Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN

DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT BERBAH
Alamat.Jagalan Tegaltirto Berbah Sleman Yogyakarta
Telp 0274 4363274 surat elektronik .puskesmasberbah.@gmail.com

PEDOMAN PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA


PUSKESMAS BERBAH KABUPATEN SLEMAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Pelayan kesehatan menjadi suatu kebutuhan dalam hidup manusia yang harus dipenuhi
oleh negara. Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dalam pembangunan kesehatan
mempunyai salah satu fungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Puskesmas Berbah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat harus selalu menyesuaikan kebutuhan masyarakat, mengacu pada standar
mutu pelayanan, serta harus selalu dalam upaya untuk menjaga peningkatan mutu dan
kinerja pelayanan tersebut.

B. Tujuan
Tujuan Pedoman peningatan mutu dan kinerja ini adalah untuk menjadi acuan bagi
peningkatan mutu dan kinerja seluruh aktifitas pelayanan yang dilaksanakan di
puskesmas Berbah, sehingga pada akhirnya menghasilkan pelayanan yang bermutu dan
terukur.

C. RuangLingkup
Lingkup pedoman peningkatan mutu dan kinerja disusun berdasarkan persyaratan
standar akreditasi pukesmas dan SMM ISO 9001:2008 (Audit mutu internal, Audit
eksternal, Survey kepuasan pelanggan, Tinjauan manajemen). Selain itu juga meliputi
kegiatan peningkatan mutu dan kinerja yang ada di puskesmas, antara lain: SPMKK
(Sistem Peningkatan manajemen Klinik Keperawatan), MTP (Monitoring, Training,
Planning) untuk pengobatan rasional, dan Penilaian kinerja puskesmas.

D. Batasan Operasional
1. Pelanggan
1
Pelanggan atau langganan merujuk pada individu atau rumah tangga, masyarakat,
perusahaan yang membeli barang atau jasa.
2. KepuasanPelanggan
Pengertian secara umum mengenai kepuasan atau ketidak puasan konsumen
merupakan hasil dari adanya perbedaan –perbedaan antara harapan konsumen
dengan kinerja yang dirasakan oleh konsumen tersebut .Dari beragam definisi
kepuasan konsumen yang telah diteliti dan didefinisikan oleh para ahli pemasaran,
dapat disimpulkan bahw akepuasan konsumen merupakan suatu tanggapan perilaku
konsumen berupa evaluasi purna beli terhadap suatu barang atau jasa yang
dirasakannya (kinerja produk) dibandingkan dengan harapan konsumen.
3. Pasien
Pasien atau pesakit adalah seseorang yang menerima perawatan medis.
4. Koreksi
Pembetulan, perbaikan, pemeriksaan
5. TindakanKorektif
a. Tindakan perbaikan (corrective action) adalah tindakan untuk menghilangkan
penyebab ketidaksesuaian agar tidak terulang lagi.
b. Ketidaksesuaian (non-conformance) adalah tidak terpenuhinya suatu persyaratan.
c. Persyaratan (requirement) adalah harapan atau kebutuhan yang dapat berupa
ketetapan, kebiasaan, atau kewajiban, baik yang dinyatakan ataupun tidak
dinyatakan.
6. Tindakan Preventif
Tindakan pencegahan (preventiveaction) adalah tindakan untuk menghilangkan
penyebab potensi ketidaksesuaian agar tidakterjadi.
Tindakan preventif adalah tindakan yang dilakukan sebelum sesuatu terjadi
(mencegah sebelum terjadi).

7. PedomanMutu
Suatu pedoman yang merupakan panduan sebuah proses terstruktur untuk
memperbaiki keluaran yang dihasilkan atau untuk memastikan keluaran sesuai
standar yang diharapkan.
8. Dokumen
Dokumen adalah acuan yang digunakan untuk melakukan pekerjaan meliputi
Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, Pedoman Mutu, Prosedur Mutu, Prosedur Tetap
(Protap), Rencana Mutu Pelayanan, dan dokumen pendukung lainnya.Secara umum
dokumen juga merupakan sebuah tulisan yang memuat informasi. Biasanya,

2
dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai
tangan atau memakai media elektronik (seperti printer).
9. Rekaman
Adalah hasil dokumentasi dari kegiatan atau proses yang disimpan.
10. Efektifitas
Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang
tepat dari serangkaian alternative atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari
beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran
keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
11. Efisiensi
Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya
sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Pengertian
efisiensi menurut Mulyamah (1987;3) yaitu:“Efisiensi merupakan suatu ukuran
dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang
direalisasikan atau perkataan lain penggunaan yang sebenarnya”. Sedangkan
pengertian efisiensi menurut SP.Hasibuan (1984;233-4) yang mengutip pernyataan
H.Emerson adalah: “Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input
(masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang
dipergunakan), sepertihalnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan
sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah
diselesaikan.”
12. Proses
Adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain,
mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumberdaya lainnya, yang
menghasilkan suatu hasil. Definisi lain dari proses adalah serangkaian kegiatan yang
saling terkait atau berinteraksi, yang mengubah input menjadi output Kegiatan ini
memerlukan alokasi sumberdaya seperti orang dan materi.
13. Sasaran Mutu
Sasaran Mutu adalah Target dari masing-masing bagian / departemen yang ingin
dicapai dalam jangka waktu tertentu, Sasaran Mutu harus mempunyai Syarat
a. Scopenya Jelas untuk bagian atau departemen mana, Misalnya HRD, Operation,
Marketing, dsb.
b. Measurable yang artinya sasaran mutu tersebut harus bisa diukur ( baik dlm
bentuk Jumlah atau pun presentase)
c. Achievable : semestinya menentuan target / sasaran Mutu itu harus dapat dicapai,
bila target terlalu tinggi, departemen/ bagian cenderung malas untuk mengejarnya

3
d. Realiable :Sasaran Mutu haruslah sesuatu yang nyata / Sesuatu yang tidak nyata
akan sulit untuk dijadikan target.
e. Time Frame nya juga harus jelas, jadi kapan seharunya sasaran itu dicapai sudah
jelas di awal pembuatan sasaran mutu tersebut.
14. Perencanaan Mutu
Perencanaan mutu adalah aktivitas pengembangan produk dan proses yang
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengendalian mutu merupakan
proses yang terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:
 Mengevaluasi kinerja
 Membandingkan kinerja mutu dengan tujuan mutu
 Bertindak berdasarkan perbedaan.
15. KebijakanMutu
Kebijakan Mutu adalah kebijakan resmi dan tertulis dari manajemen perusahaan
tentang komitmen perusahaan dalam memperhatikan dan mempertimbangkan aspek-
aspek mutu dalam aktifitas keseharian organisasi atau perusahaan.
16. Sarana
Adalah segala sesuatu yang dapat di pakai sebagai alat dan bahan untuk mencapai
maksud dan tujuan dari suatu proses produksi
17. Prasarana
Adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya produksi.
contoh :lahan, jalan, parit, pabrik, tempat kerja dll

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Geografi dan Demografi


Puskesmas Berbah terletak di Wilayah Sleman Timur,dengan luas wilayah kerja13,19
Km2, terdiri dari 4 desa :
 Desa Sendangtirto
 Desa Tegaltirto
 Desa Kalitirto
 Desa Jogotirto
Batas Wilayah:
Sebelah Utara : Kecamatan Kalasan, KabupatenSleman.
Sebelah Timur : Kecamatan Prambanan, KabupatenSleman.
Sebelah Selatan : Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.
Sebelah Barat : Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Demografi:

4
Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk tahun 2014 adalah 50.260 jiwa dengan komposisi berdasarkan sex
24.668 jiwa laki-laki, dan 25.572 jiwa perempuan.Sedangkan jumlah keluarga 14.681
KK.

B. Distribusi Ketenagaan
Pendidikan
No Jabatan
SLTP SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2
A. PNS
1. Ka. Puskesmas 1
2. Kasubbag. T.U. 1
3. DokterUmum 2
4. Dokter Gigi 1
5. Bidan 4 1
6. Perawat 3 2 1
7. Perawat Gigi 1 1
8. AsistenApoteker 1
9. Laboratorium 2
10. PKM
11. Sanitarian 1
12. Nutrisionis 2
13. PerekamMedis 2
14. StafAdministrasi 5 1
15. Pengemudi
B. Non PNS 1 3
1. DokterUmum 1
2. BidanDesa/ PTT 4
3. Psikolog 1
4. Staf Administrasi 1 1
5. SatpamPTT 1
6 Fisioterapi 1
C. Organisasi
1. Visi Organisasi
Menjadi Puskesmas Unggulan Dikawasan Sleman Timur .
2. Misi Organisasi
a. Memberi pelayanan kesehatan dasar yang bermutu;
b. Meningkatkan Kinerja Efektif Dan Efisien;
c. Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Di Bidang Kesehatan;
3. Tujuan
Meningkatkan kesadara dan kemampuan hidup sehat masyarakat di wilayah kerja
agar terwujut ferajat kesehatan setinggi -tingginya
5. Maklumat
Puskesmas Berbah memiliki Maklumat “ Kami Melayani Dengan Sepenuh Hati
susuai standar Pelayanan Publik”
6. Tata Nilai # PRASTAWA JAMANI#
 PRAS (PROFESIONAL) adalah dalam melaksanakan tugas memiliki kopetensi

5
 TA (TRANSPARANSI) adalah keterbukaan pelayanan dengan aturan kerja yang
jelas ringkas dan tuntas ,sehingga bisa dipahami oleh sasaran pelayanan
;keterbukaan anggaran sesuai tatahukum dan peraturan yang berlaku dalam
lingkungan pelayanan kesehatan.
 WA (TANGGUNG JAWAB)adalah petugas melakukan pekerjaan sebagai
perwujutan kesadaran dan kewajibanya.
 JA( KERJA SAMA) adalah petugas melakukan pekerjaan bersama untuk
mencapai tujuan yang sama.
 MA(RAMAH) adalah dalam melaksanakan pekerjaan petugas bersikap manis
dbudi bahasa,dan sikap yang menyenangkan .
NI (KOMUNIKASI) adalah dalam menjalankan pekerjaannya petugas
memberikan informasi yang benar pada pelanggan eksternal dan internal
sehingga paham akan pesan yang dimaksud
7 . Kebijakan Peningkatan Mutu dan Kinerja
Puskesmas Berbah menerapkan kebijakan mutu dalam memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat secara konsisten dan professional sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, serta selalu berusaha meningkatkan mutu dan kinerja
pelayanan melalui kegiatan penilaian kinerja, kaji banding, , survey kepuasan
pelanggan, tinjauan manajemen, SPMKK, MTP pengobatan rasional, penilaian
kinerja puskesmas. Puskesmas Berbah memastikan bahwa kebijakan mutu sesuai
dengan visi, misi serta kebutuhan. Termasuk komitmen untuk memenuhi persyaratan
layanan dan peningkatan efektifitas system manajemen mutu secara terus-menerus.
Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran mutu. Selalu
Dikomunikasikan dan dimengerti oleh semua pegawai di Puskesmas Berbah melalui
rapat, briefing, apel, papan pengumuman dan poster .

6
8. StrukturOrganisasi

KepalaPuskes
mas

Ka Sub Bag TU
Tata Usaha

Perencanaa Kepegawaia Keuanga


n n n
Dan SIK Dan Umum

UKP UKM
PelayananKlini
s

Pelayanan Pelayanan Pelayanan PelayananPenunj Promosidan Pencegahann Penanganan


KIA KesehatanUmu KesehatanKhusu ang UKBM Dan Masyarakat
m s Medik Pemberantasan RawanKeseha
Penyakitdan PL tan

KIA PoliUmum PoliGilut Laboratorium PKM Imunisasi Perkesma


KB Puskeling PoliJiwa Farmasi UKS/UKGS Surveillance s
Kesehata GawatDarurat Poli Mata Fisioterapi Gizi PemberantasanPeny UKJM
n- Poli THT Batra akit Usila
Reproduk PoliPHBS,Gizi, Kes. Or. Kesling
si Sanitasi JPKM UKK
PoliUsila

9. Proses Pelayanan (Proses Bisnis)

7
10. Landasan Hukum
Landasan Hukum yang digunakan dalam penyusunan Pedoman Mutu ini adalah:
a) Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
b) Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014, tentang Pusesmas.
c) Peraturan Bupati Sleman No. 5.2 Tahun 2014, tentang Pedoman Penyusunan IKM
Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

BAB III
PELAKSANAAN PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA

A. Penilaian sasaran kinerja


1. Kegiatan.
Kegiatan penilaian kinerja karyawan yang dilakukan dengan menggunakan format SKP
(Sasaran Kinerja Pegawai) yang diajukan oleh setiap karyawan sebagai bentuk
kontrak kinerja di awal tahun kegiatan.
8
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Kepala Sub Bag TU, yaitu dengan
mengkoordinir penyusunan, pengisian data, kemudian diusulkan ke Kepala Puskesmas
untuk dilakukan penilaian.
3. Dokumen
Dokumen kegaiatan ini berupa hasil penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

B. Kaji banding
1. Kegiatan
Kegiatan kaji banding dilakukan dengan melihat kondisi mutu dan kinerja di tempat
lain,sehingga memperoleh perbandingan dengan kondisi yang ada, serta memperoleh
masukan untuk upaya perbaikan-peningkatanmutu dan kinerja diPuskesmas Berbah.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Kepala Sub Bag TU, Koordinator Upaya
Kesehatan (Yanmas), Koordinator Klinis sesuai materi kaji banding yang
dilaksanakan.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa laporan hasil kaji banding.

C. Audit mutu internal (AMI)


1. Kegiatan
Kegiatan AMI dilakukan dengan mengevaluasi pelaksanaan mutu dalam rangka
memelihara sistem menejemen mutu yang diterapkan benar-benar dijalankan, selain
juga untuk memperoleh input dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja.

2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator mutu puskesmas dan Koordinator
audit mutu internal.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa Laporan hasil audit mutu internal.

D. Audit mutu eksternal (AME)


1. Kegiatan
Kegiatan AME dilakukan oleh tim auditor dari luar puskesmas dalam rangka
implementasi Akreditasi maupun SMM ISO 9001:2008. Melalui kegiatan ini akan
diperoleh masukan-masukan dalam rangka memelihara dan meningkatkan mutu
pelayanan. Hal-hal yang merupakan potensi masalah mutu dapat dilakukan tindakan
pencegahan dan perbaikan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator mutu puskesmas.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa laporan hasil kegiatan audit mutu eksternal.
9
E. Survey kepuasan pelanggan – Survey indeks kepuasan masyarakat
1. Kegiatan
Kegiatan survey kepuasan pelanggan dilakukan untuk memperoleh evaluasi
pelaksanaan mutu dan kinerja dari sisi pelanggan, dan dari hasil survey ini
memungkinkan puskesmas mengidentifikasi potensi-potensi masalah mutu sehingga
bisa dilakukan tindakan pencegahan dan perbaikan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator Mutu Pusekesmas dan Koordinator
Penanganan keluhan pelanggan.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa Laporan hasil survey kepuasan pelanggan

F. Tinjauan manajemen
1. Kegiatan
Kegiatan tinjauan manajemen dilakukan untuk membahas permasalahan pelaksanaan
mutu yang belum sesuai dengan yang dipersyaratkan. Sehingga harus segera
dilakukan tindakan korektif, pencegahan dan perbaikan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator mutu puskesmas.
3. Dokumen.
Dokumen kegiatan ini berupa laporan tinjauan manajemen

G. SPMKK – Sistem peningkatan manajemen klinik keperawatan


1. Kegiatan
Kegiatan SPMKK dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja klinik keperawatan
pada petugas perawat dan bidan melalui RCD (Refleksi Diskusi Kasus). Sehingga
diharapkan setiap ada kasus yang ditemukan dalam pelayanan selalu bisa ditangani
dengan baik dan profesional.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Supervisor perawat dan Supervisor bidan
dengan pendamping Koordinator klinis.
3. Dokumen
Dokumen dari kegiatan ini berupa laporan RCD.

H. MTP pengobatan rasional


1. Kegiatan
Kegiatan MTP dilakukan untuk melihat mutu pengobatan yang diberikan kepada
pasien, dengan melakukan monev terhadap peresepan petugas kepada pasien.
Kegiatan dini dilakukan setiap 6 bulan sekali.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator KLinis
10
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa Laporan MTP.

I. Penilaian standar kompetensi karyawan


1. Kegiatan
Penilaian standar kompetensi karyawan dilakukan dalam rangka melihat kondisi
kompetensi karyawan secara up to date dibandingkan persyaratan yang ada, sehingga
teridentifikasi kondisi kompetensi karyawan yang masih kurang untuk segera
direkomendasi kegiatan peningkatan kompetensi.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Kepala Sub Bag TU
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa laporan penilaian standar kompetensi.

J. Kalibrasi alat kesehatan.


1. Kegiatan.
Kalibrasi alat kesehatan dilakukan dalam rangka untuk menjaga akurasi fungsi alat
pemeriksaan kesehatan yang digunakan dalam pelayanan, sehingga akan terpelihara
mutu alat yang digunakan.
2. Penanggungjawab.
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Pengurus barang.
3. Dokumen.
Dokumen kegiatan ini berupa sertifikat kalibrasi alat.

BAB IV
PENUTUP

11
Pedoman peningatan mutu dan kinerja ini disusun berdasarkan persyaratan akreditasi dan
SMM ISO 9001:2008, serta kebijakan dinas kesehatan kabupaten sleman tentang kegiatan-
kegiatan yang harus dilaksanakan puskesmas dalam rangka memelihara dan meningkatkan
mutu dan kinerja pelayanan di puskesmas.
Sebagai rujukan persyaratan sumber daya manusia dan saran prasarana puskesmas dalam
penyusunan pedoman ini adalah terutama pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75
tahun 2014 tentang Puskesmas. Walaupun dalam susunan pedoman ini tidak tertuang secara
eksplisit.
Dengan disusunya pedoman ini diharapakan dapat menjadi acuan bagi puskesmas dalam
melakukan upaya-upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan. Agar lebih implementatif
dalam pelaksanaannya pedoman ini akan dilengkapi dengan dokumen SPO (Satandar
Prosedur Operasional).
Oleh karena segela keterbatasan yang ada dalam penyusunan pedoman ini, maka untuk
kesempuranan dalam impementasinya, sangat diharapkan masukan perbaikan dari semua
pihak.

12