Anda di halaman 1dari 3

KEGIATAN ORGANISASI YANG TAK TERLUPAKAN SEPANJANG MASA

Mojokerto - Pimpinan ranting IPNU dan IPPNU Sukorejo, Mojokerto mengadakan


kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) di Sila Candra Claket, Kecamatan
Pacet, Kabupaten Mojokerto. Anggotanya terdiri dari Ikatan Pelajar Nahdhotul
Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhotul Ulama” (IPPNU). Kegiatan
tersebut dilakukan selama dua hari, dari hari Sabtu hingga Minggu (3-4/11). Acara di
mulai dari desa sukorejo buduran sidoarjo.

Terdapat beberapa acara pada kegiatan ini, acara pertama yaitu Opening Ceremony.
Opening Ceremony terdapat sambutan-sambutan, yakni sambutan dari ketua ranting
IPNU-IPPNU, sambutan ketua panitia, sambutan pak lurah sukorejo, dan sambutan
ketua pimpinan anak cabang buduran.

Ketua ranting IPNU-IPPNU dalam sambutannya, Sabtu (3/11) mengatakan, kegiatan


MAKESTA dilakukan dengan bertujuan untuk menumbuhkan kader militan dan
untuk menghadapi tantangan pada masa depan.

Setelah acara Opening Ceremony di balai desa Sukorejo selesai, semua anggota
IPNU dan IPPNU bergegas jalan kaki menuju ke Masjid untuk melaksanakan sholat
dzuhur sambil menunggu mobil datang. Setelah melaksanakan sholat mobilnya sudah
datang dan para anggota langsung bergegas menuju mobil untuk ke Sila Candra
Claket Pacet Mojokerto. Sila Candra dipilih, karena memiliki pemandangan yang
indah, serta tempatnya sangat cocok untuk dilakukan kegiatan permainan untuk
meningkatkan kekompakan dan keakraban anggota.
“Selama dua hari, kegiatan awal memang diisi dengan beberapa materi, yaitu tentang
keorganisasian, keNU-an, kepemimpinan, dan materi tentang IPNU maupun IPPNU.
Selain itu, para anggota di sela-sela materi melakukan berbagai macam permainan
agar tidak bosan dalam menyimak materi, seperti permainan adu kecerdasan dan
kecepatan,” papar ketua IPNU-IPPNU.

Pada pertengahan materi tepat pukul 23.00 para anggota istirahat untuk mengurangi
kelelahan. Pada waktu itu ada rekan anggota yang ulang tahun, para anggota yang
lain merayakan ulang tahun rekannya dengan menyanyikan lagu ulang tahun, semua
anggota menikmati keseruan malam itu. Pada waktu tidur para anggota dibangunkan
oleh pihak DKAC CBP KPP Buduran untuk melaksanakan Caraka. Pada Caraka ini
semua lampu dimatikan, dengan mata tertutup para anggota jalan menuju
tengah-tengah kegelapan. Setelah itu ada renungan malam yang diisi oleh bapak
Agus dan Irfan, yang mana memberi masukan-masukan kepada para anggota.

“Sebagai pemuda-pemudi janganlah kalian melihat ke atas, kalian harus selalu


bersyukur memiliki kedua orang tua yang masih utuh dan mampu membesarkan
kalian seperti ini, janganlah kalian bersedih jika diantara kalian ada yang tidak
mampu karena masih banyak orang yang kurang beruntung daripada kalian, misalnya
mereka yang tidak punya orang tua yang utuh seperti kita. Maka dari itu bersyukurlah,
dan tetap berjuanglah untuk menyelesaikan kegiatan MAKESTA dengan penuh
semangat. Jadi, bersyukur bersyukur dan bersyukurlah kalian berterima kasihlah
kalian kepada orang tuamu saat kalian pulang dari sini, peluklah orang tua kalian, dan
berjanjilah untuk tidak menyakiti hati orang tua kalian lagi, karena restu mereka lah
yang paling ampuh untuk kita hidup di masa yang akan datang,” ujar bapak Agus dan
Irfan.

Dari renungan tersebut beberapa dari anggota ada yang menangis karena mereka
memiliki banyak salah kepada orang tua mereka. Setelah itu para anggota disuruh
melingkar dan membuka penutup mata, lalu para anggota melaksanakan api unggun,
ketua IPNU-IPPNU masuk dan di situlah banyak kesan maupun pesan yang
disampaikan oleh Komandan Lala. “bahwa di organisasi banyak perbedaan yang ada,
maka janganlah kalian menuruti egoisme masing-masing,” katanya.

Setelah itu ada acara outbond yakni dopping dengan menggunakan kayu dan tali rafia,
guling waterpark, mandi bola, serta perjalanan sirotol mustaqim, jempol ajaib yang
mana menggunakan jempol masing-masing. Setelah itu makan bersama, penutupan,
tukar kado, dan pulang tepat pada hari minggu, 4 November 2018.

Salah seorang anggota mengaku terkesan dan bisa memiliki pengalaman yang tak
terlupakan dengan kegiatan ini. “Capeknya terobati setelah melihat pemandangan
yang indah di Sila Candra, serta mendapat banyak pengalaman yang tidak akan
terlupakan. Semoga di kesempatan lain ada kegiatan yang seperti ini lagi,” katanya.