menyatu
kepada manusia itu sendiri.

C. Ruang Lingkup Administrasi


 Menghimpun
Yaitu : kegiatan-kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan
yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap untuk
dipergunakan bilamana diperlukan.
 Mencatat
Yaitu : kegiatan yang mebubuhkan dengan berbagai peralatan tulis keterangan-
keterangan yang diperluka sehingga berwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirim dan
disimpan
 Mengelola
Yaitu : bermacam-macam kagiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan
maksud menyajikan dalam bentuk yang berguna.
 Mengirim
Yaitu : kegiatan yang menyimpan dengan berbagi cara dan alat dari satu pihak
kepihak lain.
 Menyimpan
Yaitu : kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat ditempat tertentu yang aman.

D. Ciri-ciri Administrasi
1. Adanya kelompok manusia yang terdiri atas 2 orang atau lebih.
2. Adanya kerja sama
3. Adanya proses/usaha
4. Adanya bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan
5. Adanya tujuan

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

F. Jenis-jenis Administrasi
1. Administrasi publik
2. Administrasi lingkungan hidup
3. Administrasi negara
4. Administrasi niaga
5. Administrasi pembangunan
6. Administrasi kependudukan
7. Administrasi keuangan
8. Administrasi pendidikan

G. Fungsi Administrasi
Pada dasarnya fungsi administrasi dan fungsi manajemen adalah sama,
perbedanya dimana fungsi administrasi adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan
merumuskan kebijaksanaan umum, sedangkan manajemen bersifat melaksanakan kegitan
yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan
yang dirumuskan.
Dalam proses pelaksanaan ini, administrasi mempunyai tugas-tugas tertentu yang
harus dilakukan sendiri dan tugas-tugas itulah yang biasanya disebut sebagai fungsi-
fungsi administrasi antara lain :
 Planning (Perencanaan) adalah penyusun perencanaan memerlukan kegiatan
adminitrasi, seperti pengumpulandata, pengolahan data, penyusunan perencanaan.
 Organizing (pengorganisasian) adalah aktivitas menyusun dan membentuk
hubungan-hubungan kerja anatara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan
usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
 Staffing adalah salah satu fungsi dari manajemen yang menyusun personalia pada
suatu organiasik mulai dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan
usaha untuk setiap tenaga petugas memberi daya guna yang maksimal kepada
organisasi.
 Directing (pengarahan atau bimbingan) adalah fungsi manajemen yang
berhubungan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, untuk tugas yang
dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju dari yang telah ditetapkan semula.
 Coordinating adalah sebagian daru fungsi manajemen untuk melakukan sejumlah
kegiatan agar berjalan baik dengan menghindari terjadinya kekacauan, percekcoka,
kekosongan kegiatan yang dilakukan dengan menghubungkan, menyatukan dan
menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam
usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
 Reporting adalah manajemen yang berada pada penyampaian perkembangan atau
hasil dari kegaitan dengan pemberian keterangaan dari tugas dan fungsi para pejabat
yang lebih tinggi baik lisan maupun tulisan sehingga dalam menerima laporan dapat
memperoleh gambaran tentang pelakasanaan tugas orang yang memberi laporan.
 Budgeting adalah suatu kegaitan yang mengelola dan perencanaan yang
berkelanjutan mengenai keuangan atau anggaran.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

PEMASARAN PRODUK

A. Pengertian Pemasaran
Dalam perkembangan dewasa ini, pemasaran memegang penting dalam sebuah
perusahaan, apalagi dalam perekonomian bebas, dimana orang bebas untuk memproduksi
barang dan membeli barang yang mereka suka. Dengan demikian akan semakin terasa
bagaimana sulitnya usaha dari pihak perusahaan untuk memasarkan barang atau jasa yang
dihasilkan untuk mencapai keuntungan maksimal.
Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan bagi pihak
konsumen jika menginginkan perusahaan berjalan terus atau konsumen mempunyai
pandangan yang baik terhadap perusahaan. Di samping itu apabila perusahaan ingin
memasukan kebutuhan konsumen maka harus menciptakan produk yang berkualitas, dan
inovasi serta menentukan cara-cara promosi, penyaluran juga penjualan produk tersebut
secara efektif dan effisien. Pemasaran adalah sebagaimana kita ketahui bahwa kegiatan
pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun penjualan.
 Sunarto mendefinisikan pemasaran adalah proses sosial yang di dalamnya individu
dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan untuk menciptakan,
menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
 American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran sebagai proses
perencanaan dan pelaksanaan rencana penerapan harga, promosi dan distribusi dari
ide-ide, barang-barang, dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan-tujuan individu dan organisasional.
 Sedangkan Philip Kotler mendefinisikan pemasaran adalah suatu proses sosial dan
manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan
produk yang bernilai dengan pihak lain.
 William J. Stanton menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan
dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukan merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial. Jadi kita meninjau
pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan,
ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, serta
mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli.
Dari keseluruhan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pemasaran ialah suatu
cara yang dilakukan oleh individu atau organisasi atau produsen untuk menyebarluaskan
informasi seputar produk atau jasa yang dihasilkan kepada konsumen demi memperoleh
keuntungan dengan melalui beberapa strategi yang diterapkan dalam perusahaan tersebut.

B. Fungsi Pemasaran
Pemasaran merupakan tugas terakhir dari kegiatan ekonomi dalam memuaskan
kebutuhan hidup manusia. Dalam hal ini pemasaran memiliki fungsi sebagaimana yang
disampaikan pleh M. Fuad, dkk yaitu menentukan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
manusia serta menjual barang dan jasa tersebut ke tempat konsumen berada pada waktu
yang diinginkan, dengan harga terjangkau tetapi tetap menguntungkan bagi perusahaan
yang memasarkan.
Berdasarkan fungsi diatas dapat dipahami bahwa pemasaran memiliki posisi dan
peran yang strategis dalam memenuhi kebutuhan konsumen setiap saat dengan
memertimbangkan aspek kemudahan bagi pembeli untuk mendapatkan barang tersebut,
sehingga perusahaan dalam hal ini akan mendapatkan keuntungan.
Selain itu, ada beberapa fungsi pemasaran lain menurut Basu Swastha, diantaranya:
1. Fungsi pertukaran, meliputi:
a. Fungsi pembelian.
Sebagai fungsi untuk pemnuhan kebutuhan barang yanmg tidak tersedia
kemudian dibeli dengan kebutuhan konsumen yang selanjutnya dijual ke pasar.
Fungsi ini dilakukan oleh pembeli untuk memilih jenis barang yang akan dibeli,
kualitas yang dinginkan, kualitas yang memadai, dan penyedia yang sesuai.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

b. Fungsi penjualan.
Sebagai fungsi untuk pemenuhan kebutuhan barang yang tidak tersedia
kemudian dibeli sesuai dengan kebutuhan konsumen yang selanjutnya dijual ke
pasar. Meliputi kegiatan-kagiatan untuk mencari pasar dan mempengaruhi
permintaan melalui personal selling dan periklanan.
2. Fungsi penyedia fisik, meliputi:
a. Fungsi pengangkutan.
Sebagai fungsi pemindahan barang dari tempat barang yang dihasilkan ke
tempat barang yang dikonsumsikan. Fungsi pengangkutan dapat dilakukan
dengan mengunakan kereta api, truk, pesawat udara, dan sebagainya. Selain itu,
fungsi ini juga menjadi sarana perluasan pasar karena menghubungkan berbagai
pihak.
b. Fungsi penyimpanan.
Sebagai fungsi menyimpan barang-barang pada saat barang telah selesai
di produksi hingga dikonsumsikan. Fungsi ini dapat dilakukan oleh produsen,
pedagang besar, pengecer dan perusahaan-perusahaan khusus yang melakukan
penyimpanan, seperti gudang umum (public warehouse).
3. Fungsi penunjang, meliputi:
a. Fungsi pembelanjaan
Sebagai fungsi untuk mendapatkan modal dari sumber ekstern guna
menyelengarakan kegiatan pemasaran. Atau bertujuan menyediakan dana untuk
melayani penjual kredit ataupun untuk melaksanakan fungsi pemasaran yang
lain.
b. Fungsi penanggungan resiko
Sebagai fungsi menghindari dan mengurangi resiko yang terjadi dengan
berkaitan dengan kegiatan pemasaran, seperti menanggung resiko perusahaan,
merupakan kegiatan yang selalu ada didalam semua kegiatan bisnis.
c. Standarisasi barang dan grading
Standarisasi merupakan fungsi yang bertujuan menyederhanakan
keputusan-keputusan pembelian dengan menciptakan golongan barang tertentu
yang didasarkan pada kriteria seperti ukuran, berat, warna, dan rasa. Sedangkan
grading mendefinisikan golongan tersebut ke dalam berbagai tingkatan kualitas.
Standarisasi dan grading sebagai fungsi tolak ukur serta filteraturterhadap barang
hasil produksi sebelum dikonsumsikan.
d. Pengumpulan informasi pasar
Sebagai fungsi untuk mengetahui kondisi pasar serta kebutuhan konsumen
yang selanjutnya ditindak lanjuti oleh perusahaan dalam melakukan aktivitas
produksi. Pengumpulan informasi pasar, bertujuan mengumpulkan berbagai
macam informasi pemasaran yang dapat di pakai oleh manajer pemasaran untuk
mengambil keputusan.
Dari keseluruhan fungsi di atas diharapkan mampu mendorong kinerja perusahaan
dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sehingga ketika dikonsumsi oleh
konsumen mereka menjadi puas dan tujuan perusahaan pun tercapai.

C. Tujuan Pemasaran
Dalam tujuan pemasaran menurut Peter Drucker yaitu bukan untuk memperluas
hingga kemana-mana, tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami
pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan
selanjutnya menjual dirinya sendiri. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan
seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang dibutuhkan selanjutnya adalah
menyediakan produk dan jasa itu
Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa orientasi yang dimiliki perusahaan
hendaknya tidak hanya terbatas pada sejauh mana produk bisa terjual dan dikonsumsi
serta memperoleh keuntungan besar melainkan dibutuhkan upaya untuk mengetahui dan
memahami keinginan pelanggan dalam konsumsinya sehingga cocok dan puas. Dengan
demikian tentunya secara otomatis laba perusahaan akan meningkat.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

Selain itu, ada beberapa tujuan dari pemasaran lainya, di antaranya:


1. Memberi informasi (promosi), promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau
menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli
atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor
mengharapkan kenaikan pada angka penjualan.
2. Menciptakan pembelian.
3. Menciptakan pembelian ulang, jika konsumen puas maka akan tercipta pembelian
ulang yang akan menjadikan konsumen sebagai pelanggan setia.
4. Menciptakan tenaga kerja tidak langsung, dalam memasarkan harga atau jasa secara
tidak langsung pun akan tercipta tenaga kerja.
5. Menciptakan produk megabrand, produk yang sudah memiliki pelanggan setia akan
menciptakan megabrand sehingga tidak mungkin produk tidak dilirik oleh knsumen.
Dari penjelasan di atas mengenai tujuan dan fungsi pemasaran dapat disimpulkan
bahwa perusahaan dalam menjalankan bisnisnya perlu memahami dan mengetahui
kebutuhan, keinginan pasar, mampu membaca situasi pasar serta menjalankan fungsi-
fungsi pemasaran tersebut dengan baik karena dengan demikian tujuan dari perusahaan
untuk mendapatkan laba dan memiliki konsumen yang loyal akan dapat dipercayai.

D. Jenis-Jenis Pemasaran
 Telemarketing, Contoh Perusahaan : Perusahaan Asuransi Sinar Mas, yang mencari
konsumen dan memasarkan produk atau jasa melalui telepon atau melalui wajah
setelah muka atau Penunjukan Web conferencing dijadwalkan selama panggilan
berlangsun
 Internasional Marketing, Contoh Perusahaan : CV. Meka Craft, yang memasarkan
secara global merujuk kepada pemasaran dilakukan oleh perusahaan luar
negeri atau di seberang perbatasan nasional. Strategi ini menggunakan ekstensi teknik
yang digunakan di negara asal dari suatu perusahaan. Hal ini mengacu pada praktik
pemasaran perusahaan jajaran di perbatasan termasuk
identifikasi pasar dan sasaran, pemilihan mode entri, bauran pemasaran, dan
keputusan strategis untuk bersaing di pasar internasional
 Internet Marketing, Contoh Perusahaan : News.com, dimana perusahaan ini
melakukan pemasaran (umumnya promosi) produk atau jasa melalui Internet
 Turbo Marketing, Contoh Perusahaan : PT. Indofood, karena perusahaan ini
melakukan pemasaran dengan menggunakan kecepatan respon, keinginan
pelanggan,sehingga produksi dan pemasaran terbilng cepat tanggap.
 Word of Mouth (WOM), Contoh Perusahaan : Kripik Pedas Ma Icih, awal mulai
pemasaran produk ini melalui mulut ke mulut yang mengacu kepada komunikasi lisan
dan informasi yang lewat dari orang ke orang.
 New Wave Marketing, Contoh Perusahaan : Perusahaan Innovetion Store.
Pemasaranya menggunakan media massa seperti seperti TV, Radio, Koran, dan
sebagainya; arahnya one-way sehingga tidak memungkinkan terjadinya interaksi
intens antara brand dengan konsumen; dan sifatnya “one-to-many” sehingga tidak
bisa fokus
 Viral Marketing, Contoh Perusahaan : Perusahaan perfilman, seperti film District
9 atau pun film kiamat fenomenal, 2012. Viral marketing mengiklankan sesuatu tetapi
tidak secara langsung menjelaskannya, melainkan dengan cara-cara yang
tersembunyi yang membuat target marketing penasaran dan mencari tahu lebih jauh.
Dan pada akhirnya mereka kemudian akan saling memberi tahu, bertanya, berdiskusi
dan lain sebagainya yang pada akhirnya isi pesan iklan tersebut menyebar layaknya
virus.
 Mass Marketing, Contoh Perusahaan : Perusahaan kopi bubuk, di mana perusahaan
ini memutuskan untuk mengabaikan perbedaan segmen pasar dan pergi
setelah seluruh pasar dengan satu tawaran. Ini adalah jenis pemasaran (atau
mencoba untuk menjual melalui persuasi) suatu produk kepada khalayak luas.
Idenya adalah untuk menyiarkan pesan yang akan mencapai jumlah terbesarorang-
orang mungkin.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

 Niche Marketing, Contoh Perusahaan : KFC, yang telah sukses menggunakan Niche
Marketing dan telah sukses secara internasional.
 Business to Business Marketing, Contoh Perusahaan : PT.FEN adalah sebuah
perusahaan yang bergerak dibidang jasa pemasaran produk ke Agenan Pulsa
Elektronik dan produk tekhnologi lainnya, seperti Handphone dan Netbook dengan
menggunakan system network marketing
 Business to Consumer Marketing, Contoh Perusahaan : Amazon.com yang terkenal
dengan koleksi buku-bukunya
 Consumer to Consumer Marketing, Contoh : iklan baris dan toko-toko buku online
dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis
seperti blogspot)
 Goverment Marketing, Contoh Perusahaan : PT Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk, PT Jamsostek (Persero), Bank BNI, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Elnusa
Tbk, PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), PT Semen Tonasa, PT Sucofindo
(Persero), Bank Muamalat Indonesia, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri, PT Industri
Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasindo (Persero), PT Krakatau
Bandar Samudra, PT Badak NGL, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Angkasa Pura I
(Persero) dan PT Transgasindo.
 Ambush Marketing, Contoh Perusahaan : Sponsor resmi Kegiatan Olahraga
memberikan sejumlah produk, jasa dan dana kepada Panitia penyelenggara untuk
mendukung suksesnya penyelenggaraan pertandingan, perusahaan pelaku “Ambush
Marketing” akan mencoba menyelinap dengan menggunakan media massa –
biasanya media luar ruang – seolah-olah menjadi Sponsor resmi kegiatan tersebut Ini
adalah taktik licik yang tidak terpuji, karena perusahaan tersebut ingin menghalalkan
segala cara, demi penghematan untuk tidak mendukung penyelenggaraan acara
secara resmi. Hal-hal seperti ini akan mengakibatkan pihak perusahaan tersebut akan
dipaksa untuk mengganti iklannya, atau iklan tersebut diturunkan secara paksa
 Community Marketing, Contoh : Komunitas di jejaring sosial yang memasarkan
produknya melalui website jejaring sosial dan iklan - iklan dari produknya di website
seperti Facebook ataupun Twitter.
 Multilevel Marketing, Contoh : Menjualan produk Oriflame dan mengajak
konsumen atau merekrut konsumen untuk menjadi anggota Oriflame.
Digital Marketing, Contoh : Mempromokan murahnya kartu AS tidak hanya melaui
media koran, iklan, radio, bahkan di internet
 Service Marketing, Contoh : Memberikan layanan service gratis untuk pengguna
Yamaha jika membeli produk Yamaha dalam jangka waktu tertentu.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

PERENCANAAN USAHA

A. Definisi Perencanaan Usaha


Apa perencanaan usaha (business plan) itu? Untuk memahaminya, terlebih dahulu
kita pahami arti istilah usaha dan arti istilah perencanaan. Dalam pengertian ekonomi,
usaha atau bisnis adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok
individu yang dilaksanakan secara legal dengan menggunakan dan mengkombinasikan
sumberdaya atau faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan/atau jasa bagi
masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh manfaat finansial, yaitu laba bisnis atau laba
usaha (business profit).
Dari batasan di atas dapat kita catat bahwa, suatu usaha atau bisnis akan selalu
berhubungan dengan pengharapan (expectation), yaitu harapan untuk memperoleh
keuntungan di masa yang akan datang. Kita tahu betul, kepastian dari masa yang akan
datang adalah ketidakpastian. Dengan demikian, harapan untuk memperoleh keuntungan
sifatnya adalah penuh ketidak pastian. Artinya, bisa menguntungkan dan bisa juga tidak
menguntungkan. Jadi suatu usaha selalu mengandung risiko. Karena itu supaya usaha
yang akan dijalankan berhasil, perlu dibuat perencanaannya dulu.
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan visi,
misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran. Dari kedua
pengertian di atas sekarang dapat didefinisikan arti perencanaan usaha yaitu sebagai
proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan
anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu. Jadi dalam
perencanaan usaha terkandung adanya:
1. Visi, yaitu cita-cita masa depan perusahaan yang akan melakukan usaha tersebut.
2. Misi adalah maksud khas atau unik dan mendasar yang membedakan perusahaan
dengan perusahaan lain serta mengidentifikasikan ruang lingkup kegiatan
usaha/perusahaan yang bersangkutan.
3. Tujuan adalah keinginan dari usaha tersebut
4. Manfaat adalah hasil yang ingin dicapai dari usaha/perusahaan tersebut

B. Manfaat Perencanaan Usaha


Apabila suatu perencanaan usaha memiliki sifat-sifat di atas, maka dengan
membuat perencanaan usaha akan diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas.
2. Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan
sumberdaya yang lebih efisien.
3. Menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha.
4. Menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya,
perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan
tercapai.

C. Komponen Perencanaan Usaha


Berikut adalah komponen-komponen penting dalam menyusun sebuah rencana
bisnis.
1. Ulasan Deskripsi Bisnis
Disini anda harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan
dijalankan. Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa
depan. Juga berikan informasi peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk
bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar yang ada.
2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa
pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus
anda gunakan untuk menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh
aspek yang berkaitan dengan pasar sehingga target penjualan dapat ditentukan
(kemana produk anda akan dipasarkan).
Dalam dunia bisnis dikenal beberapa strategi yang biasa diterapkan
perusahaan sebagai berikut:

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

a. Defender, strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih dan mempertahankan


pasar pada segmen sempit dari seluruh pasar potensial yang ada.
b. Prospector, strategi bisnis yang diarahkan secara agresif untuk meraih pasar
seluas-luasnya melalui inovasi produkproduk baru.
c. Analyzer, strategi bisnis yang dijalankan melalui imitasi, yaitu meniru apa yang
dilakukan prospektor. Strategi bisnis seperti ini bertujuan meraih keuntungan
dengan meminimalkan risiko.
d. Kepemimpinan dalam biaya (cost-leadership strategy), strategi bisnis yang
diarahkan untuk meraih pasar seluasluasnya melalui harga produk yang
semurah-murahnya.
e. Diferensiasi (differentiation strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk
meraih pasar seluas-luasnya melalui keunikan produk yang dihasilkan.
Keunikan tersebut bisa dicirikan oleh kualitas yang tinggi, pelayanan yang
prima, maupun rancangan produk yang inovatif.
f. Fokus (focus strategy), strategi bisnis yang diarahkan dalam segmen pasar yang
sempit yang dijalankan melalui fokus dalam kepemimpinan biaya (cost focus)
atau fokus dalam diferensiasi (differentiation focus)
3. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu metode perencanaan suatu strategi yang
digunakan untuk mengevaluasi Bentuk dari usaha seperti, kekuatan "Strengths",
kelemahan "Weaknesses", peluang "Opportunities", dan ancaman "Threats" dalam
suatu usaha atau suatu spekulasi bisnis. Beberapa faktor itulah yang membentuk arti
kata Analisi SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Manfaat dari kita menganalisis tersebut bahwa apa yang harus kita perbaiki,
apa yang harus kita pertahankan dan apa yang harus kita tingkatkan. Menganalisi
sangatlah perlu. Dengan itu maka usaha kita akan maju dan siap bersaing di pasar
bebas.
a. Stengths (kekuatan)
Kekuatan didalam suatu usaha harus selalu di dipertahankan, kekuatan
mepertahankan perusahaan agar tidak bangkrut/gulung tikar, kita harus tau
bagaimana cara mempertahankan usaha kita, kita harus memperbaiki kelemahan
menjadi kekuatan.
b. Weaknesses (kelamahan)
Setiap usaha pasti mempunyai keleman, entah itu kelemahan dari produk,
kelemahan dalam menegeman, dan kelemahan lainnya, kita sebagi wirausaha
harus mengetahui kelemahan kita itu apa dan segera memperbaikinya, agar nati
kelemahan kita itu bisa menjadi suatu kelebihan dari usaha kita,
c. Opportunities (peluang)
Peluang adalah suatu kesempatan, biasa disebut juga dengan peluang
usaha, yaitu kesempatan dalam arti kata mendapatkan celah, atau mendapatkan
ide baru, ide yang nantinya akan banyak di gemari semua orang. Entah itu sebua
produk, layan. Ataupun lainnya, sebagai wirausaha kita wajib di tuntut untuk
selalu bisa membaca peluang saat ini dan peluang untuk kedepannya agar
nantinya usaha kita bisa maju dan berkembang.
d. Threats (Ancaman)
Ancaman ini yaitu ancaman dalam suatu persaingan, ntah itu ancaman
kegagalan, ancaman kehilangan konsumen, dan lain-lain, untuk menghadapi
ancaman ancaman tersebut kita harus mencari ide baru, kita harus menciptakan
ide yang unix, mencari inovasi yang beda dari yang lain, agar produk kita mampu
bersaing, dan menghilangkan ancaman kegagalan di dalam usaha.
4. Rencana Desain dan Pengembangan
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap
perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan.
Ini berguna untuk membuat rencana anggaran biaya produksi yang sesuai dengan
kebutuhan.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

5. Rencana Operasional dan Manajemen


Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana
usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada
kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim
manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan serta
kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
6. Keuangan dan Pembiayaan
Faktor keuangan dan pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah
rencana bisnis. Darimana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar
efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi dalam perusahaan agar
berjalan lancar.
7. Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan.
Anda dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan,
perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala
aktifitas dalam memulai usaha.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

CONTOH PERENCANAAN USAHA SEDERHANA

Nama Usaha:
Subur Kreatif
(usaha kerajinan tempat pensil berbahan limbah koran bekas)
Visi :
Tumbuh kembangnya usaha kerajinan berbahan limbah yang berdaya saing melalui
pemanfaatan jaringan kerjasama dalam mewujudkan siswa yang kreatif
Misi :
1. Mengoptimalkan pemberdayaan pengrajin
2. Mengembangkan dialog dan komitmen antar siswa agar terjalin kerjasama yang
inovatif
3. Meningkatkan transparansi anggaran untuk pemberdayaan pengrajin bahan
limbah
4. Memobilisasi para pihak untuk mengembangkan kemitraan dalam usaha kerajinan
Tujuan :
1. Mengembangkan kreativitas dan membangun semangat usaha kerajinan berbahan
limbah
2. Mewujudkan pertembuhan ekonomi dan kemajuan sosial yang berkelanjutan.
Manfaat :
1. Wahana komunikasi para siswa dalam berkreativitas
2. Tempat belajar dan berbagi pengalaman dan tanggung jawab dalam membangun
kapasitas dan pengrajin dalam meningkatkan daya saing produksi kerajinan
limbah
3. Untuk memperoleh penghasilan yang dapat gunakan untuk menunjang kebutuhan
hidup sehari-hari.
4. Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang berwirausaha yang dipadukan
dengan desain.
5. Bisa memanfaatkan waktu luang, untuk sesuatu yang berguna.

1. Ulasan Deskripsi Usaha


Usaha ini bergerak dalam pembuatan barang (industry kecil) yang bahan
bakunya adalah koran, kardus, manik-manik, dan seterusnya. Produk yang dihasilkan
antara lain tempat tisu, tempat pulpen atau spidol, lampion dan lain-lain.

2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang digunakan adalah Diferensiasi (differentiation
strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih pasar seluas-luasnya melalui
keunikan produk yang dihasilkan. Keunikan tersebut bisa dicirikan oleh kualitas yang
tinggi, pelayanan yang prima, maupun rancangan produk yang inovatif.
Produk yang kami ditawarkan memiliki nilai tambah dan berkualitas. Untuk
menaikan nilai tambah kami mencoba untuk menghasilkan produk yang unik dan
menarik serta berkualitas baik.
Pemasaran yang dilakukan yaitu didaerah lingkungan SMAN 3 Cibinong.
Karena dimungkinkan banyak peminat dari siswi siswi yang menggunakannya untuk
aksesoris tambahan.

3. Analisis SWOT
a. Strengths (Kekuatan)
 Menarik dan lucu
 Disukai anak- anak bahkan orang dewasa
 Menggemaskan
 Harga terjangkau
b. Weaknesses (kelemahan)
 Karena menggunakan bahan limbah kretas koran sehingga mudah terbakar

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

c. Opportunities (kesempatan)
 Menerima pesanan via online
 Masyarakat sering mengabaikan bahan limbah ini sebenarnya bisa
dikreativitaskan menjadi bahan yang bermutu dan memiliki harga jual
 Belum ada yang memulai bisnis ini di sekitar tempat penjualan
d. Threats (Ancaman)
 Banyak pesaing dengan bahan baku yang lebih baik dari kertas koran
seperti kayu, kremik, bambu dan lain sebagainya.

4. Rencana Desain dan Pengembangan


a. Nama Produk : Tempat pensil
b. Bahan dan cara pembuatan :
Bahan yang diperlukan :
- Kertas koran sebanyak 5 lembar
- Lem kertas atau fox
- Cet atau pewarna textile
- Thiner
- Kuas
Cara membuatnya :
 Untuk membuat keranjang pensil ini diperlukan 30 sampai 40 guntingan
kertas. Kertas koran dilipat menjadi delapan lipatan lalu digunting
memanjang. Ambil lidi untuk melinting kertas koran tersebut, buat satu
persatu sampai menjadi 30 sampai 40 lintingan.

 Setelah jadi lintingan ambil 8 lintingan dan disusun seperti ini.

 Langkah berikutnya ambil lintingan yang paling bawah diputar searah jarum
jam, diselang seling kebawah dan keatas begitu seterusnya. Bila sampai
ujung lintingan habis, disambung lagi ujung lintingan dengan diberi lem.

 Buat linkaran sesuai yg diinginkan

 Tahapan berikutnya setiap lintingan dinaikan keatas seperti gambar


disamping. Lintingan melingkar terus dibuat memutar hingga keatas kira-
kira sampai 10 cm tingginya.
 Terakhir setiap lintingan dimasukan ke sela-sela ayaman untuk mengikat
rangkaian ayaman.

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

 Selesai membuat keranjangnya, langkah berikutnya siapkan cet yang telah


diberi thiner, lalu cet setiap permukaan keranjang dengan menggunakan
kuas. Setelah semuanya di cet, dijemur hingga kering.

5. Rencana Operasional dan Manajemen


No Posisi Jumlah Orang Nama
1 Manajer (Pemilik) 1 - Suhendar
2 Investor 3 - Suhendar
- Iman Kusnandi
- Imanuel
3 Pegawai 3 - Jonatan
- Yusuf
- Amalia

6. Keuangan dan Pembiayaan


a. Modal
 Kertas koran 2 ikat = Rp. 10.000,-
 Lem kertas atau fox = Rp. 15.000,-
 Cet atau pewarna textile 5 warna = Rp. 10.000,-
 Thiner = Rp. 12.000,-
 Kuas = Rp. 3.000,-
Jumlah = Rp. 50.000,- untuk 20 unit
b. Penjualan
Rencana harga penjualan = Rp. 150.000,- untuk 20 unit
c. Keuntungan
Harga penjualan – modal = Rp. 150.000,- – Rp. 50.000,-
= Rp. 100.000,-

7. Kesimpulan Usaha
Demikianlah usaha yang akan dijalankan mudah-mudahan dengan bekal
kreativitas usaha yang akan dijalani ini akan memberikan manfaat bagi kami terutama
dalam berwawasan usaha.

Evaluasi

A. Tugas Mandiri
1. Jelaskanlah definisi administrasi menurut Ulbert!
2. Jelaskan secara singkat sejarah administrasi!
3. Apa sajakah manfaat administrasi?
4. Jelaskan ruang lingkup administrasi berupa mengirim dan menyimpan!
5. Sebutkan langkah-langkah dalam penjaringan ide?
6. Apakah yang dimaksud dengan internet marketing?
7. Apakah yang dimaksud dengan fungsi Organizing dalam administrasi?
8. Apakah yang dimaksud dengan analisis SWOT dalam perencanaan usaha?
9. Sebutkan strategi-strategi pemasaran?
10. Bagaimanakah kondisi suatu usaha jika tidak direncanakan? Jelaskan
pendapatmu!

B. Tugas kelompok
Buatlah beberapa kelompok besar di dalam kelas, kemudian buat sebuah
perencanaan usaha kerajinan berbahan limbah baik bangun ruang atau bangun datar
dengan sistematika perencanaan usaha yang ada!

Muhamad Suryadi, S.Pd


Modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas xi KD 3.1, 4.1, 3.6, 4.6
Sub Materi Perencanaan Usaha

Daftar Pustaka

Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2005)
Basu Swastha, Azaz-Azaz Marketing, (Yogyakarta: Liberti Yogyakarta, 2002)
Cecep Hidayat, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: IPWI, 1998)
Dr.Suryana.2011.Kewirausahaan: Pedoman Praktis Kiat Dan Proses Menuju…,
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Lupiyoadi, Rambat.2007. Entrepreneurship: From Mindset To Strategy.Jakarta:
Sunarto, Manajemen Pemasaran, (Yogytakarta: AMUS Yogyakarta, 2004)
S. Supriyanto Dan Ernawati, 2010. Judul: Pemasaran Industri Jasa Kesehatan. Penerbit
Cv Andi Offset: Yogyakarta.
M, Fuad dkk, Pengantar Bisnis, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000)
Panji Anoraga, Manajemen Bisnis…,
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Prenhallindo, 1997)
Philip Kotler dan Kevin L. Keller, Manajemen Pemasaran, (Indonesia: PT Macanan Jaya
Cemerlang, 2009)
Wasis, Pengantar Ekonomi Perusahaan, Bandung, Alumni.
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-administrasi-menurut-para.html
http://hariannetral.com/2015/07/pengertian-administrasi-dan-fungsi-administrasi.html
https://hambali14.wordpress.com/2011/06/04/sejarah-perkembangan-administrasi/
http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-administrasi-fungsi-tujuan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi
https://perpuskampus.com/pengertian-fungsi-dan-tujuan-pemasaran/
http://edoardoerlangga.blogspot.co.id/2013/07/proposal-usaha-kerajinan-tangan.html
http://bisniskunews.blogspot.co.id/2015/12/pentingnya-analisis-swot-dalam-suatu.html
http://kerajinantangandarikertas.blogspot.co.id/2013/02/membuat-keranjang-pensil-dari-
daur.html
Http://Cobah-Ajah.Blogspot.Co.Id/2012/05/Ide-Dan-Peluang-Kewirausahaan.Html

Muhamad Suryadi, S.Pd