Anda di halaman 1dari 3

Nama : Dimas Hernawan

NIM : 165221134
Jurusan : AKS 6 D

Objek Material Pengawasan Produk Penghimpunan Dana

A. Pengertian dan Rukun Wadiah


Wadiah dapat diartikan sebagai titipan dari satu pihak ke pihak lain, baik
individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si
penyimpan menghendakinya. Tujuan dari perjanjian tersebut adalah untuk
menjaga keselamatan barang itu dari kehilangan, kemusnahan, kecurian, dan
sebagainya. Yang dimaksud dengan “barang” di sini adalah suatu yang berharga
seperti uang, barang, dokumen, surat berharga, barang lain yang berharga di sisi
Islam. Adapun rukun yang harus dipenuhi dalam transaksi dengan prinsip wadiah
adalah:
a. Barang yang dititipkan
b. Orang yang menitipkan/penitip
c. Orang yang menerima titipan/penerima titipan
d. Ijab qabul

B. Giro Wadiah
Dalam fatwa Dewan Syariah Nasional ditetapkan ketentuan tentang giro wadiah
yaitu:
1. Bersifat titipan
2. Titipan bisa diambil kapan saja (on call)
3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian
(athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank
Karakteristik dari giro wadiah antara lain:
1. Harus dikembalikan utuh seperti semula sejumlah barang yang dititipkan
sehingga tidak boleh overdraft (cerukan)
2. Dapat dikenakan biaya titipan
3. Dapat diberikan syarat tertentu untuk keselamatan barang titipan
4. Penarikan giro wadiah dilakukan dengan cek dan bilyet giro sesuai ketentuan
yang berlaku
5. Jenis dan kelompok rekening sesuai ketentuan yang berlaku dalam kegiatan
usaha bank sepanjang tidak bertentangan dengan syariah
6. Dana wadiah hanya dapat digunakan seizin penitip

C. Tabungan Wadiah
Tabungan Wadiah yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek atau alat yang dapat dipersamakan dengan itu. Dalam fatwa Dewan
Syariah Nasional ditetapkan ketentuan tentang tabungan wadiah, yaitu:
a. Bersifat titipan
b. Simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan
c. Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian
(athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank

D. Pengertian dan Rukun Mudharabah


Mudharabah adalah perjanjian atas suatu jenis perkongsian, dimana pihak
pertama (shahib al’mal) menyediakan dana, dan pihak kedua (mudharib)
bertanggung jawab atas pengelolaan usaha. Hasil usaha dibagikan sesuai dengan
nisbah (porsi bagi hasil) yang telah disepakati bersama di awal. Tujuannya adalah
supaya ada kerjasama kemitraan antara pemilik modal yang tidak ada pengalaman
dalam perniagaan atau tidak ada peluang untuk berusaha sendiri, dengan orang
yang berpengalaman di bidang tersebut tetapi tidak memiliki modal. Adapun
rukun mudharabah, yaitu:
1. Pemilik dana/modal
2. Pengelola dana/modal
3. Amal (usaha/pekerjaan)
4. Ijab qabul
E. Tabungan Mudharabah
Tabungan Mudharabah yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek atau alat yang dapat dipersamakan dengan itu. Tabungan ini dikelola
dengan prinsip “mudharabah muthlaqah” karena pengelolaan dana investasi
tabungan ini sepenuhnya diserahkan kepada mudharib. Tabungan mudharabah ini
tidak dapat diambil sewaktu-waktu.

F. Deposito Mudharabah
Deposito Mudharabah adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan
lembaga yang bersangkutan. Adapun jenis deposito berjangka, yaitu:
1. Deposito berjangka biasa
Deposito yang berakhir pada jangka waktu yang diperjanjikan, perpanjangan
hanya dapat dilakukan setelah ada permohonan baru atau pemberitahuan dari
pihak penyimpan.
2. Deposito berjangka otomatis
Pada saat jatuh tempo, secara otomatis akan diperpanjang untuk jangka waktu
yang sama tanpa pemberitahuan dari penyimpan.
Perhitungan bagi hasil kepada pemilik dana deposito mudharabah dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Dilakukan setiap ulang tanggal pembukaan deposito mudharabah
2. Dilakukan setiap akhir atau awal bulan berikutnya tanpa memperhatikan
tanggal pembukaan deposito mudharabah tersebut

Daftar Pustaka

Wiroso. 2011. Produk Perbankan Syariah. Jakarta: LPFE Universitas Trisakti