Anda di halaman 1dari 5

Pertemuan Ke : -7

Judul Praktikum : Pengukuran Kemiringan Lereng menggunakan Abney


Level
Hari/Tanggal : Jumat / 13 Maret 2019
Tempat : Lahan Pertanian Universitas Jambi
Nama / NIM : Herkoencoro Bagas Y / D1A016160
Kelas :M
Asisten Praktikum : Reza Alfanisia Putri
Riesca Wulandari
Ahmad Tjari
Jhon Patar Sitinjak
Ovanny Thalia Sinaga

Prinsip Teori
Abney level adalah sebuah alat yang dipakau untuk mengukur ketinggian
yang terdiri dari skala busur derajat. Beberapa kelebihan abney level adalah mudah
untuk digunakan, relative murah dan akurat. Abney level digunakan untuk mengukur
derajat dan elevasi topografi. Alat ini berupa teropong yang dilengkapi dengan busur
setengah lingkaran.
Lereng adalah penampakan alam yang disebabkan karena adanya beda tinggi
di dua tempat. Kemiringan lereng ( Slope) merupakan salah satu unsur topografi dan
sebagai faktor terjadinya erosi melalui proses run off .Semakin curam lereng semakin
besar laju dan jumlah aliran permukaan, semakin besar pula erosi yang terjadi.

Tujuan Praktikum
Untuk menghitung

Alat dan Bahan


1. Meteran
2. Abney Level
3. Sunto
4. Alat tulis

Pelaksanaan Praktikum

Persiapkan alat dan Tentukan titik- titik Ukur sudut dari titik A
bahan yang akan yang digunakan ke titik B
dipakai sebagai objek dan
tentukan arah

Bidik rambu ukur Lakukan penghitungan Lakukan pengukuran


dengna kompas sesuai pada sudut pada tiap dengna metode
dengan derajat yang titik dalam metode segitiga dan persegi
didapat segitiga dan persegi

Ukur jarak Gambar di buku


menggunakan meteran millimeter blok sesuai
pada tiap metode dengan skala

Hasil dan Pembahasan


Hasil:

Jarak Titik Awal - Akhir Kemiringan Lereng

Abney Level Suunto


72.6 m
4o 9’ 6o 11’

Kemiringan 4º jarak dilapangan 72.6 m


Pengukuran kemiringan lereng :
Diketahui : Jarak a = 72.6 m

Sudut kemiringan lereng = 4o

Sudut siku – siku = 90o

Ditanya : Jarak b dan c ?

Jawab :

Jarak b dan c :

Pengukuran tinggi pohon :

Diketahui : Jarak x = b = 71.87 m

Sudut titik berdiri - pohon = 18o

Sudut siku – siku = 90o

Ditanya : Jarak y dan z ?

Jawab :
Jarak y dan z :

Tinggi pohon = c + z

= 5.0094 + 22.69

= 27.69 m

Jadi, dari pengukuran kemiringan lereng didapatkan tinggi pohon setinggi adalah
27.69 m.

Pembahasan :

Pada praktikum ini dilakukan pengukuran kemiringan lereng dan tinggi


pohon. Pengukuran ini menggunakan abney level dan suunto bertujuan untuk
mengukur kemiringan lereng. Berdasarkan hasil data yang telah didapat, dari hasil
perhitungan kemiringan lereng bisa digunakan untuk mendapatkan tinggi pohon,
namun sebelumnya kita harus mengukur sudut titik awal ke ujung pohon. Ketelitian
penggunaan abney level tergantung kepada masing-masing pengamat. Dari hasil
pengukuran didapatkan kemiringan lereng sangat landai berdasarkan pedoman
klasifikasi pembagian kemiringan lereng.

Pengukuran kemiringan lereng dengan menggunakan abney level tidak


berbeda jauh dengan suunto. Pengukuran dengan menggunakan abney level sebesar
4o sedangkan suunto 6o. Selain itu keakuratan juga dipengaruhi oleh keadaan baik
buruknya kerja dari alat pengukuran.

Kesimpulan:
Pada praktikum kali ini, dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Jarak dan tinggi lereng diperoleh setelah diketahui derajat kemiringan dan jarak
kelerengan dengan menggunakan aplikasi trigonometri cos dan sin

Daftar Pustaka
Muammar Fattan. 2017. Mengukur Kemiringan Lahan Dengan Alat Pengukur
Sudut.[https://www.scribd.com/document/360316188/1-Mengukur-
Kemiringan-Lahan-Dengan-Alat-Pengukur-Sudut] Diakses pada 20
Maret 2019
Bafdal, N., Amaru, K., Suryadi, E., & Ardiansah, I. (2012). Menghitung Curah
Hujan. In N. Bafdal, K. Amaru, E. Suryadi, & I. Ardiansah,. Penuntun
Praktikum Teknik Pengawetan Tanah dan Air (pp. 01-02). Bandung: Jurusan
Teknik dan Manajemen Industri Pertanian, FTIP, Universitas Padjadjaran.

Wongsotjitro, Soetomo. 1992. Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta: Kanisius