Anda di halaman 1dari 80

MODUL : Matematika Ekonomi II

MODUL PERKULIAHAN
MATEMATIKA EKONOMI II

Penulis:
Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si.

PENERBIT:
CV. AA. RIZKY
2019

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 1


MODUL : Matematika Ekonomi II

MODUL PERKULIAHAN
MATEMATIKA EKONOMI II

Penulis:
Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si.

Editor:
Khaeruman

Penyunting:
Khaerul Ikhwan

Desain Sampul dan Tata Letak:


Tim Kreasi CV. AA. Rizky

Penerbit:
CV. AA. Rizky
Jl. Raya Ciruas Petir, Komplek Puri Citra Blok B2 No. 34
Kecamatan Walantaka, Kota Serang - Banten, 42183
Hp. 0856-91399582
Email: aa.rizkypress@gmail.com

Cetakan Pertama, Februari 2019

Copyright © 2019 CV. AA. Rizky


Hak cipta dilindungi undang -undang

2 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Persembahan :
Modul ini ku persembahkan untuk suami dan anakku tercinta
Semoga selalu menjadi penyemangat bagi penulis.

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 3


MODUL : Matematika Ekonomi II

KATA PENGANTAR

Dengan sepenuh hati saya bersyukur atas nikmat yang telah


Allah SWT berikan, sehingga saya dapat menyusun modul ini dengan
baik. Dalam modul ini membahas tentang seputar Matematika
Ekonomi II
Modul ini dibuat dengan berbagai inspirasi dan investig asi
serta dikupas secara ringkas dan jelas. Serta beberapa bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menghadapi cobaan dan tantangan
selama mengerjakan modul ini. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar -besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam menyusun modul ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada
pembuatan modul ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah
SWT semata. Oleh karena itu penulis mengundang pembaca untuk
memberikan saran dan kritik yang d apat membangun penulis. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan
modul selanjutnya.
Akhir kata semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi
para pembaca.

Serang, Februari 2019


Penulis,

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si.

4 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perubahan nilai untuk setiap yang


diberikan .................................................................... 2

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 5


MODUL : Matematika Ekonomi II

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.2 Grafik fungsi .................................... 7


Gambar 2.1 Grafik fungsi ............................................. 14
Gambar 4.1 Luas daerah yang dibatasi dan
......................................................................... 37
Gambar 4.2 Luas area yang dibatasi
dan ........................................................ 38
Gambar 4.3 Luas area untuk surplus konsumen ........................... 41
Gambar 4.4 Luas area untuk surplus konsumen ........................... 43
Gambar 4.5 Luas area untuk surplus produsen ............................. 44
Gambar 4.6 Luas area untuk surplus produsen ............................. 46
Gambar 6.1 Area Laik (Daerah Feasible) ..................................... 66
Gambar 6.2 Penyelesaian Masalah Maksimasi dengan Metoda
Grafik......................................................................... 67

6 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................... vi


DAFTAR TABEL ......................................................................... v
DAFTARGAMBAR...................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................. vii

BAB I LIMIT ............................................................................. 1


A. Pengertian Limit ........................................................ 8
B. Limit sisi-kiri, Limit sisi-kanan ................................. 3
C. Kaidah-Kaidah Limit ................................................. 4
D. Kekontinuan ............................................................... 6

BAB II DIFFERENSIAL FUNGSI SEDERHANA ................. 9


A. Kuosien Diferensi dan Derivatif ................................ 9
B. Kaidah-kaidah Differensiasi ...................................... 11
C. Derivatif dari Derivatif .............................................. 13
D. Fungsi Naik dan Fungsi Turun .................................. 14
E. Penerapan Ekonomi ................................................... 15

BAB III DIFFERENSIAL FUNGSI MAJEMUK ..................... 23


A. Diferensiasi Parsial .................................................... 23
B. Derivatif dari Derivatif Parsial .................................. 24
C. Nilai Ekstrim : Maksimum dan Minimum ................. 24
D. Penerapan Ekonomi ................................................... 26

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 7


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB IV INTEGRAL .................................................................... 33


A. Integral Tak Tentu ..................................................... 33
B. Kaidah-Kaidah Integral Tak Tentu ............................ 34
C. Penerapan Ekonomi ................................................... 35
D. Integral Tertentu ........................................................ 36
E. Kaidah-Kaidah Integral Tertentu ............................... 38
F. Penerapan Ekonomi .................................................. 40

BAB V MATRIKS ..................................................................... 47


A. Pengertian dan Operasi pada Matriks ........................ 47
B. Jenis-jenis Matriks..................................................... 50
C. Determinan Matriks ................................................... 52
D. Minor, Kofaktor dan Adjoin Matriks ........................ 53
E. Invers Matriks............................................................ 55
F. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear .................... 57

BAB VI PROGRAM LINEAR .................................................. 61


A. Ide Dasar Program Linear ......................................... 61
B. Bentuk Umum Model Program Linear ...................... 62
C. Metoda Grafik ........................................................... 64

DAFTAR PUSTAKA .................................................................. 69


RIWAYAT PENULIS ................................................................. 70

8 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB I
LIMIT

A. Pengertian Limit
Limit menggambarkan seberapa jauh sebuah fungsi bergerak
mendekati suatu nilai apabila variabel dalam fungsi tersebut
bergerak mendekati suatu nilai tertentu. Misalnya suatu fungsi
mendekati manakala variabel mendekati ( dan
keduanya konstanta). Maka hubungan tersebut dapat dinyatakan
dalam notasi berikut:

Dibaca “limit untuk mendekati adalah ”.


Perhatikan:
1. ditafsirkan sebagai mendekati dan bukan berarti

2. Lim ditafsirkan bahwa adalah nilai limit dari


fungsi dan bukan berarti adalah nilai dari fungsi
Contoh:
Andaikan
Maka

Perhatikan perubahan nilai fungsi untuk setiap perubahan


variabel pada tabel berikut:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 1


MODUL : Matematika Ekonomi II

Tabel 1.1 Perubahan nilai untuk setiap


yang diberikan

Pada contoh diatas perubahan nilai bergerak mendekati nilai


positif tertentu yaitu dan . Limit sebuah fungsi dapat juga
dianalisis untuk perubahan nilai menuju nilai negatif tertentu,
menuju , menuju dan . Dengan demikian, untuk setiap
fungsi dapat dianalisis lim untuk
. Selain itu, dapat
pula terjadi (untuk sembarang nilai ) lim , lim
, lim lim dan lim .
Nilai suatu lim hanya ada dua kemungkinan yaitu nilai
limitnya terdefinisi (nilai limitnya ada yaitu

dan nilai limitnya tidak terdefinisi atau

2 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

B. Limit sisi-kiri, Limit sisi-kanan

Limit sebuah fungsi dikatakan ada jika da n hanya jika limit sisi-
kiri dan sisi-kanannya ada serta sama. Dengan kata lain,

Contoh:
1. (terdefinisi)
Sebab

2. Andaikan, ,

Maka dan

Karena sehingga tidak terdefinisi

Perhatikan grafik fungsi

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 3


MODUL : Matematika Ekonomi II

Gambar 1.1 grafik fungsi

C. Kaidah-Kaidah Limit
1. Limit dari suatu konstanta

2. Limit dari fungsi

3. Limit dari suatu penjumlahan (pengu rangan) fungsi adalah


jumlah (selisih) dari limit fungsi -fungsinya

4 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

4. Limit dari suatu perkalian fungsi adalah perkalian dari limit


fungsi-fungsinya

5. Limit dari suatu pembagian adalah pembagian dari limit


fungsi-fungsinya dengan syarat limit fungsi pem baginya tidak
sama dengan nol

6. Limit dari suatu fungsi berpangkat adalah pangkat dari


limit fungsinya

7. Limit dari suatu fungsi akar pangkat adalah akar pangkat


dari limit fungsinya

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 5


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 1.1
Tentukan:

D. Kekontinuan
Secara visual sebuah fungsi dikatakan kontinu apabila
gambarnya berupa sebuah kurva yang tidak terputus.
Suatu fungsi dikatakan kontinu pada jika
1. terdefinisi
2. terdefinisi

3.

Contoh fungsi kontinu:


kontinu di semua titik (akan diselidiki di
1.
2.

3.

6 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Gambar 1.2 grafik fungsi

---oo0oo---

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 7


MODUL : Matematika Ekonomi II

8 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB II

DIFFERENSIAL FUNGSI SEDERHANA

A. Kuosien Diferensi dan Derivatif


Misalkan dan terdapat perubahan variabel sebesar
(dibaca “delta x”) maka bentuk persamaan fungsinya dapat
ditulis sebagai berikut:

Persamaan 2.1

adalah perubahan nilai akibat dari perubahan variabel .


Jika pada bentuk terakhir dari persamaan diatas kedua ruas dibagi
oleh , maka diperoleh:

Persamaan 2.2

Bentuk persamaan 2.2 inilah yang disebut hasil bagi perbedaan


atau kuosien differensi ( difference quotient), mencerminkan
tingkat perubahan rata-rata variabel terikat terhadap variabel
bebas .
Contoh:
Tentukan kuosien differensi dari fungsi

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 9


MODUL : Matematika Ekonomi II

Adapun proses penurunan sebuah fungsi yang disebut sebagai


diferensiasi pada dasarnya adalah penentuan limit dari suatu
kuosien diferensi dimana perubahan variabel bebas sangat kecil
atau mendekati nol. Hasil yang diperoleh d ari proses diferensiasi
tersebut dinamakan turunan atau derivatif ( derivative). Dengan
demikian,
Turunan suatu fungsi adalah

Contoh:
Dari persamaan fungsi diperoleh kuosien
diferensi

Penulisan turunan dapat dilakukan deng an berbagai notasi


berikut:

10 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

B. Kaidah-kaidah Differensiasi
1. Diferensiasi konstanta
Jika dimana adalah konstanta maka

2. Diferensiasi fungsi pangkat


Jika dimana adalah konstanta maka

3. Diferensiasi perkalian konstanta dengan fungsi


Jika dimana adalah konstanta dan adalah
suatu fungsi maka

4. Diferensiasi penjumlahan (pengurangan) fungsi


Jika dimana dan maka

5. Diferensiasi perkalian fungsi


Jika dimana dan maka

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 11


MODUL : Matematika Ekonomi II

6. Diferensiasi pembagian fungsi

Latihan 2.1

12 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

C. Derivatif dari Derivatif


Suatu fungsi dapat diturunkan lebih dari satu kali. Dengan
kata lain, turunannya masih bisa diturunkan lagi.

Dan seterusnya…

Latihan 2.2
Tentukan hingga turunan keempat dari fungsi -fungsi berikut :

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 13


MODUL : Matematika Ekonomi II

D. Fungsi Naik dan Fungsi Turun


Suatu fungsi dikatakan fungsi naik pada jika

Suatu fungsi dikatakan fungsi turun pada jika

Jika maka dikatakan titik ekstrem terjadi di titik

Perhatikan grafik fungsi berikut:

Gambar 2.1 Grafik fungsi

Selain itu, digunakan pula uji turunan kedua untuk


menentukan titik ekstrem (maksimum/minimum).
Jika maka titik adalah titik ekstrem maksimum dan
Jika maka titik adalah titik ekstrem minimum
Jika maka titik adalah titik belok

14 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

E. Penerapan Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, konsep diferensial biasa diterapkan
pada kasus-kasus seperti elastisitas, biaya marjinal, penerimaan
marjinal dan analisis keuntungan maksimal.
1. Elastisitas
Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah
barang yang diminta atau ditawarkan. Dengan kata lain,
elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala
ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.
Elastisitas yang akan dibahas pada bagian ini terdiri dari
elastisitas permintaan dan penawaran.
a) Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan ialah suatu koefisien yang
menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang
diminta akibat adanya perubahan harga. Jadi, elastisitas
permintaan adalah rasio persentase antara perubahan
jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga.
Jika fungsi permintaan dinyatakan dengan ,
maka elastisitas permintaannya adalah:

Permintaan akan suatu barang dikatakan bersifat elastik


jika elastik uniter jika dan inelastik jika
. Barang yang permintaannya elasitik
mengisyaratkan bahwa jika harga barang naik sebesar satu
persen maka permintaan terhadapnya akan berubah (secara

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 15


MODUL : Matematika Ekonomi II

berlawanan arah) dengan presentase sebesar nilai koefisien


elastisitasnya.
Contoh:
Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan oleh
persamaan . Tentukan elastisitas
permintaan pada tingkat harga
Penyelesaian:

Jadi, elastisitas permintaan pada tingkat ha rga


adalah

Karena, dengan demikian


Artinya, jika harga barang naik sebesar 1 persen maka
permintaan terhadapnya akan turun sebesar persen.
Atau sebaliknya, jika harga barang turun sebesar 1 persen
maka permintaan terhadapnya akan naik sebesar
persen.
b) Elastisitas Penawaran
Elastisitas Penawaran ialah suatu koefisien yang
menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang
ditawarkan akibat adanya perubahan harga. Jadi, elastisitas
penawaran adalah rasio persentase antara perubahan
jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga.

16 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Jika fungsi penawaran dinyatakan dengan ,


maka elastisitas permintaannya adalah:

Penawaran akan suatu barang dikatakan bersifat elastik


jika elastik uniter jika dan inelastik jika
. Barang yang penawarannya elasitik
mengisyaratkan bahwa jika harga barang naik sebesar satu
persen maka permintaan terhadapnya akan berubah (secara
searah) dengan presentase se besar nilai koefisien
elastisitasnya.
Contoh:
Fungsi penawaran suatu barang dinyatakan oleh
persamaan . Tentukan elastisitas
penawaran pada tingkat harga
Penyelesaian:

Jadi, elastisitas penawaran pada tingkat harga


adalah

Karena, dengan demikian ,


Artinya, jika harga barang naik sebesar 1 persen maka
penawaran terhadapnya akan naik pula sebesar 2,8 persen.

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 17


MODUL : Matematika Ekonomi II

Atau sebaliknya, jika harga barang turun sebesar 1 persen


maka penawaran terhadapnya akan turun pula sebesar 2,8
persen.
2. Biaya Marjinal (Marginal Cost)
Biaya Marjinal (Marginal Cost) adalah biaya tambahan yang
dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit tambahan produk.
Secara matematik, fungsi biaya marjinal adalah turunan
pertama dari fungsi biaya total. Jika biaya total dinyatakan
dengan dimana adalah biaya total (total cost) dan
adalah jumlah produk barang maka biaya marjinalnya
adalah:

3. Penerimaan Marjinal (Marginal Revenue)


Penerimaan Marjinal (Marginal Revenue) adalah penerimaan
tambahan yang diperoleh berkenaan dengan bertambahnya
satu unit produk yang terjual. Secara matematik, fungsi
penerimaan marjinal adalah turunan pertama dari fungsi
penerimaan total. Jika penerimaan total din yatakan dengan
dimana adalah penerimaan total (total revenue)
dan adalah jumlah produk barang maka penerimaan
marjinalnya adalah:

18 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

4. Analisis Keuntungan Maksimum


Tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimu mk
atau menimbulkan kerugian maksimum dapat dianalisis
dengan pendekatan diferensial.
Misalkan adalah fungsi keuntungan. Nilai ekstrim
atau nilai optimum (maksimum/minimum) dapat ditentukan
dengan menetapkan turunan pertamanya sama dengan no l.

optimum jika

Berarti optimum ketika


Jika maka maksimum = keuntungan maksimum dan
Jika maka minimum = kerugian maksimum
Contoh:
Misalkan diketahui
dan

Tentukan:
a) Fungsi Biaya Marjinal
b) Fungsi Penerimaan Marjinal
c) Pada tingkat produksi berapa unit menghasilkan
keuntungan yang maksimum. Dan hitung keuntungan
maksimumnya.

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 19


MODUL : Matematika Ekonomi II

Penyelesaian:
a) Fungsi Biaya Marjinal

b) Fungsi Penerimaan Marginal

c) optimum ketika atau

(dibagi 3)

atau

Untuk
Untuk
Jadi, terjadi ketika
Adapun besarnya keuntungan maksimumnya adalah:

20 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 2.3
Misalkan diketahui
dan

Tentukan:
a) Fungsi Biaya Marjinal
b) Fungsi Penerimaan Marjinal
c) Pada tingkat produksi berapa unit menghasilkan keuntungan
yang maksimum. Dan hitung keun tungan maksimumnya.

---oo0oo---

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 21


MODUL : Matematika Ekonomi II

22 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB III
DIFFERENSIAL FUNGSI MAJEMUK

A. Diferensiasi Parsial
Jika sebuah fungsi mengandung lebih dari satu variabel bebas
maka turunannya akan lebih dari satu macam pula, sesua i dengan
jumlah macam variabel bebasnya. Jadi, jika sebuah fungsi
mempunyai n macam variabel bebad maka ia akan memiliki n
macam turunan. Jika maka akan terdapat dua macam
turunan, yaitu turunan terhadap atau dan turunan
terhadap atau . Dengan demikian,

Contoh:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 23


MODUL : Matematika Ekonomi II

B. Derivatif dari Derivatif Parsial


Seperti halnya fungsi dengan satu variabel bebas, fungsi
dengan lebih dari satu variabel bebas pun d apat diturunkan lebih
dari satu kali. Dengan kata laim, masing -masing turunan
parsialnya masih mungkin diturunkan lagi. Dari contoh
sebelumnya dan masih dapat diturunkan secara
parsial lagi baik terhadap maupun terhadap .

C. Nilai Ekstrim : Maksimum dan Minimum


Nilai-nilai ekstrim (optimum) dari sebuah fungsi yang
mengandung lebih dari satu variabel bebas dapat dicari dengan
pengujian sampai derivatif keduanya.
Untuk maka akan mencapai titik ekstrimnya jika :

Syarat diatas adalah syarat yang harus diperlukan agar fungsinya


mencapai titik ekstrim. Guna mengetahui apakah titik ekstrim itu

24 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

berupa titik maksimum atau titik minimum dibutuhkan syarat


yang mencukupkan yaitu:

Contoh:
Selidiki apakah titik ekstrim dari fungsi berikut merupakan titik
maksimum atau titik minimum:

Jawab :

Maka titik ekstrimnya adalah titik maksimum dengan

Latihan 3.1:
1. Untuk fungsi
tentukan:
a) Derivatif parsial
b) Diferensial parsial
c) Diferensial total
2. Tentukan sampai dengan derivatif parsial kedua untuk fungsi -
fungsi berikut:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 25


MODUL : Matematika Ekonomi II

a)
b)
c)
3. Hitunglah nilai ekstrim dari fungsi
dan selidiki apakah nilai
ekstrim tersebut nilai maksimum atau nilai minimum?

D. Penerapan Ekonomi
1. Permintaan Marjinal dan Elastisitas Permintaan Parsial
Apabila dua macam barang mempunyai hubungan dalam
penggunaannya maka permintaan akan masing -masing barang
akan fungsional terhadap harga kedua bmacam barang
tersebut. Dengan kata lain jika barang dan barang
mempunyai hubungan penggunaan, maka
dan
Derivatif pertama dari dan adalah fungsi-fungsi
permintaan marjinalnya, dimana:

Dengan diturunkannya fungsi permintaan marjinal tersebut


maka dapat dihitung pula elastistisitas permintaan parsialnya.

26 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Dalam hal ini terdapat dua macam elastisitas permintaan,


yaitu elastisitas yang mengukur kepeka an perubahan
permintaan terhadap suatu barang berkenaan dengan
perubahan harga barang itu sendiri (elastisitas harga -
permintaan), dan elastisitas yang mengukur kepekaan
perubahaan permintaan suatu barang berkenaan perubahan
harga barang lain (elastisitas s ilang-permintaan).
Rumus untuk elastisitas harga -permintaan:

Rumus untuk elastisitas silang -permintaan:

Jika dan keduanya negatif ( dan )


untuk dan tertentu berarti hubungan antar barang A dan
B adalah komplementer atau saling melengkapi, sebab
penurunan harga salah satu barang akan diikuti kenaikan
permintaan atas keduanya. Sedangkan jika dan
keduanya positig ( dan ) untuk dan
tertentu berarti hubungan antar barang A dan B adalah
kompetitif/substitutif atau saling menggantikan, sebab
penurunan harga salah satu barang akan diikuti kenaikan

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 27


MODUL : Matematika Ekonomi II

permintaan atas barang tersebut dan penurunan perm intaan


atas barang yang lainnya.
Contoh:
Fungsi permintaan akan barang dan barang masing-
masing ditunjukkan oleh dan
Berapa elastisitas permintaan masing -masing barang dan
bagaimana hubungan antara k edua barang tersebut?

Barang adalah barang elastis karena sedangkan


barang adalah barang unitary-elastis karena

Adapun hubungan antara dan adalah bersifat


kompetitif/substitutif atau saling menggantikan karena
dan .

28 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

2. Perusahaan dengan Dua Macam Produk dan Biaya Produksi


Gabungan
Apabila perusahaan menghasilkan dua macam output dan
biaya yang dikeluarkannya untuk produksi kedua macam
produk itu merupakan biaya produksi gabungan ( joint
production cost) maka perhitungan keuntungan maksimum
yang diperolehnya dapat diselesaikan dengan pendekatan
diferensiasi parsial. Dengan metode serupa, pendekatan ini
dapat pula digunakan unuk menganalisi s kasus perusahaan
yang lebih dari dua macam produk yang biaya produksinya
juga merupakan biaya produksi gabungangan.
Andaikan sebuah perusahaan memproduksi dua macam
barang, dan dimana fungsi biaya produksinya
sedangkan fungsi penerimaan dari
memproduksi barang dan
penerimaan dari memproduksi barang

Penerimaan total +
Fungsi keuntungan +
maksimum bila:

Dari (1) dan (2) nilai dan dapat diperoleh. Selanjutnya


nilai maksimum bisa dihitung.

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 29


MODUL : Matematika Ekonomi II

Contoh:
Biaya total yang dikeluarkan sebuah perusahaan yang
memproduksi dua macam barang dan ditunjukkan oleh
. Harga jual masing-masing barang
perunit adalah dan . Hitung berapa unit
masing-masing barang harus diproduksi agar keuntungannya
maksimum dan berapa besarnya keuntungan maksimum
tersebut?
Jawab:
Fungsi penerimaan barang dan fungsi
penerimaan barang . Fungsi penerimaan total
.

Agar maksimum:

Dari (1) dan (2) diperoleh dan


maksimum
Jadi, agar keuntungan maksimum, perusahaan harus
memproduksi 2 unit barang dan 3 unit barang dengan
keuntungan sebesar 37.

30 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 3.2:
1. Fungsi permintaan akan barang dan barang masing-
masing ditunjukkan oleh dan .
Berapa elastisitas permintaan masing -masing barang dan
bagaimana hubungan antara kedua barang tersebut?
2. Biaya total yang dikeluarkan sebuah perusahaan yang
memproduksi dua macam barang dan ditunjukkan oleh
. Harga jual masing-masing barang
perunit adalah dan . Hitung berapa unit
masing-masing barang harus diproduksi agar keuntungannya
maksimum dan berapa besarnya keuntungan maksimum
tersebut?

---oo0oo---

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 31


MODUL : Matematika Ekonomi II

32 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB IV
INTEGRAL

A. Integral Tak Tentu


Integral tak tentu adalah suatu proses menentukan bentuk
umum dari anti-turunan suatu fungsi dan integral merupakan
invers atau kebalikan dari turunan fungsi. Perhatikan t abel
dibawah ini:
Tabel 4.1 Bentuk Turunan dan Antiturunan suatu Fungsi Turunan

adalah anti-turunan dari jika Dengan


demikian, integral dari suatu fungsi dilambangkan dengan,

adalah diferensial/turunan dari

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 33


MODUL : Matematika Ekonomi II

adalah konstanta
Dari tabel 4.1 diatas maka dapat dituliskan,

B. Kaidah-Kaidah Integral Tak Tentu

Latihan 4.1:
Selesaikanlah:

34 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

C. Penerapan Ekonomi
Pendekatan integral tak tentu dapat diterapkan untuk mencari
persamaan fungsi total dari suatu variabel ekonomi apabila fungsi
marjinalnya diketahui.
1) Fungsi Biaya

Biaya total tak lain adalah integral dari biaya marjinal

Contoh:
Biaya marjinal suatu perusahaan di tunjukan oleh
. Carilah persaman biaya totalnya.
Penyelesaian:

Jadi, fungsi biaya totalnya adalah

2) Fungsi Penerimaan

Penerimaan total tak lain adalah integral dari penerimaan


marjinal

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 35


MODUL : Matematika Ekonomi II

Contoh:
Carilah persamaan penerimaan total jika penerimaan marjinal
perusahaan dinyatakan oleh .
Penyelesaian:

Jadi, fungsi penerimaan totalnya adalah

Latihan 4.2:
Diketahui fungi biaya marjinal dan penerimaan marjinal suatu
perusahaan adalah:
.
Tentukan fungsi biaya total dan penerimaan totalnya.

D. Integral Tertentu
Integral tertentu adalah integral dari suatu fungsi yang nilai
variabel-variabel bebasnya memiliki batas -batas tertentu. Jika
ingin mengetahui hasil integrasi dari suatu integral terten tu untuk
suatu rentang, misal dan dimana , ( disebut
batas bawah dan disebut batas atas) maka dapat disubstitusi
dengan nilai dan sehingga hasil integrasinya menjadi:

36 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Integral tertentu ini digunakan untuk menghitung luas area yang


terletak diantara kurva sumbu dan suatu rentang
wilayah yang dibatasi dan . Untuk lebih jelasnya,
perhatikan gambar kurva dibawah ini.

Gambar 4.1 Luas daerah yang dibatasi dan

Adapun, untuk area yang terdiri dari dua kurva yaitu


dimana dan dibatasi oleh
dan maka luas area dapat dicari dengan rumus:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 37


MODUL : Matematika Ekonomi II

Untuk ilustrasi areanya, perhatik an gambar dibawah ini.

Gambar 4.2

Luas area yang dibatasi dan

E. Kaidah-Kaidah Integral Tertentu


Untuk , berlaku :

38 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 39


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 4.3
Selesaikanlah!

F. Penerapan Ekonomi
1. Surplus Konsumen
Surplus konsumen (Consumers’surplus) mencerminkan
suatu keuntungan atau surplus yang dinikmati oleh konsumen
tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu barang.

40 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Fungsi permintaan menentukan jumlah barang


yang akan dibeli oleh konsumen pada tingkat harga tertentu.
Jika tingkat harga pasar adalah maka bagi konsumen
tertentu yang sebetulnya mampu dan bersedia membayar
dengan harga lebih tinggi dari hal ini merupakan
keuntungan baginya, sebab ia cukup membayar barang tadi
dengan harga . Keuntungan semacam ini menurut Alfred
Marshall disebut surplus konsumen. Secara geometris,
besarnya surplus konsumen ditunjukkan oleh luas area
dibawah kurva permintaan tetapi diatas tingkat harga pasar.

Surplus Konsumen

Gambar 4.3 Luas area untuk surplus konsumen

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 41


MODUL : Matematika Ekonomi II

Surplus konsumen atau adalah segitiga , dengan


rentang wilayah yang dibatasi oleh sebagai batas
bawah dan sebagai batas atas.

Besarnya surplus konsumen adalah:

Jika fungsi permintaan dalam bentuk maka


besarnya surplus konsumen adalah:

Dengan demikian,

Contoh:
Suatu fungsi permintaan ditunjukkan oleh
dengan tingkat harga pasarnya 10. Hitunglah surplus
konsumennya.
Penyelesaian:
Gambarkan kurva fungsi permintaannya

Jika , maka , sehingga . Dengan


demikian
Jika , maka , sehingga .

42 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Jadi, diperoleh titik potongnya dan


Diketahui, maka

Surplus Konsumen

Gambar 4.4 Luas area untuk surplus konsumen

Jadi, besarnya surplus konsumen adalah:

2. Surplus Produsen
Surplus produsen (Producers’surplus) mencerminkan
suatu keuntungan atau surplus yang dinikmati oleh produsen
tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu barang.
Fungsi penawaran menentukan jumlah barang
yang akan dijual oleh produsen pada tingkat harga tertentu.
Jika tingkat harga pasar adalah maka bagi produsen tertentu

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 43


MODUL : Matematika Ekonomi II

yang sebetulnya bersedia menjual dengan harga lebih rendah


dari hal ini merupakan keuntungan baginy a, sebab ia kini
dapat menjual barangnya dengan harga (lebih tinggi dari
harga jual yang direncanakan). Keuntungan semacam ini
menurut Alfred Marshall disebut surplus produsen. Secara
geometris, besarnya surplus produsen ditunjukkan oleh luas
area diatas kurva penawaran tetapi dibawah tingkat harga
pasar.

Surplus Produsen

Gambar 4.5 Luas area untuk surplus produsen

Surplus produsen atau adalah segitiga , dengan


rentang wilayah yang dibatasi oleh sebagai batas
bawah dan sebagai batas atas.
Besarnya surplus produsen adalah:

44 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Jika fungsi penawaran dalam bentuk maka


besarnya surplus produsen adalah:

Dengan demikian,

Contoh:
Fungsi penawaran ditunjukkan oleh . Berapa
surplus produsen bila tingkat harga keseimbangan di pasar
adalah 10?
Penyelesaian:
Gambarkan kurva fungsi permintaannya

Jika , maka , sehingga .


Jika , maka , sehingga .
Dengan demikian
Jadi, diperoleh titik potongnya dan
Diketahui, maka , sehingga .

Jadi

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 45


MODUL : Matematika Ekonomi II

Besarnya surplus produsen adalah:

Surplus Produsen

Gambar 4.6 Luas area untuk surplus produsen

Latihan 4.4:

Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan o leh .


Dan fungsi penawarannya ditunjukkan oleh .
Hitunglah masing-masing surplus konsumen dan produsennya!

---oo0oo---

46 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB V
MATRIKS

A. Pengertian dan Operasi pada Matriks


Matriks adalah kumpulan bilangan yang disajikan dalam ba ris
dan kolom membentu suatu persegi panjang. Secara umum suatu
matriks dapat ditulis sebagai berikut:

Unsur atau anggota dalam matriks dinotasikan dengan

dimana menunjukan baris dan menunjukan kolom. Jadi

menunjukan anggota matriks A yang berada pada baris ke - dan


kolom ke- . Orde suatu matriks menyatakan banyaknya baris dan
kolon dalam suatu matriks. Misalnya menyatakan matriks
berorde , dimana terdapat baris dan kolom dalam
matriks tersebut.
Contoh matriks:

Dua buah matriks dikatakan sama apabila orde kedua matriks


tersebut sama dan semua unsur atau anggota didalamnya juga
sama.

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 47


MODUL : Matematika Ekonomi II

Ada beberapa operasi pada matriks diantaranya yaitu:


1. Operasi Penjumlahan (Pengurangan) Matriks
Dua buah matriks hanya dapat dijumlahkan (dikurangkan)
apabila ordenya sama.
Jumlah (selisih) dua matriks dan adalah

sebuah matriks baru yaitu yang berorde sama

dimana unsur-unsurnya merupakan jumlah (selisih) dari


unsur-unsur matriks dan .
dimana

Contoh:

2. Perkalian Matriks dengan Skalar


Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atauu

bilangan adalah suatu matriks baru yang berorde

sama dan unsur-unsurnya kali unsur-unsur matriks semula

dimana

Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atauu

bilangan adalah suatu matriks baru yang berorde

sama dan unsur-unsurnya kali unsur-unsur matriks semula

dimana

48 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Contoh:

3. Perkalian Antarmatriks
Dua buah matriks hanya dapat dikalikan apabila jumlah kolom
dari matriks yang dikalikan sama dengan jumlah baris dari
matriks penggalinya. Hasil kali dua buah matriks
dengan adalah sebuah matriks baru , yang unsur-

unsurnya merupakan perkalian silang unsur -unsur baris


matriks dengan unsur-unsur kolom matriks B.

Contoh:

Latihan 5.1:
1) Carilah jumlah dan selisih dari matriks dan berikut:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 49


MODUL : Matematika Ekonomi II

2) Jika , dan matriks dan seperti pada soal no.1,


hitunglah dan !
3) Tentukan hasil dari dan , untuk matriks berikut:

B. Jenis-jenis Matriks
1. Matriks Satuan/Identitas
Matriks Satuan/Identitas iIalah matriks bujursangkar yang
semua unsur pada diagonal utamanya adalah 1 sedangkan
unsur lainnya adalah 0. Matriks satuan/identitas biasanya
dinotasikan dengan , dengan adalah ordenya.
Contoh:

2. Matriks Diagonal
Matriks Diagonal Ialah matriks bujursangkar yang semua
unsurnya 0 kecuali pada diagonal utamanya.
Contoh:

3. Matriks Nol
Matriks Nol ialah matriks yang semua unsurnya 0.

50 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Contoh:

4. Matriks Transpose
Matriks Transpose ialah matriks yang merupakan peng ubahan
dari matriks lain dimana unsur -unsur barisnya menjadi unsur -
unsur kolom dan unsur-unsur kolomnya menjadi unsur -unsur
baris. Matris transpose dari matriks biasanya
dinotasikan dengan ( aksen dengann orde kebal ikan
dari matriks )
Contoh:

5. Matriks Simetris
Matriks Simetris ialah matriks bujursangkar yang sama
dengan matriks transposenya. Matriks dikatakan simetris
jika
Contoh:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 51


MODUL : Matematika Ekonomi II

C. Determinan Matriks

Misalkan maka determinan dari matriks

dinotasikan dengan dimana,

Contoh:

maka

Untuk matriks berorde :

determinannya

nilainya dapat dicari dengan met ode Sarrus:

dijumlah sedangkan dikurangkan.

Jadi,

Contoh:

maka determinan matriks adalah

52 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 5.2:

Tentukan determinan untuk matriks dan

dengan metode Sarrus!

D. Minor, Kofaktor dan Adjoin Matriks


Perhatikan kembali determinan matriks berorde 3x3

Bentuk diatas dapat diubah menjadi:

Dimana,

Sehingga
Ternyata dengan “menutup” baris -baris dan kolom-kolom
tertentu, determinan terdiri atas beberapa sub-determinan. Sub-
determinan ini dinamakan Minor dan dinotasikan dengan

adalah minor dari unsur yang diperoleh dengan jalan


menutup baris ke-1 dan kolom ke-1 dari determinan .
adalah minor dari unsur yang diperoleh dengan jalan
menutup baris ke-1 dan kolom ke-2 dari determinan .

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 53


MODUL : Matematika Ekonomi II

adalah minor dari unsur yang diperoleh dengan jalan


menutup baris ke-1 dan kolom ke-3 dari determinan .
Penulisan determinan dalam bentuk minor diatas dapat diubah
kedalam bentuk kofaktor. Kofaktor determinan untuk minor

dinotasikan dengan

Hubungan antara kofaktor dan minor adalah:

Dengan demikian,

Sehingga penulisan determinan dalam bentuk kofaktor adalah:

Contoh:

54 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 5.3

Tentukan determinan untuk matriks dan

dengan minor dan kofaktor!

E. Invers Matriks
Invers suatu matriks dinotasikan dengan dimana

Transpose dari matriks kofaktor -kofaktornya.

ada jika dan hanya jika

Contoh:

1. Matriks berorde 2 x 2

tentukan

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 55


MODUL : Matematika Ekonomi II

2. Matriks berorde 3 x 3

tentukan

56 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 5.4:

Tentukan untuk matriks-matriks berikut:

F. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear


Teori matriks dapar dimanfa atkan untuk menyelesaikan sistem
persamaan linear (SPL) yaitu himpunan dari persamaan linear
yang terdiri atas persamaan dengan variabel. SPL dalam
bentuk notasi matriks dapat disajikan sebagai berikut:

Bentuk SPL diatas dapat diubah menjadi bentuk matriks berikut:

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 57


MODUL : Matematika Ekonomi II

Jika dan ada maka notasi SPL diatas dapat ditulis


menjadi:

Sehingga penyelesaian SPL yaitu mencari nilai semua variabel


yang memenuhi setiap persamaan linear yang ada dapat diperoleh
dengan analisis matriks berikut ini.

Contoh:
Misalkan

Berarti,

(buktikan sendiri) artinya ada, dalam hal ini

58 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Jadi, diperoleh ,

Latihan 5.5:
Selesaikan himpunan-himpunan persamaan linear berikut.

---oo0oo---

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 59


MODUL : Matematika Ekonomi II

60 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

BAB VI
PROGRAM LINEAR

A. Ide Dasar Program Linear


Program linear adalah suatu model optimasi persamaan
lineaar berkenaan dengan kendala -kendala linear yang
dihadapinya. Masalah program linear berarti adalah masalah
pencarian nilai-nilai optimum (maksimum atau minimum) sebuah
fungsi linear pada suatu sistem atau sehimpunan kendala linear.
Fungsi linear yang hendak dicari nilai optimumnya, berbentuk
sebuah persamaan disebut fungsi tujuan. Sedangkan fungsi-fungsi
linear yang harus dipenuhi dalam optimasi fungsi tujuan tadi,
dapat berbentuk persamaan maupun pertidaksamaan, disebut
fungsi kendala.
Contoh perumusan model program linear:
Misalkan sebuah perusahaan menghasilkan dua jenis barang, yaitu
barang A dan B, dimana kedua barang tersebut menggunakan
bahan mentah R dan S dalam proses produksinya. Setiap unit
barang A memerlukan 4 unit bahan mentah R dan 3 unit ba han
mentah S, sedangkan setiap unit barang B memerlukan 2 unit R
dan 4 unit S. Harga jual produk A dan produk B masing -masing
Rp.5.000,- dan Rp.6.000,- per uit. Berapa unit A dan B harus
dihasilkan agar penerimaan perusahaan maksimum, dengan
keterbatasan atau kendala bahwa penggunaan bahan baku R dan S
masing-masing tidak melebihi 100 unit dan 120 unit?

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 61


MODUL : Matematika Ekonomi II

Penyelesaian:
Masalah program linear yang muncul disini adalah masalah
memaksimumkan penerimaan dengan menentukan berapa banyak
jumlah barang A dan B yan g sebaiknya diproduksi dengan
kendala yang dihadapi. Perumusan fungsi tujuan dan kendala
akan lebih mudah jika disajikan dalam tabel permasalahan
berikut.
Tabel 6.1 Rumusan Permasalahan Optimasi
Jenis Barang Persediaan
A B Bahan Baku
Bahan R 4 2 100
Baku S 3 4 120
Harga per unit
5000 6000
barang

Misalkan:
Banyaknya barang A
Banyaknya barang B
Jumlah penerimaan perusahaan
Maka, fungsi tujuan:
Dan fungsi kendala: (untuk bahan baku R)
(untuk bahan baku S)

B. Bentuk Umum Model Program Linear


Masalah maksimasi
Memaksimumkan fungsi tujuan:

62 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Terhadap kendala-kendala

Dimana

Masalah minimasi
Meminimumkan fungsi tujuan:

Terhadap kendala-kendala

Dimana

Masalah maksimasi biasanya dijumpai dalam kasus penentuan


jumlah produk barang agar perusahaan memperoleh keuntungan
maksimum. Sedangkan masalah minimasi biasanya dijumpai
dalam kasus menekan bi aya produksi. Penyelesaian masalah
program linear dapat dikerjakan dengan tiga macam cara atau
metoda, yaitu metoda grafik (geometri), metoda aljabar dan

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 63


MODUL : Matematika Ekonomi II

metoda simplex. Namun yang dibahas dalam modul ini hanya


metoda grafik (geometri).

C. Metoda Grafik
Perhatikan kembali rumusan masalah program linear yang telah
dicontohkan sebelumnya.
Memaksimumkan fungsi tujuan:
terhadap fungsi kendala: (untuk bahan baku R)
(untuk bahan baku S)

Langkah-langkah penyelesaian den gan metoda grafik:


1. Gambarkan fungsi-fungsi kendalanya.
2. Tentukan area laik (feasible area) bagi masalah yang
bersangkutan, yakni daerah yang dibatasi oleh garis -garis
fungsi kendala.
3. Gambarkan fungsi tujuan dengan menetapkan sebarang nilai
.
4. Lakukan pergeseran-pergeseran sepelunya atas kurva atau
garis tujuan dengan mengubah -ubah nilai agar dapat
ditentukan titik penyelesaian optimum
5. Titik penyelesaian optimum adalah titik terjauh dari area laik
yang dapat dicapai oleh garis fungsi tujuan. Dalam masalah
maksimasi, sudut area laik terjauh biasanya berupa sudut
teratas atau terkanan, sedangkan dalam masalah minimasi
sudut area lain terjauh biasanya berupa sudut terbawah atau
terkiri (tergantung pada lereng garis tujuannya).

64 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Menggambar fungsi kendala


Ubah bentuk pertidaksamaan fungsi kendala menjadi bentuk
persamaa kemudian tentukan titik potong terhadap sumbu - dan
sumbu-
Fungsi kendala 1:
Titik potong sumbu- :

Diperoleh titik
Titik potong sumbu- :

Diperoleh titik

Fungsi kendala 2:
Titik potong sumbu- :

Diperoleh titik
Titik potong sumbu- :

Diperoleh titik

Selanjutnya tentukan titik potong kedua kurva fungsi kendala


Dengan substitusi dan eleminasi kedua bentuk persamaan fungsi
kendali maka diperoleh titik potong

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 65


MODUL : Matematika Ekonomi II

Secara lengkap diperoleh gambar daerah feasible dibawah ini.

Daerah
feasible

Gambar 6.1 Area Laik (Daerah Feasible)

Setelah diperoleh gambar daerah feasible kemudian tentukan


sebarang nilai . Pilih , sehingga fungsi tujuan menjadi
Berikutnya gambarkan garisnya dan
geser-geser garis tersebut hingga melewati titik -titik pojok daerah
feasible.

66 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

Gambar 6.2
Penyelesaian Masalah Maksimasi dengan Metoda Grafik

Dari gambar di atas terlihat bahwa titik sudut terjauh


(terkanan/teratas) dari daerah feasible yang dapat dicapai oleh
garis fungsi tujuan adalah titik . Berarti penyelesaian
optimalnya adalah memproduksi barang sebanyak 16 dan
barang sebanyak 18. Penerimaan maksimum yang dipeoleh
perusahaan adalah

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 67


MODUL : Matematika Ekonomi II

Latihan 6.1:
Tentukan dengan metoda grafik daerah fesible untuk masalah
berikut.
1. Maksimumkan
Terhadap kendala-kendala: dan
2. Minimumkan
Terhadap kendala -kendala:

3. Sebuah perusahaan menghasilkan dua macam barang A dan B


masing-masing di proses melalui dua mesin. Setiap unit
barang A diproses selama 4 menit di Mesin I dan 2 menit di
Mesin II, sedangkan tiap unit barang B diproses selama 2
menit di Mesin I dan 4 menit di Mesin II. Kapasitas
maksimum pengoperasian Mesin I 600 meni t dan Mesin II
480 menit per hari. Setiap unit barang A dan B masing -masing
memberikan profit sebesar Rp.8000, - dan Rp.6000,-.
Tentukan berapa jumlah barang A dan B agar memberikan
profik maksimum per hari bagi perusahaan!

---oo0oo---

68 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si


MODUL : Matematika Ekonomi II

DAFTAR PUSTAKA

Dumary, 1999, Matematika Terapan untuk Bisnis dan ekonomi. Edisi


Kedua, Yogyakarta: BPFE

Dumatuun, Pius Izak, 1999, Matematika Aplikasi Bisnis dan


Ekonomi. Edisi I, Yogyakarta: Andi

Edwin, J. Puscell, Rigdon, 2003, Kalkulus, Jakarta: Erlangga

Kalangi, Josep Bintang, 2006, Matematika Ekonomi dan Bisnis ,


Jakarta: Salemba Empat

Siskandar, Rahmat Mohammad, 1990, Pendidikan Matematika,


Modul Buku I-II, Jakarta: Depdikbud

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si 69


MODUL : Matematika Ekonomi II

RIWAYAT PENULIS

Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si. Lahir di Jakarta


pada tanggal 30 Juli 1990, dari pasangan Ahmad
Nawawi dan Alawiyah. Penulis merupakan anak
kedua dari tiga bersaudara. Penulis menamatkan
pendidikan SD dan SMP di Bekasi. Kemudian
melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Anyer.
Lulus dari SMA, penulis diterima di Universitas
Pendidikan Indonesia dengan mengambil program studi pendidikan
matematika. Sejak kecil penulis memiliki minat di bidang
matematika. Beberapa kali penulis mengikuti ajang perlombaan di
bidang matematika seperti olimpiade matematika dan lain -lain.
Selama kuliah di Bandung penulis juga kerap menjadi pengajar
private dan bimbel matematika. Tahun 2012 penulis menyelesaikan
kuliah S1 dan melamar menjadi pengajar di Sony Sugema College
Bandung. Pertengahan tahun 2013 penulis mendapat beasiswa
BPPDN untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 di Prodi Matematika
Institut Teknologi Bandung. Setelah berhasil menyelesaikan kuliah
S2 pada tahun 2015 penulis diterima bergabung menjadi staf dosen di
STIE Bina Bangsa yang saat ini telah menjadi Universitas Bina
Bangsa sebagai Dosen Tetap.

70 Isnaini Mahuda, S.Pd., M.Si