Anda di halaman 1dari 3

1.

Wujud (ada)

Sifat Wujud ialah kepastiaan adanya Allah. Maksudnya, Allah pasti ada. Bukti bahwa Allah itu ada
adalah wujud makhluk. Kalau Allah tidak ada, tentu semua makhluk ini tidak ada. Allah swt. berfirman
:

Artinya : “Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.” –
QS. Ta-Ha [20:14]

2. Qidam (dahulu atau awal)

Sifat Qidam ialah ketiadaan permulaan bagi keberadaan atau wujud Allah, sebab Allah adalah
sumber semua makhluk, Pencipta makhluk, dan pencipta itu mesti lebih dahulu daripada yang
dicipta. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu.” – QS. Al-Hadid [57:3]

3. Baqo (Kekal)

Sifat Baqo ialah tiada akhir bagi keberadaan atau wujud Allah, Dia tetap ada selama-lamanya. Allah
berfirman :

Artinya : “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai
kebesaran dan kemuliaan.” – QS. Ar-Rahman [55:26-27]

4. Mukholafatul lil hawaditsi (Berbeda dengan ciptaan-Nya)

Sifat Mukholafatul lil hawaditsi ialah Allah Ta’ala itu tidak dapat disamai oleh makhluk apa pun dan
tidak menyamai makhluk. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai atau sama dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha
Mendengar dan Maha Melihat.” – QS. Ash-Shura [42:11]

5. Qiyamuhu binafsihi (Allah berdiri sendiri)

Sifat Qiyamuhu binafsihi ialah Allah itu tidak butuh kepada apa pun dan tidak butuh kepada siapa
pun. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu pun) dari
semesta alam.” – QS. Al-Ankabut [29:6]

6. Wahdaniyyat (Esa atau Tunggal)


Sifat Wahdaniyyat ialah Allah itu Tunggal, Mandiri, tiada sekutu bagi-Nya, baik dalam perbuatan, sifat
maupun Zat-Nya. Allah swt berfirman :

Artinya : “Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.” – QS. Al-Ikhlas [112:1]

7. Qudrot (Berkuasa)

Sifat Qudrot ialah kemampuan Allah menciptakan dan meniadakan apa saja yang Dia kehendaki
berdasar keinginan-Nya. Apabila Allah tidak mempunyai kemampuan, tentu Dia tidak dapat
mencipta makhluk sekecil apa pun. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” – QS. Al-Baqara [2:20]

8. Irodat (Berkehendak)

Sifat Irodat ialah kehendak menakdirkan sesuatu sebelum menciptakannya. Allah memiliki kebebasan
menciptakan apa saja sesuai kehendak-Nya dan pilihan-Nya. Karena itu, adakalanya Dia
menciptakan sesuatu berbentuk panjang, tinggi atau pendek, ada yang bagus dan ada yang jelek,
adakalanya pandai dan adakalanya bodoh. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami
hanya mengatakan kepadanya Kun (jadilah), maka jadilah ia.” – QS. An-Nahl [16:40]

9. ‘Ilmu (Mengetahui)

Sifat ‘Ilmu ialah Allah mengetahui terhadap segala sesuatu yang telah berlalu, yang sedang terjadi
dan yang akan terjadi. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu.” – QS. Al-Mujadilah [58:7]

10. Hayat (Hidup)

Sifat Hayat ialah Allah itu Maha Hidup dan Kekal serta tidak bakal sirna. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Dan bertakwalah kepada Allah Yang Maha Hidup kekal lagi yang tidak mati.” QS. Al-Furqan
[25:58]

11. Sama’ (Mendengar)

Sifat Sama’ ialah didengarnya segala sesuatu oleh Allah. Allah mendengar segala sesuatu yang tidak
dapat didengar oleh selain-Nya. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan
kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar
soal – jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” – QS.
Al-Mujadila [58-1]

12. Bashor (Melihat)

Sifat Bashor ialah terlihatnya segala sesuatu oleh Allah. Tidak ada sesuatu pun yang lepas dari
pandangan Allah. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai atau sama dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha
Mendengar dan Maha Melihat.” – QS. Ash-Shura [42:11]

13. Kalam (Berbicara atau Berfirman)

Sifat Kalam ialah bahwa Allah itu Maha Bicara. Allah swt. berfirman :

Artinya : “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” – QS. An-Nisa [4:164]

14. Kaunuhu Qodiron

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu Qodiron, artinya terbukti Allah yang Maha Kuasa dan
Mustahil Allah tidak Kuasa. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat Qudrot.

15. Kaunuhu Muridan

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu Muridan, artinya terbukti Allah yang Maha berkehendak
dan mustahil Allah tidak mempunyai kehendak. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat Irodat.

16. Kaunuhu ‘Aliman

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu ‘Aliman, artinya terbukti Allah yang Maha Mengetahui dan
mustahil Allah yang bodoh. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat ‘Ilmu.

17. Kaunuhu Hayyan

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu Hayyan, artinya terbukti Allah yang Hidup dan mustahil
Allah mati. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat Hayat.

18. Kaunuhu Sami’an

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu Sami’an, artinya terbukti Allah yang Maha Mendengar dan
mustahil Allah yang tuli. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat Sama’.

19. Kaunuhu Bashiron

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu Bashiron, artinya terbukti Allah yang Maha Melihat dan
mustahil Allah yang buta. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat Bashor.

20. Kaunuhu Mutakalliman

Wajib aqli Allah mempunyai sifat Kaunuhu Mutakalliman, artinya terbukti Allah yang Berfirman, dan
mustahil Allah yang bisu. Adapun dalil – dalilnya cukup dengan sifat Kalam.