Anda di halaman 1dari 4

KAJIAN TEORITIS EKSTERNALITAS DAN BARANG PUBLIK

PAPER

Oleh:

INDY FARHA ELYA HARDIYANTI NIM 171910501015

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JEMBER
2019
ARTIKEL PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

Kajian Teoritis Externalitas dan Barang Publik


(1)
Indy Farha Elya
(1)
Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Indyfarha@gmail.com

PENDAHULUAN

Dinamika perekonomian masa kini semakin tinggi volume aktivitas kegiatan ekonominya.
Fenomena penambahan populasi manusia menyebabkan semakin tingginya permintaan input
produksi dan produk olahan akhir untuk perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila
suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya dilaksanakan dalam suatu system atau pasar, maka
keterkaitan dari kegiatan tersebut tidak menimbulkan masalah. Namun, apabila keterkaitan antar
kegiatan tidak diproses melalui pasar maka dapat menimbulkan bermacam-macam masalah.
Sehingga dapat diketahui kegiatan yang tidak melalui mekanisme pasar disebut eksternalitas.
Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ekternalitas adalah suatu efek samping
(negative/positive) berbentuk tindakan dari pihak lain, baik dampak menguntungkan dan
merugikan. Menurut Mishan (1990) efek samping digategorikan menjadi: external effects,
externalities, neighbor hood effects, side effects, spillover effects. Dalam efek samping ini
memiliki mempunyai dampak negatif dan efek positif bisa terjadi secara bersamaan atau hanya
disisi lainnya saja.
Oleh karena itu, eksternalitas adalah tindakan seseorang yang mempunyai dampak,
dampak tersebut dapat mempengaruhi orang lain atau golongan tanpa kompensasi apapun
sehingga timbul inefisisensi dalam alokasi suatu produksi tertentu.

PEMBAHASAN

Berbagai dimensi teori ekternalitas tentang pengertian eksternalitas. Fisher (1996)


berpendapat bahwa eksternalitas terjadi apabila salah satu aktivitas pelaku ekonomi (baik produsen
dan konsumen) dapat mempengaruhi kesejahteraan pelaku ekonomi yang lain dan peristiwa
tersebut terjadi diluar mekanisme pasar. Sehingga saat kondisi tersebut, private choices oleh
konsumen dan produsen dalam private markets umumnya tidak menghasilkan sesuatu yang secara
ekonomi efisien. Pendapat lain dikemukakan oleh Osen (1988) menyatakan bahwa ekternalitas
terjadi karena sesuatu aktivitas mempengaruhi kesejahteraan sesuatu aktivitas lainnya terjadi
diluar mekanisme pasar (non market mechanism). Tidak seperti pengaruh yang ditransmisikan
melalui mekanisme pada harga pasar, namun eksternalitas dapat mempengaruhi ekonomi apabila
seseorang tidak mampu membuat property right.

Mengartkan pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa dalam dimensi perspektif teoritis
ekternalitas terjadi karena adanya perbedaan sesuatu unsur antara marginal social dan private cost
pada suatu barang. Implikasi dari pengertian eksternalitas tersebut memiliki implikasi penting
seperti:

1. Eksternalitas dapat terjadi apabila seorang agent mempengaruhi berbentuk kepuasaan pada
agent lain, tanpa melihat efek dari pengaruh kedalam price signal (Mishan, 1971)
2. Necessary conditions untuk situasi optimum (pareto optimally conditions) dilanggar (Mas-
Colell, 1995)

Karakteristik dari eksternalitas secara eksplisit dapat dirumuskan sebagai berikut:

 Eksternalitas dapat dihasilkan oleh prodsen maupun dengan konsumen


 Peristiwa eksternalitas sendiri selalu terjadi diluar harga mekanisme pada harga pasar
 Pada aspek ekternalitas terdapat hubungan timbal balik
 Peristiwa yang terjadi bisa secara individu mapun segolongan/kelembagaan

Menurut pendapat peare dkk (1991) menyebutkan jenis-jenis pelaku dalam eksternalitas dalam
ekonomi/pasar sebagai berikut:

1. Produsen dan Produsen


2. Konsumen dan konsumen
3. Konsumen dan produsen
4. Konsumen dan konsumen

Eksternalitas memiliki dua macam bentuk, yaitu eksternalitas negative dan ekternalitas positif.
Berikut uraian mengenai bentuk ekternalitas:

1. Dapat dikatakan eksternal bentuk positif jika memiliki keuntungan terhadap pihak ketiga
selain penjual dan pembeli yang tidak direfleksikan dalam harga, terjadi ekternalitas positif
maka harga tidak sama dengan keuntungan sosial tambahannya dari barang-barang yang
ada. Contoh ekternalitas positif seperti suntikan antibody terhadap penyakit, maka suntikan
tersebut akan bermanfaat bagi orang bersangkutan dan bermanfaat bagi orang yang tidak
tertular penyakit.
2. Ekternalitas negative (biaya eksternal) adalah biaya untuk pihak ketiga selain pembeli dan
penjual barang yang tidak memperhatikan dalam harga pasar. Ekternalitas ini terjadi karena
harga barang atau jasa tidak menggambarkan biaya sosial tambahan secara sempurna
sehingga baik pembeli dan penjual tidak memperhatikan biaya-biaya ini pada pihak ketiga.

Uraian diatas sudah dapat diketahui mengapa ekternalitas dapat menyebabkan kegagalan pasar.
Hal ini karena pada eksternalitas akan menimbulkan masalah yakni apabila produsen maupun
konsumen menyebabkan biaya atau manfaat pada orang lain (pihak keiga). Masalah ini muncul
karena biaya manfaat eksternal tersebuttidak dimasukkan dalam perhitungan oleh konsumen dan
produsen dalam menjual barangnya, sehingga dari aktivitas tersebut akan menghasilkan sikap
underestimate.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah ekternalitas, berikut bentuk upaya-upaya
yang dapat mengatasinya:

1. Bentuk usaha Pemerintah ini merupakan menginternalisasikan ekternalitas, sehingga pihak


ketiga dapat merasakan manaat dari aktivitas ekonomi yang lain. Dalam hal ini pemerintah
membuat insentive sehingga private bagi produsen maupun konsumen akan mencapai
efisien. Insentive ini berbentuk pajak, pajak ini akan mendorong konsumen maupun
produsen untuk memasukkan biaya-biaya eksternal, pelaku eksternalitas ini membayar
sejumlah biaya sebesar biaya eksternal tambahan pada per unit output yang terjual sehingga
pajak sama dengan biaya eksternal tambahan.
2. Upaya internalisasi eksternalitas dapat dilakukan berbentuk subsidi, pengenaan subsidi
dilakukan ketika eksternalitas menimbulkan manfaat eksternal (external benefit = positive
externality)
3. Upaya membuat suatu property right bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
sumber dayanya.

Apabila penjelasan uraian diatas dicapai maka masing-masing pihak dalam aktivitasnya mencapai
kesejahteraan ekonominya.

DAFTAR PUSTAKA

Mishan,E.J. 1971.”The Post-War Literaure on Externalities:An Interpretive Essay”, Journal of


Economic Literature, 9:1–28.

Fisher, R.C. 1996.State and Local Public Finance. New York: Irwin.

Mas-Colell, A., Whinston, M.D., dan J.R Green. 1995. Microeconomic Theory. Oxford: Oxford
University Press

Mukhlis, Imam. 2009. Eksternalitas, Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan


dalam Perspektif Teoritis. Jurnal Ekonomi Bisnis. 14(3): 191-199