Anda di halaman 1dari 7

ION KOMPLEKS

ON 18/10/2015 BY AMALDOFIRJARAHADITAN EDALAM KELAS XII

Sebelum memasuki apa itu ion kompleks, pengertian ion sendiri adalah atom
atau kelompok atom yang bermuatan listrik, jadi ion dapat menghantarkan listrik
dengan baik. Nah, ion ada 3 jenis lho:

 Struktur ion kompleks


(sumber: http://1.bp.blogspot.com

Ion tunggal = ion berunsur tunggal tetapi bermuatan. Contohnya: Cu2+


(Tembaga (II), S2- (Sulfida)

 Ion poliatom = ion yang berunsur ganda dan bermuatan. Contohnya: SO4 2-
(Sulfat), CO3 2- (Karbonat), NH4+ (Amonium)
 Ion kompleks = ion yang memiliki struktur kompleks, yang terdiri atas atom pusat
dan beberapa unsur lain yang berikatan ke atom pusat tersebut (ligan) melalui
ikatan kovalen koordinat (koordinasi)

A. Kation (+)

Kation adalah senyawa bermuatan negatif, tetapi dalam sekali pandang, kation
memiliki tanda + di senyawanya. Contohnya NH4+. Nah, NH4+ (amonium) ada
tanda +, tetapi sebenarnya bermuatan negatif (-). Gimana nih cara lihat kation di
ion kompleks?

1. [Cu(NH3)4]2+ = kationnya adalah [Cu(NH3)4] karena bermuatan positif


2. K[Ag(CN)2] = kationnya K+
3. K[Al(H2O)2(OH)4] = kationnya K+
4. [Zn(NH3)4]SO4 = kationnya [Zn(NH3)4]2+
So, kesimpulannya: Kation selalu berada paling depan dan kiri, bukan di

belakang dan di kanan

B. Anion (-)

Anion adalah senyawa bermuatan positif, tetapi dalam sekali pandang, anion
memiliki tanda – di senyawanya. Contohnya CN- ada tanda negatif, tetapi
sebenarnya bermuatan positif. Cara lihat anion di ion kompleks gimana?

1. [Cu(NH3)4]2+ = tidak ada anion karena senyawa tsb bermuatan positif


2. K[Ag(CN)2] = anionnya [Ag(CN)2]
3. K[Al(H2O)2(OH)4] = anionnya [Al(H2O2)(OH)4]
4. [Zn(NH3)4]SO4 = anionnya SO4 2-

Jadi: Anion selalu berada di paling belakang dan sebelah kanan

C. Ligan

Ligan adalah anion (- ; contoh: Cl-) atau molekul netral yang terikat langsung
pada ion atau atom pusat. Nah, kan dalam ion kompleks terjadi ikatan kovalen
koordinat, jadi ligan-ligan yang terikat inilah sebagai donor elektron ke atom
pusat supaya stabil (mencapai aturan oktet). So, ligan-ligan tersebut harus ada
dong PEB-nya (pasangan elektron bebas)

Jenis-jenis ligan:

 Ligan unidentat = ligan yang menyumbang satu (1) pasang elektron bebas (PEB)
 Ligan bidentat = ligan yang menyumbang dua (2) PEB
 Ligan polidentat = ligan yang menyumbang lebih dari 2 (>2) PEB

Jadi, gimana dong cara melihat ligan dalam suatu ion kompleks? Begini, ambil
contoh:

1. [Cu(NH3)4]2+ = ligannya NH3


2. K[Ag(CN)2] = ligannya CN-
3. K[Al(H2O)2(OH)4] = ligannya H2O dan OH-
4. [Zn(NH3)4]SO4 = ligannya NH3
Jadi kesimpulannya: Ligan selalu berada di dalam tanda kurung biasa ini –> ( )

Nah, di bawah ini adalah daftar ligan-ligan yang dapat membentuk ion kompleks:

Nama-nama ligan

Urutan kekuatan beberapa ligan dari yang paling lemah:


CN- > NO2- > NH3 > H2O > F- > Cl- > Br- > I-

D. Atom pusat

Atom pusat adalah tempat di mana ligan-ligan dari ion kompleks berikatan kimia.
So, atom pusat ini menjadi pusat ligan mendonorkan elektronnya supaya stabil.
Jadi, gimana dong cara melihat atom pusat dari ion kompleks? Begin:

1. [Cu(NH3)4]2+ = atom pusatnya Cu2+


2. K[Ag(CN)2] = atom pusatnya Ag+
3. K[Al(H2O)2(OH)4] = atom pusatnya Al3+
4. [Zn(NH3)4]SO4 = atom pusatnya Zn2+

Jadi: Atom pusat selalu berada di sebelah kiri tanda kurung siku —> [ ]

E. Bilangan koordinasi

Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan atau jumlah ikatan koordinasi yang
dibentuk oleh atom pusat terhadap ligan-ligannya. Ingat ya, bilangan koordinasi
adalah milik ligan, bukan atom pusat! Yuk lihat bagaimana tahu bilangan
koordinasi di ion kompleks:

1. [Cu(NH3)4]2+ = bilangan koordinasinya adalah 4


2. K[Ag(CN)2] = bk-nya adalah 2
3. K[Al(H2O)2(OH)4] = bk-nya adalah 6 (karena ada 2 ligan air dan 4 ligan OH-)
4. [Zn(NH3)4]SO4 = bk-nya adalah 4

Kesimpulannya: Bilangan koordinasi adalah angka kecil di sebalah kanan tanda


kurung —> ( ) ligan-ligan.

F. Muatan ion kompleks

Muatan ion kompleks sama dengan jumlah muatan ion pusat dan muatan ligan-
ligannya. Dengan contoh:

1. [Cu(NH3)4]2+ = muatannya +2
2. [Ag(NH3)2]+ = muatannya +1
3. [Fe(CN)6]3- = muatannya -3

Lah, darimana muatan-muatan itu didapat? Nanti dijelaskan di contoh soal-soal


di bawah ya

G. Reaksi ionisasi ion kompleks

Reaksi ionisasi adalah reaksi kimia yang memecahkan senyawa tersebut dalam
bentuk ion-ionnya berdasarkan kation dan anion. Contoh dalam ion kompleks:

1. K[Ag(CN)2] ⇄ K+ + [Ag(CN)2]-
2. K[Al(H2O)2(OH)4] ⇄ K+ + [Al(H2O)2(OH)4]-
3. [Zn(NH3)4]SO4 ⇄ [Zn(NH3)4]2+ + SO4 2-
4. K2[Zn(CN)4] ⇄ 2K+ + [Zn(CN)4]2-
5. K3[Fe(CN)6] ⇄ 3K+ + [Fe(CN)6]3-

CONTOH SOAL:

1. Ion kompleks terdiri atas atom pusat kromium (III), dua ligan Cl- dan empat ligan
air. Muatan ion kompleksnya adalah …
A. 0 D. +3
B. +1 E. +4
C. +2
–> Penyelesaian:
Dari soal, didapatkan bahwa ion kompleksnya [Cr(H2O)4Cl2]^x. Nilai x adalah
muatan yang dicari (tanda ^ adalah pangkat). Jadi, mencari muatannya dengan
metode biloks dalam reaksi redoks:
Cr + 4 (H2O) + 2 (Cl) = x ——-> Muatan air = 0 ; muatan Cl = -1 (lihat lagi daftar
ligan di atas!)
3 + 0 – 2 = x ———–> Cr = 3 karena kromium (III) atau Cr3+
x = +1
2. Di antara senyawa berikut yang tidak dapat menjadi ligan dalam pembentukan
senyawa kompleks adalah …
A. NH3 D. Cl-
B. NH4+ E. H2O
C. CO
3. Ion kompleks berikut yang dapat mengalami oksidasi adalah …
A. [Fe(CN)6]4- D. [Ni(CO)]Cl3
B. [Fe(CN)6]3- E. [Zn(H2O)4]2+
C. [Co(NH3)6]3+
–> Penyelesaian:
Soal ini menghubungkan ion kompleks ke deret volta. Acuannya adalah atom
pusat. Dari obsein A sampai E berturut-turut atom pusatnya: Fe,Fe,Co,Ni, dan
Zn. Dalam deret volta sebelah (H) dapat mengalami oksidasi, namun Zn terletak
paling kiri daripada Fe, Co, dan Ni. Jadi, Zn mudah mengalami oksidasi
4. Ikatan yang terjadi antaratom (ion) pusat dengan ligan pada ion kompleks adalah
ikatan …
A. Ion D. Hidrogen
B. Kovalen E. Logam
C. Koordinasi
5. Tingkat oksidasi besi dalam Fe(CN)6 4- adalah …
A. -4 D. +3
B. -2 E. +4
C. +2
—> Penyelesaian:
Fe + 6 (biloks CN) = -4
Fe + 6 (-1) = -4
Fe = +2
6. Suatu senyawa kompleks terdiri dari ion kromium, anion Cl-, dan molekul NH3.
Jika bilangan oksidasi pusat kromium = +3, bilangan koordinasi 6, dan muatan
ion kompleks = +1, maka rumus kimia senyawa kompleks tersebut adalah …
A. [Cr(NH3)6]Cl3 D. [Cr(NH3)4Cl2]Cl
B. [Cr(NH3)5]Cl2 E. [Cr(NH3)5Cl]Cl2
C. [Cr(NH3)4]Cl
–> Penyelesaian:
1. Atom pusat = Cr3+ ; ligan = Cl- dan NH3
2. Rumusnya [Cr(NH3)xCly]Cl
3. Kation = [Cr(NH3)xCly]+ + Cl- ; makanya muatan kompleks +1 (yang kation)
4. Dari obsein yang bilangan koordinasinya 6 adalah D, yang dipecah sama
dengan langkah nomor 3: [Cr(NH3)4Cl2]Cl —> [Cr(NH3)4Cl2]+ + Cl-
7. Rumus ion kompleks dari ion pusat Al3+, ligan molekul air dan ion OH-, bilangan
koordinasi 6, dan bilangan oksidasi (muatan) ion kompleksnya -1 adalah …
A. [Al(H2O)2(OH)4]- C. [Al(H2O)4(OH)]3+
B. [Al(H2O2)2(OH)4]- E. [Al(H2O)(OH)]-
C. [Al(OH)4]H2O
–> Penyelesaian:
1. Ion pusat Al3+, ligannya air dan OH-. Jadi, air dan OH- berada di tanda kurung
–> ( )
2. Karena atom pusat berada di kiri, maka rumusnya [Al(H2O)x(OH)y]-
3. Mencari x dan y: (muatan air = 0 ; muatan OH- = -1)
^^Y =
Al + x (biloks H2O) + y (biloks OH-) = -1
3 + 0 – y = -1
y=4
^^X = karena bilangan koordinasinya 6 dan nilai y 4, maka otomatis nilai x adalah
2 supaya jadi 6
4. Jawaban paling tepat adalah A
8. Jika ligan CN- berikatan dengan ion pusat Fe2+, membentuk ion kompleks
bermuatan -4, maka rumus kimia ion kompleksnya adalah …
A. [Fe(CN)5]4- D. [Fe(CN)2]-4
B. [Fe(CN)6]4- E. [Fe(CN)3]-4
C. [Fe(CN)2(H2O)]+3
–> Penyelesaian:
1. Ion pusat Fe2+ ; ligan CN- ; muatan ion kompleks -4
2. Rumus hipotesisnya [Fe(CN)x]-4
3. Mencari nilai x:
(biloks Fe) + x (biloks CN) = -4
+2 – x = -4
x=6
4. Maka [Fe(CN)x]-4 menjadi [Fe(CN)6]-4
9. Ion pusat Ag+, ligan S2O3 2-, dan bilangan koordinasi 2 memiliki rumus
kompleks …
A. [Ag(S2O3)]3- D. [Ag(S2O3)2]4-
B. [Ag(S2O3)4]3- E. [Ag(S2O3)2]-
C. [Ag(S2O3)2]3-
–> Penyelesaian:
1. Ion pusat Ag+, ligan S2O3 2-, bilangan koordinasi 2
2. Karena bilangan koordinasi selalu milik ligan maka rumusnya [Ag(S2O3)2]^x
3. Mencari nilai x:
(biloks Ag) + 2 (biloks S2O3 2-) = x
1 + 2 (-2) = x
x = -3
4. Maka [Ag(S2O3)2]^x menjadi [Ag(S2O3)2]3-
10. Logam transisi dengan simbol M, membentuk ion kompleks dengan rumus
[M(CN)6]4-. Logam yang sama dalam tingkat oksidasi yang sama membentuk ion
kompleks dengan rumus [M(NH3)4]x. Berapakah nilai x? (SBMPTN)
A. 4-
B. 2-
C. 0
D. 2+
E. 4+
–> Penyelesaian:
1. [M(CN)6]4- memiliki logam transisi M, yang sama nanti nilainya dengan ion
kompleks [M(NH3)4]x maka cari dulu berapa nilai muatan M-nya.
2. Muatan M pada [M(CN)6]4- :
M + 6 (biloks CN) = -4
M + 6 (-1) = -4
M = +2
3. Nah, biloks M pada langkah 2 sama dengan biloks pada ion
kompleks [M(NH3)4]x. Jadi, nilai x tersebut dapat dicari:
M + 4 (biloks NH3) = x
2 + 4 (0) = x
x = +2
4. Sehingga [M(NH3)4]2+