Anda di halaman 1dari 312

MATERI PERSIAPAN

SUKSES CPNS DAN PPPK


TAHUN 2019

DISUSUN OLEH
@DUNIACPNS

TES WAWASAN KEBANGSAAN


TES INTELEGENSI UMUM
TES KARAKTERISTIK PRIBADI
DILARANG KERAS MEMPERBANYAK, MENYALIN,
MENGKOPI, MENYEBARKAN, MENCETAK DAN
MEMPERJUALBELIKAN PDF INI TANPA IZIN TERTULIS
DARI PIHAK @DUNIACPNS

APABILA TERDAPAT KESALAHAN PADA


PENULISAN EBOOK, SILAHKAN MENGIRIMKAN
EMAIL: DUNIACPNS@GMAIL.COM

TEAM AKAN SELALU MELAKUKAN PERBARUAN MATERI DAN


REVISI SESUAI DENGAN KONDISI TERBARU PENERIMAAN
CPNS DAN PPPK
SELEKSI KOMPETENSI DASAR
(SKD)

Salah satu tahapan penting dalam seleksi CPNS adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Tahapan ini harus dilalui oleh pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti
tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2019 ini menggunakan sistem Computer Assisted
Test (CAT), dan kelulusan menggunakan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD
memiliki bobot 40 persen, sementara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobotnya 60 persen.

Setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan
Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik
Pribadi (TKP) 35 soal.

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan


mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia,
Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI ini mencakup sistem tata
negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional
maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Pertama,


kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan.
Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan
melihat hubungan diantara angka-angka. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal
ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

TIU juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan
kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram. Selain itu juga
kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan
berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. Dari
setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah
nilainya nol (0).
Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Soal-soal dalam kelompok
soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi
informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat
berprestasi. Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain,
kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas. Juga
kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta
kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain. Berbeda dengan dua kelompok
soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini terbesar 5 dan tidak ada nilai
nol (0) untuk setiap jawaban. Karena itu, peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

Passing Grade

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas
(passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai
Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. “Passing grade bagi peserta SKD dari
kelompok pelamar jalur umum sama seperti tahun lalu, yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU
dan 75 untuk TWK,”
Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem
perangkingan, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya. Untuk pelamar
dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai
TIU minimal 85.
Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70.
Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks
tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60. “Untuk peserta
seleksi dari olahragawan berprestasi internasional, nilai terendah merupakan nilai ambang
batas hasil SKD,”.
Ditambahkan, Permen PANRB No. 37/2018 ini juga mengatur adanya pengecualian untuk
beberapa jabatan. Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal
298, dengan nilai TIU sesuai passing grade. Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescuer,
ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan,
akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.
MATERI SELEKSI KOMPETENSI DASAR

Materi Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil meliputi:


1) Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan
kemampuan mengimplementasikan:
a) Nasionalisme;
b) Integritas;
c) Bela Negara;
d) Pilar negara;
e) Bahasa Indonesia;
f) Pancasila;
g) Undang-Undang Dasar 1945;
h) Bhinneka Tunggal Ika; dan
i) Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem Tata Negara Indonesia, sejarah
perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global,
dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar
2. Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai:
a) Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan
maupun tulisan;
b) Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan
melihat hubungan di antara angka-angka;
c) Kemampuan figural yaitu kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental
seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram;
d) Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut
dan sistematis; dan
e) Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan
secara sistematik.

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai:


a) Pelayanan publik;
b) Sosial budaya;
c) Teknologi informasi dan komunikasi;
d) Profesionalisme;
e) Jejaring kerja;
f) Integritas diri;
g) Semangat berprestasi;
h) Kreativitas dan inovasi;
i) Orientasi pada pelayanan;
j) Orientasi kepada orang lain;
k) Kemampuan beradaptasi;
l) Kemampuan mengendalikan diri;
m) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
n) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
o) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok; dan
p) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.
TWK
Tes Wawasan Kebangsaan
Tes Wawasan kebangsaan (TWK) merupakan, salah satu Tes Kompetensi
Dasar yang wajib diikuti oleh para peserta dalam uji seleksi penerimaan
CPNS. Tujuan diberlakukannya Tes Wawasan Kebangsaan adalah untuk
menguji kemampuan penguasaan materi kebangsaan Indonesia dari para
peserta tes yang terdiri atas Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika,
dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang meliputi:

a. Sistem testa negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun


pemerintah daerah.
b. Sejarah perjuangan bangsa.
c. Peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global.
d. Kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

PANCASILA
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Kata Pancasila terdiri
dari dua kata yang diambil dari bahasa Sanskerta, yaitu panca yang berarti
lima dan sila yang berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan
dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat
Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila atau yang biasa dikenal dengan lima
sila dalam Pancasila adalah:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima sila tersebut tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan)


Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang
berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusar Pancasila pada
tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

SEJARAH PERUMUSAN

Perumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi diawali dari usulan-

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-2


usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia yaitu:

1. Lima Dasar oleh Muhammad Yamin dalam pidatonya pada tanggal 29


Mei 1945, yaitu:
a. Peri Kebangsaan
b. Peri Kemanusiaan
c. Peri Ketuhanan
d. Peri Kerakyatan
e. Kesejahteraan Rakyat.

Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada
sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama
berkembang di Indonesia.

2. Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945
dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul
"Lahirnya Pancasila", yaitu
a. Kebangsaan
b. Internasionalisme
c. Mufakat
d. Kesejahteraan
e. Ketuhanan

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi


beberapa dokumen penetapannya ialah:
• Rumusan pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22
Juni 1945.
• Rumusan kedua: Pembukaan Undangundang Dasar - tanggal 18
Agustus 1945
• Rumusan ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia
Serikat - tanggal 27 Desember 1949.
• Rumusan keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara -
tanggal 15 Agustus 1950
• Rumusan kelima: Rumusan kedua yang dijiwai oleh rumusan
pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959).

Pancasila yang digali dari bumi Indonesia merupakan:


1. Dasar negara yang merupakan sumber sumber dari segala sumber
hukum yang berlaku di negara kita.
2. Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan serta
memberi petunjuk bagi masyarakat yang beraneka ragam sifatnya.
3. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, karena Pancasila memberikan
corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari
bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan
bangsa Indonesia dari bangsa yang lain.
4. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu
masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-3


berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik
Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat
dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan
dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka,
bersahabat, tertib, dan damai.
5. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil
rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan
yang dijunjung tinggi, bukan sekedar karena ditemukan dari kandungan
kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak
berabad-abad yang lalu, melainkan karena Pancasila itu telah mampu
membuktikar kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan
bangsa.

Apabila dibicarakan mengenai Pancasila, maka yang dimaksud adalah


Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 itulah yang
digunakan, sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh
wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR No. XI/MPR/1978,


Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima
silanya. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh, karena masing-
masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara
sendiri-sendiri, terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. Memahami atau
memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari silasila lainnya akan
mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila.

FALSAFAH PANCASILA SEBAGAI DASAR FALSAFAH NEGARA


INDONESIA

Falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, dapatlah


ditemukan dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-
undangan negara Indonesia sebagai berikut:
1. Dalam Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945
2. Dalam Naskah Politik yang bersejarah, tanggal 22 Juni 1945 alinea IV
yang kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD 1945
(terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta)
3. Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV
4. Dalam Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS)
tanggal 27 Desember 1945, alinea IV

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-4


5. Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI)
tanggal 17 Agustus 1950
6. Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden RI
tanggal 5 Juli 1959 di

UUD 1945 DAN AMANDEMEN


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau
disingkat UUD 1945 atau UUD '45, adalah hukum dasar tertulis (basic law),
konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

UUD 1945 disahkan sebagai undangundang dasar negara oleh PPKI pada
tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia
berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia
berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan
UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22
Juli 1959.

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali


perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam
sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Sebelum dilakukan Perubahan, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang


Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya
terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat
atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta
Penjelasan

Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 16 bab, 37 pasal,


194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan Tambahan.

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang


dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun
rancangan UUD 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun
pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
(BPUPKI) tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI
mengesahkan UUD 1945 sebagai UndangUndang Dasar Republik
Indonesia.

1. Periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949).


Dalam kurun waktu 1945-1950, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan
sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan
mempertahankan kemerdekaan.
2. Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949 - 17
Agustus 1950). Pada masa ini sistem pemerintahan Indonesia adalah
parlementer.
3. Periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950 - 5 Juli 1959). Pada periode

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-5


UUDS 1950 ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang
sering disebut Demokrasi Liberal. Sehingga pada tanggal 5 Juli 1959
mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan
berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950.
4. Periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959 - 1966). Karena situasi
politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur
kepentingan partai politik sehingga gaga) menghasilkan UUD baru,
maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit
Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945
sebagai undangundang dasar.

Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:


• Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA
serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara.
• MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
• Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30
September Partai Komunis Indonesia.

4. Periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959 - 1966)

Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan akan


menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.
Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat
"sakral", di antara melalui sejumlah peraturan:
• Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR
berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak
akan melakukan perubahan terhadapnya
• Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang
antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah
UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui
referendum.
• Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang
merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.

5. Periode 21 Mei 1998 - 19 Oktober 1999. Pada masa inl dikenal masa
transisi. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh
B.J.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI.

6. Periode Perubahan UUD 1945 (1999 - 2002). Salah satu tuntutan


Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap
UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain
karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan
pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat
besar pada Presiden, adanya pasalpasal yang terlalu "luwes" (sehingga
dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945
tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung
ketentuan konstitusi.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-6


Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan
dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian
kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain
yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.
Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah
Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat
structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan
presidensial.

Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan


(amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan
MPR, yaitu:

1. Sidang Umum MPR 1999, tanggal 1421 Oktober 1999: Perubahan


pertama UUD 1945.
2. Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000: Perubahan
kedua UUD 1945.
3. Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001: Perubahan
ketiga UUD 1945.
4. Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002: Perubahan
keempat UUD 1945.

BHINNEKA TUNGGAL IKA


Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia yang berasal
dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat
"Berbeda-beda tetapi tetap satu".

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan


Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka
ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Kalimat ini merupakan kutipan dari kitab Sutasoma, karangan Mpu Tantular
semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

PENTINGNYA SEMBOYAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

Secara mendalam Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di


Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain
sebagainya namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air.
Dipersatukan dengan benders, lagu kebangsaan, mata uang, bahasa dan lain-
lain yang sama.

Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika juga terdapat pada lambang negara


Republik Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-7


Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal
Ika.

Makna Bhinneka Tunggal Ika yaitu meskipun bangsa dan negara Indonesia
terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan
adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam kepulauan
wilayah negara Indonesia namun keseluruhannya itu merupakan suatu
persatuan yaitu bangsa dan negara Indonesia. Keanekaragaman tersebut
bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru bersatu
dalam satu kesatuan yang justru memperkaya sifat dan makna persatuan
bangsa dan negara Indonesia.

Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia (Persatuan Indonesia) tersusun


dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu:
a. Kesatuan sejarah, yaitu bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang
dalam suatu proses sejarah
b. Kesatuan nasib, yaitu berada dalam satu proses sejarah yang sama dan
mengalami nasib yang sama yaitu dalam penderitaan penjajah dan
kebahagiaan bersama
c. Kesatuan kebudayaan, yaitu keanekaragaman kebudayaan tumbuh
menjadi suatu bentuk kebudayaan nasional
d. Kesatuan asas kerohanian, yaitu adanya ide, cita-cita dan nilai-nilai
kerohanian yang secara keseluruhan tersimpul dalam Pancasila.
Berdasarkan prinsip-prinsip nasionalisme yang tersimpul dalam sila
ketiga tersebut dapat disimpulkan bahwa nasionalisme (Persatuan
Indonesia) pada masa perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
memiliki peranan historis yaitu mampu mewujudkan Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Jadi "Persatuan Indonesia" sebagai
jiwa dan semangat perjuangan kemerdekaan RI.

Cita-cita untuk mencapai Indonesia merdeka dalam bentuk organisasi


modern baik berdasarkan agama Islam, paham kebangsaan ataupun
sosialisme itu dipelopori oleh berdirinya:
1. Serikat Dagang Islam (1990).
2. Budi Utomo (1908).
3. Serikat Islam (1911).
4. Muhammadiyah (1912).
5. Indische Partij (1911).
6. Perhimpunan Indonesia (1924).
7. Partai Nasional Indonesia (1929).
8. Partindo (1933).
9. dan sebagainya.

Integrasi pergerakan dalam mencapai cita-cita itu pertama kali tampak


dalam bentuk federasi seluruh organisasi politik/organisasi masyarakat yang
ada yaitu permufakatan perhimpunan-perhimpunan Politik Kemerdekaan
Indonesia (1927). Kebulatan tekad untuk mewujudkan "Persatuan Indo-
nesia" kemudian tercermin dalam ikrar "Sumpah Pemuda" yang dipelopori

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-8


oleh pemuda perintis kemerdekaan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta
yang berbunyi:

1. PERTAMA, Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah


darah Satu Tanah Air Indonesia.
2. KEDUA, Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Satu
Bangsa Indonesia.
3. KETIGA, Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa
Persatuan Bahasa Indonesia.

Berdasarkan Sumpah Pemuda terdapat tiga aspek Persatuan Indonesia,


yaitu:

1. Aspek Satu Nusa, yaitu aspek wilayah. Wilayah yang dilambangkan


untuk disatukan adalah wilayah pulau-pulau yang tadinya bernama
Hindia Belanda yang saat itu dijajah oleh Belanda. Ini untuk pertama
kali secara tegas para pejuang kemerdekaan mengklaim wilayah yang
akan dijadikan wilayah Indonesia merdeka
2. Aspek Satu Bangsa, yaitu nama baru dari suku-suku bangsa yang
berada di wilayah yang tadinya bernama Hindia Belanda yang tadinya
dijajah oleh Belanda memplokamirkan satu nama baru sebagai Bangsa
Indonesia. Ini adalah awal mula dari rasa nasionalisme sebagai
kesatuan bangsa yang berada di wilayah Sabang sampai Merauke
3. Aspek Satu Bahasa, yaitu agar wilayah dan bangsa baru yang berdiri
dari berbagai suku dan bahasa bisa berkomunikasi dengan baik maka
dipakailah sarana bahasa Indonesia yang ditarik dari bahasa Melayu
dengan pembaharuan yang bernuansakan pergerakan ke arah Indonesia
yang Merdeka. Untuk pertama kali para pejuang kemerdekaah
memplokamirkan bahasa yang akan dipakai negara Indonesia merdeka
yaitu bahasa Indonesia.

SEJARAH INDONESIA
Sejarah Indonesia selama 1945-1949 dimulai dengan masuknya Sekutu
diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia setelah
kekalahan Jepang, dan diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada
Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Terdapat banyak sekali peristiwa
sejarah pada masa itu, pergantian berbagai posisi kabinet, Aksi Polisionil
oleh Belanda, berbagai perundingan, dan peristiwa-peristiwa sejarah
lainnya.

1945
Kembalinya Belanda Bersama Sekutu

Sesuai dengan perjanjian Wina pada tahun 1942, negara-negara sekutu

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-9


bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki
Jepang pada pemilik koloninya masing-masing bila Jepang berhasil diusir
dari daerah pendudukannya.

Menjelang akhir perang, tahun 1945, sebagian wilayah Indonesia telah


dikuasai oleh tentara sekutu. Satuan tentara Australia telah mendaratkan
pasukannya di Makasar dan Banjarmasin, sedangkan Balikpapan telah
diduduki oleh Australia sebelum Jepang menyatakan menyerah kalah.
Sementara Pulau Morotai dan Irian Barat bersama-sama dikuasai oleh
satuan tentara Australia dan Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal
Douglas MacArthur, Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (South
West Pacific Area Command/SWPAC).

Setelah perang usai, tentara Australia bertanggung jawab terhadap


Kalimantan dan Indonesia bagian Timur, Amerika Serikat menguasai
Filipina dan tentara Inggris dalam bentuk komando SEAC (South East Asia
Command) bertanggung jawab atas India, Burma, Srilanka, Malaya,
Sumatra, Jawa dan Indocina. SEAC dengan panglima Lord Mountbatten
sebagai Komando Tertinggi Sekutu di Asia Tenggara bertugas melucuti bala
tentara Jepang dan mengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan
warga sipil sekutu (Recovered Allied Prisoners of War and
Internees/RAPWI).

Mendaratnya Belanda Diwakili NICA

Berdasarkan Civil Affairs Agreement, pada 23 Agustus 1945 Inggris


bersama tentara Belanda mendarat di Sabang, Aceh. 15 September 1945,
tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta, dengan didampingi Dr.
Charles van der Plas, wakil Belanda pada Sekutu. Kehadiran tentara Sekutu
ini, diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration -
pemerintahan sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Hubertus J van
Mook, ia dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato siaran
radio Ratu Wilhelmina tahun 1942 (statkundige concepti atau konsepsi
kenegaraan), tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara dengan
Soekarno yang dianggapnya telah bekerja sama dengan Jepang. Pidato Ratu
Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian harp akan dibentuk sebuah
persemakmuran yang diantara anggotanya adaiah Kerajaan Belanda dan
Hindia Belanda, di bawah pimpinan Ratu Belanda.

Pertempuran Melawan Sekutu dan NICA

Terdapat berbagai pertempuran yang terjad pada saat masuknya Sekutu dan
NICA ke Indonesia, yang saat itu baru menyatakan kemerdekaannya.
Pertempuran yang terjadi di antaranya adalah:

1. Peristiwa 10 November, di daerah Surabaya dan sekitarnya


2. Palagan Ambarawa, di daerah Ambarawa, Semarang dan sekitarnya
3. Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman, meliputi Jawa Tengah dan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-10


Jawa Timur
4. Bandung Lautan Api, di daerah Bandung dan sekitarnya
5. Pertempuran Medan Area, di daerah Medan dan sekitarnya
6. Pertempuran Margarana, di Bah
7. Serangan Umum 1 Maret 1949, di Yogyakarta
8. Pertempuran Lima Hari Lima Malam, di Palembang
9. Pertempuran Lima Hari, di Semarang
10. Ibukota pindah ke Yogyakarta

Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin
memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta pindah
ke Yogyakarta sekaligus memindahkan ibukota.

1946
Perubahan Sistem Pemerintahan

Pernyataan van Mook untuk tidak berunding dengan Soekarno adalah salah
satu faktor yang memicu perubahan sistem pemerintahan dari presidensial
menjadi parlementer. Pada tanggal 14 November 1945, Soekarno sebagai
kepala pemerintahan republik diganti oleh Sutan Sjahrir sebagai Perdana
Menteri.

Diplomasi Sjahrir

Ketika Syahrir mengumumkan kabinetnya, 15 November 1945, Letnan


Gubernur Jendral van Mook mengirim kawat kepada Menteri Urusan Tanah
Jajahan (Minister of Overseas Territories, Overzeese Gebiedsdelen), J H.A.
Logemann, yang berkantor di Den Haag: "Mereka sendiri (Sjahrir dan
Kabmetnya) dan bukan Soekarno yang bertanggung jawab atas jalannya
keadaan".

Tanggal 10 Februari 1946, pemerintah Belanda membuat pernyataan


memperinci tentang politiknva dan menawarkan mendiskusikannva dengan
wakil-wakil Republik yang diberi kuasa. Tujuannya hendak mendirikan
persemakmuran Indonesia, yang terdiri dari daerahdaerah dengan
Permacam-macam tingkat pemerintahan sendiri, dan untuk menciptakan
warga negara Indonesia bagi semua orang yang dilahirkan di sana.

Pada bulan April dan Mei 1946, Sjahrir mengepalai delegasi kecil Indonesia
yang pergi berunding dengan pemerintah Belanda di Hoge Veluwe. Lagi, ia
menjelaskan bahwa titik tolak perundingan haruslah berupa pengakuan atas
Republik sebagai negara berdaulat. Atas dasar itu Indonesia baru mau
berhubungan erat dengan Kerajaan Belanda dan akan bekerja sama dalam
segala bidang. Karena itu Pemerintah Belanda menawarkan suatu kompromi
yaitu "Mau mengakui Republik sebagai salah satu unit negara federasi yang
akan dibentuk sesuai dengan Deklarasi 10 Februari".

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-11


Sebagai tambahan ditawarkan untuk mengakui pemerintahan de facto
Republik atas bagian Jawa dan Madura yang belum berada di bawah
perlindungan pasukan Sekutu. Karena Iljahrir tidak dapat menerima syarat-
syarat ini, konferensi itu bubar dan is be lamateman-temannya kembali
pulang Tanggal 17 Juni 1946, Sjahrir mengirimkan surat rahasia kepada van
Mook, menganjurkan bahwa mungkin perundingal yang sungguh-sungguh
dapat dimulai kembali. Tanggal 17 Juni 1946, sesudah Sjahrir mengirimkan
surat rahasianya kepada van Mook, surat itu dibocorkan kepada pers oleh
surat kabar di Negeri Belanda. Pada tanggal 24 Juni 1946, surat kabar
Indonesia menuntut dijelaskan desas desus tentang Sjahrir bersedia
menerima pengakuan de facto Republik Indonesia terbatas pada Jawa dan
Sumatra.

Penculikan Terhadap PM Sjahrir

Tanggal 27 Juni 1946, dalam Pidato Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad
SAW Wakil Presiden Hatta menjelaskan isi usulan balasan di depan rakyat
banyak di alun-alun utama Yogyakarta, dihadiri oleh Soekarno dan sebagian
besar pucuk pimpinan politik. Dalam pidatonya, Hatta menyatakan
dukungannya kepada Sjahrir, akan tetapi menurut sebuah analisis, publisitas
luas yang diberikan Hatta terhadap surat itu, menyebabkan kudeta dan
penculikan terhadap Sjahrir.

Pada malam itu terjadi peristiwa penculikar terhadap Perdana Menteri


Sjahrir, yang sudah terlanjur dicap sebagai "pengkhianat yang menjual tanah
airnya". Sjahrir diculik di Surakarta, ketika ia berhenti dalam perjalanan
politik menelusuri Jawa. Kemudian ia dibawa ke Paras, kota dekat Solo, di
rumah peristirahatan seorang pangeran Solo dan ditahan di sana dengan
pengawasan Komandan Batalyon setempat.

Pada malam tanggal 28 Juni 1946, Ir Soekarno berpidato di radio


Yogyakarta. Ia mengumumkan, "Berhubung dengan keadaan di dalam
negeri yang membahayakan keamanan negara dan perjuangan kemerdekaan
kita, saya, Presiden Republik Indonesia, dengan persetujuan Kabinet dan
sidangnya pada tanggal 28 Juni 1946, untuk sementara mengambil alih
semua kekuasaan pemerintah". Selama sebulan lebih, Soekarno
mempertahankan kekuasaan yang luas yang dipegangnya. Tanggal 3 Juli
1946, Sjahrir dibebaskan dari penculikan. Namun, baru tanggal 14 Agustus
1946, Sjahrir diminta kembali untuk membentuk kabinet dan tanggal 2
Oktober 1946, Sjahrir kembali menjadi Perdana Menteri.

Konferensi Malino - Terbentuknya "Negara" Baru

Bulan Juni 1946 suatu krisis terjadi dalam pemerintahan Republik


Indonesia, keadaan ini dimanfaatkan oleh pihak Belanda yang telah
mengusai sebelah Timur Nusantara. Dalam bulan Juni diadakan konferensi
wakil-wakil daerah di Malino, Sulawesi, di bawah Dr. Van Mook dan minta
organisasiorganisasi di seluruh Indonesia masuk federasi dengan 4 bagian;

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-12


Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Timur Raya.

1946 -1947
Peristiwa Westerling

Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan


rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot
Speciale Troepen pimpinan Westerling. Peristiwa ini terjadi pada Desember
1946 - Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penum-
pasan pemberontakan).

Perjanjian Linggarjati

Konferensi antara Indonesia dan Belanda diadakan di bulan Oktober dan


November di bawah pimpinan netral, seorang komisi khusus Inggris, Lord
Killearn. Bertempat di bukit Linggariati dekat Cirebon. Dalam pertemuan
ini, tercapai suatu persetujuan pada tanggal 15 November 1946 yang pokok-
pokoknya adalah sebagai berikut:

• Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wila-


yah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa dan Madura. Belanda
harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949
• Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam mem-
bentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia
Serikat yang salah satu bagiannya adalah Republik Indonesia
• Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indo-
nesia Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya

Untuk ini Kalimantan dan Timur Raya akan menjadi komponennya. Sebuah
Majelis Konstituante didirikan, yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih
secara demokratis dan bagian-bagian komponen lain. Indonesia Serikat pada
gilirannya menjadi bagian Uni Indonesia-Belanda bersama dengan Belanda,
Suriname dan Curasao.

Kedua delegasi pulang ke Jakarta, dan Soekarno-Hatta kembali ke pedala-


man dua hari kemudian, pada tanggal 15 November1946, di rumah Sjahrir
di Jakarta, berlangsung pemarafan secara resmi Perundingan Linggarjati.
Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagai kekuasaan yang memungkinkan
tercapainya persetujuan, namun, Sjahrir yang diidentifikasikan dengan
rancangan, dan yang bertanggung jawab bila ada yang tidak beres.

Peristiwa yang Terjadi Terkait dengan Hasil Perundingan Linggarjati

Pada bulan Februari dan Maret 1947 di Malang, S.M. Kartosuwiryo


ditunjuk sebagai salah seorang dari lima anggota Masyumi dalam komite
Eksekutif, yang terdiri dari 47 anggota untuk mengikuti sidang KNIP
(Komite Nasional Indonesia Pusat). Sidang tersebut membahas apakah
DIGITAL PROJECT #2201410001 III-13
Persetujuan Linggarjati yang telah diparaf oleh Pemerintah Republik dan
Belanda pada bulan November 1946 akan disetujui atau tidak.

Van. Mook kepaia Netherland Indies Civil Administration (NICA) yang


kemudian diangkat sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda, dengan gigih
memecah RI yang tinggal 3 pulau ini. Bahkan sebelum naskah itu
ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947, ia telah memaksa terwujudnya
Negara Indonesia Timur, dengan presiden Sukowati, lewat Konferensi Den-
pasar tanggal 18 - 24 Desember 1946.

Pada bulan tanggal 25 Maret 1947 hasil perjanjian Linggarjati ditan-


datangani di Batavia. Partai Masyumi menentang hasil perjanjian tersebut,
banyak unsur perjuang Republik Indonesia yang tak dapat menerima
pemerintah Belanda merupakan kekuasaan berdaulat di seluruh Indonesia.
Dengan seringnya pecah kekacauan, maka pada prakteknya perjanjian
tersebut sangat sulit sekali untuk dilaksanakan.

Proklamasi Negara Pasundan

Usaha Belanda tidak berakhir sampai di NIT. Dua bulan setelah itu, Belanda
berhasil membujuk Ketua Partai Rakyat Pasundan, Soeria Kartalegawa,
memproklamasikan Negara Pasundan pada tanggal 4 Mei 1947

Agresi Militer I

Pada tanggal 27 Mei 1947, Belanda mengirimkan Nota Ultimatum, yang


harus dijawab dalam 14 hari, yang berisi:
1. Membentuk pemerintahan ad interim bersama
2. Mengeluarkan uang bersama dan mendirikanlembaga devisa bersama.
3. Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerah-
daerah yang diduduki Belanda.
4. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah
daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie ber-
sama).
5. Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor.

Perdana Menteri Sjahrir menyatakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan


Belanda selama masa peralihan, tetapi menolak gendarmerie bersama Ja-
waban ini mendapatkan reaksi kerns dari kalangan parpol-parpol di
Republik.

Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba, Belanda terus


mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan kepolisian". Pada tanggal 20
Juli 1947 tengah malarn (tepatnya 21 1947) mulailah pihak Belanda
melancarkan 'aksi polisionil' mereka yang pertama.

Aksi Belanda rnenguasai semua pelabuhan perairan-dalam di Jawa di


Sumatera perkebunan-perkebunan di sekitar Medan, instalasi-instalasi

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-14


minyak dan batubara di sekitar Palembang, dan daerah Padang diamankan.
Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuat
Sjahrir bingung dan putus asa, maka pada bulan Juli 1947 dengan terpaksa
mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri, karena
sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam menyelesaikan
konflik antara pernerintah RI dengan Belanda.

Naiknya Amir Syarifudin sebagai Perdana Menteri

Setelah terjadinya Agresi Militer Belanda I, pengganti Sjahrir adalah Aram


Syarifudin yang sebelurnnya rnenjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam
kapasitasnya sebagai Perdana Menteri, dia rnenggaet anggota PSII yang
dulu untuk duduk dalam Kabinetnya. Termasuk menawarkan kepada S.M.
Kartosoewirjo untuk turut serta duduk dalam kabinetnya menjadi Wakil
Menteri Pertahanan kedua.

Perjanjian Renville

Sementara peper-angan sedang berlangsung, Dewan Keamanon PBB, atas


desakan Australia dan mengeluarkan perintah peletakan senjata tanggal 1
Agustus 1947, dan segera setelah itu mendirikan suatu Komisi Jasa-jasa
Baik, yang terdiri dari wakil wakil Australia, Belgia dan Amerika Serikat,
untuk menengahi perselisihan.

Tanggal 17 Januri 1948 berlangsung konferensi di atas kapal perang


Amerika Serikat, Renville ternyata rnenghasilkan persetujuan lain yang bisa
diterima oleh yang kedua belan pihak yang berselisih pada tanggal 19
lanuari ditandatangani persetujuan Renville Wilayah Republik selama masa
peralihan sampai penyelesaian akhir dicapai, bahkan lebih terbatas lagi
ketimbang persetujuan Linggariati: hanya meliputi sebagian kecil Jawa
Tengah (Jogja dan delapan Keresidenan) dan ujung barat pulau Jawa -
Banten tetap daerah Republik Plebisit akan diselenggarakan untuk
menentukan masa depan wilayah yang baru diperoleh Belanda lewat aksi
Runtuhnya Kabinet Amir dan naiknya Hatta sebagai Perdana Menteri.

Hanya empat hari sesudah Perianjian Renville ditandatangani, pada tanggal


23 Januari1948, Arnir Syarifudin dan seluruh kabinetnya berhenti. Kabinet
baru dibentuk dan susunannya diumumkan tanggal 29 Januari1948. Hatta
menjadi Perdana Menteri sekaligus tetap rnemangku jabatan sebagai Wakil
Presiden.
.
1948 – 1949
Agresi Militer II

Agresi Militer II terjadi pada 19 Desember 1948 yang dimulai dengan


serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta
penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-15


lainnya. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah
Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin
Prawiranegara.

Serangan Umum 1 Maret 1949 atas Yogyakarta

Serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yog-
yakarta secara secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan
oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III berdasarkan ins-
truksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia
internasional bahwa TNI masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan
demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang
sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk
mematahkan moral pasukanBelanda. Soeharto pada waktu itu sebagai
komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di
wilayah Yogyakarta.

Perjanjian Roem Royen

Akibat dari Agresi Militer tersebut, pihak internasional melakukan tekanan


kepada Belanda, terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam
akan menghentikan bantuannya kepada Belanda, akhirnya dengan terpaksa
Belanda bersedia untuk kernbali berunding dengan RI. Pada tanggal 7 Mei
1949, Republik Indonesia dan Belanda menyepakati Perjanlian Roem
Royen.

Serangan Umum Surakarta

Serangan Umum Surakarta berlangsung pada tanggal 7-10 Agustus 1949


secara gerilya oleh Para pejuang, pelajar, dan mahasiswa. Pelajar dan
mahasiswa yang berjuang tersebut kemudian dikenal sebagai tentara
pelajar.Mereka berhasil membumihanguskan dan menduduki markas-mar-
kas Belanda di Solo dan sekitarnya.

Konferensi Meja Bundar (KMB)

KMB adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan


Belanda yang dilaksanakan di Den Haag. Belanda dari 23 Agustus hingga 2
November 1949, yang menghasiikan kesepakatan:

• Belanda mengakui kedaulatun Republik Indonesia Serikat.


• Irian Barat akin diselesaikan setahun setelah pengukuan kedaulatan.

Penyerahan kedaulatan oleh Belanda Belanda mengakui kemerdekaan


Indonesia pada 2 Desember 1949, selang empat tahun setelah praklamasi
kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Pengakuan ini dilakukan ketika
coevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di istana
Dam, Amsterdarn. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-16


mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan
politionele actiec (aksi polisionil) pada 1945-1949 adalah ilegal.

TATA NEGARA

Lembaga-lembaga negara menurut UndangUndang Dasar 1945 adalah


sebagai berikut.

Majelis Permusvawaratan Rakyat adalah salah satu lembaga negara dalam


sistem ketatanegaraan Indonesia, yang terdiri atas anggota Dewan
Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dahulu sebelum
Reformasi MPR merupakan Lembaga Negara Tertinggi, yang terdiri dari
anggota Dewan aerwakilan Rakyat, Utusan Daerah, dan Utusan Golongan.
Jumlah anggota MPR periode 2009-2014 adalah 692 orang, terdiri atas 560
Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5
tahun.

Tugas dan wewenang MPR antara lain:

1. Mengubah dan menetapkan (Undang-Undang Dasar Republik Indone-


sia 1945), (Undang-Undang Dasar).
2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan
umum.
3. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan (Mahkamah Konstitusi)
untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa
jabatannya.
4. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat,
berhenti, diberhentikan, atau tidak dapa melaksanakan kewajibannya
dalam masa jabatannya.
5. Memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diajukan Presiden apabila
terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya.
6. Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara
bersamaan dalam masa jabatannya.

Anggota MPR memiliki hak mengajukan usu perubahan pasal-pasal UUD,


menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan putusan, hak imunitas,
dan hak protokoler. Setelah Sidang MPR 2003, Presiden dan wakil presiden
dipilih langsung oleh rakyat tidak lagi oleh MPR. MPR bersidang sedikitnya
sekali dalam lima tahun di ibukota negara.

Sidang MPR sah apabila dihadiri:

1. Sekurang-kurangnya 3/4 % dari jumlah Anggota MPR untuk memutus


usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden.
2. Sekurang-kurangnya 2/3 % dari jumlah Anggota MPR untuk
mengubah dan menetapkan UUD.
3. Sekurang-kurangnya 50% + 1 dari jumlah Anggota MPR sidang-sidang
lainnya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-17


Putusan MPR sah apabila disetujui:

1. Sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR yang hadir untuk


memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden.
2. Sekurang-kurangnya 50% + 1 dari seluruh jumlah Anggota MPR untuk
memutus perkara lainnya.

Sebelum mengambil putusan dengan suara yang terbanyak, terlebih dahulu


diupayakan pengambilan putusan dengan musyawarah untuk mencapai
mufakat.

Alat kelengkapan MPR terdiri atas:


1. Pimpinan
2. Panitia Ad Hoc
3. Badan Kehormatan.

Pimpinan MPR terdiri atas seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang
dipilih dari dan oleh Anggota MPR dalam Sidang Paripurna MPR.

Pimpinan MPR periode 2009-2014 adalah:


1. Ketua: Taufiq Kiemas digantikan Sidarto Danusubroto pada 8 Juli 2013
(F-PDIP)
2. Wakil Ketua: Hajriyanto Y. Thohari (F-PG)
3. Wakil Ketua: Melani Leimena Suharli (F-PD)
4. Wakil Ketua : Lukman Hakim Saifudin (F-PPP)
5. Wakil Ketua : Ahmad Farhan Hamid (Kelompok DPD)

Berdasarkan UUD 1945 (sebelum perubahan), MPR merupakan lembaga


tertinggi negara sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan
rakyat. Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap kedudukan,
tugas, dan wewenang MPR. Kini MPR berkedudukan sebagai lembaga
tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti
Lembaga Kepresidenan, DPR, DPD, BPK, MA, dan MK

MPR juga tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN.


Selain itu, MPR tidak lagi mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR),
kecuali yang berkenaan dengan menetapkan Wapres menjadi Presiden,
memilih Wapres apabila terjadi kekosongan Wapres, atau memilih Presiden
dan Wakil Presiden apabila Presideh dan Wakil Presiden mangkat, berhenti,
diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa
jabatannya secara bersamasama.

Undang-undang yang mengatur susunan Majelis Permusyawaratan Rakyat,


dewasa ini ialah Undang-Undang No. 16 tahun 1969 jo. UU No. 5 Tahun
1975, tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat,
Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-18


Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebelum amandemen
adalah:
1. Menetapkan Undang-Undang Dasar.
2. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara.
3. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden.
4. MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum habis masa jabatannya.

PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD, dan dalam


melakukan kewajibannya dibantu oleh Wakil Presiden. (Pasal 4) Presiden
berhak mengajukan RUU, dan menetapkan Peraturan Pemerintah untuk
menjalankan UU (Pasal 5).

Tugas dan wewenang Presiden antara lain:

1. Memegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL dan AU (Pasal 10).


2. Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan
Negara lain dengan persetujuan DPR, terutama yang menimbulkan
akibat yang lugs dan mendasar bagi Negara (Pasal 11).
3. Menyatakan keadaan bahaya, yang syarat dan akibatnya ditetapkan
dengan UU (Pasal 12)
4. Mengangkat dan menerima duta dan konsul dengan memperhatikan
pertimbangar DPR (Pasal 13).
5. Presiden memberikan grasi dengan pertimbangar MA, dan memberikan
amnestl dan abolisi dengan pertimbangar DPR (Pasal 14).
6. Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan
menurut UU (Pasal 15).
7. Presiden membentuk dewan pertimbangar yang bertugas memberi
nasehat dan pertimbangan kepada Presiden (Pasal 16).
8. Presiden juga berhak mengangkat menteri-menteri sebagai pembantu
Presiden (Pasal 17).

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR)

Dewan Perwakilan Rakyat adalah lembaga tinggi negara dalam sistem


ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan
memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. DPR memiliki fungsi
legislasi, anggaran, dan pengawasan. DPR terdiri atas anggota partai politik
peserta pemilihan umum, yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum.
Anggota DPR periode 2009-2014 berjumlah 560 orang. Masa jabatan
anggota DPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada scat anggota
DPR yang Baru mengucapkan sumpah/janji.

Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia


Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung
Kesenian, Pasar Baru Jakarta yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir
DPR RI. Dalam Sidang KNIP yang pertama dipilih Mr. Kasman

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-19


Singodimedjo sebagai Ketua

Tugas dan wewenang DPR antara lain:


1. Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk
mendapat persetujuan bersama.
2. Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang.
3. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang
berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam
pembahasan.
4. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan
pertimbangan DPD.
5. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN, serta
kebijakan pemerintah.
6. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan
pertimbangan DPD.
7. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas
pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan.
8. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan
pemberhentian anggota Komisi Yudisial.
9. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi
Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden.
10. Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya
kepada Presiden untuk ditetapkan.
11. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta,
menerima penempatan duta negara lain, dan memberikan pertimbangan
dalam pemberian amnesti dan abolisi.
12. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang,
membuat perciamaian, dan perjanjian dengan negara lain.
13. Menyerap, menghimpun, menampung dan menindakanjuti aspirasi
masyarakat.
14. Mernperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang
APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak,
pendidikan, dan agama.
15. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh
DPD terhadap pelaksanaan undangundang mengenai otonomi daerah,
pembentukan pemekaran dan penggabungar daerah, hubungan pusat
dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya,
pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama.

Pada anggota DPP melekat hak judikasi dan legislasi yakni berupa hak
interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Anggota DPR juga
memiliki hak mengajukan RUU mengajukan pertanyaan, menyampaikan
usul dan pendapat, membela diri, hak imunitas, serta hak protokoler.

Menurut Undang Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD,
dan DPRD, dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, DPR berhak

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-20


meminta pejabat negara, pejabat pemerintah, badan hukum, atau warga
masyarakat untuk memberikan keterangan.

Alat kelengkapan DPR terdiri atas:

1. Pimpinan

Kedudukan Pimpinan dalam DPR dapat dikatakan sebagai Juru Bicara


Parlemen. Fungsi pokoknya secara umum adalah mewakili DPR secara
simbolis dalam berhubungan dengan lembaga eksekutif, lembaga-
lembaga tinggi negara lain, dan lembaga-lembaga internasional, serta
memimpin jalannya administratif kelembagaan secara umum, termasuk
memimpin rapat-rapat paripurna dan menetapkan sanksi atau
rehabilitasi. Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial, terdiri dari
seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh
Anggota DPR dalam Sidang Paripurna DPR.

2. Komisi

Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. Hampir seluruh


aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR, substansinya
dikerjakan di dalam komisi. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan)
harus menjadi anggota salah satu komisi. Pada umumnya, pengisian
keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau
penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang
digeluti oleh komisi.

Pada periode 2009-2014, DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang


lingkup tugas dan pasangan kerja masing-masing:

1. Komisi I, membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi.


2. Komisi II, membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi da-
erah, aparatur negara, dan agraria.
3. Komisi III. membidangi hokum dan perundang-undangan, hak asa-
si manusia, dan keamanan.
4. Komisi IV, membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelaut-
an, perikanan, dan pangan.
5. Komisi V, membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan
umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan
tertinggal.
6. Komisi VI, membidangi perdagangan. perindustrian, investasi,
koperasi, usaha kecti dan menengah), dan badan usana milik
negara.
7. Komisi VII membidangi energi, sumber daya mineral, riset dan
teknologi, dan lingkungan.
8. Komisi VIII membidangi agama, social dan pemberdayaan pe-
rempuan.
9. Komisi IX, membidangi kependudukan, kesehatan, tenaga kerja

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-21


dan transmigrasi.
10. Komisi X, membidangi pendidikan, pemuda, Olah Raga, pariwi-
sata, kesenian, dan kebudayaan.
11. Komisi XI, membidangi keuangan, perencanaan pembangunan na-
sional, perbankar, dan lembaga keuangan bukan bank.

3. Badan Musyawarah

Bamus merupakan miniatur DPR. Sebagian bestir keputusan penting


DPR digodok erlebih dahulu di Bamus, sebelum dibahas dalam Rapat
Paripurna sebagai forum tertinggi di DPR yang dapat mengubah putus-
an Bamus. Bamus antara lain memiliki tugas menetapkan acara DPR,
termasuk mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah, serta
jangka waktu penyelesaian dan prioritas RUU).

Pembentukar Bamus sendiri dilakukan oleh DPR melalui Rapat


Paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR. Anggota Bamus
berjumlah sebanyak. banyaknya sepersepuluh dari anggota DPR, berda-
sarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Pimpinan Bamus
langsung dipegang oleh Pimpinan DPR

4. Badan Anggaran

Badan Anggaran DPR dibentuk oleh DPR dan merupakan alat keleng-
kapan DPR yang bersifat tetap yang memiliki tugas pokok nnelakukan
pembahasan Anggaran Pendapatan oan Belanja Negara.

Susunan keanggotaan Badan Anggaran ditetapkan pada permulaan


masa keanggotaan DPR. Susunan keanggotaan Badan Anggaran terdiri
atas anggotaanggota seluruh unsur Komisi dengan memperhatikan
perimbangan jumlah anggota fraksi.

5. Badan Kehormatan

BK DPR melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan


pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR, dan pada akhirnya
memberikan laporan akhir berupa rekomendasi kepada pimpinan DPR
sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi atau mereha-
bilitasi nama baik anggota. Rapat-rapat Dewan Kehormatan bersifat
tertutup. Tugas Dewan Kehormatan dianggap selesai setelah menyam-
paikan rekomendasi kepada Pimpinan DPR.

6. Badan Legislasi

Badan Legislasi (Baleg) merupakan alat kelengkapan DPR yang lahir


pasca Perubahan Pertama UUD 1945, dan dibentuk pada tahun 2000.
Tugas pokok Baleg antara lain: merencanakan dan menyusun program
serta urutan prioritas pembahasan RUU untuk satu masa keanggotaan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-22


DPR dan setiap tahun anggaran. Baleg juga melakukan evaluasi dan
penyempurnaan tata tertib DPR dan kode etik anggota DPR.

Badan Legislasi dibentuk DPR dalam Rapat paripurna, dan susunan


keanggotaannya ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR
berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. Keang-
gotaan Badan Legislasi tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan
Pimpinan Komisi, keanggotaan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT),
dan keanggotaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP).

7. Badan Urusan Rumah Tangga

Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertugas menentukan


kebijakan kerumahtanggaan DPR. Salah satu tugasnya yang berkaitan
bidang keuangan/administratif anggota dewan adalah membantu pim-
pinan DPR dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR, ter-
masuk kesejahteraan Anggota dan Pegawai Sekretariat Jenderal DPR
berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah.

8. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Badan Kerja Sama Antar-Parlemen,


yang selanjutnya disingkat BKSAP, dibentuk oleh DPR dan merupakan
alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. DPR menetapkan susunan
dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan
permulaan tahun sidang. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam
rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota
tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada
permulaan tahun sidang. Pimpinan BKSAP merupakan satu kesatuan
pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial, yang terdiri atas 1 (satu)
orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua, yang dipilih
dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah untuk
mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perem-
puan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

BKSAP bertugas:

1. Membina, mengembangkan, dan meningkatkan hubungan persa-


habatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain, baik
secara bilateral maupun multilateral, termasuk organisasi inter-
nasional yang menghimpun parlemen dan atau anggota parlemen
negara lain.
2. Menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi
tamu DPR
3. Mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar
negeri
4. Memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang
masalah kerja sama antarparlemen

9. Panitia Khusus

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-23


Jika dipandang perlu, DPR (atau alat kelengkapan DPR) dapat mem-
bentuk panitia yang bersifat sementara yang disebut Panitia Khusus
(Pansus). Komposisi keanggotaan Pansus ditetapkan oleh rapat pari-
purna berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Pansus
bertugas melaksanakan tugas tertentu yang ditetapkan oleh rapat
paripurna, dan dibubarkan setelah jangka waktu penugasannya berakhir
atau karena tugasnya dinyatakan selesai. Pansus mempertanggung-
jawabkan kinerjanya untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna.

DPR dalam permulaan masa keanggotaan dan permulaan tahun sidang DPR
membuat susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara
(BAKN) yang beranggotakan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak
sembilan orang atas usul dari fraksi-fraksi DPR yang selanjutnya akan
ditetapkan dalam rapat paripurna dengan tugas untuk penelaahan setiap
temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)

Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara


lainnya, hakim pada badan peradilan, pegawai negeri sipil, anggota
TNI/Polri, pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya
bersumber dari APBN/APBD.

Keanggotaan DPR dipilih melalui pemilu. DPR bersidang sedikitnya sekali


dalam setahun (Pasal 19). DPR memegang kekuasaan membentuk UU, dan
setiap RUU dibahas oleh DPR dan Presiden secara bersama-sama dan
selanjutnya disahkan oleh Presiden.

Fungsi DPR adalah sebagai berikut:

1. Fungsi legislasi berkaitan dengan wewenang DPR dalam pembentukan


undang-undang.
2. Fungsi anggaran, berwenang menyusun dan menetapkan RAPBN ber-
sama presiden.
3. Fungsi pengawasan, melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

DPR diberikan hak-hak yang diatur dalam pasal-pasal UUD 1945, antara
lain:

1. Hak interpelasi, hak DPR untuk meminta keterangan pada presiden.


2. Hak angket, hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu
kebijakan Presiden/ Pemerintah.
3. Hak menyampaikan pendapat.
4. Hak mengajukan pertanyaan.
5. Hak imunitas, hak DPR untuk tidak dituntut dalam pengadilan.
6. Hak mengajukan usul RUU.

Anggota DPR berhak mengajukan usul RUU (Pasal 21). Dalam hal
kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan Perpu, dan pada

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-24


masa persidangan DPR berikutnya Perpu tersebut harus dimintakan per-
setujuan DPR. Apabila DPR tidak menyetujuinya maka Perpu harus dicabut
(Pasal 22). Anggota DPR dapat diberhentikan dari jabatannya, dengan
syarat-syarat dan tata cara yang diatur dengan undang-undang (Pasal 22B).

DEWAN PERWAKILAN
Visi

Terwujudnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)


sebagai lembaga legislatif yang kuat, setara dan efektif dalam memper-
juangkan aspirasi rakyat dan daerah menuju masyarakat Indonesia yang
bermartabat, sejahtera, dan berkeadilan ualam wadah Negara Kesatuan Re-
publik Indonesia (NKRI).

Misi

Berdasarkan visi tersebut, rurnusan rnisi DPD RI masa bakti 2004-2009,


disepakati sebagai berikut:

1. Memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah untuk mewujudkan peme-


rataan pembangunan kesejahteraan rakyat dalam rangka memperkukuh
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkesimbungan.
2. Mendorong perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat terhadap
isu-isu penting di daerah
3. Memperjuangkan penguatan status DPD RI sebagai salah satu badan
legislatif dengan fungsi dan kewenangan penuh untuk mengajukar usul,
ikut membahas, memberikan pertimbangan, dan melakukan pengawas-
an atas pelaksanaan undang-undang, terutama yang menyangkut kepen-
tingan daerah.
4. Meningkatkan fungsi dan wewenang DPD RI untuk memperkuat sis-
tem check and balance melalui arnandemen Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia 1945.
5. Mengembangkan pola hubungan dan kerja sama yang sinergis dan
strategis dengan pemilik kepentingan utama di daerah dan di pusat.

Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilu setiap provinsi
jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggta DPD tidak lebin dari 1/3 jumlah
anggota DPR. DPD bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 22C).

DPD berhak rnengajukan RUU kepada DPR dan ikut rnembahasnya yang
berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat daerah, pembentukan dan
pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan SDE serta
yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat-daerah, serta memberi
pertimbangan atas RUU APBN yang berkaitan dengan pajak, pendidikan,
dan agama (Pasal 22D). DPD dapat melakukan pengawasan terhadap UU
yang usuian dan pembahasannya dimiliki oleh DPD.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-25


Sesuai dengan ketentuan Pasal 49 dan 50 Undang Undang Nomor 22 Tahun
2003 tenting Susunan dan Kedudukan MPR. DPR, DPD, dan DPRD bahwa
Anggota DPD mempunyai hak kewajiban sebagai berikut:

Hak
1. Menyampaikan usul dan pendapat.
2. Memilih dan membela diri
3. Imunitas.
4. Protokoler
5. Keuangan dar administratif.
6. Mengamalkar Pancasila.
7. Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 dan menaati segala peraturan perundang-undangan.
8. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerin-
tahan.
9. Mempertahankan dan rnemelihara kerukunan nasional dan keutuhan
negara kesatuan Republik Indonesia;
10. Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraar rakyat;
11. Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi
masyarakat dan daerah;
12. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelom-
pok, dan golongan.
13. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pe-
milih dan daerah pemilihannya.
14. Menaati kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPD
15. Menjaga etika dan norma adat daerah yang diwakilinya.

Kewajiban

Berkenaan dengan kewajiban tersebut, hal itu mempertegas fungsi politik


legislatif Anggota DPD RI yang meliputi representasi, legislasi dan
pengawasan yang didirikan oleh sifat kekuatan mandatnya dari rakyat
pemilih yaitu sifat "otoritatif" atau mandat rakyat kepada Anggota; di
samping itu ciri sifat ikatan atau "binding" yaitu ciri melekatnya pemikiran
dan langkah kerja Anggota DPD RI yang sernata-mata didasarkan pada
kepentingan dan keberpihakan pada rakyat daerah

KOMISI PEMILIHAN UMUM


Dalam rangka pelaksanaan Pemilik agar terselenggara sesuai asas (luber-
judil), maka dibentuklah sebuah komisi pemilihan umum yang bersifat
nasional, tetap, dan mandiri (Pasal 22E). KPU selain ada ditingkat pusat,
juga terdapat KPU daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

BANK SENTRAL
Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan,
tanggungjawab, dan independensinya diatur dengan UU (Pasal 23D).

BADAN PENAWAS KEUANGAN

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-26


Pasal 23 ayat (5. UUD Tahun 1945 rnenetapkan bahwa untuk memeriksa
tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa
Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. Hasil
pemeriksaan itu disampaikan keoada Dewan Perwakilan Rakyat.

MPRS dengan Ketetapan No. X/MPRS/1966 mengembalikan Kedudukan


BPK RI pada posisi dan fungsi semula sebagai Lembaga Tinggi Negara.
Sehingga UU yang mendasari tugas BPK RI perlu diubah dan akhirnya baru
direalisasikan pada Tahun 1971 dengan UU No 5 Tahun 19: 3 Tentang Ba-
dan Pemeriksa Keuangan.

Dalam era Reformasi sekarang ini, Badan Pemeriksa Keuangan telah


mendapatkan dukungan konstitusional dari MPR RI dalam Sidang Tahunan
Tahun 2002 yang memperkuat kedudukan BPK RI sebagai lembaga
pemeriksa eksternal bidang Keuangal Negara, yaitu dengan dikeluarkannya
TAP MPR No.VI/MPR/2002 yang antara lain rnenegaskan kembali kedu-
dukan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa
eksternal keuangan negara dan peranannva perlu lebih diman-tapkan sebagai
lernbaga yang independen dan profesional.

Untuk lebih mernantapkan tugas BPK RI, ketentuan yang mengatur BPK RI
dalam UUD Tahun 1945 telah diamandemen. Sebelum amandemen BPK RI
hanya diatur dalam satu ayat (pasal 23 ayat 5) kemudian dalarn Perubandn
Ketiga UUD 1945 dikembangkan menjadi satu bab tersendiri (Bab VIII A)
dengan tiga pasal (23E, 23F, dan 23G) dan tujuh ayat.

Untuk menunjang tugasnya, BPK RI didukung dengan seperangkat Undang-


Undang di bidang Keuangan Negara, yaitu;
• UU No.17 Tahun 2003 Tentang keuangan Negara.
• UU No.1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.
• UU No. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Visi

Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang bebas, mandiri, dan


profesional serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola keuangan
negara yang akuntabel dan transparan.

Misi

Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam rangka


mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparansi keuangan negara,
serta berperan aktif dalam mewujudkan pemerintah yang baik, bersih, dan
transparan.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-27


Tujuan Strategis

1. Mewujudkan BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang


independen dan professional.
2. BPK mengedepankan nilai-nilai independensi dan profesionalisme da-
lam semua aspek tugasnya menuju terwujudnya akuntabilitas dan trans-
paransi pengelolaan keuangan negara.
3. Memenuhi semua kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan BPK
bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan, yaitu
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD),
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan masyarakat pada
umumnya dengan menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu
kepada pemilik kepentingan atas penggunaan, pengelolaan, keefektifan,
dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara.
4. Mewujudkan BPK sebagai pusat regulator di bidang pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
5. BPK bertujuan menjadi pusat pengaturan di bidang pemeriksaan atas
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang berkekuatan
hukum mengikat, yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas, wewenang
dan fungsi BPK sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-
undangan.
6. Mendorong terwujudnya tata kelola yang baik atas pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara.
7. BPK bertujuan untuk mendorong peningkatan pengelolaan keuangan
negara dengan menetapkan standar yang efektif, mengidentifikasi
penyimpangan, meningkatkan sistem pengendalian intern, menyam-
paikan temuan dan rekomendasi kepada pemilik kepentingan dan
menilai efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Nilai-Nilai Dasar:

1. Independensi

BPK RI adalah lembaga negara yang independen di bidang organisasi,


legislasi, dan anggaran serta bebas dari pengaruh lembaga negara
lainnya.

2. Integritas

BPK RI menjunjung tinggi integritas dengan mewajibkan setiap


pemeriksa dalam melaksanakan tugasnya, menjunjung tinggi Kode Etik
Pemeriksa dan Standar Perilaku Profesional.

3. Profesionalisme

BPK RI melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesionalisme


pemeriksaan keuangan negara, kode etik, dan nilai-nilai kelembagaan
organisasi.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-28


MAHKAMAH AGUNG (MA)

Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketata-


negaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman ber-
sama-sama dengan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kewajiban dan wewenang MA


adalah:

1. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan


perundangundangan di bawah Undang-Undang, dan mempunyai wewe-
nang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang.
2. Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi.
3. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberi grasi dan reha-
bilitasi.

Mahkamah Agung dipimpin oleh seorang ketua. Ketua Mahkamah Agung


dipilih dari dan oleh hakim agung, dan diangkat oleh Presiden. Muhammad
Hata All menjabat Mahkamah Agung pada periode 1 Maret 2012 hingga
April 2017.

Pada Mahkamah Agung terdapat hakim agung sebanyak maksimal 60


orang. Hakim agung dapat berasal dari sistem karier (hakim), atau tidak
berdasarkan sistem karier dari kalangan profesi atau akademisi.

Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada Dewan


Perwakilan Rakyat, untuk kemudian mendapat persetujuan dan ditetapkan
sebagai hakim agung oleh Presiden.

Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk


menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, dan
dilakukan oleh sebuah MA dan badan peradilan yang ada dibawahnya dalam
lingkungan peradilan umum, agama, militer, tata usaha Negara, dan sebuah
Mahkamah Konstitusi (Pasal 24). MA berwenang mengadili pada tingkat
kasasi, menguji peraturan perundang-undangan dibawah UU terhadap UU.
Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela,
adil, professional, dan berpengalaman di bidang hukum. Calon Hakim
Agung diusulkan komisi yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan
dan ditetapkan oleh Presiden. Ketua dan Wakil MA dipilih dari dan oleh
Hakim Agung (Pasal 24A).

KOMISI YUDISIAL

Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan


pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka
menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku
hakim. Anggota komisi yudisial harus memiliki pengetahuan dan penga-

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-29


laman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak
tercela. Anggota komisi yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden
dengan persetujuan DPR (Pasal 24B).

MAHKAMAH KONSTITUSI (MK)

Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem keta-


tanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman
bersama-sama dengan Mahkamah Agung.

Sejarah berdirinya MK diawali dengan Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam


Pasal 24 ayat (2), Pasal 24C, dan Pasal 7B yang disahkan pada 9 November
2001. Setelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945, maka dalam
rangka menunggu pembentukan Mahkamah Konstitusi, MPR menetapkan
Mahkamah Agung menjalankan fungsi MK untuk sementara sebagaimana
diatur dalam Pasal HI Aturan Peralihan UUD 1945 hasil Perubahan
Keempat.

DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan Undang-Undang


tentang Mahkamah Konstitusi. Setelah melalui pembahasan mendalam,
DPR dan Pemerintah rnenyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor
24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan
disahkan oleh Presiden pada hari itu. Dua hari kemudian, pada tanggal 15
Agustus 2003, Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi di
Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003.

Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kewajiban dan wewenang MK


adalah:

1. Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang


putusannya bersifat final untuk menguji UndangUndang terhadap
Undang-Undang Dasar memutus sengketa kewenangan lembaga negara
yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945, memutus pembubaran
partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan
Umum.
2. Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat
mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan atau Wakil Presiden
menurut UUD 1945.

Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk
masa jabatan 3 tahun. Ketua MK periode 2013-2016 adalah Hamdan
Zoelva.

Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh


Presiden. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh
Mahkamah Agung, 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan 3 orang
oleh Presiden. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 tahun, dan dapat
dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-30


PERANAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA

A. Politik Luar Negeri Indonesia Bebas dan Aktif

Apa yang dimaksud dengan politik luar negeri? Politik luar negeri adalah arah
kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungannya dengan negara lain. Politik
luar negeri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diabdikan bagi
kepentingan nasional dalam lingkup dunia internasional. Setiap negara
mempunyai kebijakan politik luar negeri yang berbedabeda. Mengapa demikian?
Karena politik luar negeri suatu negara tergantung pada tujuan nasional yang akan
dicapai.

Perang Dunia II berakhir, keadaan dunia dikuasai oleh dua kekuatan yang
berideologi berbeda, yaitu blok Barat dan blok Timur. Blok Barat dipimpin oleh
Amerika Serikat yang berideologi liberal. Sebaliknya, blok Timur dipimpin oleh
Uni Soviet yang berideologi komunis. Negara-negara dunia pun terpecah dalam
kebijakan luar negerinya. Ada negara yang melaksanakan kebijakan luar
negerinya beraliran liberal dan tidak sedikit pula yang melaksanakan kebijakan
komunis. Walaupun demikian, muncul pula negara-negara yang tidak mengikuti
kebijakan yang ada. Mereka bersifat netral, seperti yang dilakukan Indonesia.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia melaksanakan politik luar negerinya yang
bersifat bebas aktif.

Jelas sekali bahwa politik luar negri bebas aktif yang dijalankan Indonesia dapat
bermakna sebagai usaha untuk mengabdikan kepada kepentingan nasional dan
internasional.Dengan demikian, kebijakan politik luar negri Indonesia bersifat
fleksibel. Artinya, tidak kaku dalam menjalin hubungan dengan negara lain, tetapi
tidak mau negara lain mencampuri urusan negri Indonesia.

Pelaksanaan politik luar negri Indonesia dilakukan melalui proses diplomasi oleh
para diplomat Indonesia, baik yang berada di berbagai perwakilan luar negeri
maupun dalam negeri. Para petugas hubungan luar negeri atau dilpomat dalam
dalam sebuah dinas dilpomatik berada di bawah Departemen Luar Negeri yang
diberikan wewenang oleh pemerintah Indonesia untuk melaksanakan dan
melakukan koordinasi dalam pelaksanaan hubungan luar negeri.

Tujuan melaksanakan hubungan luar negeri adalah dalam rangka meningkatkan


kerja sama di berbagai bidang. Dasr pelaksanaan hubungan luar negeri adalah
sikap saling menguntungkan, meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri,
memantapkan persatuan bangsa untuk keutuhan NKRI.
Dalam menjalankan hubungan luar negerinya, Indonesia memiliki beberapa
prinsip, yaitu: memelihara, memperjuangkan, dan mempertahankan kemerdekaan,
perdamaian, serta keadilan sosial di antara bangsa-bangsa di dunia. Prinsip-
prinsip tersebut harus dipegang teguh dalam menjalankan hubungan atau kerja
sama antara bangsa di dunia.

Adapun faktor-faktor yang menentukan perumusan politik luar negeri mencakup


hal-hal berikut :
a. Letak geografis Indonesia
Indonesia memiliki letak geografis yang strategis yaitu di posisi silang antara
negara-negara di dunia. Hal ini dapat membawa pengaruh terhadap segala aspek
kehidupan bangsa Indonesia.

b. Sejarah perjuangan
Selama kurang lebih 350 tahun Indonesia dijajah oleh bangsa lain, dan terus
berjuang agar tidak kembali dijajah dalam bentuk apapun.

c.Penduduk
Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak sehingga dapat menjadi modal atau
kekuatan bagi pembangunan bangsa apabila dipimpin dan dimanfaatkan dengan
baik. Sebaliknaya, apabila jumlah penduduk Indonesia yang banyak tersebut tidak
dimanfaatkan dengan baik akan mengundang kelemahan-kelemahan dalam
hubungannaya dengan politil luar negeri.

d. Kekayaan alam
Tanah air Indonesia adalah negara yang subur dan kaya akan sumber daya alam.
Apabila bangsa Indonesia tersebut dapat memanfaatkan kekayaan tersebut secara
efektif dan optimal, bangasa Indonesia dapat memainkan peranan yang besar
dalan menanggulangani krisis pangan dunia.

e. Militer
Apabila militer Indonesia kuat, akan dapat menangkal ancaman yang datang, baik
dari dalam maupun luar.
f. Situasi internasional
Berbagai pertikaian antar negara ndan perkembangan teknologi dapat memicu
timbulnya konflik yang bersifat internasional.

g. Diplomasi
Para diplomat harus dapat menjalankan tugas secara efektif sesuia dengan tugas,
kewajiban, dan fungsional.

h. Pemerintahan yang bersih


Untuk mendapatkan kepercayaan dan penghargaan, baik dari rakyat maupun
negara lain, sangat diperlikan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta
bebas dari korupsi, kolisi, dan nepotisme.

i. Kepentingan nasional
Kepentingan nasional lebih berorientasi pada pembangunan disegala bidang. Oleh
karena itu, pelaksaan politik luar negeri Indonesia harus mengabdi kepada
kepentingan nasional yang selaras dengan kiprah perjuangan bangsa.

B. Landasan Politik Luar Negeri Indonesia


1. Landasan idiil pancasila
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman dan pijakan dalam melaksanakan
politik luar negeri Indonesia.
2. Landasan konstitusional atau struktur UUD 1945
Landasan konstitusional atau landasan hukum terlaksananya politil luar negeri
Indonesia tercantum dalan pembukaan UUD 1945 alinea pertama dan alinea yang
keempat. Dalam pembukaan UUD 1945 jelas terlihat bahwa arah kebijakan
politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan
nasional menitikberatkan pada solidaritas antar negera berkembang, mendukung
perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala
bentuk serta meningkatakan kemandirian bangsa dan kerja sama untuk
kesehjateraan rakyat.Selain itu, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamainan abadi, dan keadilan sosial merupakan amanat UUD
1945 yang harus diperjuangkan secara terus-menerus.

3. Landasan operasional
Landasn operasional politik luar negeri :
· Ketetapan MPR tentang GBHN
· Kebijakan Presiden yaitu Kepres
· Kebijakan Menteri Luar negeri

C. Peranan Departemen Luar Negeri


Departemen Luar Negeri mempunyai tugas membantu presiden dalam
menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang politik dan hubungan
luar negeri. Dalam menjalankan tugasnya, Departemen Luar Negeri dibantu oleh
badan-badan di bawahnya yang berada di luar negeri di negara-negara penerima
atau pada organisasi-organisasi internaional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, antara lain sebagai berikut.

a. Perwakilan Diplomatik
Setiap negara yang menjalin hubungan dengan negara lain ditandai dengan
dilakukannya pertukaran perwakilan diplomatik. Bagamana pertukaran
perwakilan diplomatik itu? Pertukaran perwakilan diplomatik, yaitu pertukaran
perwakilan diplomatik antar negara yang dilakukan dengan cara menempatkan
pejabat di negara penerima. Pejabat perwakilan diplomatik disebut diplomat.
Perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri merupakan perwakilan pemerintah
Indonesia yang kegiatannya meliputi semua kepentingan negara Indonesia dan
wilayah kerjanya meliputi seluruh negara penerima. Seorang diplomat memiliki
kekebalan diplomatik. Seperti berikut ini :

· Kekebalan terhadap alat kekuasaan negara penerima


Kekebalan seperti ini dibutuhkan dalam rangka melindungi seluruh peralatan
yang dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan tugas. Contoh seorang pejabat
Diplomatik Singapura di Indonesia bepergian menggunakan kendaraan dinas
kedutaan. Di tengah perjalanan, ia menabrak mobil lain yang diparkir. Dengan
kejadian itu, polisi Indonesia tidak mempunyai wewenang untuk melakukan
penilangan atau menahan SIM, kendaraan, atau menahan orangnya.

· Berhak Mendapat Perlindungan


Seorang diplomat dalam menjalankan tugasnya berhak mendapat perlindungan
dari gangguan.

· Memiliki wewenang untuk menolak bersakasi di pengadilan


Pejabat diplomatik mempunyai hak untuk menolak bersakai di pengadilan,
meskipun tidak mutlak. Dalam hal tertentu, ia dapat menjadi saksi demi menjaga
hubungan baik kedua negara.

· Rumah tinggal dan gedung kedutan bebas dari penggeledahan


Seorang duta besar bertempat tinggal di gedung kedutan tempat melaksanakan
tugasnya.

· Kekebalan surat menyurat diplomatik


Kekebalan ini diberikan untuk melindungi segala dokumen atau arsip yang
dimiliki dan untuk menjaga kerahasiaan surat-menyurat yang dikirim ataupun
yang diterima. Kekebalan ini termasuk tas yang dibawa bepergian, baik melalui
darat, laut, maupun udara.

Seorang diplomat selain mempunyai kekebalan juga mempunyai keistimewaan


diplomatik, seperti berikut ini:
Ø Bebas dari kewajiban membayar pajak, misalnya pajak kendaraanbermotor,
pajak penghasilan, pajak orang asing, pajak bumi dan bangunan, dan sebagainya.
Ø Bebas dari kewajiban pabean atau bea masuk, bea keluar, cukai
terhadapbarang-barang yang masuk atau yang keluar untuk kepentingan dinas
pejabat dilpomatik.
Perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri dapat berupa kedutaan besar yang
ditempatkan pada suatu negara dan perutusan tetap yang ditempatkan pada suatu
organisasi internasional.

Kedutaan Besar Republik Indonesia dipimpin oleh seorang duta besar luar biasa
dan berkuasa penuh. Duta besar diangkat oleh presiden. Duta besar Indonesia
ditempatkan pada negara yang menjalin hubungan dengan Indonesia. Perutusan
tetap Republik Indonesia kedudukannya sama dengan duta besar luar biasa dan
berkuasa penuh. Contohnya Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-
Bangsa (PBB). Selain duta besar dan perutusan tetap juga dikenal adanya kuasa
usaha sementara yang merupakan Pejabat Dinas Luar Negeri yang ditunjuk oleh
Menteri Luar Negeri. Mereka menjadi perwakilan diplomatik untuk sementara
waktu karena mewakili duta besar yang tidak di wilayah kerjanya atau sama
sekali berhalangan melaksanakan tugasnya.

b.Perwakilan konsuler
Tugas pokoknya tidak jauh berbeda dengan tugas pokok perwakilan diplomatik.
Perwakilan konsuler merupakan wakil negara pengirim yang melaksanakan tugas
dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan negara pengirim.
1) Konsulat jenderal yang dipimpin oleh seorang konsul jenderal.
2) Konsulat yang dipimpin oleh seorang konsul.

D. Tujuan Kebijakan Politik Luar Negeri


Politik luar negeri bertujuan sebagai berikut :
1. Membentuk negara kesatuan yang demokratis
2. Membentuk masyarakat yang adil dan makmur, baik material maupun spiritual
dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia dan semua negara di dunia
3. Membentuk satu dunia baru yang bersih dari penjajahan dalam segala bentuk
untuk menuju kepada perdamaian dunia
4. Membina persaudaraan dan menjalin kerja sam antar bangsa dalam upaya
kemakmuran dan kesehjateraan bersama.

E. Peranan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Era Globalisasi


Saat ini kita berada pada era globalisasi, dimana batas-batas negara sudah menjadi
kabur. Dengan demikian kita sudah menjadi negara dunia karena kemajuan
teknologi yang memudahkan kita untuk berinteraksi dengan warga negara lainnya
di belahan bumi manapun.
Sebagai warga dunia di era globalisasi ini, Indonesia mau tidak mau ikut terlibat
dalam segala aktivitas internasional. Perkembangan dunia yang sudah melintasi
batas-batas wilayah negara lain sangat membutuhkan alasan yang jelas dan tegas
agar tercipta suasana kerukunan dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Peranan politik luar negeri Indonesia di era globalisasi ini diwujudkan dalam
beberapa program, antara lain berikut ini:
1. Program pemantapan diplomasi Indonesia
Pemerintah Indonesia mengupayakan jalur diplomasi untuk memantapkan politik
luar negeri Indonesia yang telah menghasilkan beberapa kerja sama di berbagai
bidang.
a. Melakukan perundingan tentang batas negara dengan negara tetangga, antara
lain sebagai berikut.
1) Perundingan delineasi dan demarkasi batas darat dengan Timor leste
2) Perundingan batas maritim dengan Malaysia
3) Perundingan batas laut dengan Singapura

b. Melakukan kerja sama mengenai penanganan masalah tenaga kerja Indonesia


di luar negeri dengan Malaysia dan Jordania

2. Program perdamaian dunia


Sebagai negara yang ikut serta aktif dalam proses perdamaian dunia, Indonesia
merupakan negara yang diperhitungkan dalam upaya perdamaian dunia. Hal ini
dibuktikan pada tahun 2006, Indonesia telah memperoleh kepercayaan sebagai
anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2007-2009.
Kesempatan ini sangatlah penting bagi Indonesia untuk turut serta berperan aktif
dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional, seperti masalah Israel-
Palestin, masalah narkotika dan sebagainya, yang juga erat kaitannya dengan
berbagai kepentingan nasional.

Selain itu, Indonesia melakuakn kerjasama bilateral, regional, dan multilateral


dalam upaya penanggulangan kejahatan lintas batas negara seperi terorisme,
pencucian uang, kejahatan narkotika, penyelundupan dan perdagangan manusia.

3. Program ekonomi
Indonesia telah mengadakan kerja sam ekonomi, baik secar bilateral maupun
multilateral dalam rangka meningkatkan kesehjateraan bersama.
a. Penggalangan usaha Indonesia untuk promosi terpadu di berbagai negara
amerika dan Eropa.
b. Peningkatan perdagangan internasional

4. Program budaya
Dalam rangka memperkenalkan kebudayaan nasional Indonesia, hasil-hasil
pembangunan dan daerah-daerah tujuan wisata, pemerintah Indonesia
memfasilitasi berbagai kegiatan budaya antara lain:
a. Pagelaran budaya Indonesia Magiliticum Quantum
b. Pengiriman duta belia keberbagai negara.
c. Program maganng bagi petani Fiji yang ingin belajar lebih khusus tentang
pertanian di Indonesia.
d. Pemberian beasiswa kebudayaan dan seni bagi masyarakat dalam lingkup
South West Pasifiv Dialogue.

F. Contoh Pelaksanaan Kebijakan Politik Luar Negeri Bebas Aktif


Bangsa Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain menerapkan
prinsip politik luar negeri bebas aktif yang diwujudkan untuk kepentingan
nasional, terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang. Selain itu
bangsa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia tyang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pelaksanaan hubungan luar negeri Indonesia dimaksudakan untuk meningkatakan


persahabatan dan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral melaluai berbagai
macam forum sesuia dengan kepentingan dan kemampuan bangsa Indonesia.
Perwujudan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dapat kita lihat pada
beberapa contoh berikut:
1. Indonesia ikut aktif dalam penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA)
pada tahun 1955. KAA dihadiri oleh 29 negara di kawasan Asia-Afrika
KAA menghasilkan 10 prinsip dasar yang dikenal dengan Dasasila bandung, Yaiti
sebagai berikut.
a. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan –tujuan dan sas-asa yang
termuat dalam piagam PBB
b. Menghormati kedaulatan dan integrutas semua bangsa
c. Mengakui persamaan semua susku bangsa dan persamaan semua bangsa
d. Tidak melakukan intervensi
e. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara
sendirian
f. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan bersama untuk
bertindak bagi kepentingan khusus salah satu negara besar dan tidak melakukan
tekanan terhadap negara lain
g. Tidak melakuakn ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap
integritas teritorial dan kemerdekaan suatu negara
h. Menyelesaikan segala perselisihan internasioanl dengan jalan damai, seperti
perindingan, arbitrasi, atau penyelesaian hukum, ataupun lain-lain secara damai
menurut pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB.
i. Memajukan kerja sama untuk kepentingan bersama
j. Menghormati hukum dan kewajiban internasional

2. Keaktifan Indonesia sebagi salah satu atau pendiri Gerakan Nom-Blok tahun
1961, yang berusaha membantu dunia internasional untuk meredakan ketegangan
perang dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur
yang dipimpin oleh Uni-Soviet.

3. Memprakasai berdirinya ASEAN


Indonesia aktif dalam merintis dan mengembangkan organisasi di kawasan Asia
Tenggara (ASEAN). Indonesia memiliki peranan khusus di ASEAN, begitu juga
di negara anggota lainnya. Bagi Indonesia, ASEAN merupakan organisasi
regional yang mampu menjamin keamanan nasional sehingga dapat meningkatkan
ketahan nasional. Selain itu, memperlancar proses pembangunan nasional dengan
berbagai kegiatan ASEAN. ASEAN dipandand dapat menciptakan stabilitas di
Kawasan Asia Tenggara berdasarkan semangat perdamaian, saling pengertian, dan
saling membantu.

4. Ikut serta membentu penyelesaian konflik berbagai negara dengan


mengirimkan perdamaian PBB.
Pasukan Indonesia yang dikirimkan untuk meredakan internasional antara lain
sebagai berikut.
a. Pasukan Garuda 1 tahun 1956 yang dikirimkan ke Mesir dalam rangka ikut
menyelesaikan sengketa terusan Suez
b. Pasukan Garuda II tahun 1960-1961 dikirim ke Zaire
c. Pasukan Garuda III tahun 1963-1964 dikirim ke Zaire menggantikan Garuda II
d. Pasukan Garuda IV tahun 1973 dikirim ke Vietnam
e. Pasukan Garuda V menggantikan pasukan Garuda IV
f. Pasukan Garuda VI tahun 1973 dikirim ke Timur Tengah untuk mengawasi
gencatan senjata antara Mesir dan Israel
g. Pasukan Garuda VII ke Vietnam menggantikan pasukan Garuda V
h. Pasukan Garuda VIII menggantikan Pasukan Garuda VI ke Timur Tengah
i. Pasukan Garuda XI, berugas dalam Perang Teluk Persia (1979-1989)
j. Pasukan Garuda X, ditugaskan di Namibia
k. Pasuakan Garuda XI, tahun 1991, ditugaskan ke perbatasan Irak-Kuait
l. Pasukan Garuda XII, tahun 1992 dikirim ke Kamboja
m. Pasukan Garuda XIII, dikirim ke Somalia
n. Pasukan Garuda XIV dikirim ke Bosnia
o. Pasukan Garuda XV tahun 1994 ke Filipina membantu penyelesaian masalah
Moro
p. Pasukan Garuda XVI tahun 1995 dikirim ke Mozambik, Afrika Timur
q. Pasukan Garuda XVII 1995 dikirim ke Georgia, salah satu bekas daerah di Uni
Soviet
45 BUTIR PENGAMALAN PANCASILA DAN CONTOH PENGAMALAN

Butir – butir Pancasila yang dahulu ada 36 butir sekarang diubah menjadi 45 butir
pancasila. Dan sekarang ini masyarakat banyak yang belum tahu mengenai hal
ini. Karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah dalam
mengumumkan butir–butir pancasila.

Pada jaman dahulu tahun 1980 an untuk murid di Sekolah Dasar diwajibkan
menghafal 36 butir pancasila dan dulu terdapat banyak film yang merupakan
pengamalan dari butir pancasila.

Dalam masa reformasi menurut Tap MPR no. I/MPR/2003 ada perubahan isi butir
– butir Pancasila dengan masa sebelumnya, sehinggga menjadi 45 butir.

Butir butir pancasila sila ke 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

1. Bangsa Indonesia Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Memiliki dan meyakini satu agama dengan menjalankan perintah dan
menjauhi larangan sesuai norma agama yang berlaku.

2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai
dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan
yang adil dan beradab.
Contoh: Tidak menganggu ibadah agama yang lain

3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk


agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
Contoh: Menghormati sesama manusia

4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan


terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Kita harus hidup rukun meskipun beda agama karena kita satu bangsa
Indonesia

5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Setiap manusia bebas memilih agama yang sudah disahkan pemerintah

6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah


sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Contoh: Saling menghormati ketika ada pemeluk agama lain yang sedang
menjalankan ibadah

7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa kepada orang lain.
Contoh: Kita dilarang memaksakan suatu agama kepada orang lain karena itu
urusan dia dengan tuhannya, kita hanya diwajibkan mengingatkan saja.

Butir butir pancasila sila ke 2: Kemanusiaan yang adil dan beradab

1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya


sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Tidak boleh sewenang – wenang/ kurang bermartabat terhadap sesama
sebab manusia mempunyai hak asasi yang sama

2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap


manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Contoh: Menghargai perbedaan
Kita perlu menyadari bahwa kita hidup memang berbeda beda dari suku, ras,
maupun agama yang berdeda jadi perbedaan itu memang ada.

3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.


Contoh: Tidak boleh menyakiti sesama manusia agar hidup rukun

4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.


Contoh: Bersedia mengikuti kerja bakti dengan berbaur masyarakat yang lain
5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

Contoh: Tidak boleh memperlakukan orang lain secara semau kita sendiri yang
buruk
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Contoh: Saling menghormati dan menghargai

7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.


Contoh: Memberi bantuan kepada orang lain yang butuh pertolongan kita

8. Berani membela kebenaran dan keadilan.


Contoh: Sebagai manusia kita perlu menjunjung suatu kebenaran, jangan yang
salah malah dibenarkan. Kita perlu hidup adil terhadap sesama manusia
9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
Contoh: Sebagai bangsa Indonesia ketika saudara kita yang berada jauh ada
musibah kita perlu membantunya karena mereka masih satu bangsa dengan kita

10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa


lain.
Contoh: Manusia merupakan mahkluk sosial. Jadi manusia tidak dapat hidup
sendiri, perlu adanya saling membantu satu sama lain

Butir butir pancasila sila ke 3: Persatuan Indonesia

1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan


bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
Contoh: Bila di negara kita ada suatu masalah bukan berarti kita malah pindah
negara. Kita perlu berbuat sesuatu yang bisa kita lakukan agar masalah tersebut
terselesaikan.

2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila
diperlukan.
Contoh: Kita perlu ikut berpatisipasi berjuang apabila negara Indonesia terancam
keamanannya.

3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.


Contoh: Hargailah produk-produk dalam negeri jangan semua produk
menggunakan buatan dari luar. Kita perlu ikut mensejahterakan perekonomian
nasional
4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Contoh: Menjaga sumber daya dan kelestarian bumi yang ada di Indonesia

5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian


abadi, dan keadilan sosial.
Contoh: Bila kita belum menjaga ketertiban dunia, kita bisa mulai dari yang
terkecil seperti mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan di lingkungan kita.

6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Eka.


Contoh: Tidak diperkenankan membeda bedakan antara suku, ras dan agama satu
dengan lainnya.

7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.


Contoh: Menjunjung tinggi nilai persatuan bangsa tanpa memandang suku,
agama, dan ras.
Butir butir pancasila sila ke 4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan

1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia


mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
Contoh: Setiap manusia mempunyai hak dan kewajiban sama memperoleh
pendidikan

2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.


Contoh: Tidak boleh kita terlalu memaksa kehendak sendiri terhadap orang lain
apalagi melakukan penyuapan.

3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan


bersama.
Contoh: Ketika ada perbedaan kita perlu mengutamakan aspek bermusyawarah,
tidak boleh mau menang sendiri.

4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.


Contoh: Dalam bermusyawarah perlu tercapainya hasil yang telah disepakati
bersama dengan mendukung aspek kekeluargaan.

5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai


hasil musyawarah.
Contoh: Kita perlu patuh, menerima dan hormat terhadap suatu keputusan yang
sudah disepakati dan mufakat

6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan
hasil keputusan musyawarah.
Contoh: Dalam menerima suatu keputusan kita perlu ikhlas dalam menjalaninya

7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan


pribadi dan golongan.
Contoh: Di dalam bermusyawarah perlu mengutumakan kepetingan bersama
daripada kepentingan pribadi

8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang
luhur.
Contoh: Bermusyawarah kita perlu dalam keadaan dingin dan tidak emosi

9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral


kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.
Contoh: Dalam pengesahan keputusan sehendaknya keputusan tersebut sesuai
dengan norma pada TYME serta tetap mempertahankan martabat

10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk


melaksanakan pemusyawaratan.
Contoh: Mempercayai penuh dan menyerahkan terhadap wakil – wakil terpilih
untuk menjalankan tugasnya

Butir butir pancasila sila ke 5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana


kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Contoh: Wajib hukumnya saling menghormati terhadap sesama manusia untuk
tercapainya sikap kekeluargaan

2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.


Contoh: Dalam berkehidupan perlu hidup adil terhadap manusia, contoh yang
sering kita lihat perlakuan hukum terhadap kejahatan dengan koruptor.

3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.


Contoh: Dalam hidup memang antara hak dan kewajiban dibutuhkan akan tetapi
haruslah seimbang. Misal anda berhak memperoleh kenyamanan berkendara tapi
wajib hukumnya menaati peraturan lalu lintas yang berlaku.

4. Menghormati hak orang lain.


Contoh: Saling menghormati, baik, dan rukun terhadap sesama manusia

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Contoh: Memberi bantuan modal usaha dengan bunga 0% misalnya
6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain.
Contoh: Bersifat sewajarnya terhadap sesama, misal jangan sampai anda
memberatkan orang lain apalagi sampai jatuhnya pemerasan

7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan
gaya hidup mewah.
Contoh: Bersikaplah hemat, lebih baik sisihkan uang anda untuk orang yang lebih
membutuhkan.

8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan


kepentingan umum.
Contoh: Jangan sampai dalam hidup kita membuat susah tetangga kanan kiri kita,
misal membangun pabrik industri tapi limbah dibuang sembarangan yang
menjadikan rugi masyarakat di sekitar kita.

9. Suka bekerja keras.


Contoh: Hidup jangan banyak mengeluh, kita perlu kerja keras dan cerdas untuk
memenuhi kebutuhan keluarga apalagi kalau bisa memberi kepada orang yang
membutuhkan

10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
Contoh: Dalam hidup jangan mengklaim hak yang memang itu sudah dipantenkan
pemiliknya. Apabila memang mau digunakan untuk kepentingan kita ada baiknya
disertakan sumber dan pengarangnya

11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata
dan berkeadilan sosial.
Contoh: Melakukan kegiatan kegiatan membangun seperti bela negara, kerja
bakti, gotong royong dan lain sebagainya.
BELA NEGARA

Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan sumber hukum


bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proklamasi
kemerdekaan itu telah mewujudkan NKRI dari Sabang hingga Merauke. Namun,
negara yang diproklamasikan kemerdekaannya itu bukan merupakan tujuan
semata-mata, melainkan sebagai sarana untuk mencapai cita-cita bangsa dan
tujuan nasional.

A. Landasan Idiil: Pancasila


Pancasila sebagaimana dimuat dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan
pada tanggal 18 Agustus 1945, merupakan dasar negara Republik Indonesia, baik
dalam arti sebagai dasar ideologi maupun filosofi bangsa. Kedudukan Pancasila
ini dipertegas dalam UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. Artinya,
setiap materi muatan kebijakan negara, termasuk UUD 1945, tidak boleh
bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Rumusan nilai-
nilai dimaksud adalah sebagaI berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa;
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia;
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan;
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan ditetapkannya Pancasila yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945


sebagai dasar negara sebagaimana diuraikan terdahulu, dengan demikian
Pancasila menjadi idiologi negara. Artinya, Pancasila merupakan etika sosial,
yaitu seperangkat nilai yang secara terpadu harus diwujudkan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan suatu sistem, karena keterkaitan
antar sila-silanya, menjadikan Pancasila suatu kesatuan yang utuh. Pengamalan
yang baik dari satu sila, sekaligus juga harus diamalkannya dengan baik sila-sila
yang lain. Karena posisi Pancasila sebagai idiologi negara tersebut, maka
berdasarkan Tap MPR No.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa
yang masih dinyatakan berlaku berdasarkan Tap MPR No.I/MPR/2003, bersama
ajaran agama khususnya yang bersifat universal, nilai nilai luhur budaya bangsa
sebagaimana tercermin dalam Pancasila itu menjadi “acuan dasar dalam berpikir,
bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa”.

Etika sosial dimaksud mencakup aspek sosial budaya, politik dan pemerintahan,
ekonomi dan bisnis, penegakkan hukum yang berkeadilan, keilmuan, serta
lingkungan. Secara terperinci, makna masing-masing etika sosial ini dapat
disimak dalam Tap MPR No.VI/MPR/2001.

B. UUD 1945: Landasan konstitusionil SANKRI


1. Kedudukan UUD 1945
Dari sudut hukum, UUD 1945, merupakan tataran pertama dan utama dari
penjabaran lima norma dasar negara (ground norms) Pancasila beserta norma
norma dasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi norma
hukum yang memberi kerangka dasar hukum SANKRI pada umumnya, atau
khususnya sistem penyelenggaraan negara yang mencakup aspek kelembagaan,
aspek ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusianya.

Konstitusi atau UUD, yang bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut
UUD 1945 hasil Amandemen I, II, III dan IV terakhir pada tahun 2002 (UUD
1945) merupakan hukum dasar tertulis dan sumber hukum tertinggi dalam
hierarkhi peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

2. Pembukaan UUD 1945 sebagai Norma Dasar (Groundnorms)


Pembukaan UUD 1945 sebagai dokumen yang ditempatkan di bagian depan UUD
1945, merupakan tempat dicanangkannya berbagai norma dasar yang melatar
belakangi, kandungan cita-cita luhur dari Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan
17 Agustus 1945, dan oleh karena itu tidak akan berubah atau dirubah, merupakan
dasar dan sumber hukum bagi Batang-tubuh UUD 1945 maupun bagi Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia apapun yang akan atau mungkin
dibuat.

Norma-norma dasar yang merupakan cita-cita luhur bagi Republik Indonesia


dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara tersebut dapat ditelusur pada
Pembukaan UUD 1945 tersebut yang terdiri dari empat (4) alinea :

Alinea Pertama : “Bahwa sesungguhya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa
dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan” Alinea ini merupakan
pernyataan yang menunjukkan alasan utama bagi rakyat di wilayah Hindia
Belanda bersatu sebagai bangsa Indonesia untuk menyatakan hak
kemerdekaannya dari cengkeraman penjajahan Kerajaan Belanda. “Di mana ada
bangsa yang dijajah, maka yang demikian itu bertentangan dengan kodrat hakekat
manusia, sehingga ada kewajiban kodrati dan kewajiban moril, bagi pihak
penjajah pada khususnya untuk menjadikan merdeka atau membiarkan menjadi
bangsa yang bersangkutan”. Norma dasar berbangsa dan bernegara dari alinea
pertama ini adalah asas persatuan, artinya negara Republik Indonesia yang
diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 modal utama dan pertamanya
adalah bersatunya seluruh rakyat di wilayah eks Hindia Belanda, dari Sabang
hingga ke Merauke, sebagai bangsa Indonesia untuk memerdekakan diri dari
penjajahan Belanda. Dengan demikian alinea pertama Pembukaan UUD 1945
tersebut tidaklah bermakna sebagai pembenaran bagi upaya kapanpun sebagian
bangsa Indonesia yang telah bersatu tersebut untuk memisahkan diri dengan cara
berpikir bahwa negara Republik Indonesia sebagai pihak penjajah.

Alinea Kedua : “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah


sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan
rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” Alinea kedua ini memuat
pernyataan tentang keinginan atau cita-cita luhur bangsa Indonesia, tentang
wujud negara Indonesia yang harus didirikan. Cita-cita luhur bangsa Indonesia
tersebut sebagai norma dasar berbangsa dan bernegara pada dasarnya merupakan
apa yang dalam literatur kontemporer disebut visi, merupakan cita-cita sepanjang
masa yang harus selalu diupayakan atau digapai pencapaiannya.

Alinea Ketiga : “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan
didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas,
maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Alinea ini
merupakan formulasi formil pernyataan kemerdekaan oleh bangsa Indonesia
dengan kekuatan sendiri, yang diyakini (norma dasar berikutnya) kemerdekaan
Republik Indonesia adalah sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dan
didukung oleh seluruh rakyat serta untuk kepentingan dan kebahagiaan
seluruh rakyat.

Alinea Keempat : berbunyi “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu


Pemerintah yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia,
yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta
dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Dalam alinea keempat itulah dicanangkan beberapa norma dasar bagi bangunan
dan substansi kontrak sosial yang mengikat segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dalam kerangka berdirinya suatu negara Negara Kesatuan
Republik Indonesia, yang dapat dirinci dalam 4 (empat) hal :

a. Kalau alinea kedua dikategorikan norma dasar berupa cita-cita luhur atau visi
bangsa Indonesia maka dari rumusan kalimat alinea keempat “Kemudian daripada
itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia … dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”, ini
mengemukakan norma dasar bahwa dalam rangka mencapai visi negara Indonesia
perlu dibentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia dengan misi pelayanan
(a) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (b)
memajukan kesejahteraan umum, (c) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (d)
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial. Pemerintahan Negara misi pelayanan tersebut
merupakan tugas negara atau tugas nasional, artinya bukan hanya menjadi
kewajiban dan tanggung jawab Preseiden atau lembaga eksekutif pemerintah saja;
kata ‘Pemerintah’ dalam alinea ini harus diartikan secara luas, yaitu mencakup
keseluruhan aspek penyelenggaraan pemerintahan negara beserta lembaga
negaranya;

b. Norma dasar perlu dibuat dan ditetapkan Undang Undang Dasar (UUD),
sebagaimana disimpulkan dari kalimat “… maka disusunlah Kemerdekaan
Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang Undang Dasar Negara Indonesia”;
c. Norma dasar tentang Bentuk Negara yang demokratis, yang dapat dilihat
pada kalimat “…yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat”;

d. Norma dasar berupa Falsafah Negara Pancasila sebagaimana dirumuskan


dalam kalimat “… dengan berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa …serta
dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Pancasila yang mencakup lima Sila (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2)
Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia,(4) Kerakyatan yang
dipimpin Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / perwakilan, (5)
Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, merupakan norma-norma dasar
filsafat negara bagi rakyat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara yang digali
dari pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita moral luhur
yang meliputi suasana kejiwaan serta watak dari bangsa Indonesia. Pancasila pada
dasarnya merupakan formulasi muara berbagai norma dasar berbangsa dan
bernegara yang termuat pada alinea pertama, kedua dan ketiga secara terpadu
yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, artinya
segenap norma hukum yang dibangun Indonesia dalam sistem dan hierarkhi
peraturan perundang-undangan yang diberlakukan, rujukan utamanya adalah lima
sila dari Pancasila.

3. Batang Tubuh UUD 1945 sebagai Norma Hukum Dasar Negara


Dari sudut hukum, batang tubuh UUD 1945 merupakan tataran pertama dan
utama dari penjabaran 5 (lima) norma dasar negara (ground norms) Pancasila
beserta norma-norma dasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945,
menjadi norma hukum yang memberi kerangka dasar hukum sistem administrasi
negara Republik Indonesia pada umumnya, atau khususnya sistem
penyelenggaraan pemerintahan negara yang mencakup aspek kelembagaan, aspek
ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusianya. Batang Tubuh UUD 1945
hasil Amandemen I-IV pada tahun 2002 terdiri atas 21 bab, 74 pasal, serta tiga
pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. Dalam UUD 1945 hasil
Amandemen 2002 sebagaimana dipraktekkan di berbagai negara tidak ada lagi
Penjelasan Pasal-Pasal. Pasal-pasal UUD 1945 dimaksud merupakan penjabaran
dari pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan. Rumusan pasal
tersebut merupakan landasan kebijakan yang paling mendasar bagi
penyelenggaraan pemerintahan negara. Adapun cakupan pasal demi pasal dalam
UUD 1945 sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini.
Pancasila sebagaimana dimuat dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan
pada tanggal 18 Agustus 1945, merupakan dasar negara Republik Indonesia, baik
dalam arti sebagai dasar ideologi maupun filosofi bangsa. Kedudukan Pancasila
ini dipertegas dalam UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. Artinya,
setiap materi muatan kebijakan negara, termasuk UUD 1945, tidak boleh
bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dari sudut hukum, UUD 1945, merupakan tataran pertama dan utama dari
penjabaran lima norma dasar negara (ground norms) Pancasila beserta norma-
norma dasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi norma
hukum yang memberi kerangka dasar hukum sistem penyelengagaran negara pada
umumnya, atau khususnya sistem penyelenggaraan negara yang mencakup aspek
kelembagaan, aspek ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusianya.

Konstitusi atau UUD, yang bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut
UUD 1945 hasil Amandemen I, II, III dan IV terakhir pada tahun 2002 (UUD
1945) merupakan hukum dasar tertulis dan sumber hukum tertinggi dalam
hierarkhi peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. Atas dasar itu,
penyelenggaraan negara harus dilakukan untuk disesuaikan dengan arah dan
kebijakan penyelenggaraan negara yang berlandaskan Pancasila dan konstitusi
negara, yaitu UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 sebagai dokumen yang
ditempatkan di bagian depan UUD 1945, merupakan tempat dicanangkannya
berbagai norma dasar yang melatar belakangi, kandungan cita-cita luhur dari
Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan oleh karena itu tidak
akan berubah atau dirubah, merupakan dasar dan sumber hukum bagi Batang-
tubuh UUD 1945 maupun bagi Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia apapun yang akan atau mungkin dibuat. Norma-norma dasar yang
merupakan cita-cita luhur bagi Republik Indonesia dalam penyelenggaraan
berbangsa dan bernegara tersebut dapat ditelusur pada Pembukaan UUD 1945
tersebut yang terdiri dari empat (4) alinea.

Dari sudut hukum, batang tubuh UUD 1945 merupakan tataran pertama dan
utama dari penjabaran 5 (lima) norma dasar negara (ground norms) Pancasila
beserta norma norma dasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945,
menjadi norma hukum yang memberi kerangka dasar hukum sistem administrasi
negara Republik Indonesia pada umumnya, atau khususnya sistem
penyelenggaraan pemerintahan negara yang mencakup aspek kelembagaan, aspek
ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusianya.
BENTUK NEGARA KESATUAN DAN MAKNA KESATUAN

A. Bentuk Negara Berdasarkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun


1945

Sebagaimana disebutkan dalam Bab I, pasal 1 UUD Negara Republik Indonesia


Tahun 1945, “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk
Republik”. Ini berarti bahwa Organisasi Pemerintahan Negara Republik Indonesia
bersifat unitaris, walaupun dalam penyelenggaraan pemerintahan kemudian
terdesentralisasikan. Sejalan dengan hal tersebut, maka Negara kesatuan Republik
Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi itu dibagi atas
kabupaten dan kota. Pembagian daerah ke dalam provinsi, kemudian kabupaten,
kota dan desa tentunya tidak dimaksudkan sebagai pemisahan apalagi pemberian
kadulatan sendiri. Pada dasarnya bentuk organisasi pemerintahan negara adalah
unitaris, namun dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat saja diakukan
pendelegasian urusan pemerintahan atau kewenangan kepada pemerintahan
provinsi, kabupaten/kota maupun desa.

B. Makna Kesatuan dalam Sistem Penyelenggaraan Negara


Sebagai sebuah negara kesatuan (unitary state), sudah selayaknya dipahami benar
makna “kesatuan” tersebut. Dengan memahami secara benar makna kesatuan,
diharapkan seluruh komponen bangsa Indonesia memiliki pandangan, tekat, dan
mimpi yang sama untuk terus mempertahankan dan memperkuat kesatuan bangsa
dan negara.

Filosofi dasar persatuan dan kesatuan bangsa dapat ditemukan pertama kali dalam
kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Dalam kitab itu ada tulisan berbunyi
“BhinnekaTunggal Ika tan hana dharma mangrwa”, yang berarti “berbeda-beda
tetapi tetap satu, tak ada kebenaran yang mendua”. Frasa inilah yang kemudian
diadopsi sebagai semboyan yang tertera dalam lambing negara Garuda Pancasila.
Semangat kesatuan juga tercermin dari Sumpah Palapa Mahapatih Gajahmada.
Sumpah ini berbunyi:

Sira Gajah Mahapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah
Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring
Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali,
Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Terjemahan dari sumpah tersebut kutang lebih adalah:


Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah
Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa.
Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali,
Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

Informasi tentang Kitab Sutasoma dan Sumpah Palapa ini bukanlah untuk
bernostalgia ke masa silam bahwa kita pernah mencapai kejayaan. Informasi ini
penting untuk menunjukkan bahwa gagasan, hasrat, dan semangat persatuan
sesungguhnya telah tumbuh dan berkembang dalam akar sejarah bangsa
Indonesia. Namun dalam alam modern-pun, semangat bersatu yang ditunjukkan
oleh para pendahulu bangsa terasa sangat kuat. Jauh sebelum Indonesia mencapai
kemerdekaannya, misalnya, para pemuda pada tahun 1928 telah memiliki
pandangan sangat visioner dengan mencita-citakan dan mendeklarasikan diri
sebagai bangsa yang betbangsa dan bertanah air Indoensia, serta berbahasa
persatuan bahasa Indonesia. Pada saat itu, jelas belum ada bahasa persatuan.

Jika pemilihan bahasa nasional didasarkan pada jumlah penduduk terbanyak yang
menggunakan bahasa daerah tertentu, maka bahasa Jawa-lah yang akan terpilih.
Namun kenyataannya, yang terpilih menjadi bahasa persatuan adalah bahasa
Melayu. Hal ini menunjukkan tidak adanya sentimen kesukuan atau egoisme
kedaerahan. Mereka telah berpikir dalam kerangka kepentingan nasional diatas
kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan. Dengan demikian, peristiwa
Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 adalah inisiatif original dan sangat
jenius yang ditunjukkan oleh kalangan pemuda pada masa itu. Peristiwa inilah
yang membentuk dan merupakan kesatuan psikologis atau kejiwaan bangsa
Indonesia. Selain kesatuan kejiwaaan berupa Sumpah Pemuda tadi, bangsa
Indonesia juga terikat oleh kesatuan politik kenegaraan yang terbentuk dari
pernyataan kemerdekaan yang dibacakan Soekarno-Hatta atas nama rakyat
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejak saat itulah Indonesia secara resmi menjadi entitas politik yang merdeka,
berdaulat, dan berkedudukan sejajar dengan negara merdeka lainnya. Makna
kesatuan selanjutnya adalah kesatuan geografis, teritorial atau kewilayahan.
Kesatuan kewilayahan ini ditandai oleh Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember
1957 yang menjadi tonggak lahirnya konsep Wawasan Nusantara.

Dengan adanya Deklarasi Juanda tadi, maka batas laut teritorial Indonesia
mengalami perluasan dibanding batas teritorial sebelumnya yang tertuang dalam
Territoriale Zee Maritiem Kringen Ordonantie 1939 (Ordinasi tentang Laut
Teritorial dan Lingkungan Maritim) peninggalan Belanda. Deklarasi Juanda ini
kemudian pada tanggal 18 Februari 1960 alam Undang-Undang No. 4/Prp/1960
tentang Perairan Indonesia. Konsep Wawasan Nusantara sendiri diakui dunia
internasional pada tahun 1978, khususnya pada Konferensi Hukum Laut di
Geneva. Dan puncaknya, pada 10 Desember 1982 konsep Wawasan Nusantara
diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-
Bangsa, atau lebih dikenal dengan UNCLOS (United Nations Convention on the
Law of the Sea), yang kemudian dituangkan dalam Undang-Undang No. 17 Tahun
1985 tentang Pengesahan UNCLOS Dengan penegasan batas kedaulatan secara
kewilayahan ini, maka ide kesatuan Indonesia semakin jelas dan nyata.

Konsep kesatuan psikologis (kejiwaan), kesatuan politis (kenegaraan) dan


kesatuan geografis (kewilayahan) itulah yang membentuk “ke-Indonesia-an” yang
utuh, sehingga keragaman suku bangsa, perbedaan sejarah dan karakteristik
daerah, hingga keanekaragaman bahasa dan budaya, semuanya adalah fenomena
ke-Indonesia-an yang membentuk identitas bersama yakni Indonesia. Sebagai
sebuah identitas bersama, maka masyarakat dari suku Dani di Papua, misalnya,
akan turut merasa memiliki seni budaya dari suku Batak, dan sebaliknya.

Demikian pula, suku Betawi dan Jakarta memiliki kepedulian untuk melestarikan
dan mengembangkan tradisi dan pranata sosial di suku Dayak di Kalimantan, dan
sebaliknya. Hubungan harmonis seperti ini berlaku pula unruk seluruh suku
bangsa di Indonesia. Ibarat tubuh manusia, jika lengan dicubit, maka seluruh
badanpun akan merasa sakit dan turut berempati karenanya. Dengan demikian,
Indonesia adalah melting pot atau tempat meleburnya berbagai keragaman yang
kemudian bertransformasi menjadi identitas baru yang lebih besar bernama
Indonesia. Indonesia adalah konstruksi masyarakat modern yang tersusun dari
kekayaan sejarah, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan ideologi yang tersebar di
bumi nusantara. Gerakan separatisme atau upaya-upaya kearah disintegrasi
bangsa, adalah sebuah tindakan ahistoris yang bertentangan dengan semangat
persatuan dan kesatuan tersebut.

Disamping kesatuan psikologis, politis, dan geografis diatas, penyelenggaraan


pembangunan nasional juga harus didukung oleh kesatuan visi. Artinya, ada
koherensi antara tujuan dan cita-cita nasional yang termaktub dalam Pembukaan
UUD 1945 dengan visi, misi, dan sasaran strategis yang dirumuskan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional, Rencana Pembangunan
Jangka Menengah (RPJM) Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah,
hingga Rencana Strategis Kementerian/Lembaga dan Satuan Kerja Pemerintah
Daerah (SKPD) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan demikian,
maka program-program pembangunan di setiap instansi pemerintah baik pusat
maupun daerah, pada hakekatnya membentuk derap langkah yang serasi menuju
kepada titik akhir yang sama.
Bahkan keberadaan lembaga politik, pelaku usaha sektor swasta, hingga
organisasi kemasyarakatan (civil society) sesungguhnya harus bermuara pada
tujuan dan cita-cita nasional tadi. Ini berarti pula bahwa pencapaian tujuan dan
cita-cita nasional bukanlah tanggungjawab dari seseorang atau instansi saja,
melainkan setiap warga negara, setiap pegawai/pejabat pemerintah, dan siapapun
yang merasa memiliki identitas ke-Indonesia-an dalam dirinya, wajib
berkontribusi sekecil apapun dalam upaya mewujudkan tujuan dan cita-cita
nasional.

C. Perspektif Sejarah Negara Indonesia


Konstistusi dan sistem administrasi negara Indonesia mengalami perubahan sesuai
tantangan dan permasalahan pembangunan negara bangsa yang dirasakan oleh
elite politik dalam suatu masa.

Kuntjoro Purbopranoto (1981) menyatakan bahwa sejarah administrasi di


Indonesia dimulai sejak tahun 1816, dimana setelah pemerintahan diambilalih
oleh Belanda dari pihak Inggris, segera dibentuk suatu dinas pemerintahan
tersendiri. Sehubungan dengan perkembangan yang terjadi, maka dinas
pemerintahan setempat mulai merasakan perlunya diterapkan sistem desentralisasi
dalam pelaksanaan pemerintahan. Desentralisasi mulai dilakukan pada tahun
1905, dan dibentuklah wilayah-wilayah setempat (locale ressorten) dengan
dewan-dewannya (locale raden) di seluruh Jawa. Namun ternyata, tugas-tugas
yang dilimpahkan kepada locale ressorten tersebut sangat sedikit, sehingga
desentralisasi yang direncanakan tersebut dianggap kurang bermanfaat.

Semenjak tanggal 1 Maret 1942, Pasukan Jepang mendarat di beberapa tempat di


Pulau Jawa, yakni Banten serta dekat Kota Indramayu di Pantai Laut Jawa lainnya
antar Tayu dan Juana dan di daerah Kragan. Masa itu merupakan awal masa
pendudukan Jepang, yang diikuti dengan penyerahan diri panglima sekutu dan
penawanan terhadap pembesar - pembesar Belanda.

Perubahan penting dalam perkembangan tata pemerintahan selama jaman


pendudukan Jepang, ditandai dengan ditetapkannya Undang-Undang No.27
yang berlaku secara efektif mulai tanggal 8 Agustus 1942. Menurut Undang–
Undang ini maka tata pemerintahan daerah pada jaman tersebut yang berlaku di
tanah Jawa dan Madura, kecuali Kooti (Swapraja), susunan pemerintah daerahnya
terbagi atas Syuu (Karesidenan), Si (Kota), Ken (Kabupaten), Gun (Kawedanan),
Sen (Kecamatan) dan Ku (Desa). Aturan-aturan tentang tata pemerintahan daerah
terdahulu tidak berlaku lagi, kecuali aturan yang ditetapkan dalam undang-undang
ini serta aturan yang berlaku buat Kooti. Kemudian dalam Undang-Undang No.28
tanggal 11 Agustus 1942 diberikan aturan mengenai pemerintahan Syuu dan
Tokubotu-Si. Sedangkan mengenai ketentuan tentang Kooti disebutkan pada
bagian penjelasan kedua Undang-Undang tersebut yang menerangkan tentang
kedudukan Kooti Surakarta dan Yogyakarta yang dianggap mempunyai keadaan
istimewa, akan ditetapkan aturan tata pemerintahan yang bersifat istimewa juga.

Pada awal masa kemerdekaan, perubahan sistem administrasi negara di


Indonesia masih dalam keadaan darurat, karena adanya transisi pemerintahan.
Sehingga Bangsa Indonesia berusaha sebisa mungkin untuk membentuk piranti–
piranti yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraaan negara sebagai suatu
negara yang berdaulat.

Pada saat pertama lahirnya negara Republik Indonesia, suasana masih


penuh dengan kekacauan dan ketegangan, disebabkan oleh berakhirnya Perang
Dunia Kedua. Maka belum dapat segera dibentuk suatu susunan pemerintahan
yang lengkap dan siap untuk mengerjakan tugas-tugas pemerintahan seperti
dikehendaki oleh suatu negara yang merdeka dan berdaulat. Bangsa Indonesia
baru memulai sejarah sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat,
semenjak dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan.

Sebagai suatu Badan Perwakilan seluruh rakyat Indonesia yang mewakili daerah –
daerah dan beranggotakan pemimpin yang terkenal, kepada Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI) ditugaskan oleh pasal I Aturan Peralihan Undang-
Undang Dasar untuk mengatur dan menyelenggarakan perpindahan pemerintahan
kepada pemerintah Indonesia. Sebelum hal tersebut terlaksana, untuk sementara
waktu dalam masa peralihan tersebut, pasal IV Aturan peralihan UUD
menetapkan bahwa :

“ Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan


Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang – Undang Dasar ini,
segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah Komite
Nasional”.

Marbun (2001) menyatakan, pada awal masa berlakunya UUD 1945, seluruh
mekanisme ketatanegaraan belum dapat dikatakan berjalan sesuai dengan amanat
dalam UUD 1945. Semua masih didasarkan pada aturan peralihan yang menjadi
kunci berjalannya roda pemerintahan negara. Pada saat itu lembaga – lembaga
kenegaraan seperti DPR, MA, MPR, DPA maupun BPK belum dapat terbentuk,
kecuali Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih untuk pertama kalinya oleh
PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

Hal ini disebabkan oleh karena proses pengisian atau pembentukan lembaga –
lembaga kenegaraan seperti tersebut diatas memakan waktu yang relatif lama,
karena harus melalui mekanisme perundang – undangan. Sedangkan DPR sebagai
partner Presiden belum juga dapat terbentuk. Menyadari hal ini, maka pembentuk
UUD 1945 memberikan kekuasaan yang besar kepada presiden untuk
melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan negara dengan dibantu Komite
Nasional (Pasal IV Aturan Peralihan UUD 1945).

Selanjutnya ditetapkanlah Maklumat Wakil Presiden No.X tanggal 16 Oktober


1945, yang meningkatkan maka kedudukan Komite Nasional menjadi badan
legislatif yang berkedudukan sejajar dengan DPR. Maklumat Pemerintah tanggal
14 November 1945 tersebut, telah membawa perubahan besar dalam sistem
pemerintahan negara. Perubahan tersebut adalah perubahan Kabinet Presidensiil
menjadi Kabinet Parlementer, yang berarti Menteri-menteri tidak
bertanggungjawab kepada Presiden melainkan kepada parlemen. Perubahan
sistem kabinet tersebut menghendaki dibentuknya partai – partai sebagai wadah
politik dalam negara. Namun kabinet parlementer tersebut tidak dapat berjalan
dengan baik, sampai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia
Serikat 1949. Pada saat itu, sistem pemerintahan saling berganti dari kabinet
parlementer ke presidensiil kepada kabinet parlementer dan sebaliknya dari
presidensiil ke parlementer. Mekanisme pemerintahan negara dapat dikatakan
belum menentu atau stabil dan pasal-pasal dalam aturan tambahan juga tidak
dapat dilaksanakan.

Pelaksanaan UUD 1945 masih terbatas pada penataan dan pembentukan


lembaga–lembaga kenegaraan, karena pemerintah Indonesia juga harus
menghadapi pergolakan politik dalam negeri. Pembentukan lembaga-lembaga
kenegaraan ternyata juga belum berhasil, mengingat usaha untuk mengokohkan
negara kesatuan mendapat tantangan dari pihak Belanda melalui agresi-agresi
yang dilancarkannya dalam usaha menanamkan kembali imperialisme.

Penyerahan kekuasaan oleh sekutu kepada pemerintah Belanda setelah Perang


Dunia II dijadikan momentum untuk melakukan serangkaian kegiatan untuk
menghancurkan pemerintah negara Republik Indonesia yang sah. Pada tanggal 3
Juli 1946 bertenpat di Yogyakarta, kekuasaan atas Kalimantan, Sulawesi, Sunda
Kecil dan Maluku diserahkan oleh sekutu kepada pemerintahan Hindia Belanda.
Demikian juga pada tanggal 7 – 8 Desember 1946, telah dibentuk Negara
Indonesia Timur di bawah kekuasaan Belanda Muhamad Yamin, 1960).

Agresi Belanda terus berlanjut dengan tindakan polisional yang pertama


dilakukan pada tanggal 21 Juli 1947 dan yang kedua pendudukan Yogyakarta
pada tanggal 19 Desember 1948. Selama perang melawan agresi Belanda tersebut,
telah dilakukan beberapa kali persetujuan antara pihak Belanda dengan pihak
negara Republik Indonesia, antara lain persetujuan Linggarjati 25 Maret 1947 dan
persetujuan Renville.
Kesemuanya ini berakhir dengan terbentuknya negara-negara bagian yang
bertujuan untuk memperlemah negara Indonesia, sehinga mempermudah
pemerintah Belanda untuk menguasai dan menanamkan kembali kekuasannya.

Dengan terbentuknya negara-negara bagian tersebut sebagai negara boneka, pada


akhirnya terbentuk negara serikat pada tahun 1949. Dengan sendirinya
penyelenggaraan negara berdaasrkan UUD 1945 dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi
terhambat atau terputus. Pada saat itu, UUD 1945 hanya berlaku dalam negara
Republik Indonesia sebagai salah satu negara bagian yang berkedudukan di
Yogaykarta. Prinsip – prinsip negara hukum Pancasila dan UUD 1945 yang
menjadi landasan mekamisme kenegaraan Indonesia yang juga merupakan
landasan pokok bagi pengembangan administrasi negara tidak berjalan.
Pembentukan hukum maupun pengembangan perundang – undangan yang
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 belum dapat diwujudkan karena tatanan
hukum yang berlaku masih tetap diwarnai oleh hukum pada penjajah Belanda.
Produk hukum dan perundang-undangan yang dibentuk pada masa ini belum
banyak yang menyangkut kepentingan umum dalam usaha mewujudkan
kesejahteraan rakyat.

Hubungan Indonesia-Belanda semakin memburuk setelah agresi kedua tanggal 18


Desember 1948. Atas jasa baik Komisi PBB untuk Indonesia, telah diadakan

Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag antara Pemerintah Belanda


dengan pemerintah Indonesia pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949.
Hasil KMB tersebut adalah bahwa Kerajaan Belanda harus memulihkan
kedaulatan atas wilayah Indonesia kepada pemerintah Republik Indonesia Serikat
(RIS), sedangkan kekuasaan pemerintahan akan diserahkan pada tanggal 27
Desember 1949 di Jakarta. Pada saat itulah negara Indonesia berubah menjadi
negara federal yangterdiri dari 16 negara bagian.

Dengan demikian, menurut Ismail Sunny (1977) sejak saat itu, Negara Indonesia
resmi berubah dari negara kesatuan menjadi negara serikat dengan
Konstitusi RIS (KRIS) 1949 sebagai Undang-Undang Dasar. Sistem
pemerintahan yang dianut adalah sistem pemerintahan parlementer, dimana
pertanggungjawaban seluruh kebijaksanaan pemerintahan adalah ditangan
menteri-menteri sedangkan presiden tidak dapat diganggu gugat. Akan tetapi,
dilain pihak yang dimaksud dengan pemerintah adalah presiden dengan seorang
atau beberapa orang menteri. Tugas eksekutif adalah menyelenggarakan
kesejahteraan Indonesia, khususnya mengurus supaya konstitusi, undang –
undang federal dan peraturan lain yang berlaku untuk RIS dijalankan.
Paparan di atas menunjukkan bahwa sekalipun presiden termasuk pemerintah,
namun pertanggungjawabannya ada di tangan menteri. Mengingat DPR yang ada
pada waktu itu bukan DPR hasil pemilihan umum, maka terdapat ketentuan
bahwa parlemen tidak dapat menjatuhkan menteri atau kabinet. Sehingga sistem
pemerintahan parlementer yang dianut KRIS adalah tidak murni (quasi
parlementer cabinet).

Dalam KRIS 1949 juga tidak terdapat ketentuan yang tegas mengenai siapa
pemegang kedaulatan dalam negara RIS. Tetapi dalam KRIS 1949 tersebut secara
implisit disebutkan bahwa pemegang kedaulatan dalamnegara RIS bukan rakyat,
melainkan negara. Dengan kata lain, RIS menganut paham kedaulatan negara dan
pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh menteri-menteri sesuai dengan sistem
pemerintahan parlementer.

Tugas-tugas yang menyangkut kepentingan umum dilaksanakan oleh menteri


dengan ketentuan harus dirundingkan terlebih dahulu dalam kabinet yang
didalamnya teradapat menteri-menteri lain dari beberapa partai. Mengingat
berbagai kebijaksanaan harus dirundingkan terlebih dahulu dalam sidang kabinet,
maka dalam pelaksanaannya sering timbul benturan kepentingan dikarenakan
perbedaan pandangan, sehingga sulit ditemukan jalan keluarnya. Kondisi ini
menyebabkan pemerintahan berjalan tidak stabil. Selain itu, kesulitan di bidang
ekonomi dan politik sulit dikendalikan oleh pemerintah dalam suasana sistem
multi partai tersebut. Pembentukan negara-negara bagian menimbulkan
pertentangan dalam negara, antara lain terjadi antara golongan federalis dan kaum
republik. Struktur negara federal tidak diterima oleh sebagian besar aliran-aliran
politik yang sejak proklamasi kemerdekaan 1945 menghendaki bentuk negara
kesatuan. Pertentangan tersebut berakhir dengan diadakannya persetujuan antara
Negara RIS yang menghasilkan perubahan kepada bentuk negara kesatuan
berdasarkan UUDS 1950 pada tanggal 17 Agustus 1950.

Dari uraian yang dikemukakan diatas, maka tujuan untuk mewujudkan


kesejahteraan rakyat Indonesia sesuai dengan amanah mukadimah KRIS tidak
dapat terealisasi. Dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan yang berumur sekitar
tiga bulan tersebut, pemerintahan diwarnai dengan pertentangan mengenai bentuk
negara Indonesia. Administrasi negara tidak dapat menunjukkan peranan yang
menonjol dalam upaya menegakkan negara hukum kepada terciptanya masyarakat
yang sejahtera, karena pada masa itu aktivitas kenegaraan lebih banyak diwarnai
oleh pertentangan politik khususnya mengenai paham bentuk negara.

Dengan demikian, menurut Marbun (2001), meskipun KRIS 1949 menganut


paham negara hukum dengan tujuan menciptakan kesejahteraan rakyat, tetapi
administrasi negara tidak memperoleh tempat untuk mengambil posisi sebagai
sarana hukum yang menjembatani pemerintah sebagai adminsitratur negara yang
bertugas menyelenggarakan kesejahteraan umum dengan rakyat sebagai sarana
dan tujuannya. Atau dapat dikatakan bahwa dalam bidang administrasi negara
telah terjadi kevakuman yang disebabkan oleh adanya pergolakan dalam bidang
politik sebagai usaha untuk menuju terciptanya kembali bentuk negara kesatuan
sebagaimana diamanatkan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pada tanggal 19 Mei Tahun 1950 telah disepakati bersama untuk mewujudkan
kembali negara kesatuan dengan memberlakukan Undang-Undang Dasar
Sementara (UUDS) 1950. Dengan UU Federal No. 7 Tahun 1970, ditetapkanlah
UUDS 1950 berdasarkan pasal 190 KRIS 1950 untuk kemudian menjadi UUD
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 17
Agustus Tahun 1950. Dalam Undang-Undang Dasar tersebut, tanpak bahwa
pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara berada ditangan rakyat. Akan tetapi
pelaksanaannya dilaksanakan oleh 2 (dua) lembaga yaitu Pemerintah dan DPR.
Kekuasaan di bidang eksekutif tetap merupakan wewenang penuh pihak
pemerintah. Berbeda halnya dengan ketentuan dalam KRIS 1949 yang
menyatakan bahwa pemerintah adalah presiden dengan menteri-menteri, maka
dalam UUDS 1950 tidak terdapat ketentuan semacam itu.

Ketidakstabilan pemerintahan pada saat ini disebabkan pula oleh kedudukan


Presiden Soekerno yang menjadi dimbol pemimpin rakyat, disamping sebagai
simbol kenegaraan. Dalam kedudukannya tersebut sering terjadi konsepsi-
konsepsi yuridis yang seharusnya menjadi sendi-sendi negara hukum tidak
dilaksanakan sepenuhnya, karena tindakannya sering melanggar konstitusi. Dalam
masa ini, kedudukan hukum berada di bawah kekuasaan dan kedudukan Presiden
sebagai pemimpin besar revolusi atau rakyat. Bahkan bukan konstitusi melainkan
ketokohan (figur) yang berlaku sebagai pedoman dalam pemerintahan. Sehingga
menurut Muhammad Tolchah Mansoer (1977) keadaan ini bukanlah pemerintahan
ruled by the law tetapi rule by the person.

Di samping itu kedudukan Perdana Menteri yang tidak jelas dalam UUD 1950
juga merupakan salah satu sebab ketidakstabilan pemerintah. Dengan sistem
banyak partai, menteri-menteri secara terang-terangan membela kepentingan dari
golongannya sendiri, sehingga bagi Perdana Menteri sulit untuk menjamin
solidaritas maupun kebulatan suara dalam putusan-putusan kabinet. Akibatnya
tidak pernah tercipta adanya pemerintahan yang relatif lama dalam melaksanakan
tugasnya karena kabinet silih berganti dalam waktu relatif cepat. Adanya banyak
partai cenderung menimbulkan gejala perpecahan diantara Bangsa Indonesia.
Karena itulah negara terus menerus dilanda krisis kabinet yang ditimbulkan oleh
koalisi kabinet multipartai. Inilah yang melatar belakangi dikeluarkannya Konsep
Demokrasi Terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957.
Di bidang parlemen, ketidakstabilan politik timbul karena adanya oppositionisme
terhadap segala aktivitas pemerintahan. Hal ini timbul selain dari akibat paham
demokrasi liberal yang menjiwai percaturan politik pada kurun waktu itu, juga
diakibatkan oleh pengaruh sikap oposisi Bangsa Indonesia terhadap pemerintah
Belanda pada masa lampau. Parpol pada saat itu masih lebih banyak berkisar pada
kepribadian pemimpin-pemimpin daripada ideologinya. Dalam menghadapi
pemerintahan nasional seringkali parpol masih dipengaruhi oleh cara pandang
lama seperti pada saat menghadapi pemerintahan penjajahan. Seperti halnya KRIS
1949, UUDS 1950 dibentuk dengan sifat sementara.

Selain dari namanya, sifat sementara ini dapat juga dilihat dari pembentukan
Konstituante (sidang pembuat UUD) yang bersama-bersama dengan pemerintah
bertugas selekas-lekasnya menetapkan UUD Republik Indonesia yang akan
menggantikan UUD 1950. Konstituante ini diharapkan cukup representatif untuk
menetapkan Undang-Undang Dasar yang permanen mengingat keanggotaannya
akan dipilih melalui pemilihan umum. Akan tetapi, sidang Konstituante menjadi
medan perdebatan dan pertentangan diantara partai-partai dan pemimpin-
pemimpin politik dalam memilih dasar negara. Selama 2,5 tahun sidang
Konstituante tidak menghasilkan UUD sebagaimana diamanatkan oleh UUDS
1950. Mengingat kebuntuan sidang Konstituante, pemerintah mengusulkan
ide”demokrasi terpimpin” dalam usahanya menuju kembali kepada UUD 1945,
untuk mengganti sistem demokrasi liberal. Untuk menyelamatkan bangsa dan
negara karena macetnya sidang Konstituante, maka pada tanggal 5 Juli
Tahun 1959 dikeluarkanlah Dekrit Presiden yang berisi pemberlakuan
kembali UUD 1945, membubarkan Konstituante dan tidak memberlakukan
UUDS 1950.

Dari uraian di atas, pada masa UUDS 1950, penyelenggaraan pemerintahan


berdasarkan pada sistem parlementer tidak menghasilkan suatu rintisan kearah
tercapainya tujuan negara yang sejahtera sesuai dengan amanat dari konstitusi.
Mewujudkan kesejahteraan Indonesia yang menjadi tugas pemerintah dalam
sistem banyak partai sebagai akibat pengaruh liberal, justru menimbulkan
perpecahan diantara penyelenggara pemerintahan. Kepentingan golongan sebagai
aspirasi partai lebih menonjol daripada kepentingan umum masyarakat Indonesia.
Akibatnya perkembangan Tata Negara tidak jauh berbeda dengan perkembangan
didalam negara liberal yang masih tetap menjunjung tinggi prinsip negara hukum
dalam arti sempit.

Dalam perkembangan yang tidak stabil tersebut, negara kesatuan yang demokratis
ternyata menimbulkan perpecahan diantara partai-partai politik yang ada. Negara
ukum (Pancasila) seperti dirumuskan dalam Pasal 1 ayat (1) UUDS 1950 tidak
dapat berjalan seperti yang diharapkan. Bahkan sebaliknya tersisih oleh
mekanisme penyelenggaraan yang bersifat liberal. Artinya, pada masa UUDS
1950, administrasi negara tidak dapat tumbuh dalam suatu wadah yang
penyelenggaraan negaranya tidak mengindahkan norma norma hukum dan
asas-asas hukum yang hidup berdasarkan falsafah hukum atau ideologi,
yang berakar kepada faham demokrasi dan berorientasi kepada
penyelenggaraan kepentingan masyarakat.

Kehidupan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dicanangkan


kembali melalui Dekrit Presiden Tahun 1959 dengan diwarnai oleh pertentangan
politik antara parpol-parpol sebagai warisan dari sistem pemerintahan parlementer
berdasarkan UUDS 1950. Dengan dalih untuk mengatasi keadaan negara,
menyelamatkan kelangsungan negara, menyelamatkan kelangsunagn negara dan
kepentingan revolusi, peranan presiden sangatlah besar. Kehidupan demokrasi
yang belum dapat berjalan secara lancar menurut UUD 1945 berimbas terhadap
hubungan antar lembaga lembaga kenegaraan, seperti MPR, DPR yang ditentukan
oleh Presiden sebagai pengendalinya. Ditambah pula munculnya lembaga
inskonstitusional yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Presiden sebagai kepala
eksekutif terlalu turut campur dalam bidang legislatif dengan banyaknya
penerbitan peraturan perundangan yang notabene bertentangan dengan UUD
1945. Demikian pula dalam bidang Yudikatif, Presiden telah campur tangan
dalam masalah peradilan, sehingga dapat dikatakan bahwa pada masa ini
kekuasaan Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif terpusat di tangan Presiden.

Konsep negara hukum yang menggunakan landasan Pancasila dan UUD 1945
telah diinjak-injak oleh kepentingan politik. Hukum hanya dijadikan sebagai alat
politik untuk memperkokoh kekuasaan yang ada. Hukum telah tergeser bersama-
sama dengan demokrasi dan hak asasi yang justru menjadi ciri dan pilar sebuah
negara hukum. Puncak kekacauan terjadi pada saat Partai Komunis Indonesia
(PKI) menjalankan dominasi peranannya di bidang pemerintahan yang diakhiri
dengan pengkhianatan total terhadap falsafah Pancasila dan UUD 1945 pada
tanggal 30 September Tahun 1965.

Kondisi ini memaksa Presiden RI saat itu yaitu Soekarno untuk mengeluarkan
“Surat Perintah 11 Maret” yang ditujukan kepada Letnan Jenderal. Soeharto
dengan wewenang sangat besar dalam usaha untuk menyelamatkan negara
menuju kestabilan pemerintahan. Peristiwa ini menjadikan tonggak baru bagi
sejarah Indonesia untuk kembali melaksanakan UUD 1945 secara murni dan
konsekuen serta tanda dimulainya jaman orde baru.
Keinginan untuk pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen telah
dituangkan dalam bentuk yuridis dalam Pasal 2 Tap MPRS No. XX Tahun 1966
dengan Pancasila sebagai landasan atau sumber dari segala sumber hukum. Untuk
mewujudkan keinginan tersebut, telah ditetapkan beberapa ketentuan antara lain
tentang Pemilihan Umum, kebijaksanaan peningkatan kesejahteraan rakyat,
pembinaan kesatuan bangsa dan sebagainya. Kewenangan-kewenangan lembaga
lainnya sudah mulai disesuaikan dengan UUD 1945, walaupun undang-undang
sebagai dasar pembentukannya belum dibuat bersama dengan DPR.

Pada masa orde baru, keberadaan administrasi negara lebih berperan


seiring dengan perkembangan dan keterlibatan pemerintah sebagai pemeran
administrasi negara dalam lingkup tugas publik untuk menyelengarakan
kesejahteraan masyarakat Indonesia. Landasan pengembangan dan arah serta
posisi administrasi negara dalam konteks negara hukum yang demokratis
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, merupakan masalah yang dihadapi dalam
negara hukum yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Mengacu pada kronologi sejarah Negara Indonesia, maka pada hakekatnya, UUD
1945 sebagai konstitusi negara disusun pertama kali sebagai sarana bagi negara
bangsa untuk dapat survive dalam melalui masa revolusi kemerdekaan. UUD
1945 menjadi dasar pembentukan sistem administrasi negara yang memecahkan
masalah legitimasi, penetrasi, identitas, distribusi, dan integrasi sesuai dengan
nilai nilai revolusioner waktu itu. Semangat national brotherhood yang kuat
tertuang dalam UUD 1945 dengan gagasan Majelis Permusyawaratan Rakyat
yang mewakili seluruh kelompok dalam masyarakat sebagai pelaksana kedaulatan
rakyat. Disisi lain UUD 1945 mengakomodir dan ide kepemimpinan paternalistik
dimana kosentrasi kekuasaan pemerintahan berada pada tangan Presiden.
Pemusatan kekuasaan di tangan Presiden diperlukan untuk menciptakan
mekanisme pengambilan keputusan yang efisien berhadapan dengan masalah
masalah pembangunan nation-state waktu itu.

Namun demikian, tanpa pembatasan masa jabatan yang tegas tidak adanya
mekanisme check and balance yang memadai membuka peluang bagi
terwujudnya kekuasaan otoriter. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh Presiden
Sukarno pada tahun 1959 yang menjadikan UUD 1945 untuk melegitimasikan
konsep Demokrasi terpimpin. Demikian juga halnya dengan Presiden Suharto
yang menjadikan pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen merupakan
dasar untuk menjalankan demokrasi kekeluargaan. Amandemen UUD 1945 yang
dilakukan sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru menggambarkan perubahan
mendasar dari harapan sebagian besar masyarakat dan sikap elite yang berkuasa
mengenai cara cara mengatasi permasalahan pembangunan negara bangsa. Salah
satu perubahan mendasar dari amandemen disini adalah adanya sharing of power
dan penguatan balance of power baik di antara unsur unsur penyelenggara negara
maupun antara negara dan masyarakat (civil society). Setiap organ negara
menjalankan kekuasaannya secara fungsional dengan tidak lagi menganut paham
distribution of power sesuai Trias Politica (eksekutif, legistlati dan yudikatif),
Presiden tidak lagi disebut Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, prinsip
check and balances system dikembangkan sebagai mekanisme kontrol.

Desentralisasi pemerintahan ditegaskan, dengan pemberian otonomi kepada


daerah. Namun demikian implementasi konstitusi masih menyisakan sejumlah
persoalan, seperti kedudukan dan peran DPD, anggaran pendidikan 20%, susunan
kementerian negara, dan yang lebih mendasar adalah belum ada peningkatan yang
signifikan terhadap keadilan dan kemakmuran rakyat yang lebih baik.

Sebagaimana disebutkan dalam Bab I, pasal 1 UUD Negara Republik Indonesia


Tahun 1945, “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk
Republik”. Ini berarti bahwa Organisasi Pemerintahan Negara Republik Indonesia
bersifat unitaris, walaupun dalam penyelenggaraan pemerintahan kemudian
terdesentralisasikan. Sejalan dengan hal tersebut, maka Negara kesatuan Republik
Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi itu dibagi atas
kabupaten dan kota. Bentuk negara dan perubahan politik ketatanegaraan sangat
dipengaruhi oleh dinamika konstitusi dan arah kebijakan penyelenggaraan negara.
Dalam perspektif sejarah, konstistusi dan sistem administrasi negara Indonesia
mengalami perubahan sesuai tantangan dan permasalahan pembangunan negara
bangsa yang dirasakan oleh elite politik dalam suatu masa. Perubahan ini
membawa dampak pada tatanan kehidupan penyelenggaraan negara pada masing-
masing periode tersebut.

LAMBANG-LAMBANG NEGARA

Bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia


merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang
menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan
dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa,
kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita
bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaturan tentang bendera,
bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia diatur di dalam
bentuk Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang
Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Pengaturan
bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sebagai simbol
identitas wujud eksistensi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
dilaksanakan berdasarkan asas:
1. Persatuan;
2. Kedaulatan;
3. Kehormatan;
4. Kebangsaan;
5. Kebhinnekatunggalikaan;
6. Ketertiban;
7. Kepastian Hukum;
8. Keseimbangan;
9. Keserasian; dan
10. Keselarasan.

B. Bendera Negara.
Bendera negara diatur menurut UUD '45 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan
Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia.
Bendera Negara Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara,
adalah Sang Saka Merah Putih, Sang Merah Putih, Merah Putih, atau kadang
disebut Sang Dwiwarna (dua warna). Bendera Negara Sang Merah Putih
berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari
panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang
kedua bagiannya berukuran sama. Bendera Indonesia memiliki makna filosofis.
Merah berarti keberanian, putih berarti kesucian. Merah melambangkan raga
manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling
melengkapi dan menyempurnakan jiwa dan raga manusia untuk membangun
Indonesia.Bendera Negara dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur. Bendera
Negara dibuat dengan ketentuan ukuran:

1. 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;


2. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
3. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
4. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
5. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
6. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
7. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
8. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
9. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara;
10. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.
11. 3 cm x 5 cm untuk penggunaan di seragam sekolah.

Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dilakukan pada waktu antara


matahari terbit hingga matahari terbenam,dalam keadaan tertentu, dapat dilakukan
pada malam hari. Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari
Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang
menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan,
transportasi umum, dan transportasi
pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor
perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.Bendera Negara wajib dikibarkan
setiap hari di:
1. Istana Presiden dan Wakil Presiden;
2. Gedung atau Kantor Lembaga Negara;
3. Gedung atau Kantor Lembaga Pemerintah;
4. Gedung atau Kantor Lembaga Pemerintah Nonkementerian;
5. Gedung atau Kantor Lembaga Pemerintah Daerah;
6. Gedung atau Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
7. Gedung atau Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri;
8. Gedung atau Halaman Satuan Pendidikan;
9. Gedung atau Kantor Swasta;
10. Rumah Jabatan Presiden dan Wakil Presiden;
11. Rumah Jabatan Pimpinan Lembaga Negara;
12. Rumah Jabatan Menteri;
13. Rumah Jabatan Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Kementerian;
14. Rumah Jabatan Gubernur, Bupati, Walikota, dan Camat;
15. Gedung Atau Kantor atau Rumah Jabatan lain;
16. Pos Perbatasan dan Pulau-Pulau Terluar di Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
17. Lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia;
18. Taman Makam Pahlawan Nasional.

Bendera Negara dapat digunakan sebagai:


1. Tanda perdamaian;
2. Tanda berkabung; dan/atau
3. Penutup peti atau usungan jenazah. Bendera Negara sebagai penutup peti atau
usungan jenazah dapat dipasang pada peti atau usungan jenazah Presiden atau
Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, anggota lembaga
negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, anggota dewan
perwakilan rakyat daerah, kepala perwakilan diplomatik, anggota Tentara
Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia yang meninggal
dalam tugas, dan/atau warga negara Indonesia yang berjasa bagi bangsa dan
negara. Bendera Negara yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa
Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta
disebut Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka Sang Saka
Merah Putih disimpan dan dipelihara di Monumen Nasional Jakarta.

Setiap orang dilarang:


1. Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain
dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera
Negara;
2. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
3. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
4. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan
memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
5. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan
tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

C. Bahasa Negara.
Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945
bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28
Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan
dinamika peradaban bangsa. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa,
kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana
komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah.

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting seperti yang


tercantum dalam:
1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, ”Kami putra dan putri
Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

2. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang


Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ”Bahasa Negara
ialah Bahasa Indonesia”.

Dari Kedua hal tersebut, maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai:


1. Bahasa kebangsaan, kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah.
2. Bahasa negara (bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)

Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi berfungsi sebagai bahasa resmi


kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan
kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana
pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa
media massa. Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam peraturan perundang-
undangan. Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam dokumen resmi negara.
Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden,
dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.

Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi


sebagai:
1. Lambang kebanggaan kebangsaan
2. Lambang identitas nasional
3. Alat penghubung antar warga, antar daerah, dan antar budaya
4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar
belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda kedalam kesatuan kebangsaan
Indonesia.

Sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, Bahasa Indonesia mencerminkan nilai


nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan
ini,

Bahasa Indonesia kita pelihara dan kita kembangkan serta rasa kebanggaan
pemakainya senantiasa kita bina. Sebagai lambang identitas nasional, Bahasa
Indonesia kita junjung disamping bendera merah putih dan lambang negara kita.
Di dalam melaksanakan fungsi ini Bahasa Indonesia tentulah harus memiliki
identitasnya sendiri pula sehingga serasi dengan lambang kebangsaan kita yang
lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya hanya apabila masyarakat
pemakainya membina dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih
dari unsur-unsur bahasa lain.

Fungsi Bahasa Indonesia yang ketiga – sebagai bahasa nasional – adalah sebagai
alat penghubung antar warga, antar daerah, dan antar suku bangsa. Berkat adanya
bahasa nasional kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa
sehingga kesalahpahaman sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial budaya
dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. Kita dapat bepergian dari pelosok yang satu
ke pelosok yang lain di tanah air dengan hanya memanfaatkan Bahasa Indonesia
sebagai satusatunya alat komunikasi.

Fungsi Bahasa Indonesia yang keempat dalam kedudukannya sebagai bahasa


nasional, adalah sebagai alat yang memungkinkan terlaksananya penyatuan
berbagai suku bangsa yang memiliki latar belakang sosial budaya dan bahasa
yang berbeda beda kedalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat. Didalam
hubungan ini Bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa itu
mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu
meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya
serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan. Lebih dari itu, dengan
bahasa nasional itu kita dapat meletakkan kepentingan nasional jauh diatas
kepentingan daerah atau golongan.

Dalam kedudukan sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia berfungsi sebagai


1. Bahasa resmi kenegaraan,
2. Bahasa pengantar di lembaga pendidikan,
3. Bahasa perhubungan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan
tingkat nasional, dan
4. Bahasa pengantar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
modern.

Sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara, bahasa Indonesia merupakan
bahasa yang baku, terbuka, dinamis seiring dengan dinamika perkembangan
masyarakat sebagai dampak pembangunan nasional.

D. Lambang Negara

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka


Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang
kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai
berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda,
dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap
satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.

Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian
disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai
lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat
tanggal 11 Februari 1950.Lambang negara Garuda Pancasila diatur
penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958 Jumlah bulu
melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara
lain:
1. Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
2. Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
3. Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
4. Jumlah bulu di leher berjumlah 45 perisai. Perisai merupakan lambang
pertahanan negara Indonesia. Gambar perisai tersebut dibagi menjadi lima bagian:
bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih berselang
seling (warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia,
merah berarti berani dan putih berarti suci), dan sebuah perisai kecil miniatur dari
perisai yang besar berwarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus
horizontal yang membagi perisai tersebut menggambarkan garis khatulistiwa yang
tepat melintasi Indonesia di tengah-tengah. Emblem. Setiap gambar emblem yang
terdapat pada perisai berhubungan dengan simbol dari sila Pancasila.

Bintang Tunggal. Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Perisai hitam dengan
sebuah bintang emas berkepala lima menggambarkan agama-agama besar di
Indonesia, Islam, Kristen, Hindu, Buddha.

Rantai Emas. Sila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Rantai yang
disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu dengan
yang lainnya yang saling membantu. Gelang yang lingkaran menggambarkan
wanita, gelang yang persegi menggambarkan pria.

Pohon Beringin. Sila ke-3: Persatuan Indonesia. Pohon beringin (Ficus


benjamina) adalah sebuah pohon Indonesia yang berakar tunjang – sebuah akar
tunggal panjang yang menunjang pohon yang besar tersebut dengan bertumbuh
sangat dalam ke dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan Indonesia. Pohon ini
juga memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya. Hal ini
menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai
akar budaya yang berbeda-beda.

Kepala Banteng. Sila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat


Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Binatang banteng (Latin:
Bos javanicus) atau lembu liar adalah binatang sosial, sama halnya dengan
manusia cetusan Presiden Soekarno dimana pengambilan keputusan yang
dilakukan bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan merupakan
nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

Padi Kapas. Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan
kapas (yang menggambarkan sandang dan pangan) merupakan kebutuhan pokok
setiap masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini
menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial satu
dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti bahwa negara Indonesia
memakai ideologi komunisme.

Motto. Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara
Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari
kalimat bahasa Jawa Kuno karangan Mpu Tantular yang berarti “Walaupun
berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia
yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat-istiadat, kepercayaan, namun
tetap adalah satu bangsa, bahasa, dan tanah air.

Pita bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.


1. Cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan
"Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam.

2. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya
Mpu Tantular Kata "bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata
"tunggal" berarti satu, kata "ika" berarti itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika
diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi
pada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan, bahwa di antara pusparagam bangsa
Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan
persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan
kepercayaan.

Di tengah-tengah perisai sebagaimana terdapat sebuah garis hitam tebal yang


melukiskan katulistiwa. Pada terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar
Pancasila sebagai berikut:
1. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkandengan cahaya di bagian
tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima;
2. Dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai
bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai;
3. Dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri
atas perisai;
4. Dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian
kanan atas perisai; dan
5. Dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan denga
kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai.

Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiri atas:


1. Warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawah perisai;
2. Warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai;
3. Warna kuning emas untuk seluruh burung Garuda;
4. Warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentuk jantung; dan
5. Warna alam untuk seluruh gambar lambang
Lambang Negara wajib digunakan di:
1. Dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;
2. Luar gedung atau kantor;
2. Lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan
berita negara;
3. Paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;
4. Uang logam dan uang kertas; atau
5. Materai.

Dalam hal Lambang Negara ditempatkan bersama-sama dengan Bendera Negara,


gambar Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden, penggunaannya diatur dengan
ketentuan:
1. Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi daripada Bendera
Negara; dan
2. Gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar
dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.

Penggunaan Lambang Negara sebagai cap dinas untuk kantor digunakan untuk
kantor:
1. Presiden dan Wakil Presiden;
2. Majelis Permusyawaratan Rakyat;
3. Dewan Perwakilan Rakyat;
4. Dewan Perwakilan Daerah;
5. Mahkamah Agung dan badan peradilan;
6. Badan Pemeriksa Keuangan;
7. Menteri dan pejabat setingkat menteri;

Setiap orang dilarang:


1. Mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara
dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang
Negara;
2. Menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk,
warna, dan perbandingan ukuran;
3. Membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi
dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan
4. Menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam
Undang-Undang ini.

Beberapa aturan dalam penggunaan lambang negara diatur dalam UUD 1945
pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang
Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nmr 109, TLN 5035). Sebelumnya
lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan
Peraturan PemerintahNo. 43/1958.

E. Lagu Kebangsaan.
Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya yang digubah oleh Wage Rudolf
Supratman. Penggunaan Lagu Kebangsaan wajib diperdengarkan dan/atau
dinyanyikan:
1. Untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil Presiden;
2. Untuk menghormati Bendera Negara pada waktu pengibaran atau penurunan
Bendera Negara yang diadakan dalam upacara;
3. Dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah;
4. Dalam acara pembukaan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat,
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan
Perwakilan Daerah;
5. Untuk menghormati kepala negara atau kepala pemerintahan negara sahabat
alam kunjungan resmi;
6. Dalam acara atau kegiatan olahraga internasional;dan
7. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:


1. Sebagai pernyataan rasa kebangsaan;
2. Dalam rangkaian program pendidikan danpengajaran;
3. Dalam acara resmi lainnya yang diselenggarakanoleh organisasi, partai politik,
dan kelompokmasyarakat lain; dan/atau
4. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan,teknologi dan seni
internasional.

Tata Cara Penggunaan Lagu Kebangsaan dapat dinyanyikan dengan cara:


1. Diiringi alat musik, tanpa diiringi alat musik, ataupun diperdengarkan secara
instrumental.
2. Lagu Kebangsaan yang diiringi alat musik, dinyanyikanlengkap satu strofe,
dengan satu kali ulangan padarefrein.
3. Lagu Kebangsaan yang tidak diiringi alat musik,dinyanyikan lengkap satu
stanza pertama, dengan satu kali ulangan pada bait ketiga stanza pertama. Setiap
orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau
dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

Setiap orang dilarang:


1. Mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, kata-kata,dan gubahan lain
dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu
Kebangsaan;
2. Memperdengarkan, menyanyikan, ataupun menyebarluaskan hasil ubahan Lagu
Kebangsaan dengan maksud untuk tujuan komersial; atau
3. Menggunakan Lagu Kebangsaan untuk iklan dengan maksud untuk tujuan
komersial.
UUD 1945 sudah mengatur berbagai hal yang menyangkut tentang bendera,
bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, yaitu dalam Pasal 35, Pasal
36 , Pasal 36A , Pasal 36B dan untuk implementasinya kedalam UU diperintahkan
melalui Pasal 36 C. Dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan
Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan ini disahkan pada 9 Juli 2009. UU
24/2009 ini secara umum memiliki 9 Bab dan 74 pasal yang pada pokoknya
mengatur tentang praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa
dan lambang negara, serta lagu kebangsaan berikut ketentuan – ketentuan
pidananya.

Setidaknya ada tiga hal tujuan dari dibentuknya UU No 24 Tahun 2009 ini adalah
untuk (a) memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia; (b) menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan
bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan (c) menciptakan ketertiban,
kepastian, dan standarisasi penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara,
serta lagu kebangsaan.Pengaturan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta
lagu kebangsaan bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga kehormatan yang menunjukkan
kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menciptakan
ketertiban, kepastian, dan standardisasi penggunaan bendera, bahasa, dan lambang
negara, serta lagu kebangsaan. Warga Negara Indonesia berhak dan wajib
memelihara,menjaga, dan menggunakan Bendera Negara, Bahasa Indonesia, dan
Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan untuk kehormatan dan kedaulatan
bangsa dan negara sesuai dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2009.

MENGIDENTIFIKASI DAN MENTAATI PERATURAN PERUNDANG-


UNDANGAN

Penyelenggaraan negara harus dilakukan untuk disesuaikan dengan arah dan


kebijakan penyelenggaraan negara yang berlandaskan Pancasila dan konstitusi
negara, yaitu UUD 1945. Setelah norma-norma dasar negara dijabarkan dalam
norma-norma hukum dasar dalam konstitusi sebagai kerangka dasar sistem
administrasi negara beserta aspekaspeknya --- aspek kelembagaan, aspek
ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusia ---, maka selanjutnya sistem
administrasi negara tersebut dalam operasionalisasinya akan dituangkan dalam
format berbagai bentuk dan jenjang kebijakan publik. Dalam konteks negara
hukum, pada umumnya, berbagai jenis dan jenjang kebijakan publik tersebut akan
mengambil format dalam berbagai bentuk dan jenjang peraturan perundang-
undangan. Hal ini sesuai dengan pengertian UUD 1945 sebagai hukum dasar
dalam Peraturan Perundang-undangan, sebagaiman dimaksud dalam Pasal 3 UU
No. 12 Tahun 2011.
Peraturan adalah petunjuk tentang tingkah laku yang harus dilakukanatau tidak
boleh dilakukan. Sedangkan Peraturan perundang-undangan adalah peraturan
tertulis yang dibentuk oleh lembaga Negara atau pejabat yang berwenang dan
mempunyai kekuatan mengikat. Demikian pula dengan undang-undang atau
peraturan negara.

Tujuan undang-undang dan peraturan negara adalah untuk mengatur dan


menertibkan perikehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan undang-undang
atau peraturan, kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih tertib. Dengan
undang undang atau peraturan,kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih
tertib.

Tujuan dikeluarkannya undang-undang ini adalah untuk mengatur dan


menertibkan pelaksanaan pemerintahan daerah.Peraturan perundang-undangan
dan peraturan memiliki kekuatan yangmengikat. Artinya, undang-undang dan
peraturan harus dilaksanakan.Seseorang yang melanggar peraturan dan undang-
undang, akan dikenakan sanksi atau hukuman. Misalnya, peraturan lalu lintas.
Jika kita melanggar peraturan lalu lintas, kita akan mendapatkan hukuman.
Hukuman dapat berupa denda atau kurungan penjara.Peraturan perundang-
undangan dalam suatu negara adalah suatu hal yang penting bagi kelangsungan
hidup berbangsa dan bernegara.

B. Pengertian Peraturan Perundang-undangan


Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011, maka definisi peraturan perundang-
undangan adalah peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat
secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang
berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-
undangan.

1. Berbentuk peraturan tertulis


Pada hakekatnya, hukum dikelompokkan ke dalam hukum tertulis berupa
peraturan perundang-undangan, dan hukum tidak tertulis berupa hukum kebiasaan
(hukum adat), norma agama, atau putusan hakim (yurisprudensi). Oleh karenanya,
peraturan perundang-undangan hanya merupakan sebagian dari hukum yakni
dalam arti hukum tertulis. Pengertian ini mengandung makna masih diakui, perlu
dihormati dan wajib ditaati ketentuan-ketentuan hukum adat (kebiasaan) yang
secara empiris berlaku dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Misal,
masih dikenal dan diakui keberadaan Lembaga Subak di Bali, hak ulayat, dan
sebagainya.
2. Pembentukannya harus dilakukan Lembaga Negara atau pejabat yang
berwenang.
Pengertian ini mengandung makna suatu peraturan perundang-undangan hanya
sah secara hukum apabila dibuat oleh pejabat yang berwenang membuatnya.

3. Mengikat secara umum.


Isi peraturan perundang-undangan mengikat secara umum, tidak mengikat orang
tertentu (untuk hal-hal tertentu) saja. Ciri umum ini dimaksudkan untuk
membedakan dengan keputusan tertulis dari pejabat berwenang, yang biasanya
bersifat individual, konkret, dan einmalig, yang lebih dikenal sebagai
“keputusan/penetapan” (beschikking).

Pengertian mengikat umum dalam peraturan perundang-undangan tidak harus


dimaknai sebagai mengikat semua orang, tetapi hanya untuk menunjukkan bahwa
peraturan perundang-undangan tidak berlaku terhadap peristiwa konkret atau
individu tertentu. Karena itu, tidak disebut sebagai ”sesuatu yang mengikat
umum” melainkan ”sesuatu yang mengikat secara umum”.

C. Kedudukan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945


1. Pancasila, merupakan sumber segala sumber hukum negara.
2. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
a. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan hukum dasar dalam
Peraturan Perundang-undangan.
b. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditempatkan dalam Lembaran
Negara Republik Indonesia.
c. Penempatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
dalam Lembaran Negara Republik Indonesia tidak merupakan dasar
pemberlakuannya.

D. Jenis dan Hierarki Peraturan Perundang-undangan


Berdasarkan Penjelasan Pasal 7 ayat (2) UU No. 12 Tahun 2011, yang dimaksud
dengan “hierarki” adalah penjenjangan setiap jenis Peraturan Perundang-
undangan yang didasarkan pada asas bahwa Peraturan Perundang-undangan yang
lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan
yang lebih tinggi.

Mengacu pada pengertian tersebut, maka jenis dan hierarki peraturan perundang
undangan berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011 adalah sebagai berikut :
1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Yang dimaksud dengan “Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat” adalah
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat yang masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal
2 dan Pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Nomor: I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002, tanggal 7
Agustus 2003;

3. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu).


a. Undang-Undang adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh
Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan bersama Presiden.
b. Perpu adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden
dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa.

4. Peraturan Pemerintah.
Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan
Undang-Undang sebagaimana mestinya;

5. Peraturan Presiden.
Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan
perintah Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi atau dalam
menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan.

6. Peraturan Daerah (Perda) Provinsi.


Perda Provinsi adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dengan persetujuan bersama Gubernur.
Termasuk dalam Peraturan Daerah Provinsi adalah Qanun yang berlaku di
Provinsi Aceh dan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) serta Peraturan Daerah
Provinsi (Perdasi) yang berlaku di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat;

7. Perda Kabupaten/Kota.
Perda Kabupaten/Kota adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dengan persetujuan bersama
Bupati/Walikota. Termasuk dalam Peraturan Daerah Kabupaten/Kota adalah
Qanun yang berlaku di Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Sedangkan kekuatan
hukum Peraturan Perundang-undangan adalah sesuai dengan hierarki peraturan
perundang-undangan sebagaimana dimaksud di atas.

Di samping jenis dan hierarki di atas, masih ada jenis peraturan


perundangundangan lain yang diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan
hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan
yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan. Peraturan perundang-
undangan dimaksud mencakup peraturan yang ditetapkan oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,
Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi
Yudisial, Bank Indonesia, Menteri, badan, lembaga, atau komisi yang setingkat
yang dibentuk dengan Undang-Undang atau Pemerintah atas perintah Undang-
Undang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Gubernur, Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota, Kepala Desa atau
yang setingkat.

Secara khusus, mengenai Peraturan Menteri sebagaimana dimaksud di atas,


adalah peraturan yang ditetapkan oleh menteri berdasarkan materi muatan dalam
rangka penyelenggaraan urusan tertentu dalam pemerintahan.

UU No. 12 Tahun 2011 menggantikan UU No. 10 Tahun 2014 tentang


Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Sebagai pembanding, tata urutan
peraturan perundang-undangan berdasarkan UU No.10 Tahun 2004 tersebut
adalah:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.
3. Peraturan Pemerintah.
4. Peraturan Presiden.
5. Peraturan Daerah, meliputi :
a. Peraturan Daerah Provinsi;
b. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota;
c. Peraturan Desa/peraturan yang setingkat.

E. Kebijakan Publik dalam Format Keputusan dan/atau Tindakan


Administrasi Pemerintahan
UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (“UU AP”) yang
diberlakukan sejak tanggal 17 Oktober 2014, memuat perubahan penting dalam
penyelenggaran birokrasi pemerintahan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. mengenai jenis produk hukum dalam administrasi pemerintahan;
2. Pejabat pemerintahan mempunyai hak untuk diskresi;
3. memperoleh perlindungan hukum dan jaminan keamanan dalam menjalankan
tugasnya.

Dalam UU AP tersebut, beberapa pengertian penting yang dimuat di dalamnya


adalah sebagai berikut:
1. Administrasi Pemerintahan adalah tata laksana dalam pengambilan keputusan
dan/atau tindakan oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan adalah unsur yang
melaksanakan Fungsi Pemerintahan, baik di lingkungan pemerintah maupun
penyelenggara negara lainnya;
2. Keputusan Administrasi Pemerintahan yang juga disebut Keputusan Tata Usaha
Negara atau Keputusan Administrasi Negara adalah ketetapan tertulis yang
dikeluarkan oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam penyelenggaraan
pemerintahan;
3. Tindakan Administrasi Pemerintahan adalah perbuatan Pejabat Pemerintahan
atau penyelenggara negara lainnya untuk melakukan dan/atau tidak melakukan
perbuatan kongkret dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan;
4. Diskresi adalah Keputusan dan/atau Tindakan Administrasi Pemerintahan yang
ditetapkan dan/atau dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan untuk mengatasi
persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal
peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak
lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan.

F. Ketaatan Warga Negara Pada Peraturan Perundang-undangan.


Peraturan perundang-undangan yang telah mendapatkan persetujuan dari Dewan
Perwakilan Rakyat atau pemerintah dan telah mempunyai kekuatan hukum yang
tetap, maka wajib ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh bangsa Indonesia.
Mentaati berasal dari kata dasar taat yang artinya patuh atau tunduk. Orang yang
patuh atau tunduk pada peraturan adalah orang yang sadar. Seseorang dikatakan
mempunyai kesadaran terhadap aturan atau hukum, apabila:
1. Memiliki pengetahuan tentang peraturan-peraturan hukum yang berlaku, baik
di lingkungan masyarakat ataupun di negara Indonesia,
2. Memiliki Pengetahuan tentang isi peraturan-peraturan hukum, artinya bukan
hanya sekedar dia tahu ada hukum tentang pajak, tetapi dia juga mengetahui isi
peraturan tentang pajak tersebut.
3. Memiliki sikap positif terhadap peraturan-peraturan hukum
4. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan apa yang diharuskan oleh peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Orang yang mempunyai kesadaran terhadap
berbagai aturan hukum akan mematuhi apa yang menjadi tuntutan peraturan
tersebut.

Dengan kata lain dia akan menjadi patuh terhadap berbagai peraturan yang ada.
Orang menjadi patuh, karena:
1. Sejak kecil dia dididik untuk selalu mematuhi dan melaksanakan berbagai
aturan yang berlaku, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat sekitar
maupun yang berlaku secara nasional (Indoctrination).
2. Pada awalnya bisa saja seseorang patuh terhadap hukum karena adanya tekanan
atau paksaan untuk melaksanakan berbagai aturan tersebut. Pelaksanaan aturan
yang semula karena faktor paksaan lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan
(habit), sehingga tanpa sadar dia melakukan perbuatan itu sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
3. Orang taat karena dia merasakan, bahwa peraturan yang ada tersebut dapat
memberikan manfaat atau kegunaan bagi kehidupan diri dan lingkungannya
(utiliy)
4. Kepatuhan atau ketaatan karena merupakan salah satu sarana untuk
mengadakan identifikasi dengan kelompok. Masalah ketaatan dalam penegakan
negara hukum dalam arti material mengandung makna :
1. Penegakkan hukum yang sesuai dengan ukuran-ukuran tentang hukum baik
atau hukum yang buruk
2. Kepatuhan dari warga-warga masyarakat terhadap kaidah-kaidah hukum yang
dibuat serta diterapkan oleh badan-badan legislatif, eksekutif dan judikatif
3. Kaidah-kaidah hukum harus selaras dengan hakhak asasi manusia
4. Negara mempunyai kewajiban untuk menciptakan kondisi-kondisi sosial yang
memungkinkan terwujudnya aspirasi-aspirasi manusia dan penghargaan yang
wajar terhadap martabat manusia
5. Adanya badan yudikatif yang bebas dan merdeka yang akan dapat memeriksa
serta memperbaiki setiap tindakan yang sewenang-wenang dari badan badan
eksekutif.

Hukum bertujuan untuk menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat, serta


memenuhi rasa keadilan manusia. Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat
harus tunduk, mentaati dan bersikap positif terhadap hukum. Manfaatnya adalah
tidak terjadi kesewenang-wenangan, adanya keseimbangan antara hak dan
kewajiban dan terciptanya masyarakat yang aman, tertib dan tenteram. Sikap taat
diwujudkan dalam kemauan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Contoh perwujudan sikap taat terhadap hukum dalam kehidupan sehari-hari
seperti mematuhi peraturan lalu lintas (memakai atribut keselamatan dalam
berkendara dll) , mematuhi peraturan terkait dengan interaksi masyarakat (tidak
mencuri, menganiaya dll) dan mematuhi peraturan yang berkaitan dengan
kewarganegaraan (membuat KTP, membayar pajak, membuat KK dan lain-lain).

G. Hakekat Mentaati Perundang-undangan Nasional.


Sejak Indonesia merdeka tangal 17 Agustus 1945 ada beberapa peraturan yang
mengalami tata urutan perundang-undangan, yaitu:
Pertama, Ketetapan MPRS nomor XX/MPRS/1966 tentang “Memorandum DPR-
GR mengatur “Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia”. Kedua, pada era
reformasi, MPR telah mengeluarkan produk hukum yang berupa Ketetapan MPR
Nomor III/MPR/2000 tentang “Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan
Perundang-Undangan”. Ketiga pada tahun 2004 melalui UU RI no. 10 tahun 2004
tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Keempat pada tahun 2011
melalui UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
undangan dan UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Pentingnya perundang-undangan nasional bagi warga Negara adalah sebagai
berikut:
1. Memberikan kepastian hukum bagi warga Negara
2. Melindungi dan menganyomi hak-hak warga Negara
3. Memberikan rasa keadilan bagi warga Negara
4. Menciptakan ketertiban dan ketentraman
Dengan demikian kita ikut berpartisipasi dalam mewujudkan ketertiban di
masyarakat. Ketertiban dan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain,
bagaikan satu mata uang dengan dua sisinya. Mengapa? Cicero kurang lebih 2000
tahun yang lalu menyatakan: “Ubi societas ibi ius” artinya apabila ada masyarakat
pasti ada kaidah (hukum). Kaidah (hukum) yang berlaku dalam suatu masyarakat
mencerminkan corak dan sifat masyarakat yang bersangkutan.

Dengan adanya kaidah atau norma membuat setiap anggota masyarakat


menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Perbuatan-perbuatan apa
yang dibolehkan dan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukannya di
masyarakat. J.P. Glastra van Loan menyatakan, dalam menjalankan peranannya,
hukum mempunyai fungsi:
1. Menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup;
2. Menyelesaikan pertikaian;
3. Memelihara dan mempertahankan tata tertib danaturan, jika perlu dengan
kekerasan;
4. Mengubah tata tertib dan aturan-aturan dalam rangka penyesuaian dengan
kebutuhan masyarakat;
5. Memenuhi tuntutan keadilan dan kepastian hukum dengan cara merealisasikan
fungsi hukum sebagaimana disebutkan di atas.

H. Asas Peraturan Perundang-undangan


Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011, maka dalam membentuk Peraturan
Perundang undangan harus dilakukan berdasarkan pada asas Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan yang baik, yang meliputi:
1. kejelasan tujuan.
setiap Pembentukan Peraturan Perundang-undangan harus mempunyai tujuan
yang jelas yang hendak dicapai.
2. kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat.
Setiap jenis Peraturan Perundang-undangan harus dibuat oleh lembaga negara
atau pejabat Pembentuk Peraturan Perundang-undangan yang berwenang.
Peraturan Perundang-undangan tersebut dapat dibatalkan atau batal demi hukum
apabila dibuat oleh lembaga negara atau pejabat yang tidak berwenang.
3. kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan.
Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan harus benar-benar
memperhatikan materi muatan yang tepat sesuai dengan jenis dan hierarki
Peraturan Perundang-undangan.
4. dapat dilaksanakan.
Setiap Pembentukan Peraturan Perundang-undangan harus memperhitungkan
efektivitas Peraturan Perundangundangan tersebut di dalam masyarakat, baik
secara filosofis, sosiologis, maupun yuridis
5. kedayagunaan dan kehasilgunaan.
Setiap Peraturan Perundangundangan dibuat karena memang benar-benar
dibutuhkan dan bermanfaat dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.
6. kejelasan rumusan.
Setiap Peraturan Perundang-undangan harus memenuhi persyaratan teknis
penyusunan Peraturan Perundang-undangan, sistematika, pilihan kata atau istilah,
serta bahasa hukum yang jelas dan mudah dimengerti sehingga tidak
menimbulkan berbagai macam interpretasi dalam pelaksanaannya.
7. keterbukaan.
dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan mulai dari perencanaan,
penyusunan, pembahasan, pengesahan atau penetapan, dan pengundangan bersifat
transparan dan terbuka. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat mempunyai
kesempatan yang seluas-luasnya untuk memberikan masukan dalam Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan

Materi muatan Peraturan Perundang-undangan harus mencerminkan asas:


1. pengayoman.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundangundangan harus berfungsi memberikan
pelindungan untuk menciptakan ketentraman masyarakat
2. Kemanusiaan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundangundangan harus mencerminkan
pelindungan dan penghormatan hak asasi manusia serta harkat dan martabat setiap
warga negara dan penduduk Indonesia secara proporsional
3. Kebangsaan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan harus mencerminkan sifat
dan watak bangsa Indonesia yang majemuk dengan tetap menjaga prinsip Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
4. Kekeluargaan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundangundangan harus mencerminkan
musyawarah untuk mencapai mufakat dalam setiap pengambilan keputusan.
5. Kenusantaraan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundangundangan senantiasa memperhatikan
kepentingan seluruh wilayah Indonesia dan Materi Muatan Peraturan Perundang-
undangan yang dibuat di daerah merupakan bagian dari sistem hukum nasional
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
6. Bhinneka Tunggal Ika.
Materi Muatan Peraturan Perundangundangan harus memperhatikan keragaman
penduduk, agama, suku dan golongan, kondisi khusus daerah serta budaya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
7. Keadilan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan harus mencerminkan
keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara.
8. kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan tidak boleh memuat hal
yang bersifat membedakan berdasarkan latar belakang, antara lain, agama, suku,
ras, golongan, gender, atau status sosial
9. ketertiban dan kepastian hukum.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan harus dapat mewujudkan
ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan kepastian hukum.
10. keseimbangan, keserasian, dan keselarasan.
Setiap Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan harus mencerminkan
keseimbangan, keserasian, dan keselarasan, antara kepentingan individu,
masyarakat dan kepentingan bangsa dan negara.

Selain mencerminkan asas tersebut, Peraturan Perundang-undangan tertentu dapat


berisi asas lain sesuai dengan bidang hukum Peraturan Perundang-undangan yang
bersangkutan. Antara lain:
1. dalam Hukum Pidana, misalnya, asas legalitas, asas tiada hukuman tanpa
kesalahan, asas pembinaan narapidana, dan asas praduga tak bersalah;
2. dalam Hukum Perdata, misalnya, dalam hukum perjanjian, antara lain, asas
kesepakatan, kebebasan berkontrak, dan itikad baik.

I. Landasan/Dasar Keberlakukan Peraturan Perundang-undangan


Secara umum ada beberapa landasan/dasar agar peraturan perundang-undangan
dapat berlaku dengan baik. Baik disini dalam arti bahwa peraturan perundang
undangan dapat berlaku secara efektif dan baik (sempurna) dalam teknik
penyusunannya. Ada paling tidak 3 dasar keberlakuan peraturan
perundangundangan, yaitu dasar filosofis, dasar sosiologis, dasar yuridis. Hal lain
yang tidak mempengaruhi keberlakuan peraturan perundang-undangan, tetapi
menyangkut baik atau tidaknya rumusan suatu peraturan perundang-undangan,
yaitu mengenai teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.

1. Dasar Filosofis
Dasar filosofis peraturan perundang-undangan adalah dasar yang berkaitan
dengan dasar filosofis/ideologi negara. Setiap masyarakat mengharapkan agar
hukum itu dapat menciptakan keadilan, ketertiban, kesejahteraan. Hal ini yang
disebut dengan cita hukum, yaitu yang berkaitan dengan baik dan buruk, adil atau
tidak. Hukum diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai yang tumbuh dan dirasa
adil dalam masyarakat. Dalam kaitan ini, penyusunan peraturan perundang-
undangan harus memperhatikan secara sungguh-sungguh nilai-nilai (cita hukum)
yang terkandung dalam Pancasila.

2. Dasar Sosiologis
Dasar sosiologis peraturan perundang-undangan adalah dasar yang berkaitan
dengan kondisi/kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Kondisi atau kenyataan
ini dapat berupa kebutuhan atau tuntutan yang dihadapi oleh masyarakat,
kecenderungan dan harapan masyarakat. Dengan memperhatikan kondisi
semacam ini peraturan perundang-undangan diharapkan dapat diterima oleh
masyarakat dan mempunyai daya laku secara efektif. Sebagai contoh, peraturan
perundang-undangan harus memperhatikan struktur masyarakat kita yang lebih
bersifat agraris.

3. Dasar Yuridis
Dasar yuridis ini sangat penting dalam penyusunan peraturan
perundangundangan. Dasar yuridis berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:
a. Keharusan adanya kewenangan dari pembuat peraturan perundang undangan.
Hal ini mengandung makna bahwa setiap peraturan perundangundangan harus
dibuat oleh badan atau pejabat yang berwenang. Apabila dibuat oleh pejabat yang
tidak berwenang akan mengakibatkan peraturan perundang-undangan tersebut
batal demi hukum, artinya peraturan perundang-undangan tersebut dianggap tidak
pernah ada, begitu juga dengan segala akibat hukumnya. Secara mudah dapat
dikatakan bahwa batal demi hukum disini adalah mati dengan sendirinya, tidak
perlu ada suatu tindakan apapun. Sebagai contoh yang berwenang membuat
peraturan daerah adalah kepala daerah dan DPRD. Apabila ada peraturan daerah
yang dibuat bukan oleh kepala daerah dan DPRD, maka Peraturan Daerah
tersebut adalah batal demi hukum. Namun dalam praktek yang namanya batal
demi hukum ini tidak pernah terjadi, karena peraturan perundang-undangan
tersebut nyatanya tidak mati (batal) dengan sendirinya tetapi ada suatu tindakan.
Apabila ada suatu tindakan, maka berarti dibatalkan, bukan batal demi hukum;

b. Keharusan adanya kesesuaian antara jenis dan materi muatan peraturan


perundang-undangan. Ketidak sesuaian jenis ini dapat menjadi alasan untuk
membatalkan peraturan perundang-undangan tersebut. Misalnya, Pasal 23 UUD
1945 menyatakan “segala pajak diatur dengan undang-undang”. Hal ini jelas
bahwa masalah pajak hanya merupakan materi muatan undang-undang. Jadi jika
ada masalah pajak diatur dengan keputusan menteri, maka keputusan menteri
tersebut dapat dibatalkan;
c. Keharusan mengikuti tata cara atau prosedur tertentu. Jika tata cara atau
prosedur tersebut tidak ditaati, maka peraturan perundang-undangan tersebut
kemungkinan batal demi hukum atau tidak/belum mempunyai kekuatan mengikat.
Sebagai contoh, Perda harus dibuat oleh kepala Daerah dan DPRD, maka Perda
tersebut batal demi hukum. Setiap Perda tersebut belum mempunyai kekuatan
mengikat;
d. keharusan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
lebih tinggi tingkatannya. Perda tidak boleh bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang lebih tinggi, undang-undang misalnya.

J. Prinsip-Prinsip Peraturan Perundang-undangan


Dalam menyusun peraturan perundang-undangan dikenal beberapa prinsip yang
harus diperhatikan oleh para perancang atau penyusun peraturan
perundangundangan.
Prinsip-prinsip tersebut antara lain :
1. Dasar peraturan perundang-undangan selalu peraturan perundang-undangan
Dalam menyusun peraturan perundang-undangan harus ada landasan yuridis yang
jelas. Tanpa ada landasan atau dasar yuridis, peraturan perundang-undangan akan
batal demi hukum atau dapat dibatalkan. Landasan atau dasar yuridis penyusunan
peraturan perundang-undangan selalu peraturan perundangundangan, tidak
dimungkinkan hukum lain yang dijadikan dasar yuridis selain peraturan
perundang-undangan. Misalnya saja kita menyusun peraturan perundang-
undangan dengan mengambil bahan dari hukum adat, yurispudensi, dan
sebagainya.

2. Hanya peraturan perundang-undangan tertentu saja yang dapat dijadikan


landasan yuridis. Tidak semua peraturan perundang-undangan dapat dijadikan
dasar yuridis penyusunan peraturan perundang-undangan, tetapi hanya peraturan
perundangundangan tertentu saja. Peraturan peundang-undangan yang dimaksud
di sini adalah peraturan perundang-undangan yang sederajat atau yang lebih tinggi
dan terkait langsung dengan peraturan perundang-undangan yang akan disusun.

Dengan demikian, tidak mungkin peraturan perundang-undangan yang lebih


rendah tingkatannya dijadikan dasar yuridis dalam menyusun peraturan
perundang-undangan. Begitu juga, peraturan perundang-undangan yang tidak
terkait langsung tidak dapat dijadikan dasar yuridis peraturan
perundangundangan.

3. Peraturan perundang-undangan yang masih berlaku hanya dapat dihapus,


dicabut atau diubah oleh peraturan perundang-undangan yang sederajat atau lebih
tinggi. Dengan prinsip ini, maka sangat penting peranan tata urutan atau hirarki
peraturan perundang-undangan. Prinsip ini tidak mengurangi kewenangan hakim
dalam suatu perkara untuk melakukan penemuan hukum melalui penafsiran
(interpretasi), konstruksi hukum dan penghalusan hukum terhadap suatu
ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Peraturan perundang-undangan baru mengesampingkan perundang-undangan


lama. Apabila terjadi pertentangan antara peraturan perundang-undangan yang
sederajat, maka yang diberlakukan adalah peraturan perundang-undangan yang
terbaru. Dalam bahasa latin prinsip ini lebih dikenal dengan lex posteriori derogat
lex priori. Dalam praktik prinsip ini ternyata tidak mudah diterapkan, karena
banyak peraturan perundang-undangan yang sederajat saling bertentangan isinya,
namun prinsip ini justru sering dilanggar terutama oleh pihak yang merasa
berkepentingan. Contohnya antara Undang-undang tentang Kejaksaan dan
Undang-undang tentang Kepolisian terjadi tarik menarik mengenai kewenangan
penyidikan dalam tindak pidana korupsi (kasus 3 pejabat BI yang dituduh
melakukan korupsi). Kejaksaan Agung mengklaim bahwa berdasarkan Undang-
Undang tentang Kejaksaan, Kejaksaan Agunglah yang berwenang melakukan
penyidikan. Sebetulnya tarik menarik kewenangan ini tidak akan terjadi apabila
masing-masing pihak memahami prinsip lex posteriori derogat lex priori.
Berdasarkan pada prinsip ini semestinya Kepolisianlah yang berwenang
melakukan penyelidikan, karena Undang-Undang tentang Kepolisian lebih baru
daripada Undang-Undang tentang Kejaksaan.

Orang yang mempunyai kesadaran terhadap berbagai aturan hukum akan


mematuhi apa yang menjadi tuntutan peraturan tersebut.. Peraturan adalah
petunjuk tentang tingkah laku yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Sedangkan Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang
dibentuk oleh lembaga Negara atau pejabat yang berwenang dan mempunyai
kekuatan mengikat.. Tujuan undang undang dan peraturan negara adalah untuk
mengatur dan menertibkan perikehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak era
reformasi UUD 1945 telah mengalami perubahan yang dilakukan melalui sidang
tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perubahan pertama tanggal 12
Oktober 1999, perubahan kedua tanggal 18Agustus 2000, perubahan ketiga
tanggal 9 November dan perubahan keempat tanggal 10 Agustus 2002.

Perubahan-perubahan tersebut dilakukan dalam upaya menjawab tuntutan


reformasi di bidang politikdan/atau ketatanegaraan. Konsekwensi perubahan
terhadap UUD 1945 berubahnya struktur kelembagaan,baik dilihat dari fungsi
maupun kedudukannya. Ada lembaga negara yang dihilangkan, ada juga lembaga
negara yang baru. Lembaga yang dihilangkan adalah Dewan Pertimbangan
Agung, lembaga yang baru di antaranya Komisi Yudisial dan Mahkamah
Konstitusi. Jenis dan hierkhi peraturan perundang-undangan saat ini diatur
berdasarkan UU
No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Dalam
Undang-Undang tersebut, diatur pula mengenai asas dan landasan yang harus
diperhatikan dalam penyusunan peraturan perundang-undangan.
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945

PEMBUKAAN

(Preambule)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan
peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat


yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan
pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil
dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan
luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia
menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
Undang Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan
Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawatan/Perwakilan,
serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

UNDANG-UNDANG DASAR

BAB I
BENTUK DAN KEDAULATAN

Pasal 1

(1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik.

(2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang


Dasar. ***)

(3) Negara Indonesia adalah negara hukum.***)

BAB II

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT

Pasal 2

(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan


Rakyat , dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan
umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.****)

(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di Ibu
Kota Negara.

(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang
terbanyak.

1
Pasal 3

(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-


undang Dasar. ***)

(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.***/


****)

(3) Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dapat memberhentikan Presiden dan/atau


Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar.***/****)

BAB III

KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA

Pasal 4

(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut


Undang-Undang Dasar.

(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden.

Pasal 5

(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan


Rakyat.*)

(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang


sebagaimana mestinya.

Pasal 6

(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia
sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena
kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara
rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan
Wakil Presiden.***)

(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan
undang-undang.*** )

Pasal 6A

(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh
rakyat. ***)

(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau
gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan
umum.***)

(3) Pasangan calon Presiden dan wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari
lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua
puluh persen suara disetiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah
provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.***)

(4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua
pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam
pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang
memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil
Presiden.****)

(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur
dalam undang-undang.***)

2
Pasal 7

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya
dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.*)

Pasal 7A

Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh
Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila
terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara,
korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila
terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)

Pasal 7B

(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan
Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih
dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa,
mengadili, dan memutus Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil
Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap
negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela;
dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi
syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)

(2) Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah
melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat
sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi
pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.***)

(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi


hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah
anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri
oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***)

(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-
adilnya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari
setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah
Konstitusi.***)

(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden
terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara,
korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau
terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai
Presiden dan/atau wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan
sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil
Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.*** )

(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk


memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari
sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. ***)

(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden


dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis
Permusyawaratan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota dan
disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah
Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan
dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)

Pasal 7C

Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan


Rakyat.*** )

3
Pasal 8

(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melakukan
kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai
habis masa jabatannya.*** )

(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu
enam puluh hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang
untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden.*** )

(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat
melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksanaan
tugas Kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri
Pertahanan secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu,
Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih

Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden
yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon
Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam
pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya.****)

Pasal 9

(1) Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan wakil Presiden bersumpah menurut
agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :
Sumpah Presiden (Wakil Presiden) :
“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden
Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-
baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan
menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-
lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa.”

Janji Presiden (Wakil Presiden) :


“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden
Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik – baiknya
dan seadil – adilnya, memegang teguh
Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya
dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa”.*)

(2) Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat
mengadakan sidang, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau
berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan
Rakyat dengan disaksikan oleh Pimpinan Mahkamah Agung.*)

Pasal 10

Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut
dan Angkatan Udara.

Pasal 11

(1) Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan


perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.****)

(2) Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat
yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan
negara, dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang
harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.***)

(3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-
undang.***)

Pasal 12

Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya


4
ditetapkan dengan undang-undang.

Pasal 13

(1) Presiden mengangkat duta dan konsul.


(2) Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan
Perwakilan Rakyat.*
(3) Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.*)

Pasal 14

(1) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan


Mahkamah agung.*)

(2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan


Dewan Perwakilan Rakyat.*)

Pasal 15

Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur
dengan undang-undang.*)

Pasal l6

Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat


dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undang-undang.****)

BAB IV

DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG


Dihapus****)

BAB V

KEMENTERIAN NEGARA

Pasal 17

(1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.

(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.*)

(3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.*)

(4) Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara diatur dalam


undang-undang.***)

5
BAB VI

PEMERINTAH DAERAH

Pasal 18

(1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan
daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan Kota, yang tiap-tiap provinsi,
kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan
undang-undang.** )

(2) Pemerintah daerah provinsi, daerah Kabupaten, dan Kota mengatur dan mengurus
sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.**)

(3) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan
umum.** )

(4) Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah
provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokratis.**)

(5) Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan


pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintahan
Pusat.**)

(6) Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-


peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.** )

(7) Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam
undang-undang.** )

Pasal 18A

(1) Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah provinsi,
kabupaten, dan kota, atau provinsi dan kabupaten dan kota, diatur dengan undang-
undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah.**)

(2) Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam dan
sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diatur dan
dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang.** )

Pasal 18B

(1) Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang


bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-
undang.**)

(2) Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat


beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan
perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang
diatur dalam undang-undang.** )

BAB VII

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Pasal 19

(1) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum.**)

(2) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang.**)

(3) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.** )

6
Pasal 20

(1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.*)

(2) Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan
Presiden untuk mendapat persetujuan bersama.* )

(3) Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan
undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan
Rakyat masa itu.* )

(4) Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama


untuk menjadi undang-undang.* )

(5) Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak
disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-
undang tersebut disetujui, rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-
undang dan wajib diundangkan.**)

Pasal 20A

(1) Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi
pengawasan.** )

(2) Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain
Undang-Undang Dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interplasi,
hak angket, dan hak menyatakan pendapat.** )

(3) Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, setiap
anggota Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan,
menyampaikan usul dan pendapat, serta hak imunitas.** )

(4) Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak anggota
Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam undang-undang.** )

Pasal 21

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang-


undang.*)

Pasal 22

(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan
peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang.

(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat
dalam persidangan yang berikut.

(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.

Pasal 22A

Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur dengan
undang-undang.**)

7
Pasal 22B

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-
syarat dan tata caranya diatur dalam undang-undang.**)

BAB VIIA***)

DEWAN PERWAKILAN DAERAH

Pasal 22C

(1) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan
umum.*** )

(2) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah
seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah
anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***)

(3) Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.*** )

(4) Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah diatur dengan undang-
undang.*** )

Pasal 22D

(1) Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat
rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat
dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan
sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan
pusat dan daerah, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan
daerah.***)

(2) Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undang-undang yang


berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan,
pemekaran, dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber daya alam dan sumber
daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah; serta
memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas rancangan
undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan dan agama.*** )

(3) Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-
undang mengenai : otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan
daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber
daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara,
pajak, pendidikan, dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada
Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.*** )

(4) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan dari jabatannya, yang
syarat-syarat dan tata caranya diatur dalam undang-undang.***)

8
BAB VIIB***)

PEMILIHAN UMUM

Pasal 22E

(1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan
adil setiap lima tahun sekali.*** )

(2) Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat,
Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan wakil presiden dan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah.*** )

(3) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik.*** )

(4) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah adalah
perseorangan.*** )

(5) Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat
nasional, tetap, dan mandiri.***)

(6) Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur dengan undang-undang.*** )

BAB VIII

HAL KEUANGAN

Pasal 23

(1) Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan
keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan
secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.*** )

(2) Rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara diajukan


oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan
memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah. ***)

(3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan anggaran


pendapatan dan belanja negara yang diusulkan oleh Presiden, Pemerintah
menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu.***)

Pasal 23A

Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur
dengan undang-undang.***)

Pasal 23B

Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.***

Pasal 23C

Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang.***

Pasal 23D

Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan,


tanggung jawab, dan independensinya diatur dengan undang-undang.***

9
BAB VIIIA ***)

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

Pasal 23 E

(1) Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara
diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri.*** )

(2) Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat,
Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai dengan
kewenangannya.*** )

(3) Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan/atau badan
sesuai dengan undang-undang.*** )

Pasal 23F

(1) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan
memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh
Presiden.***)

(2) Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota.*** )

Pasal 23G

(1) Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu kota negara, dan memiliki
perwakilan di setiap provinsi.*** )

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan Pemeriksa Keuangan diatur dengan undang-
undang.***)

BAB IX

KEKUASAAN KEHAKIMAN

Pasal 24

(1) Kekuasaan Kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk


menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.*** )

(2) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan
peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan
peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha
negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.***)

(3) Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur
dalam undang-undang.** **)

10
Pasal 24A

(1) Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan
perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan
mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang.*** )

(2) Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil,
profesional, dan berpengalaman di bidang hukum.***)

(3) Calon Hakim Agung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat
untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung
oleh Presiden.*** )

(4) Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung.***)

(5) Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum acara Mahkamah Agung serta
badan peradilan di bawahnya diatur dengan undang-undang.***)

Pasal 24 B

(1) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim
agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan
kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.***)

(2) Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang
hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.*** )

(3) Anggota Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan
Dewan Perwakilan Rakyat.*** )

(4) Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi Yudisial diatur dengan undang-
undang.*** )

Pasal 24C***

(1) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang
putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang
Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya
diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik dan
memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.*** )

(2) Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwaklian
Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden
menurut Undang-Undang Dasar.*** )

(3) Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang anggota hakim konstitusi yang
ditetapkan oleh Presiden, yang diajukan masing-masing tiga orang oleh Mahkamah
Agung, tiga orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden. ***)

(4) Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh hakim konstitusi.***

(5) Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil,
negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak merangkap
sebagai pejabat negara.*** )

(6) Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta ketentuan
lainnya tentang Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang.***)

11
Pasal 25

Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diberhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan
undang-undang

BAB IXA**)

WILAYAH NEGARA

Pasal 25****)

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri
Nusantara dengan wilayah dan batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-
undang.** )

BAB X

WARGA NEGARA DAN PENDUDUK

Pasal 26

(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-
orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.

(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di
Indonesia.** )

(3) Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang.** )

Pasal 27

(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan
dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.

(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.***)

Pasal 28

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan


tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

BAB XA**)

HAK ASASI MANUSIA

Pasal 28A

Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya.** )

Pasal 28 B

(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah.** )

(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak
atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.** )

12
Pasal 28C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,
berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi
kesejahteraan umat manusia.** )

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya
secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.**)

Pasal 28D

(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum
yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.**)

(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil
dan layak dalam hubungan kerja.**)

(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam
pemerintahan.**)

(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.** )

Pasal 28E

(1) Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih
pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih
tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.** )

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan
sikap, sesuai dengan hati nuraninya.**)

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan
pendapat.**)

Pasal 28F

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk


mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,
memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan
menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.** )

Pasal 28G

(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat,
dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan
perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang
merupakan hak asasi.**)

(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan
derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.** )

13
Pasal 28H

(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan.**)

(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh
kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.** )

(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya
secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.**)

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh
diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.** )

Pasal 28I

(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati
nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi
dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut
adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.** )

(2) Setiap orang bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan
berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif
itu.**)

(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan
perkembangan zaman dan peradaban.**)

(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah
tanggung jawab negara, terutama pemerintah.** )

(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara
hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan
dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.**)

Pasal 28J

(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.** )

(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada
pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata
untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain
dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai
agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.** )

14
BAB XI

AGAMA

Pasal 29

(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya


masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

BAB XII

PERTAHANAN NEGARA DAN KEAMANAN NEGARA**)

Pasal 30

(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan
keamanan negara.** )

(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan
dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian
Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan
pendukung.** )

(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan laut dan Angkatan
Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara
keutuhan dan kedaulatan negara.** )

(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat,
serta menegakkan hukum.**)

(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik
Indonesia, hubungan dan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian
Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat
keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan
undang-undang.** )

BAB XIII

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pasal 31

(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan****)

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya.****)

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional,


yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.****)

(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh


persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran
pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan
pendidikan nasional.****)

15
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi
nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahteraan umat manusia.****)

Pasal 32

(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia


dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan
nilai-nilai budayanya.**** )

(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya
nasional.**** )

BAB XIV

PEREKONOMIAN NASIONAL DAN

KESEJAHTERAAN SOSIAL****)

Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan


prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan,
kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi
nasional.****)

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-
undang.****)

Pasal 34

(1) Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.**** )

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan.**** )

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan
fasilitas pelayanan umum yang layak.****)

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-
undang.****)

16
BAB XV

BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA

LAGU KEBANGSAAN **)

Pasal 35

Bendera Negara Indonesia ialah sang merah Putih.

Pasal 36

Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.

Pasal 36A

Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.**

Pasal 36B

Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.**)

Pasal 36C

Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu
Kebangsaan diatur dengan undang-undang.**)

BAB XVI

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR

Pasal 37

(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam


sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya
1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.****)

(2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis
dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta
alasannya.****)

(3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar, sidang Majelis


Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota
Majelis Permusyawaratan Rakyat.**** )

(4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan


persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari
seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.****)

(5) Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan
perubahan.**** )

ATURAN PERALIHAN

Pasal I

Segala peraturan perundang-undangan yang ada masih tetap berlaku selama belum
diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini.****)

17
Pasal II

Semua lembaga negara yang ada masih tetap berfungsi sepanjang untuk
melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar dan belum diadakan yang baru menurut
Undang-Undang Dasar ini.**** )

Pasal III

Mahkamah Konstitusi dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan


sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah Agung.**** )

ATURAN TAMBAHAN

Pasal I

Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap


materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis
Permusyawaratan Rakyat tahun 2003.**** )

Pasal II

Dengan ditetapkannya perubahan Undang-Undang Dasar ini, Undang-Undang Dasar


Negara Republik Indonesia tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal****)

Perubahan tersebut diputuskan dalam Rapat Paripurna Majelis Permusyawaratan


Rakyat Republik Indonesia ke-6 (lanjutan) tanggal 10 Agustus 2002 Sidang Tahunan
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, dan mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.**** )

Ditetapkan di Jakarta

Pada tangal 10 Agustus 2002.

KETERANGAN :

Perubahan UUD 45 dengan diberi tanda bintang : * pada BAB, Pasal dan Ayat seperti;

- Perubahan Pertama :*

- Perubahan Kedua : **

- Perubahan Ketiga : ***

- Perubahan Keempat : ****

-(Sos Pol/s-2)

18
19
BAHASA INDONESIA
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)

Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-


lambang bunyi ujaran dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu
dalam sutau bahasa. Dalam sistem ejaan suatu bahasa ditetapkan (a) bagaimana
fonem dilambangkan dengan huruf, (b) bagaimana satuan-satuan morfologis,
seperti kata dasar, kata ulang, kata berimbuhan, dan kata majemuk dituliskan: (c)
bagaimana menuliskan kalimat dan bagian-bagian kalimat; serta (d) bagaimana
pemakaian tanda baca.

Penggunaan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca tidak boleh
diabaikan karena akan mengakibatkan perbedaan makna. Bandingkan contoh-
contoh berikut:

1. a. Saya baru saja datang dari Barat (dari Eropa).


b. Saya baru saja datang dari barat (dari arah barat).
2. a. Ini adalah buku sejarah-baru (sejarah baru).
b. Ini adalah buku sejarah baru (buku sejarah yang baru).
3. a. Orang itu bernama Sarjono S.H (Sastro Hadiprawiro)
b. Orang itu bernama Sarjono, S.H. (Sarjana Hukum)
Pemakaian Huruf

Huruf yang digunakan adalah huruf latin dari /a/ sampai dengan /z/. Huruf-
huruf /q/ dan /x/ tidak digunakan untuk menuliskan kata-kata bahasa
Indonesia, kecuali untuk menuliskan nama atau istilah. Huruf-huruf yang
tidak dapat menempati posisi akhir adalah /c/, /ny/, /v/, /w/, dan /y/.

Pemenggalan Suku Kata

Pemenggalan suku kata digunakan jika kata terpisah oleh pergantian baris.
Cara pemenggalan adalah sebagai berikut:

1. Jika ada dua vokal berurutan, pemenggalan dilakukan antara vokal


pertama dengan vokal kedua; misalnya ma-in, la-ut.
2. Huruf diftong tidak boleh dipenggal; misalkan sau-da-ra, au-la.
3. Jika ada dua vokal yang mengapit sebuah konsonan, pemenggalannya
dilakukan antara vokal pertama dengan konsonan; misalnya: a-da, na-
da.
4. Jika terdapat dua konsonan atau lebih secara berurutan, pemeng-
galannya dilakukan antara konsonan pertama dengan konsonan kedua;
misalnya cap-lok, infra, in-truk-si.
5. Imbuhan termasuk morfonemiknya dipenggal sebagai satu kesatuan;
misalnya pe-la-jar-an, trans- mi-g- ra-si.
6. Kata yang terdiri atas dua unsur dipenggal atas unsur-unsurnya
misalnya: ki-lo-gram, bi-o-gra-fi.

Catatan:

Dalam pergantian baris akhiran (-i) dan suku kata yang terdiri atas satu
vokal tidak boleh dipisahkan; misalnya: meng-a-lami, a-kan, itu.

Penulisan Huruf Kapital

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama:

1. Awal kalimat: Dia mengantuk.


2. Awal petikan langsung, misalnya Ibu berkata, "Kapan Anda pulang?"
"Kapan Anda pulang,"tanya Ibu "sebaiknya besok saja".
3. Dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama tahun dan kitab suci
termasuk kata ganti untuk Tuhan, misalnya: Yang Mahakuasa, Yang
Maha Esa, Alquran, hamba-Mu.
4. Nama gelar kehormatan, keagamaan, dan keturunan yang diikuti nama
orang misalnya: Mahaputra Yamin, Roden Ayu Murtini, Haji Agus
Salim.
5. Unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instasi
dan nama tempat, misalnya: Presiden Habibie, Menteri Agama,
Gubernur Irian Jaya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-32


6. Unsur nama orang, misalnya : Amir Hamzah Dewi Sartika, Abdul
Karim Al Ashari. Jika nama itu telah berubah menjadi nama jenis atau
nama satuan ukuran, nama tersebut tidak ditulis dengan huruf kapital,
misalnya: 10 volt, 200 watt.
7. Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa misalnya: bangsa Arab, suku
Sunda, bahasa Inggris.
8. Nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah, misalnya:
tahun Masehi, bulan April, hari Lebaran, Perang Candu.
9. Nama geografi, misalnya: Sungai Citarum, Pulau Jawa, dan sebagai-
nya. Jika nama geografi digunakan sebagai nama jenis, nama geografi
tersebut ditulis dengan huruf kecil, misalnya: gula jawa, jerut garut,
garam inggris, salak pondoh.
10. Unsur nama negara, lambang pemerintahan, serta nama dokumen
resmi, misalnya: Republik Indonesia, Keputusan Presiden RI.
11. Setiap unsur bentuk ulang sempurna yang dipakai sebagai nama badan,
lembaga pemerintah serta nama dokumen resmi, misalnya: Yayasan
Ilmu-Imu Sosial, Undang-Undang Dasar 1945.
12. Semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan,
kecuali kata tugas, misalnya: dari, ke, yang, dan sebagainya yang tidak
menduduki posisi awal, misalnya: Dari Ave Maria ke Jalan lain ke
Roma, Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Siswa SMP Kelas VII.
13. Unsur singkatan nama orang, gelar, dan sapaan, misalnya: Drs, Tn.S.H.
14. Kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai sapaan dan
pengacuan, misalnya: Ibu Lurah, Pak Guru.

Penulisan Huruf Miring

Huruf miring adalah huruf yang dicetak miring, pada tulisan tangan atau
ketikan, huruf miring ialah huruf yang digarisbawahi.

Huruf miring dipakai:


1. Untuk penulisan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip da-
lam tulisan, misalnya: Negara Kertagama, Suara Karya.
2. Untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau
kelompok kata, misalnya: bab ini tidak membicarakan.
3. Untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum
disesuaikan ejaannya, misalnya: politik devide et impera, gnetum
gnemon, oryza saliva.

Penulisan Kata

A. Kata Dasar
Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan, misalnya: Ibu percaya bahwa
engkau tahu.

B. Kata Turunan
1. Imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya, misalnya:
bergeletar, penetapan, mempermainkan.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-33


2. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata, imbuhan ditulis
serangkai dengan kata mengikuti atau mendahuluinya, misalnya:
bertepuk tangan, sebar luaskan, bertanggung jawab, garis bawahi,
tondo tangani.
3. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata dengan sekaligus
mendapat awalan dan akhiran, unsur gabungan itu harus ditulis
serangkai, misalnya: menggarisbawahi, dilipatgandakan,
mempertanggungjawabkan, men galihbahasakan.
4. Jika salah satu satu unsur gabungan hanya dipakai dalam
kombinasi, gabungan kata itu harus ditulis serangkai, misalnya:
adipati, aerodinamika, antarkota, prasangka, purnawirawan,
paccasarjana.

Catatan:

(1) Jika bentuk terikat tersebut diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf
kapital diantara kedua unsur ditulis tanda hubung, misalnya: non —
Indonesia, antar-SMA.

(2) Bentuk terikat (maha-) ditulis terpisah jika diikuti oleh kata esa dan
kata yang bukan kata dasar, misalnya: Maha Esa, Mahn Pengasih.

C. Bentuk Ulang

Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda


hubung, misalnya: anak-anak, buah-buahan, buku-buku, tunggang-
langgang, dibesarbesarkan, bermain-main, buah-buahan.

D. Gabungan Kata

1. Gabungan kata ditulis terpisah, misalnya: duta besar, meja tulis, orang
tua, rumah sakit.
2. Gabungan kata yang mungkin dapat menimbulkan salah arti dapat
ditulis dengan menggunakan tanda hubung, misalnya: alat pandang -
dengar, ibu - bapak kami, orang - tua muda.
3. Gabungan kata berikut ditulis serangkai: acapkali, adakalanya,
bilamana, bismilah, bumiputra, kilometer, daripada, dukacita,
halalbihalal, hulubalang, kacamata, kasatmata, keretabahasa,
manakala, manasuka, matahari, olahraga, peribahasa, puspawarna,
radioaktif saputangan, sediakala, segitiga, sukacita, sukarela,
syahbandar, titimangsa.
4. Klitik (-ku), (-mu), dan (-nya) ditulis serangkai, rnisalnya: kuambil,
bukuku, bajumu, dipukulnya.
5. Kata depan ditulis terpisah, misalnya: ke luar, ke sana, di depan. Kata-
kata keluar (antonim kata masuk), kesamping, kemari ditulis serangkai.
6. Kata sandang si dan sang ditulis terpisah, misalnya: si pengirim, sang
raja.
7. Partikel (-fah), (-kah), dan (-tah) ditulis serangkai, rnisalnya: apakah,

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-34


cobalah, apatah.
8. Partikel per ditulis terpisah jika berarti mulai, demi, dan setiap,
misalnya: per April, satu per satu, per lembar.

Penulisan Singkatan

Singkatan dibagi menjadi dua macam yaitu singkatan biasa (disebut


singkatan) dan akronim.

A. Singkatan adalah kata atau gabungan kata yang dipendekkan dengan


satu huruf atau lebih:
a. Singkatan nama-nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat
diikuti dengan titik, misalnya:
A.S. Kramawijaya
M.B.A (Master of Business Administration)
Bpk. (Bapak)
Kol. (Kolonel)
b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan
badan atau organisasi, serta nama organisasi serta nama dokumen
resmi yang terdiri atas huruf awal kata dituli dengan huruf kapital
dan tidak diikuti dengan tanda titik, misalnya:
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)
c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih satu tanda
titik, misalnya:
dll (dan lain-lain)
hlm (halaman)
Yth. Sdr. Moh. Hasan

Perhatikan singkatan yang menggunakan dua huruf berikut!


a.n. (atas nama)
d.a. (dengan alamat)
u.b. (untuk beliau)
u.p. (untuk perhatian)
s.d. (sampai dengan)

d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, timbangan dan mata


uang tidak diikuti dengan tanda titik, misalnya:
Cu (Cuprum)
TNT (trinitrotoluen)
L (liter)
cm (centimeter dilafalkan sentimeter)
Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah)

B. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan


suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang
diperlakukan sebagai kata.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-35


a. Akronim nama dari yang berupa gabungan huruf awal dari deret
kata yang diperlakukan sebagai kata, misalnya:
TNI (Tentara Nasional Indonesia)
LAN (Lembaga Administrasi Negara)
MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

b. Akronim nama dari yang berupa gabungan suku kata atau


gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf
awal huruf kapital, misalnya:
Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)
Kowani (Kongres Wanita Indonesia)
Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat)

c. Akronim yang bukan nama dari yang gabungan huruf, suku kata,
ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya
ditulis dengan huruf kecil, misalnya:
pemilu (pemilihan umum)
rapim (rapat pimpinan)

Penulisan Angka dan Lambang Bilangan

1. Angka dipakal untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Dalam


tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi.

Angka arab: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Angka romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L, C, D, M.

2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas dan
isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas, misalnya:
(i) 0,5 sentimeter
10 liter
(ii) 1 jam 20 menit
pukul 15.00
(iii) Rp5.000.000,00
50 dolar Amerika
2.000 rupiah
(iv) 27 orang

3. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, atau,


kamar pada alamat, misalnya: Jalan Tanah Abang Nomor 3, Hotel J.W.
Marriot, kamar 67
4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab
suci, misalnya:
Bab X, pasal 5, halaman 252
Surat Yasin: 9

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-36


5. Penulisan lambang bilangan yang dengan huruf dilakukan sebagai
berikut:
a. Bilangan utuh
dua belas
dua puluh dua
b. Bilangan pecahan
setengah
seperenam belas
seperseratus
satu dua persepuluh
6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang
berikut. Misal:
• Paku buwono X
• Pada awal abad XX
• Dalam kehidupan abad ke-20 ini
• Lihat bab II
• Pasal 5
• Dalam Bab ke-2 buku itu
• Daerah tingkat II itu
• Di tingkat kedua gedung itu
• Di tingkat ke-2 itu
• Kantor di tingkat II itu
7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran (-an) mengikuti
cara yang berikut. Misalnya:
• Tahun 50-an atau tahun lima puluhan
• Uang 5000-an atau uang lima ribuan
• Lima uang 1000-an atau lima uang ribuan
8. Lambang bilangan pada awal kalimat di tulis dengan satu atau dua kata
ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai
secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan, misalnya:
• Amir menonton drama itu sampai tiga kali.
• Ayah memesan tiga ratus ekor ayam.
9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu,
susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan
dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya:
• Lima betas orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
• Pak Joko mengundang 250 orang tamu.

Bukan:
• 15 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
• Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Joko.

10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja
sebagian supaya mudah dibaca, misalnya:
• Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah.
• Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 200 juta orang.
11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam
teks, kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuintansi.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-37


Misalnya:
• Kantor kami mempunyai 20 orang pegawai.
• Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.

Bukan:
• Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai
• Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah.

12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya


harus tepat, misalnya:
Saya lampirkan tondo terima uang sebesar Rp991.200,00 (sembilan
ratus sembilan puluh satu ribu dua ratus rupiah).

Penulisan Unsur Serapan

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai


bahasa lain, baik bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti bahasa
Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Portugis, bahasa Belanda, atau bahasa
Inggris.

Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman bahasa dalam bahasa


Indonesia, dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama, unsur pinjaman
yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti
reshuffle, shuttle cook, I' exploitation del homme par I homme. Unsur-
unsur pinjaman yang pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan
kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya
diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat
diperbandingkan dengan bentuk asalnya.

Kaidah yang berlaku pada unsur serapan adalah sebagai berikut:

aa (Belanda) menjadi a
paal--pal, baal--bal, actaaf--oktap
ae jika bervariasi dengan e, menjadi e
haemoglobin--hemoglobin, haematite--hematite
au tetap au
ae tetap ae jika tak bervariasi dengan e
aerobe--aerob, aerodinamics--aerodinamika
ai tetap ai
trailer--trailer, caisson--kaison
c di muka a, u, o, dan konsonan menjadi k
calomel--kalomel, cubic--kubik
c di muka e, i, oe, dan y menjadi s
central--sentral , cylinder--silinder
cc di muka e dan i menjadi k
accommodation--akomodasi, acclamation--aklamasi
cch dan ch di muka a,o, dan konsonan menjadi k
saccharin-- sakarin, chromosome--kromosom

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-38


ch yang lafalnya s atau sy menjadi s
achelon--eselon, machine--mesin
ch yang lafalnya c menjadi c
chek--cek, China--Cina
e tetap e
effek--efek, synthesis—sintesis
ea tetap ea
idealist--idealis, habeas–habeas
ee (Belanda) menjadi e
stratofeer--stratosfer, systeem--sistem
ei tetap ei
eicosane--eikosan, eidetic--eidetik
eo tetap eo
stereo--stereo, geometry--geometri
eu tetap eu
neutron--neutron, eugenol--eugenol
f tetap f
fanatic--fanatik, fossil--fosil
gh menjadi g
sorghum--sorgum
gue menjadi ge
igue--ige, gigue--gige
i pada awal suku kata di muka tetap i
ion--ion, iambus--iambus
ie tetap i jika lafalnya bukan i
variety--varietas, patient--pasien
kh (Arab) tetap kh
khusus--khusus, akhir--akhir
oe menjadi e
oestrogent--estrogen, foetus--fetus
oo (Inggris) menjadi u
cartoon--kartun, pool--pul
oo tetap o
coordination--koordinasi, zoology--zoologi
ou menjadi u
gouvemour--gubernur, coupon--kupon
ph menjadi f
phase--fase, physiology--fisiologi
ps tetap ps
pseudo--pseudo, psychiatry--psikiatri
pt tetap pt
ptyalin--ptialin, pterosour--pterosour
q menjadi k
aquarium--akuarium, aquator--equator
rh menjadi r
rhythm--ritme, rhetoric--retorik
sc di muka a, o, u dan konsonan menjadi k
scenografhy--senografi, scyphistoma--sifistoma

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-39


sch di muka vokal menjadi sk
schema--skema, schzophrenia--skizofrenia
t di muka i menjadi s
ratio--ratio, action--aksi
th menjadi t
theocracy--teokrasi, method--metode
u tetap u
unit--unit, institute--institut
ua tetap ua
dualism--dualisme, quality--kualitas
ue tetap ue
duet--duet, suede--sued
ui tetap ui
conduite--konduite, equinox--ekuinoks
uo tetap uo
quota--kuota, quorum--kuorum
uu menjadi u
prematuur--prematur, vacuum--vakum
v menjadi v
vitamin--vitamin, television--televisi
x pada awal kata tetap x
xenon--xenon, xanthate--xantat
x pada posisi lain menjadi ks
taxi--taksi, exsekutive—eksekutif
xc di muka e dan i menjadi ks
exception--eksepsi, exsess--ekses
xc di muka a,o,u, dan konsonan ksk
excavation--ekskavasi, ekclusive--eksklusif
y tetap y jika lafalnya y
yen--yen, yuan--yuan
y menjadi i jika lafalnya i
dynamo--dinamo, propyl--propil
z tetap z
zenith--zenit, zygote--zigot

Pemakaian Tanda Baca

1. Tanda Titik ( . ) digunakan:

a. Pada akhir kalimat yang bukan pernyataan atau seruan, misal:


• Ayahku tinggal di Solo.
• Mereka mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini ayah akan
membeli rumah di Surabaya.
b. Di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ihtisar, atau
daftar, misal:
1. Patokan umum
1.1 Isi karangan
1.2 …

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-40


c. Untuk memisahkan angka jam, menit, detik, yang menunjukkan
waktu atau jangka waktu, misal:
• Puku113.30.20
• 13.35.20 jam
d. Di antara nama penulis, judul karangan yang tidak berakhir dengan
tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka:
• Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Jakarta: Balai
Pustaka.
• Firdausi, Aulia Najwa. 2006. Statistik Modern. Surakarta:
CV Merdeka.
e. Untuk memisahkan bilangan ribuan, atau kelipatannya, tetapi tidak
dipakal jika tidak menunjukkan jumlah, misal
• Jumlahnya ada 24.200 orang.
• Nomor teleponnya 081548514855
• NIP 197305142007011012
f. Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan
kepala karangan, kepala ilustrasi, tabel, di belakang alat pengirim
dan tanggal surat atau penerima surat, misal: Acara Kunjungan
Adam Malik Bandung, 1 April 1992
Yth. Sdr. Moh. Hasan
JI. Aril 43

2. Tanda Koma ( , ) digunakan:

a. Di antara unsur-unsur suatu perincian atau pembilangan, misal:


• Saya membeli kenos, pena, dan tinta.
• Satu, dua, tiga!

b. Untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara


berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan,
misalnya:
• Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
• Didi bukan anak Saya, melainkan anak Pak Kanto.

c. Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak


kalimat itu mendahului induk kalimatnya, misalnya:
• Koichi hari hujan, saya tidak akan datang.
• Ketika saya sedang membaca, tiba-tiba lampu padam.
• Meskipun kedua orang tuanya sangat kaya, kedua gadis itu
tidak sombong.

Namun, tanda baca (,) tidak dipakai untuk memisahkan anak


kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu rnengiringi
kalimatnya, misalnya:
• Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
• Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
• Kedua gadis itu tidak sombong meskipun kedua orang tuanya
sangat kaya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-41


d. Di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang
terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya: oleh karena
itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, misalnya :
• Akhir-akhir ini kasus kejahatan semakin marak. Oleh karena
itu, kita harus berhati-hati.
• Kita harus menghadapi ujian nasional dalam waktu dekat ini.
Jodi, kita harus belajor lebih giat lagi.
e. Untuk memisahkan kata seru, seperti: o, ya, wah, aduh, kasihan
dari kata yang lain yang terdapat dalam, misalnya:
• O, begitu?
• Wah, bukan main!
• Amboi, indahnya pemandangan itu!
f. Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam
kalimat, misalnya:
• Kota Ibu, "Saya gembira sekali"
• "Saya gembira sekali," kata Ibu, "karena kamu lulus"
g. Di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii)
tempat dan tanggal, (iv) nama dan tempat wilayah atau negeri yang
ditulis berurutan, misalnya:
• Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas
Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6,
Jakarta.
• Sdr. Abdulah, Jalan Pisang Batu I, Bogor
• Kuala Lumpur, Malaysia
h. Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam
penulisan daftar pustaka, misalnya:
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakyat.
i. Di antara bagian-bagian dalam catatan kaki, misalnya:
W.J.S. Purwodarminto, Bahasa Indonesia untuk Karang-
mengarang (Yogyakarta : UP Indonesia, 1967), hal.4.
j. Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya
untuk membedakan dari singkatan nama keluarga atau marsga,
misalnya:
• B. Ratulangi, S.E.
• Ny. Khadijah, M.A.
k. Di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang
dinyatakan dengan angka, misalnya:
• 12,5 m
• Rp12,50
l. Untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak
membatasi (Iihat juga pemakaian tanda pisah), misalnya:
• Guru saya, Pak Ahmad, sedang membaca koran di
perpustakaan.
• Di daerah kami, misalnya, masih banyak yang makan sirih.
m. Untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang
terdapat pada awal kalimat, misalnya:

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-42


Atas bantuan Agus, Susilo mengucapkan terimakasih.

Namun, tanda baca (,) tidak dipakai untuk memisahkan petikan


langsung yang diakhiri dengan tanda baca tanya atau tanda seru,
misalnya:
"Di mana Saudara tinggal ?" tanya Karim.

3. Tanda Titik Koma ( ; ) digunakan:


a. Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara,
misalnya: Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
b. Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat
yang setara di dalam kalimat majemuk, misalnya:
Ayah mengurus tanaman; ibu sibuk bekerja didapur; adik
menghapal nama-nama pahlawan.

4. Tanda Titik Dua ( : ) digunakan:


a. Pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti suatu pemberian
atau rangkaian, misalnya:
• Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan
lemari.
• Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. (tidak memakai
titik dua).

b. Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan suatu pemerian,


misalnya:
Ketua : Ahmad Wijaya
Sekretaris : Susilo Hamdani
Bendahara : Bogus Hartawan

c. Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku,


misalnya:
Ibu : "Bawa kopor ini, Mir .1"
Amir : "Baik, Bu !"

d. (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, iii) di antara bab dan
ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul suatu karangan, (iv)
nama kota dan penerbit buku acuan, misalnya:
• Tempo, I ( 1971 ), 37:7
• Surat Yasin : 9

5. Tanda Hubung ( -) digunakan:


a. Untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh
penggantian baris, misalnya:
-ada juga cara baru-
b. Untuk menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya
atau akhiran dengan bagian kata didepannya, misalnya:
-untuk mengukur panas-

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-43


c. Untuk menyambung unsur-unsur kata ulang, misalnya:
anak-anak, berulang-ulang
d. Untuk memperjelas (i) hubungan kata dengan ungkapan, (ii)
penghilang bagian kelompok kata, misalnya:
ber-evolusi dua puluh lima-ribuan (20 x 5000)
e. Untuk merangkaikan (i) (se-) dengan kata berikutnya yang mulai
dengan huruf kapital, (ii) (ke-) dengan angka, (iii) angka dengan
akhiran (-an), (iv) singkatan hursuf kapital dengan imbuhan atau kata,
(v) jabatan rangkap, misalnya:
• se- Indonesia
• ke-2
• 50 —an
• di—PHK-kan
• Menteri — Sekretaris Negara
f. Untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur asing,
misalnya:
di—smash, pen—tackle—an
6. Tanda Pisah (-) digunakan:
a. Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan
di luar bangun kalimat, misalnya: Kernerdekaan itu-saya yakin
akan dapat dicapai—harus diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
b. Untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan
yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas, misalnya:
Temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini pembelahan atom
— telah mengubah wajah dunia ilmu pengetahuan.
c. Di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti `sampai ke' atau
`sampai dengan', misalnya:
1945 — 1950, Bandung — Jakarta
7. Tanda Elipsis ( … ) digunakan:
a. Dalam kalimat yang terputus— putus, misalnya:
Kalau begitu . . . ya, marilah kita berangkat!
b. Untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada
bagian yang dihilangkan, misalnya: Sebab-sebab kemerosotan …
akan diteliti lebih lanjut
8. Tanda Tanya (?) digunakan:
a. Akhir kalimat tanya, misalnya: Kapan Anda berangkat ?
b. Di dalam kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang
disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya,
misalnya: Ia dilahirkan tahun 1883(?)
9. Tanda Seru ( ! ) digunakan:
Sesudah anggapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah
yang menggambarkan kesungguhan, ketidak percayaan, ataupun emosi
yang sangat kuat, misalnya:
• Alangkah sempitnya kamar itu!
• Merdeka!
10. Tanda Kurung ((...)) digunakan:
a. Untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan, misalnya:
… telah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan).

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-44


b. Untuk mengapit bagian keterangan atau penjelasan yang bukan
bagian integral pokok pembicaraan, misalnya:
Keterangan itu (lihat label!) menunjukkan anus…
c. Untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya dapat
dihilangkan, misalnya:
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya
d. Untuk mengapit kata atau huruf yang memerinci suatu aturan atau
keterangan, misalnya:
Faktor produksi menyangkut masalah (a) dana, (b) tenaga, dan (c)
kemampuan.

11. Tanda Kurung siku ([...]) digunakan:


a. Untuk mengapit huruf, kata, kelompok kata sebagai koreksi atau
tambahan sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat yang ditulis
orang lain, misalnya:
Sang Supraba men[d]engar bunyi gemerisik.
b. Untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah
bertanda kurung misainya:
Persamaan kedua proses mi (perbedaannya dibicarakan dalam
Bab II [lihat halaman 35] tidak dibicarakan) perlu.
12. Tanda Petik ("...") digunakan:
a. Untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan
dan naskah atau bahan tertulis lain, misalnya:
"Saya belum siap," kata Nira, " tunggu sebentar!"
b. Untuk mengapit judul syair, karangan atau Bab buku yang dipakai
dalam kalimat, misalnya:
Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa, Dari Suatu
Tempat.
c. Untuk penutup yang mengikuti tanda baca yang mengakhiri
petikan langsung, misalnya:
Kata Tono, "Saya juga minta satu".
d. Untuk menutup kalimat atau bagian kalimat yang ditempatkan di
belakang tanda titik yang mengapit kata atau ungkapan yang
dipakai dalam arti khusus, misalnya:
Karena kulitnya hitam, Budi mendapat julukon "Si Hitam".
13. Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ ) digunakan:
a. Untuk mengapit petikan yang tersusun dalam petikan lain,
misalnya: "Kau dengar bunyi 'kring - kring' tadi?", tanya ayah
pada Kok Rita.
b. Untuk mengapit makna, terjemah, atau pemelasan kata atau
ungkapan asing, misalnya:
feed back 'balikan'
14. Tanda Garis Miring ( / ) digunakan:
a. Dalam nomor surat atau nomor pada alamat dan penandaan masa
satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwin, misalnya:
No. 7/PK/1993. Tahun anggaran 2009/2010.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-45


b. Sebagai pengganti kata atau, tiap misalnya
Dikirim lewat darat/laut (darat atau laut) Rp 12.500.00/lembar
(tiap)
15. Tanda penyingkat atau apostrof (') digunakan untuk menunjukkan
penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. misalnya:
• Ali 'kan kusurati. 'kan = akan
• 1 Januar, '92 '92 = 1992

KOSAKATA

Bagian tata bahasa yang mempelajari seluk beluk struktur morfem serta
kemungkinan terjadinya perubahan golongan kata, anti, dan fungsi sebagai
akibat perubahan strukturnya disobut morfologi. Yang menjadi objek
penelitian morfologi adalah:
a. Morfem dan proses pembentukannya menjadi kata.
b. Pengulangar kata dan proses pembentukannya.
c. Pemajemukan kata dan proses pembentukannya.

Morfem

Morfem adalah satuan bentuk bahasa yang terkecil yang mengandung


makna dan atau fungsi yang relatif stabil sehingga tidak dibagi atas bagian
yang lebih kecil. Dengan perkataan lain, morfem merupakan kesatuan yang
membedakan arti dalam pembentukan kata. Secara garis besar, morfem
terdiri atas dua macam, yaitu morfem bebas dan morfem terikat.

Penjelasannya sebagai berikut:


a. Morfem bebas yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata
dan mengandung makna leksikal. Misalnya: meja (KB), pukul (KK),
baik (KS), dsb.
b. Morfem terikat yaitu morfem yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai
kata, dan hanya mempunyai makna gramatikal. Morfem terikat ini ada
dua macam, yaitu morfem terikat morfdlogis; contohnya afiksasi
(imbuhan); dan morfem terikat sintaksis; contohnya partikel dan kata
tugas.

Di samping kedua jenis morfem tersebut masih terdapat morfem yang


mempunyai makna leksikal, tetapi tidak dapat berdiri sendiri dalam kalimat,
misalnya juang, temu, pukang, dsb. Morfem seperti ini disebut morfem
unik.

1. Pembentukan Kata Jadian

Proses pembentukan kata jadian disebut afiksasi atau pengaglutinasian.


Proses ini terjadi apabila bentuk dasar dibubuhi imbuhan. Polanya adalah
sebagai berikut:

(bentuk dasar) + imbuhan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-46


Bentuk dasar adalah bentuk bahasa tunggal maupun kompleks yang menjadi
alas (dasar) pembentukan kata yang lebih luas, misalnya:
• berperikemanusiaan = (ber-) + perikemanusiaan (bentuk dasar)
• perikemanusiaan = (peri-) + kemanusiaan (bentuk dasar)
• kemanusiaan = (ke - an) + manusia (bentuk dasar)

Bentuk dasar pada manusia pada contoh di atas tidak dapat dipecahkan
menjadi bentuk yang lebih kecil. Bentuk dasar yang demikian disebut
bentuk asal. Bentuk asal ini pada hakikatnya adalah kata kerja berimbuhan
(me-) atau kata kerja berimbuhan (ber-), misalnya:

penulis:
- menulis (bentuk dasar); (me-) + tulis

pemandangan:
- memandang (bentuk dasar); (me-) + pandang

peladang:
- berladang (bentuk dasar); (ber-) + ladang

Pada kata benda berimbuhan (per-) atau (pe-an) bentuk dasarnya adalah kata
kerja berimbuhan (per-), misalnya: petinju:
- bertinju (bentuk dasar); (ber-) + tinju perbuatan:
- berbuat (bentuk dasar); (ber-) + buat 2. Pembentukan Kata Ulang

Proses pembentukan kata ulang disebut reduplikasi. Prosesnya terjadi


apabila bentuk dasar diulang. Polanya adalah sebagai berikut:

(bentuk dasar) + (bentuk dasar)

Proses pengulangan itu ada dua macam, yaitu:

a. Proses pengulangan seluruhnya

Proses ini dengan atau tanpa variasi fonem dengan atau tanpa imbuhan,
misalnya:
kursi → kursi-kusi
rumah sakit → rumah sakit- rumah sakit
buah → buah-buahan

b. Proses pengulangan sebagian, misalnya:


berlarian → berlari-larian
rumah besar → rumah-rumah besar
berjalan → berjalan-jalan

Prinsip proses pengulangan ada dua macam, yaitu

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-47


a. Bentuk dasar yang diulang hendaknya bentuk berterima, yaitu
bentuk yang digunakan dalam pemakaian bahasa, misalnya:

kura-kura:
- bukan kata ulang karena bentuk dasar kura tidak terdapat
dalam pemakaian bahasa.

mengata-ngatakan:
- bentuk dasarnya mengatakan bukan mengata.

b. proses pengulangan tidak mengubah golongan kata/jenis kata,


misalnya:
berkata (kata kerja)
- berkata-kata (kata kerja)
cepat (kata sifat)
- cepat-cepat (kata sifat)

Makna proses pengulangan:


a. Menyatakan intensitas dalam arti:
• kualitas, misalnya: Ia berkata baik-baik.
• kuantitas, misalnya: Rumah-rumah terendam air.
• frekuensi, misalnya: Ia menggeleng-nggelengkan kepalanya.

b. Melemahkan arti dalam arti:


• agak, misalnya: Ia berkata ragu-ragu.
• menyerupai, misalnya: Mobil-mobilan itu sangat kuat karena
terbuat dari besi.
•. menyatakan pekerjaan berbalasan (resiprok) atau saling, misalnya:
Para tamu bersalam-salaman ketika menghadiri acara itu.
•. menyatakan bermacam-macam, misalnya: sayur-sayuran, buah-
buahan, pohon-pohonan.
•. menyatakan kolektif, misalnya: dua-dua, empat-empat.

3. Proses Pembentukan Kata Majemuk Proses pembentukan kata


majemuk dapat juga disebut komposisi atau pemajemukan. Prosesnya
yaitu dengan menggabungkan dua kata atau lebih.

Pola kata maiemuk ditentukan oleh golongan kata yang membentuk


kata majemuk itu, misalnya:
a. kb + kk = kapal terbang
b. kb + kb = buah tangan
c. kb + ks = rumah sakit
d. ks + kb = besar kepala
e. kk + kb = naik daun

Kata majemuk harus dibedakan dengan frasa karena proses


penggabungan pada kata majemuk dapat menimbulkan makna baru,
misalnya:

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-48


kamar kecil → kata majemuk karena bukan kamar yang kecil.
jalan besar → frasa karena menunjukkan jalan yang besar.

Kata majemuk yang makna barunya tidak dapat ditelusuri dart unsur-
unsurnya disebut kata majemuk idiomatik atau ungkapan, misalnya:
kambing hitam → makna barunya tidak dapat dicari dari kata
kambing dan hitam, tetapi bermakna orang yang disalahkan.

Ciri-ciri kata majemuk:


a. Membentuk makna baru.
b. Membentuk satu unsur pusat atau inti.
c. Biasanya terdiri atas kata dasar.
d. Mempunyai frekuensi pemakaian yang tinggi.
e. Harus seluruhnya jika diulang.
f. Masih dapat diberi imbuhan.

Macam-macam kata majemuk:


a. Kata majemuk kopulatif, yaitu persenyawaan dua kata yang
sederajat, misalnya: tanah air, sumpah serapah.
b. Kata majemuk deternatif, yaitu persenyawaan yang mempunyai
hubungan atributif. Kata pertama sebagai yang diterangkan dan
kata yang kedua sebagai yang menerangkan, misalnya: kamar
tidur, raja muda, saputangan.
c. Kata majemuk posesif, yaitu jika kata pertama sebagai yang
menerangkan, sedangkan kata kedua sebagai yang diterangkan,
misalnya: panjang tangan, keras kepala (menunjukkan kiasan),
panjang tangan, keras kepala. Artinya kath majemuk menunjukkan
kiasan.

4. Imbuhan dalam Bahasa Indonesia Imbuhan atau afiks adalah morfem


terikat morfologi yang digunakan dalam pembentukan kata. Imbuhan
mempunyai bentuk, fungsi, dan makna/nosi.

a. Menurut bentuknya afiks itu ada lima macam, yaitu:


1) prefiks (awalan), misalnya: (me-), (ber-), (di-), (ter-), (pe-),
(se-), dan (ke-).
2) infiks (sisipan), misalnya: (-el-), (-em-), dan (-er-).
3) sufiks (akhiran), misalnya: (-kan), (-i), (-an), (-nya).
4) konfiks (imbuhan terputus), misalnya: (ke-an), (per-an), (pe-
an), dan (ber-an).
5) imbuhan gabung, misalnya: (me-kan), (di-kan), (me-i), (ber-
an), (ke-an).

b. Menurut fungsinya imbuhan itu ada dua macam, yaitu:


1) afiks pembentuk kata kerja, misalnya: (me-), (ber-), (di-), (ter-).
2) afiks pembentuk kata benda, misalnya: (pe-), (per-), (-an).

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-49


Imbuhan pembentuk kata kerja:

Kata kerja atau verba adalah kata yang mengandung makna dasar
tindakan (aksi), proses, dan keadaan yang bukan sifat.

Ciri-ciri kata kerja adalah:

a. dapat diperluas dengan sekelompok kata dengan + kata sifat.


b. dinegasikan/diingkari dengan kata tidak.
c. fungsi utamanya adalah sebagai predikat atau inti predikat dalam
kalimat.

Bentuk kata kerja:


a. Verba asal, berdiri sendiri tanpa afiks, misalnya: ada, duduk
b. Verba turunan
1) dasar bebas afiks wajib, misalnya: mendarat, melebar
2) dasar bebas afiks manasuka, misalnya: membaca, bekerja
3) dasar terikat afiks wajib, misalnya: bertemu, berjuang
4) reduplikasi, misalnya: berjalanjalan, memukul-mukul
5) majemuk, misalnya: naik haji, campur tangan

c. Imbuhan yang digunakan sebagai pembentuk kata kerja adalah:


1) prefiks (me-), (ber-), (ter-), (di-)
2) sufiks (-kan), dan (-i)
3) imbuhan gabung seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.

Prefiks Sufiks
1 2 3
(me-) (per-) (-kan)
(di-) (ber-) (-i)
(ter-)
(ke- (-an)

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-50


Berikut imbuhan pembentuk kata kerja dengan alomorf/variasi bentuk,
nosi, dan contohcontohnya.

Nama Imbuhan dengan Alomorfnya Nosi / Makna Contoh


Gramatikal
(me-) • diikuti huruf /k/, • menuju ke- menepi
/g/, /h/, /kh/, dan • melakukan menari
semua vokal perbuatan mengail
• diikuti huruf /i/, • bekerja dengan merotan
/m/, /n/, /ng/, / alat mambabi buta
ny/, /r/, /y/, dan • mencari/ membubur
/w/ mengumpulakn mengapur
• diikuti huruf /b/, • bembuat seperti meratap
/p/, dan /f/ • membuatjadi melembaga
• diikuti huruf /d/, • membubuhi mengecat
/t/, /c/, hil, /sy/ • menghasilkan/ mengelas
• menjadi (menge-) mengeluarkan
jika diikuti kata • menjadi seperti
bersuku kata satu
(be-) • diikuti huruf /k/, mempunyai beristri berbatu
/g/, /h/, /kh/, dan • memakai berbahagia
semua vokal • berada dalam berdua berkebun
• diikuti huruf /i/, keadaan berapat bercukur
/m/, /n/, /ng/, / • kumpulan/terdi bertinju berabang
ny/, /r/, /y/, dan n atas berkata bekerja
/w/ • mengadakan,
• diikuti huruf /b/, mengerjakan
/p/, dan /f/ • reflektif
• diikuti huruf /d/' • resiprok
It/, /c/, hil, /sy/ • memanggil/
• menjadi (menge-) menganggap
jika diikuti kata • mengeluarkan
bersuku kata satu
(ter-) • diikuti kata ajar • tidak sengaja terambil
• diikuti kata yang • dapat di ... terangkat terkejut
diawali konsonan • tiba-tiba terulang tertinggi
r atau kata • sampai ke ... tersipu-sipu
pertama bersuku • superlatif
kata /er/ • intensitas
(per-) alternasinya sama dengan • menganggap perbudak
awalan (ber-) sebagai perlebar perturut
• membuatjadi
• intensitas
(di-) tidak mengalami alternasi menyatakan pasif dibawa

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-51


Berikut imbuhan pembentuk kata benda dengan alternasi/alomorf, nosi, dan
contohcontohnya.

Nama Imbuhan dengan Alomorfnya Nosi / Makna Gramatikal Contoh


(peng-), (pe-), alternasinya 1. orang yang (meng-) pembeli
(pem-), (pen- sama dengan 2. orang yang (di ) pesuruh
),(peny-), (penge-) awalan (meng-) 3. orang yang (ber-) petinju
4. orang yang mudah … / pemarah, pemalu
memiliki sifat
(per-) alternasinya orang yang (ber-) pertapa
seperti
awalan (ber-)
(ke-) 1. orang yang dianggap sebagai ketua, kekasih
2. menunjukan gabungan kedua orang
3. menunjukan tingkat bangku kedua
(se-) 1.menyatakan satu sebuah
2. menyatakan sama setinggi gunung
3. menyatakan waktu sepulang
(-el-), (-em-), (-er-) 1. alat untuk telunjuk gerigi,
2. banyak geligi gemuruh
3. mengandung sifat
(peng-an), (pe-an), 1. proses cars pembuatan
(pem-an) (peng- 2. hasil (meng-) penyelesaian
an), (peny-an), 3. alat untuk (meng-) penghidupan
(penge-an)
(per-an), (pe-an), 1. hal/keadaan (ber-) pergerakan
(pel- an) 2. wilayah yang( ber-) pegunungan
3. tempat untuk (ber-) persembunyian
(-an) 1. hasil karangan
2. alat timbangan
3. sesuatu yang (di-) makanan aturan
4. cara/poses daratan sayuran
5. kumpulan/banyak harian asinan
6. macam-macam belokan
7. tiap-tiap
8. yang bersifat
9. tempat
(-wan), (-wati) 1. ahli negarawan
2. bersifat dermawan
3. mempunyai banyak hartawan

Pronomina

Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kapada nomina lain,
misalnya nomina pesawat dapat diacu dengan pronomina ia. Dalam bahasa
Indonesia, ada tiga macam pronomina yaitu pronomina persona, pronomina
penunjuk, dan pronomina penanya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-52


1. Pronomina Persona
Pronomina persona adalah pronomina yang mengacu pada orang. Berikut
adalah bagan pronomina dalam bahasa Indonesia.

Makna
Persona
Tunggal Netral Ekslusif Inklusif
Pertama saya, aku, kami kita
daku, (ku-),
(-ku)
Kedua engkau, kamu, kalian
dikau kamu
(kau-), (-mu) (sekalian),
anda
(sekalian)
Ketiga ia, dia Mereka
beliau, (-nya) (-nya)

2. Pronomina Penunjuk

Pronomina penunjuk ada tiga macam, yaitu pronomina penunjuk umum,


pronomina penunjuk tempat, dan pronomina penunjuk ihwal. Contoh
pronomina ialah ini (mengacu kepada yang dekat), itu (mengacu kepada
yang jauh), dan anu (mengacu kepada yang tidak dapat disebutkan).

Pronomina penunjuk dapat berfungsi sebagai subjek, objek,


atribut/pelengkap, dan predikat, misalnya:

Ini rumah saya  ini dapat S atau P


bergantung intonasi
Saya membeli ini  ini = O

3. Pronomina Penanya

Pronomina penanya digunakan sebagai pertanyaan. Pada garis besarnya


pronomina penanya ada dua macam yaitu apa dan mana. Berikut pronomina
penanya dalam bagan.

O Apa menanyakan barang


Si- Siapa menanyakan orang
Meng- +apa Mengapa menanyakan sebab
Ber- Berapa menanyakan jumlah
k-n Kapan menanyakan waktu
+apa apabila menanyakan waktu
Di di mana menanyakan tempat
Ke ke mana menanyakan tempat
Dari mana dari mana menanyakan tempat
Bagai bagaimana menanyakan keadaan
bila bilamana menanyakan waktu

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-53


Numeralia

Numeralia atau kata bilangan adalah kata yang dipakai untuk menghitung
banyaknya (orang, binatang, atau barang) maupun konsep. Pada dasarnya
ada dua numeralia dalam bahasa Indonesia, yaitu (1) numeralia pokok, dan
(2) numeralia tingkat.

1. Numeralia pokok mengacu kepada bilangan. Numeralia ini ada lima


macam, yaitu:
a. Numeralia pokok tertentu, misalnya: satu, dua, sepuluh, dsb.
b. Numeralia pokok klitika, misalnya: (eka-), (catur-), (panca-), dsb.
c. Numeralia pokok kolektif, misalnya: ketiga, keempat
d. Numeralia distributif, misalnya: tiapHap, setiap, dsb.
e. Numeralia pokok tak tentu, misalnya banyak, sedikit, dsb.

2. Numeralia bertingkat mengacu kepada bilangan tingkat, misalnya:


orang kedua, bangku ketiga, dsb.

Adjektiva

Adjektiva, yang disebut juga kata sifat atau kata keadaan adalah kata yang
dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, Benda, atau
binatang.
1. Dapat diberi keterangan pembanding seperti lebih, kurang, paling.
Misalnya: lebih baik, paling baik.
2. Dapat diberi keterangan penguat seperti sangat, amat, benar, sekali.
Misalnya: amat indah, sangat indah, indah sekali.
3. Dapat diingkari dengan kata ingkar tidak. Misalnya: tidak benar.
4. Dapat diulang dengan (se-nya). Misalnya: sebaik-baiknya.
5. Pada unsur serapan dapat berakhir (-er), (-wi), (-if), (-ah), (-al), (-ik).
Misalnya: honorer, duniawi, ilmiah, formal, elektronik, negatif, dsb.

Bentuk adjektiva ada beberapa macam, yaitu:


1. Adjektiva dasar, misalnya: anggun, lemah, rusak, murah, dsb.
2. Adjektiva turunan, misalnya:
a. Dengan afiksasi: alami, penakut, keibuan, kebapakan, dsb.
b. Dengan reduplikasi: kebarat-baratan, besar-besar, dsb.
c. Dengan pemajemukan: tinggi hati, lemah lembut, dsb.

Salah satu ciri utama adjektiva ialah bahwa kata tersebut dapat digunakan
untuk tingkat perbandingan. Tingkat perbandingan adjektiva ada tiga
macam, yaitu:
1. Tingkat perbandingan ekuatif, menyatakan bahwa satu hal itu sama
atau sebanding dengan yang lainnya.
2. Tingkat perbandingan komparatif, menyatakan bahwa suatu hal itu
lebih atau kurang dari yang lain.
3. Tingkat perbandingan superlatif, menyatakan bahwa dari sekian hal

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-54


yang dibandingkan satu melebihi yang lain. Caranya dengan
menggunakan paling atau (ter-) + adjektiva, contohnya: paling
menyedihkan, terindah, dsb.

Fungsi adjektiva dalam kalimat ada tiga macam, yaitu:


1. Sebagai predikat, misalnya: Gedung itu sangat megah
2. Sebagai atribut, misalnya: Anak rajin itu dipuji orang tuanya.
3. Sebagai nominal, misalnya: Dalam laut dapat diduga.

Adverbia

Adverbia adalah kata yang memberi keterangan dengan keterangan sebagai


fungsi dalam kalimat, misalnya:
• Saya ingin lekas-lekas pulang. (lekas-lekas = adverbia)
• Orang itu sangat baik. (sangat = adverbia)

Adverbia sebagai kategori harus dibedakan dengan keterangan sebagai


fungsi dalam kalimat, misalnya: la datang kemarin. Kemarin merupakan
nomina yang berfungsi sebagai keterangan waktu dalam kalimat itu
Bentuk adverbia ada bermacam-macam:
1. Adverbia dasar, misalnya: sangat, hanya, lebih, segera, dsb.
2. Adverbia turunan, misalnya:
a. Dengan afiksasi (-nya): agaknya, sebaiknya, sesungguhnya, dsb.
b. Dengan afiksasi (se-nya): sebenarnya, sesungguhnya, dsb.
c. Dengan pengulangan kata dasar: diam-dim, lekas-lekas, dsb.
d. Dengan pengulangan kata dasar + (-an): habis-habisan.
e. Dengan pengulangan kata dasar + (senya): sekuat-kuatnya…

Kata Tugas

Kata tugas adalah kata yang mempunyai ciri-ciri:


1. Hanya mempunyai makna gramatikal (tidak memiliki makna leksikal).
2. Tidak mengalami perubahan bentuk, kecuali kata tugas yang sifatnya
ambivalen, misalnya:
• Kata depan di, ke, dari tidak bermakna leksikal.
• Kata depan di, ke dari tidak dapat diberi imbuhan serta tidak dapat
diulang.

Macam-macam kata tugas:

1. Preposisi atau Kata Depan

Bertugas sebagai unsur pembentuk frasa preposional. Preposisi terletak di


depan frasa yang mengikutinya berupa nomina, verba, atau adjektiva.

Bentuk preposisi bermacam-macam, yaitu:


a. bentuk tunggal, misalnya:
bagi, untuk, guna  menandai,

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-55


hubungan
peruntukan
di  menandai hubungan
tempat berbeda
ke  menandai hubungan arah
menuju tempat
dari  menandai hubungan asal
dengan  menandai hubungan kesertaan/cara
oleh  menandai hubungan
pelaku
pada  menandai hubungan ihwal
peristiwa
sejak  menandai hubungan waktu dari saat

b. bentuk turunan
Dengan cara afiksasi, misalnya:
bersama,  menandai hubungan
beserta kesertaan
menjelang  menandai hubungan
waktu sesaat sebelum
menuju  menandai hubungan
terhadap  tujuan/arah
menurut  menandai hubungan
sumber
sekeliling  menandai hubungan
sekitar  ruang lingkup geografi
selama  menandai hubungan
kurun waktu
mengenai  menandai hubungan
sasaran
bagaikan  menandai hubungan
pemiripan

Dengan menggabungkan preposisi + preposisi, misalnya:


daripada  menandai hubungan
perbandingan
kepada  menandai hubungan
arah
oleh karena  menandai hubungan
oleh sebab penyebab
sampai  menandai hubungan
dengan, ke batas waktu/tempat
selain dari  menandai hubungan
perkecualian

Dengan menggabungkan preposisi + bukan preposisi, misalnya: di otos, di


dalam, ke samping, di bawah, dsb.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-56


2. Konjungsi

Konjungsi atau kata sambung adalah kata tugas yang menghubungkan dua
klausa atau lebih, seperti dan, atau, tetapi, dsb. Pada garis besarnya
konjungsi itu ada dua macam, yaitu:

a. Konjungsi koordinatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua


unsur atau lebih yang setara, misalnya:
dan  menandai hubungan penambahan
atau  menandai hubungan pemilihan
tetapi  menandai hubungan perlawanan

b. Konjungsi subornatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa


atau lebih yang tidak setara, misalnya:
sesudah  menandai hubungan
ketika, waktu
sebelum
jika, kalau,  menandai hubungan
manakala syarat
andaikan,  menandai hubungan
seandainya pengandaian
agar,  menandai hubungan
supaya,  tujuan
buat
biarpun,  menandai hubungan
sekalipun, konsesif
walaupun
seakan-akan, menandai hubungan
seolah-olah pemiripan
sebab,  menandai hubungan
karena penyebaban
sehingga,  menandai hubungan
sampai pengakibatan
bahwa  menandai hubungan
penjelasan
dengan  menandai hubungan
cara

c. Konjungsi korelatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua kata,


frasa, klausa yang setara, misalnya:
• baik maupun
• tidak hanya tetapi juga
• sedemikian + kata sifat + (-nya) sehingga
• jangankan ... pun

d. Konjungsi antarkalimat, yaitu konjungsi yang menghubungkan satu


kalimat dengan kalimat yang lain, misalnya:
"Akhir-akhir ini kasus pencurian sangat marak terjadi. Oleh karena itu,

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-57


kits harus meningkatkan kewaspadaan."

e. Konjungsi antarparagraf, yaitu konjungsi yang melalui suatu paragraf


yang mempunyai hubungan dengan paragraf lain, misalnya: adapun,
akan hal itu, dsb.

3. Interjeksi

Interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan


perasaan manusia, seperti sedih, heran, sakit, jijik, dsb.
Contoh interjeksi:
a. Bernada negatif: cis, cih, bah, idih, brengsek.
b. Bernada positif: aduhai, amboi, asyik, syukur.
c. Bernada keheranan: ai, lo, Masya Allah.
d. Bernada netral: ayo, hai, halo, wah, oh.

4. Artikel

Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina.


Bentuknya ada tiga macam, yaitu:
a. Menyatakan jumlah tunggal, misalnya:
sang untuk menyatakan manusia, bends, yang ditinggikan.
sri untuk menyatakan manusia yang berderajat tinggi (sri Paus).
hang, dang (terdapat dalam kasusastraan lama).
b. Menyatakan kelompok, misalnya: para untuk manusia yang
memiliki sifat tertentu (para ilmuwan).
c. Menyatakan makna netral, misalnya: si untuk mengiringi nama
orang (si Aminah).
si hitam manis untuk membentuk nomina dari adjektiva.

5. Partikel
Partikel adalah kata tugas yang berbentuk klitik karena harus selalu
dilekatkan pada kata yang mendahuluinya. Ada empat macam partikel,
yaitu:
a. (-kah) yang berfungsi untuk:
• membentuk kalimat tanya, misalnya: Diakah yang datang?
• membuat kalimat lebih formal, misalnya: Ke manakah anak
itu?
• memperjelas bahwa kalimat itu kalimat tanya, misalnya:
Haruskah saya memilih jalan ini?
b. (-Iall) yang berfungsi untuk:
• menghaluskan nada perintah, misalnya: Pergilah sekarang!
• mempertegas perintah, misalnya: Ambil berapa sajalah yang
kau inginkan!
c. (pun) yang berfungsi untuk menegaskan.
• Mereka pun berkehendak seperti itu.
• Kadang-kadang pun dipakai bersama lah, misalnya: Mereka
pun berangkatlah.
DIGITAL PROJECT #2201410001 III-58
d. (-tah) yang digunakan untuk misalnya:
Apatah hidup ini tanpa engkau?

TATA MAKNA

Ilmu yang mempelajari makna kata serta perubahan-perubahannya disebut


semantik Makna kata ialah hubungan kata itu sebagai lambang bunyi
dengan benda, perbuatan, serta sifat yang dimaksudkan. Proses
pembentukan kata adalah sebagai berikut:

Kata (lambang bunyi)  makna  bendanya, tindakan, sifat

Semantik mencakup makna kata, perubahan makna kata, perpindahan


makna kata, dan nilai rasa kata.

Macam-macam Makna Kata

Berdasarkan sifat hubungan antara kata dengan maknanya, makna kata


dapat dibagi menjadi dua macam.

1. Makna leksikal (disebut juga makna kamus), yaitu makna kata yang
langsung mengacu kepada benda, tindakan, atau sifat yang
dimaksudkan oleh kata itu. Misalnya:
rumah  langsung mengacu kepada benda tertentu
pergi  langsung mengacu kepada tindakan tertentu
baik  langsung mengacu kepada sifat tertentu

2. Makna gramatikal/struktural (disebut juga makna tata bahasa), yaitu


makna kata yang timbul kemudian setelah mengalami proses tata
bahasa. Proses tata bahasa itu ada dua macam, yaitu proses morfologis
(pembentukaan kata) dan proses sintaksis (pembentukan frasa dan
klausa atau kalimat).
Misalnya:
• prefiks (ber-) pada kata berilmu  mempunyai ilmu
• prefiks (meN-) pada kata mendarat  menuju ke darat
• kata saya dalam kalimat: Saya membaca buku  yang melakukan

Berdasarkan ada tidaknya makna tambahan makna kata dapat dibedakan


atas:
1. Makna denotatif (disebut juga makna konseptual, makna objektif,
makna lugas, atau makna sebenarnya), yaitu makna kata dalam alam
wajar dan sesua dengan konsep makna kata asal. Makna denotatif
merupakan makna kata apa adanya karena tidak mengandung makru
tambahan, baik tambahan rasa maupun tambahan denotasi lainnya atau
kiasan. Misalnya:
• Bulan bersinar terang.
• Anak itu jatuh dari tangga.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-59


2. Makna konotatif (disebut juga makna kontekstual, makna subjektif atau
tambahan rasa, makna kiasan), yaitu aspek makna sebuah kata atau
sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang
timbul atau ditimbulkan pada pembicaraan dan pendengar atau pada
penulis dan pembaca. Makna ini merupakan tambahan dari sikap sosial
serta sikap pribadi yang dikemukakan pada makna konseptual.
Misalnya :
• Pada bulan muda banyak orang bepergian.
• Harga karet jatuh di pasar dunia.

Berdasarkan hubungan makna antara satu kata dengan kata lain, dikenal
beberapa istilah:

1. Sinonim, yaitu dua kata atau lebih yang pada dasarnya mempunyai
makna yang sama, tetapi berlainan bentuk luarnya. Misalnya: telah —
sudah.
2. Homonim, yaitu dua kata atau lebih yang sama lafal dan ejaannya,
tetapi mengungkapkan makna yang berbeda karena dari asal yang
berlainan atau tidak mempunyai hubungan makna.
Misalnya :
• bisa (dapat) bisa (racun)
• tanggal (lepas)  tanggal (kalender)

Menurut tingkatan, homonim itu ada dua macam:


a. Homograf, yaitu dua kata atau lebih yang sama ejaannya, tetapi
berbeda lafalnya dan tidak mempunyai hubungan makna.
Misalnya
• apel (buah) apel (berkumpul, berkunjung)
• serak (sebar) serak (parau)
b. Homofon, yaitu dua kata atau lebih yang sama lafalnya, tetapi
berlainan ejaannya dan tidak mengandung hubungan makna.
Misalnya
• songs (ragu-ragu) sanksi (hukuman)
• bank (tempat menyimpan uang)  bang (kakak)
3. Hiponim, yaitu dua kata atau lebih yang maknanya terangkum oleh
sebuah kata yang makna lebih luas atau superordinatnya.
Misalnya:
• mawar, melati, cempaka hiponim kepada bunga
• ayam, itik, bebek  hiponim kepada unggas
4. Polisemi, kata-kata yang memiliki makna ganda, tetapi masih dalam
satu alur pengertian. Kepolisemian terjadi karena pergeseran makna
atau tafsiran yang berbeda.
Misalnya:
• kepala (jawatan)  kepala (anggota tubuh)
• jatuh (dari atas ke bawah) jatuh
(nilai ujiannya) jatuh (sakit)

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-60


Perubahan Makna Kata

Berdasarkan cakupan makna yang dimiliki sebuah kata, dikenal beberapa


perubahan makna kata yaitu:

1. Meluas, yaitu apabila cakupan makna kata sekarang lebih luas


dibandingkan cakupan makna asalnya/semula. Misalnya:

berlayar:
 dulu : bergerak di laut dengan menggunakan kapal layar
 sekarang : mengarungi lautan dengan apa saja

bapak:
 dulu : orang tua laki-laki
sekarang : siapa saja laki-laki yang patut dihormati

2. Menyempit, yaitu apabila cakupan makna kata sekarang lebih sempit


dibandingkan cakupan makna asalnya/ semula. Misalnya:

sarjana:
 dulu : untuk menyebut semua orang cendikiawan
sekarang : untuk menyebut lulusan universitas

pendeta:
 dulu : untuk menyebut orang yang berilmu agama
sekarang : untuk menyebut guru agama Kristen

3. Amelioratif, yaitu proses perubahan makna kata yang dirasakan


nilainya menjadi lebih baik atau nilai konotasinya positif.
Misalnya:

wanita:
dulu : nilai konotasinya rendah
 sekarang : nilai konotasinya tinggi

tunanetra:
 sekarang : nilai konotasinya lebih tinggi dibandingkan dengan
orang buta

4. Penyoratif, yaitu proses perubahan makna kata yang dirasakan nilainya


menjadi lebih rendah atau nilai konotasinya negatif.
Misalnya:
• gerombolan  sekarang dirasakan nilai konotasinya negatif
• oknum  nilai konotasinya negatif

5. Sinestesia, yaitu perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara


dua indra yang berlainan.
Misalnya: Kalimat "Kata-katanya pedas". Kata pedas sebenarnya

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-61


merupakan tanggapan indra perasa, tetapi dalam kalimat tersebut
dikaitkan dengan indra pendengar.

6. Asosiasi, yaitu perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan


sifat. Misalnya: Kalimat "Beni saja amplop". Kata amplop dalam
kalimat tersebut bermakna memberi uang suap.

Perpindahan Makna Kata

Perpindahan makna kata terjadi jika sebuah kata menduduki nilai semantik
baru dalam penggunaan bahasa umum. Beberapa macam perpindahan
makna di antaranya:

1. Kata yang berasal dari tiruan bunyi (onomatope), misalnya mengetuk,


menggedor, mengaum, tokek, tekukur.
2. Kata yang berasal dari nama orang (apelativa), misalnya mujair, boikot,
delman, honda.
3. Majas (disebut juga kiasan), yaitu kata yang maknanya diganti dengan
makna konotasi yang lain.
4. Istilah, yaitu kata atau gabungan kata yang secara tepat
mengungkapkan makna konsep, proses, dan sifat dalam bidang tertentu.

Majas

Majas kadang-kadang disalahtafsirkan dengan istilah gaya bahasa. Seperti


disebutkan di atas majas hanyalah sebagian dari gaya bahasa yang
menggunakan katakata dalam arti kiasan atau bukan dalam arti sebenarnya.
Pada garis besarnya, majas itu ada tiga macam, yaitu majas perbandingan,
majas pertentangan, dan majas pertautan.

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan ada tiga macam, yaitu perumpamaan, metafora, dan


personlfikasi.

a. Perumpamaan/simile ialah majas yang menggunakan perumpamaan


atau peribahasa yang menggunakan kata seperti, umpama, sebagai,
laksana, ibarat, serupa, bak . Contoh:
• Keadaan seperti makan buah simalakama.
• Dia berada di kota besar seperti rusa masuk kampung.
b. Metafora ialah majas perbandingan yang menggunakan kata-kata
kiasan yang tidak menggunakan kata seperti, disebut juga perbandingan
langsung.
Contoh:
• Bunga bangsa gugur di medan laga.
• Dia adalah pelita hatiku.
c. Personifikasi ialah majas perbandingan dengan cara meletakkan sifat-
sifat insan (orang) pada benda matt.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-62


Contoh:
• Peluit kereta api menjerit.
• Senja memanggil burung kesayangannya.

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan ada tiga macam, yaitu hiperbola, litotes, dan ironi.

a. Hiperbola yaitu majas pertentangan yang menggunakan kata-kata yang


mengandung makna berlebih-lebihan padahal maknanya biasa-biasa
saja. Contoh:
• Sejuta kenangan mengusik pikiranku.
• Harga-harga bergerak naik secepat kilat.
b. Litotes yaitu majas pertentangan yang menggunakan kata-kata yang
mengandung makna merendahkan, padahal maksudnya tinggi. Contoh:
• Sumbangan ini hanyalah setetes air pemuas dahaga.
• Mamplrlah ke gubuk buruk kami.

c. Ironi yaitu majas pertentangan yang menggunakan kata-kata yang


bertentangan dengan yang dimaksud. Contoh:
• Baru pukul dua dini hari, mengapa engkau sudah pulang?

3. Majas Pertautan

Majas pertautan ada empat macam, yaitu metonimia, sinekdok, alusio, dan
eufemisme.
a. Metonimia ialah majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang
berkaitan dengan hal-hal pembuat atau merek dagang benda itu.
Contoh:
• Ia sedang mengisap Gudang Garam (rokok).
• Setiap pergi ke sekolah, is naik Honda (mobil).
b. Sinekdok ialah majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang
berkaitan dengan hal-hal yang dipentingkan.
Contoh:
• Indonesia hanya memenangi satu gelar dalam kejuaraan All
England (sinekdok totem proparte, yaitu keseluruhan untuk
menyatakan sebagian).
• Dalam rangka memperingati HUT ke-64 RI, setiap kepala keluarga
dikenat iuran Rp 25.000,00 (pars prototo, yaitu sebagian untuk
menyatakan keseluruhan).
c. Alusio ialah majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang
berkaitan dengan peristiwaperistiwa umum yang terjadi atau
menggunakan bahasa yang umum untuk menggunakan suatu maksud.
Contoh:
• Hati-hati jangan sampai terjadi peristiwa Madiun terjadi lagi.
• Engkau ini hanya kura-kura dalam perahu saja.
d. Eufemisme ialah majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang
berkaitan dengan'kesopanan atau kata-kata pantang.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-63


Contoh:
• kencingdiganti dengan kata ke belakang
• bodohdiganti dengan kurangpandai
Misal: Maaf, Pak, saya akan ke belakang sebentar.

Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang secara cermat mengungkapkan
suatu konsep, proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Perangkat peraturan pembentukan istilah dan istilah yang dihasilkannya
disebut tata istilah. Adapun, perangkat peraturan penamaan beberapa cabang
ilmu dan nama yang digunakan secara umum bahasa disebut istilah umum,
misalnya:
• metabolism istilah biologi
• natrium kloridanama zat kimia
• diagnosis istilah khusus kedokteran
• daya istilah umum

TATA KALIMAT

Ilmu yang mempelajari kalimat disebut sintaksis. Yang menjadi objek


penelitian sintaksis adalah frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Frasa (Kelompok Kata)

Frasa atau kelompok kata adalah gabungan dua kata atau lebih yang
membentuk satu kesatuan, tetapi tidak membentuk Subjek — Predikat dan
tidak membentuk makna baru. Bentuk baru itu tidak menimbulkan makna
yang berbeda dengan makna kata sebelumnya. Misalnya dalam frasa: buku
saya artinya tetap, yaitu buku milik saya. Berbeda dengan mata majemuk
yang dapat menimbulkan makna baru, misalnya rumah sakit bukan
bermakna rumah yang sakit.

1. Macam-macam Frasa

a. Frasa nominal yaitu frasa yang berintikan kata benda, misalnya


rumah baru (inti atau yang diterangkan adalah rumah).
b. Frasa verba yaitu frasa yang berintikan kata kerja, misalnya sudah
pergi (berintikan kata kerja pergi).
c. Frasa adjektiva yaitu frasa yang berintikan kata sifat, misalnya
sangat baik (berintikan kata sifat baik).
d. Frasa adverbia yaitu frasa yang tidak mempunyai inti, frasa ini
hanyalah gabungan dua kata keterangan atau lebih, misalnya:
sudah akan, hampir tidak.
e. Frasa preposional yaitu frasa yang didahului kata depan dan frasa
ini juga tidak mempunyai inti.
2. Menurut tipe strukturnya frasa itu dapat dibagi menjadi:
a. Frasa endosentris yaitu frasa yang salah satu atau kedua unsurnya

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-64


menjadi inti frasa itu. Frasa endosentris dibagi menjadi tiga yaitu:
• Frasa endosentris yang subordinatif yaitu apabila salah satu
unsurnya sebagai inti dan unsur lainnya sebagai keterangan,
misalnya:
harga pasar beberapa guru
D M M D
D = diterangkan = inti
M = menerangkan = penjelas
Mayoritas frasa dalam bahasa Indonesia berpola (D - M), frasa
yang berpola (M - D) sangat sedikit.
• Frasa endosentris yang koordinatif yaitu apabila semua unsur frasa
itu dapat berlaku sebagai inti, misalnya: suami istri, baik buruknya,
sawah Wang, meja kursi. Frasa setara dapat disisipi konjungsi dan,
atau, maupun tanpa mengubah makna.
• Frasa endosentris yang apositif apabila salah satu unsurnya sebagai
keterangan, tetapi keterangan itu dapat mengganti kedudukan yang
diterangkannya. Misalnya:
Pak Ahmad, guru baru di sekolah kami, melambaikan tangannya.
Frasa guru baru di sekolah kami dalam kalimat tersebut berfungsi
menjelaskan Pak Ahmad.
b. Frasa eksosentris yaitu frasa yang unsur- unsurnya tidak menjadi Intl
frasa itu. Frasa eksosentris dibagi dua, yaitu:
• Frasa eksosentris yang efektif yaitu frasa yang menunjukan arch,
misalnya di sekolah, kepada peminta-minta, dari pasar.
• Frasa eksosentris yang objektif yaitu frasa yang salah satu
unsurnya sebagai objek, misalnya melambaikan tangan.

3. Pola Pembentuk Frasa

Pola pembentukan frasa adalah sebagai berikut:


a. Kata benda + kata benda, misalnya rumah beton, kapal layar
b. Kata benda + kata kerja, misalnya kapal terbang, baju renang
c. Kata benda + kata sifat, misalnya baju kotor, kitab suci
d. Kata kerja + kata benda, misalnya pulang kampung, mandi madu
e. Kata keterangan + kata sifat, misalnya sangat indah, what kuat

Klausa

Klausa adalah suatu konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata


yang mengandung hubungan fungsional yang menurut tata bahasa
tradisional dikenal sebagai Subjek dan Predikat. Klausa ini merupakan
bagian dari kalimat yang luas atau kalimat majemuk. Klausa terdiri atas dua
macam, yaitu:

1. Klausa utama/induk kalimat yaitu klausa yang dapat berdiri sebagai


kalimat. Cirinya bahwa klausa utama tidak boleh didahului konjungsi,
misalnya Bapak membaca Koran. lbu memasak di dapur. Bapak
membaca koran merupakan klausa utama. Demikian juga lbu memasak

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-65


di dapur.
2. Klausa bawahan/ anak kalimat yaitu klausa yang tidak dapat berdiri
sebagai kalimat. Cinnya didahului oleh konjungsi, misalnya Saya
datang ketika la tidur. Klausa ketika la tidur dalam kalimat itu tidak
dapat berdiri sendiri.

Kalimat

Kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks yang mengungkapkan


pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Dalam wujud lisan, kalimat
diiringi oleh alunan titi nada, disela oleh jeda, serta diakhiri oleh intonasi
selesai. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya(?), atau tanda seru (!).

Menurut ahli tata bahasa tradisional, kalimat ialah satuan kumpulan kata
yang mengandung pengertian yang lengkap. Kelengkapan ini merupakan
keharmonisan bentuk dan tanggapan. Pola yang menentukan sempurna atau
tidaknya suatu kalimat adalah

Subjek — Predikat (Objek)

Menurut ahli tata bahasa modern, kalimat ialah suatu bagian ujaran yang
didahului oleh kesenyapan dan diakhiri oleh kesenyapan, sedangkan
intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. Kalimat
harus mencakup beberapa segi, yaitu:
1. Unsur segmental/utama kata, frasa, dan klausa.
2. Unsur suprasegmental/prosodi berupa intonasi.
3. Makna/arti.
4. Situasi.

Sebelum membicarakan kalimat, berikut ini beberapa istilah yang


berhubungan dengan kalimat, yaitu:

1. Kategori dan Fungsi

Kata yang mempunyai bentuk dan perilaku yang sama dimasukkan dalam
kategori/ kelompok yang sama. Bahasa Indonesia memiliki empat kategori
yang sama: (1) verba atau kata kerja, (2) nomina atau kata benda, (3)
adjektiva atau kata sifat, dan (4) adverbia atau kata keterangan. Di samping
itu ada satu kelompok lain yang dinamakan kata tugas yang terdiri dari atas
kelompok preposisi atau kata depan, konjungsi atau kata sambung, interjeksi
atau kata seru, dar partikel.

Setiap kata atau frasa dalam kalimat mempunyai fungsi yang


mengaitkannya dengan kata atau frasa lain yang ada dalam kalimat itu.
Fungsi sintaksis utama dalam bahasa adalah predikat, subjek, objek,
pelengkap, dan keterangan. Di samping itu ada fungsi lain yaitu atributif
(yang menerangkan), predikatif (yang dianggap sebagai sebutan), dan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-66


substantif (yang dianggap sebagai kata benda).

Dalam bab ini hanya dibicarakan tentang fungsi kata atau fungsi frasa dalam
kalimat.

a. Predikat

Predikat merupakan bagian yang dipentingkan dalam kalimat dan


memberikan penjelasan tentang subjek. Misalnya kalimat saya makan,
kata makan dalam kalimat itu merupakan intinya. Oleh karena itu,
makna dalam kalimat itu adalah predikat. Contoh lain kalimat saya
yang makan. Kata saya dalam kalimat itu merupakan bagian yang
dipentingkan atau predikat.

b. Subjek

Subjek adalah bagian yang diterangkan dalam kalimat. Misalnya


kalimat dia guru. Dia dalam kalimat itu adalah bagian yang diterangkan
atau subjek. Contoh lain: Anak itu rajin. Kucing itu binatang. Ayah
sedang bekerja. Kata anak, kucing dan ayah dalam kalimat itu
merupakan bagian yang diterangkan atau subjek.

c. Objek

Objek adalah bagian predikat dalam kalimat yang mempunyai


kedudukan yang sangat erat sehingga tidak dapat dipisahkan dalam
kalimat kecuali berubah bentuk atau arti. Misalnya kalimat saya
membaca buku di perpustakaan. Membaca buku dalam kalimat itu
tidak dapat dipisahkan, kecuali berubah bentuk kata membaca menjadi
baca atau berubah artinya. Ada fungsi lain dalam kalimat yang seperti
objek yaitu pelengkap. Perbedaannya terletak pada objek dapat
dijadikan subjek dalam kalimat pasif, sedangkan pelengkap tidak dapat
dijadikan subjek.

d. Keterangan

Keterangan adalah bagian predikat dalam kalimat yang kedudukannya


renggang sehingga dapat dipisahkan tanpa menimbulkan perubahan
makna. Contoh frasa di perpustakaan dalam kalimat saya membaca
buku di perpustakaan dapat dipisahkan tanpa mengubah makna kalimat
menjadi di perpustakaan saya membaca buku.

2. Bagian Kalimat

Jika dilihat dari bentuk sintaksisnya, kalimat dapat dibagi menjadi dua
bagian yaitu bagian inti kalimat disebut juga unsur inti dalam kalimat
(bagian kalimat yang tidak dapat dilepaskan) dan bagian bukan inti kalimat
(bagian kalimat yang dapat dilepaskan). Bagian inti (unsur inti) kalimat

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-67


yaitu S — P — (0), dan bagian yang bukan inti yaitu keterangan, misalnya:
• Kami kemarin sore mendatangi pertemuan itu.
• Kami mendatangi pertemuan itu (bagian inti), kemarin sore (bukan
bagian inti).

3. Ragam Kalimat

Menurut tata bahasa tradisional, jika dilihat dari bentuknya, kalimat dapat
berupa kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Adapun menurut tata bahasa
modern, kalimat itu dapat berupa kalimat mayor dan kalimat minor.

Jika ditinjau dari segi maknanya, kalimat dapat berupa kalimat deklarat-if
atau kalimat berita, kalimat interogat-ifatau kalimat tanya, kalimat imperatif
atau kalimat perintah, kalimat eksklamat-if atau kalimat seru, dan kalimat
emfatik atau kalimat penegasan.

Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu klausa atau satu
susunan Subjek-Predikat. Kalimat tunggal terdiri atas satu kesatuan baik
dengan atau tanpa bagian bukan inti, misalnya:
• Saya menulis.
• Saya menulis surat.
• Saya menulis surat untuk ibu.

1) Kalimat Tunggal Berpredikat Nomina Kalimat berpredikat nomina


disebut juga kalimat skuatif atau kalimat persamaan. Pola
pembentukkannya ialah dengan menggabungkan dua nomina/frasa
nomina sebagai S dan P. Jika S atau P atau kedua-duanya panjang,
digunakan kata adalah. Dalam tata bahasa lama, kalimat seperti ini
disebut kalimat nomina, misalnya:

Saya mahasiswa IKIP.


S P

Jika frasa nomina pertama dibubuhi partikel (—lah), frasa pertama


berubah fungsinya menjadi P, misalnya:
Dialah adik saya.
P S
Jika kalimat ekuatif yang menggunakan adalah, kata adalah berfungsi
sebagai P dan frasa nomina di belakangnya yang asalnya berfungsi
sebagai P berubah menjadi pelengkap.

Misalnya:
Penghentian seorang karyawan
S
adalah masalah biasa.
P pelengkap

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-68


2) Kalimat Tunggal Berpredikat Adjektiva Kalimat berpredikat adjektiva
disebut kalimat states. Dalam tata bahasa lama, sama seperti kalimat
ekuatif disebut kalimat nominal. Pola pembentukannya adalah dengan
menjejerkan nomina/frasa nomina dengan adjektiva/frasa adjektiva
sebagai S dan P. Jika S atau P atau kedua-duanya panjang, dapat
digunakan kata adalah, misalnya:
Ayahnva sakit.
S P
Pernyataan Ketua Koperasi itu
S
adalah tidak benar.
P pelengkap

3) Kalimat Tunggal Berpredikat Verba. Kalimat berpredikat verba disebut


kalimat verbal. Kalimat verbal ada tiga macam, yaitu:

• Kalimat transitif
Kalimat transitif adalah kalimat berobjek. Kalimat transitif dibagi
menjadi (1) kalimat ekatransitif, yaitu yang berobjek satu,
misalnya:
Pemerintah akan memasok semua
S P
kebutuhan lebaran.
O
• Kalimat dwitransitif, yaitu kalimat yang berobjek dua misalnya:
Ia mencarikan adiknya pekerjaan.
S P O pelengkap

• Kalimat tak transitif


Kalimat tak transitif adalah kalimat tak berobjek dan tak
berpelengkap. Seperti halnya dengan kalimat tunggal lain kalimat
tak transitif dapat diikuti oleh keterangan. Polanya adalah S — P
(Ket). Jika verba tak transitif diikuti nomina, nomina itu
merupakan bagian dari verba, misalnya :
Padinya menguning.
S P
Ia berjalan kaki ke sekolah.
S P keterangan

• Kalimat semitransitif.
Kalimat semitransitif adalah kalimat tak berobjek, tetapi
berpelengkap. Verba dalam kalimat semitransitif adalah verba
semitransitif.
Misalnya:
Botol itu berisi airputih.
S P pelengkap

4) Kalimat dengan Frasa lain sebagai Predikat

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-69


Selain frasa nomina, frasa verbal, frasa adjektiva, dan frasa lainnya
pun dapat berfungsi sebagai predikat. Contoh kalimat dengan P
frasa lainnya:
• Tinggalnya di Ujungpandang. (di Ujungpandang = P = frasa
preposional).
• Anaknya banyak.
(banyak = P = numeralia/kata bilangan).

Kalimat Aktif dan Pasif

Kalimat aktif dan pasif dalam kalimat menyangkut beberapa hal: (1) macam
verba yang menjadi predikat, (2) subjek dan objek, dan (3) bentuk verba
yang dipakai. Kalimat pasif adalah perubahan kalimat aktif transitif dengan
cara sebagai berikut:
a. Pertukarkanlah S dengan 0.
b. Gantilah P yang berprefiks (me-) dengan (di-), atau hapuslah (me-) clan
verbanya jika pelaku perbuatannya pronomina pertama dan pronomina
kedua.
c. Tambahan kata oleh pada pelaku pronomina ketiga sifatnya fakultatif
Jika pelakunya pronomina pertama atau pronomina kedua, tidak perlu
ditambahkan kata oleh.

Misalnya kalimat transitif berikut:


1) Pak Toha mengangkat asisten baru.
2) Mereka mernperbaiki rumah itu.
3) Kami tidak rnemaksa orang lain.
4) Toni ingin mencium Tini.

Jika kalimat di atas diubah menjadi kalimat pasif, maka akan menjadi:
• Asisten baru diangkat (oleh) Pak Toha.
• Rumah itu diperbaiki (oleh) mereka.
• Orang lain tidak kami paksa.

Kalimat (4) tidak dapat dijadikan kalimat pasif karena akan mengubah anti
asalnya. Jika dipasifkan akan menjadi Tini ingin dicium. Padahal,
seharusnya Toni yang ingin mencium Demikian juga kalimatkalimat aktif
transitif yang mengandung kata-kata yang secara kodratnya mengacu
keinginan seperti senang, mau, berhasil tidak dapat dijadikan kalimat pasif.

Kalimat pasif berperfiks (ter-) menunjukkan ketidaksengajaan dan tidak


memasalahkan siapa yang menjadi pelakunya. Misalnya:
• Penumpang bus itu terlempar ke luar.
• Soal itu terlepas dari rasa senang dan tidak senang.

Kalimat Menurut Isinya

Ditinjau dari segi maknanya, kalimat terbagi menjadi lima kelornpok, yakni:

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-70


a. Kalimat Berita

Kalimat berita ialah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu kepada


pambaca atau pendengar. Kalimat berita tersebut juga kalimat deklaratif.

Ciri-ciri kalimat berita adalah sebagai berikut:


1) Isinya memberitahukan sesuatu.
2) Intonasinya netral (nada suara berakhir turun).
3) Tanggapan pembaca atau pendengar tidak ada (zero).
4) Dalam tulisan diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda
titik.

Contoh kalimat berita:


• Tadi pagi terjadi tabrakan mobil di dekat Monas.
• Saya melihat orang itu memberi sesuatu kepada pengemis.

b. Kalimat Perintah

Kalimat perintah ialah kalimat yang isinya memberikan perintah untuk


melakukan sesuatu. Kalimat perintah disebut juga kalimat imperatif. Ciri-
ciri kalimat perintah adalah sebagai berikut:
1) Isinya perintah untuk melakukan sesuatu.
2) Intonasinya perintah (nadanya agak naik).
3) Tanggapannya dalam bentuk perbuatan.
4) Dalam tulisan, kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru (!). Contoh
kalimat perintah:
• Berliburlah ke ternpat nenekmu! (aktif tak transitif)
• Carilah pekerjaan apa saja! (aktif transitif)
• Dijual saja mobil setua ini, ya! (pasif)

Macam-macam kalimat perintah:


1) Perintah biasa: Usirlah anjing itu!
2) Permintaan: Coba ambilkan majalah itu!
3) Ajakan: Mari kita berangkat sekarang!
4) Syarat: Tanyakan kepadanya, tentu is mau menerangkannya!
5) Ejekan/cemooh: Buatlah sendiri jika engkau bisa!
6) Larangan: langanlah merokok di sini!

c. Kalimat Tanya

Kalimat tanya ialah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu kepada


seseorang. Kalimat tanya disebut juga kalimat interogatif.

Pada garis besarnya kalimat tanya itu ada dua macam: (1) kalimat tanya
total, yaitu kalimat tanya yang jawabannya ya atau tidak, (2) kalimat tanya
parsial, yaitu kalimat tanya yang jawabannya ditentukan oleh kata tanyanya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-71


Ciri-ciri kalimat tanya:
1) Isinya menanyakan sesuatu.
2) Intonasinya tanya (naik pada akhir kalimat).
3) Tanggapannya berupa jawaban.
4) Dalam bahasa tulis diakhiri dengan tanda tanya (?).

Cara membentuk kalimat tanya total ada empat cara, yaitu:


1) Dengan menambahkan kata apakah, misal: Apakah Anda sakit?
2) Dengan menambahkan partikel (-kah), misal: Sakitkah Anda?
3) Dengan mengubah intonasinya, misal: Anaknya malas?
4) Dengan menambah kata bukan, ya, belum, dan tidak, misal: Dia sakit,
bukan?

Cara membentuk kalimat tanya parsial ialah dengan menambahkan kata


tanya apa (siapa, berapa, kapan, apabila) dan mana (di mana, ke mana, dari
mana, bagaimana, bilamana), misalnya:
• Siapa yang dicarinya?
• Apa yang dikehendakinya?
• Kapan peristiwa itu terjadi?

d. Kalimat Seru

Kalimat seru ialah kalimat yang isinya mengungkapkan kekaguman


perasaan. Karena rasa kagum berhubungan dengan sifat, maka kalimat seru
dibentuk dari kalimat statif. Kalimat seru disebut juga kalimat interjektif.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:


1) Balikkan urutan kalimat dari 5 — P menjadi P — S.
2) Tambahkan partikel (-nya) pada P.
3) Tambahkan kata seru di depan P. Contoh:
Gadis itu contik  Cantik gadis itu
Cantiknya gadis itu Alangkah cantiknya gadis itu!

e. Kalimat Emfatik

Kalimat emfatik kalimat memberikan penegasan khusus kepada subjek.


Penegasan ini dilakukan dengan (1) menambah partikel (-lah) di belakang 5,
dan (2) menambah kata sambung yang di belakang S. Dengan penegasan
itu, berubah fungsi menjadi P.

Contoh:
Dia memulai pertengkaran.
S P O
Dijadikan kalimat emfatik menjadi: Dialah yang memulai pertengkaran.
P S
Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-72


Pada garis besarnya kalimat majemuk terbagi menjadi dua macam, yaitu
kalimat majemuk setara dan kalimat mejemuk bertingkat.

a. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara ialah kalimat yang terdiri atas dua klausa yang
hubungannya setara. Klausa-klausa dalam kalimat majemuk setara
merupakan klausa utama. Klausa satu dengan yang lainnya dihubungkan
dengan kata penghubung atau yang disebut koordinator. Itulah sebabnya
kalimat majemuk setara disebut juga kalimat koordinasi atau kalimat
gabung.

Hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk setara dapat digambarkan


sebagai berikut:

Menurut hubungan antarklausanya, kalimat majemuk setara dapat dibagi


menjadi tiga macam, yaitu:

1) Kalimat majemuk setara dengan hubungan penjumlahan. Hubungannya


ditandai oleh kata sambung dan, serta, atau baik… maupun… Jika
dilihat konteksnya, hubungan penjumlahan itu dapat dinyatakan: (1)
sebab akibat, misalnya: Pengaruh revolusi itu tertanam dalam dirinya
dan dari situ idenya tentang perjuangan berkembang cepat; (2) urutan
waktu, misalnya: Ia hanya mengangguk-angguk dan air matanya
mengalir deras; (3) pertentangan, misalnya: Keberhasilannya dicapai
dengan kerja keras dan hanya kegagalon yang dapat diharapkan dari
hidup bermalas-malas; (4) perluasan, misalnya: Ujian seperti itu
disebut uji bakat dan terutama mengukir kemampuan intelektual
seseorong.
2) Kalimat majemuk setara dengan hubungan memilih. Hubungannya
ditandai oleh kata atau, misalnya: Beliau sedang melamun atau sedang
memikirkon saya.
3) Kalimat majemuk setara dengan hubungan perlawanan. Hubungannya
ditandai oleh kata tetapi. Jika dilihat isinya, hubungan perlawanan ini
dapat menyatakan (1) penguatan, misalnya: Bapak menjadi perhatian
penduduk tidak hanya dari keluarga, tapi juga menjadi perhatian
penduduk di desaku; (2) implikasi, misalnya: Adikku belum bersekolah,
tetapi dia sudah dapat membaca buku; (3) perluasan, misalnya: Adat
dipertahankan supaya tidak berubah, tetapi unsur baru dari luar yang
dianggap baik boleh dimasukkan.

b. Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-73


kalimat tunggal yang diperluas dan perluasan itu berbentuk klausa baru.
Hubungan antra klausa satu dengan klausa lain disambung dengan
subordinator. Itulah sebabnya, kalimat majemuk bertingkat disebut juga
kalimat subordinasi atau kalimat kompleks. Hubungan antarklausa
dalam kalimat majemuk bertingkat dapat digambarkan sebagai berikut:

Konjungsi atau kata sambung yang digunakan dalam kalimat majemuk


bertingkat adalah:
1) Sejak: menyatakan hubungan waktu awal.
2) Sewaktu, ketika: menyatakan hubungan waktu bersamaan.
3) Sebelum, sehabis: menyatakan hubungan waktu berurutan.
4) Hingga, sampai: menyatakan hubungan waktu hadir.
5) Jika, kalau, andaikan: menyatakan hubungan syarat.
6) Supaya, agar: menyatakan hubungan tujuan.
7) Walaupun, biarpun, kendatipun, meskipun: menyatakan hubungan
konsesif/perlawanan.
8) Seperti, ibarat: menyatakan hubungan perbandingan.
9) Sebab, karena: menyatakan hubungan penyebab.
10) Sehingga, sampai-sampai, maka, akibatnya: menyatakan hubungan
akibat.
11) Seakan-akan, seolah-olah: menyatakan hubungan sangkalan.
12) Padahal: menyatakan hubungan kenyataan.
13) Makanya: menyatakan hubungan hasil.
14) Bahwa, apa: menyatakan hubungan penjelas.
15) Yang: menyatakan hubungan atribut/ keterangan.

Berdasarkan klausa sematannya/anak kalimatnya, kalimat majemuk


bertingkat dapat dibagi menjadi kalimat majemuk bertingkat:

1) Anak kalimat pengganti keterangan waktu, misalnya: Sejak aku dise-


rahkan orang tua kepada nenek, aku tidur di atas dipan di kamar
nenek.
2) Anak kalimat pengganti keterangan syarat, misalnya: Jika anda mau
mendengarkannya, saya tentu akan senang sekali.
3) Anak kalimat pengganti keterangan tujuan, misalnya: Nenekku
bercerita tentang kepahlawanan agar aku memiliki keberanian seperti
pahlawan itu.
4) Anak kalimat pengganti keterangan konsesif, misalnya: Walaupun
hatinya sedih, dia tidak pernah menangis di hadapanku.
5) Anak kalimat pengganti keterangan perbandingan, misalnya: Daripada
menganggur, cobalah engkau bekerja di kebun saya.
6) Anak kalimat pengganti keterangan sebab, misalnya: Keadaan menjadi

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-74


genting karena musuh akan melancarkan aksinya.
7) Anak kalimat pengganti keterangan akibat, misalnya: Biaya
pengobatannya sangat mahal sehingga perhiasan istrinya habis
terjual.
8) Anak kalimat pengganti keterangan cara, misalnya: Ia mencoba
bertahan dengan kedua tangannya menutup mukanya.
9) Anak kalimat pengganti keterangan sangkalan, misalnya: Dia diam
seakan-akan dia tidak mengetahui mosalah itu.
10) Anak kalimat pengganti keterangan objek, misalnya: Dia mengatakan
bahwa isi buku ini belum sempurna.
11) Anak kalimat pengganti keterangan predikat, misalnya: Ayahnya
adalah orang yang mendidik siswa.
12) Anak kalimat pengganti keterangan subjek, misalnya: Orang yang
sedang bermain gitar itu ternyata penyanyi terkenal.

c. Kalimat Efektif

Kalimat yang baik harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah: (1) unsur-


unsur penting yang ada dalam sebuah kalimat, (2) aturan-aturan tentang
EYD, dan (3) cara memilih kata/diksi dalam kalimat. Kalimat yang
jelas dan baik akan dengan mudah dipahami orang lain secara tepat.
Kalimat yang demikian disebut kalimat efektif.

Persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kalimat efektif


adalah:

1) Kesepadanan dan Kesatuan

Yang dimaksud dengan kesepadanan dan kesatuan dalam kalimat ialah


kemampuan struktur bahasa dalam mendukung gagasan ide. Struktur
tersebut paling kurang mengandung subjek dan predikat. Tanpa subjek
atau predikat, kalimat tersebut tidak akan menjadi efektif, misalnya: (1)
Kepada para mahasiswa diharap mendaftarkan diri. (2) Di dalam
keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat menguntungkan
umum.

Penjelasan:
Kalimat (1) kehadiran preposisi kepada dalam kalimat tersebut
menjadikan kalimat tersebut tidak mempunyai subjek sehingga
preposisi kepada harus dihilangkan. Kalimat tersebut menjadi: Para
mahasiswa (S) diharap (P) mendaftarkan diri (K). Demikian juga
kalimat (2) seharusnya menjadi : Keputusan itu (S) merupakan
kebijaksanaan yang dapat menguntungkan umum. Dalam kalimat
efektif ide pokok kalimat harus jelas. Ide pokok tersebut biasanya
ditempatkan pada awal kalimat.

Perhatikan contoh kalimat berikut:


(1) Ia ditembak mati ketika masih dalam tugas, (2) Ia masih dalam

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-75


tugas militer ketika ditembak mati.

Ide pokok atau inti kalimat (1) Ia ditembak mati, sedangkan ide pokok
kalimat (2) Ila masih dalam tugas militer.

Kalimat panjang yang mengandung beberapa anak kalimat dapat


menimbulkan ide pokok menjadi tidak jelas, misalnya:

Kami sependapat dan terima kasih atas saran Saudara untuk memberikan
honor yang lebih banyak kepada para guru, namun honornya sekarang ini
tampaknya sudah yang paling tinggi yang dapat kami berikan dikaitkan
dengan kemampuan keuangan yayasan.

Kalimat di atas dapat dipecah menjadi beberapa kalimat sehingga tampak


ide pokoknya, misalnya: Kami berterima kasih atas saran untuk memberikan
honor yang lebih tinggi kepada guru. Saran itu kami setujui. Namun,
tampaknya honor tersebut sudah yang paling tinggi yang dapat kami berikan
bila dikaitkan dengan keuangan yayasan.

2) Kesejajaran (Paralelisme)

Yang dimaksud dengan kesejajaran dalam kalimat adalah penggunaan


bentuk-bentuk yang sama yang digunakan dalam secara paralel atau sejajar.
Jika sebuah pikiran dinyatakan dengan frasa, pikiran lain harus dalam
bentuk frasa. Jika satu gagasan dinyatakan dengan kata benda atau kata
kerja, gagasan lain pun harus dinyatakan dengan kata benda atau kata kerja,
misalnya:
(1) Penghapusan pangkalan asing dan penarikan kembali tentara AS dari
Filipino akan mempercepat perwujudan cita-cita segenap bangsa Asia
Afrika.
(2) Dihapusnya pangkalan asing dan ditariknya tentara AS dari Filipino
akan mempercepat terwujudnya cita-cita segenap bangsa Asia Afrika.
(3) Penekanan Ide Pokok
Sebuah kalimat memiliki sebuah ide pokok. Dalam bahasa lisan ide
pokok yang akan ditonjolkan biasanya dilafalkan dengan intonasi
tertentu, misalnya memperlambat ucapan atau meninggikan suara.
Dalam bahasa tulisan terdapat beberapa cara untuk menonjolkan ide
pokok itu, yaitu:
(a) Penempatan ide pokok pada awal kalimat, misalnya: Dia
berpendapat bahwa salah satu indikator yang menunjukkan tidak
efisiennya perusahaan adalah rasio yang masih timpang antara
jumlah karyawan dengan produksi.
(b) Penyusunan peristiwa menurut urutan yang logis, misalnya:
Kehidupan anak itu susah, sulit. dan tragis.
(c) Pengulangan kata, misalnya: Pembongunan mempunyoi banyok
dimensi, tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga dimensi
politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-76


4) Penghematan Penggunaan Kata
Unsur penting dalam pembentukan kalimat efektif adalah penghematan
penggunaan kata yang tidak diperlukan. Unsurunsur penghematan yang
perlu diperhatikun, yaitu:
(1) Penghindaran pengeluaran subjek, misalnya: Hadirin serentak
berdiri setelah mereka mengetahui pejabat tinggi memasaki ruang
pertemuan. Kalimat ini akan menjadi efektif jika subjek tidak
diulang, menjadi: Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui
pejabat tinggi memasuki ruang pertemuan.
(2) Penghindaran unsur atas dalam hiponirn, misalnya: Warna merah
dan warna ungu adalah warna kesayangannya. Kalimat ini akan
menjadi efektif jika kata warna dihilangkan sehingga menjadi:
Merah dan ungu adalah warna kesayongannya.
(3) Penghilangan kata depan yang tidak perlu, misalnya: Anggota
DPRD dori Jawa Barat mengadokon kunjungan ke daerah (kata
dari dihilangkan). Presiden menekankan bahwa dalam
pembangunan ini kepentingon daripada rakyat harus diutamakan.
(kata daripada dihilangkan). Bapak guru sedang membicarakan
mengenai masalah kebudayaan. (kata mengenai dihilangkan
karena setelah predikat transitif (me-) langsung diikuti objek).
5) Kevariasian dalam struktur kalimat. Kalimat—kalimat yang
menggunakan pola dan bentuk yang sama akan menimbulkan
kebosanan dan suasana monoton pada pernbaca. Oleh karena itu, dalam
penulisan diperlukan pola dan bentuk kalimat yang bervariasi.

Kemungkinan variasi kalimat adalah sebagai berikut:


(1) Variasi dalam pembukaan kalimat.
(2) Variasi dalam pola kalimat.
(3) Variasi dalam jenis kalimat.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-77


LATIHAN SOAL
TWK: PANCASILA

Jumlah Soal : 20 butir


Waktu : 15 menit
Penilaian : Nilainya 0 jika salah dan 5 jika benar

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah
satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Undang-undang Dasar 1945 dirancang oleh suatu badan yang dibentuk


oleh bala tentara Jepang pada tahun 1945, yaitu…
A. PPKI
B. DPR
C. BPUPKI
D. MPR
E. Seikoden

2. Pangkal tolak penghayatan dan pengamalan Pancasila adalah…


A. Keamanan dan kemampuan mengadakan tuntutan dan kebutuhan
masyarakat modern.
B. Kemauan dan kemampuan mengembangkan pertengkaran antar
umat beragama.
C. Kemauan dan kemampuan manusia Indonesia dalam mengen-
dalikan diri.
D. Kemauan dan kemampuan manusia Indonesia mengembangkan
kebudayaan asing.
E. Kemauan dan kemampuan manusia Indonesia menjaga Indonesia.

3. Dalam rangka membina rasa nasionalisme di kalangan masyarakat


Indonesia hendaknya dilakukan dengan menghindari hal-hal berikut,
kecuali…
A. Patriotisme
B. Sukuisme Chauvimisme
C. Ekstrimisme
D. Jingoisme

4. Dalam sumber tata hukum di Indonesia, Pancasila dijadikan sebagai…


A. Sumber dari segala sumber hukum.
B. Hukum tertinggi di Indonesia.
C. Hukum tertulis tertinggi di Indonesia.
D. Setingkat dengan UUD 1945.
E. Hukum tidak tertulis tertinggi di Indonesia.

5. Pancasila bagi bangsa Indonesia merupakan…


A. Pandangan hidup
B. Falsafah dan dasar negara
DIGITAL PROJECT #2201410001 III-78
C. Sumber hukum
D. Semua benar
E. Semua salah

6. Dalam mempertahankan kehidupan serta mengupayakan kehidupan


yang lebih baik, manusia hidup bermasyarakat. Dalam hidup bermasya-
rakat tersebut perlu dijaga keserasian hubungan antar manusia dan
ketertiban masyarakat itu sendiri. Untuk itu perlu sikap dan per-
buatan…
A. Menghormati hak-hak orang lain
B. Semangat perjuangan yang tinggi
C. Tekad yang bulat
D. Pengendalian diri
E. Semena-mena

7. Tata cara mengucapkan Pancasila pada upacara-upacara resmi dite-


tapkan dalam…
A. TAP MPR RI No.II/MPR/1978
B. INPRES No.12 Tahun 1968
C. UU No.5 Tahun 1985
D. TAP MPR No.I/MPR/1983
E. UUD 1945

8. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ditetapkan pada


tanggal…
A. 2 Maret 1978
B. 4 Maret 1978
C. 12 Maret 1978
D. 14 Maret 1978
E. 22 Maret 1978

9. Dalam kehidupan bernegara, Pancasila berperan sebagai…


A. Dasar negara
B. Dasar kenegaraan
C. Dasar beragama
D. Dasar ketatanegaraan
E. Dasar perjuangan bangsa

10. Keseimbangan antara hak dan kewajiban mengandung pengertian


bahwa…
A. Mengatur batas hak asasi manusia.
B. Mengatur kepentingan bersama.
C. Sesuai dengan harkat dan martabat manusia.
D. Hak asasi manusia setiap manusia.
E. Menuntut hak baru melaksanakan kewajiban.

11. Kekuasaan Negara yang tertinggi berada di tangan …


A. Presiden

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-79


B. Presiden dan wakil presiden
C. Dewan Perwakilan Rakyat
D. Majelis Permusyawaratan Rakyat
E. Menteri

12. Rumusan Pancasila yang resmi terdapat dalam…


A. Pidato Bung Karno
B. Proklamasi 17 Agustus 1945
C. Pembukaan UUD 1945
D. Piagam Jakarta
E. Kitab Sutasoma

13. Landasan idiil negara kita adalah…


A. UUD 1945
B. Tap MPR
C. Pancasila
D. Proklamasi Kemerdekaan
E. Keputusan Presiden

14. Beribadah dan menganut suatu agama atau kepecayaan adalah meru-
pakan asasi…
A. Pribadi
B. Perlakuan dan perlindungn
C. Politik
D. Sosial budaya
E. Hukum

15. Tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan suatu masyarakat


adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan…
A. TAP MPR
B. Keputusan presiden
C. Pancasila dan UUD 1945
D. Wilayah Indonesia
E. Undang-undang

16. Sebelum secara resmi disahkan pada tahun 1945 sebagai dasar filsafat
negara, unsur-unsur Pancasila telah dimiliki dan telah melekat pada
bangsa Indonesia sebagai asas dalam adat-istiadat, kebudayaan dan
religius yang terangkum pada ...
A. Ma Lima
B. Sutasoma
C. Tripakara
D. Gotong royong
E. Perundang-undangan

17. Hubungan sosial yang selaras, serasi, seimbang antara individu dan
masyarakat dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, yaitu :
A. Sila kedua

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-80


B. Sila ketiga
C. Sila keempat
D. Sila kelima
E. Sila pertama

18. Pancasila sebagai dasar negara digali dari nilai-nilai budaya dan agama
bangsa Indonesia, dengan demikian Pancasila memenuhi syarat empat
kausalitas, sebagai mana tercantum di bawah ini, kecuali causa…
A. Prima
B. Materialis
C. Formalis
D. Efisien
E. Finalis

19. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat
manusia, oleh karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan
bekerja sama dengan bangsa lain. Hal ini adalah penjabaran…
A. Sila pertama
B. Sila kedua
C. Sila ketiga
D. Sila keempat
E. Sila kelima

20. Pembahasan dasar Negara dikaji pada dua badan, yaitu BPUPKI dan
PPKI. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada ...
A. 9 Agustus 1945
B. 1 Juni 1945
C. 17 Agustus 1845
D. 18 Agustus 1945
E. 1 Agustus 1945

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-81


LATIHAN SOAL
TWK: UUD 1945
Jumlah Soal : 20 butir
Waktu : 15 menit

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah
satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Kapan amandemen pertama dilakukan?


A. 19 Oktober 1999
B. 19 Oktober 2000
C. 19 Oktober 2001
D. 19 Oktober 1998
E. 19 Oktober 2002

2. Berapa kali UUD 1945 di-amandemen?


A. 1 kali
B. 2 kali
C. 3 kali
D. 4 kali
E. 5 kali

3. Kapan amandemen ketiga dilakukan?


A. 9 November 2001
B. 9 November 2002
C. 9 November 2003
D. 9 November 2004
E. 10 November 2002

4. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah


wajib membiayainya. Hal ini tercantum dalam UUD 1945 pasal ...
A. 31 ayat 1
B. 31 ayat 2
C. 31 ayat 3
D. 31 ayat 4
E. 32 ayat 3

5. Yang dimaksud dengan alat bukti dalam UU no. 24 tahun 2003


adalah…
A. Surat atau tulisan
B. Keterangan saksi
C. Keterangan ahli
D. Semua jawaban benar
E. Semua jawaban salah

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-82


6. Di bawah ini merupakan kewenangan dari Mahkamah Konstitusi,
kecuali…
A. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
B. Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewe-
nangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
C. Memutus pembubaran partai politik.
D. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum
E. Memutus sengketa peradilan pidana dan perdata

7. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hal ini tercantum


dalam UUD 1945 pasal ...
A. 31 ayat 1
B. 31 ayat 2
C. 31 ayat 3
D. 31 ayat 4
E. 22 ayat 1

8. Menurut Pasal 1 UUD 1945 amandemen, MPR tidak lagi melakukan


sepenuhnya kedaulatan rakyat, karena…
A. Kedaulatan berada di tangan rakyat.
B. Kedaulatan sepenuhnya dilakukan melalui pilpres langsung.
C. Kedaulatan berada ditangan legislatif dan presiden/wapres yang
dilakukan melalui mekanisme pemilihan langsung
D. Kedaulatan berada di tangan Mahkamah Konstitusi
E. Kedaulatan dilaksanakan oleh Presiden sebagai mandataris MPR

9. Pasal berapa saja UUD 1945 ketiga kali diamandemen?


A. Pasal 1, 3, 6, 11, 17, 23, dan 24.
B. Pasal 1, 3, 6, 11, 17, 23, dan 25.
C. Pasal 1, 3, 6, 11, 17, 23, dan 26.
D. Pasal 1, 3, 6, 11, 17, 23, dan 27.
E. Pasal 1, 3, 6, 11, 17, 24, dan 25.

10. Siapa yang berwenang memberi grasi dan rehabilitasi?


A. Presiden
B. DPR
C. MPR
D. Semua jawaban benar
E. Semua jawaban salah

11. Macam dan harga mata uang ditetapkan dalam UUD 1945 pasal…
A. 23A
B. 23B
C. 23C
D. 23D
E. 22A

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-83


12. Pasal berapa saja UUD 1945 pertama kali diamandemen?
A. Pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20 dan 21.
B. Pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20 dan 22.
C. Pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20 dan 23.
D. Pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20 dan 24.
E. Pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 21 dan 24.

13. Apa yang dimaksud dengan referendum?


A. Referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat
secara langsung yang menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap
kehendak MPR untuk mengubah UUD 1945.
B. Referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat
secara langsung yang menyatakan setuju atau tidak setuju untuk
menyatakan perang.
C. Referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat
secara langsung yang menyatakan setuju atau tidak setuju untuk
meminjam bantuan ekonomi.
D. Referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat
secara tidak langsung yang menyatakan setuju atau tidak setuju
untuk menyatakan perang.
E. Semua jawaban salah.

14. Kapan amandemen kedua dilakukan?


A. 18 Agustus 2000
B. 18 Agustus 2001
C. 18 Agustus 2002
D. 18 Agustus 2003
E. 17 Agustus 2001

15. Apa dasar hokum pembentukan Mahkamah Konstitusi?


A. UU Nomor 21 tahun 2003
B. UU Nomor 22 tahun 2003
C. UU Nomor 23 tahun 2003
D. UU Nomor 24 tahun 2003
E. UU Nomor 25 tahun 2003

16. Pasal berapa saja UUD 1945 kedua kali diamandemen?


A. Pasal 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 30, dan 35.
B. Pasal 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 30, dan 36.
C. Pasal 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 30, dan 37.
D. Pasal 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 30, dan 38.
E. Pasal 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 35, dan 36.

17. Pada waktu Indonesia berbentuk RIS, UUD 1945 ...


A. Tidak berlaku sama sekali di Indonesia.
B. Hanya berlaku beberapa pasal.
C. Masih berlaku di wilayah Jakarta.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-84


D. Masih berlaku di seluruh Indonesia.
E. Masih berlaku di wilayah RI yang merupakan bagian RIS.

18. Bunyi pasal 32 ayat 1 mengenai kebudayaan nasional Indonesia ada-


lah…
A. Setiap warga Negara berhak mendapatkan pengetahuan kebuda-
yaan Indonesia
B. Negara Indonesia dilandasi oleh beragann budaya
C. Negara nnennajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah
peradaban dunia dengan nnenjannin kebebasan nnasyarakat dalann
nnennelihara dan nnengennbangkan nilai-nilai budayanya
D. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai
kekayaan budaya nasional
E. Negara memperbolehkan masyarakat Indonesia menyerap dan
mengembangkan kebudayaan asing

19. Dewan Perwakilan Rakyat nnenniliki fungsi legislasi, fungsi anggaran,


dan fungsi pengawasan. Hal ini diatur dalam pasal…
A. 20A
B. 20B
C. 20C
D. 20D
E. 20E

20. Berkenaan dengan perubahan isi dari UUD 1945, sebenarnya telah
diatur oleh TAP MPR No. IV/MPR/1983 tentang…
A. Interpelasi
B. Budget
C. Mosi tidak percaya
D. Menyatakan pendapat
E. Referendum

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-85


LATIHAN SOAL
TWK: BHINNEKA TUNGGAL IKA

Jumlah Soal : 20 butir


Waktu : 15 menit

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah
satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Seorang pemimpin seharusnya memberikan pekerjaan kepada


bawahannya dengan bijaksana yaitu…
A. Selalu memberikan contoh pada setiap pekerjaan.
B. Melakukan pengecekan langsung terhadap semua hasil bawahan.
C. Memberikan pekerjaan sesuai dengan kodrat kemanusiannya.
D. Memilih dengan teliti pekerjaan yang pantas akan diberikan.
E. Menasehati setiap agar melakukan pekerjaan dengan baik.

2. Konsepsi Pancasila tentang hubungan antara manusia dan masyarakat-


nya adalah terciptanya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan yang
berarti…
A. Meletakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
B. Mengutamakan kepentingan umum dan mendahulukan kepen-
tingan pribadi dan golongan.
C. Melepaskan diri demi kepentingan umum dan meletakan kepen-
tingan pribadi sebagai yang pertama.
D. Memperlakukan dengan sama antara kepentingan umum dan ke-
pentingan pribadi.
E. Melepaskan kepentingan umum dan mengutamakan kepentingan
pribadi dan golongan.

3. Cinta kepada tanah air dan bangsa dapat dibuktikan dengan cara…
A. Mengekspor semua hasil hasil bumi Indonesia dan mengimpor
barang luar negeri.
B. Tidak melakukan hubungan dengan negara lain dan melakukan
proteksi.
C. Menggunakan produksi dalam negeri meskipun mampu
membelinya.
D. Tidak menggunakan produksi luar negeri meskipun mampu
membelinya.
E. Mengurangi impor barang dari luar negeri agar devisa tetap stabil.

4. Pada saat menjelang perayaan HUT Republik Indonesia sering


diadakan pawai dan perlombaan untuk memeriahkannya. Bentuk
keikutsertaan anda untuk memeriahkannya adalah dengan …
A. Memasang bendera
B. Menyanvikan lagu Indonesia Raya

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-86


C. Menikmati hari libur tanggal 17 Agustus
D. Menyumbang untuk kegiatan
E. Menonton perlombaan

5. Sikap manusia yang bertakwa dapat dibuktikan dengan cara…


A. Selalu melindungi kesalahan orang lain
B. Bekerja slang dan malam agar berbahagia
C. Hanya beribadah tanpa berusaha lebih baik
D. Bersyukur dan selalu berusaha lebih baik
E. Kurang bersyukur terhadap hasil yang dicapai

6. Prinsip-prinsip dasar demokrasi telah tercermin dalam kehidupan


masyarakat desa, terutama pada saat mengatasi pekerjaan yang
membutuhkan tenaga bersama, yaitu denga cara seperti di bawah ini,
kecuali…
A. Partisipasi
B. Berdoa
C. Sumbangan
D. Gotong royong
E. Kerja bakti

7. Putusan yang diambil dalam musyawarah mufakat serta diliputi dengan


semangat kekeluargaan adalah dengan…
A. Mengutamakan putusan golongan yang berkuasa
B. Melaksanakan hasil putusan bersama
C. Mempertahankan pendapat golongan yang sefaham
D. Meninggalkan ruang rapat karena berbeda pendapat
E. Menghormati pendapat yang disampaikan

8. Pasal 29 UUD 1945 ayat (2) menyatakan negara menjamin


kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-
masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Oleh
karena itu, kebebasan beragama diartikan sebagai…
A. Kebebasan untuk menentukan dan memilih agama yang dianut
serta berpindah-pindah
B. Kebebasan dalam menjalankan ibadah kapan saja dan dimana saja.
C. Kebebasan melakukan penyembahan dan membentuk aliran baru
keagamaan
D. Kebebasan yang bersumber pada martabat manusia sebagai
mahluk ciptaan Tuhan
E. Kebebasan memeluk atau tidak memeluk salah satu agama resmi

9. Proses penebangan hutan yang tidak mengindahkan keseimbangan


antara alam dan manusianya akan berakibat…
A. Pengusaha semakin kaya dan korup
B. Meluaskan ozon di seluruh dunia
C. Kemiskinan bagi penduduk sekitar hutan
D. Reboisasi dan rehabilitasi hutan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-87


E. Bencana alam yang tak terkendali

10. Menurut pasal 1 ayat (1) UUD 1945; Negara indonesia adalah negara
kesatuan yang berbentuk…
A. Republik
B. Presidensial
C. Parlementer
D. Demokrasi
E. Monarki

11. Melaksanakan sila kedua dari pancasila, harus dilaksanakan sikap dan
tingkah laku yang menggambarkan…
A. Menghormati dan menghargai orang lain
B. Menilai baik hasil kerja orang lain
C. Suka memberi pertolongan kepada yang lain
D. Meminta dengan hormat melaksanakan keinginannya
E. Berani membela kebenaran dan keadilan

12. Demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, dilakukan


oleh rakyat, dan untuk kepentingan rakyat sehingga kepentingan ada di
tangan rakyat. Kedaulatan rakyat sepenuhnya dilakukan oleh…
A. DPR dan MPR
B. DPA dan BPK
C. Presiden
D. DPR
E. MPR

13. Tujuan wawasan nusantara adalah menghendaki adanya persatuan dan


kesatuan dalam segenap aspek kehidupan, baik sosial maupun alamiah.
Yang termasuk aspek alamiah adalah keadaan…
A. Ekonomi nasional
B. Flora dan fauna
C. Politik demokrasi
D. Sosial budaya
E. Penduduk keterampilan

14. Sisi negatif yang harus dihindari dalam menyongsong kemajuan


teknologi dewasa ini adalah…
A. Pro aktif
B. Eksklusivisme
C. Kuriositas
D. Adaptif
E. Profesionalisme

15. Perilaku demokratis diharapkan tercipta dalam kehidupan bermasya-


rakat, berbangsa, dan bernegara seperti dewasa ini. Pengertian sikap
demokratis secara sederhana adalah…
A. Menerima dan mengajukan pendapat dengan cara manusiawi

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-88


B. Mendengar dan menerima pendapat orang berdasarkan latar
belakangnya
C. Menerima pendapat orang lain dengan tanpa pertimbangan
D. Mendesak orang lain agar menerima pendapat dan keinginannya
E. Memutuskan hasil rapat berdasarkan kepentingan pimpinan

16. Seorang pemimpin harus berani mendorong orang-orang yang menjadi


asuhannya, agar berani mengambil misiatif dan sanggup memper-
tanggungjawabkannya. Pola kepemimpinan ini adalah…
A. Ing Ngarsa Sung Tulada
B. Ing Madya Mangun Karsa
C. Tut Wuri Handayani
D. Idealis dan karismatik
E. Demokratis dan populis

17. Sikap kritis dan inovatif sangat dominant pada era perkembangan
zaman seperti dewasa ini, tetapi cara penyampaiannya harus tetap pada
karakteristik dan budaya bangsa yang bersumber pada norma…
A. Hukum
B. Kesopanan
C. Susila
D. Filsafat
E. Adat istiadat

18. Mekanisme kepemimpinan nasional berlangsung secara periodik 5


tahun sekali. Sirkulasi ini didasarkan pada UUD 1945 ...
A. Bab III pasal 4 ayat (1)
B. Bab IV pasal 16 ayat (2)
C. Bab I pasal I ayat (2)
D. Bab IV pasal 18
E. Bab II pasal 2 ayat (2)

19. Pada dasarnya UUD 1945 dapat diubah oleh MPR sesuai dengan pasal
37, dengan persyaratan…
A. Dihadiri oleh ½ jumlah anggota MPR dan semua anggota setuju.
B. Disetujui oleh 1/2 jumlah anggota MPR dan dihadiri oleh 2/3
jumlah anggota M PR.
C. Dihadiri oleh 2/3 jumlah anggota MPR dan disetujui oleh ½ yang
hadir.
D. Dihadiri dan disetujui oleh ½ jumlah anggota MPR lebih satu ( ½
+ 1) jumlah anggota MPR.
E. Dihadiri oleh 2/3 jumlah anggota MPR dan disetujui oleh 2/3
jumlah anggota MPR yang hadir.

20. Untuk mengambil keputusan dalam suatu rapat, banyak cara yang
digunakan. Cara yang cocok untuk bangsa Indonesia adalah…
A. Suara terbanyak
B. Musyawarah dan mufakat

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-89


C. Bergantung pada pemimpin
D. Aklannasi pada kuorum
E. Perwakilan dan utusan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-90


LATIHAN SOAL
TWK: SEJARAH INDONESIA

Jumlah Soal : 20 butir


Waktu : 15 menit

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah
satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Sejak kemerdekaan, Pemilihan Umum untuk pertama kali


diselenggarakan pada tahun 1955, yaitu untuk memilih wakil-wakil
rakyat yang akan duduk di ..
A. MPR dan DPR
B. Konstituante
C. Konstituante dan DPR
D. DPR
E. MPR

2. Tuntutan rakyat Indonesia melalui Trikora antara lain ...


A. Perkuat ketahanan revolusi Indonesia
B. Bubarkan PKI dan antek-anteknya
C. Bantu perjuangan rakyat Sabah dan Serawak
D. Bubarkan kabinet seratus menteri
E. Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat

3. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk pertama


kalinya Presiden dan Wakil Presiden diangkat oleh…
A. Majelis Permusyawaratan Rakyat
B. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
C. Komite Nasional Indonesia Pusat
D. Dewan Perwakilan Rakyat
E. Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia

4. Setelah Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada tahun 1966,


Ruslan Abdul ditunjuk sebagai…
A. Duta besar Indonesia di PBB
B. Konsultan perwakilan Indonesia di PBB
C. Utusan tetap Indonesia di PBB
D. Ketua anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB
E. Kepala perwakilan tetap di PBB

5. Salah satu basil yang paling menonjol dari Orde Baru yang telah
mendapatkan pengakuan internasional adalah…
A. Pelaksanaan transmigrasi
B. Pembangunan industri
C. Swasembada pangan
D. Penyelenggaraan KB

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-91


E. Pemberantasan buts huruf

6. Kabinet Juanda yang secara resmi dibentuk pada tanggal 9 April 1957
merupakan Zaken kabinet, yaitu…
A. Kabinet yang beranggotakan partapartai politik terkuat
B. Kabinet yang beranggotakan tokoh politik dan militer
C. Kabinet yang beranggotakan tenagatenaga ahli dalam bidangnya
D. Kabinet tanpa menteri-menteri negara
E. Kabinet yang mengikutsertakan golongan oposisi

7. Konsideran yang diambil dalam memutuskan Dekrit Presiden 1959


adalah…
A. Kembali ke UUD 1945
B. Dukungan rakyat Indonesia atas keadaan yang membahayakan
persatuan
C. Dukungan partai politik terhadap kepemimpinan Soekarno
D. Dorongan pemerintah RRC
E. Soekarno terpengaruh oleh golongan komunis

8. Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah digunakan


operasi militer…
A. Pagar Betis
B. Kerukunan
C. Corps Tjadangan Nasional (CTN)
D. Operasi Merdeka Timur
E. Komando Mandala

9. Usulan penyelesaian Irian Barat yang berisi penyerahan Irian Barat


kepada Indonesia melalui PBB dalam waktu 2 tahun dilakukan oleh…
A. U Thant
B. Ronald Reagen
C. Ellsworth Bunker
D. Bhoutros Ghali
E. JF Kennedy

10. Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan gagasan Sumitro pada


masa Kabinet Natsir yang menganjurkan pembangunan ekonomi baru
dengan cara…
A. Mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional
B. Mengubah ekonomi komunis menjadi ekonomi liberal
C. Menata ekonomi Indonesia ke arah yang baru
D. Mengubah ekonoomi liberal menjadi ekonomi campuran
E. Menumbuhkan perkembangan ekonomi swasta

11. Langkah-langkah yang dilakukan Deandels untuk mempertahankan


Jawa dan serangan lnggris, adalah dengan berbagai upaya, kecuali…
A. Memperbanyak jumlah tentara yang diambil dari penduduk
pribumi.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-92


B. Mendirikan benteng-benteng pertahanan.
C. Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
D. Membangun jalan raga Anyer — Panarukan.
E. Mewajibkan penduduk pribumi memasok beras ke benteng-
benteng pertahanannya.

12. Berbeda dengan organisasi pergerakan sebelumnya Muhammadiyah


bergerak di bidang sosial-keagannaan karena…
A. Perkumpulan politik kurang cepat memperbaiki kehidupan sosial
masyarakat
B. Pimpinan pusat berkedudukan di Yogyakarta
C. Modernisasi Islam memberi jawaban terhadap Kepincangan sosial
D. Perbaikan sosial merupakan dasar perjuangan politik
E. Ingin memberantas kemiskinan

13. Pada masa pendudukan di Indonesia, Jepang berkepentingan untuk


merangkul golongan nasionalis sekuler dan intelektual Indonesia dalam
membantu usahanya menghadapi perang melawan sekutu. Untuk itu
Jepang membentuk suatu organisasi yang bernama…
A. PUTERA
B. Seinendan
C. Keibondan
D. PETA
E. Heiho

14. Propaganda Pemerintah Jepang di Indonesia dikenal dengan gerakan


tiga A, yaitu Nippon pelindung, cahaya dan pemimpin Asia. Pada tahun
1943, gerakan ini chrubah menjadi PUTERA dan beranggotakan tokoh-
tokoh pergerakan nasional di bawah ini, kecuali…
A. Soekarno
B. Muhammad Hatta
C. Muhammad Yamin
D. Ki Hajar Dewantara
E. Ki Haji Mas Mansyur

15. Tujuan utama Jepang mengobarkan perang Pasifik adalah…


A. Membantu Jerman untuk memenangkan perang di kawasan Eropa
B. Ingin menggantikan kedudukan bangsa Barat di Asia
C. Membantu negara-negara Asia agar lepas dari penjajahan
D. Balas dendam terhadap Amerika Serikat
E. Menunjukkan kepada dunia bahwa Jepang negara besar

16. Pemerintah Belanda sangat gigih untuk menaklukkan Aceh, karena


berkaitan dengan…
A. Pemaksaan terhadap rakyat Aceh untuk menerima kehadiran
Snouck Hurgronje.
B. Tujuan Belanda dalam pembulatan negeri jajahan.
C. Keinginan untuk menjalin hubungan yang erat dengan para ulama.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-93


D. Tujuan Belanda untuk membumi hanguskan kerajaan Aceh.
E. Keinginan untuk menguasai sumber daya alam di wilayah Aceh.

17. Kaum wanita Indonesia tidak ketinggalan ikut berjuang untuk


kemerdekaan tanah air Indonesia dari penjajah Belanda. Di samping
Kartini di Jawa Tengah, Dewi Sartika di Jawa Barat, Cut Nya Dhien di
Aceh, maka yang mewakili pejuang Sumatera Barat adalah…
A. Cut Meutiah
B. Siti Walidah Ahmad Dahlan
C. Maria Martina Tiahahu
D Rasuna Said
E. Rahmah El Yunusiah

18. Pada jaman revolusi, pers nasional mempunyai andil yang besar bagi
peduangan menegakkan kemerdekaan, dengan cara…
A. Memberikan informasi tentang kelemahan musuh
B. Menyebarluaskan tentang kebohongan musuh
C. Mengumumkan orang-orang yang menjadi antek Belanda
D. Meyakinkan negara-negara lain tentang tujuan perjuangan
E. Mengadakan per uangan masyarakat ke arah sasaran yang dituju

19. Yang mendesak untuk dilaksanakannya politik etika di Indonesia


adalah…
A. Van Mook
B. Daendels
C. Van Deventer
D. Raffles
E. Van den Bosch

20. Cita-cita Indische Partij (SP) adalah menumbuhkan semangat


nasionalisme Indonesia. Beberapa butir dalam programnya adalah…
A. Memperbesar pengaruh pro-Hindia dalam pemerintahan
B. Meresapkan cita-cita kesatuan nasional Hindia
C. Memberantas kebencian antar suku
D. Berusaha untuk memperoleh persamaan hak bagi semua mua
orang Hindia
E. Pendidikan harus ditujukan untuk kepentingan ekonomi Hindia

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-94


LATIHAN SOAL
TWK: TATA NEGARA

Jumlah Soal : 20 butir


Waktu : 15 menit

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah
satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Pertimbangan dikeluarkannya POLRI dari institusi ABRI adalah…


A. Memperbaiki dan meningkatkan citra POLRI dalam masyarakat
B. Dapat menegakkan hukum lebih konsekuen dalam masyarakat
C. Meningkatkan profesionalisme POLRI dalam menjalankan tugas
D. Memperoleh keleluasaan dalam menjalankan tugas-tugasnya
E. Dapat bekerja sama dengan ABRI melindungi masyarakat

2. Paradigma Baru tentang peran politik TNI pada hakikatnya menun-


jukkan…
A. Peningkatan peran sosial politik TNI
B. Pemantapan peran sosial politik TNI
C. Pengurangan peran sosial politik TNI
D. Pembalasan peran sosial politik TNI
E. Penambahan peran sosial politik TNI

3. Ketentuan yang merupakan perwujudan sumber hukum urutan tertinggi


adalah…
A. Mahkamah Agung
B. UUD 1945
C. Pancasila
D. TAP MPR
E. Keputusan Presiden

4. Yang dimaksud pemerintah pusat adalah…


A. Presiden dan Wakil Presiden, DPR, MPR dan MA
B. Presiden dan Wakil Presiden
C. Presiden dan Wakil Presiden, DPR, TNI
D. Presiden dan Wakil Presiden, MA, POLRI
E. Presiden dan Wakil Presiden, Menteri

5. Dalam kehidupan bernegara, Pancasila berperan sebagai…


A. Dasar Negara
B. Dasar Keimanan
C. Dasar Kenegaraan
D. Dasar Beragama
E. Dasar Ketatanegaraan

6. Menurut undang-undang nomor 22 tahun 1999 diantara kewenangan

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-95


pemerintah pusat yang tidak diotonomikan adalah…
A. Pendidikan
B. Agama
C. Sosial
D. Pertahanan
E. Kesehatan

7. Susunan pemerintah daerah otonom menurut Undang-undang nomor 22


tahun 1999 terdiri dari…
A. Kepala Daerah dan Wakilnya.
B. Kepala Daerah dan DPRD.
C. Kepala Derah, DPRD dan Badan Eksekutif Derah.
D. Kepala Derah dan dinas-dinas.
E. Kepala Deerah dan Tripida/Muspida.

8. Propenas adalah singkatan dari…


A. Perancanaan Pembangunan Nasional
B. Proyek Pembangunan Nasional
C. Program Pembangunan Nasional
D. Prosedur Pembangunan Nasional
E. Program Pengembangan Nasional

9. Kekuasaan Kehakiman menurut UUD 1945 Amandemen, tercantum


dalam…
A. Pasa114
B. Pasal 25
C. Pasal 24
D. Pasal 27
E. Pasal 7

10. Menurut UUD 1945 Amandemen, Indonesia menganut sistem


pemerintahan…
A. Sentralisasi
B. Desentralisasi
C. Presidensial
D. Parlementer
E. Monarki

11. Menurut UUD 1945 Amandemen, salah satu tugas MPR, kecuali…
A. Meminta Pertanggung-jawaban Presiden sebagai mandataris.
B. Mengubah UUD 1945.
C. Memberhentikan Presiden.
D. Menetapkan GBHN.
E. Melantik Presiden dan Wakil Presiden.

12. Yang dimaksud undang-undang dasar menurut UUD 1945 adalah…


A. Hukum dasar tertulis
B. Hukum adat

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-96


C. Hukum tidak tertulis
D. Konvensi
E. Hukum Negara

13. Menurut UUD 1945 pasal 10, kekuasaan Presiden selaku kepala negara
adalah…
A. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL, AU.
B. Menyatakan negara dalam keadaan bahaya.
C. Memberikan grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi.
D. Memberikan tanda jasa dan hak-hak lain tanda kehormatan.
E. Memilih menteri dan melantiknya.

14. Dalam rangka pembangunan nasional yang langsung bertugas sebagai


pemikir, perencanaan dan sekaligus pelaksanaan pembangunan
adalah…
A. Presider
B. TNI
C. Ahli-ahli ekonomi
D. Masyarakat umum
E. Pegawai Negeri

15. Perekonorman Nasional diselenggarakan berdasar atas ekonomi dengan


prinsip sebagai benkut, kecuali…
A. Efisiensi
B. Kebangsaan
C. Berwawasan lingkungan
D. Kemandirian
E. Kebersamaan

16. Dinas propinsi merupakan unsur pemerintahan propinsi dipimpin oleh


kepala yang berada dibawah gubernur, melalui…
A. Wakil Gubernur
B. Sekretarts Daerah
C. Unit Pelaksana Teknis
D. Kepala Dinas
E. Menteri

17. Kekuasaan kehakiman menurut UUD 1945 Amandemen adalah…


A. Presiden
B. Mahkamah Konstitusi
C. Mahkamah Agung
D. Depkumham
E. MPR

18. Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban


keuangan dalam pelaksanaan dekonsentrasi dalam …
A. PP Nomor 151
B. PP Nomor 150

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-97


C. PP Nomor 105
D. PP Nomor 106
E. PP Nomor 107

9. Peraturan pemerintah tentang pedoman organisasi perangkat daerah (PP


Nomor 84 tahun 2000) disahkan pada ...
A. 25 Juli 2000
B. 25 Agustus 2000
C. 25 September 2000
D. 25 Oktober 2000
E. 25 November 2000

20. UUD 1945 telah mengalami amandemen yang ke ...


A. Satu
B. Dua
C. Tiga
D. Empat
E. Lima

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-98


LATIHAN SOAL
TWK: PERAN NEGARA

Jumlah Soal : 20 butir


Waktu : 15 menit

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah sate
jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Sistem kebijakan meliputi 3 unsur yang saling berkaitan yaitu sebagai


berikut, kecuali…
A. Pelaku publik
B. Kebijakan publik
C. Lingkungan publik
D. Dana kebijakan
E. Tidak ada yang benar

2. Apabila diperhatikan dengan seksama, kunci utama bagi keberhasilan


berbaga upaya dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah
ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah…
A. Pembinaan kesadaran warga negara
B. Pengembangan proyek-proyek yang strategis
C. Pungutan pajak yang proporsional
D. Penegakan hukum secara konsisten
E. Peningkatan kesejahteraan rakyat

3. Berikut ini adalah unsur-unsur utama dari program stabilisasi dan


reformasi ekonomi nasional yang mendesak dan perlu dilakukan oleh
pemerintah yang Baru adalah kecuali…
A. Pembangunan lembaga keuangan
B. Penyelesaian utang dunia usaha
C. Mewujudkan efisiensi ekonomi
D. Meningkatkan keterbukaan
E. Menegakkan hukum dengan adil

4. Undang-undang terbaru tentang ketenagalistrikan adalah…


A. UU No.21 tahun 2009
B. UU No.22 tahun 2008
C. UU No.21 tahun 2009
D. UU No.30 tahun 2009
E. UU No.21 tahun 2010

5. Pembentukan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggaraan Negara


(KPKPN) berdasarkan…
A. Keppres No.27 tahun 1999
B. UU nomor 2 tahun 1999
C. TAP MPR No.II/MPR/1978

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-99


D. TAP MPR NO.IV/MPR/1978
E. TAP MPR NO.V/MPR/1978
6. Kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah
otonom diatur dalam…
A. TAP NOV/MPR/2000
B. PP No.25 tahun 2000
C. Keppres No.30 tahun 2003
D. Keppres No. 102 tahun 2001
E. PP No.30 tahun 2003

7. Kekuasaan kepala negara dalam sistem pemerintahan negara adalah…


A. Otoriter
B. Tidak terbatas
C. Tidak tak terbatas
D. Absolut
E. Mutlak

8. Asas pemerintahan yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan


kewajiban penyelenggara negara disebut…
A. Asas keterbukaan
B. Asas proporsionalitas
C. Asas profesionalistas
D. Asas akuntabilitas
E. Asas hukum

9. Dasar-dasar kepemerintahan yang baik adalah mencakup hal-hal


diantaranya sebagai berikut, kecuali…
A. Partisipasi
B. Aturan hukum
C. Transparansi
D. Individualis
E. Keadilan

10. Kebijakan pemerintah paling tidak dalam bentuknya yang positif pada
umumnya dibuat berdasarkan…
A. Adat istiadat
B. Hukum dan kewenangan tertentu
C. Agama dan kepercayaan
D. Musyawarah untuk mufakat
E. Keinginan masyarakat

11. Semua pilihan atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam arti
pilihan-pilihan apapun baik untuk dilakukan ataupun untuk tidak
dilakukan biasa disebut dengan…
A. Keadilan pemerintah
B. Kebijakan pemerintah
C. Peraturan pemerintah
D. Strategi pemerintah

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-100


E. Keputusan pemerintah

12. Kebijakan pemerintah sehubungan dengan upaya privatisasi BUMN


pada saat ini, apabila dikaji secara mendalam dapat dipahami bahwa
tujuan utamanya adalah …
A. Mewujudkan efisiensi birokrasi
B. Mencapai peningkatan produksi
C. Mengatasi kelemahan manajemen
D. Mengoptimalkan penggunaan tenaga
E. Meningkatkan sumber days manusia

13. Undang-undang terbaru tentang minyak dan gas bumi adalah…


A. UU No.21 tahun 2001
B. UU No.22 tahun 2002
C. UU No.21 tahun 2002
D. UU No.21 tahun 2001
E. UU No.22 tahun 2001

14. Waktu beban puncak sistem kelistrikan JAMALI terjadi pada jam ...
A. Antara 18:00 WIB sampai 22:00 WIB
B. Antara 19:00 WIB sampai 22:00 WIB
C. Antara 17:00 WIB sampai 21:00 WIB
D. Antara 18:00 WIB sampai 21:00 WIB
E. Antara 17:00 WIB sampai 22:00 WIB

15. Visi kebijakan energi nasional adalah…


A. Terjaminnya penyediaan energi untuk kepentingan nasional
B. Menurunnya intensitas penggunaan energi
C. Menerapkan struktur pasar yang kompetitif
D. Menciptakan open access pada sistem penyaluran energi,
khususnya untuk BBM, gas dan listrik
E. Meningkatkan konsumsi listrik oleh publik

16. Pelaksanaan Demand Side Management (DSM) melalui peningkatan


efisiensi pemanfaatan listrik, penerapan standard dan pengendalian
pemakaian energi, pada dasarnya bertujuan untuk…
A. Peningkatan efisiensi energi
B. Peningkatan penguasaan teknologi energi
C. Peningkatan usaha penunjang energi nasional
D. Peningkatan kualitas jasa penunjang energi nasional
E. Peningkatan penggunaan energi

17. Langkah kebijakan energi yang dilakukan dengan meningkatkan


efisiensi pemakaian energi dengan mengembangkan dan memanfaakan
teknologi hemat energi baik di sisi hulu maupun di sisi hilir
A. Intensifikasi
B. Diversifikasi
C. Konversi

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-101


D. Regulasi
E. Kooperasi

18. Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika tahun 2005 diadakan di ...
A. Kuala Lumpur
B. Bangkok
C. Bandung
D. Mesir
E. Singapura

19. Teori atau model kebijakan pemerintah yang memandang kebijakan


sebagai variasi terhadap kebijakan pemerintah masa lampau disebut…
A. Teori institusionalisme
B. Teori kelompok
C. Teori inkrementalisme
D. Teori rasionalisme
E. Teori chauvinisme

20. Indonesia keluar dari OPEC pada tahun…


A. 2004
B. 2006
C. 2009
D. 2012
E. 2000

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-102


LATIHAN SOAL
TAW: BAHASA INDONESIA

Jumlah Soal : 20 butir


Waktu : 15 menit

Petunjuk: Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 20, pilihlah salah sate
jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan jawaban
yang tersedia!

1. Pernyataan berikut ini yang termasuk ragam bahasa dalam surat


keputusan resmi adalah…
A. Direktur Bank Buana Cipta menetapkan nama-nama berikut ini
sebagai panitia lelang untuk tahun 2007.
B. Berkenaan dengan hasil rapat ketua organisasi mahasiswa, kami
sampaikan putusan hasil rapat sebagai berikut.
C. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan nomor 15/UP/J36.1.1/2007,
setiap kegiatan mahasiswa harus diketahui oleh dosen kokurikuler.
D. Yang bertanda tangan di bawah ini kedua belah pihak dan sepakat
menetapkan hal-hal sebagai berikut.
E. Ketua panitia lomba menerangkan bahwa nama-nama mahasiswa
berikut ini telah melaksanakan tugas sebagai juri.

2. Gadis cantik itu ... masa kecilnya di Kota Bukit Tinggi.

Konstruksi yang tepat untuk mengisi bagian yang kosong adalah…


A. Bercerita
B. Bercerita perihal
C. Menceritakan tentang Bercerita tentang
D. Menceritakan mengenai

3. Pelayanan kesehatan di berbagai tempat di tanah air belum


berorientasi kepada pasien. Hal ini ditandai oleh maraknya pemberian
obat antibiotik yang tidak sesuai dengan kondisi Pemakaian antibiotik
yang melebihi kebutuhan bisa mengakibatkan resistansi dalam tubuh
pasien. Kuman penyakit dalam tubuh menjadi kebal. Oleh karena itu,…

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah…


A. Pasien harus selalu mematuhi semua instruksi dari dokter
B. Pasien harus pasrah pada layanan kesehatan yang diterima
C. Perlu ditumbuhkan sikap kritis masyarakat terhadap layanan
kesehatan
D. Pasien harus diberi antibiotik di atas kebutuhan supaya daya tahan
tubuh lebih tinggi
E. Setiap penyakit harus diobati dengan antibiotik

4. Bentuk perulangan yang menyatakan makna resiprokal terdapat dalam


kalimat…

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-103


A. Kita perlu mewaspadai gerak-gerik orang asing yang baru datang
ke desa ini.
B. Hormat-menghormati sesama tetangga merupakan perilaku yang
baik untuk menciptakan kedamaian dalam bermasyarakat
C. Sesama tetangga yang tinggal dalam satu kawasan diharapkan
dapat saling membantu
D. Polisi mematai-matai kegiatan kelompok itu selama satu tahun
E. Ketika ditanya, orang itu memberikan jawaban yang berbelit-belit
sehingga penduduk di sana menjadi marah

5. Bangsa Indonesia dan bangsa Jepang sama-sama memiliki sistem


feodalisme yang berorientasi vertikal. Namun, bangsa Jepang memiliki
budaya malu yang tinggi. Mereka sangat malu jika melakukan
kesalahan atau pelanggaran. Di Indonesia, penerapan kedisiplinan kita
soot ini masih terdorong oleh rasa takut terhadap sanksi atau kerugian
yang akan diterimanya apabila melanggar peraturan. Rasa malu
cenderung timbul apabila kesalahannya diketahui orang lain dan
menyebabkan harga dirinya berkurang. Orang Jepang dan orang
Indonesia sama-sama memiliki daya tahan dalam menjalankan
kehidupan yang sulit dan penuh rintangan. Bedanya orang Indonesia
menerjemahkan tahan menderita itu sebagai kepasrahan pada nasib,
hanya menjalani dan menerima hidup apa adanya, sedangkan orang
Jepang melakukan usaha nyata untuk mengubah kondisi yang kurang
menguntungkan itu nilai budaya yang mengutamakan kedamaian dan
keselarasan menyebabkan masyarakat Indonesia, seperti halnya
masyarakat Jepang, dikenal sebagai masyarakat yang ramah tamah.
Namun, apabila dikaitkan dengan segi ekonomis, orang Jepang dikenal
sangat hemat, cenderung sulit untuk mengeluarkan uangnya untuk hal-
hal yang di luar rencana.

Ringkasan perbandingan yang sesuai dengan isi teks di atas adalah…

A. Bangsa Jepang dan bangsa Indonesia memiliki persamaan dalam


hal sistem feodalisme, daya tahan tinggi terhadap penderitaan, dan
sifat keramahannya. Bangsa Jepang dan bangsa Indonesia berbeda
dalam hal budaya malu,cara menyikapi penderitaan, dan segi
ekonominya.
B. Bangsa Jepang dan bangsa Indonesia memiliki persamaan dalam
hal sistem feodalisme, sama-sama Asia dan sifat keramahannya,
bangsa Jepang dan bangsa Indonesia berbeda dalam hal budaya
malu, cara menyikapi penderitaan, dan segi ekonominya.
C. Bangsa Jepang dan bangsa Indonesia memiliki persamaan dalam
hal sistem feodalisme, daya tahan tinggi terhadap penderitaan, dan
sikap dalam menghadapi kesulitan. Bangsa Jepang dan bangsa
Indonesia berbeda dalam hal budaya malu,cara menyikapi
penderitaan, dan segi ekonominya.
D. Bangsa Jepang dan bangsa Indonesia memiliki persamaan dalam
hal sistem feodalisme, tetapi berbeda dari segi sistem ekonominya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-104


E. Bangsa Jepang dan bangsa Indonesia memiliki persamaan dalam
hal sistem kebudayaan, tetapi berbeda dari segi sistem ekono-
minya.

6. Semua masalah penting telah dibahas dalam majelis itu. Beberapa


masalah yang dikemukakan Pak Zakaria tidak dibahas dalam majelis
itu.

Simpulan dari kedua pernyataan itu adalah…


A. Beberapa masalah yang penting dikemukakan oleh Pak Zakaria,
tetapi tidak dibahas
B. Semua masalah yang dikemukakan dalam majelis tidak dikemu-
kakan oleh Pak Zakaria
C. Beberapa masalah yang dikemukakan Pak Zakaria tidak penting
D. Semua masalah yang dikemukakan Pak Zakaria tidak penting
E. Majelis itu tidak membahas semua masalah yang dikemukakan
oleh Pak Zakaria

7. Pola gabungan kata sikat gigi sama dengan pola gabungan kata…
A. Sepasang sepatu
B. Rumah sakit
C. Tenda biru
D. Angkat kaki
E. Ikan asin

8. Pemakaian tanda baca yang benar terdapat pada kalimat…


A. Teknik bernyanyi Rossa, diva musik Indonesia, selama konser
tunggalnya sangat memukau penonton
B. Data mahasiswa Baru yang diterima di perguruan tinggi itu antara
tahun 2005 s/d 2007 telah disimpan dalam dokumen
C. Anton, Wawan, dan Agnes bersahabat sejak mereka masih duduk
dibangku SMP
D. Semua keputusan kepala sekolah tentang tata tertib sekolah telah
diumumkan kepada seluruh siswa tetapi ada beberapa siswa yang
belum mengetahuinya
E. Sahabat saya, yang tinggal di Plaju, sekarang sudah pindah ke
Bandung

9. Kedatangan tamu disambut dengan upacara adat.

Fungsi imbuhan (ke-an) pada kalimat di atas sama dengan fungsi (-nya)
pada kalimat…
A. Dia mengecat rumahnya dengan cat putih.
B. Hasil kebunnya cukup untuk membiayai hidup keluarga.
C. Buku itu berjudul Lahirnya Pancasila.
D. Sakitnya tidak tertahankan olehku.
E. Obat itu bukan main mahalnya.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-105


10. Kata yang bercetak miring berikut yang tepat adalah…
A. Jika tidak ada permintaan dari atasan untuk mengubah butirbutir
anggaran, kita tidak perlu mengadakan perubahan butir-butir
tersebut.
B. Meskipun berlatih di arena yang telah disiapkan sebelumnya, is
selalu tidak mendapatkan hasil dari kegiatan perlatihannya itu.
C. Keputusan itu dirumuskan oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu
sehingga perumusannya benar-benar dapat dipertanggung
jawabkan.
D. Pemandu diskusi telah menyimpulkan hasil pembahasan.
Berkesimpulan tersebut disusun berdasarkan hasil presentasi dan
tanggapan peserta.
E. Tadi pagi ayah mempertinggikan tiang jemuran.

11. Bersama dengan ini kami mengundang seluruh pengurus OSIS untuk
mengikuti acara rapat pada ...

Kalimat pembuka surat undangan di atas sebaiknya diubah menjadi


A. Bersama ini kami mengundang seluruh pengurus OSIS untuk
mengikuti acara rapat pada ...
B. Dengan ini datangnya, surat ini kami mengundang seluruh
pengurus OSIS untuk mengikuti acara rapat pada ...
C. Berhubung ada hal yang harus dibicarakan, dengan datangnya
surat ini kami mengundang seluruh pengurus OSIS untuk
mengikuti acara rapat pada ...
D. Dengan ini adanya surat ini, kami bermaksud mengundang seluruh
pengurus OSIS untuk mengikuti acara rapat pada ...
E. Dengan surat ini kami mengundang seluruh pengurus OSIS untuk
mengikuti acara rapat yang akan diselenggarakan pada ...

12. Sebagai ... dan juga sebagai dokter yang membuka ... di rumahnya,
Ridwan meyakini kota berperan penting dalam membangkitkan warga.
Ekonomi kreatif di sejumlah negara dengan Inggris sebagai pelop' or,
terbukti membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja
lebih besar daripada ekonomi berbasis industri gelombang kedua.

Kata serapan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah…


A. Arsitektur, praktek, kreatifitas
B. Arsitek, praktikum, kreatif
C. Arsitek, praktik, kreativitas
D. Arsitektur, praktisi, kreatif
E. Arsitek, praktisi, kreator

13. Kalimat berikut yang seluruhnya ditulis dengan menggunakan ejaan


yang benar adalah…
A. Sastrawan selaku subyek sangat penting peranannya di dalam
perkembangan kesusastraan
B. Pernyataan diatas menunjukkan bahwa Kesusastraan Indonesia

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-106


memiliki perkembangan yang sangat menggembirakan
C. Perbedaan pendapat Sastrawan akan jelas terlihat keberadaannya
dari segi apapun dalam kesusastraan
D. Oleh karena itu, setiap pelajar yang belajar menganalisis karya
sastra harus selalu memperhatikan latar belakang budaya
sastrawannya
E. Perbedaan pendapat antar sastrawan Indonesia tidak menutup
kemungkinan menjadi penyebab terjadinya perselisihan

14. Pelayanan kesehatan di berbagai ternpat di tanah air belum


berorientasi kepada pasien. Hal ini ditandai oleh maraknya pemberian
obat antibiotik yang tidak sesuai dengan kondisi klinis. Pemakaian
antibiotik yang melebihi kebutuhan bisa mengokibatkon resistansi
dalam tubuh pasien. Kuman penyakit dalam tubuh menjadi kebal. Oleh
karena…

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah…


A. Perlu ditumbuhkan sikap kritis masyarakat terhadap layanan
kesehatan
B. Pasien harus diberi antibiotik di atas kebutuhan supaya daya tahan
tubuh lebih tinggi
C. Setiap penyakit harus diobati dengan antibiotik
D. Pasien harus selalu mematuhi semua instruksi dari dokter
E. Pasien harus pasrah pada layanan kesehatan yang diterima

15. Kedatangan tamu disambut dengan upacara adat.

Fungsi imbuhan (ke-an) pada kalimat di atas sama dengan fungsi (-nya)
pada kalimat…
A. Dia mengecat rumahnya dengan cat putih.
B. Sakitnya tidak tertahankan olehku.
C. Obat itu bukan main mahalnya.
D. Hasil kebunnya cukup untuk membiayai hidup keluarga.
E. Buku itu berjudul Lahirnya Pancasila.

16. Setelah pernancor televisi swasta menayangkon sinetron berseri, ibu


saya selalu mengikuti tayangan tersebut, demikian pula dengan ibu
Nina, tetangga saya. Di rumah sakit, baik karyawan maupun pasien
tompak sering menyaksikan acara tersebut. Para pedagang pun
menyempatkan diri untuk menontonnya. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa semua orang menggernan acara sinetron.

Wacana di atas menarik simpulan dengan cara…


A. Silogisme
B. Kausal
C. Analogi
D. Entimem
E. Generalisasi

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-107


17. Unsur serapan dalam kalimat berikut ini yang tepat terdapat dalam
kalimat…
A. Kataloog disediakan untuk mencari buku di perpustakaan.
B. Kakakku diterima di Fakultas Technik UI.
C. Anak-anak kecil menyukai film kartun.
D. Saya pernah melihat ikan arwana di aquarium.
E. Siapakah nama gupernur yang baru itu?

18. Usaha perladangan telah menyebabkan timbulnya tanah kritis. Tanah


kritis ini selanjutnya menimbulkan berbagai bencana besar yang
mengancam ketenteraman hidup manusia dan menghalangi
tercapainya tujuan pembangunan ekonomi. Seluruh curah uang
pemerintah dengan satuan hitung miliar itu tidak ada gunanya
dituangkan dalam bentuk waduk, dam, dan bendungan di Pulau Jawa
kalau hutan-hutan tidak ada. Seluruh bangunan mahal itu hanyalah
merupakan mekanisme fisik pencegah banjir dan jaminan buat hidup
pertanian yang tidak akan mencapai sasaran. Dengan demikian,
bangunan yang mahal itu merupakan pemborosan besar bila daerah-
daerah aliran sungai di hulu-hulu dan di gunung-gunung tidak
terlindung oleh selimut hutan. Di samping itu tanah kritis
menyebabkan erosi dan banjir kronis di Pulau Jawa dan Madura
sehingga setiap tahun menimbulkan kerugian bernilai 1,3 juta ton
beras.

Hubungan sebab — akibat yang dapat diringkas dari seluruh isi teks di
atas adalah…
A. Usaha perladangan menyebabkan timbulnya tanah
B. Usaha perladangan menyebabkan timbulnya tanah kritis dan
bencana alam.
C. Usaha perladangan menyebabkan terancamnya pembangunan
ekonomi.
D. Usaha perladangan menyebabkan timbulnya tanah kritis dan
pemborosan besar.
E. Usaha perladangan menyebabkan timbulnya tanah kritis sehingga
merugikan pembangunan ekonomi dan menimbulkan berbagai
bencana alam.

19. Kusta dikenal sebagai penipu ulung. Gejalanya kerap meniru-niru


penyakit kulit lain sehingga agak sulit membedakannya. Bedanya
adalah bahwa kulit yang mengidap kusta akan mati rasa. Penyakit ini
sering diderita oleh masyarakat yang ekonominya rendah.

Pernyataan di atas mengungkapkan…


A. Kusta sama dengan penyakit lain.
B. Antara kusta dan penyakit kulit tidak dapat dibedakan.
C. Penyakit kusta dapat juga diderita orang kaya.
D. Penderita kusta rentan pada pars orang miskin.

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-108


E. Orang yang tingkatekonominya tinggi kebal terhadap kusta.

20. Terumbu karang juga merupakan habitat sejumlah biota. Ikon kerabu,
kakap merah, udang, dan ikon hias banyak berlindung di sana.
Perusakan terumbu karang oleh orang-orang yang tidak bertanggung
jawab mengakibatkan biota-biota itu terancam punah.

Kalimat tanggapan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut untuk


menyelamatkan terumbu karang adalah…
A. Boleh saja mereka mengambil terumbu karang itu asal untuk
membantu perekonomian mereka
B. Kalau mereka merusak terumbu karang, mereka berkewajiban
untuk memulihkan kembali
C. Yang bertanggung jawab terhadap perusakan itu adalah orang atau
nelayan yang tinggal di sekitar laut
D. Sebaiknya yang merusak diberi pekerjaan baru yang mereka
inginkan
E. Perusak terumbu karang harus diberantas dengan cara diberi sanksi
yang berat

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-109


KUNCI JAWABAN
Kunci Jawaban
TWK: UUD 1945

No Jawab No Jawab
1 A 11 B
2 D 12 A
3 A 13 A
4 B 14 A
5 D 15 D
6 E 16 B
7 A 17 E
8 A 18 C
9 A 19 A
10 A 20 E

Kunci Jawaban
TWK: TATA NEGARA

No Jawab No Jawab
1 C 11 A
2 C 12 D
3 B 13 A
4 E 14 B
5 A 15 B
6 D 16 B
7 B 17 C
8 B 18 D
9 C 19 C
10 B 20 D

Kunci Jawaban
TWK: BTI

No Jawab No Jawab
1 C 11 A
2 A 12 A
3 E 13 B
4 A 14 B
5 D 15 A
6 B 16 C
7 B 17 C
8 D 18 B
9 E 19 C
10 A 20 B

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-110


Kunci Jawaban
TWK: SEJARAH

No Jawab No Jawab
1 C 11 E
2 E 12 A
3 B 13 A
4 A 14 C
5 B 15 B
6 C 16 C
7 B 17 D
8 D 18 D
9 C 19 C
10 A 20 B

Kunci Jawaban
TWK: PERAN NEGARA

No Jawab No Jawab
1 D 11 B
2 D 12 A
3 A 13 E
4 D 14 A
5 A 15 A
6 B 16 A
7 A 17 C
8 B 18 C
9 D 19 C
10 B 20 C

Kunci Jawaban
TWK: BAHASA INDONESIA

No Jawab No Jawab
1 C 11 E
2 D 12 C
3 D 13 D
4 B 14 A
5 D 15 E
6 D 16 E
7 D 17 C
8 A 18 E
9 C 19 B
10 A 20 E

DIGITAL PROJECT #2201410001 III-111


TES INTELEGENSI UMUM
(TIU)
SINONIM
Tips
Perbanyak membaca buku, majalah, koran atau artikel agar dapat menambah wawasan dan
penguasaan kosa kata dalam berbahasa Indonesia.

Abrasi = Pengikisan Bandela = Peti kemas


Absah = Sah Barbar = Tidak beradab
Absolut = Mutlak Berdikari = Mandiri
Absurd = Janggal Bergaul = Berteman
Acum = Rujukan Berongsang = Marah-marah
Ad interim = Sementara Berpretensi = Prasangka
Adjektiva = Kata sifat Bhineka = Berbeda-beda
Afeksi = Kasih sayang Bicu = Dongkrak
Agresi = Serangan Biologi = Hayati
Agunan = Jaminan Bisa = Dapat
Ahli = Pakar Boga = Makanan kenikmatan
Akselerasi = Percepatan Bonafide = Dapat dipercaya
Akurat = Seksama Bromocorah = Residivis
Almanak = Penanggalan Bubut = Cabut
Ambiguitas = Bermakna ganda Bukti diri = Identitas
Andal = Tangguh Bungalow = Pesanggrahan
Anemia = Kurang darah Bura = Sembur
Anggaran = Aturan Burkak = Cadar
Anjung = Panggung sinonim
Antagonis = Berlawanan Centeng = Body guard
Anulir = Abolisi Citra = Gambaran
Api = Barah Copyright = Hak cipta
Aplikasi = Pelaksanaan Dampak = Akibat
Arogan = Sombong Darma = Pengabdian
Artis = Seniman Daur = Siklus
Asa = Harapan Deduksi = Konklusi
Asterik = Tanda bintang Defleksi = Penyimpangan
Asumsi = Anggapan Dehidrasi = Kehilangan cairan tubuh
sinonim Dekade = Dasa warsa
Bahari = Laut Dekadensi = Kemerosotan moral
Bahtera = Perahu Delusi = Ilusi
Bala = Bencana Demagog = Tiran
Demisioner = Habis masa jabatan Fertile = Subur
Deportasi = Pembuangan ke luar negeri File = Arsip
sinonim Fitnah = Rekaan
Derivasi = Afiksasi Flegmatis = Bertemperamen lamban
Deskripsi = Pelukisan Flora = Tanaman
Diagnosis = Penaksiran Forum = Lembaga
Dialog = Obrolan Frekuwensi = Sinyal
Dikotomi = Dibagi dua Friksi = Bentrokan
Dinamis = Bergerak maju Frustasi = Putus Harapan
Disharmoni = Tidak selaras Fundamental = Mendasar
Diskriminasi = Subordinat Fungi = Jamur
Disorientasi = Salah tujuan Fusi = Gabugan
Disparitas = Perbedaan Futuristis = Menuju masa depan
Dispensasi = Pengecualian Galat = Keliru
Ditenggak = Ditelan bulat-bulat Gemar = Getol
Divestasi = Pelepasan Generik = Umum
Dominasi = Penguasaan Genjah = Cepat berbuah
Donasi = Bantuan Genre = Aliran
Dosis = Takaran Geothermal = Panas bumi
Dursila = Jahat Getir = Pahit
Ebi = Udang kering Global = Dunia
Ebonit = Kayu hitam Glosarium = Kamus ringkas
sinonim Gongseng = Sangrai
Ekonomis = Hemat Grasi = Pengampunan hukuman
Eksibisi = Perunjukan dari presiden
Ekskavasi = Penggalian Green belt = Jalur hijau
Eksklusif = Tertentu sinonim
Ekspansi = Perluasan Harmonis = Serasi
Eksploitasi = Pendayagunaan Harta benda = Mal
Ekspresi = Aktualisasi diri Hayati = Hidup
Ekstensi = Perluasan Hedonisme = Hura-hura
Ekuilibrium = Keseimbangan Hegemoni = Intervensi
Elaborasi = Penjelasan terperinci Hepotenusa = Sisi miring
Embargo = Larangan Herbi = Berhubungan dengan
Embarkasi = Keberangkatan tumbuh-tumbuhan
Empati = Ikut merasakan Heroisme = Jiwa kepahlawanan
Empiris = Realitas Heterogen = Tidak sejenis
Endemi = Wabah Higienis = Bersih
Epilog = Penutup Hiperbola = Berlebihan
Ereksi = Birahi Holistik = Keseluruhan
Estetika = Keindahan Homogen = Sejenis
Estimasi = Perkiraan Huma = Lahan
Etos = Pandangan hidup Humanisme = Kemanusiaan
Evakuasi = Pengungsian
Evaluasi = Penilaian Identitas = Bukti diri
Evokasi = Penggugah rasa Imbas = Efek
sinonim Imbasan = Isapan
Fauna = Hewan Implikasi = Akibat
Fenomena = Kenyataan Implisit = Tersirat
Impulsif = Spontan Kolong = Rongga di bawah rumah
Indolen = Lesu Komedi = Lawak
Infiltrasi = Penyusupan Kompatriot = Rekan senegara
Inheren = Melekat Kompendium = Ringkasan
Injeksi = Suntik Komplotan = Persekutuan
Inovasi = Penemuan Konduite = Perilaku
Insentif = Bonus Kondusif = Aman
Insinuasi = Sindiran Konfiden = Yakin
Insomnia = Tidak bisa tidur Konfrontasi = Pertikaian
Inspeksi = Pemeriksaan Konkaf = Cekung
Insting = Naluri Konklusi = Kesimpulan
Instruktur = Pelatih Konkret = Nyata
Instrumental = Fragmental Konkurensi = Sengketa
Interaksi = Hubungan Konsensus = Mufakat
Interpelasi = Hak bertanya Konservasi = Perlindungan
Intuisi = Bisikan Hati Konspirasi = Persekongkolan
Invasi = Pencaplokan Konstan = Kontinu
Investigasi = Pemeriksaan Kontemporer = Pada masa ini
44 Kompilasi Soal-soal Aseli CPNS Kontiniu = Bersambung
Ironi = Bertentangan dengan Kontradiksi = Pertentangan
harapan Konveks = Cembung
Iterasi = Perulangan Konvoi = Pergerakan
Korelasi = Hubungan
Jajak = Telaah Koreografi = Ilmu tari
Jargon = Slogan Kreasi = Ciptaan
Jeda = Jarak Kredibel = Andal
Jemawa = Angkuh Kredibilitas = Dapat dipercaya
Jumantara = Awang-awang Krusial = Penting
Kudeta = Perebutan kekuasaan
Kaldera = Kawah Kudus = Suci
Kampiun = Juara Kuliner = Masakan
Kapital = Modal Kulminasi = Klimaks
Kapling = Tanah yang sudah
dipetak-petak Kuno = Antik
Karakteristik = Ciri Laba = Keuntungan
Karat = Zat oksidasi Landskap = Pertamanan
Karnivora = Hewan pemakan daging Latif = Indah
Kawat = Dawai Legal = Sah
Kecenderungan = Kesamaan Liga = Perserikatan
Kedap = Rapat Loka = Tempat
Kekeh = Gelak tawa Majemuk = Beragam
Kelenger = Pingsan Makar = Muslihat
Keletah = Genit Makelar = Pialang
Kendala = Hambatan Mal = Harta benda
Khayalan = Imajinasi Mala = Bencana
Kisi-kisi = Terali Manunggal = Bersatu
Klarifikasi = Penjelasan Mayapada = Dunia
Klimaks = Titik puncak Mediator = Perantara
Kolaborasi = Kerja sama Mekar = Mengembang
Mengecoh = Mengakali Pioner = Perintis
Militan = Agresif Plagiator = Penjiplak
Misteri = Rahasia Planning = Rencana
Mistifikasi = Sakralisasi Poly = Banyak
Mistik = Gaib Preman = Partikelir
Mitra = Kawan Premi = Iuran pertanggungan
Mixer = Aduk-aduk asuransi
Mobilitas = Gerak Preposisi = Kata depan
Model = Contoh Prestise = Martabat
Monoton = Terus-menerus Pretensi = Pura-pura
Motilitas = Gerak Primer = Utama
Mudun = Beradab Prominen = Kondang
Mutakhir = Terkini Promotor = Penganjur
Mutakhir = Terkini Prosedur = Mekanisme
Aristo Cha ndra & Team 5 Proteksi = Perlindungan
Mutilasi = Pemotongan Protesis = Buatan
Nabati = Botani Rabat = Potongan harga
Naratif = Terinci Rahib = Pendeta
Nir = Tidak Ralat = Pembetulan
Nisbi = Relatif Rambang = Acak
Niscaya = Pasti Rancu = Kacau
Norma = kebiasaan Random = Secara acak
Nuansa = Perbedaan makna Rapel = Pembayaran sekaligus
Omnivora = Hewan pemakan daging Rapuh = Ringkih
dan tumbuh-tumbuhan Ratifikasi = Pengesahan
Opas = Pesuruh Referensi = Surat keterangan
Oral = Berkaitan dengan mulut Relasi = Rekanan
Orisinil = Asli Rendezvous = Pertemuan
Ortodok = Konservatif Residu = Sisa
Otodidak = Belajar sendiri Restriksi = Pembatasan
Oval = Bulat telur Ringkih = Rapuh
Pangkas = Potong Risi = Khawatir
Paparan = Gambaran Romansa = Kisah cinta
Paradigma = Kerangka berpikir Rona = Warna
Paradoks = Lawan asas Sahih = Benar
Paradoksal = Kontras Sandang = Pakaian
Paras = Wajah Sanksi = Hukuman
Paripurna = Sempurna Sapta = Bilangan
Partikelir = Swasta Sasana = Gelanggang
Paseban = Penghadapan Selebaran = Risalah
Pedagogi = Pengajaran Semboyan = Slogan
Pedoman = Panduan Serebrum = Otak besar
Pembatasan = Restriksi Seremoni = Perayaan
Pemugaran = Perbaikan Serikat = Perkumpulan
Pencerahan = Kesadaran Sine qua non = Harus ada
Perdeo = Gratis Sinkron = Sesuai
Perforasi = Perlubangan Sintesis = Buatan
Perlop = Cuti Somasi = Gugatan
Pingsan = Kelenger Sosialisasi = Pengenalan
Spesifik = Khusus Telatah = Gerak-gerik
Sporadis = Jarang Tendensi = Kecenderungan
Stagnasi = Kemacetan Tentatif = Belum pasti
Standar = Baku Termin = Tahap
Statis = Tidak aktif Timpang = Tak seimbang
Stigma = Cacat Tiran = Diktator
Strata = Tingkatan Trail = Kisi-kisi
66 Kompilasi Soal-soal Aseli CPNS Transedental = Kesinambungan
Strategi = Taktik Trobadur = Penyanyi lagu cinta
Sumbang = Tidak sinkron Vandalisme = Destruksi
Supervisi = Pengawasan Ventilasi = Jendela
Sutradara = Pengarah adegan Verifikasi = Pembuktian
Swatantra = Otonomi Versus = Lawan
Syahdan = Konon Wahana = Sarana
Ta’aruf = Perkenalan Warta = Berita
Tabiat = Watak
Talenta = Bakat
Tandang = Lawatan
Tanggal = Lepas
Tangkal = Cegah
Tanur = Perapian
Taraf = Tingkat
Target = Sasaran

ANTONIM

Abadi X Fana Arbitrer X Esensial


Abdi X Majikan Artika X Antartika
Abolisi X Pemberatan Asketisme X Hedonisme
Absen X Hadir Asli X Duplikat
Abstrak X Konkrit Asli X Palsu
Absurd X Rasional Autentik X Palsu
Aktual X Basi Beraneka X Semacam
Afirmatif X Negatif Berbeda X Sesuai
Akrab X Tak kenal Berhasil X Gagal
Akurat X Meleset Berongga X Rapat
Akut X Ringan Berpihak X Netral
Alam fana X Alam baka Berselang-seling X Monoton
Amatir X Ahli Bersimbah X Kering
Anomali X Normal Berubah X Konstan
Antagonis X Protagonis Bhineka X Tunggal
Antagonis X Searah Bonafid X Marjinal
Antipati X Simpati Bongsor X Kerdil
Antitesis X Tesis Boros X Hemat
Apatis X Aktif Botani X Nabati
Apex X Zenit Brilian X Dungu
Cacat X Normal Idealisme X Kompromi
Canggih X Ketinggalan zaman Illegal X Sah
Cepat X Lambat Imigrasi X Emigrasi
Deduksi X Induksi Impresi X Ekspresi
Defertilisasi X Pemupukan Individual X Kolektif
Degenerasi X Kemajuan Induksi X Reduksi
Delusi X Nyata Inferior X Superior
Dependen X Independen Inflasi X Deflasi
Depresi X Resesi Insomnia X Nyenyak
Destruktif X Konstruktif Internal X Eksternal
Dialog X Monolog Introyeksi X Proyeksi
Diferensiasi X Ekuivalensi Jahat X Baik
Aristo Cha ndra & Team 7 Jawab X Tanya
Dinamis X Statis Jinak X Buas
Diskursus X Dogma Jumbo X Kecil
Distansi X Densiti Kakek X Cucu
Dualisme X Padu Kaleidoskop X Seragam
Dungu X Brilian Kandang X Tandang
Eklektik X Gradul Kapabel X Bodoh
Ekspresi X Impresi Kapitalisme X Sosialisme
Ekspresif X Pasif Kebal X Mempan
Eksternal X Internal Kecil X Besar
Ekstrinsik X Internal Kedaluwarsa X Baru
Elastis X Kaku Kekal X Fana
Elektik X Tak pilih-pilih Kekang X Bebas
Elusif X Canggih Kendala X Pendukung
Elusif X Mudah dimengerti Kohesi X Adhesi
Empati X Tidak peduli Kolektif X Individual
Epigon X Maestro Kompatibel X Kaku
Esoteris X Terbuka Konduktor X Penghambat
Evaporasi X Kondensasi Konklusi X Uraian
Evolusi X Revolusi Konklusif X Elusif
Fakta X Fiksi Konrol X Acuh
Feminim X Maskulin Konservasi X Ekploitasi
Fiksi X Nonfiksi Konstan X Berubah-ubah
Fiktif X Fakta Konsumen X Penghasil
Fisik X Mental Kontan X Hutang
Frontal X Gradual Kontiniu X Terputus
Gagal X Berhasil Kontra X Setuju
Gamang X Berani Kontradiksi X Konvergensi
Gara-gara X Akibat Konveks X Cekung/konkaf
Gasal X Genap Kredit X Pemasukan
Harmoni X Sumbang Krisis X Stabil
Hayati X Baka Krusial X Sepele
Hayati X Mati Kualitas X Kuantitas
Hemat X Boros Kurus X Tambun
Higienis X Kotor Labil X Stabil
Hiperbola X Apa adanya Lambat X Cepat
Holistik X Monistik Lancar X Macet
Lancung X Asli Pejuang X Pengkhianat
Langit X Bumi Pembangun X Destruktif
Las X Bubut Pemberani X Penakut
Liberal X Pembatasan Penambahan X Eliminasi
Liberalisme X Fundamentalisme Penting X Remeh
88 Kompilasi Soal-soal Aseli CPNS Percaya diri X Rendah diri
Longgar X Sempit Perintis X Pewaris
Makar X Jujur Perkasa X Lemah
Makar X Setia Pertahanan X Serangan
Mandiri X Bergantung Planning X Tak terencana
Mandiri X Dependen Plural X Tunggal
Marah X Senang Plus X Minus
Maya X Nyata Polemik X Rukun
Merana X Senang Poliandri X Monogami
Merdeka X Vasal Positif X Negatif
Metafisika X Nyata Positif X Ragu-ragu
Metodis X Amburadul Preambul X Penutup
Minor X Mayor Prefiks X Akhiran
Mistis X Realis Pro X Kontra
Mitos X Fakta Professional X Amatir
Mobilitas X Keajegan Progresif X Regresif
Modern X Kuno Prolog X Epilog
Modernisasi X Tradisional Prominen X Biasa
Monogami X Poligami Proporsional X Norak
Monoton X Berubah-ubah Proposisi X Reaksi
Moral X Amoral Raksasa X Kerdil
Mufakat X Tidak setuju Ramai X Sepi
Nadir X Kosong Ramalan X Pasti
Negasi X Konfirmasi Rasional X Irrasional
Nekat X Takut Rasionalisme X Empirisme
Netral X Berpihak Regresif X Progresif
Nirwana X Dunia Remeh X Penting
Nisbi X Mutlak Remisi X Penambahan
Nomadik X Menetap hukuman
Ofensif X Bertahan Revolusi X Evolusi
Oponen X Eksponen Ritel X Grosir
Orator X Pendengar Rivalitas X Persesuaian
Orisinil X Plagiat Rutin X Jarang
Otokratis X Demokratis Salaf X Mutakhir
Otoriter X Demokrasi Sampling X Random
Out put X Input Sederhana X Canggih
Padan X Bukan bandingan Sekarang X Kemarin
Padanan X Pertidaksamaan Sekuler X Keagamaan
Pakar X Awam Sekulerisme X Spiritualisme
Pancarona X Seragam Senang X Merana
Pandai X Bodoh Senior X Junior
Panjang lebar X Ringkas Separasi X Penyatuan
Pasca X Pra Aristo Cha ndra & Team 9
Pejal X Berongga Sesuai X Berbeda
Setem X Sumbang Terjamin X Tak tentu
Siau X Mendidih Terkatung X Terbenam
Simpati X Antipati Terputus X Kontinu
Sinergi X Dualistik Tetiron X Asli
Sinkron X Sumbang Tidak berdaya X Sinergi
Sipil X Militer Tidak Peduli X Empati
Skeptis X Yakin Tinggi X Rendah
Soliter X Individual Transedensi X Imanesi
Sporadis X Jarang Tunggal X Heterogen
Stabil X Labil Universal X Parsial
Statis X Dinamis Vademikum X Kamus besar
Subur X Tandus Valuable X Tidak berharga
Sumbang X Tepat Vassal X Merdeka
Takzim X Lancang Vektor X Skalar
Tambun X Kurus Vertikal X Horisontal
Tawa X Tangis Virulen X Baik
Terapung X Tenggelam Vokal X Pendiam
Teratur X Kacau Wreda X Muda

PEMAHAMAN WACANA
Pengertian Paragraf adalah karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat dengan pikiran
utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya. atau paragraf
dapat juga diartikan sebagai seperangkat kalimat yang terdiri atas satu kalimat pokok dan
beberapa kalimat penjelas.
Kalimat Pokok atau kalimat utama yaitu kalimat yang berisi masalah atau kesimpulan
sebuah paragraf. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi penjelas masalah
pada kalimat utama
Syarat Paragraf
Paragraf yang baik adalah paragraf yang mampu menyampaikan pikiran dengan baik
kepada pembaca. Adapun syarat dari paragraf yaitu harus memiliki kesatuan, kepaduan dan
kelengkapan.

 Kesatuan (Unity)
Yang dimaksud kesatuan yaitu suatu paragraf harus dibangun dengan satu pikiran yang
jelas. Satu pikiran tersebut diuraikan ke dalam bentuk pikiran pokok dan beberapa pikiran
jelas. Hubungan pikran yang satu dengan pikran lainnya menandakan bahwa paragraf
tersebut telah memiliki kesatuan

 Kepaduan (Koherensi)
Kepaduan terwujud dari hubungan kompak antarkalimat pembentuk paragraf. Kepaduan
yang baik terjadi apabila hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan mudah dipahami.
Ada beberapa cara agar paragraf memiliki kepaduan yang kompak, yaitu dengan
menggunakan kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan urutan pikiran.

 Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakn lengkap apabila berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk
menunjang kalimat pokok.
Jenis-Jenis Paragraf
Paragraf terdiri atas beberapa macam paragraf yang dikategorikan berdasarkan letak kalimat
pokok dan berdasarkan isinya. Macam-macam paragraf tersebut yaitu sebagai berikut…

 Jenis-Jenis Paragraf dan Contohnya Berdasarkan Letak Kalimat Pokok Paragraf


1. Paragraf Deduktif adalah suatu paragraf yang terdiri dari kalimat ide pokoknya
terletak di awal paragraf. Contohnya membaca merupakan faktor utama dalam
menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup
hanya dengan membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang
kesehatan, cukup dengan membaca buku-buku kesehatan. Seperti halnya dengan
ilmu pengetahuan yang lainnya, cukup dengan membaca buku-buku yang berkaitan
dengan ilmu pengetahuan.
2. Paragraf Induktif adalah suatu paragraf yang kalimat ide pokoknya terletak diakhir
paragraf. Contoh dari Pengertian Paragraf Induktif adalah seseorang ingin menguasai
ilmu hukum, cukup dengan membaca buku-buku hukum,. Ingin mendapatkan
pengetahuan kesehatan cukup dengan membaca buku-buku kesehatan. Seperti
halnya dengan pengetahuan yang lain. Jadi membaca merupakan faktor utama untuk
menguasai ilmu pengetahuan.
3. Paragraf Campuran yaitu ” paragraf yang kalimat ide pokoknya terletak diawal
paragraf dan ditegaskan kembali diakhir paragraf “. Contoh: Membaca merupakan
faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai
ilmu hukum, cukup membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan
tentang kesehatan, cukup membaca buku-buku kesehatan. Begitu juga ilmu-ilmu
pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan
erat dengan ilmu tersebut. Sekali lagi membaca merupakan faktor utama untuk
menguasai ilmu pengetahuan.
4. Paragraf Narasi yaitu ” paragraf yang tidak memiliki kalimat ide pokok. Artinya
semua kalimat dianggap penting, tidak ada kalimat yang dijelaskan “. Semua kalimat
berkedudukan sama antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Contoh:
Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup membaca buku-buku hukum.
Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup membaca buku-buku
kesehatan. Begitu juga ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara
membaca buku-buku yang berhubungan erat dengan ilmu tersebut.

 Jenis- jenis paragraf dan contohnya ditinjau dari isinya


1. Pengertian Paragraf Eksposisi yaitu ” paragraf yang isinya memaparkan suatu
masalah atau peristiwa “. Contoh: Kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 69
tanggal 17 Agustus 2014 di desa Simpang Pematang. Semua warga desa Simpang
Pematang turut memeriahkan acara HUT RI ke 69 dengan mengikuti beragam
perlombaan yang disediakan oleh panitia, perlombaan tersebut antara lain : panjat
pinang, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku kedalam botol, tarik
tambang dan lain sebagainya.

2. Pengertian Paragraf Deskripsi yaitu ” paragraf yang isinya menggambarkan suatu


keadaan atau peristiwa dengan kata-kata sehingga para pembaca seolah-olah
merasakan, melihat, mendengar dan mengalami langsung keadaan atau peristiwa
tersebut “. Contoh: Malam bulan purnama yang meriah. Cahaya bulan purnama yang
sangat terang. Keadaan malam bagaikan siang, yang terang bukan saja di tempat-
tempat yang lapang, bawah pepohonan pun tampak terang. Anak-anak terlihat
senang sekali, ada yang main kejar-kejaran, main sumput-sumputan, dan juga ada
yang main pencak silat. Anak-anak remajapun tidak mau ketinggalan, mereka
banyak menikmati sinar bulan purnama dengan duduk-duduk santai dibawah pohon.
Sebagian lagi jalan-jalan berkeliling kampung.

3. Paragraf Argumentasi yaitu ” paragraf yang isinya meyakinkan pembaca sehingga


pembaca menerima gagasan penulis “. Contoh: Membaca merupakan faktor utama
untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seorang dokter pasti selalu membaca buku-
buku medis, sebab tanpa membaca buku medis ia akan banyak mengalami kesulitan
ketika akan mendeteksi penyakit pasien. Seorang pelajar, tanpa mau membaca buku
pelajaran secara rutin, pasti akan banyak mengalami kesulitan ketika menjawab
pertanyaan dari guru. Banyak lagi contoh-contoh membaca yang selalu dilakukan
oleh seseorang.

4. Pengertian Paragraf Persuasi yaitu ” paragraf yang isinya membujuk atau


mempengaruhi pembaca agar mau mengikuti pendapat atau gagasan penulis “. Jenis
paragraf ini hampir sama dengan paragraf argumentasi bahwadiawal paragraf penulis
menyajikan pendapat dahulu kemudian disajikan pernyataan yang berupa alasan .
Perbedaannya yaitu pada paragraf argumentasi alasan yang digunakan berupa fakta,
sedangkan pada paragraf persuasi alasannya berupa kalimat himbauan, ajakan atau
harapan penulis. Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu
pengetahuan. Sebab seseorang yang tidak mau membaca buku pasti tidak banyak
memiliki pengetahuan. Pengetahuan itu banyak bersumber dari buku. Anak yang
pintar misalnya, dia pasti menjadi kutu buku. Tiada hari tanpa membaca baginya.
siapa saja yang kurang membaca pasti ia sangat terbatas pengetahuannya. Oleh
karena itu biasakanlah membaca buku-buku ilmu pengetahuan, bila ingin memiliki
ilmu pengetahuan.
5. Pengertian Paragraf Narasi yaitu ” paragraf yang isinya menceritakan masalah
atau suatu peristiwa , sehingga pembaca dapat terhibur atau terharu terhadap masalah
atau peristiwa yang terjadi “. Contoh: Beberapa minggu yang lalu kami telah
melakukan perjalanan ke Lampung. Rombongan kami terdiri dari 5 mobil pribadi.
Kendaraan kami melaju dengan cepat secara beriringan. Perjalanan sangat
menyenangkan, tak seorangpun yang tidak gembira. Semua sangat bahagia melihat
pemanandangan walau hanya didalam mobil ketika suasana dan gemerlapnya lampu-
lampu yang menghiasi kota Bandar Lampung.
Struktur Paragraf
Dalam Pengertian Paragraf kita mengetahui bahwa sebuah paragraf tentunya terdiri dari
beberapa kalimat. Kalimat tersebut yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat
utama adalah kalimat yang memuat ide pokok atau gagasan utama. Sedangkan kalimat
penjelas adalah kalimat yang memuat penjelasan kalimat utama.

 Kalimat Utama
Terdiri atas satu kalimat saja. Biasanya kalimat utama memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Mengandung permasalahan yang dapat diuraikan lebih lanjut.
2. Berupa kalimat sempurna yang bisa berdiri sendiri.
3. Memiliki arti yang jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain.
4. Dapat terbentuk tanpa perlu kata sambung.

 Kalimat Penjelas
Terdiri atas beberapa kalimat. Ciri-cirinya sebagai berikut :
1. Tidak dapat berdiri sendiri
2. Kalimat tersebut harus dijelaskan oleh kalimat lain untuk mengetahui maknanya.
3. Biasanya memerlukan kata sambung
4. Isinya berupa perincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat
utama.
Struktur suatu paragraf biasanya berkaitan dengan pengurutan letak kalimat utama
dan kalimat-kalimat penjelas. Atas dasar kategori kalimat dalam paragraf tersebut,
struktur paragraf dapat dikategorisasikan menjadi tiga, yaitu:
1. Paragraf Deduktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terdapat pada awal
paragraf dan diikuti dengan kalimat kalimat penjelas.
2. Paragraf Induktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terdapat di akhir paragraf
dan didahului dengan kalimat-kalimat penjelas
3. Paragraf Campuran, merupakan gabungan dari deduktif dan induktif. Kalimat
utamanya terdapat pada awal dan akhir paragraf, diselingi dengan kalimat-kalimat
penjelas.
4. Paragraf Tanpa Kalimat Utama (paragraf Narasi, yaitu paragraf yang tidak
memiliki kalimat pokok, namun memiliki ide pokok. Biasa terdapat di teks cerita
dan berbentuk deskripsi.
Fungsi Paragraf
1. Mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan dengan memberikan suatu bentuk
pikiran dan perasaan dengan serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam
suatu kesatuan.
2. Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf,
ganti paragraf berarti ganti pikiran juga.
3. Memudahkan dalam pengorganisasiaan gagasan bagi yang menulis dan memberikan
kemudahan pemahana bagi pembacanya
4. Memudahkan dalam pengembangan topik karnagan ke dalam satuan unit pikiran
yang lebih kecil.
5. Memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri dari
beberapa variabel.
MATEMATIKA DASAR

BILANGAN BULAT DAN PECAHAN

A. BILANGAN BULAT
Bilangan bulat adalah bilangan yang memuat bilangan bulat positif, nol dan
bilangan bulat negatif. Dan dinyatakan dengan B.
Jadi B = { …,-4,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,… }
Gambar bilangan bulat pada garis bilangan adalah sebagai berikut :
. . . . . . . . . . .
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5
bilangan bulat negatif bilangan bulat positif
Pada garis bilangan di atas, jika suatu bilangan semakin ke kanan nilai
bilangannya semakin besar, dan semakin ke kiri semakin kecil.

B. OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT

1. Penjumlahan Dua Bilangan Bulat dan Sifat-Sifatnya


a. Penjumlahan dua bilangan bulat tanpa alat Bantu
Contoh : -5 + 3 =…….
Caranya jika kita pinjam 5 kemudian membayar 3, maka kita masih
punya pinjaman 2. Jadi -5 + 3 = -2
b. Penjumlahan dua bilangan bulat dengan garis bilangan
Contoh
1. 5 + (-3) =…….

. . . . . . . . . . .
-3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7

5 + (-3) = 2

2. -7 + 2 =…….

. . . . . . . . . . .
-8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2

-7 + 2 = -5
c. Sifat-sifat penjumlahan bilangan bulat
Operasi pada himpunan bilangan bulat memenuhi sifat :
1) Tertutup
Untuk sembarang bilangan bulat p dan q, jika p + q = r, maka r
adalah bilangan bulat
Contoh
2 + (-5) = -3
2 dan -5 adalah bilangan bulat, maka -3 adalah bilangan bulat.
2) Komunitatif
Untuk sembarang bilangan bulat p dan q, berlaku p + q = q + p
Contoh
1. 2 + 3 = 3 + 2 = 5
2. -3 + 1 = 1 + (-3) = -2
3) Asosiatif
Untuk sembarang bilangan bulat p, q, dan r, berlaku
(p + q) + r = p + (q + r).
Contoh : (2 + (-1)) + 3 = 2 + (-1 + 3)
1+3=2+2
4=4
4) Mempunyai unsur identitas
Untuk sembarang bilangan bulat p, maka p + 0 = 0 + p = p
0 adalah unsur identitas ( elemen netral ) pada penjumlahan.

2. Pengurangan Bilangan Bulat


a. Pengurangan dua bilangan bulat dengan garis bilangan
Contoh :
5 - 3 =……….

. . . . . . . . . . .
-3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7

5-3=2
b. Pengurangan sebagai penjumlahan dengan lawan pengurangnya
Dalam bentuk umum ditulis jika a dan b adalah bilangan bulat, maka
a – b = a + (-b)
Contoh :
1. 4 – 6 = 4 + (-6) = -2
2. 2 – (-3) = 2 + 3 = 5
c. Pengurangan dua bilangan bulat bersifat tertutup
Untuk sembarang bilangan bulat p dan q, jika p - q = r, maka r adalah
bilangan bulat
Contoh : 2 - 5 = -3
2 dan 5 adalah bilangan bulat, maka -3 adalah bilangan bulat.

3. Perkalian Bilangan Bulat dan Sifat-Sifatnya


a. Mengingat kembali arti perkalian dua bilangan
Contoh :
1. 2 x 3 artinya 3 + 3 = 6
2. 4 x (-2) artinya -2 + (-2) + (-2) + (-2) = -8
3. (-7) x (-3) = 21
Hal di atas menunjukan bahwa :
1) Hasil kali dua bilangan bulat positif adalah bilangan bulat positif.
2) Hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, atau
sebaliknya adalah bilangan bulat negatif.
3) Hasil kali dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.
b. Sifat-sifat perkalian bilangan bulat
1) Tertutup
Untuk sembarang bilangan bulat p dan q, jika p x q = r, maka r
adalah bilangan bulat
Contoh : 2 x (-5) = -10
2 dan _5 adalah bilangan bulat, maka -10 adalah bilangan bulat.
2) Komunitatif
Untuk sembarang bilangan bulat p dan q, berlaku p x q = q x p
Contoh
1. 2 x 3 = 3 x 2 = 6
2. -3 x 1 = 1 x (-3) = -3
3) Asosiatif
Untuk sembarang bilangan bulat p, q, dan r, berlaku
(p x q) x r = p x (q x r).
Contoh : (2 x (-1)) x 3 = 2 x (-1 x 3)
-2 x 3 = 2 x -3
-6 = -6
4) Mempunyai unsur identitas
Untuk sembarang bilangan bulat p, maka p x 1 = 1 x p = p
1 adalah unsur identitas ( elemen netral ) pada perkalian.
5) Perkalian bilangan nol
Untuk sembarang bilangan bulat p, maka 0 x p = p x 0 = 0
Contoh : 3 x 0 = 0 x 3 = 0
6) Distributif
Untuk sembarang bilangan bulat p, q dan r berlaku
 p x (q + r) = (p x q) + (p x r)
 p x (q - r)=(p x q) - (p x r)
Contoh : 8 x ((-2) + 3) = (8 x (-2)) + (8 x 3)

4. Pembagian Bilangan Bulat


Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian
Contoh :
a. 8 : 2 = 4 sebab 2 x 4 = 8
b. -9 : 3 = -3 sebab 3 x (-3) = 9
c. -10 : (-2)=5 sebab -2 x 5 = -10
Dari contoh diatas terlihat bahwa :
a. Hasil bagi dua bilangan bulat positif adalah bilangan bulat positif
b. Hasil bagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, atau
sebaliknya adalah bilangan bulat negative.
c. Hasil bagi dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.
5. Perpangkatan Bilangan Bulat.
a. Mengingat kembali arti perpangkatan
Contoh
1. 22 = 2 x 2 = 4
2. 44 = 4x4x4x4 = 256
3. (-3)3 = (-3)x(-3)x(-3)= -27

b. Sifat-sifat perpangkatan
Untuk sembarang bilangan bulat a,m dan n , berlaku
1) amxan=am+n
2) am:an=am-n
3) (am)n=amxn
Contoh
1. 52x53=52+3=55
2. 35:32=35-2=33
3. (23)2=23x2=26

C. BILANGAN PECAHAN

1. Pengertian
Pengertian pecahan melalui benda konkrit gambar dan lambangnya,

1 1 1
ba ba 3
bagi 4 2 bagian
4
an gian gian

│ │ │ │ │ │ │ │ │
1 2 3 4 5 6 7 8
0
8 8 8 8 8 8 8 8
Jarak titik 0 sampai 1 dibagi menjadi 8 bagian yang sama, sehingga
1 2 3
terdapat bilangan , , , dan seterusnya.
8 8 8

2. Mengurutkan pecahan
Contoh :
3 5 1
Susunlah deretan pecahan , , dalam urutan naik
4 6 2
Jawab
3 9 5 10 1 6
= , = , =
4 12 6 12 2 12
6 9 10 1 3 5
Karena < < maka < <
12 12 12 2 4 6
1 3 5
Jadi, deretan pecahan dalam urutan naik adalah , ,
2 4 6
3. Jenis-Jenis Pecahan
a. Pecahan Murni
Pecahan murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih kecil dari
1 2 3
penyebutnya. Contoh : , , , dan seterusnya
4 8 4

b. Pecahan Tidak Murni


Pecahan tidak murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih dari
25 7 10
atau sama dengan penyebutnya. Contoh : , , ,dan seterusnya.
4 2 3
c. Pecahan Campuran
Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan
2 1 2
bagian bilangan pecahan murni. Contoh : 1 , 3 , 5 ,dan seterusnya.
3 4 3
Pecahan tidak murni dapat dinyatakan menjadi pecahan campuran dan
sebaliknya. Contoh :
25
1. Nyatakan menjadi pecahan campuran
4
25 24+1 24 1 1 1
Jawab : = = + =6+ =6
4 4 4 4 4 4
1
2. Nyatakan 3 dalam bentuk pecahan tidak murni.
4
1 1 12 1 12+1 13
Jawab : 3 =3+ = + = =
4 4 4 4 4 4
d. Bentuk desimal
1) Dalam sistem desimal, angka-angka dalam suatu bilangan
mempunyai arti :

Ribuan 1 2 3 4, 5 6 7 Perseribuan
Ratusan Perseratusan
Puluhan Persepuluhan
Satuan

2) Dengan menggunakan pengertian tersebut, maka


 Bilangan desimal dapat diubah menjad pecahan campuran atau
pecahan murni
2 1
Contoh : 0,2 = =
10 5
 Pecahan campuran atau pecahan murni dapat diubah menjadi
bilangan desimal.
1 1 ×5 5
Contoh : = = =0,5
2 2 ×5 10
e. Persen
Persen artinya perseratusan, ditulis dengan notasi %. Jadi pecahan
dengan penyebut 100 disebut persen
30 42
Contoh : =30 %, =42 %
100 100
Untuk mengubah pecahan menjadi persen :
a a
= × 100 %, dengan b0
b b
3 3 300
Contoh : = ×100 %= %=25 %
12 12 12
15 3
15 %= =
100 20

D. OPERASI HITUNG PADA PECAHAN

1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan


a. Penjumlahan atau pengurangan dua pecahan atau lebih, dapat
dilakukan jika pecahan-pecahan itu memiliki penyebut yang sama
a c a+c
+ = ,b ≠ 0
b b b
a c a− c
− = ,b≠0
b b b
Contoh :
3 1 3+1 4
1. + = =
5 5 5 5
9 2 9−2 7 3
2. − = = =1
4 4 4 4 4
b. Untuk penjumlahan atau pengurangan yang penyebutnya tidak sama
kita harus samakan dahulu penyebutnya dengan menggunakan KPK
dari penyebut-penyebutnya.
a c ad cb ad+cb
+ = + =
b d bd bd bd
a c ad cb ad − cb
− = − =
b b bd bd bd
Contoh
2 4 10 12 10+12 22 7
1. + = + = = =1
3 5 15 15 15 15 15
3 1 12 5 12 −5 7
2. − = − = =
5 4 20 20 20 20
c. Penjumlahan pecahan memiliki sifat-sifat berikut :
1) Komutatif
a c c a
+ = +
b d d b
Contoh
2 3 3 2
+ = +
3 5 5 3
2) Asosiatif

( )
a c e a
+ + = +
b d f b ( dc + ef )
Contoh

( )
1 3 4 1
+ + = +
5 5 7 5 ( 35 + 47 )
2. Perkalian dan Pembagian Pecahan
a. Hasil perkalian dua pecahan diperoleh dengan mengalikam pembilang
dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
a c a× c ac
× = =
b d b× d bd
2 4 2× 4 8
Contoh : × = =
3 5 3 ×5 15
b. Untuk membagi suatu pecahan dengan pecahan lain sama artinya
dengan mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan pecahan kedua
a c a d a × d ad
: = × = =
b d b c b × c bc
2 4 2 5 2 ×5 10 5
Contoh : : = × = = =
3 5 3 4 3× 4 12 6

3. Penjumlahan dan Pengurangan pada Pecahan Desimal


Untuk menjumlahkan atau mengurangkan bilangan-bilangan decimal,
maka tanda koma desimal diletakan pada satu lajur, sehingga angka
ratusan, puluhan, satuan, persepuluhan, perseratusan dan seterusnya
masing-masing terletak pada satu lajur.
Contoh :
1. 234,56 + 45,678 disusun menjadi 234,56
45,678 +
280,238

2. 67,27 – 21,213 disusun menjadi 67,27


21,213 –

46,057
4. Perkalian dan Pembagian pada Pecahan Decimal

a. Perkalian pada pecahan decimal


Perkalian dengan 10,100,1000, dan seterusnya dilakukan dengan
menggeser koma decimal ke kanan menurut angka nol pada bilangan-
bilangan di atas2,723 x 100 = 272,3

Tanda koma bergeser 2 kali berdasarkan banyaknya 0


Banyaknya tempat decimal dari hasil kali dua bilangan decimal dengan
menjumlahkan banyak tempat dari pengali-pengalinya
⏟ × 4, 258
Contoh : 3, 67 ⏟ =15 , 62686

❑ ❑ ❑
2 tempat decimal 3 tempat decimal 5 tempat decimal
b. Pembagian bilangan dalam bentuk decimal
Pembagian dengan 10, 100, 1000 dan seterusnya dilakukan dengan
menggeser tanda koma kekiri menurut banyaknya angka nol pada
bilangan-bilangan diatas.
Contoh : 1,725 x 1000 = 0,001725

Tanda koma bergeser 3 angka.


Untuk membagi suatu bilangan dengan bilangan decimal, buatlah agar
pembaginya menjadi bilangan bulat contoh
1. 13,2183 : 0,14 diubah menjadi :
2. 1321,83 : 14 ( pembagi dan bilangan yang dibagi dikalikan 100 )

E. BILANGAN BENTUK BAKU

1. Untuk menuliskan barisan bilangan berpangkat dengan bilangan pokok 10


dengan 2 cara yaitu
1 1 1 1
a. .. . , , , , ,1 ,10 ,100 , 1000 ,10 . 000 ,.. . dapat diubah
10 .000 1000 100 10
b. …, 10-4, 10-3, 10-2, 10-1, 100, 101, 102, 103, 104,…

2. Cara menulis bilangan bentuk baku :


a. Menulis bentuk baku lebih dari 1 ( bilangan besar )
Rumus bentuk baku a x 10n dengan 1a10
Contoh :
Bilangan Bentuk Baku
1. 800.000 8 x 105
2. 180.000 1,8 x 105
3. 2.340.000 2,34 x 106
4. 345,72 3,4572 x 102
5. 3.456.000 3,456 x 106
b. Menentukan bilangan bentuk baku antara 0 dan 1 atau bilangan kecil
Rumus Bentuk baku a x 10n dengan 1a10
Contoh :
8,7 1
1. 0,087 = =8,7 × =8,7 ×10 −2
100 100
8,1 1
2. 0,00081= =8,1× =8,1× 10− 4
10000 10000
BENTUK ALJABAR

A. PENGERTIAN SUKU, FAKTOR DAN SUKU SEJENIS


Dalam matematika bentuk yang melibatkan variabel disebut bentuk aljabar,
seperti 4a, 2x, 2x2, 4b dan -2ab.
Perhatikan bentuk berikut :
2x2 + 3y – 4x + 5y + 7x + 2
Dari bentuk di atas didapat :
1. Suku-sukunya : 2x2 , 3y , –4x , 5 y , 7 x dan 2
2. Faktornya : ● 2 dan x2 adalah faktor dari 2x2
 3 dan y adalah faktor dari 3y
 -4 dan x adalah faktor dari -4x
 5 dan y adalah faktor dari 5y
 7 dan x adalah faktor dari 7x
3. Suku-suku sejenis : ● 3y dan 5y
 -4x dan 7x
4. Suku tidak sejenis : 2x2 dan 2
5. Variable ( peubah) : x2, y dan x
6. Koefisien : ● 2 koefisien dari x2
 3 dan 5 koefisien dari y
 -4 dan 7 koefisien dari x
7. Konstanta :2

B. OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR

1. Penjumlahan dan Pengurangan Suku-Suku Sejenis


Contoh :
Sederhanakan bentuk-bentuk aljabar berikut ini!
1. 7x + 2x
2. 5b – 2b + 3b
3. 2ab + 3ab
4. 6x – 4x –x
Jawab :
Dapat dipergunakan sifat-sifat distributif penjumlahan :
1. 7x + 2x = (7 + 2)x = 9x
2. 5b – 2b + 3b = (5 – 2 + 3) b = 6b
3. 2ab + 3ab = (2 + 3) ab = 5ab
4. 6x – 4x –x = (6 – 4 - 1)x = x

2. Perkalian dan Pembagian Suku-Suku Sejenis


Contoh :
Selesaikan perkalian dan pembagian suku-suku sejenis berikut ini!
1. 3b x 2b
2. -4y x (-3y)
3. 6a : 2a
4. 4xy : (-xy)
Jawab :
1. 3b x 2b = 6b
2. -4y x (-3y) = 12y
3. 6a : 2a = 3a
4. 4xy : (-xy) = -4

3. Pemangkatan Suku-Suku Sejenis


Pemangkatan dapat diartikan sebagai perkalian berulang.
Contoh :
Tentukan hasil pemangkatan bentuk aljabar berikut !
1. (2x)2 3. -(2y)2
2
2. (-3a) 4. (3ab)2
Jawab
1. (2x)2 = 2x x 2x = 4x
2. (-3a)2 = -3a x (-3a) = 9a
3. -(2y)2 = -(2y x 2y) = -4y
4. (3ab)2 = 3ab x 3ab = 9ab

4. Penjumlahan dan Pengurangan Suku-Suku yang Tidak Sejenis


Contoh :
1. 4a + 2b – a + b=…..
2. 8p – 7q – 3p + 5q=…..
Jawab :
1. 4a + 2b – a + b = 4a – a + 2b + b
= (4 – 1)a + (2 + 1)b
= 3a +3b
2. 8p – 7q – 3p + 5q = 8p - 3p – 7q + 5q
= (8 - 3)p + (-7 + 5)q
= 5p – 2q

5. Perkalian dan Pmbagian Suku-Suku yang Tidak Sejenis


Contoh :
1. 5x x 2y = 10xy
2. (-2p) x 3q = -10pq
3. 3a x (-4b) x (-2c) = 24abc
6x x
4. 6x : 2y = =3
2y y
8a a
5. 8a : (-2b) = =− 4
−2b b

6. Pemangkatan Dua Suku yang Tidak Sejenis


Contoh :
1. (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2)
= x(x + 2)+2(x + 2)
= x2 + 2x + 2x + 4
= x2 + 4x + 4
2
2. (3 - a) = (3 - a)(3 - a)
= 3(3 - a) + (-a)(3 - a)
=9 - 3a - 3a + a2
= a2 – 6a + 9

C. OPERASI HITUNG PADA BENTUK PECAHAN ALJABAR

1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Bentuk Aljabar


Konsep dasar penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar yang paling
diperhatikan adalah penyebut harus sama. Bila belum sama penyebutnya
disamakan dengan KPK dari penyebut pecahan-pecahan tersebut.
Contoh :
2 x 3 x 2 x+3 x 5 x
1. + = =
7 7 7 7
3 x 2 3 x . x 2 . y 3 x 2 +2 y
2. + = + =
y x xy xy xy
3 1 3 . y 1. x 3 y − x
3. − = − =
x y xy xy xy

2. Perkalian dan Pembagian Pecahan Bentuk Aljabar


Perkalian pecahan aljabar diperoleh dengan mengalikan pembilang dengan
penmbilang dan penyebut dengan penyebut. Sedangkan membagi pecahan
bentuk aljabar sama artinya dengan mengalikan pecahan pertama dengan
kebalikan pecahan yang kedua.
Contoh :
3 x y 3 x . y 3 xy
1. × = = =3
y x y . x xy
3 y 1 3 y x 3 y . x 3 xy 3 y
2. : = × = = =
2x x 2 x 1 2 x.1 2 x 2
PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

A. PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL ( PLSV )

1. Pengertian
Kalimat terbuka yang memiliki hubungan sama dengan disebut persaman.
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang memiliki
hubungan sama dengan dan variabelnya berpangkat satu.
Contoh.
1. x +2 = 5
2. 3 + 4 = p
3. 8 – y = 3
Masing-masing persaman diatas hanya memiliki satu variabel yaitu x, p
dan y. Tiap-tiap variabelnya hanya berpangkat satu.

2. Cara Menentukan Akar Penyelesaian PLSV


Penyelesaian dari suatu persaman linear satu variabel sering disebut
sebagai akar penyelesaian. Jadi jika variabel suatu PLSV diganti dengan
akarnya maka persaman tersebut menjadi benar dan jika diganti dengan
yang bukan akar, maka menjadi kalimat salah.
Adapun cara menentukan akar penyelesaian PLSV adalah sebagai berikut :
a. Dengan cara substitusi
Contoh :
Tentukan penyelesaian dari persaman x + 3 = 7, untuk x variable pada
bilangan asli.
Jawab :
Untuk x = 1, maka 1 + 3 = 4…………………..kalimat salah
x = 2, maka 2 + 3 = 5…………………..kalimat salah
x = 3, maka 3 + 3 = 6…………………..kalimat salah
x = 4, maka 4 + 3 = 7…………………..kalimat benar
x = 5, maka 5 + 3 = 8 ………………….kalimat salah
Ternyata jika x diganti dengan 4, kalimat tersebut menjadi benar, maka
penyelesaian dari persaman x + 3 = 7 adalah 4
b. Menyelesaikan persamaan dengan menambah atau mengurangi,
mengali, dan membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama.
Konsep dasar
1) Menambah atau mengurangi kedua ruas persamaan dengan
bilangan yang sama, bertujuan untuk variabel dan konstanta supaya
terpisah tidak di satu ruas.
2) Mengalikan atau membagi kedua ruas persamaan dengan bilangan
yang sama, bertujuan untuk menjadikan koefisien dalam variabel
adalah 1
Contoh
1. x + 7 = 12
x+ 7 – 7 = 12 – 7 → kedua ruas dikurangi dengan 7, supaya tinggal
x di ruas kiri, yaitu variabel saja.
x=5
2. 4a – 8 = 4
4a – 8 + 8 = 4 + 8 → kedua ruas ditambah 8, supaya tinggal 4a di
ruas kiri.
4a = 12
4a : 4 = 12 : 4 → kedua ruas dibagi dengan 4, supaya a
berkoefisien 1
a=3
1
3. y + 6 = 12
3
1 1
y + 6 – 6 = 12 – 6 → kedua ruas di kurangi 6, supaya tinggal y
3 3
1
y=6
3
1
y x 3 = 6 x 3 → kedua ruas dikalikan 3, supaya y
3
berkoefisien 1
y = 18

3. Memecahkan Masalah Sehari-Hari yang Berkaitan Dengan PLSV


Contoh :
Dalam suatu ujian terdapat 40 soal, jika ada peserta yang sudah
mengerjakan p buah soal dan sisanya tinggal 7 buah.
a. Susunlah persamaan dalam p !
b. Berapa buah soal yang sudah dikerjakan ?
Jawab :
a. 40 – p = 7
b. 40 – p = 7
40 – p – 40 = 7 – 40
-p = -33
-p x (-1) = -33 x (-1)
p = 33

B. PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL ( PtLSV )

1. Pengertian
Pertidaksamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang
dihubungkan dengan tanda <, >, ≤, dan ≥ serta hanya memiliki variabel
satu, dan variabelnya berpangkat satu.
Contoh :
1. 6a < 8
2. P – 3 ≥ 6
3. 4y – 6 > 2y + 8
2. Cara Menentukan Akar Penyelesaian PtLSV
Menyelesaikan akar PtLSP pada dasarnya sama seperti menyelesaikan
PLSV hanya terdapat catatan yaitu :
Ingat mengalikan atau membagi kedua ruas pada pertidaksamaan linear
dengan bilangan negatif, maka tanda pertidaksaman harus diubah,
tanda < menjadi >dan tanda ≤ menjadi ≥
Contoh :
1. Tentukan penyelesaian dari x – 4 > 2, untuk x variabel pada bilangan
1, 2, 3,…,10.
x–4>2
x – 4 + 4 > 2 + 4 → kedua ruas ditambah 4, supaya tinggal y di
ruas kiri.
x>6
Penyelesaiannya adalah 7,8,9,10, karena nilai x > 6
2. Tentukan penyelesaian dari 6x + 3 ≤ 5x + 8, untuk x variabel pada
bilangan 1, 2, 3,…, 10.
6x + 3 ≤ 5x + 8
6x + 3 - 3 ≤ 5x + 8 - 3→ kedua ruas dikurang 3dulu
6x – 5x ≤ 5x + 5 – 5x → kedua ruas dikurang 5x, supaya variabel x
ada di satu ruas.
x≤5
karena tanda pertidaksamaan ≤ maka penyelesaiannya adalah
1, 2, 3, 4, dan 5.
3. Tentukan penyelesaian dari -2x - 6 > 4, x variabel bilangan bulat !
-2x - 6 > 4
-2x – 6 + 6 > 4 + 6
-2x > 10
-2x : (-2) < 10 : (-2) → Ubahlah tanda pertidaksamaan karena
dikalikan dengan bilangan bulat negatif
x < -5
Maka penyelesaiannya adalah …., -8, -7, -6.
ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN

A. ARITMETIKA SOSIAL

1. Menghitung Nilai Keseluruhan, Nilai Perunit, dan Nilai Sebagian.


Contoh :
1. Pandi membeli 1 lusin buku tulis dengan harga Rp. 18.000,00. Berapa
rupiahkah harga setiap buku ?
Jawab :
1 lusin = 12 buah
Harga 1 lusin buku tulis = Rp. 18.000,00
Rp. 18. 000 , 00
Maka harga sebuah buku tulis = =¿Rp. 1.500,00
12
2. Pak Karjo menjual 10.000 buah buah genteng pada pembeli dengan
harga Rp. 350.000,00 per 1000. Hitunglah jumlah uang yang diterima
Pak karjo dari hasil penjualan genteng tersebut !
Jawab :
Harga genteng per 1000 buah = Rp. 350.000,00
Harga 10.000 buah = 10 x Pr. 350.000,00 = Rp. 3.500.000,00
Jadi jumlah uang yang diterima pak Karjo adalah Rp. 3.500.000,00

2. Harga Penjualan, Harga Pembelian, Laba dan Rugi.


Seorang pedagang jika memperoleh harga jual lebih besar dari pada harga
pembelian maka dikatakan pedagang tersebut memperoleh untung (laba)
sebaliknya jika harga jual yang diterima lebih kecil dari harga pembelian
maka pedagang tersebut mengalami kerugian (tekor).
Jadi : Laba = harga penjualan – harga pembelian.
Rugi = harga pembelian – harga penjualan.
Contoh :
1. Seorang pedagang membeli 6 buah sepeda dengan harga rata-rata Rp.
200.000,00 per buah. Kemudian ia menjual 4 buah dengan harga Rp.
225.000,00 per buah dan sisanya dijual dengan harga Rp. 200.000,00
per buah. Tentukan laba yang diterima oleh pedangan tersebut !
Jawab :
Harga beli 6 buah sepeda = 6 x Rp. 200.000,00 = Rp. 1.200.000,00
Harga jual 4 buah sepeda = 4 x RP. 225.000,00 = Rp. 900.000,00
Harga jual 2 buah sepeda = 2 x Rp. 200.000,00 = Rp. 400.000,00
Harga jual seluruhnya = Rp. 900.000,00 + Rp. 400.000,00
= Rp. 1.300.000,00
Jadi laba = Rp. 1.300.000,00 – Rp. 1.200.000,00 = Rp. 100.000,00
2. Ibu yani membeli 1 keranjang mangga yang berisi 50 Kg dengan harga
Rp. 150.000,00. Ia menjual 30 Kg mangga tersebut dengan harga Rp.
3.500,00 per Kg dan sisanya busuk sehingga tidak laku dijual. Berapa
rupiah kerugian yang dialami ibu yani ?
Jawab :
Harga pembelian = Rp. 1500.000,00
Harga jual 30 Kg mangga = 30 x Rp. 3.500,00 = Rp. 105.000,00
Rugi = Rp 150.000,00 – Rp. 105.000,00 = Rp. 45.000,00

3. Persentase laba, rugi


a. Persentase laba dan rugi terhadap harga pembelian.
laba
Persentase laba = × 100 %
h arg a pembelian
rugi
Persentase rugi = × 100 %
h arg a pembelian
Contoh :
Seorang pedagang membeli barang dengan harga Rp. 50.000,00
kemudian menjualnya dengan harga Rp. 60.000,00. Tentukan
persentase labanya !
Jawab :
Laba = Harga penjualan – harga pembelian
Laba = Rp. 60.000,00 – Rp. 50.000,00 = Rp. 10.000,00
laba
Persentase laba = × 100 %
h arg a pembelian
Rp. 10. 000 , 00
= ×100 %=20%
Rp. 50. 000 , 00
b. Menghitung harga jual bila persentase laba / rugi sudah diketahui.
Contoh :
Pak Burhan membeli pesawat televisi dengan haraga Rp. 1.000.000,00.
Setelah beberapa waktu dijual, ternyata dari hasil penjualan tersebut
pak Burhan mengalami kerugian sebesar 15 %. Berapa rupiah harga
penjualannya ?
Jawab :
15
Rugi 15 % dari Rp. 1.000.000,00 = × Rp .1 .000 . 000 ,00
100
= Rp. 150.000,00
Jadi harga jualnya = Rp. 1.000.000,00 – Rp. 150.000,00
= Rp. 850.000,00
c. Menghitung harga beli bila harga jual dan persentase laba / rugi
diketahui.
Misalnya persentase laba = p % dari harga pembelian maka persentase
harga beli = 100 % dari harga beli. Persentase harga jual = (100 + p)%
dari harga beli
100
Harga beli = x harga jual
100+ p
Contoh :
Sebuah barang dijual dengan harga Rp. 230.000,00 dan memperoleh
laba 15 %. Hitunglah harga pembeliannya ?
Jawab :
Persentase laba = 15 %
Persentase harga beli = 100 %
Persentase harga jual = 100 % + 15 % = 115 %
100
Harga beli = ×harga jual
115
100
= ×Rp. 230.000,00 = Rp. 200.000,00
115
4. Rabat
Rabat disebut juga potongan harga / diskon.
Contoh :
Toko Murah memberikan diskon 15 % kepada setiap pembeli. Sebuah
barang dipasang dengan harga Rp. 75.000,00. Tentukan besar uang yang
harus dibayar oleh pembeli untuk pembelian barang tersebut !
Jawab :
15
Diskon 15 % = x Rp. 75.000,00 = Rp. 11.250.
100
Besar uang yang harus dibayar pembeli = Rp. 75.000 – Rp. 11.250,00
= Rp. 63.250,00

5. Netto
Netto berkaitan dengan brutto dan tara.
Netto adalah berat bersih, tara adalah potongan berat dan brutto adalah
berat kotor.
Contoh :
Sebuah karung berisi beras bertuliskan brutto = 80 kg dan tara 7,5 %.
Tentukan netto !
Jawab :
7,5
Tara 7,5 % dari brutto = × 80 kg=6 kg
100
Jadi netto = 80 kg – 6 kg = 74 kg.

6. Pajak
Pajak hampir sama dengan potongan lebih khusus lagi potongan yang
merupakan kewajiban, misalnya pajak penghasilan.
Contoh :
Penghasilan pak Karjo Rp. 1.500.000,00 per bulan dan dipotong pajak
10 %. Berapakan penghasilan bersih pak Karjo tiap bulannya ?
Jawab :
10
Pajak 10 % = × Rp .1 .500 .000 , 00=Rp. 150. 000
100
Penghasilan bersih pak Karjo = Rp. 1.500.000,00 – Rp. 150.000,00
= 1.350.000,00

7. Bunga Tunggal
a. Bunga uang adalah selisih antara uang yang didapat setelah tersimpan
di dalam tabungan untuk jangka waktu tertentu dengan uang pertama
penyimpanan ( modal ).
b. Suku bunga adalah bunga yang dinyatakan persentase antara bunga
dengan modalnya.
Bunga
Suku bunga = × 100 %
Modal
c. Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung berdasarkan modal
simpanan tanpa memperhitungkan bunga yang didapat.
Contoh :
1. Seorang penabung menyimpan uangnya sebesar Rp. 2.000.000,00.
Berapa suku bunga setiap bulannya jika jangka waktu satu tahun
tabungannya menjadi Rp. 2.360.000,00 ?
Jawab :
Bunga selama 1 tahun = Rp. 2.360.000,00 – Rp. 2.000.000,00
= Rp. 360.000,00
Bunga
Suku bunga dalam 1 tahun = × 100 %
Modal
360 .000
×100 %=18 %
2 . 000. 000
suku bunga dalam 1 tahun 18
Suku bunga dalam 1 bulan = =
12 12
=1,5 %
2. Pak Andi menyimpan uangnya pada sebuah bank dengan bunga 15
% setahun. Selama 6 bulan ia memperoleh bunga sebesar Rp.
150.000,00. Berapa rupiah modal Pak Andi ?
15 % 1
Suku bunga selama 6 bulan = 6 × =7 %
12 2
Persentase modal = 100 % dari modal
100 100
× bunga= × Rp .150 .000=Rp. 2. 000 .000
Jadi modal 1 1
7 7
2 2

B. GAMBAR BERSKALA

1. Pengertian skala
Skala adalah perbandingan jarak pada peta ( gambar ) dengan jarak
sebenarnya.
Jarak pada gambar
Skala =
Jarak sebenarnya
Skala dinotasikan denyan “ : ”.
Contoh :
Skala suatu peta 1 : 50.000, maka tiap 1 cm pada gambar mewakili jarak
50.000 cm atau 500 m

2. Menghitung Faktor Pembesaran dan Pengecilan pada Gambar Berskala


Pada gambar berskala jika ukuran sebenarnya lebih dari ukuran pada
gambar ( peta ), skalanya disebut faktor pengecilan, sebaliknya bila ukuran
sebenarnya kurang dari ukuran pada gambar maka skalanya disebut faktor
pembesaran.
Untuk memahami bagaimana menghitung faktor skala perhatikan contoh
berikut :
1. Jarak kota Solo dan kota Jogja adalah 64 km. Pada gambar jarak kedua
kota itu 32 cm. Hitungkal faktor pengecilannya !
Jawab :
Jarak sebenarnya = 64 km = 6.400.000 cm
Jarak pada gambar ( peta ) = 32 cm
Jarak pada gambar
Skala =
Jarak sebenarnya
32 1
= = =1:200 .000
6. 400. 000 200 . 000
2. Denah rumah digambar dengan skala 1 : 200, tinggi rumah pada
gambar adalah 3 cm. Berapakah tinggi rumah sesungguhnya ?
Jawab :
Tinggi rumah pada gambar = 3 cm
Skala gambar = 1 : 200, artinya tinggi pada gambar diperkecil dengan
1
x tinggi susungguhnya.
200
Tinggi rumah sesungguhnya = tinggi pada gambar x 200
= 3 cm x 200 = 600 cm = 6 m

C. PERBANDINGAN

1. Pengertian Perbandingan
a
Perbandingan antara besaran a dan b ialah a : b atau dimana a0 dan b0
b
dalam membandingkan terdapat dua cara yaitu :
a. Membandingkan dengan cara mencari selisihnya.
b. Membandingkan dengan cara mencari hasil baginya.
Contoh :
Panjang mistar Teguh 30 cm dan panjang mistar Fajar 25 cm, maka untuk
membandingkan kedua ukuran tersebut dapat dilakukan
a. Dengan mencari selisihnya yaitu 30 – 25 cm = 5 cm
30 6
b. Dengan mencari hasil baginya yaitu = = =6:5
25 5
Untuk perbandingan dalam bentuk hasil bagi dapat digunakan untuk
mengukur perbandingan dan besaran yang sejenis, misalnya :
50 gram : 5 kg = 50 : 5000 gram
= 50 : 5000
= 1 : 100

2. Perbandingan Seharga
Perhatikan daftar hubungan antara banyak pensil dan harga pensil berikut !
Banyak pensil Harga pensil
1 400
2 800
3 1200
4 1600
… …
… …
n x
Dari daftar diatas didapat bahwa :
banyak pensil baris pertama 1
Perbandingan =
banyak pensil baris kedua 2
h arg a pensil baris pertama 400 1
Perbandingan = =
h arg a pensil baris kedua 800 2
Maka dari daftar tersebut perbandingan banyak pensil dan harga pensil
adalah sama. Berdasarkan uraian diatas , dapat disimpulkan jika naik
turunnya banyak pensil sebanding dengan naik turunnya harga pensil,
maka perbandingan antara banyak pensil dan harganya merupakan
perbandingan seharga.
Contoh :
Harga 2 kg gula adalah Rp. 8.000,00. Berapakan harga 9 kg gula ?
Jawab :
a. Perhitungan dengan cara satuan
Rp. 8. 000 , 00
Harga 1 kg gula = =Rp . 4 . 000 , 00
2
Harga 9 kg gula = 9 x Rp. 4.000,00 = Rp. 36.000,00
b. Perhitungan dengan cara perbandingan
2 kg → Rp. 8.000,00
9× 8 . 000
9 kg → =¿ Rp. 36.000,00
2

3. Perbandingan Berbalik Harga


Contoh :
Ibu membagikan kelereng pada 3 anak, masing-masing menerima 30 tanpa
sisa. Berapa kelereng yang diterima masing-masing anak bila dibagikan
pada 5 anak ? 9 anak ? 10 anak ? 15 anak ?.

Banyak anak Kelereng yang dibagikan


3 30 butir
5 18 butir
9 10 butir
10 9 butir
15 6 butir
Daftar tersebut memperlihatkan korespondensi satu-satu antara banyak
anak dan banyak kelereng yang diterima setiap anak. Hasil kali banyaknya
anak dengan banyaknya kelereng yang diterima untuk setiap baris adalah
sama, yaitu 3 x 30 = 5 x 18 = 9 x 10 = 10 x 9 = 15 x 9 = 90
Maka,
banyaknya anak pada baris pertama 3 1
Perbandingan = =
banyaknya anak pada baris ketiga 9 3
banyaknya kelereng pada baris pertama 30 3
Perbandingan = =
banyaknya kelereng pada baris ketiga 10 1
Dari daftar tersebut terlihat bahwa perbandingan banyaknya anak
merupakan kebalikan dari perbandingan banyaknya kelereng. Bentuk
perbandingan tersebut merupakan perbandingan berbalik harga.
Contoh :
Seorang pemborong memperhitungkan waktu yang diperlukan dalam
menyelesaikan pembuatan sebuah rumah. Jika memakai 9 pekerja akan
memerlukan waktu 32 hari. Berapakah banyaknya pekerja yang diperlukan
jika rumah tersebut harus selesai dalam waktu 20 hari ?
Jawab :
a. Perhitungan dengan cara hasil kali
Banyaknya pekerjaan = 32 hari x 9 pekerjaan
= 288 hari pekerja
288 hari pe ker ja
Banyaknya pekerja selama 24 hari = = 12 pekerja
24 hari
b. Perhitungan dengan perbandingan berbalik nilai
9 ↔ 32
x ↔ 24
sehingga :
9 24
=
x 32
↔9 x 32 = 24 x
↔ 288 = 24x
288
↔ x=
24
↔ x = 12
PENARIKAN KESIMPULAN ATAU SILOGISME

Misal diberikan beberapa pernyataan. Dari pernyataan tersebut dapat


ditarik kesimpulan yang merupakan pernyataan baru. Proses penarikan
kesimpulan ini dinamakan inferensi. Jika penalaran merupakan aktivitas
berpikir maka penarikan kesimpulan merupakan lambang aktivitas
tersebut. Jadi penarikan kesimpulan adalah lambang aktivitas pikiran
yang abstrak yang berbentuk bahasa atau bentuk-bentuk lambang
lainnya. Bentuk dari penarikan kesimpulan tersebut dinamakan argumen.
Jadi argumen didefinisikan sebagai himpunan sejumlah berhingga
pernyataan sedemikian sehingga pernyataan terakhir disebut kesimpulan
atau konklusi dan semua pernyataan lain disebut premis-premis. Secara
simbolis, argumen didefinisikan sebagai berikut.
Definisi : Argumen adalah himpunan pernyataan-pernyataan yang ditulis
sebagai

P1
P2
P3
.
Pn
Jadi q
Dimana P1, P2, P3, Pn disebut premis, dan q disebut konklusi.

Proses penarikan kesimpulan secara logis dari premis-premis


disebut deduksi. Penarikan kesimpulan yang dilakukan harus sah atau
valid. Validitas suatu penarikan kesimpulan dapat diuji dengan cara
menguji validitas bentuk dari penarikan kesimpulan tersebut dalam hal
ini argumennya. Suatu argumen dikatakan sah jika premis-premis
bernilai benar maka konklusinya bernilai benar. Sebaliknya suatu
argumen dikatakan tidak sah jika semua premis bernilai benar tetapi
konklusinya bernilai salah. Jadi dalam penarikan kesimpulan, premis-
premis dianggap atau diasumsikan benar dan argumennya harus sah atau
valid. Sebelum kita mengkaji beberapa argumen, terlebih dahulu kita
akan mempelajari konsep tautologi dan kontradiksi yang sangat penting
dalam membuktikan validitas argumen. Berikut ini diberikan definisi dan
contoh dari tautologi dan kontradiksi. Definisi : Tautologi adalah
pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar tanpa memandang nilai
kebenaran dari komponen-komponen pembentuknya. Contoh sederhana
tautologi diberikan berikut ini.

Contoh : pernyataan p ∨ p merupakan tautologi. Dengan tabel


kebenaran, kita akan buktikan hal ini.
Tabel 1. Tabel Kebenaran p p)

Definisi : Kontradiksi adalah pernyataan majemuk yang selalu bernilai


salah tanpa memandang nilai kebenaran dari komponen-komponen
pembentuknya. Berikut ini contoh kontradiksi.

Contoh : pernyataan p p merupakan kontradiksi. Dengan tabel


kebenaran berikut ini, kita akan buktikan bahwa p p merupakan
kontradiksi.

Dari definisi dan contoh dari tautologi dan kontradiksi, jelas bahwa
ingkaran dari suatu tautologi merupakan kontradiksi. Demikian juga
sebaliknya, ingkaran dari kontradiksi merupakan tautologi. Suatu
pernyataan yang bukan merupakan tautologi maupun kontradiksi disebut
kontingensi. Dalam mempelajari penarikan kesimpulan konsep
mengenai tautologi ini merupakan konsep terpenting karena digunakan
untuk membuktikan apakah suatu penarikan kesimpulan sah atau tidak.
Oleh karena itu sebelum kita mempelajari penarikan kesimpulan, ada
baiknya kita memperdalam pemahaman mengenai konsep ini dengan
mengerjakan soal-soal berikut ini.

Selanjutnya kita siap mempelajari penarikan kesimpulan dalam hal ini kita
akan kaji terlebih dahulu bentuk penarikan kesimpulannya yaitu argumen.
Berikut ini diberikan contoh penarikan kesimpulan.

Kedua contoh di atas mempunyai bentuk yang sama. Bentuk argumen


tidak memperhatikan kalimat atau pernyataan. Argumen tersebut
memiliki bentuk sebagai berikut.

Argumen dengan bentuk seperti di atas disebut modus ponens. Salah satu
cara untuk mengetahui validitas suatu argumen adalah dengan
menggunakan konsep tautologi. Caranya adalah sebagai berikut. Kita
bentuk pernyataan majemuk yang merupakan implikasi dimana
antesedennya merupakan konjungsi premis-premis dari argumen
tersebut dan kesimpulan dari argumen menjadi konsekuennya. Jadi untuk
membuktikan bahwa argumen tersebut sah atau valid bentuk argumen di
atas diubah menjadi bentuk implikasi sehingga diperoleh [(p→ q) ∧ p] →
q. Bentuk implikasi tersebut harus dibuktikan benar tanpa memandang
nilai kebenaran dari komponen-komponen pembentuknya. Berarti dengan
tabel kebenaran kita akan buktikan apakah pernyataan tersebut termasuk
tautologi atau bukan. Jika merupakan tautologi maka argumen tersebut
sah atau valid. Sebaliknya jika bukan merupakan tautologi maka
argumen itu tidak valid. Pembuktian dengan menggunakan tabel
kebenaran berikut ini.

Setiap kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan p dan q akan


menghasilkan nilai kebenaran pernyataan [(p→ q) ∧ p] → q yang selalu
benar dengan kata lain pernyataan tersebut merupakan tautologi. Jadi
argumen yang berbentuk modus ponens merupakan argumen yang valid.
Hal ini berarti cara penarikan kesimpulan dengan menggunakan modus
ponens merupakan penarikan kesimpulan yang sah atau valid.
Selanjutnya kita akan mempelajari argumen dengan bentuk
modus tolens melalui contoh berikut ini.

Contoh :
Jika saya giat belajar maka
saya lulus ujian Ternyata
saya tidak lulus ujian
Berarti saya tidak giat belajar
Argumen di atas secara umum berbentuk

Dengan tabel kebenaran, silakan Anda mencoba membuktikan validitas


modus tolens di atas yaitu dengan melihat apakah pernyataan majemuk
[(p→ q) ∧ ~q] → ~p merupakan tautologi.

Pernyataan [(p→ q) ∧ ~q] → ~p selalu bernilai benar, tanpa memandang benar


atau
tidak pernyataan yang menjadi komponen pembentuk pernyataan [(p→
q) ∧ ~q] → ~p. Jadi pernyataan [(p→ q) ∧ ~q] → ~p merupakan
tautologi. Dengan demikian bentuk argumen dengan jenis modus tolens
merupakan penarikan kesimpulan yang sah atau valid.

Bentuk penarikan kesimpulan yang ketiga adalah argumen yang disebut


silogisme. Untuk memahami argumen bentuk ini, Anda perhatikan contoh
berikut.

Contoh :
Setiap hari Sabtu, ibu
tidak masuk kerja Jika
tidak masuk kerja, ibu
suka berkebun Jadi setiap
hari Sabtu, ibu suka
berkebun
Argumen di atas secara umum mempunyai bentuk sebagai berikut.

Untuk membuktikan validitas argumen di atas, dengan tabel


kebenaran akan dibuktikan bahwa pernyataan [(p→ q) ∧ (q → s)]
→ (p → s) merupakan tautologi. Tabel kebenaran pernyataan
tersebut disajikan berikut ini.
Dari tabel 5 nampak bahwa pernyataan [(p→ q) ∧ (q → s)] → (p → s)
selalu bernilai benar, bagaimanapun nilai kebenaran dari komponen-
komponen pembentuknya. Maka dikatakan bahwa pernyataan tersebut
merupakan tautologi. Dengan demikian penarikan kesimpulan dengan
bentuk argumen jenis silogisme merupakan penarikan kesimpulan yang
sah.

Ketiga bentuk argumen yang telah kita pelajari di atas,


selanjutnya digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan yang sah.
Selain menggunakan ketiga bentuk argumen tersebut, jika diperlukan kita
dapat menggunakan semua aturan-aturan di dalam logika asalkan aturan-
aturan tersebut telah dibuktikan kebenarannya. Berikut ini salah satu
contoh soal mengenai penarikan kesimpulan.

Contoh : Perhatikan premis-premis berikut ini.


Premis 1 : Jika Anita mendapat A pada ujian akhir maka Anita
mendapat A untuk mata kuliah itu.
Premis 2 : Jika Anita mendapat A untuk mata kuliah itu maka ia
dinominasikan menerima beasiswa.

Premis 3 : Anita tidak dinominasikan menerima beasiswa.

Dari premis-premis tersebut, kesimpulan apa yang dapat ditarik? Kita


akan menyelesaikan masalah di atas. Silakan Anda ikut mencoba untuk
menyelesaikannya. Agar kita dapat lebih mudah melihat bentuk dari
penarikan kesimpulan yang kita buat maka kita akan ubah premis-premis
di atas dalam symbol logika dengan memisalkan pernyataan-pernyataan
yang membentuk premis-premis sebagai berikut.

p : Anita mendapat A untuk ujian akhir


q : Anita mendapat A untuk mata kuliah itu
r : Anita dinominasikan menerima beasiswa
Dengan pemisalan tersebut akan diperoleh terjemahan secara simbol
logika sebagai berikut.
Premis 1 p→ q

Premis 2 q→ s

Premis 3 r

Dari premis 1 dan 2, dengan menggunakan silogisme diperoleh p→ q

Dari pernyataan p→ q dan premis ketiga yaitu r diperoleh p dengan


menggunakan modus tolens. Jadi dari ketiga premis tersebut dapat ditarik
kesimpulan p. Jadi Anita tidak mendapat A untuk ujian akhir.
Object 1

TES KARAKTERISTIK PRIBADI


(TKP)

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) bertujuan untuk menggali pengetahuan, keterampilan,


sikap/perilaku, dan sejauh mana tingkat kedewasaan dan stabilitas emosi seseorang. Tes TKP
tidak memiliki nilai benar dan salah. Namun setiap pilihan jawaban akan menunjukkan skor
yang berbeda-beda. Skor paling rendah adalah 1 dan skor paling tinggi adalah 5.

Tips dan Trik:


1. Jadilah pribadi yang tegas dalam menegakkan peraturan dan bersikaplah profesional. Pahami
dengan benar apa nilai kepribadian yang sedang dinilai oleh soal TKP yang sedang kalian
kerjakan. Ada 16 aspek yang diujikan dalam Tes Karakteristik Pribadi sesuai dengan Permenpan
No 36 Tahun 2018. 16 aspek itu adalah :

a) Pelayanan publik;
b) Sosial budaya;
c) Teknologi informasi dan komunikasi;
d) Profesionalisme;
e) Jejaring kerja;
f) Integritas diri;
g) Semangat berprestasi;
h) Kreativitas dan inovasi;
i) Orientasi pada pelayanan;
j) Orientasi kepada orang lain;
k) Kemampuan beradaptasi;
l) Kemampuan mengendalikan diri;
m) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
n) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
o) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok; dan
p) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

2. Eliminasi kemungkinan jawaban yang memiliki nilai paling rendah. Lalu fokus dengan
pilihan jawaban yang memiliki skor 4 atau 5. Biasanya jawaban dengan skor nilai 4 dan 5
memiliki kemiripan.
3. Karena tidak memiliki pengurangan nilai, maka jawablah semua pertanyaan TKP sesegera
mungkin. Passing Grade 143 mengharuskan teman-teman untuk teliti dalam menjawab.

4. Pengalaman pada tes CPNS 2018, soal TKP panjang-panjang dan memerlukan konsentrasi
tinggi. Cari kalimat atau kata yang menjadi kunci dari soal agar kalian tidak hilang fokus yang
pada akhirnya waktu habis karena sibuk membaca soal.

LATIHAN SOAL PENDALAMAN MATERI TKP


BAGIAN 1

1. Saya telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan presentasi di kantor besok
pagi.
A. Saya yakin besok presentasi saya berjalan dengan baik, namun saya tetap mempersiapkan
dengan maksimal.
B. Meski begitu saya cemas kalau-kalau ternyata besok presentasi saya kurang lancar
C. Saya pasrah jika ada kendala
D. Tak mungkin presentasi saya tidak lancar
E. Tapi Mungkin saja presentasi saya terganggu hal lain
JAWABAN:
Penilaian menggunakan skala nilai skor:
A. Saya yakin besok presentasi saya berjalan dengan baik, namun saya tetap
mempersiapkan dengan maksimal. (Skor 5)
B. Meski begitu saya cemas kalau-kalau ternyata besok presentasi saya kurang lancar (Skor 1)
C. Saya pasrah jika ada kendala (Skor 3)
D. Tak mungkin presentasi saya tidak lancar (Skor 2)
E. Tapi Mungkin saja presentasi saya terganggu hal lain (Skor 4)

2. Dalam setiap pekerjaan pasti memiliki job description masing-masing, dan saya telah
melakukan sesuai dengan job description tersebut.
A. Ditengah-tengah kesibukan pekerjaan, saya tetap mau membantu teman menyelesaikan
pekerjaannya yang tertunda
B. Saya akan membantu kawan saya yang lain jika diminta.
C. Saya mau mempelajari hal lain diluar deskripsi jabatan saya.
D. Saya hanya akan melakukan pekerjaan diluar deskripsi jabatan jika diminta oleh atasan.
E. Enggan berkontribusi lebih dari apa yang telah dikerjakan saat ini.
JAWABAN:
Penilaian menggunakan skala nilai skor:
A. Ditengah-tengah kesibukan pekerjaan, saya tetap mau membantu teman
menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda (skor 5)
B. Saya akan membantu kawan saya yang lain jika diminta. (skor 4)
C. Saya mau mempelajari hal lain diluar deskripsi jabatan saya. (skor 3)
D. Saya hanya akan melakukan pekerjaan diluar deskripsi jabatan jika diminta oleh atasan. (skor
2)
E. Enggan berkontribusi lebih dari apa yang telah dikerjakan saat ini. (skor 1)

3. Saya diutus untuk menghadiri seminar menggantikan atasan saya. Pada saat yang bersamaan
saya sedang mengerjakan laporan yang tidak terlalu mendesak.
A. Saya akan selesaikan terlebih dahulu laporan tersebut, sebab bisa saja diminta oleh atasan
sewaktu-waktu.
B. Laporan tersebut akan menjadi merepotkan kalau tertunda.
C. Saya akan menghadiri seminar tersebut agar dapat menghindar dari tugas laporan.
D. Saya akan menghadiri seminar tersebut karena laporan belum harus segera diserahkan
kepada atasan.
E. Saya bisa menghadiri seminar dan mengerjakan laporannya nanti saja.
JAWABAN:
Penilaian menggunakan skala nilai skor:
A. Saya akan selesaikan terlebih dahulu laporan tersebut, sebab bisa saja diminta oleh
atasan sewaktu-waktu.(skor 5)
B. Laporan tersebut akan menjadi merepotkan kalau tertunda.(skor 3)
C. Saya akan menghadiri seminar tersebut agar dapat menghindar dari tugas laporan.(skor 4)
D. Saya akan menghadiri seminar tersebut karena laporan belum harus segera diserahkan
kepada atasan.(skor 1)
E. Saya bisa menghadiri seminar dan mengerjakan laporannya nanti saja.(skor 2)

4. Andi adalah seorang karyawan yang rajin. Namun apa yang akan terjadi pada masa
mendatang tak ada yang tahu
A. Andi tetap saja akan terkena PHK jika ekonomi nasional lesu
B. Mustahil karyawan serajin Andi kena PHK
C. Karakter Andi sebagai karyawan rajin dapat membantu kenaikan karirnya kelak
D. Pemecatan banyak karyawan tidaklah terlalu berpengaruh terhadap citra perusahaan
E. Harusnya karyawan rajin tak boleh kena PHK
JAWABAN:
Penilaian menggunakan skala nilai skor:
A. Andi tetap saja akan terkena PHK jika ekonomi nasional lesu (Skor 4)
B. Mustahil karyawan serajin Andi kena PHK (Skor 1)
C. Karakter Andi sebagai karyawan rajin dapat membantu kenaikan karirnya kelak
(Skor 5)
D. Pemecatan banyak karyawan tidaklah terlalu berpengaruh terhadap citra perusahaan (Skor 3)
E. Harusnya karyawan rajin tak boleh kena PHK (Skor 2)

5. Setelah mematangkan rencana,


A. Saya masih khawatir apakah rencana tersebut bisa berhasil
B. Berhasil tidaknya tak lepas dari pihak lain juga
C. Manusia berusaha sebaik-baiknya dan Tuhan yang menentukan
D. Bagaimanapun caranya rencana harus berhasil
E. Saya minta pendapat orang lain terlebih dulu, sebab pendapat banyak orang lebih baik
daripada pendapat satu orang
JAWABAN:
Penilaian menggunakan skala nilai skor:
A. Saya masih khawatir apakah rencana tersebut bisa berhasil (Skor 1)
B. Berhasil tidaknya tak lepas dari pihak lain juga (Skor 3)
C. Manusia berusaha sebaik-baiknya dan Tuhan yang menentukan (Skor 5)
D. Bagaimanapun caranya rencana harus berhasil (Skor 2)
E. Saya minta pendapat orang lain terlebih dulu, sebab pendapat banyak orang lebih baik
daripada pendapat satu orang (Skor 4)

6. Jika suatu rencana kerja terlihat rumit, maka


A. Saya tak mau repot-repot mencobanya
B. Saya khawatir jika mencobanya dan gagal
C. Saya berani mencoba setelah mempertimbangkan risikonya
D. Saya minta pendapat isteri Yang penting saya coba dulu
E. Yang penting saya coba dulu
JAWABAN:
Penilaian menggunakan skala nilai skor:
A. Saya tak mau repot-repot mencobanya (Skor 1)
B. Saya khawatir jika mencobanya dan gagal (Skor 2)
C. Saya berani mencoba setelah mempertimbangkan risikonya (Skor 5)
D. Saya minta pendapat isteri Yang penting saya coba dulu (Skor 4)
E. Yang penting saya coba dulu (Skor 3)

BAGIAN 2

1. Sikap saya terhadap perubahan, ide-ide dan cara-cara baru dalam bekerja
A. Perubahan bukan jaminan keberhasilan pekerjaan.
B. Perubahan adalah suatu yang pasti.
C. Keberhasilan pekerjaan bergantung pada jenis perubahan, ide dan cara-cara baru tersebut
D. Stabilitas dalam bekerja lebih penting.
E. Dengan adanya perubahan, kondisi kerja pasti lebih baik.
Jawaban E

2. Berpindah-pindah pekerjaan adalah hal yang wajar


A. Saya tidak berpendapat bahwa karyawan harus setia terhadap perusahaannya
B. Saya meyakini nilai-nilai yang mengatakan bahwa loyalitas terhadap pekerjaan adalah sikap
yang terpuji.
C. Pekerjaan saya saat ini tidak dapat menjamin masa depan saya.
D. Saya meyakini bahwa loyalitas itu penting, sehingga saya merasakan pentingnya tanggung
jawab moral karyawan.
E. Saya menyukai pekerjaan saya, tetapi jika ada pekerjaan yang lebih baik saya tidak ragu
untuk pindah
Jawaban E

3. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.
Berkaitan dengan hal itu saya senang..
A. Pekerjaan yang menantang.
B. Pekerjaan yang rutin.
C. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru.
D. Bekerja dengan standar yang tinggi.
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih.
Jawaban C

4. Saya memiliki buku favorit dan buku tersebut dihilangkan oleh teman dekat saya.
A. Saya marah pada teman saya
B. Saya memintanya untuk mengganti buku tersebut karena buku itu favorit saya.
C. Saya sangat menyukai buku tersebut, namun buku itu sudah hilang.
D. Saya memusuhinya dan melarangnya meminjam buku saya lagi.
E. Saya memintanya untuk mengganti dan mengatakan padanya untuk lebih berhati-hati jika dia
meminjam buku saya lagi.
Jawaban E

5. Perusahaan tempat saya bekerja sedang mengalami kesulitan keuangan.


A. Saya tidak merasa khawatir dan saya tidak akan pindah perusahaan karena saya merasa
cocok dengan pekerjaan ini.
B. Setiap perusahaan pasti pernah mengalami kesulitan keuangan.
C. Perusahaan harus segera bertindak untuk mengatasi masalah ini.
D. Saya mulai mencari pekerjaan lain sembari tetap bekerja diperusahaan saat ini.
E. Saya tidak berpikir dua kali untuk segera keluar dari perusahaan tersebut walaupun belum
memiliki pekerjaan lain.
Jawaban A

BAGIAN 3

1. Sudah sejak lama saya berusaha untuk memperbaiki kelemahan diri, tetapi belum juga
tampak hasilnya. Pada akhirnya saya :
A. Dengan terpaksa menerimanya
B. Menerimanya dengan sedikit kekecewaan
C. Menerimanya dengan lapang dada
D. Membenci diri sendiri
E. Meratapi diri sendiri

2. Untuk mencapai tujuan kelompok yang telah ditetapkan saya :


A. Tidak mempermasalahkan apakah orang lain mau bekerja dengan baik atau tidak
B. Mendorong orang lain untuk bekerja dengan baik jika situasi memungkinkan
C. Mendorong orang lain bekerja dengan baik jika diperlukan
D. Menstimulasi orang lain untuk mau bekerja dengan baik
E. Mengajak orang lain bersama-sama untuk bekerja dengan baik

3. Ketika teman kantor sedang membicarakan satu teman yang bermasalah, saya akan ;
A. Membicarakan dengan teman dekat kemungkinan terbaik
B. Mengajak teman-teman mempertimbangkan suatu tindakan tertentu
C. Meyakinkan teman-teman akan keperluannya dilakukan suatu tindakan
D. Mengajukan usulan alternatif tindakan yang tepat
E. Menyetujui saja apa yang menjadi keputusan

4. Ketika sedang mengerjakan tugas bersama yang harus selesai pada hari itu, seorang teman
akan meninggalkan terlebih dahulu, maka saya:
A. Memaksa untuk tetap tinggal
B. Membujuknya untuk menyelesaikan tugas
C. Mempersilakan pergi
D. Meminta pertimbangan teman yang lain
E. Memintanya untuk mempertimbangkan

5. Saya mengerjakan tugas koreksi laporan kantor yang harus selesai besok pagi. Tiba-tiba
sahabat datang dengan muka cemberut dan tampaknya ingin curhat (mencurahkan isi hati)
kepada saya. Atas kejadian itu saya :
A. Menanggapi dan memberi berbagai alternatif penyelesaiannya
B. Meneruskan koreksi laporan dan tidak memerdulikan keinginan teman saya
C. Mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
D. Dengan menyesal tidak dapat mendengarkan keluhannya
E. Terus mengoreksi laporan sambil sesekali mendengarkan ceritanya

6. Ketika muncul suatu masalah dan terkait dengan hal-hal yang menjadi kewajiban saya, maka
saya :
A. Akan bertanggung jawab
B. Menunjuk orang lain sebagai penyebab
C. Mencermati dulu apakah saya terlibat di dalamnya
D. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber masalah
E. Membiarkan masalah tetap berlangsung
7. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi
organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, saya senang ...
A. Bekerja dengan standar hasil yang tinggi
B. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru
C. Pekerjaan yang rutin
D. Pekerjaan yang menantang
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih

8. Ketika saya harus menjelaskan sesuatu kepada orang lain hal yang terjadi adalah:
A. Kebanyakan orang ingin agar penjelasan tersebut diulang
B. Sebagian orang masih meminta penjelasan
C. Orang memahami penjelasan saya
D. Orang menjadi antusias atas penjelasan saya
E. Tidak ada seorang pun yang memberikan tanggapan

9. Pada pertemuan keluarga dalam rangka merayakan hari raya, saya :


A. Berusaha menjajagi peluang untuk mendapatkan kesempatan pengembangan masa depan
saya
B. Mengarahkan pembicaraan pada halhal yang memungkinkan orang lain mengetahui
kelebihan saya
C. Berusaha memuaskan tamu dengan menjamu tamu sebaik-baiknya
D. Menunggu kesempatan untuk mendapatkan tawaran bagi pengembangan masa depan saya
E. Menjamu dengan ramah sambil menunjukkan kelemahan saya

10. Dalam melaksanakan suatu tugas yang dipercayakan kepada saya, saya ...
A. Selalu mencari alternatif lain agar tidak mengambil keputusan sendiri
B. Tidak berani mengambil keputusan sendiri
C. Selalu menunggu keputusan pimpinan
D. Berani mengambil keputusan karena tugas tersebut telah dipercayakan kepada saya
E. Menyadari bahwa keputusan pimpinan diperlukan jika keputusan tersebut diluar wewenang
saya

11. Dalam suatu kepanitiaan di tempat kerja, tugas yang diberikan kepada saya hasilnya
mengecewakan. Meskipun saya sudah berusaha anggota lain menilai saya tidak mampu bekerja.
A. Sulit mengakui penilaian tersebut
B. Menerima penilaian tersebut
C. Menyangkal penilaian tersebut
D. Tersinggung merasa dipermalukan
E. Berusaha menerima penilaian tersebut

12. Sahabat ayah saya tiba-tiba masuk rumah sakit terkena serangan jantung. Saya akan :
A. Menemaninya untuk memberi dukungan
B. Ikut bersedih dan terus memikirkannya
C. Berusaha untuk tidak memikirkannya
D. Menghibur keluarga semampu saya
E. Tetap melanjutkan kegiatan saya

13. Menurut saya, bekerja merupakan upaya untuk meraih kesuksesan. Untuk itu upaya saya
adalah ...
A. Bekerja dengan cermat dan berusaha menjadi terbaik dan diakui
B. Berusaha menyingkirkan orang yang saya anggap menghalangi upaya saya
C. Bekerja sepenuh hati
D. Bekerja sampai larut malam
E. Bekerja berdasarkan perintah atasan

14. Di unit kerja saya telah terjadi pergantian pimpinan. Sikap saya adalah ...
A. Tidak peduli
B. Berusaha mengenal dan memahami visi dan misi pimpinan baru
C. Tidak berusaha mendekati pimpinan baru karena takut dicap penjilat
D. Berusaha mengenal pribadi pimpinan baru
E. Pergantian pimpinan itu sesuatu yang biasa

15. Atasan yang saya sukai adalah yang ….


A. Sangat disiplin dan selalu meminta saya menunggu keputusan yang diambilnya sebelum
suatu pekerjaan dilaksanakan
B. Selalu menanyakan pendapat dan ide dari bawahan sebagai bahan masukan untuk suatu
pekerjaan yang dilakukannya
C. Senantiasa mendelegasikan wewenangnya pada bawahan
D. Tidak terlalu membantu bawahan menyelesaikan tugas, namun sebaliknya berharap saya
mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa sering berkonsultasi kepadanya
E. Selalu memberi petunjuk yang jelas atas pekerjaan yang akan bawahan kerjakan

16. Saya mengajukan suatu usulan untuk atasan saya namun usulan tersebut menurut atasan
saya kurang tepat. Sikap saya adalah ...
A. Merasa sangat kecewa
B. Mencoba mencari alternatif usulan yang lain untuk diajukan lagi
C. Merasa kecewa tetapi berusaha melupakan penolakan tersebut.
D. Tetap mencoba memberikan alasan dan pembenaran atas usulan tersebut sampai dapat
meyakinkan atasan saya
E. Tidak merasa kecewa dan berusaha melupakan penolakan tersebut

17. Saya sedang mengerjakan ujian calon pegawai negeri sipil, waktu yang disediakan tinggal
lima menit lagi padahal ada beberapa soal yang belum saya selesaikan, saya :
A. Berusaha menutupi kecemasan saya
B. Tak ingin memikirkannya
C. Memikirkan apa yang saya rasakan
D. Merasa gelisah, khawatir tidak selesai
E. Mengerjakan soal tersisa sampai waktu habis

18. Jika saya diterima menjadi PNS dan saya tidak mempunyai uang maka saya akan :
A. Cari pinjaman ke teman sekantor
B. Bekerja apapun asal bisa dapat uang
C. Mengundurkan diri dari PNS
D. Mencari sumbangan dari suatu lembaga
E. Mencari bantuan atasan
SOAL DAN PEMBAHASAN LATIHAN TWK TIU TKP
Pembahasan Lihat Bagian Akhir

1. Sebagai ideologi terbuka, maka pancasila sebaiknya ...


A. Disesuaikan dengan ideologi lain
B. Dipadukan dengan ideologi lain
C. Dibuatkan penafsiran resmi
D. Ditafsirkan ulang
E. Dikontraskan dengan ideologi lain

2. Di dalam ideologi terdapat tiga unsur esensial, salah satunya adalah bahwa setiap ideologi
selalu memuat adanya gagasan-gagasan vital yang sudah diyakini kebenarannya untuk
dijadikan dasar dan arah serta bagi tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Unsur ini
disebut ...
A. Keyakinan
B. Mitos
C. Loyalitas
D. Doktrin
E. Cita-cita

3. Pancasila adalah sikap mental dan tingkah laku bangsa Indonesia yang mempunyai ciri
khas, merupakan kedudukan pancasila sebagai …
A. Dasar Negara
B. Ideologi bangsa
C. Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
D. Way of life
E. Kepribadian Bangsa Indonesia

4. Lambang diyakini sebagai salah satu pendorong keberhasilan suatu cita-cita. Padi dan
kapas pada burung Garuda melambangkan ...
A. Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
E. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal …
A. 1 Juni
B. 22 Juni
C. 30 September
D. 1 Oktober
E. 10 November

6. UUD 1945 sebelum diamandemen menegaskan bahwa kedaulatan diatur di tangan rakyat
dan dilakukan sepenuhnya oleh ...
A. MPR
B. DPR
C. Presiden
D. MA
E. Perdana Menteri

7. UUD 1945 merupakan konstitusi pertama negara Republik Indonesia yang berlaku mulai
tanggal ...
A. 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 1948
B. 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 1950
C. 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949
D. 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 1949
E. 20 Agustus 1945 – 17 Agustus 1949

8. Alasan kembalinya pada UUD 1945 adalah bahwa UUD 1945 dianggap sebagai ...
A. Konstitusi pertama yang berlaku
B. Warisan nenek moyang
C. Konstitusi yang dianggap mampu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa
D. Konstitusi yang paling baik saat ini
E. Konstitusi yang cocok untuk bangsa indonesia

9. Tujuan perubahan UUD 1945 yaitu menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan
perlindungan HAM agar sesuai dengan perkembangan paham HAM dan peradaban umat
manusia yang merupakan syarat bagi suatu negara hukum yang tercantum dalam ...
A. Hukum Internasional
B. UUD 1945
C. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
D. Perjanjian Internasional
E. Pancasila

10. Terbentuknya negara melalui adanya kelebihan dan dominasi seseorang atas orang lain,
pemahaman itu merupakan intisari dari ...
11.
A. Teori perjanjian
B. Teori pemerintahan
C. Teori politik
D. Teori yuridis
E. Teori kekuasaan
11. Gabungan dari beberapa negara yang dikepalai oleh seorang raja dan memiliki kekuasaan
asli pada pemerintah pusat, negara tersebut berbentuk ...
A. Serikat
B. Dominion
C. Kesatuan
D. Protektorat
E. Uni

12. Tokoh yang mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi cukup Soekarno
dan Hatta atas nama bangsa Indonesia adalah ...
A. B.M. Diah
B. Ahmad Subardjo
C. Chairul Saleh
D. Sukarni
E. Sayuti Melik

13. Untuk mengenang peristiwa Rengasdengklok tepatnya di markas bekas kompi Peta,
dibangun ...
A. Gedung Rengasdengklok
B. Perpustakaan Rengasdengklok
C. Monumen Rengasdengklok
D. Sekolah Rengasdengklok
E. Taman Rengasdengklok

14. Negara merupakan organisasi kekuasaan yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa,
oleh karena itu harus ...
A. Memberikan pelayanan terbaik
B. Memperhatikan kesempatan berusaha
C. Memajukan kesejahteraan umum
D. Mengutamakan pembangunan ekonomi
E. Melestarikan kehidupan setiap suku

15. Di Indonesia dikenal dengan adanya sistem kekerabatan patrilineal dan matrilineal. Suku
yang menganut sistem kekerabatan matrilineal adalah ...
A. Batak
B. Rejang
C. Gayo
D. Bali
E. Minangkabau

16. Sumpah pemuda merupakan titik balik pemuda Indonesia untuk bersatu demi mewujudkan
Indonesia merdeka. Yang membacakan sumpah pemuda adalah ...
A. Amir Syafrudin
B. Moh. Yamin
C. Sugondo Joyopuspito
D. Djoko Marsaid
E. Rohjani
17. Penanaman modal asing yang diterapkan pemerintah kolonial belanda ternyata mampu
membawa perubahan sosial dalam masyarakat Indonesia, yaitu ...
A. Timbulnya golongan buruh dan pengusaha
B. Masyarakat Indonesia mulai mengenal sistem uang
C. Tumbuhnya golongan terpelajar
D. Terjadinya pengambilalihan tanah pedesaan
E. Taraf hidup dan tingkat sosial ekonomi masyarakat meningkat

18. Yang bukan merupakan Tugas MPR sebelum dilakukan amandemen adalah …
A. Menetapan GBHN
B. Menetapkan dan mengubah UUD
C. Melantik Presiden dan Wakilnya
D. Memilih Presiden dan Wakilnya
E. Pelaksanaan kedaulatan rakyat

19. Sistem pemerintahan menurut UUD 1945 menegaskan bahwa ..


A. Kekuasaan kepala negara tak terbatas
B. Kekuasaan kepala negara perlu dibatasi
C. Kekuasaan kepala negara sangat terbatas
D. Kekuasaan kepala negara seumur hidup
E. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.

20. Dengan adanya prinsip otonomi seluas-luasnya, daerah diberi kewenangan mengatur
urusan pemerintahannya sendiri, kecuali di bidang…
A. Agama
B. Perekonomian
C. Wilayah
D. Sosial Masyarakat
E. SDA

21. Pada hakikatnya setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusiaan. Aturan dasar ini tercantum dalam UUD 1945...
A. Bab X Pasal 27 (1)
B. Bab X Pasal 27 (2)
C. Bab X Pasal 28 (1)
D. Bab XII Pasal 30 (1)
E. Bab XII Pasal 30 (2)

22. Hukum yang positif adalah hukum yang ...


A. Mengatur tata cara melaksanakan dan mempertahankan hukum
B. Berisi perintah dan larangan
C. Hanya berlaku pada masyarakat tertentu
D. Berlaku sekarang
E. Berlaku di masa mendatang

23. Menurut aturan yang tercantum dalam UUD 1945, kedaulatan rakyat adalah di tangan rakyat
dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR yang anggotanya terdiri dari unsur-unsur kecuali...
A. Utusan daerah
B. Utusan golongan
C. Utusan partai politik
D. Utusan TNI
E. Utusan pemerintah

24. Setiap negara memiliki sifat tidak tetap dan harus mengalami perubahan. Oleh karena itu,
harus dikembangkan pola pemerintahan yang relatif tahan terhadap gejolak yang akan
datang. Hal ini disebut juga ...
A. Kompleksitas
B. Keragaman
C. Integritas
D. Dinamika
E. Pluralitas

25. Demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, dilakukan oleh rakyat, dan untuk
kepentingan rakyat sehingga kedaulatan berada di tangan rakyat. Kedaulatan rakyat
sepenuhnya dilakukan oleh ....
A. DPR dan MPR
B. DPA dan BPK
C. Presiden
D. DPR
E. MPR

26. Salah satu Negara dibawah yang masih menganut system demokrasi parlementer hingga
saat ini adalah …
A. Inggris
B. Amerika
C. Belgia
D. Argentina
E. China

27. Masuknya pengaruh Hindu pertama kali dibuktikan dengan adanya penemuan prasasti dari
kerajaan...
A. Kutai
B. Sriwijaya
C. Tarumanegara
D. Mataram Hindu
E. Majapahit

28. Gubernur VOC yang memaksa dan memerintahkan rkayat untuk membuat jalan raya Anyer
– Panarukan adalah …
A. Raffles
B. Pieter Both
C. Van den Bosch
D. Daendels
E. Van der Capllen

29. Pada abad pertengahan (6-15 M) kehidupan sosial dan spiritual masyarakat barat dikuasai
oleh seorang …
A. Paus
B. Presiden
C. Raja
D. Misionaris
E. Jenderal

30. Upaya USA membendung luasnya komunisme di Asia Tenggara diwujudkan dalam
membentuk ...
A. OAS
B. CENTO
C. ANZUS
D. SEATO
E. NATO

31. Kebijakan dunia yang berisi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca tertuang dalam…
A. Protocol Montreal
B. The Global Warming Conferency
C. Konferensi Greenpeace
D. Protocol Tokyo
E. Konferensi Lingkungan di Bali

Bacaan untuk soal 32-33


“Secara ekonomis, kelayakan pendanaan proyek ini masih dalam tahap pembicaraan antara
pemerintah Jepang dan Indonesia,” kata Sutiyoso. “Padahal studi kelayakan bidang teknik untuk
proyek “Subway” di Jakarta sudah selesai.

32. Di dalam teks tersebut tidak ada pernyataan ...


A. Proyek subway itu akan didanai oleh negara asing
B. Studi kelayakan untuk proyek itu sudah rampung
C. Proyek itu akan dilaksanakan di beberapa kota besar
D. Apakah proyek ini bernilai ekonomis atau tidak, belum diketahui
E. kelayakan pendanaan proyek ini masih dalam tahap pembicaraan

33. Yang dimaksud dengan proyek subway berhubungan dengan ...


A. Jalan raya
B. Lalu lintas
C. Perkeretaapian
D. Tata kota
E. Kemacetan

34. ... sektor pertanian dan transportasi bagi kabupaten Wonogiri sebesar Rp229,8 miliar atau
10,2% dari total kegiatan ekonomi.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ...
A. Distribusi
B. Kontribusi
C. Kuantitas
D. Komoditas
E. Aktifitas
35. Setelah gas pertanian di Porong meledak dan menewaskan serta melukai beberapa orang,
pemerintah menyebut luapan lumpur sebagai disaster.
Makna kata disaster pada kalimat di atas adalah...
A. Kecelakaan
B. Musibah
C. Bencana
D. Kelalaian
E. Kecerobohan
36. REKOGNISI =
A. Pengembalian
B. pemberitahuan
C. Pengakuan
D. Tuntutan
E. Pengampunan

37. SABAN =
A. Jarang
B. Sekali
C. Tiap-tiap
D. Pernah
E. Selalu

38. ANGOT =
A. Atau
B. Kumat
C. Andai
D. Kacau
E. Sering

39. ULTIMA > <


A. Final
B. Kesan
C. Biasa
D. Awal
E. Pesan

40. NAAS > <


A. Untung
B. Celaka
C. Rugi
D. Baik
E. Bangkrut

41. CHAOS > <


A. Hancur
B. Labil
C. Normal
D. Kacau
E. Berantakan

42. DANA : PENGGELAPAN = :


A. Uang : Brankas
B. Karya Tulis : Penjiplakan
C. Deposito : Perbankan
D. Cek : Akuntansi
E. Kanvas : Lukisan

43. KARDIOLOGI : JANTUNG = :


A. Phatologi : Peta
B. Farmakologi : Obat-Obatan
C. Akuntansi : Perusahaan
D. Biologi : Ilmu
E. Matematika : Kalkulator

44. NELAYAN : PERAHU = :


A. Koki : Oven
B. Penulis : Pena
C. Fotografer : Kamera
D. Petani : Traktor
E. Menjahit : Baju

45. HUMOR : KOMEDIAN = :


A. Memori : Amnesia
B. Heroisme : Epik
C. Klimaks : Drama
D. Perceraian : Pernikahan
E. Surat : Undangan

46. Dion membeli 20 kg beras jenis A seharga Rp 6.000,00/kg dan 30 kg beras jenis B dengan
harga Rp. 4.000,00/kg. Kedua jenis beras tesebut kemudian dicampur. Agar Dion mendapat
untung 4%, maka beras terebut dijual seharga ... /kg.
A. Rp 4.992,00 D. Rp 6.720,00
B. Rp 5.720,00 E. Rp 6.992,00
C. Rp 5.992,00

47. Pada tahun 2010 sebuah pabrik gula memproduksi gula pasir sebanyak ¾ ton. Jika
kebijakan produksi untuk tahun 2011 dan 2012 ditetapkan kenaikannya sebesar 125% dari
produksi tahun 2010, berapa ton jumlah produksi gula pasir pabrik terebut dalam tiga tahun
terakhir ini?
A. Tak dapat ditentukan
B. 196,48
C. 282,94
D. 479,42
E. 480,57

48. Ukuran sebuah kota pada suatu peta adalah panjang 12 cm dan lebar 9 cm. Apabila peta
tersebut mempunyai skala 1 : 200, luas sebenarnya dari kota tersebut adalah ... m2.
A. 108 D. 432
B. 216 E. 430
C. 420

49. Sebuah mesin dapat memotong sejenis kayu dalam 6 menit dan seorang tukang kayu
dengan menggunakan gergaji tangan dapat melakukan pekerjaan tersebut dalam 18 menit.
Setelah 4 menit, listrik padam dan kayu terebut harus dipotong dengan gergaji tangan.
Berapa menit yang diperlukan tukang kayu untuk menyelesaikan pemotongan kayu
tersebut?
A. 2 menit D. 14 menit
B. 6 menit E. 15 menit
C. 12 menit

50. Jika x adalah 27,8% dari 45 dan y adalah 45%b dari 27,8 maka ...
A. x > y
B. x < y
C. x =y
D. hubungan x dan y tidak dapat ditentukan
E. x ≠ y

51. Jika p sembarang bilangan, {x = 3p2+5} dan {y = 2p2 + 4}, manakah pernyataan berikut yang
benar?
A. x > y
B. x < y
C. x = y
D. hubungan x dan y tidak dapat di tentukan
E. x ≠ y

52. Nilai mata kuliah Tono pada semester I yang lalu adalah: Agama = 80, Pengantar Akuntansi
= 85, Bahasa Indonesia = 70, Matematika Ekonomi = 90, Bahasa Inggris = 70, Pancasila = 80, dan
Pengantar Perpajakan = 70. Dari data tersebut, berapakah median dari nilai yang diperoleh Tono
pada semester I yang lalu?
A. 70 D. 90
B. 78 E. 85
C. 80

53. Di dalam suatu kelas terdapat 30 siswa dan nilai rata-rata tes matematika adalah p. Pak
guru matematika mereka menaikkan nilai setiap siswa sebesar 10. Tentukan rata-rata nilai
baru siswa tersebut!
A. p + 300 D. p + 30
B. 10p E. 30p
C. p + 10

54. Aditya dapat mengepak buku sebanyak 112 buah sehari, sedangkan pembantunya hanya
dapat mengepak dengan kecepatan ¼ kecepatan Aditya. Berapa lamakah waktu yang
diperlukan mereka berdua untuk mengepak 560 buku, jika masing-masing bekerja sendiri-
sendiri pada hari-hari yang berbeda?
A. ½ hari D. 8 hari
B. 2 hari E. 6 hari
C. 4 hari

55. Sebuah mobil dapat menempuh 20 mil per galon bensin jika berjalan dengan kecepatan 50
mil/jam. Dengan kecepatan 60 mil/jam, jarak yang dapat ditempuh berkurang 12%.
Berapakah jarak yang dapat ditempuh oleh mobil tersebut dengan 11 galon bensin dan
berkecepatan 60 mil/jam?
A. 195,1 mil D. 193,6 mil
B. 200 mil E. 196 mil
C. 204,3 mil

56. Dari 100 siswa, 39 gemar olahraga. Diantara penggemar olahraga, ada 11 orang siswa juga
gemar bermain musik. Jika ada 32 siswa tidak gemar olahraga maupun musik, maka
banyaknya penggemar musik dari 100 siswa itu adalah ...
A. 29 D. 71
B. 39 E. 45
C. 40

57. Dari 60 orang anak, diketahui bahwa 37 orang diantaranya menyukai sayuran, 19 orang
menyukai ikan, dan x orang tidak menyukai keduanya. Berapa orang anak yang menyukai
sayuran dan ikan?
A. x + 4 D. x + 56
B. x – 4 E. X + 65
C. x – 56

58. 8, 24, 22, 56, 18,


A. 122
B. 124
C. 126
D. 128
E. 130

59. D, E,E,F, F, G,
A. H dan I
B. G dan G
C. G dan H
D. G dan I
E. H dan H

60. Semua menu makanan restoran B diolah dari bahan organik. Semua menu dengan bahan
organik diolah dengan cara tidak digoreng.
A. Sebagian menu makanan diolah tanpa menggunakan minyak (tidak digoreng).
B. Semua menu yang diolah dengan cara digoreng bukan menu restoran B.
C. Semua menu restoran B diolah tanpa digoreng dengan minyak.
D. Sebagian menu restoran B dengan bahan organik diolah dengan cara digoreng.
E. Semua menu diolah dengan cara digoreng menggunakan bahan organik.

61. Jika Tono lulus kurang dari satu atau sama dengan 4 tahun, maka ia akan diterima berkerja
sebagai karyawan di perusahaan A.
Jika Tono sudah bekerja di perusahaan A, maka ayahnya akan membelikan Tono sebuah sepeda
motor.
Tono tidak mendapat sepeda motor dari ayahnya.
A. Tono menyeleseikan studinya kurang dari 4 tahun.
B. Tono menyeleseikan studinya lebih dari 4 tahun.
C. Tono bekerja di perusahaan A.
D. Tono menyeleseikan studinya tepat 4 tahun.
E. Tono bekerja dengan sepeda motor.

Teks logika Analitik


Enam orang siswa yaitu Amir, Kiki, Shafira, Ali, Wahyu, Dan Rara ingin mengikuti latihan olahraga.
Jadwal olahraga yang tersedia: basket dan karate hari Selasa, badminton dan renang hari Kamis,
baseball dan tenis meja hari Jumat.
 Setiap anak hanya bisa mengikuti paling banyak satu jenis olehraga dalam satu hari.
 Amir dan Shafira diwajibkan orang tua mereka untuk mengikuti olahraga renang.
 Rara dan Kiki telah bersepakat untuk memilih olahraga badminton.
 Hanya Rara dan Wahyu yang tidak mengikuti olah raga basket.
 Rara tidak memilih tenis meja.

62. Olahraga apa yang bisa dilakukan oleh Rara dan Shafira secara bersamaan?
A. Basket
B. Badminton
C. Renang
D. Baseball
E. Karate

63.

Gambar selanjutnya adalah ...

A. B. C. D. E.

64.

Gambar selanjutnya adalah ...


A. B. C. D. E.

65.

Gambar selanjutnya adalah ...

A. B. C. D. E.

66. Kadangkala saya merasa lapar ketika jam kerja, maka yang saya lakukan adalah ...
A. Menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu kemudian makan
B. Meminta izin atasan untuk makan
C. Meminta teman menggantikan kerja sebentar
D. Ke pantry segera membuat makanan
E. Pergi ke warung terdekat untuk membeli makan

67. Ketika sedang diminta pimpinan untuk bekerja lembur, tiba-tiba ada telepon dari rumah
memberi tahu bahwa anak sedang sakit, sikap kita ...
A. Segera kembali ke rumah
B. Pekerjaan kantor lebih penting
C. Meminta istri untuk lembur selesai
D. Melihat dulu kondisinya, apabila sakit parah segera kembali rumah
E. Sudah ada istri dan pembantu di rumah

68. Karena lembur kerja kemarin, siang ini saya merasa sangat mengantuk, kerjaan tidak ada
yang selesai karena tidak fokus, sebaiknya saya ...
A. Segera tidur siang
B. Segera makan siang
C. Meminta izin atasan untuk istirahat sejenak
D. Meminta teman untuk memijat
E. Segera ke musholah untuk tidur

69. Saat ulang tahun pimpinan kantor, teman-teman seruangan berencana memberikan pesta
kejutan, tapi kekurangan dana maka kami mengambil dana pembiayaan rapat, mengenai hal
ini ...
A. Tidak apa-apa asalkan sedikit
B. Menolak rencana ini
C. Menghimbau agar patungan saja
D. Tidak ikut-ikutan
E. Memakai dana sponsor

70. Jika saya sedang mengerjakan sesuatu, kondisi yang dapat mendukung saya bekerja
optimal adalah ...
A. Kondisi tenang dan santai
B. Saat tidak ada seorangpun dalam ruangan
C. Dengan ruangan nyaman dan dingin
D. Apapun kondisinya saya berusaha sekuat tenaga
E. Saya gunakan pikiran saya agarfokus pekerjaan bukan masalah tempat

71. Target kerja dan beban kerja yang tinggi menurut saya adalah ...
A. Suatu tantangan yang harus kita hadapi
B. Merupakan jalan kita untuk melangkah kedepan
C. Lebih baik saya menbgundurkan diri daripada saya stress
D. Merupakan jalan saya mencapai tingkat pimpinan tertinggi
E. Sebagai sarana melatih diri

72. Ditengah proyek besar dan membutuhkan tanggung jawab besar saya mengalami
kegagalan besar yang sangat mengancam karir saya, sebaiknya saya ..
A. Meminta maaf atas kegagalan saya
B. Bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang saya lakukan
C. Tidak berputus asa, saya jadikan kegagalan ini sebagai penguat langkah kedepan
D. Bertanggung jawab dengan segera mengundurkan diri dari pekerjaan
E. Mencari-cari dalang dibalik kegagalan ini

73. Ada tawaran beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negeri, tapi anda telat mengumpulkan
syarat pendaftaran sehingga tidak dapat mengikuti tes masuk, mengenai hal ini ...
A. Saya tetap berusaha agar bisa mengikuti seleksi beasiswa
B. Tidak berputus asa, berusaha menyiapkan segala persyaratan untuk tahun depan
C. Meminta pimpinan agar masih diperbolehkan mengikuti tes masuk
D. Biasa saja karena masih ada tahun depan
E. Tidak terlalu memusingkan karena saya punya koneksi dalam agar bisa ikut beasiswa

74. Saat sedang rapat bersama seluruh pegawai divisi tempat saya bekerja, saya biasanya
memberikan masukan berupa pendapat tetapi beberapa teman saya juga memberikan
pendapat, sikap saya akan hal ini ...
A. Tetap berpegang teguh pada ide saya
B. Mencoba mempengaruhi yang lain agar setuju terhadap pendapat saya
C. Saya cukup dekat dengan pimpinan rapat, saya yakin ide saya disetujui
D. Bersikap terbuka dan menerima semua pendapat yang ada
E. Mencoba selalu berfikir positif atas segala keputusan rapat
75. Jika ada waktu luang, selama akhir pekan saya biasanya ...
A. Gunakan untuk tidur siang
B. Saya ajak keluarga untuk makan di luar
C. Berlatih bermain musik
D. Saya gunakan untuk mempelajari hal-hal lain yang sifatnya positif
E. Saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang belum selesai

76. Pimpinan menginginkan agar berita-berita yang sedang hangat dibicarakan dibuat sebuah
kumpulan berita agar memudahkan dibaca nantinya, maka sebaiknya ...
A. Saya buatkan kliping koran dengan jangka waktu tiap bulan
B. Saya kumpulkan berita-berita dari internet internet dan saya bookmark tiap alamatnya
C. Saya kumpulkan berita majalah dan koran yang berisi berita penting
D. Saya bersama teman-teman menyimpan tiap koran dan majalah ke rak-rak khusus
E. Saya meminta OB untuk mengkliping koran yang penting

77. Anda memiliki beberapa rumah yang disewakan. Salah satu orang yang menyewa rumah
anda melaporkan jika rumah anda bocor. Maka yang akan anda lakukan adalah ...
A. Segera membenahi kebocoran tersebut
B. Membebankan tanggung jawab kepada si penyewa
C. Memberikan penawaran rumah anda yang lain untuk ditempati
D. Meminta pada penyewa untuk sementara menambalnya sendiri
E. Meminta pada penyewa rumah untuk segera meninggalkan rumah tersebut bila sudah tidak
nyaman

78. Anda akan kedatangan rekan kerja anda dari luar kota. Dia berencana menginap di rumah
anda. Maka yang akan anda lakukan adalah ...
A. Meminta kantor untuk memfasilitasi kedatangannya selama di rumah anda
B. Menolaknya secara halus
C. Menyiapkan segala yang diperlukan sesuai dengan kemampuan anda
D. Meminta rekan anda untuk membawa perlengkapannya sendiri
E. Membolehkannya menginap di rumah asalkan urusan anda dimudahkan

79. Seringkali terjadi kelalaian ketika kita memesan makanan, pelayan tidak langsung
memberitahukan bila makanan yang kita pesan tersebut sudah habis. Menurut anda sebagai
pelanggan yang perlu ditanggulangi dari hal tersebut adalah ...
A. Pelayan tersebut segera memberi tahu jika makanan yang anda pesan sudah habis
B. Memberikan anda alternatif makanan lain saat anda memesan makanan
C. Membrikan catatan dimenu jika makanan tersebut sudah habis
D. Dengan inisiatif pribadi pelayan tersebut langsung mengganti menu yang hampir sama
E. Memberitahu anda bila anda bertanya

80. Anda berencana untuk mengambil sisa cuti tahunan. Namun, tiba-tiba rekan anda meminta
anda agar membatalkan cutinya karena rekan anda ingin menjenguk keluarganya yang sakit
di luar kota. Maka reaksi yang anda berikan pada kejadian tersebut adalah ...
A. Menunda cuti
B. Tetap cuti karena hak
C. Meminta maaf karena tidak dapat membantu
D. Mempertimbangkannya
E. Cuti bersamaan

81. Tetangga anda sakit dan tidak bisa mengantar anaknya berangkat ke sekolah. Maka yang
anda lakukan adalah...
A. Membelikan obat agar lekas sembuh
B. Menawarkan diri untuk mengantarkan anaknya ke sekolah
C. Membawa tetangga ke rumah sakit
D. Menyarankan agar anak tidak perlu ke sekolah
E. Menelpon wali kelas dan meminta agar si anak tidak ke sekolah

82. Rekan kerja anda dimarahi oleh atasan karena ada dokumen yang hilang. Maka yang anda
lakukan adalah ...
A. Membiarkannya untuk mengingat dimana dokumen tersebut
B. Menenangkannya karena dimarahai oleh atasan
C. Membantu mencari dokumen yang hilang
D. Ikut menyalahkannya
E. Pura-pura tidak tahu

83.Sebagai pegawai baru yang akan anda lakukan ...


A.Bekerja sebaik mungkin
B.Mengerjakan tugas yang diberikan atasan
C.Berusaha secepat mungkin mempelajari tugas dan tanggung jawab serta membangun relasi
dengan rekan kerja
D. Banyak bertanya pada rekan kerja tentang pekerjaan
E. Mengobservasi cara kerja rekan

84. Peraturan baru mengubah sistem 3 shift menjadi 2 shift, terjadi perubahan waktu kerja.
Kebetulan anda bekerja sekaligus kuliah. Cara anda menyikapi peraturan tersebut dengan ...
A. Mengatur ulang jadwal kuliah agar tidak mengganggu jam kerja
B. Mengkomunikasikan kepada atasan tentang jadwal kerja dan kuliah agar tidak bentrok
C. Cuti kuliah sementara waktu sampai anda dapat membagi waktu dengan pekerjaan
D. Mengundurkan diri dari pekerjaan
E. Mencari kampus lain yang dapat menyesuaikan jadwal kuliah dengan jam kerja

85. Anda adalah pegawai pusat yang mendapatkan kanaikan jabatan dan ditempatkan di
daerah terpencil. Maka anda akan ...
A. Melakukan negosiasi agar ditempatkan di kota besar
B. Menolak kenaikan pangkat tersebut dengan alasan belum mampu menjalankan amanat
C. Mengusulkan teman lain untuk diajukan
D. Menerima dan menjalankan tugas tersebut dengan penuh btanggung jawab
E. Meminta dimutasi ke divisi lain
86. Anda baru sadar dompet anda tertinggal padahal anda sudah berada di dalam angkutan
umum, maka anda akan ...
A. Meminjam uang pada penumpang lain
B. Segera turun dan kembali ke rumah
C. Berkata jujur pada supir angkutan dan meminta maaf
D. Panik
E. Malu

87. Ketika di dalam lift, anda hanya berdua dengan pejabat, maka anda akan ...
A. Segera keluar lift
B. Salah tingkah
C. Menyapa dengan sopan
D. Bisa saja
E. Pura-pura sibuk bermain gadget

88. Anda sedang ada janji dengan teman-teman anda, tapi teman-teman anda datang terlambat,
maka sikap anda ...
A. Sabar
B. Hal itu sudah baisa
C. Marah
D. Menegur keterlambatan mereka
E. Lain kali datang terlambat saja

89. Suatu ketika rekan kerja anda banyak yang lembur, sementara anda sudah menyelesaikan
pekerjaan, maka anda akan ...
A. Ikut lembur karena sungkan
B. Izin pulang dan menyerahkan pekerjaan yang sudah anda selesaikan
C. Ikut lembur dengan keadaaan terpaksa
D. Tetap pulang sambil menertawakan teman yang lembur
E. Pulang diam-diam

90. Anda adalah seorang Puteri Indonesia sekaligus, suatu ketika anda akan mengikuti
karantina Miss Universe, sedangkan masih banyak sekali beban pekerjaan kantor yang
harus anda selesaikan, maka anda akan ...
A. Keluar dari PNS
B. Meminta izin atasan agar bisa melimpahkan pekerjaan ke rekan yang lain
C. Segera menyelesaikan pekerjaan, kalau tidak terkejar, baru meminta izin atasan
D. Mengundurkan diri dari kontes Miss Universe
E. Marah pada keadaan

91. Sebagai seorang artis papan atas, anda sedang menyelesaikan sinetron stripping dan
sedang kejar tanyang, padahal anda sangat lelah dan ingin istirahat beberapa hari, maka
sikap anda ...
A. Memohon izin cuti beberapa hari
B. Tetap melanjutkan shooting karena harus profesional
C. Mengkonsumsi suplemen dan vitamin agar bisa tetap fit untuk menyelesaikan shooting
D. Pura-pura sakit
E. Bekerja asal-asalan

92. Hari ini anda kehujanan ketika pulang kantor, maka anda akan ...
A. Menyalahkan ramalan cuaca
B. Biasa saja
C. Menyiapkan payung di dalam tas
D. Membawa baju lebih untuk hari-hari berikutnya
E. Berdoa agar tidak hujan

93. Suatu ketia anda ditugaskan di front office untuk melayani pelanggan, padahal sebelumnya
anda tidak pernah bekerja di bagian tersebut, maka anda akan ...
A. Segera belajar
B. Asal bekerja
C. Bekerja sebisanya
D. Siap belajar dari apa yang nanti didapatkan dalam praktiknya
E. Takut

94. Bagaimana cara anda bekerja ...


A. Mengikuti SOP yang ada
B. Mengikuti cara senior
C. Dengan cara sendiri
D. Mengikuti aturan yang ada
E. Mengikuti SOP dengan menambahkan sedikit motifasi

95. Ketika banyak anggota tim kerja anda yang berbeda suku dengan anda, maka anda akan ...
A. Bersikap toleran dan menghormati mereka
B. Menjaga jarak dengan mereka
C. Waspda dalam bersikap
D. khawatir jika ucapan anda dapat menyinggung mereka
E. meminta atsan untuk memindahkan anda ke tim kerja yang lain saja

96. ketika banyak anggota tim kerja anda yang berbeda agama dengan anda, maka anda
akan ...
A. bersikap toleran dan menghormati mereka
B. Menjaga jarak dengan mereka
C. Waspda dalam bersikap
D. Khawatir jika ucapan anda dapat menyinggung mereka
E. Meminta atsan untuk memindahkan anda ke tim kerja yang lain saja

97. Salah seorang rekan kerja dalam tim kerja anda merupakan seorang pegawai baru, maka
anda ...
A. Senang karena dia bisa dijadikan pesuruh
B. Senang membentunya dalam mempelajari lingkungan kerja
C. Cuek saja walau ia meminta bantuan pada saya
D. Berusaha bersikap dengan penuh wibawa di depannya
E. Meminta atasan untuk menggantinya dengan alasan ia belum siap dilibatkan dalam kerja tim

98. Di kantor saya akan diadakan acara buka puasa bersama, maka saya akan ...
A. Mengikuti acara tersebut karena merasa tidak enak jika tidak ikut
B. Pulang sebelum acara tersebut selesai
C. Izin tidak mengikuti acara tersebut karena anda sudah lelah
D. Ikut acara tersebut karena banyak rekan saya yang juga mengikutinya
E. Mengajak rekan-rekan sekantor untuk berpartisipasi dalam acara tersebut

99. Di kantor saya akan diadakan acara sarapan bersama, maka saya akan ...
A. Mengikuti acara tersebut karena merasa tidak enak jika tidak ikut
B. Pulang sebelum acara tersebut selesai
C. Izin tidak mengikuti acara tersebut karena anda sudah sarapan
D. Ikut acara tersebut karena banyak rekan saya yang juga mengikutinya
E. Mengajak rekan-rekan sekantor untuk berpartisipasi dalam acara tersebut

100. Jika anak anda marah karena tidak belikan sebuah mainan yang dia inginkan, maka
anda akan ...
A. Memberinya pengertian agar membeli barang yang lebih banyak manfaatnya saja
B. Menyuruhnya untuk berhenti marah
C. Memarahinya agar berhenti merengek
D. Mendiamkannya hingga ia tenang
E. Meninggalkannya di toko mainan tersebut
PEMBAHASAN SOAL LATIHAN TWK DAN TIU
1. Sebagai ideologi terbuka, maka pancasila sebaiknya disesuaikan dengan ideologi lain. (A)
2. Keyakinan merupakan salah satu unsur ideologi yang menjelaskan bahwa setiap ideologi
selalu memuat adanya gagasan-gagasan vital yang sudah diyakini kebenarannya untuk
dijadikan dasar dan arah serta bagi tercapainya tujuan yang telah ditentukan. (A)
3. Pancasila adalah sikap mental dan tingkah laku bangsa Indonesia yang mempunyai ciri
khas, merupakan kedudukan pancasila sebagai Kepribadi-an Bangsa Indonesia. (E)
4. Sila kelima → keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dilambangkan dengan simbol
“padi dan kapas”. (E)
5. 1 Oktober merupakan tanggal bersejarah karena tanggal tersebut, pancasila diperkenalkan
berkaita peristiwa G30SPKI ke bangsa indonesia, dan pada tanggal itu disebut hari
kesaktian pancasila. (D)
6. Kedaulatan rakyat ada di MPR. (A)
7. UUD 1945 merupakan konstitusi pertama negara Republik Indonesia yang berlaku mulai
tanggal 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949. (C)
8. Alasan kembalinya pada UUD 1945 adalah bahwa UUD 1945 dianggap sebagai Konstitusi
yang dianggap mampu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa (C)
9. Tujuan perubahan UUD 1945 tercantum dalam UUD 1945. (B)
10. Teori kekuasaan yang bersifat fisik: yaitu yang kuatlah yang berkuasa (ajaran yang dianut
oleh Machiaveli). (E)
11. Uni adalah gabungan dari beberapa Negara yang dikepalai oleh seorang raja dan memiliki
kekuasaan asli pemerintah pusat. (E)
12. Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis
diruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks
proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks
proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik,
Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu
adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi
Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. (D)
13. Monumen Kebulatan Tekad Tugu Perjuangan Rengasdengklok yang berada di
Kampung Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok,
Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat dibuat dengan tujuan untuk memperingati
Perjuangan Pejuang Kemerdekaan dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik
Indonesia. (C)
14. Keanekaragaman suku dan budaya merupakan kekayaan suatu bangsa, maka pemerintah
bersama seluruh rakyatnya wajib melestarikan kehidupan setiap suku, agar tidak mengalami
kepunahan. (E)
15. Sistem kekerabatan matrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mengikuti garis
keturunan berasal dari pihak ibu. Di Indonesia yang menganut sistem ini adalah suku
Minangkabau di Sumatera Barat. (E)
16. Sugondo Joyopuspito adalah pemuda yang membacakan sumpah pemuda, ia juga
merupakan ketua Kongres Pemuda II. (C)
17. Sejak dibukanya Indonesia bagi penanam modal swasta asing, banyak perkebunan yang
berdiri dan masyarakat Indonesia mulai mengenal sistem uang. Mereka beralih profesi
menjadi buruh pabrik dan perkebunan yang digaji dengan uang, sehingga mereka mengenal
sistem uang sebagai alat tukar. (B)
18. Sesuai materi tata negara bagian susunan lembaga tinggi negara, telah dijelaskan tugas-
tugas MPR. Yang tidak termasuk adalah menetapkan dan mengubah UUD 1945 karena ini
merupakan tugas MPR setelah amandemen. (B)
19. Sistem pemerintahan menurut UUD 1945 menegaskan bahwa Kekuasaan kepala negara
tidak tak terbatas, yang berarti kekuasaan kepala negara terbatas. (E)
20. Bidang agama tidak diatur dalam otonomi daerah. (A)
21. Bab XII Pasal 30 (1) menjelaskan tentang pada hakikatnya setiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. (D)
22. Hukum yang positif adalah hukum yang berlaku sekarang. (D)
23. Kedaulatan rakyat adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR yang
anggotanya terdiri dari unsur-unsur seperti utusan daerah, golongan, politik, TNI. (E)
24. Sifat tidak tetap dan harus mengalami perubahan ini disebut dinamika. (D)
25. Kedaulatan rakyat sepenuhnya dilakukan oleh DPR dan MPR sebagai lembaga legislatif. (A)
26. Negara yang masih menganut system demokrasi parlementer hingga saat ini contohnya
adalah Perancis dan Inggris. (A)
27. Masuknya pengaruh Hindu pertama kali dibuktikan dengan adanya penemuan prasasti dari
kerajaan Kutai. (A)
28. Van den Bosch adalah gubernur jenderal Hindia-Belanda penggagas tanam paksa. Van der
Capellen adalah penguasa Hindia-Belanda pertama yang memerintah di Hindia setelah
dikuasai oleh Kerajaan Inggris selama beberapa tahun. Daendels adalah yang
memerintahkan pembangunan jalan tersebut. (D)
29. Pada abad pertengahan (6-15 M) kehidupan sosial dan spiritual masyarakat barat terpusat
pada doktrin gereja yang dikuasai oleh seorang Paus. (A)
30. SEATO (South East Asia Threaty Organization) merupakan organisasi bentukan USA
sebagai upaya USA membendung luasnya komunisme di Asia Tenggara. (D)
31. Protocol Kyoto adalah sebuah amandemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang
Perubahan Iklim (UNFCC), sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global.
Negara-negara yang meratifikasi protocol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi atau
pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya. (D)
32. Pernyataan yang tidak ada dalam teks adalah Proyek itu akan dilaksanakan di beberapa
kota besar. (C)
33. Berdasarkan bacaan tersebut, proyek subway berhubungan dengan perkereta-apian. (C)
34. Kontribusi: sumbangan, Distribusi: pembagian, Kuantitas: jumlah, Komoditas: barang
dagangan, Aktifitas: tindakan. (B)
35. Kata Disaster berarti bencana. (sumber: kamus bahasa Inggris) (C)
36. Rekognisi = (1) hal atau keadaan yang diakui; pengakuan; (2) pengenalan; (3) penghargaan.
(C)
37. Saban = berasal dari bahasa daerah (Betawi) yang artinya tiap-tiap. (C)
38. Angot = berasal dari bahasa jawa yang artinya sakit lagi ataau kumat lagi; sakit gila; datang
lagi penyakitnya. (B)
39. Ultima = (bagian) akhir; final. Jadi, lawannya adalah awal. (D)
40. Naas = sial, nasib (menimpanya dalam suatu kecelakaan). Jadi, lawannya adalah untung.
(A)
41. Chaos = abnormal, jadi lawannya adalah normal. (C)
42. Dana digelapkan; karya tulis dijiplak. (B)
43. Kardiologi mempelajari jantung, farmakologi mempelajari obat-obatan. (B)
44. Nelayan menggunakan perahu, petani menggunakan traktor. (D)
45. Humor dihasilkan komedian, heroisme dihasilkan epik. (B)

46. Harga impas


= [(20 ᵡ 6000) + (30 ᵡ 4.000)] : [20 + 30]
= [120.000 + 120.000] : 50
= Rp 4.800/kg
Harga jual dengan laba 4%
= 4.800 ᵡ (104/100) = Rp 4.992,00 (A)

47. Besarnya produksi dalam 3 tahun terakhir tidak dapat ditentukan karena produksi gula pada
tahun 2012 tidak diketahui. (A)

48. Luas = (12 ᵡ 200) cm ᵡ (9 ᵡ 200) cm


= 2400 cm ᵡ 1800 cm
= 4320000 cm2
= 432 cm2 (D)

4 2
49.
Kayu yang telah terpotong menggunakan menggunakan mesin selama 4 menit = =
6 3
bagian.
2 1
Kayu yang belum terpotong 1 − = bagian.
3 3
Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk memotong ⅓ bagian kayu dengan menggunakan gergaji tangan
= ⅓ ᵡ 18 menit = 6 menit. (B)

50. x:y 45
× 27,8
27,8 10
× 45: 0
100

x=y (C)

51. x = 3p2 + 5 ║y = 2p2 + 4


2 2
= (2p + 4) + (p + 1) ║
= y + (p2 + 1) ║
Jadi, x > y (A)

52. 70, 70, 70, 80, 80, 85, 90


Median = 80 (nilai tengah) (C)

53. a+b+c+⋯ = p
30
10a + 10b + 10c + ⋯ = 10 a + b + c + ⋯
30 30
= 10p (B)

54. 112
560: 112 +
4

560 : 140 = 4 hari (C)

55. Dengan kecepatan 50 mil/jam dapat menempuh 20 mil/galon bensin.


Dengan kecepatan 60 mil/jam, jarak yang dapat ditempuh berkurang 12%, menjadi:
= 20 mil – 12% ᵡ 20 mil
= 20 mil – 2,4 mil
= 17,6 mil
Jadi, terdapat 11 galon bensin, maka jarak yang ditempuh = 11 ᵡ 17,6 mil = 193,6 mil (D)

56. n(S) = 100


n(O) = 39
n(O ∩ m) = 11 n(O ∪
m) = 32 n(m)?
n(S) – n(O ∪ m) = (O) + n(m) - n(O ∩ m) 100 –
32 = 39 + n(m) – 11
100 – 32 = 28 + n(m)
68 = 28 + n(m)
n(m) = 68 – 28 = 40 (C)

57. n(S) = 60
n(A) = 37
n(B) = 19
n(A U B) = x
n(S) – n(A U B) = n(A) + n(B) – n(A ∩ B)
60 – x = 37 + 19 – n(A ∩ B)
n( A ∩ B) = x + 56 – 60
=x–4 (B)

58. 8 24 22 56 28 124

+16 -2 +34 -38 +106

-18 +36 -72 +144

x(-2) x(-2) x(-2)

Pola: deret bersusun 3 dengan susunan nomor satu dengan mengalikan (-2). (B)

59. D E E F F G G H H
4 5 5 6 6 7 7 8 8

sama sama sama sama

+1 +1 +1
Pola 2 tingkat dapat diselesaikan seperti gambar di atas. (C)

60. Dengan hukum silogisme, maka kesimpulannya adalah: sebagian menu restoran B dengan
bahan organik diolah dengan cara tidak digoreng. Artinya, sebagiannya lagi digoreng. (C)

61. Kuliah kurang dari 4 tahun → karyawan A.


Karyawan A → dibelikan motor.
Ternyata Tono tidak dibelikan motor. Berarti Tono bukan karyawan A dan kuliah lebih dari 4 tahun.
(B)

62. Maka jawabannya adalah Baseball. (D)


Sh Ra
Bas
K
Bad
R
Base
TM

63.

Kotak yang berwarna hitam bergerak searah jarum jam dengan dengan hitungan 3,4,1 maka untuk
selanjutnya bergerak sebanyak 2 kotak. (B)

64.

Pada gambar terdapat 3 buah segilima yang hilang satu sisinya. Perputaran masing-masing
segilima adalah 72°. Segilima terluar berputar searah jarum jam. Segilima tengah dan paling dalam
berputar berlawanan dengan arah jarum jam. (D)

65.

Masing-masing gambar bergeser searah jarum jam sebanyak 2 segitiga. (C)


PEMBAHASAN SOAL TES TKP (KARAKTERSITIK KEPRIBADIAN)

Poin
D
No 5 4 3 2 1 81 B C A E
C D
66 A D B E C A B E
82
B E
67 D E C A C A B D
83
D E
68 C A E B B A C D
84
E
69 C B D A D B C E A
85
B E
70 E D A C C A B D
86
C A
71 D B A E C D E B
87
C B A E D E
72 88 D A C B
E D
73 B A C D B E A C
89
C A
74 D E B A C B E D
90
B D C A E E
75 91 C B A D
E A
76 B A C D C D E B
92
E E
77 A C D B D A C B
93
E C
78 C A B D E A D B
94
D
79 C B A E A D C B E
95
B E
80 A D C E A D C B
96
C
97 B D E A

E D A B C
98
B
99 E D A C
E
100 A D B C
SOAL DAN PEMBAHASAN LATIHAN TWK TIU TKP
Pembahasan Lihat Bagian Akhir

1. Paham yang menetapkan agama sebagai hukum politik dalam dunia modern, merupakan
jenis ideologi ...
A. Liberalisme
B. Fundamentalisme
C. Monarkisme
D. Kapitalisme
E. Sosialisme

2. Kemampuan ideologi dalam mempengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan


pertumbuhan atau perkembangan masyarakatnya disebut dimensi ...
A. Realita
B. Idealisme
C. Fleksibelitas
D. Kerohanian
E. Dinamis

3. Pancasila adalah sumber nilai. Adapun nilai dalam pancasila yang sifatnya abstrak dan
umum sehingga memerlukan penafsiran ulang sesuai keadaan bangsa dan perkembangan
zaman disebut nilai ...
A. Dasar
B. Instrumental
C. Praksis
D. Dominan
E. Yang mendarah daging

4. Berikut ini merupakan nilai yang terkandung dalam pancasila sila pertama adalah ...
A. Mewujudkan keadilan secara merata
B. Mengembangkan jiwa kemanusiaan
C. Menghormati pemeluk agama lain saat beribadah
D. Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa
E. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang demokratis
5. Pembukaan UUD 1945 tercantum dalam Piagam Jakarta yang disahkan pada tanggal
… A. 29 Mei 1945
B. 1 Juni 1955
C. 22 Juni 1945
D. 14 Juni 1945
E. 17 Agustus 1945

6. Pasal 29 UUD 1945 ayat (2) menyatakan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan
kepercayaannya itu. Oleh karena itu, kebebasan beragama diartikan sebagai ...
A. Kebebasan yang bersumber pada martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan
B. Kebebasan untuk menentukan dan memilih agama yang dianut serta berpindah-pindah.
C. Kebebasan dalam menjalankan ibadah kapan saja dan dimana saja.
D. Kebebasan melakukan penyembahan dan membentuk aliran baru keagamaan
E. Kebebasan untuk memeluk atau tidak memeluk salah satu agama resmi

7. Berikut ini ketentuan yang tidak tercantum dalam UUD 1945, yaitu ...
A. Pembagian kekuasaan
B. Bentuk negara
C. Tunjangan pejabat negara
D. Sistem pemerintahan
E. UUD 1945 merupakan hukum dasar

8. Berikut ini yang bukan termasuk pokok sistem pemerintahan dalam UUD 1945 adalah ....
A. Indonesia adalah negara hukum
B. Sistem konstitusional
C. Sistem parlementer
D. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas
E. Presiden tidak betanggung jawab kepada DPR

9. Berikut ini yang bukan merupakan tujuan konstitusi adalah …


A. Sebagai hukum dari segala sumber hukum
B. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak sewenang-wenang.
C. Melindungi HAM.
D. Sebagai pedoman penyelenggaraan negara.
E. Menjadi media pengendali kekuasaan yang tak terbatas

10. Asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan,
kepatuhan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara disebut asas ...
A. Akuntabilitas
B. Profesionalitas
C. Proporsionalitas
D. Kepastian hukum
E. Tertib penyelenggaraan negara

11. Di bawah ini adalah contoh negara yang terbentuk dari occupatie, yaitu..
A. Jerman
B. India
C. Kongo
D. Liberia
E. Yugoslavia

12. Pada tanggal 22 juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan sembilan
orang. Berikut ini termasuk anggota panitia sembilan, kecuali ...
A. Muh. Yamin
B. Ahmad subardjo
C. A.A. Maramis
D. Supomo
E. Abikusno Cokrosuyoso
13. Suatu batas laut yang ditarik dari sebuah garis dasar dengan jarak 12 mil ke arah laut
disebut batas ...
A. Landas kontinen
B. Zona Ekonomi Ekslusif
C. Laut Teritorial
D. Daerah Pabean
E. Batas kedaulatan

14. Setiap negara memiliki sifat tidak tetap dan harus mengalami perubahan. Oleh karena itu,
harus dikembangkan pola pemerintahan yang relatif tahan terhadap gejolak yang akan
datang. Hal ini disebut juga ...
A. Kompleksitas
B. Keragaman
C. Integritas
D. Dinamika
E. Pluralitas

15. Pasal yang menggambarkan keanekaragam-an Agama di Indonesia adalah ..


A. Pasal 28 ayat 1
B. Pasal 29 ayat 2
C. Pasal 30 ayat 2
D. Pasal 28A ayat 1
E. Pasal 28A ayat 2

16. Orang yang mengusulkan pertama kali agar Bhinneka Tunggal ika dijadikan semboyan
Bangsa adalah…
A. Ir Soekarno
B. Moh Hatta
C. Muh Yamin
D. Mpu Tantular
E. H.O.S. Tjokroaminoto

17. Pasal 18, Pasal 18A, dan Pasal 18 B dalam perubahan UUD 1945 berisi tentang …
A. Hak Asasi Manusia
B. Kebebasan Beragama
C. Pemerintah daerah
D. Demokrasi
E. Kedaulatan Wilayah RI

18. Sistem pemerintahan presidensial disebut juga sebagai fixed executive karena ...
A. Masa jabatan para menteri tidak ditentukan oleh kepercayaan parlemen
B. Kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen melalui mosi tidak percaya
C. Para menteri tidak betanggung jawab kepada parlemen
D. Para menteri bertanggung jawab kepada presiden
E. Presiden sewaktu-waktu dapat membubarkan kabinet

19. Berdasarkan UUD 1945, yang memegang kekuasaan eksekutif adalah ...
A. Presiden
B. MA
C. Presiden dan para menteri (kabinet)
D. DPR
E. MPR

20. Gubernur, bupati, dan walikota, masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi,
kabupaten, kota dipilih melalui ...
A. Mekanisme demokratis
B. Pemilihan langsung
C. Pemilihan oleh parpol mayoritas
D. Pemilihan oleh kalangan menengah atas
E. Semua jawaban salah.

21. Otonomi Daerah diatur dalam Undang-Undang (UU) nomor …


A. 25 tahun 1992
B. 25 tahun 1999
C. 8 tahun 2001
D. 23 tahun 2004
E. 32 tahun 2004

22. Sumber hukum yang berasal dari keyakinan kesadaran individu dan pendapat umum
disebut sumber hukum ...
A. Formal
B. Materiel
C. Yurisprudensi
D. Traktat
E. Konvensi

23. Upaya pemerintah dalam pemberantasan tindakan pidana korupsi diatur dalam ...
A. UU No. 20 Tahun 1971 jo UU No. 22 Tahun 1999
B. UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001
C. UU No. 3 Tahun 1971 jo UU No. 2 Tahun 2000
D. UU No. 4 Tahun 1967 jo UU No. 1 Tahun 2001
E. UU No. 4 Tahun 1967 jo UU No. 2 Tahun 2001

24. Berdasarkan paham yang dianut, demokrasi diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu …
A. Demokrasi langsung, tidak langsung, dan demokrasi terpimpin
B. Demokrasi Liberal, komunis, dan gabungan
C. Demokrasi terpimin, pancasila, dan parlementer
D. Demokrasi langsung, pancasila dan parlementer
E. Demokrasi referendum, dengan pemisahan kekuasaan

25. Magna Charta merupakan kontrak atau perjanjian antara beberapa bangsawan dan raja. Di
Inggris, yang berisikan tentang hal-hal berikut ini, kecuali…
A. Raja beserta keturunannya berjanji akan menghormati kemerdekaan, hak, dan
kebebasan Gereja Inggris.
B. Kekuasaan raja harus dibatasi.
C. Hak Asasi Manusia (HAM) lebih penting daripada kedaulatan, hukum atau kekuasaan.
D. Raja berjanji kepada penduduk kerajaan yang bebas untuk memberikan hak-hak.
E. Petugas pajak dapat menarik uang iuran pajak tanpa pengecualian.

26. Pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia pada tahun 1945 didasarkan
pada ...
A. Maklumat Wakil Presiden Nomor IX Tanggal 16 Oktober 1945
B. Maklumat Wakil Presiden Nomor XI Tanggal 16 Oktober 1945
C. Maklumat Wakil Presiden Nomor XII Tanggal 16 Oktober 1945
D. Maklumat Pemerintah Tanggal 3 November 1945
E. Maklumat Pemerintah Tanggal 14 November 1945

27. Yang bukan merupakan Raja Kerajaan Singasari adalah...


A. Ken Arok
B. Anusapati
C. Tohjaya
D. Raden Wijaya
E. Kertanegara

28. Di bawah ini salah satu nama Raja Samudra Pasai adalah...
A. Sultan Malik as-Saleh
B. Sultan Ibrahim
C. Sultan Iskandar Muda
D. Raden Patah
E. Sultan Trenggono

29. Di bawah ini perjanjian yang timbul dari Perang Dunia I, kecuali..
A. Perjanjian Versailles
B. Perjanjian St. Germani.
C. Perjanjian Neulily
D. Perjanjian Trianon
E. Perjanjian Postdam

30. Negara yang temasuk dalam blok fasis dalam Perang Dunia II adalah...
A. Inggris
B. Perancis
C. Austria
D. Polandia
E. Belgia

31. Komisi PBB yang membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dan Belanda
atas wilayah Irian Barat adalah…
A. UNTEA
B. UNCI
C. KTN
D. AFNEI
E. UNESCO
32. Di Yayasan galuh, jumlah pasien usia remaja justru mendominasi, mulai dari remaja putus
sekolah, remaja yang masih sekolah, remaja yang tidak diurusi keluarga, hingga remaja
yang memiliki obsesi tinggi, tetapi tidak kesampaian.
Kalimat inti dari kalimat luas tersebut adalah ...
A. Jumlah pasien usia remaja mendominasi.
B. Pasien usia remaja memiliki obsesi tinggi.
C. Obsesi remaja tidak kesampaian.
D. Yayasan Galuh didominasikan oleh berbagai masalah remaja.
E. Mulai remaja putus sekolah sampai remaja obsesi tinggi ada di Yayasan Galuh.

33. Otak manusia ibarat sebuah pisau. Otak manusia yang cardas tidak akan berprestasi tinggi
bila tidak belajar dan berlatih. Otak manusia yang IQ-nya sedang-sedang saja akan
mendapat prestasi gemilang bila belajar terus-menerus. Demikian pula dengan pisau,
sebilah pisau yang tajam akan menjadi tumpul bila tidak diasah. Sebaliknya, sebilah pisau
yang tumpul akan tajam bila diasah terus-menerus. Dengan demikian, bila kita ingin
berprestasi, hendaknya seperti pisau yang diasah terus.
Hal yang dianalogikan dalam paragraf di atas adalah ...
A. Prestasi dan pisau.
B. Otak manusia dengan pisau.
C. Berlatih dengan diasah.
D. Manusia dengan pisau.
E. Kepandaian dengan ketajaman.

34. Penulisan nama dan jabatan yang tepat terdapat pada kalimat ...
A. Ayahnya adalah seorang Gubernur.
B. Siapa Bupati yang baru dilantik itu?
C. Seminggu yang lalu Kolonel Haryono meninggal dunia.
D. Brigjen Sumadi baru dilantik menjadi Mayor Jenderal.
E. Presiden baru saja melantik beberapa menteri.

35. Bank Indonesia menilai bahw agejolak harga minyak internasional yang terjadi saat ini tidak
akan berpengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Alasannya, bahwa kebutuhan
dollar AS untuk impor minyak goreng cenderung menurun.
Kata signifikan pada kalimat tersebut mengandung makna yang sama dengan kata ...
A. Secara berlebihan
B. Secara bermakna
C. Besar
D. Secara kuat
E. Secara merata

36. CERUK =
A. Pusat
B. Simpang
C. Tanda
D. Lekuk
E. Poros

37. KLARIFIKASI =
A. Pengaturan
B. Penentuan
C. Penegasan
D. Penjelasan
E. Pemeriksaan

38. DEPENDENSI =
A. Subsidi
B. Swadaya
C. Mandiri
D. Tergantung
E. Sendiri

39. KASAR > <


A. Halus
B. Rata
C. Lembut
D. Gradasi
E. Lemah

40. REAKSI > <


A. Penarikan
B. Penggabungan
C. Daya tarik
D. Daya tolak
E. Penolakan

41. GENTAR > <


A. Ragu
B. Takut
C. Berani
D. Tantang
E. Was-was

42. BAIT : PUISI = :


A. Bendera : Lagu Kebangsaan
B. Loteng : Bangunan
C. Sajak : Prosa
D. Hiasan Diding : Lukisan
E. Sapu Tangan : Air Mata

43. MENCURI : MENYESAL = :


A. Mencontek : Menghukum
B. Menanam : Menyiang
C. Memandikan : Menyelimuti
D. Menyakiti : Menangis
E. Mencuci : Menjahit
44. INTENSITAS : FREKUENSI = :
A. Jauh : Jarak
B. Hadiah : Pengabdian
C. Hak : Kewajiban
D. Penghargaan : Penghormatan
E. Panas : Suhu

45. BAWANG : SIUNG = :


A. Buku : Lembar
B. Pakaian : Kodi
C. Telur : Butir
D. Kain : Meter
E. Beras : Gram

46. Ada 3 jenis tiket yang tersedia untuk sebuah pertunjukkan musik: VIP Rp 25.000; kelas I Rp
12.000, dan kelas II Rp 9.000. Dalam pertunjukkan tersebut, sejumlah P tiket kelas I, B tiket
kelas II, dan R tiket kelas VIP berhasil terjual. Dari pilihan dibawah ini, manakah yang
menunjukkan prosentase hasil penjualan tiket kelas I ?
A. 100 × [P/(P + B + R)]
B. 100 × [12P/(12P + 9B + 25R)]
C. 12P/(12P + 9B + 25R)
D. 100 × [(9B + 25R)/(12P + 9B + 25R)]
E. 100 × 12P[(12P + 9B + 25R)]

47. Selusin telur dan 5 kg sawo pada saat ini harganya sama. Jika harga satu lusin telur naik
20% dan harga sawo naik 2%, berapakah tambahan uang yang diperlukan untuk membeli
satu lusin telur dan 5 kg sawo?
A. 6% D. 11%
B. 10% E. 12%
C. 2%

48. Perbandingan (rasio) antara pegawai laki-laki dan perempuan dalam sebuah kantor adalah 8
: 7. Diantara berikut ini, manakah yang tidak mungkin merupakan jumlah pegawai di kantor
tersebut?
A. 15 orang D. 90 orang
B. 75 orang E. 105 orang
C. 85 orang

49. Perbandingan jumlah kelereng Amat dengan Cemen adalah 7 : 5, sedangkan perbandingan
jumlah kelereng Bagio dan Amat adalah 3 : 4. Jika selisih jumlah kelereng Amat dan Cemen
adalah 16 buah, maka banyaknya kelereng Bagio adalah ...
A. 56 D. 28
B. 42 E. 30
C. 40

50. Jika X adalah luas persegi yang sisinya 48 cm dan Y adalah luas lingkaran yang mempunyai
diameter 56 cm, maka ...
A. X > Y
B. X<Y
C. X=Y
D. Hubungan X dan Y tidak dapat ditentukan
E. X≠Y

51. Salah satu sudut pada segitiga siku-siku adalah 45°. Hubungan antara panjang alas dan
tinggi segitiga tersebut adalah ...
A. Alas < tinggi
B. Alas > tinggi
C. Alas = tinggi
D. Hubungan antara alas dan tinggi tidak dapat ditentukan
E. Alas ≠ tinggi

52. Jika rata-rata x, y, dan 30 adalah 10, maka rata-rata x dan y adalah ...
A. 0 D. 10
B. 5 E. 15
C. 7 ½

53. Jika x = rata-rata dari 5n, 3n, dan 7, y = rata-rata dari 2n, 6n, dan 9, maka ...
A. x = y
B. x > y
C. x < y
D. Hubungan x dan y tidak dapat ditentukan
E. x = xy

54. Sebuah pabrik memiliki tiga buah mesin X, Y, dan Z yang digunakan untuk membuat lampu
neon. Jika ketiganya bekerja, dihasilkan 249 lampu per hari. Jika X dan Y bekerja, tetapi Z
tidak, dihasilkan 159 lampu per hari. Jika Y dan Z bekerja, tetapi X tidak, dihasilkan 147
lampu per hari. Produksi harian mesin Z adalah ...
A. 90 lampu D. 62 lampu
B. 84 lampu E. 60 lampu
C. 73 lampu

55. Jarak Yogyakarta – Klaten di peta adalah 6 cm. Skala yang dipergunakan di peta itu adalah
1 : 700.000. niko bersepeda dari yogyakarta ke klaten dengan kecepatan 36 km/jam. Bila
Niko berangkat pada pukul 06.00, pukul berapa Niko tiba di Kalaten?
A. pk 07.00 D. pk 08.00
B. pk 07.10 E. pk 08.10
C. pk 07.30

56. Suatu kelas terdiri atas 48 anak. Dari seluruh anak yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler,
tercatat 20 anak mengikuti ekstra kesenian, 25 anak ekstra olahraga, 12 anak ekstra
pramuka, 10 anak mengikuti ekstra kesenian dan olahraga, 5 anak mengikuti ekstra
kesenian dan pramuka, 6 anak mengikuti ekstra olahraga dan pramuka, sedangkan 4 anak
ekstra kesenian, olahraga, dan pramuka. Jumlah anak yang mengikuti kegiatan ekstra
kulikuler adalah ...
A. 48 anak D. 40 anak
B. 45 anak E. 43 anak
C. 42 anak

57. Sebuah kantung berisi 55 kelereng hitam, 60 kelereng putih, dan beberapa kelereng abu-
abu. Jika diambil satu kelereng dari kantung tersebut, nilai kemungkinan terambilnya
kelereng abu-abu adalah . Banyaknya kelereng abu-

abu dalam kantung tersebut adalah ... butir.


A. 135 D. 105
B. 125 E. 110
C. 115

58. 3 5 9 15 15 25 21 --- ---


A. 35 dan 23 D. 45 dan 27
B. 35 dan 27 E. 35 dan 45
C. 45 dan 23

59. 243 81 27 9 3 1 ---


A. ½ D. 1/6
B. 1/3 E. ¾
C. ¼

60. Setiap siswa peserta kesenian adalah peserta bela diri atau renang.
Tidak ada peserta bela diri atau renang yang bukan peserta melukis.
Inda bukan peserta melukis.
A. Inda adalah bukan peserta bela diri maupun kesenian.
B. Inda adalah peserta melukis dan bukan peserta kesenian.
C. Inda adalah bukan peserta kesenian, tetapi peserta renang.
D. Inda adalah peserta renang dan bukan peserta melukis.
E. Inda adalah bukan peserta kesenian tetapi peserta bela diri.

61. Anggota yang memiliki anak lebih dari tiga orang menerima piagam dan hadiah.
Dedo menerima piagam organisasi, tetapi tidak menerima hadiah.
A. Dedo adalah anggota organisasi yang anaknya kurang dari tiga orang.
B. Dedo adalah anggota organisasi yang anaknya lebih dari tiga orang.
C. Dedo adalah anggota organisasi yang berhak menerima hadiah.
D. Dedo adalah bukan anggota organisasi yang berhak menerima hadiah.
E. Dedo adalah bukan anggota yang anaknya lebih dari tiga orang.

62. Semua sopir bus sering mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Sebagian sopir bus yang sering mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi,
tidak pernah mengantuk saat mengemudi.
A. Semua yang tidak pernah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi bukan sopir
bus.
B. Semua yang tidak pernah mengantuk saat mengemudikan kendaraannya bukan sopir
bus.
C. Semua sopir bus tidak pernah mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.
D. Sebagian sopir bus pernah mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.
E. Sebagian sopir bus mengantuk saat mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan
tinggi.

63.

Gambar selanjutnya adalah ...

A. B. C. D. E.

64.

Gambar selanjutnya adalah ...

A. B. C. D. E.

65.

Gambar selanjutnya adalah ...

A. B. C. D. E.

66. Pada waktu bangun tidur saya sering merasa…


A. Tugas-tugas yang begitu banyak telah menanti saya
B. Bersemangat untuk melakukan aktifitas sehari-hari
C. Agak pusing jika memikirkan suasana kantor yang kurang nyaman
D. Berharap atasan tidak akan marah lagi hari ini
E. Berharap semoga hari ini hari baik-baik saja

67. Ketika ada salah seorang tetangga Anda meniggal dunia, maka Anda akan...
A. Izin kepada atasan untuk tidak masuk kerja
B. Tetap masuk kerja setelah izin terlambat karena ingin bertakziyah dulu
C. Masuk kerja saja karena Anda akan bertakziyah ketika pulang kerja saja
D. Menitipkan pesan bela sungkawa kepada tetangga yang lainnya saja
E. Tetap bekerja saja karena Anda tidak terlalu mengenal tetangga tersebut

68. Ketika Anda berkunjung ke sebuah pusat perbelanjaan, Anda senang jika...
A. Keadaannya sepi
B. Diskonnya murah
C. Suasanananya bersih dan nyaman
D. Para satpam dan petugas yang lainnya ramah
E. Tempat ibadah dan toiletnya bersih dan memadai

69. Jika ada seorang rekan yang memberikan secara langsung berkas-berkas temannya untuk
ditindaklanjuti oleh Anda, maka Anda akan...
A. Tidak mempedulikannya
B. Memberinya nomor urut seperti klien yang lain
C. Segera menindaklanjutinya
D. Menindaklanjutinya jika ada imbalan saja
E. Menindaklanjutinya karena Anda tidak enak hati dengan teman Anda itu

70. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena ...


A. Nasib baik ada di tangan saya
B. Saya berani mencoba hal-hal yang tidak berisiko
C. Saya berani mencoba dengan segala risikonya
D. Saya mendapat bantuan dari lingkungan
E. Saya tidak putus asa menghadapi kegagalan

71. Jika ada kesempatan untuk berkompetisi dalam bidang yang saya senangi, maka saya…
A. Mengalahkan pesaing dengan meningkatkan diri
B. Tidak ikut kompetisi
C. Ikut kalau ada kemungkinan menang
D. Berusaha keras mengalahkan pesaing dengan mencari kelemahan mereka
E. Lebih baik tidak usah ikut karena khawatir akan kalah

72. Ketika Anda membawa anak Anda ke pasar, anak Anda tiba-tiba meminta untuk dibelikan
permainan, maka Anda akan...
A. Menolaknya karena harganya mahal
B. Menolaknya karena Anda mau ia membelinya sendiri dengan uang tabungannya
C. Segera membelikannya karena ia memaksa
D. Menolaknya karena hal tersebut tak ada dalam rencana Anda dan dia
E. Mengabulkannya karena Anda takut ia menangis

73. Anda senang tinggal dalam lingkungan yang...


A. Rumahnya berdekatan
B. Tertutup
C. Sepi
D. Suasananya individual
E. Suasananya penuh kekeluargaan
74. Ketika Ketua RT Anda membutuhkan warganya untuk melakukan kerja bakti di lingkungan
rumah Anda dan sekitarnya, Anda sedang sibuk. Maka Anda akan...
A. Tetap ikut dalam kerja bakti walau Anda sedang punya tugas mendadak
B. Menemui Pak RT dan warga dengan membawa maaf dan makanan
C. Meminta salah seorang pekerja Anda untuk ikut serta dalam kerja bakti
D. Tidak ambil peduli dengan semua yang terjadi
E. Meminta orang lain untuk mewakili Anda dalam kerja bakti tersebut

75. Jika Anda sedang dalam keadaan yang lelah, biasanya Anda akan...
A. Segera istirahat
B. Tetap menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai
C. Memakai balsem atau sejenisnya
D. Ngobrol dengan seseorang yang lain
E. Istirahat dan tidak bisa diganggu oleh siapa pun

76. Harga-harga saat ini berubah dengan cepat dan kecenderungannya meningkat terus.
Sementara pendapatan dari saya terbatas, menghadapi keadaan ini saya..
A. Membuat rancangan penggunaan keuangan secara lebih hati-hati
B. Merancang penggunaan uang sekaligus minta tambahan gaji
C. Marah terhadap situasi yang tidak menentu
D. Mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak cocok
E. Meminta tambah uang saku dari orang tua

77. Jika Anda sedang memiliki banyak pekerjaan dan atasan Anda memberi pekerjaan yang
baru lagi kepada Anda padahal pekerjaan sebelumnya belum Anda selesaikan, maka Anda
akan...
A. Menerimanya dan mengatakan bahwa pekerjaan sebelumnya belum selesai
B. Menerimanya dan meminta rekan kerja Anda untuk menyelesaikannya
C. Memintanya untuk memberikan pekerjaan tersebut kepada rekan Anda yang lain
D. Menolaknya karena Anda sudah memiliki banyak pekerjaan
E. Menolaknya karena Anda ingin memberikan pekerjaan juga kepada rekan Anda yang lain

78. Jika Anda sudah tidak memiliki pekerjaan apa pun di kantor, maka Anda akan...
A. Bersantai-santai hingga datang pekerjaan selanjutnya
B. Tidak mungkin karena pekerjaan saya tidak akan ada habisnya
C. Meminta pekerjaan kepada atasan Anda
D. Menawarkan diri kepada rekan kerja Anda yang mungkin sedang kerepotan
E. Menikmati keadaan kantor saja sebelum Anda kembali sibuk

79. Saat saya menghadiri pernikahan seorang kerabat dari luar kota bersamaan dengan itu ada
tugas kantor, sedangkan minggu lalu saya sudah membolos saya akan..
A. Mempersiapkan diri sejak awal dan membicarakannya dengan pimpinan untuk
menyelesaikan tugas di hari lain
B. Melaksanakan tugas sungguh-sungguh dan inilah kesempatan untuk memperbaiki
kinerja saya
C. Meminta izin tidak dapat mengikuti tugas hari ini
D. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh
E. Memilih pergi dan berusaha sebaik mungkin pada tugas berikutnya
80. Anda memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang...
A. Berkualitas
B. Terjangkau
C. Elite
D. Mahal
E. Berakhlak

81. Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang kebetulan ada katitannya dengan hal-
hal yang menjadi kewajiban saya, maka saya…
A. Akan bertanggung jawab
B. Membiarkan masalah tetap berlangsung
C. Melihat dulu adakah orang lain yang juga turut bersalah
D. Mungkin ada pihak lain yang harusnya bertanggung jawab
E. Mempertimbangkan kemungkinan bahwa saya tidak bersalah akan hal itu

82. Nonton film pada saat jam kantor menurut saya...


A. Boleh saja
B. Tidak boleh
C. Boleh asal pimpinan menyetujui
D. Boleh asal pekerjaan sudah selesai
E. Boleh asal tidak ketahuan

83. Menyediakan jajanan di meja kerja kantor menurut saya...


A. Boleh saja asal tidak terlalu banyak
B. Boleh asal bagi-bagi dengan atasan
C. Tidak boleh
D. Meminta ijin atasan dulu
E. Boleh asal atasan juga melakukan

84. Ketika berkunjung ke kantor klien yang akan Anda audit, Anda mendapatkan uang dari klien
sebagai pengganti transport, maka Anda akan....
A. Menerimanya sepanjang tidak diketahui oleh rekan yang lain
B. Mengembalikan dengan halus
C. Marah karena klien telah berusaha menyogok Anda
D. Menolak bila disuruh atasan
E. Menolak karena Anda tahu itu gratifikasi

85. Sehubungan dengan pekerjaan Anda, kantor Anda memeberikan jatah uang makan sebesar
Rp.500.000,- untuk makan siang setiap harinya. Uang tersebut akan diganti seusai dengan
bukti pembayaran makan siang. Namun menurut Anda makan siang Anda selama ini tidak
sebesar jumlah tersebut. Oleh karena itu Anda akan...
A. Tetap makan dengan jumlah tersebut demi mendapatkan uang reimburse
B. Makan dengan jumlah yang secukupnya menurut Anda
C. Makan secukupnya tapi memalsukan kwitansinya
D. Makan secukupnya dengan kwitansi yang sebenarnya
E. Ikut bagaimana rekan saya yang lain saja

86. Tugas Anda harus diselesaikan dalam satu minggu. Maka Anda akan...
A. Menyelesaikan tugas yang lainnya dulu lebih yang lebih dekat batas waktunya
B. Menumpuk tugas tersebut pada daftar tugas Anda
C. Membiarkan tugas tersebut hingga Anda tergerak untuk menyelesaikannya
D. Menyelesaikan tugas tersebut manakala sudah ditagih oleh atasan Anda
E. Menyelesaikan tugas jika ada yang membantu Anda

87. Suatu hari Anda sedang rapat bersama para pimpinan, salah seorang pimpinan
mengeluarkan pendapatnya. Namun Anda tidak setuju dengan pendapat tersebut, maka
Anda akan...
A. Langsung mengeluarkan pendapat Anda juga walau ia pimpinan
B. Menutup mulut karena tidak mau membantah pimpinan
C. Mengiyakan saja untuk menyetujui pendapat pimpinan tersebut
D. Meninggalkan ruangan rapat karena Anda geram dengan pimpinan Anda
E. Biasa saja karena hal tersebut sudah sering terjadi

88. Menurut rekan-rekan saya, saya ini orang yang…


A. Tidak memiliki ketekunan dalam mengerjakan pekerjaan rutin
B. Memiliki ketekunan rendah
C. Terkadang tekun
D. Terkadang mudah jengkel dan kurang tekun mengerjakan sesuatu
E. Cukup tekun

89. Setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu, saya …


A. Langsung melakukan aktifitas lain
B. Istirahat sejenak
C. Mengakses situs jejaring sosial semacam facebook untuk mengetahui kabar terbaru dari
kerabat dan kawan saya
D. Membaca Koran
E. Meneliti pekerjaan tersebut apakah masih ada kekeliruan, lalu melakukan aktifitas lain

90. Jika mengalalami kegagalan dalam rangka mencoba sesuatu maka saya..
A. Mencari bantuan untuk jalan keluar
B. Menganggap kegagalan sebagai resiko sekaligus latihan
C. Akan berusaha terus untuk mencoba lagi sampai berhasil
D. Kecewa tetapi masih ada semangat untuk mencoba
E. Merasa kehilangan semangat untuk memulai

91. Ketika saya diminta melakukan pekerjaan berat, saya..


A. Menolak diberikan pekerjaan seperti itu
B. Mempertimbangkan dulu untuk menerimanya
C. Tetap menerimanya, meskipun tidak suka dengan pekerjaan itu
D. Merasa tertantang melakukan pekerjaan itu
E. Menyerahkan pekerjaan tersebut kepada orang lain

92. Jika Anda diminta untuk menggambar pemandangan, maka yang terlintas pertama kali
dalam pikiran Anda untuk digambar ialah...
A. Gunung
B. Sawah
C. Lautan
D. Pantai
E. Kardus

93. PNS yang kreatif itu adalah PNS yang...


A. Bisa membagi waktunya
B. Cepat kerjanya
C. Bisa membunuh rutinitasnya
D. Menikmati pekerjaannya
E. Aneh

94. Pasangan saya tidak menyukai tempat dimana saya bekerja, sikap saya…
A. Menanyakan alasan pasangan saya mengatakan hal tersebut
B. Menjelaskan bahwa saya juga mencintai pekerjaan saya
C. Mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaan saya
D. Tetap memilih pekerjaan saya dengan resiko memutus hubungan dengan pasangan
saya
E. Membawa pasangan saya ketempat saya bekerja dan membiarkan dirinya menilai

95. Saya sedang tidak dalam kondisi fit untuk bekerja, sikap saya…
A. Izin kepada atasan saya untuk pulang dan beristirahat
B. Beristirahat sejenak dengan harapan dapat lebih sehat nantinya
C. Melimpahkan pekerjaan kepada teman lalu izin kepada atasan untuk pulang
D. Tetap bekerja semampu saya
E. Menyuruh teman saya untuk mengerjakan pekerjaan saya

96. Teman saya menanyakan proses pekerjaan saya, sikap saya…


A. Tidak membahasnya, karena pekerjaan saya biarlah hanya saya dan atasan yang tahu
B. Mengatakan bahwa semua berjalan dengan baik
C. Mengatakan apa adanya dan meminta saran kepada teman anda bila diperlukan
D. Mengatakan bahwa anda dapat menyelesaikannya sendiri
E. Tidak membahasnya dan mengalihakan topik agar teman saya tidak sakit hati

97. Saya mempunyai seorang saudara yang ingin sekali bekerja ditempat saya bekerja, yang
saya lakukan…
A. Memberinya alamat rumah HRD kantor saya
B. Memberitahukan pihak HRD bahwa saudara saya akan mendaftar lowongan pekerjaan
C. Memberikan trik dan celah untuk bisa mendapatkan lowongan tersebut
D. Menyemangatinya namun tak membantu apapun
E. Tidak mempedulikannya

98. Tim bola voli unit kami diperkirakan akan kalah melawat tim bola voli unit lain dalam instansi
kami. Sikap saya dalam pertandingan…
A. Lebih baik diam karena sadar akan kekuatan tim kami
B. Berusaha bersembunyi agar tidak diketahui bahwa saya adalah pendukung tim lemah
C. Tetap memberikan dukungan dengan penuh semangat
D. Jika tim kami kalah tidaklah mengapa, karena sudah diprediksikan demikian
E. Memberikan dukungan daripada saya dicap tidak setia kawan

99. Bagi saya, kegagalan adalah


A. Isyarat tegas bahwa kita harus berhenti
B. Justru meningkatkan ketangguhan saya untuk mencoba lagi dengan lebih baik
C. Sering menjatuhkan mental saya
D. Saya upayakan untuk tidak mengurangi semangat saya
E. Mungkin ada unsur kekeliruan dari anggota tim saya

100. Menurut saya, para pemimpin besar dunia itu…


A. Mereka memang sudah Tuhan takdirkan menjadi pemimpin besar
B. Mereka berusaha keras dalam hidupnya untuk sukses
C. Mereka mengusahakan kesempatan dan fasilitas sehingga bisa sukses
D. Mereka adalah pribadi yang langka
E. Mereka sangat beruntung bisa sukses dan menjadi pemimpin besar
PEMBAHASAN SOAL LATIHAN TWK DAN TIU

1. Fundamentalisme adalah paham yang menetapkan agama sebagai hukum politik dalam
dunia modern. (B)
2. Dimensi dinamis merupakan Kemampuan ideologi dalam mempengaruhi dan sekaligus
menyesuaikan diri dengan pertumbuhan atau perkembangan masyarakatnya. (E)
3. Nilai praksis adalah perlunya penafsiran ulang sesuai keadaan bangsa dan perkembangan
zaman. (C)
4. Menghormati pemeluk agama lain saat beribadah merupakan perilaku cerminan sila
pertama. (C)
5. Piagam Jakarta (Jakarta Charter) ditandatangani sekaligus disahkan oleh Panitia Sembilan
pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam Jakarta ini awalnya akan dijadikan teks kemerdekaan,
tetapi kemudian dijadikan sebagai pembukaan UUD 1945. (C)
6. Pancasila sebagai dasar filsafat negara. Lihat pada pembukaan UUD 1945, alenia 4. (B)
7. Tunjangan pejabat negara tidak tercantum dalam UUD 1945. (C)
8. Karena negara Indonesia tidak menganut sistem pemerintahan parlementer sejak awal
dibentuknya UUD 1945 sampai saat ini. (C)
9. Tujuan konstitusi: sebagai hukum dari segala sumber hukum, membatasi kekuasaan
penguasa agar tidak sewenang-wenang, melindungi HAM, dan sebagai pedoman
penyelenggaraan negara. (E)
10. Asas Kepastian Hukum adalah Asas yang mengutamakan landasan peraturan perundang-
undangan, kepatuhan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara dalam
negara hukum. (D)
11. Penaklukan/ occupatie merupakan ter-bentuknya negara pada daerah atau wilayah kosong
yang dikuasai. Hal ini terjadi pada Liberia yang diambil ali oleh para bekas budak negro
orang Amerika yang selanjutnya Liberia dimerdekakan pada tahun 1847. (D)
12. Supomo bukan merupakan anggota panitia sembilan. (D)
13. Batas Laut Teritorial → batas laut yang ditarik dari sebuah garis dasar dengan jarak 12 mil
ke arah laut. (C)
14. Dinamika → sifat tidak tetap dan harus mengalami perubahan. (D)
15. Pasal 29 ayat 2 → keanekaragaman agama di Indonesia. (B)
16. Muh. Yamin adalah orang yang pertama mengusulkan kepaka bung Karno Bhinneka
Tunggal ika dijadikan semboyan Bangsa. (C)
17. Pasal 18, 18A, dan 18B membahas tentang adanya wewenang pemerintah daerah terkait
otonomi daerah. (C)
18. Sistem pemerintahan presidensial disebut juga sebagai fixed executive karena masa jabatan
para menteri tidak ditentukan oleh kepercayaan parlemen. (A)
19. Kekuasaan eksekutif (pelaksana undang-undang) → Presiden. (A)
20. Gubernur, Bupati dan Wali Kota masing-masing sebagai Kepala Pemerintah
Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota dipilih secara demokratis. Pemerintah
daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pe-merintahan yang oleh
undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. (A)
21. UU No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan antara keuangan pusat dan daerah. Otonomi
daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan diatur oleh UU No. 32 tahun 2004. (E)
22. Sumber hukum konvensi adalah sumber hukum yang berasal dari keyakinan kesadaran
individu dan pendapat umum. (E)
23. UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 → Upaya pemerintah dalam
pemberantasan tindakan pidana korupsi. (B)
24. Berdasarkan paham yang dianut, demokrasi → Demokrasi Liberal, komunis, dan gabungan .
(B)

25. Isi Magna Carta sebagai berikut: (E)


a) Raja beserta keturunannya berjanji akan menghormati kemerdekaan, hak, dan
kebebasan Gereja Inggris.
b) Raja berjanji kepada penduduk kerajaan yang bebas untuk memberikan hak-hak.
c) Para petugas keamanan dan pemungut pajak akan menghormati hak-hak penduduk.
d) Polisi ataupun jaksa tidak dapat menuntut seseorang tanpa bukti dan saksi yang sah.
e) Seseorang yang bukan budak tidak akan ditahan, ditangkap, dinyatakan bersalah tanpa
perlindungan negara dan tanpa alasan hukum sebagai dasar tindakannya.
f) Apabila seseorang tanpa perlindungan hukum sudah terlanjur ditahan, raja berjanji akan
mengoreksi kesalahannya.
g) Kekuasaan raja harus dibatasi.
h) Hak Asasi Manusia (HAM) lebih penting daripada kedaulatan, hukum atau kekuasaan.

26. Maklumat wakil presiden No X tanggal 16 Oktober 1945, Pengumuman Badan Pekerja tanggal 14 November
1945, dan Maklumat Pemerintah tanggal 14 Novemebr 1945. (E)
27. Raden Wijaya adalah Raja Kerajaan Majapahit. (D)
28. Raja Samudra Pasai Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad, danMalik Az Zahir. (A)
29. Perjanjian Postdam adalah perjanjian setelah Perang Dunia II. (E)
30. UNCI Badan perdamaian ini dibentuk pada tanggal 28 Januari 1949 untuk menggantikan
Komisi Tiga (A)
31. Syarat-syarat konvensi adalah Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktik
penyelenggaraan negara, Tidak bertentangan dengan UUD 1945, Memperhatikan
pelaksanaan UUD 1945 (E)
32. Kalimat inti = S + P + (O)
Di Yayasan Galuh / jumlah pasien remaja
K S
/ justru mendominasi / mulai ...
P K (A)
33. Analogi yaitu membandingkan dua sifat paragraf tersebut, antara otak manusia dan pisau.
(B)
34. Penulisan nama dan jabatan yang tepat terdapat pada kalimat “Seminggu yang lalu Kolonel
Haryono meninggal dunia”. Nama orang harus menggunakan huruf besar. (C)
35. Kata signifikan bermakna penting. Berarti kata signifikan jika dipakai dalam kalimat “... tidak
akan berpengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah.” Dapat diganti dengan kata
yang mendekati, yaitu besar. (C)

36. Ceruk = liang (lubang, lekuk) yang masuk ke dinding (tembok, tanah, dsb); gua (di gunung);
ruang berpetak-petak (dalam lemari); sudut (pojok, pelosok), di dapur (kamar, rumah, dsb);
rongga (di sela-sela timbunan barang, dsb). (D)
37. Klarifikasi = berasal dari kata asing yang memiliki arti menjelaskan; menjernihkan;
membeningkan terhadap sesuatu yang belum tentu kebenarannya. (D)
38. Dependensi = berasal dari kata asing ketergantungan; keadaan tergantung pada orang lain;
belum dapat hidup mandiri; keadaan dijajah; keadaan tidak merdeka; di bawah kekuasaan
atau pengaruh negara lain. (D)
39. Kasar = (1) tidak rata (permukaan), tidak halus; (2) kasap, kesat; (3) tidak baik buatannya,
gabas; (4) tidak lemah lembut (tentang tingkah laku); (5) dapat diraba (dilihat dari). Jadi,
lawannya adalah halus. (A)
40. Reaksi = (1) daya tarik; (2) tenaga tarik, jadi lawannya adalah daya tolak. (D)
41. Gentar = ragu-ragu atau takut, jadi lawannya adalah berani. (C)
42. Bait bagian dari puisi, loteng bagian dari bangunan. (B)
43. Setelah mencuri kita menyesal, setelah menanam kita menyiang. (B)
44. Intensitas dan frekuensi hampir sama, demikian juga penghargaan dan penghormatan. (D)
45. Bawang dihitung dengan siung, demikian juga telur dihitung dengan butir. (C)

46. Penjualan tiket kelas I


= 12.000P/(12.000P + 9.000B + 25.000R)
= 12 P/(12P + 9B + 25R) (C)

47. Jumlah karyawan tahun lalu


= (29 - 3) + (2 × 3) = 32 orang
Jumlah karyawan tahun ini adalah 3 kali jumlah karyawan tahun lalu
= 3 × 32 = 96 orang. (A)

48. Jumlah pegawai yang mungkin adalah yang bisa dibagi dengan jumlah perbandingan (8 + 7
= 15). (C)

49. A : 7x : 5x
B : A = 3y : 4y
A – C = 16 buah → 2x = 16 buah, x =8 buah.
A = 7x = (7 × 8) buah = 56 buah.
A = 4y → y = 56/4 = 14 buah
B = 3y = (3 × 14) buah = 42 buah (B)

50. x : y
4.48 : 𝜋 (28)2
192 < 2464
Jadi x < y (B)

51. Segitiga mempunyai sudut 90°, 45°,


45° Maka: alas = tinggi. (C)

(�+�+30)
52. 3 = 10
�+�=0
(�+�) 0 =0 (A)
2 = 2

53. Misalkan: jika koefisien n diganti 1, maka x = 5, y = 5,67, sehingga x < y. (C)

54. X + Y + Z = 249
X+Y = 159 –
Z = 90 (A)

55. Jarak Yogyakarta – Klaten (S)


= 6 × 700.000
= 4.200.000
= 42 km
Kecepatan Niko (v) = 36 km/jam
Waktu tempuh Niko (t) = S : V
1
= 42 : 36 = 1 jam atau 1 jam 10 menit
6
Tiba = pukul 07.10 (B)

56. Diketahui:
n(s) = 48 n(k n o) = 10
n(k) = 20 n(k n p) = 5
n(o) = 25 n(o n p) = 6
n(p) = 12 n(k n o n p) = 4
x = jumlah anak ikut ekstrakulikurel?
Solusi
X = n(k) + n(o) + n(p) – n(k n o) – n(k n p) – n(o n p) + n(k n o n p)
= 20 + 25 + 12 – 10 – 5 – 6 + 4
= 40 (D)

57. Nilai rata-rata =


[(7,2 × 35) + (7,5 × 40) + (8 × 45)] : [35 + 40 + 45] → [252 + 300 + 360] : 120 = 912 :
120 = 7,6 (C)

58. +10 +10 +10

3 5 9 15 15 25 21 35 27

+6 +6 +6 +6
Angka yang dicetak tebal ditambah 10 dan yang tidak dicetak tebal ditambah 6, maka:
10 + 25 = 35 dan 21 + 6 = 27. (B)

59. 243 81 27 9 3 1 1/3

:3 :3 :3 :3 :3 :3
Tiap suku dibagi 3 untuk mendapatkan angka berikutnya, sehingga jawabannya adalah 1 : 3
= 1/3. (B)

60. Kesenian → Beladiri/ Renang.


Beladiri/ Renang → melukis.
Karena Inda bukan peserta melukis, maka Inda bukan peserta Beladiri, renang, maupun
kesenian. (A)
61. Seseorang disebut anggota yang memiliki anak lebih dari tiga orang ada 2, yaitu menerima
piagam dan hadiah. Jika hanya menerima salah satu saja, maka dia bukanlah anggota yang
memiliki anak lebih dari tiga orang. (A)
Catatan:
Predikat dari premis ini adalah jumlah anaknya, bukan anggota. Jadi, Dedo tetap merupakan
anggota, tetapi jumlah anaknya kurang dari tiga orang.

62. Sebagian sopir bus tidak pernah mengantuk saat mengemudi, artinya sebagian sopir bus
yang lain pernah mengantuk saat mengemudikan kendaraannya. (D)

63.

Bola hitam berputar ke kanan dan maju dengan langkah genap (2, 4, 6).
Bola putih berputar ke kanan dan maju dengan langkah 1, 2, 3, 4, dst. (C)

64.

Gambar garis di dalam dan di luar longkarang bertambah satu setiap polanya. (A)

65.

Bagian atas segilima diisi urutan angka berurut (1, 2, 3, ...). Huruf “A, B, C, ...” bergerak
searah jarum jam dan akan melangkah dua bagian bila melewati bagian atas segilima. Huruf
“Z, V, X, ...” bergerak berlawanan dengan jarum jam dan akan melangkah dua bagian bila
melewati bagian atas segilima. Angka “9, 8, 7, ...” (dihitung mundur) bergerak berlawanan
dengan arah jarum jam dan akan melompati dua bagian bila melewati bagianb atas
segilima. (D)
PEMBAHASAN SOAL TES TKP (KARAKTERSITIK KEPRIBADIAN)

E
Poin 90 C B A D
No 5 4 3 2 1 A
91 D C B E
C
66 B E A D
D
92 E A B C
E
67 B A C D
E
93 D A B C
A
68 D E B C
B E A D C
D 94
69 B A E C
C
95 A B E D
E C D B A
70
C
96 B D A E
B
71 A D C E
A
97 C B D E
A
72 B C D E
E
98 D C B A
E A C B D
73
B
99 C D A E
D
74 B C E A
A
100 B D E C
E
75 C B A D
C
76 D A B E
A
77 E D C B
E
78 C B D A
C
79 A B E D

E A B C D
80
D
81 A E B C
A
82 B D E C

D A C B E
83
A
84 B E C D
C
85 D B A E
C
86 A B E D
D
87 A E C B
A
88 E D C B
D
89 E A B C
SOAL DAN PEMBAHASAN LATIHAN TWK TIU TKP
Pembahasan Lihat Bagian Akhir

1. Peraturan yang dianggap sebagai suara hati manusia. Aturan hidup tentang perilaku baik
dan buruk berdasarkan kebenaran dan keadilan, disebut ...
A. Norma Agama
B. Norma Kesusilaan
C. Norma Kesopanan
D. Norma Keadilan
E. Norma Hukum

2. Monarkisme merupakan paham dimana kerajaan merupakan sumber utama dari


kesejahteraan negaranya. Negara yang menerapkan ideologi ini adalah ...
A. Amerika Serikat
B. Australia
C. Brunei Darussalam
D. Rusia
E. Jerman

3. Secara harfiah, pancasila itu diartikan ...


A. Lima pedoman kebangsaan
B. Dasar yang memiliki lima unsur
C. Lima komponen penting
D. Lima unsur hidup manusia
E. Falsafah yang memiliki lima pedoman bernegara

4. Judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai
(bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni
1945, adalah ...
A. Lahirnya bangsa Indonesia
B. Kesaktian Pancasila
C. Lahirnya pancasila
D. Pedoman hidup berbangsa
E. Falsafah hidup pancasila

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri, merupakan nilai
yang terkandung dalam Pancasila sila ...
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
E. Kelima

6. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis yang ditugaskan Presiden Soekarno untuk
merencanakan, meran-cang dan merumuskan gambar lambang negara, yang dinamakan ...
A. Panitia Delapan
B. Panitia Sembilan
C. Panitia Lencana Negara
D. Panitia Pembangunan
E. Panitia Lambang Negara

7. Rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya disetujui oleh Presiden
Soekano pada tanggal 10 Februari 1950 dan diresmikan pemakaiannya dalam ...
A. Sidang PBB
B. Konferensi Asia-Afrika
C. Sidang Kabinet RIS
D. Kraton Kadriyah Pontianak
E. Konferensi Meja Bundar

8. Dalam penjelasan UUD 1945 dinyatakan bahwa “negara Indonesia berdasarkan atas hukum
(“rechsstaat”) tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (“machsstaat”). Oleh karena itu,
negara dalam menjalankan aktivitasnya harus ....
A. Berdasarkan pemerintah
B. Berdasarkan hukum
C. Mengacu pda kebutuhan
D. Merujuk pada kepentingan
E. Menuruti keinginan penguasa

9. Segala Sesuatu permasalahan yang terjadi dan menyangkut pidana harus diselesaikan
secara hukum, hal ini sesuai dengan pasal … UUD 1945.
A. 2 D. 5
B. 3 E. 4
C. 1

10. Terbentuknya negara melalui adanya kelebihan dan dominasi seseorang atas orang lain,
pemahaman itu merupakan intisari dari ....
A. Teori perjanjian
B. Teori pemerintahan
C. Teori politik
D. Teori yuridis
E. Teori kekuasaan

11. Sepanjang sejarah Indonesia, telah diselenggarakan pemilu sebanyak…


A. 10 kali
B. 11 kali
C. 9 kali
D. 4 kali
E. 6 kali

12. Lembaga yang menjalankan pemerin-tahan daerah dan melaksanakan tugas mengatur
rumah tangga daerah nya saat Indonesia baru merdeka adalah…
A. Komite Nasional Indonesia Daerah
B. Komite Nasional Indonesia Merdeka
C. Komite Nasional Perbantuan Daerah
D. Komite Daerah
E. Komite Daerah Perbantuan Nasional
13. Negara yang mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia yang pertama kali adalah …
A. Jepang
B. India
C. Thailand
D. Amerika Serikat
E. Mesir

14. Nama raja kerajaan Ternate-Tidore adalah sebagai berikut, kecuali ...
A. Pangeran Nuku
B. Zainal Abidin
C. Sultan Baabullah
D. Sultan Agung
E. Sultan Hairun

15. Tiga tuntutan rakyat (Tritura) disampaikan oleh …


A. Indische Partij
B. KAMI
C. Jong Celebes
D. Tiga Serangkai
E. Jong Java

16. APBN ditetapkan dengan persetujuan …


A. DPR
B. Presiden
C. MA
D. MPR
E. Kejaksaan Agung

17. GadjahMada yang terkenaldengansumpahPalapanyaberasaldarikerajaan …


A. Singosari
B. Majapahit
C. SamuderaPasai
D. Kutai
E. Sriwijaya

18. Bila Presiden dan Wakil Presiden mangkat dalam waktu bersamaan, maka tugas
kenegaraan digantikan oleh …
A. Ketua MPR
B. Menteri dalam Negeri
C. Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan
D. Menteri Luar Negeri
E. Menteri Pertahanan

19. Berikut Ini yang merupaan tugas dan wewenang Makamah Agung adalah …
A. Memeriksa dan memutus permohonan di tingkat banding
B. Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali putusan yang belum
memperoleh status hokum tetap
C. Memberikan nasihat kepada presiden dalam pemberian dan penolakan abolisi
D. Menguji secara material terhadap peraturan perundang-undanga di atas undang-undang
E. Memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada lembaga tinggi Negara

20. Pemisahan kekuasaan pada tiga lembaga yang berbeda (legislatif, yudikatif, eksekutif)
disebut …
A. Trias Politika
B. Triumvirat
C. Magnum Opus
D. Monarki
E. Tirani

21. Hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapannya atau
hubungan antara negara dengan warga negara, termasuk dalam....
A. Hukum privat
B. Hukum pidana
C. Hukum perdata
D. Hukum administrasi negara
E. Hukum Publik

22. Berikut ini lembaga Negara yang tidak dipilih langsung oleh rakyat adalah..
A. Anggota DPR
B. Anggota DPD
C. Presiden
D. Wakil Presiden
E. Anggota BPK

23. Di antara negara-negara berikut ini, yang menerapkan sistem pemerintahan referendum
adalah ...
A. Swiss
B. Inggris
C. Italia
D. Belanda
E. Belgia

24. Lembaga kekuasaan kehakiman yang berwenang memeriksa dan memutus permohonan
banding adalah ...
A. Komisi Yudisial
B. Pengadilan Tinggi
C. Pengadilan Negeri
D. Mahkamah Agung
E. Mahkamah Konstitusi

25. Suatu model atau pola berpikir sebagai upaya untuk melaksanakan perubahan yang
direncanakan disebut ...
A. Rencana pembangunan
B. Paradigma pembangunan
C. Strategi pembangunan
D. Pola pembangunan
E. Upaya pembangunan

26. Perang Tapanuli di Sumatera Utara dipimpin oleh ...


A. Panglima Polim
B. Thomas Matulessi
C. Mohammad Shahab
D. Sisingamangaraja XII
E. Peto Syarif

27. Hasil keputusan sidang II PPKI pada 19 Agustus 1945 adalah ...
A. Pemilihan presiden dan wakil presiden
B. Penetapan dan pengesahan UUD 1945
C. Pembentukan Badan Komite Nasional sebagai pembantu presiden
D. Penetapan 12 menteri untuk membantu tugas presiden
E. Penetapan dan pengesahan pembukaan UUD 1945

28. Rumah adat Tongkonan berasal dari Provinsi …


A. Sulawesi Selatan
B. Sulawesi Utara
C. Sulawesi Tengah
D. Sulawesi Tenggara
E. Maluku

29. Sebagai akibat diterapkannya politik ekonomi liberal pada akhir abad ke-19 terjadi
pemindahan penduduk ke industri seperti di bawah ini, kecuali ...
A. Industri gula
B. Industri kelapa sawit
C. Industri teh
D. Industri kopi
E. Industri tembakau

30. Delegasi Pakistan pada konferensi Panca negara di Bogor 28 Desember 1954 adalah …
A. Jawaharlal Nehru
B. Mohammad Ali
C. U Nu
D. Ali Jinah
E. Sir John Kotelawala

31. Pertemuan APEC pada tanggal 14-15 Novermber 2009 di Singapura membahas …
A. Perjanjian ekstradisi
B. Perjanjian ekspor impor
C. Perubahan iklim dunia
D. Kerjasama ekonomi gobal
E. Krisis ekonomi global

Bacaan untuk soal no. 32 s.d. 34.


Tugas utama seorang guru adalah mengajar siswa di sekolah, bukan memberi les tambahan
di rumah. Fokus pada pemberian les di rumah akan berpengaruh pada efisiensi pendidikan,
dan bukan tidak mungkin akan menurunkan kualitas dedikasi seorang guru. Pemberian les
tambahan sebaiknya dilakukan hanya untuk meningkatkan kualitas siswa yang kurang, dan
bukan sebagai sarana menambah penghasilan.

32. Ide pokok dari paragraf di atas adalah ...


A. Fokus utama seorang guru adalah mengajar siswa di sekolah
B. Fokus pada pemberian les tambahan di rumah akan berpengaruh terhadap efisiensi
pendidikan
C. Pemberian les tambahan akan menurunkan kualitas dedikasi seorang guru
D. Pemberian les tambahan adalah sarana menambah penghasilan
E. Pemberian les tambahan akan meningkatkan kualitas dedikasi seorang guru

33. Paragraf di atas termasuk dalam paragraf ...


A. Deduktif
B. Induktif
C. Efektif
D. Deduktif – Induktif
E. Induktif – Deduktif

34. Dari bacaan diatas, dapat disimpulkan bahwa seorang guru dapat memberikan les
tambahan asalkan ...
A. Mendapatkan uang tambahan yang banyak
B. Tidak mengajar di sekolah
C. Memberi tambahan ilmu terhadap siswanya yang kurang
D. Meningkatkan popularitas
E. Meningkatkan kemampuan siswa terbaik di sekolah

35. Penggunaan tanda baca seru yang menyatakan perasaan atau emosi terdapat pada kalimat
...
A. Cepat datanglah kemari!
B. Benar, Bu! Saya tidak mengambil uang itu!
C. Ah, aku tidak percaya lagi semua ucapanmu!
D. Wow, indah sekali pemandangan di sini!
E. Kerjakan tugasmu dengan baik!

36. AMBAL =
A. Rial
B. Parade
C. Barisan
D. Pawai
E. Riuh

37. DEMAGOGI =
A. Menghasut
B. Menghina
C. Membela
D. Mempelajari
E. Membujuk
38. LEJAR =
A. Lemas
B. Lemah
C. Penat
D. Lesu
E. Lalai

39. TELAGA ><


A. Lautan
B. Sumur
C. Danau
D. Mata Air
E. Arus

40. ROBOH ><


A. Runtuh
B. Miring
C. Hancur
D. Tegak
E. Rusak

41. DAWAI ><


A. Tali
B. Tambang
C. Kawat
D. Pita
E. Sabut

42. FILM : SKENARIO = :


A. Drama : Panggung
B. Sandiwara : Plot
C. Teater : Acara
D. Resital : Tinjauan
E. Pameran : Pengunjung

43. KEPAK : SAYAP = :


A. Hirup : oksigen
B. Sandar : kepala
C. Hentak : kaki
D. Tarik : tali
E. Makan : roti

44. DAUN : DURI = TERATAI :


A. Ranting
B. Kapur
C. Kamboja
D. Kaktus
E. Air
45. IKAN MAS : IKAN PAUS = INSANG :
A. Rusa
B. Paru-paru
C. Anjing
D. Air Tawar
E. Ikan

46. Pak badu membeli 2 keranjang mangga dan dujual kembali dengan harga Rp 532.000. Jika
mendapat untung 40%, berapa rupiahkah harga pembelian sekeranjang mangga tersebut?
A. Rp 180.000 D. Rp 380.000
B. Rp 190.000 E. Rp 385.000
C. Rp 212.800

47. Seorang padagang telur membeli dua kuintal telur ayam seharga Rp 1.360.000. dengan
banyaknya telur impor yang beredar di pasaran, harga jual telur adalah Rp 5.600 per kg.
Berapakah kerugian pedagang tersebut jika hanya terjual ¾ -nya saja dari seluruh telur yang
telah dibelinya?
A. Rp 180.000 D. Rp 1.020.000
B. Rp 480.000 E. Rp 932.000
C. Rp 840.000

48. Angka ke tujuh dari sederatan angka adalah 45. Selisih angka pertama adalah 7, demikian
pula angka-angka selanjutnya mempunyai selisih 7 dari angka sebelumnya. Berapakah nilai
angka yang berada pada urutan keempat?
A. 122 D. 45
B. 94 E. 55
C. 66

49. Umur B dua kali umur A, sedangkan umur C 10 tahun lebih muda dari umur B. Jika rata-rata
umur A, B, dan C adalah sama dengan umur C, berapakah jumlah umur A dan C?
A. 30 D. 60
B. 40 E. Salah semua
C. 50

50. Jika {x2 – 4 = 0} dan {y = 2}, manakah pernyataan berikut yang benar?
A. x > y
B. x < y
C. x = y
D. hubungan x dan y tak dapat ditentukan
E. x ≠ y

51. Jika p > 0, q < 0, {x = p2 + q2}, dan {y = (p+q)2}, manakah pernyataan berikut yang benar?
A. x > y
B. x < y
C. x = y
D. hubungan x dan y tak dapat ditentukan
E. x ≠ y
52. Suatu desa terdiri atas 238 keluarga dengan rata-rata jumlah anggota setiap keluarga
adalah 4 orang dan jumlah orang dewasa seluruhnya 580 orang. Suatu saat desa itu
terserang wabah virus adalah 0,5 bagi anak-anak. Berapa orang anak yang diperkirakan
akan tertular virus itu?
A. 186 D. 372
B. 261 E. 380
C. 290

53. Seorang mahasiswa mendapat nilai 78, 86, 80, dan 91 untuk empat mata kuliah. Berapa
nilai yang harus diperoleh untuk mata kuliah yang kelima agar diperoleh rata-rata 83?
A. 80 D. 85
B. 75 E. 95
C. 90

54. Tono meninggalkan kota A pukul 6.15 dan sampai di kota B pukul 9.45. jika ia mengendarai
mobilnya dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam dan beristirahat satu jam untuk makan,
berapa km jarak kota A ke kota B?
A. 210 km D. 135 km
B. 175 km E. 160 km
C. 150 km

55. Pada permulaan pekerjaan tertentu, counter pada sebuah mesin fotokopi menunjukkan
angka 1254. Pada akhir pekerjaan tersebut counter menunjukkan angka 2334. Jika waktu
untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut adalah 30 menit, berapakah kecepatan rata-rata
per detik mesin fotokopi itu beroperasi?
A. 0,6 per detik D. 36 per detik
B. 1,1 per detik E. 25 per detik
C. 6 per detik

56. Semua tempat duduk sebuah bis telah penuh dan ada 5 orang yang berdiri. Pada halte
berikutnya, ada 12 orang turun dan 4 orang yang naik. Berapakah jumlah tempat duduk
yang kosong jika semua penumpang telah duduk?
A. 4 D. 1
B. 3 E. Tidak ada
C. 2

57. Murid sebuah TK adalah sejumlah A anak. Dari jumlah tersebut, sejumlah B anak suka
melukis, sejimlah C anak suka menari, dan sejumlah D anak suka melukis dan menari.
Berapak porsi jumlah anak yang tidak menyukai melukis atau menari?
A. (A−B−C)
A
B. (D+C+B)
A
C. (A−D−C−B)
A
D. (A+D−C−B)
A
E. A−C+B+D
A

58. 3 8 13 18 23 ...
A. 28 dan 33 D. 28 dan 38
B. 33 dan 38 E. 38 dan 43
C. 38 dan 43

59. 50 40 100 90 ... 140 200 190


A. 120 D. 150
B. 130 E. 160
C. 140

60. 2, 3, ..., ..., 12, 17


A. 4, 11 D. 4, 7
B. 6, 8 E. 5, 8
C. 5, 6

Untuk soal nomor 60 – 62, gunakan informasi berikut!

Iwan lebih tinggi daripada amir. Amir lebih tinggi daripada Yudi dan Bandi. Joko lebih tinggi
daripada Amir dan Ridwan. Tidak ada yang tingginya sama.

61. Jika Iwan tidak lebih tinggi daripada Joko, maka yang tertinggi adalah ...
A. Amir D. Joko
B. Bandi E. Yudi
C. Ridwan

62. Pernyataan yang benar adalah ...


A. Bandi lebih tinggi daripada Ridwan
B. Ridwan lebih tinggi daripada Yudi
C. Joko lebih tinggi daripada Bandi
D. Ridwan lebih tinggi daripada Amir
E. Joko lebih lebih tinggi daripada Ridwan

63. Jika Bandi lebih tinggi daripada Ridwan, maka ...


A. Amir lebih tinggi daripada Ridwan
B. Bandi lebih tinggi daripada Joko
C. Yudi lebih tinggi daripada Ridwan
D. Joko lebih tinggi daripada Iwan
E. Iwan lebih tinggi daripada Bandi

64. Diam-diam ubi berisi, diam-diam penggali berkarat.


A. Diamnya orang pandai itu emas, diamnya orang bodoh itu lumpr
B. Diamnya orang pandai itu berpikir, diamnya orang yang bodoh sia-sia
C. Melakukan perbuatan baik tanpa harus diketahui oleh orang lain
D. Memamerkan perbuatan baik yang jarang dilakukan
E. Orang yang selalu menjadi panutan bagi orang lain

65. Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan.


Makna peribahasa di atas adalah ...
A. Harta benda kita harus dibagikan ke orang lain yang lebih membutuhkan
B. Harta benda tidak dibawa mati
C. Jangan serakah akan akan kekayaan yang dimiliki
D. Hemat dan menabung adalah cara untuk kaya
E. Hiduplah hemat dan suka menabung. Selama tidak terdesak, janganlah tabungan itu
diusik-usik

66. Atas segala perkataan dan perintah atasan saya ...


A. Mempercayainya
B. Segera melaksanakan
C. Menganggapnya hanya bualan
D. Menyanggupi
E. Menimbang terlebih dahulu

67. Rekanan memberikan sejumlah uang atas balas jasa, sikap saya ...
A. Menolak dan memberi pengertian
B. Menolak dan melaporkannya ke KPK
C. Menolak karena jumlahnya sedikit
D. Menerima karena rekanan masih saudara
E. Menerima asal pimpinan ikut menerima

68. Biasnya teman kerja menrima konsumsi apabila sedang melakukan kegiatan audit,
mengenai hal ini ...
A. Biasa saja
B. Bukan merupakn korupsi
C. Asal tidak mewah tidak apa-apa
D. Sebaiknya beli sendiri
E. Memberikan penjelasan kepada auditee mengenai kode etik

69. Banyak senior di kantor yang memakai sendal saat kerja, saya sebagai junior yang baru
masuk ...
A. Tidak ikut
B. Memberi contoh dengan mamakai sepatu
C. Tergantung perintah pimpinan
D. Ikut kebiasaan yang sudah ada
E. Menegur senior

70. Hal pertama yang anda lakukan ketika datang ke kantor adalah ...
A. Menyalakan komputer kemudia membuka facebook
B. Sarapan terlebih dahulu di kantin
C. Menata ruang kerja
D. Menyelesaikan pekerjaan yang tertunda kemarin
E. Menyusun rencana kerja dan target jangka pendek

71. Salah satu rekan kerja saya ada yang terindikasi memakai obat-obatan terlarang, saya
sebagai teman kerja harusnya ...
A. Memberinya nasihat dan semangat agar bisa lepas dari jeratan obat terlarang
B. Memberikan pengertian bahaya narkoba
C. Mengajaknya untuk mengikuti rehabilitasi dari kecanduan narkoba
D. Melaporkannya ke pimpinan
E. Acuh saja karena bukan merupakan masalah saya

72. Saya ditawari pimpinan untuk promosi jabatan menjadi kepala seksi, tetapi saya harus
mutasi kerja keluar pulau padahal istri saya baru saja melahirkan, sikap yang saya ambil ...
A. Menolak tawaran tersebut
B. Menerima jika diberi uang pindah dengan jumlah yang besar
C. Menerima tawaran tersebut asalkan keluarga juga ikut pindah
D. Menerima tawaran tersebut dengan konsekuensi keluarga saya tinggalkan sementara
E. Meminta agar promosi jabatan di kota tempat tinggal saja

73. Bekerja menurut saya selain sebagai cara mencari kesuksesan adalah sabagai ibadah,
untuk itu saya ...
A. Bekerja keras setiap waktu
B. Berusaha sekuat tenaga demi keluarga
C. Berusaha sekuat tenaga dan memberikan terbaik
D. Melakukan apa saja demi kesuksesan
E. Bekerja secara profesional dan sungguh-sungguh

74. Setiap pekerjaan berat dan dengan tenggat waktu yang sempit menurut saya...
A. Merupakan pekerjaan yang tidak cocok dengan karakter saya
B. Saya tidak akan mampu mengerjakannya
C. Merupakan sebuah tantangan sendiri buat saya
D. Sebagai sarana berfikir kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan
E. Saya gunakan sebagai bahan acuan untuk melatih rasa tanggung jawab saya

75. Pimpinan memberikan sebuah pekerjaan kepada saya, biasanya pekerjaan ini diselesaikan
dalam waktu satu bulan, tetapi saya memiliki cara agar pekerjaan ini dapat selesai dalam 2
minggu dengan sedikit menerobos aturan normal yang ada, maka sebaiknya ...
A. Saya menggunakan cara yang biasa digunakan sehingga tidak timbul permasalahan
B. Saya gunakan cara yang baru dengan syarat tidak melanggar peraturan perundangan
yang ada
C. Saya gunakan cara yang lain meskipun waktunya juga sama sebulan
D. Saya meminta petunjuk atasan
E. Saya gunakan cara yang baru yang penting pekerjaan dapat selesai lebih cepat dan rapi

76. Ide saya kadang kala tidak didengar oleh pimpinan, mengenai hal ini sebaiknya saya ...
A. Berusaha sekuat tenaga agar pendapat saya didengarkan pimpinan
B. Bersikap biasa saja karena kadangkala ada ide lain yang lebih baik
C. Intropeksi diri terlebih dahulu, mungkin dalam menyampaikan ide saya ada kesalahan
D. Saya gun akan sebagai bahan pembenahan diri
E. Mungkin ide yang saya sampaikan kurang berguna buat organisasi, oleh karena itu
dikemudian hari sebisa mungkin saya beri ide yang lebih baik

77. Anda ingin menambah menu makanan atau minuman apa cafe anda. Agar mendapatkan
respon positif dari pelanggan yang anda lakukan adalah ...
A. Membuat menu dengan nama yang unik
B. Menerima masukan dari pelanggan
C. Mancari chef handal
D. Menawarkan harga murah pada menu baru
E. Memberikan sampel makanan pada pengunjung

78. Pendingin di lobi kantor anda mengalami kebocoran. Maka yang akan anda lakukan
adalah ...
A. Memindahkan benda-benda agar tidak basah
B. Meminta cleaning service untuk membersihkan
C. Memindahkan lobi ke area yang lebih nyaman
D. Segera memanggil teknisi
E. Memindahkan lobi agar teknisi dapat bekerja maksimal

79. Hujan yang turun membuatb lantai kantor menjadi licin dan kotor. Maka agar pelanggan
merasa nyaman yang perlu anda lakukan adalah ...
A. Menjaga kebersiha lantai agar tetep kering
B. Membuat jalur darurat agar pelanggan tetap nyaman
C. Menyediakan tempat penitipan alas kaki
D. Memasang kardus di sepanjang jalan agar lantai tetap kering
E. Melarang setiap karyawan atau pengunjung masuk kantor dalam keadaan basah

80. Anda sedang menikmati musik lewat earphone anda. Tiba-tiba ada orang yang ingin
menanyakan sesuatu pada anda. Maka yang anda lakukan adalah ...
A. Mengecilkan volume earphone dan menyimak pertanyaan
B. Jika memakai earphone saya tidak pernah memperhatikan sekeliling saya
C. Segera melepas earphone dan mendengarkan pertanyaan orang tersebut
D. Menjawab pertanyaan sambil memakai earphone
E. Membiarkan orang tersebut bertanya pada orang lain

81. Anda memiliki sahabat diluar kota yang akan menikah. Pada saat yang bersamaan anda
memiliki banyak pengeluaran. Maka yang anda lakukan adalah ...
A. Memberikan ucapan dan kado lewat jasa pengiriman
B. Mengupayakan untuk tetap datang
C. Akan mengunjunginya lain waktu
D. Meminjam uang agar dapat menghadiri acara tersebut
E. Memberi selamat lewat pesan singkat dan media sosial miliknya.
82. Teman lama anda ingin melakukan peneletian di tempat kerja anda untuk tugas akhirnya.
Maka yang anda dapat lakukan untuk teman anda adalah ...
A. Menyarankan agar mengambil tempat penelitian di tempat lain
B. Mencoba memberikan proposal penelitian pada atasan anda
C. Membantunya menyebarkan angket
D. Membantu memanipulasi angket bila tidak mendapatkan izin dari perusahaan
E. Mengisiangket tanpa sepengetahuan teman karena tidak ingin mengurus izin penelitian

83. Anda adalah orang yang kurang menyukai keramaian. Ketika anda diundang di acara pesta
dan bertemu teman-teman anda maka ...
A. Berbincang seperlunya
B. Memilih untuk mencicipi hidangan
C. Berusaha agar tidak terlihat teman-teman yang lain
D. Berusaha membaur dengan teman-teman
E. Mengajak pasangan agar dapat menghindari teman

84. Anda baru saja menikah, kemudian anda akan sering ditigaskan ke luar kota dan ini masih
berlanjut hingga akhir tahun. Maka cara anda menanggapi keputusan ini dengan cara ...
A. Mengajak pasangan dengan baiaya pribadi
B. Melobi atasan untuk melobi orang lain
C. Menjalankan tugas dan memberi pengertian pada pasangan
D. Mengundurkan diri
E. Melobi atasan agar diberi tugas lain

85. Anda baru saja mendapat rekan kerja. Maka anda dan rekan kerja anda akan ...
A. Bersaing untuk mendapatkan simpati atasan
B. Mengerjakan tugas masing-masing
C. Berusaha saling menjatuhkan demi membangun simpati
D. Mengenal rekan kerja dengan sering pergi bersama setelah pulang
E. Berusaha saling memahami dan bahu-membahu dengan maksimal

86. Anda mendapatkan hadiah undian uang tunai jutaan rupiah, maka anda akan ...
A. Menabung
B. Membelanjakan seperlunya, kemudian ditabung
C. Segera membelanjakanya hingga habis
D. Membantu sesama
E. Membayar hutang

87. Anda sedang digosipkan oleh rekan kerja anda yang lain, sikap anda ...
A. Bangga, karena merasa terkenal
B. Mengklarifikasi gosip yang beredar dengan baik-baik
C. Marah
D. Biasa saja
E. Menggosip balik
88. Saat menghadapi rekan kerja yang bermals-malasan, anda akan ...
A. Bersikap tegas
B. Mencoba memahami permasalahannya
C. Marah
D. Membiarbkan saja
E. Menganggapnya maklum, mungkin dia lelah

89. Bagaimana sikap anda dalam bekerja


A. Bekerkja dengan santai sambil sesekali membuka sosial media
B. Bekerja dengan giat ketika diawasi
C. Bekerja sambil sesekali mengakses situs online shop
D. Berpura-pura bekerbja dengan tekun
E. Bekerja dengan giat baik diawasi maupun tidak

90. Sebagai ketua tim, anda mendapati anggota tim anda menjadi penghambat
terselesaikannya pekerjaan, maka anda akan ...
A. Menegurnya didepan umum
B. Menegurnya dengan keras
C. Menanyakan permasalahan pekerjaannya
D. Membiarkannya
E. Mencoba mengetahui permasalahannya dan mencoba membantu menyelesaikannya

91. Menurut rekan kerja anda, anda adalah seorang yang ...
A. Rajin
B. Amanah
C. Supel
D. Tegas
E. Disiplin

92. Ketika tidak ada yang menyetujui usulan anda, maka anda akan ...
A. Sedih
B. Putus asa
C. Marah
D. Tidak mau mengajukan usul lagi
E. Berusaha memahami kondisi

93. Pada suatu ketika anda menyapa teman anda, ternyata anda salah orang, maka anda
akan ...
A. Pura-pura tidak terjadi apapun
B. Meminta maaf sembari berlalu
C. Meminta maaf dan sedikit basa-basi
D. Malu dan mood rusak seharian
E. Biasa saja
94. Anda ditunjuk menjadi ketua sebuah organisasi, maka anda akan ...
A. Siap mengemban amanah
B. Siap dan segera mempelajari apa yang dibutuhkan seorang pemimpin
C. Menolaknya karena merasa belum pantas
D. Menolaknya karena merasa belum siap
E. Menolaknya karena merasa ada yang lebih pantas

95. Salah seorang rekan dalam satu tim kerja anda merupakan orang yang suka terlambat.
Maka anda ...
A. Tidak akan mencontohnya
B. Tidak suka dengan sikapnya
C. Memberikan nasihat kepadanya
D. Mengingatkan dia agar tidak terlambat lagi
E. Melaporkannya kepada atasan anda

96. Salah seorang rekan dalam satu tim kerja anda merupakan orang yang suka tidak masuk
kantor. Maka anda ...
A. Tidak akan mencontohnya
B. Tidak suka dengan sikapnya
C. Memberikan nasihat kepadanya
D. Mengingatkan dia agar bisa lebih rajin
E. Melaporkannya kepada atasan anda

97. Ketika tingkat pencapaian pekerjaan yang telah dilakukan oleh tim kerja anda belum
memuaskan, maka anda akan ...
A. Merasa kecewa
B. Berputus asa
C. Evaluasi diri bersama rekan-rekan anda
D. Meminta tambahan personel pada atasan anda
E. Merasa bahwa tim anda telah gagal melaksanakan tugasnya

98. Agar bisa ikut kegiatan perkemahan di lereng gunung, maka anda akan ...
A. Segera melobi orang tua agar diizinkan
B. Menunggu surat resmi dari sekolah sebelum mengutarakannya kepada orang tua
C. Izin kepada orang tua beberapa jam sebelum anda berangkat
D. Meminta rekan anda untuk membantu dalam izin kepada orang tua anda
E. Tidak jadi ikut perkemahan karena tampaknya mustahil orang tua anda mengizinkan

99. Agar orang tua anda setuju membelikan anda sebuah sepeda motor, maka anda akan ...
A. Menjelaskan kondisi anda sekarang sehingga mereka tergerak untuk membelikan anda
motor
B. Merengek-rengek seharian
C. Meminta kakak anda untuk menyampaikan maksud anda itu kepada orang tua
D. Menyerahkan uang tabungan anda agar bisa membeli motor dan meminta ortang tua
untuk melengkapi kekurangannya
E. Meminjam motor orang tua anda saja

100. Anda mengetahui ada penawaran beasiswa dari instansi anda bekerja, maka sikap anda
akan ...
A. Mempersiapkan diri untuk bisa lolos dalam seleksi penerimaan beasiswa tersebut
B. Mengajak rekan-rekan anda untuk turut melamar beasiswa itu
C. Berusaha menjaga agar informasi tersebut jangan sampai diketahui oleh rekan-rekan
anda
D. Ikut serta dalam seleksi penerimaan beasiswa jika saya tidak sibuk
E. Menghubungi pimpinan anda bahwa sebaiknya anda saja yang dipilih
PEMBAHASAN SOAL LATIHAN TWK TIU DAN TKP

Tes Wawasan Kebangsaan

1. Norma Kesusilaan yaitu norma atau peraturan yang dianggap sebagai suara hati manusia.
Aturan hidup tentang perilaku baik dan buruk berdasarkan kebenaran dan keadilan.(B)
2. Monarkisme merupakan paham dimana kerajaan merupakan sumber utama dari
kesejahteraan negaranya. Saat ini masih ada banyak negara yang menganut paham
monarki diantaranya adalah Brunei Darussalam, Arab Saudi dan lainnya. Jadi pusat
kekuasaan tertinggi adalah raja yang memerintah dan segenap keturunannya. (C)
3. Secara harfiah, pancasila itu diartikan sebagai dasar yang memiliki lima unsur.(B)
4. Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang
Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh
Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila”
oleh mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang
berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK tersebut. (C)
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri, merupakan nilai
yang terkandung dalam Pancasila silakelima. (E)
6. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di
bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II yang ditugaskan
Presiden Soekarno untuk merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang
negara.(C)
7. Rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya disetujui oleh Presiden
Soekano pada tanggal 10 Februari 1950 dan diresmikan pemakaiannya dalam Sidang
Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950. (C)
8. Dalam penjelasan UUD 1945 dinyatakan bahwa “negara Indonesia berdasarkan atas hukum
(“rechsstaat”) tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (“machsstaat”). Oleh karena itu,
negara dalam menjalankan aktivitasnya harus berdasarkan hukum. (B)
9. Pasal 1 ayat 3 “Negara Indonesia adalah negara hukum “. (C)
10. Teori kekuasaan yang bersifat fisik: yaitu yang kuatlah yang berkuasa (ajaran yang dianut
oleh Machiaveli). (E)
11. Sepanjang sejarah Indonesia, telah diselenggarakan pemilu sebanyak11 kali. (B)
12. Kalau di pusat ada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), untuk daerah dibentuklah
Komite Nasional Indonesia Daerah. (A)
13. Pengakuan kedaulatan diawali oleh perjanjian kerjasama antara Indonesia dan Mesir. (E)
14. Nama raja kerajaan Ternate-Tidore adalah Zainal Abidin, Sultan Baabullah, Sultan Hairun,
Pangeran Nuku, Sultan Mansur. (D)
15. Tiga tuntutan kepada pemerintah yang diserukan para mahasiswa yang tergabung dalam
Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) disampaikan oleh Tritura. Isinya adalah
bubarkan PKI dan ormasnya, perombakan kabinet Dwikora, dan turunkan harga. (B)
16. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau disingkat APBN, adalah rencana keuangan
tahunan pemerintahan Negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan
pengeluaran Negara selama satu tahun anggaran (1 Januari – 31 Desember). APBN,
Perubahan APBN dan Pertaggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-
Undang. (A)
17. Gadjah Mada merupakan seorang patih dari kerajaan yang dipimpin oleh raja Hayam Wuruk
yakni kerajaan majapahit. (B)
18. Sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 19945, “Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat,
berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya
secara bersamaan, pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri, Menteri
Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan secara Bersama-sama. (C)
19. Diminta ataupun tidak, MA dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada
lembaga tinggi Negara. (E)
20. Pemisahan kekuasaan pada 3 lembaga yang berbeda (legislative, yudikatif, eksekutif)
disebut Trias politika. (A)
21. Hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapannya atau
hubungan antara negara dengan warga negara, termasuk dalamHukum privat. (A)
22. Anggota BPK dipilih oleh DPR atas pertimbangan DPD. (E)
23. Swiss menganut sistem pemerintahan referendum (parlementer dan presidensil) yang
berarti diketuai oleh presiden dan parlemen. Referendum berasal dari kata refer
(mengembalikan) yang berarti pelaksanaan pemerintahan dikembalikan / diawasi oleh
masyarakatnya. Di Swiss, parlemen sepenuhnya mengatur pemerintahan dalam negara,
dan mereka selalu berusaha mencapai keseimbangan dinamika di antara badan legislatif
dan eksekutif. Ada dua jenis referendum yang diterapkan di Negara Swiss, yaitu facultative
referendum dan obligatory referendum. Facultative referendum adalah ketika Jika penduduk
menolak suatu hukum, mereka harus bisa mendapatkan 50.000 tanda tangan yang tidak
menyetujui hukum tersebut dalam waktu 100 hari. Jika sudah didapati demikian, maka akan
diadakan suatu pemilihan nasional untuk menentukan apakah para penduduk lainnya juga
menyetujui atau menolak hukum tersebut. Ini adalah tipe referendum yang sering
digunakan. Obligatory referendum adalah suatu kewenangan untuk penduduk agar dapat
membuat suatu amandemen konstitusi apabila mereka mendapatkan 100.000 tanda tangan
yang menyetujuinya dalam waktu 18 bulan. (A)
24. Pengadilan Tinggi adalah pengadilan tingkat banding, yaitu pengadilan yang memeriksa
kembali perkara yang telah diputuskan pengadilan negeri. Tempat kedudukan pengadilan
tinggi di ibukota provinsi. (B)
25. Pengertian Paradigma Pembangunan adalah suatu model, pola yang merupakan sistem
berfikir sebagai upaya mewujudkan perubahan yang direncanakan sesuai dengan cita-cita
kehidupan bermasyarakat menuju hari esok yang lebih baik secara kuantitas maupun
kualitasnya.Hakekat kedudukan Pancasila sebagai paradgima pembangunan nasional
mengandung suatu konsekuensi bahwa di dalam semua aspek pembangunan, niai-nilai
Pancasila harus mewarnai jiwa pembangunan baik dalam perencanaan, pelaksanaan,
pengorganisasian, pengawasan maupun dalam evaluasinya. Pembangunan yang dilakukan
di berbagai bidang kehidupan ini adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat
masyarakat Indonesia berdasarkan nilai kodrat manusia. (B)
26. Perang Tapanuli di Sumatera Utara dipimpin oleh Sisingamangaraja XII. (D)
27. Hasil keputusan sidang II PPKI pada 19 Agustus 1945:
Pembagian wilayah, terdiri atas 8 provinsi.
Membentuk Komite Nasional (Daerah).
Menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen dan 4 menteri negara.

(D)
28. Rumah adat Sulawesi Selatan (Rumah Tongkonan)
Rumah adat Sulawesi Utara (Rumah Mongondow)
Rumah adat Sulawesi Tengah (Rumah Saoraja)
Rumah adat Sulawesi Tenggara (Rumah Istana Buton)
Rumah adat Maluku (Rumah Baileo) (A)
29. Sebagai akibat diterapkannya politik ekonomi liberal pada akhir abad ke-19 terjadi
pemindahan penduduk ke industri:
 Perkebunan tembakau di Deli, Sumatra Utara.
 Perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 Perkebunan kina di Jawa Barat.
 Perkebunan karet di Sumatra Timur.
 Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara.
 Perkebunan teh di Jawa Barat dan Sumatera
Utara. (A)
30. Delegasi Pakistan pada konferensi Panca negara di Bogor 28 Desember 1954 adalah Ali
Jinah. (D)
31. Para pemimpin ekonomi nnegara-negara anggota Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik
(APEC) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen
untuk membahas persiapan pertemuan PBB tentang Perubahan Iklim di Denmark,
Desember 2009. (C)
32. Ide pokok adalah gagasan pokok dari sebuah paragraf. Ide pokok dari paragraf tersebut
adalah tentang tugas utama seorang guru, yaitu mengajar di sekolah. (A)
33. Paragraf pada soal memiliki gagasan utama yang terletak di awal paragraf, sehingga
termasuk dalam paragraf deduktif. (A)
34. Bacaan pada soal menjelaskan bahwa sebaiknya les tambahan dilakukan hanya untuk
meningkatkan kualitas siswa yang kurang. (C)
35. Makna penggunaan tanda baca seru pada kalimat soal pilihan A menyatakan perintah,
pilihan B menyatakan kesungguhan, pilihan C menyatakan ketidakpercayaan, pilihan D
menyatakan perasaan, dan pilihan E menyatakan perintah. (D)

Tes Intelegensi Umum

36. Ambal = sebuah istilah dalam sastra lama yang artinya berarak-arak; biasanya digunakan
untuk mengungkapkan suatu iring-iringan barisan atau berpawai. (D)
37. Demagogi = istilah dalam politik untuk menyatakan atau memperoleh kekuasaan dengan
jalan menghasut dan membangkitkan emosi rakyat dalam pidato-pidatonya. (A)
38. Lejar = suatu keadaan dimana seseorang merasa sangat penat (letih) sehabis melakukan
sesuatu. (C)
39. Telaga = genangan air yang cukup luas dan dalam di daratan, lawannya adalah genangan
air yang cukup luas yang melingkupi daratan (lau/ lautan). (A)
40. Roboh = (1) runtuh (barang yang besar seperti rumah, tembok, dsb.); (2) jatuh, rebah (poho-
pohonan, tanaman, dsb.) → jadi, lawannya ROBOH adalah tegak. (D)
41. Dawai = kawat yang halus. → jadi, lawannya adalah tambang. (B)
42. Skenario bagian dari film, plot bagian dari sandiwara. (B)
43. Sayap dikepakkan agar bisa terbang, kaki dihentakkan agar bisa jalan. (C)
44. Teratai mempunyai daun, sepola dengan kaktus mempunyai duri. (D)
45. Ikan Mas : Ikan Paus → jenis-jenis ikan sepola dengan jenis-jenis alat pernapasan, →
Insang : Paru-paru. (B)

harga campuran setelah dinaikkan −harga campuran


46. =
2
Misalkan pembelian = u

532 .000 −u
40% = u × 100%
40u = (532.000 - u) × 100
4
10u
= 532.000 – u
1,4u = 532.000
u = 380.000 (B)

47. Harga beli


= ¾ × Rp 1.36.000 = Rp 1.020.000
Harga jual
= ¾ × 200 kg × Rp 5.600 = Rp 840.000
Kerugian = Rp 1.020.000 – Rp 840.000
= Rp 180.000 (A)

48. Rumus bentuk aritmatika deret itu adalah Un = suku ke – n


a = suku pertama
b = beda
Diketahui: U7 = 45, n = 7 dan b = -7, maka:
U7 = a + (7 - 1) (-7)
45 = a – 42
a = 87
Jadi, nilai suku ke-4:
U4 = 87 + (4 - 1) (-7)
= 87 – 21
= 66 (C)

49. B = 2A → A = ½ B

C = B – 10
A+B+C
=C
3
1
B + B + (B − 10)
2 = B − 10
3
5
B − 10 = 38 − 30
2
B + 40
A + C = ½ B + B – 10
A + C = 3 B – 10
2
= 3 (40) – 10 = 50 (C)
2

50. x2 – 4 = 0 ║y = 2
(x + 2) (x - 2) = 0 ║
x = -2 dan x = 2 ║
karena x = ± 2 berarti harga x dan y tak dapat ditentukan. (D)

51. Jika p > 0 dan q < 0, maka:


x = p2 + q2 ║y = (p + q)2
║ = (p2 + q2) + 2pq; dimana q < 0
║ = x – 2pq
Jadi, x > y (A)

52. Jumlah warga = 238 keluarga × 4


orang Rata-rata per keluarga = 952
jiwa.
Jumlah anak-anak = 952 – 580 = 372 jiwa.
Perkiraan jumlah anak-anak terkena wabah = 372 × 0,5 = 186 jiwa. (A)

78+86+80+91+x
53. 5 =83
335 + x = 415
x = 80 (A)

54. Lama perjalanan = 9.45 – 6.15


= 3 jam 30 menit.
Istirahat 1 jam, jadi lama berkendaraan = 3 jam 30 menit – 1 jam = 2 jam 30 menit.
Jarak A – B = 2 ½ × 60 km = 150 km. (C)

55. x2 + y2 = (x + y)2 – 2xy


7 = (x + y)2 – 2xy
7 = (x + y)2 – 2(5)
17 = (x + y)2 (C)

56. 12 turun → kosong 7


4 naik → kosong 3 (B)

57. A = jumlah anak


B = jumlah suka melukis
C = anak suka menari
D = anak suka melukis dan menari
Misalkan jumlah anak yang tidak suka melukis dan menari sebagai X, maka:
A = (B - D) + (C - D) + D + X
A=B–D+C+X
A–B+D–C=X
A+D–B–C=X
Jadi, porsi jumlah anak yang tidak suka melukis dan menari = (A+D−C−B) (D)
A

58. + 10 + 10

3 8 13 18 23 2833

+ 10 + 10 + 10
Angka yang dicetak tebal ditambah 10 dan yang tidak dicetak tebal ditambah 10, maka:
18 10 = 28 dan 23 + 10 = 33. (A)

59. + 50 + 50

50 40 100 90150140
+ 50 + 50
Angka yang dicetak tebal ditambah 50 dan yang tidak dicetak tebal ditambah 50, maka:
X = 100 + 50 = 150 dan 90 + 50 = 140.
(D)

60. +1 +2 +3 +4 +5

2 3 58 12 7(E)

61. Iwan tidak lebih tinggi daripada Joko, maaka Joko lebih tinggi daripada Iwan. Iwan lebih
tinggi daripada Amir dan Amir lebih tinggi darpada Yudi dan Budi.
Jadi, yang paling tinggi adalah Joko. (D)
62. Keterangan sama dengan nomor atasnya. (C)
63. Iwan > Joko > Amir > Yudi > Ridwan. (A)
64. Diamnya ubi dalam peribahasa di atas diumpamakan dengan diamnya orang berilmu,
sedangkan diamnya penggali diumpamakan dengan diamnya orang bodoh. Orang berilmu
itu kalau ia diam, ia berpikir, tetapi kalau orang bodoh yang diam, diamnya itu sia-sia, tak
ada gunanya. (B)
65. Peribahasa di atas menganjurkan kita selalu hidup hemat, tidak boros. Artinya kita sebaik-
baiknya dapat menyimpan. Kalau ada kelebihan uang walaupun sedikit, hendaklah
ditabung. Kalau kita ditimpa kesusahan, kita dapat menggunakan simpanan atau tabungan
itu. Kalau kita tiba-tiba sakit misalnya, sedangkan kita tidak ada lagi uang pada kita yang
dapat dipakai membayar dokter dan obat, dapatlah kita ambil uang tabungan kita tadi.
Tetapi, kalau tidak perlu benar, simpanan itu janganlah sekali-kali diusik. (E)

Tes Karakteristik Pribadi

Poin
No 5 4 3 2 1
B D A E C
66
E
67 A B C D
A
68 E D C B
D
69 B A E C
A
70 E C D B
E
71 C A B D
B
72 D C E A
D
73 C E B A
A
74 D C E B
D
75 B C E A
A
76 E D C B
A
77 B E D C
A
78 E D C B

A C D B E
79
E
80 C A D B
D
81 A B C E

B C A D E
82
C
83 D A E B
D
84 C A B E
C
85 E D A B
C
86 A D E B
E
87 B D A C
D
88 A B C E

E B D A C
89
D
90 E C B A
C
91 A E D B

E A C B D
92
E
93 C B D A
C
94 A B E D
B
95 D E C A
B
96 D E C A
B
97 C D A E
E
98 B A D C

A D C E B
99
E
100 A B D C
DAFTAR PUSTAKA

https://suriadilanudi.files.wordpress.com/2011/07/materi1.doc

https://kepri.kemenkumham.go.id/attachments/article/2595/Modul%201.pdf

https://dcc.ac.id/galeri_dok/upload/144_2-%20Materi%20Pengamalan%20Pancasila.pdf

https://ainamulyana.blogspot.com

https://www.awambicara.id/2017/09/contoh-soal-latihan-tes-karakteristik-tkp.html

https://soaltpaku.blogspot.com/2013/09/pembahasan-silogisme-disertai-contoh.html

http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/2476/18/BOOK_Wahyudi-Inawati
%20B_Pemecahan%20masalah%20matematika_Unit%206.pdf

http://istanailmupengetahuan.blogspot.com/2013/01/peranan-politik-luar-negeri-indonesia.html

http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2013/08/bank-sinonim-antonim-kumpulan-
kata.html

https://www.ngelmu.co/pengertian-paragraf/

Anda mungkin juga menyukai