Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REPORT

“GEOMETRI DAN BIDANG RUANG”

Dosen Pengampu :
Drs. Sahat Siahaan, M.Pd.

Disusun Oleh :
Nama : Windy Putri Maslita Sitanggang
NIM : 4183311010
Kelas : Pendidikan Matematika-A 2018

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU


PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat,
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Geometri dan Bidang Ruang
Bapak Drs. Sahat Siahaan, M.Pd. yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam
menyelesaikan tugas mata kuliah ini dengan baik dan benar.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Geometri dan Bidang Ruang.
Makalah ini berisi tentang Critical Book Report (CBR) Geometri dan Bidang Ruang, semoga
melalui makalah ini penulis dan pembaca mengetahui tentang Geometri dan Bidang Ruang.
Penulis sadar jika dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan bahkan jauh dari
kata sempurna, oleh karena itu penulis memohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran
yang membangun demi kesempurnaan makalah ini kedepannya. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Penulis
I. PENGANTAR

A. IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Matematika 2 Untuk SMP
Pengarang : Muhammad Iswadji
Penerbit : PN Balai Pustaka
Tahun Terbit : 2014
Kota Terbit : Jakarta
Tebal Buku : 323 halaman

B. LATAR BELAKANG GEOMETRI

Geometri adalah ilmu mengenai bangun, bentuk, dan ukuran benda-benda . Geometri
merupakan bagian dari pokok bahasan yang ada dalam pembelajaran matematika. Menurut
Soemadi, pengajaran geometri mempunyai nilai material dan nilai formal. Nilai material
adalah nilai-nilai penerapan geometri serta keterampilan geometri, sedangkan nilai formal
adalah nilai-nilai luhur dalam bermasyarakat yang dapat ditumbuhkan melalui pengajaran
geometri.
Menurut Suydam, tujuan pengajaran geometri adalah untuk mengembangkan intuisi
spasial mengenai dunia nyata, menanamkan pengetahuan yang diperlukan untuk mempelajari
cabang matematika lain serta untuk mangajarkan membaca dan menginterpretasikan argumen
matematika. Tujuan utama dari proses mengajar belajar geometri adalah agar siswa
mempunyai wawasan keruangan (imajinasi spasial) yang tinggi. Wawasan keruangan yang
berkembang dengan baik akan sangat membantu siswa dalam mempelajari cabang-cabang
matematika lain. Hal itu sangat mungkin terjadi karena konsep- konsep dalam matematika
bersifat abstrak, banyak yang dapat diterangkan atau ditunjukkan melalui representasi
geometri .
Menurut pandangan psikologis, mempelajari geometri dapat membantu pengamatan
keruangan. Dari segi matematika sendiri, belajar matematika sangat membantu untuk
mempelajari struktur matematika. Pada kenyataan dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa
hasil belajar geometri masih rendah. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Eni
Muliawati, diperoleh kesimpulan bahwa aspek pemecahan masalah geometri dapat
membangkitkan semangat dalam belajar dan sangat bermanfaat, tetapi pelajaran formal
geometri dapat menimbulkan frustasi bagi siswa .
II. RINGKASAN ISI BUKU

1. Titik, Garis, dan Bidang Sebagai Pengertian Pangkal.


Dalam geometri, titik, garis dan bidang merupakan pengertian pangkal. Maksudnya,
titik, garis dan bidang diterima sebagai istilah yang tidak didefinisikan dan dipandang
sebagai hal yang diterima saja oleh akal sehat (common sense). Namun demikian, dalam
rangka membantu mengerti tentang titik kita dapat menjelaskan ciri-ciri titik, yakni titik
memiliki ukuran kecil sempurna.
Bangun-bangun geometri didefinisikan (diartikan) sebagai himpunan titik-titik
tertentu. Garis merupakan sekumpulan titik-titik tertentu. Kita mengenal garis, sinar garis
dan ruas garis.

A B Ruas garis തതതത


𝐴𝐵 atau തതതത
𝐵𝐴
Sinar garis ሬሬሬሬሬԦ
𝐴𝐵
A B
ሬሬሬሬሬԦ
Sinar garis 𝐵𝐴
A B
ശሬሬሬሬԦ atau 𝐵𝐴
Garis 𝐴𝐵 ശሬሬሬሬԦ
A B

2. Sudut
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan sudut.
Sudut dapat terjadi jika dua buah garis atau dua buah bidang saling berpotongan.
a. Pengertian Sudut

Kaki sudut

Daerah sudut
Titik sudut
Kaki sudut

Sudutdiartikan sebagai bangun yang terjadi dari gabungan dua sinar yang berimpit
pangkalnya. Kita membedakan antara sudut dan daerah sudut.
b. Pemberian Nama Sudut
P
Q  PQR = RQP = 
c. Pengukuran Besar Sudut
R
Besar sudut diukur berdasarkan jarak putaran

1 putaran penuh
1
putaran penuh
2
1
putaran penuh, dan sebagainya.
4
Besar sudut diukur dengan satuan derajat, menit dan detik
1
1° (derajat) = 360 putaran penuh

1° = 60’ (dibaca: 60 menit)


1’ = 60” (dibaca: 60 detik)

Jadi 1 putaran penuh = 360°


1
putaran penuh = 180°, disebut sudut lurus
2
1
putaran penuh = 90°, disebut sudut siku-siku
4

d. Jenis-Jenis Sudut
Misal x adalah besar sudut. Kita dapat membedakan sudut dengan
mengelompokkannya atas:
Sudut Lancip Sudut Siku-siku Sudut Tumpul Sudut lurus

x = 90° 90° < x < 180° x = 180°

(0° < x < 90°)

e. Hubungan antar Sudut


Sudut-sudut x dan y saling berpenyiku, x + y =
y 90°. Sudut y merupakan penyiku dari sudut x
x
dan sebaliknya.

Sudut-sudut  dan  saling berpelurus,  +  =


180°. Sudut  merupakan pelurus dari sudut 
 
dan sebaliknya.
f. Sudut antara Dua Arah Mata Angin
Utara
Barat-Laut
 Sudut  dan sudut
Timur Laut
 saling
Sudut antara dua belakang,
bertolak arah mata=
 . angin yang berdekatan besarnya
45°
Barat Timur (east) 45°.

Barat Daya Tenggara


Selatan
g. Jurusan Tiga Angka untuk menyatakan letak (posisi) atau arah perjalanan menuju
suatu tempat tertentu. Penentuan arah berpedoman pada arah Utara kemudian berputar
searah dengan arah putaran jarum jam.

60° A pada jurusan 112° dari P.


B B pada jurusan 060° dari P.
P 112° C pada jurusan 240° dari P.
240°
C A

h. Sudut Elevasi
Sudut elevasi adalah sudut antara garis horisontal yang melalui titik mata pengamat
dengan arah penglihatan atau arah pandang yang terletak di atas garis horisontal tadi.

Sudut depresi

sudut elevasi

i. Sudut Depresi
Sudut depresi adalah sudut antara garis horisontal yang melalui mata pengamat
dengan arah pandang yang terletak di bawah garis horisontal.

GARIS-GARIS SEJAJAR

1. Pengertian
Dalam geometri bidang, dua garis sejajar diartikan sebagai dua garis yang tidak
mempunyai titik persekutuan.

a b
p

q
Jika garis a dan b mempunyai sebuah titik persekutuan, dikatakan garis a dan b
berpotongan.
Jika garis p dan q tidak mempunyai titik persekutuan, dikatakan garis p dan q sejajar,
yang dilambangkan dengan p //q.

2. Aksioma Kesejajaran Dua Garis


Melalui satu titik di luar sebuah garis dapat dibuat tepat sebuah garis yang sejajar
dengan garis itu.
Melalui titik P di luar garis a dapat
P . dibuat tepat sebuah garis yang sejajar
a garis a.

3. Teorema Kesejajaran Dua Garis


Jika sebuah garis memotong salah satu dari dua garis yang sejajar, maka garis itu juga
akan memotong garis yang kedua.
Jika diketahui a//b dan g memotong a,
maka pasti g juga memotong b.
b
g a

Jika dua buah garis masing-masing sejajar dengan sebuah garis lain, maka kedua garis
itu sejajar satu sama lain.

Jika p//a dan q//a, maka p//q.


p

a q

4. Sudut-sudut yang terjadi jika dua garis dipotong oleh sebuah garis
a Jika dua garis a dan b dipotong oleh
2 A
3 1
4 sebuah garis g maka terjadilah:
g
a) Sudut-sudut sehadap, yaitu:
b
3
2 1
4 A1 dan B1 ; A2 dan B2 ;
B
A3 dan B3 ; A4 dan B4 .

b) Sudut-sudut dalam berseberangan, yaitu:


A3 dan B1 ; A4 dan B2 .
a) Sudut-sudut luar berseberangan, yaitu:
A1 dan B3 ; A2 dan B4 .
b) Sudut-sudut dalam sepihak, yaitu:
A3 dan B2 ; A4 dan B1 .
c) Sudut-sudut luar sepihak, yaitu:
A1 dan B4 ; A2 dan B3 .

c) Teorema tentang sudut-sudut yang terjadi jika dua garis sejajar dipotong oleh
sebuah garis
Jika dua garis sejajar a dan b dipotong oleh sebuah garis p, maka:
i. Sudut-sudut sehadapnya sama besar.

a 2 1A antara lain: B1 = A1 dan B2 = A2


3 4 ii.Sudut-sudut dalam berseberangan sama
b 2 1 B besar
3 4
B2 = A4 dan B1 = A3
p
iii. Sudut-sudut luar berseberangan sama besar
B3 = A1 dan B4 = A2
iv. Tiap dua sudut dalam sepihak jumlahnya 180∘
A4 + B1 = 180∘ dan A3 + B2 = 180∘
v. Tiap dua sudut luar sepihak jumlahnya 180∘
A1 + B4 = 180∘ dan A2 + B3 = 180∘
Teorema tentang dua garis sejajar yang dipotong oleh sebuah garis lain banyak
sekali kegunaannya untuk pembuktian sifat-sifat geometri selanjutnya.

SEGITIGA

Dalam pelajaran geometri di sekolah menengah, pengertian segitiga diturunkan dari


pengertian persegi panjang.

II

I I

Persegi panjang Dua segitiga siku- Segitiga samakaki


siku yang
kongruen
1. Pengertian Segitiga
Jika ada tiga buah titik yang tidak segaris, dua-dua dihubungkan oleh sebuah ruas garis,
maka terdapat tiga buah ruas garis. Gabungan tiga buah ruas garis ini disebut segitiga.
Ketiga buah ruas garis itu disebut sisi. Ketiga buah titik itu disebut titik sudut. Jumlah
panjang ketiga sisi itu disebut keliling segitiga.
Garis-garis istimewa dalam segitiga yaitu: 3 buah garis tinggi, 3 buah garis berat, 3 buah
garis bagi.

2. Jenis-jenis segitiga
Segitiga dibedakan atas:
a. Menurut sudutnya: segitiga lancip, segitiga siku-siku, dan segitiga tumpul.
Segitiga lancip yaitu segitiga yang ketiga sudutnya merupakan sudut lancip.
Segitiga siku-siku yaitu segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut siku-
siku.
Segitiga tumpul yaitu segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut tumpul.
b. Menurut sisinya: segitiga tidak sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga sama sisi.
 Segitiga tidak sama sisi yaitu segitiga yang panjang ketiga sisinya tidak sama.
 Segitiga sama kaki yaitu segitiga yang dua buah sisinya memiliki panjang yang sama.
Selanjutnya kedua sisi itu disebut kaki.
 Segitiga sama sisi yaitu segitiga yang panjang ketiga sisinya sama.

3. Dua Segitiga yang Sebangun


Teorema-teorema kesebangunan dua segitiga, antara lain:
1) Dua buah segitiga sebangun, jika panjang sisi-sisi yang seletak pada kedua segitiga itu
memiliki perbandingan yang sama.
2) Dua buah segitiga sebangun jika dua pasang sudut-sudutnya sama besar.
3) Dua buah segitiga sebangun, jika panjang dua pasang sisi-sisi seletak memiliki
perbandingan yang sama dan sudut yang diapit oleh sisi-sisi ini sama besar.

4. Dua Segitiga Sama Dan Sebangun (Kongruen)


Dua buah segitiga dikatakan sama dan sebangun (kongruen) jika tepat dapat saling
menutupi. Sisi-sisi dan sudut-sudut dua buah segitiga yang tepat saling menutupi disebut
sisi-sisi dan sudut-sudut bersesuaian.
Teorema 1
Pada dua buah segitiga yang sama dan sebangun, sisi-sisi dan sudut-sudut yang
bersesuaian sama besar.
Teorema 2
Dua buah segitiga sama dan sebangun jika sama panjang dua buah sisi dan besar sudut
apitnya.
Teorema 3
Dua buah segitiga sama dan sebangun jika sama: panjang sebuah sisi dan besar kedua
sudut yang berdekatan.
Teorema 4
Dua buah segitiga sama dan sebangun jika sama: panjang sebuah sisi, besar sudut yang
berdekatan dan besar sudut yang berhadapan.
Teorema 5
Dua buah segitiga sama dan sebangun jika sama ketiga buah sisinya.

5. Garis-garis Istimewa pada Segitiga


Pada sebarang segitiga dapat kita lukis garis-garis istimewa, yaitu: sumbu, garis tinggi,
garis berat, garis bagi. Pada sebarang segitiga terdapat tiga buah sumbu, tiga buah garis
tinggi, tiga buah garis berat, dan tiga buah garis bagi. Garis-garis ini dikatakan istimewa
karena ketiga garis dari masing-masing garis istimewa itu memiliki satu titik persekutuan.
a) Sumbu
Sumbu suatu ruas garis adalah garis yang membagi dua sama panjang dan tegak lurus
pada ruas garis tersebut.
Sumbu suatu ruas garis adalah tempat kedudukan titik-titik yang sama jauhnya dari
ujung-ujung ruas garis tersebut.
Sumbu pada segitiga adalah garis yang membagi dua sama panjang dan tegak lurus
pada tiap sisi segitiga. Terdapat tiga sumbu pada suatu segitiga yang ketiganya
berpotongan di satu titik.
b) Garis tinggi
c) Garis berat
d) Garis bagi
6. Teorema Pythagoras
Dalam sebuah segitiga siku-siku, jumlah luas daerah-daerah persegi yang dibuat pada
kedua sisi siku-sikunya sama dengan luas daerah persegi yang dibuat pada sisi
miringnya.

b a

A c B

Jika panjang kedua sisi siku-siku pada ∆ABC masing-masing b dan c, dan panjang sisi
miringnya a, maka teorema di atas dapat dirumuskan dengan:
b2 + c2 = a2
dengan kalimat:
Dalam sebuah segitiga siku-siku, jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya sama
dengan kuadrat panjang sisi miringnya.
Rumusan ini yang selanjutnya digunakan dalam penyelesaian soal-soal.

7. Teorema Proyeksi
Dari teorema Pythagoras dapat diturunkan teorema proyeksi pada segitiga miring, yaitu
segitiga yang bukan segitiga siku-siku.
a. Teorema Proyeksi untuk Sisi di depan Sudut Lancip
Dalam suatu segitiga, kuadrat panjang sisi yang berhadapan dengan sudut lancip
sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi yang lain dikurangi dengan dua kali
hasilkali panjang salah satu sisi dengan panjang proyeksi sisi lain ke sisi tersebut.
C Diketahui:

b t a 𝐶𝐷  തതതത
തതതത 𝐴𝐵 , mA < 90, p panjang proyeksi
തതതത pada 𝐴𝐵
𝐴𝐶 തതതത
p c–p
A D c B Dibuktikan: a2 = b2 + c2 – 2cp

Bukti:
Dalam ∆BCD: a2 = (c – p)2 + t2 ................. (Th. Pythagoras)
Dalam ∆ACD: t2 = b2 – p2 ................. (Th. Pythagoras)
Subtitusikan t2 = b2 – p2 ke a2 = (c – p)2 + t2 diperoleh:
a2 = (c – p)2 + b2 – p2
 a2 = c2 – 2cp + p2 + b2 – p2
 a2 = b2 + c2 – 2cp

b. Teorema Proyeksi untuk Sisi di depan Sudut Tumpul


Dalam suatu segitiga, kuadrat panjang sisi yang berhadapan dengan sudut tumpul
sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi yang lain, ditambah dengan dua kali
hasilkali panjang salah satu sisi dengan panjang proyeksi sisi lain ke sisi tersebut.

C Diketahui:

t b a 𝐶𝐷  തതതത
തതതത 𝐴𝐵 , mA > 90, p panjang proyeksi
തതതത
𝐴𝐶 pada perpanjangan തതതത
𝐴𝐵 (proyeksi തതതത
𝐴𝐶 pada
2 2 2
Dibuktikan:
p ac = b + c തതതത
+ 2cp
𝐴𝐵 )
D
Bukti: A B

Dalam ∆BCD:
a2 = (c + p)2 + t2 ................. (Th. Pythagoras)
Dalam ∆ACD:
t2 = b2 – p2 ................. (Th. Pythagoras)
Subtitusikan t2 = b2 – p2 ke a2 = (c + p)2 + t2 diperoleh:
a2 = (c + p)2 + b2 – p2
 a2 = c2 + 2cp + p2 + b2 – p2
 a2 = b2 + c2 + 2cp
𝒃𝟐 +𝒄𝟐 −𝒂𝟐
Dari teorema 6.a, yakni: a2 = b2 + c2 – 2cp diperoleh 𝒑= .
𝟐𝒄
𝒂𝟐 −𝒃𝟐 −𝒄𝟐
Dari teorema 6.b yakni: a2 = b2 + c2+ 2cp diperoleh 𝒑= .
𝟐𝒄
Berarti jika dalam suatu segitiga panjang semua sisinya diketahui, kita dapat
menghitung panjang proyeksi sebuah sisi pada sisi yang lain.

8. Teorema Stewart
Jika dalam ∆ABC, x menyatakan panjang ruasgaris yang menghubungkan titik sudut C
dengan titik P yang terletak pada sisi AB, sehingga AP = c1 dan BP = c2, maka berlaku:
x2c = a2c1 + b2c2 – c1 c2 c.

C Diketahui: perhatikan gambar di


തതതത sehingga AP = c1
samping. P pada 𝐴𝐵
𝐶𝐷  തതതത
dan BP = c2, തതതത 𝐴𝐵 , dan CP = x.
b t x a
Buktikan:
x2c = a2c1 + b2c2 – c1 c2 c.
p
A D P B
c1 c2
c

Bukti:
Dalam ∆PBC : a2 = c22 + x2 + 2c2p ..................(1) (Teorema Proyeksi)
Dalam ∆APC : b2 = c12 + x2 – 2c1p ..................(2) (Teorema Proyeksi)

Jika kedua ruas persamaan (1) dikalikan dengan c1 dan kedua ruas persamaan (2)
dikalikan dengan c2, masing-masing akan didapatkan:

a2c1 = c22c1 + x2 c1 + 2 c1 c2 p .................................... (3)


b2 c2 = c12 c2 + x2 c2 – 2c1 c2 p.................................... (4)
Dengan menjumlah masing-masing ruas dari persamaan (3) dan (4) diperoleh:
a2c1 + b2 c2 = c22c1 + x2 c1 + 2 c1 c2 p + c12 c2 + x2 c2 – 2c1 c2 p
 a2c1 + b2 c2 = c1 c2 (c1 + c2 ) + x2 (c1 + c2 )
 a2c1 + b2 c2 = c1 c2 c + x2 c
 x2 c = a2c1 + b2 c2 – c1 c2 c
Dengan Teorema Stewart tersebut memungkinkan kita untuk menentukan panjang
ruasgaris yang menghubungkan salah satu titik sudut dari sebuah segitiga dengan
sembarang titik pada sisi di depannya, jika letak titik tersebut dan panjang ketiga sisi
segitiga tersebut diketahui.

JAJARGENJANG

1. Jajargenjang
Jajargenjang adalah segiempat yang sepasang-sepasang sisi berhadapannya sejajar.

Daerah jajargenjang dapat diperoleh antara lain jika sebuah daerah segitiga diputar
sejauh setengah putaran mengelilingi titik tengah salah satu sisinya, gabungan daerah
segitiga itu dengan bayangannya berupa sebuah daerah jajargenjang.

D C Dari cara memperoleh jajargenjang

T seperti di atas, dengan mudah


didapatkan sifat-sifat atau ciri-ciri
penting dari sebuah jajargenjang.
A B (perhatikan gambar di samping), yaitu:

a. Kedua sisi yang berhadapan sama panjang


AB = CD dan AD = BC
b. Kedua sudut yang berhadapan sama besar
A = C dan B = D
c. Kedua sudut yang berdekatan saling berpelurus
A + B = 180, A + D = 180
d. Jumlah besar semua sudutnya 360
A + B + C + D = 360
e. Setiap diagonal membagi jajargenjang menjadi dua bagian yang kongruen
∆ABD ≅∆CBD dan ∆ABC ≅∆CDA
f. Kedua diagonalnya saling berpotongan di tengah-tengah atau saling membagi dua
sama panjang.
AT = TC dan BT = TD
Daerah Jajargenjang juga dapat diperoleh atau dapat dibentuk dari sebuah daerah
persegi panjang sebagai berikut:

D E C E F
F

tinggi
lebar

A Dari daerah persegi panjang


B ABCD dapat
A dibentuk
G daerah jajargenjang
B ABFE.
panjang alas

Karena luas jajargenjang ABFE sama dengan luas persegi panjang ABCD, sedang
luas persgi panjang ABCD sama dengan panjang x lebar, maka dengan mudah
ditunjukkan bahwa:
Luas jajargenjang ABFE = Luas persegi panjang ABCD
= AB × BC
= AB × GE
= alas × tinggi
Jadi, Luas jajargenjang = alas × tinggi.

2. Belahketupat
Belahketupat adalah jajar genjang yang keempat sisinya sama panjang.

Dari definisi belahketupat dapat dibuktikan sifat-sifat belahketupat, antara lain:


1) Sisi-sisi yang berhadapan sepasang-sepasang sejajar.
2) Setiap diagonal merupakan sumbu simetri.
3) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan terbagi dua sama besar oleh
diagonalnya.
Sifat-sifat belahketupat di atas digunakan sebagai landasan untuk macam-macam
lukisan dasar, dengan menggunakan penggaris dan jangka, yaitu antara lain: melukis
garis tegaklurus garis lain, melukis garis bagi sudut, melukis sumbu ruas garis, melukis
garis berat segitiga serta melukis sudut-sudut 90, 60, 45, 30 dan beberapa sudut
khusus lainnya.

3. Persegi panjang
Persegi panjang adalah jajar genjang yang ukuran keempat sudutnya sama.
Dari pengertian di atas, dapat diketahui bahwa persegi panjang memiliki empat sudut
siku-siku. Sifat-sifat lain dari persegi panjang adalah:
1) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang.
2) Diagonal-diagonalnya sama panjang dan slaing berpotongan di tengah-tengah.

4. Persegi
Persegi adalah belah ketupat yang ukuran keempat sudutnya sama.
Sifat-sifat persegi adalah gabungan dari sifat-sifat belah ketupat dan persegi panjang.
Sifat-sifat pesegi antara lain:
1) Sudut-sudut dan sisi-sisi yang berhadapan sepasang-sepasang sama.
2) Diagonal-diagonalnya sama panjang.
3) Diagonal-diagonalnya saling memotong di tengah-tengah dan saling tegak lurus.
4) Diagonal-diagonalnya membagi dua sudut sama besar.
III. KEUNGGULAN BUKU

A. KETERKAITAN ANTAR BAB


Keterkaitan materi antara paragraf satu dengan yang lainnya saling berkaitan.
Penyusunan materi yang rapi dan saling terkait misalnya, pada pembahasan sub judul akan
dijabarkan lagi pengertian dan jenis-jenis dari sub judul tersebut. Selain itu sub-sub judul
tersebut diurutkan secara sistematis dan logis.

B. KEMUTAKHIRAN ISI BUKU


Dalam buku ini memiliki teori-teori yang benar, sangat bagus dan sangat membangun
dalam memberikan lebih wawasan kepada si pembaca khususwa saya dan mahasiswa jurusan
matematika di manapun karena buku ini memiliki materi yang cukup lengkap sebagai acuan
dan pedoman dasar serta dilengkapi dengan pembuktian-pembuktian rumus.

IV. KELEMAHAN BUKU

A. KETERKAITAN ANTAR BAB


Paragraf yang tergabung dalam bab ini dinilai sudah memiliki kegayutan yang baik
dan sistematis dan logis sehingga tidak ditemukan bagian yang tidak berhubungan atau
dengan kata lain paragraf-paragraf yang terdapat dalam buku ini sangat berkesinambungan
dengan subjudul yang membatasinya.

B. KEMUTAKHIRAN ISI BUKU


Buku ini tidak memberikan dampak negative bagi para pembaca bahkan memberikan
wawasan positif yang membangun karakter dan pengetahuan yang lebih pada pembaca,
namun jika berbicara tentang kekurangan buku ini masih kurang memberikan tarikan untuk
para pembaca dalam memiliki keinginan membacanya, dan buku ini sudah di rancang
sedemikian baik.
V. IMPLIKASI

A. TEORI
Dalam buku ini memiliki beberapa teori dan konsep seperti teorema phytagoras,
teorema proyeksi, teorema stewart serta teori-teori dalam mencari luas dan keliling bangun
datar. Dan memberi wawasan lebih tentang dasar-dasar geometri yang dapat di temukan
dalam pembelajaran setiap materi antar bab yang ada.

B. PROGRAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA


Buku ini sangat bagus dan sangat penting dalam dasar-dasar matematika khususnya
materi geometri dan buku ini sangat membangun sebagai media pengetahuan yang lebih luas
untuk para guru dan calon guru Indonesia.

C. ANALISIS MAHASISWA
Buku ini sangat bermanfaat untuk dapat mempelajari bagaimana cara penggunaan
teorema-teorema dan rumus-rumus mengenai geometri, karena dengan membaca buku ini
kita dapat memahami dan mengerti bagaimana menggunakan dan menjalankan rumus-rumus
tersebut.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Geometri adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk,
ukuran, posisi dan sifat suatu bidang. Bidang datar adalah suatu bidang yang terdiri dari dua
dimensi yaitu panjang dan lebar, sedangkan bangun ruang adalah suatu bangun yang terdiri
dari tiga dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi. Dasar geometri adalah titi, garis dan bidang.
Dari dasar tersebutlah yang akan menjadi bangun-bangun datar seperti segitiga, jajargenjang,
persegi, persegi panjang,dll.

B. SARAN
Menurut saya, sajian dari buku ini sudah baik dan sangat lengkap, hanya saja saya
menyarankan agar rumus-rumus yang tertera disajikan dalam kolom agar lebih jelas dan
gambar-gambar yang ada pada buku tersebut diberi warna agar lebih menarik. Dan kepada
pembaca makalah ini saya mengharapkan saran dan kritikan lainnya agar lebih baik
kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA

Iswadji, Muhammad. 2014. Matematika 2 Untuk SMP. Jakarta: PN.Balai Pustaka.


Siahaan, Sahat. 2019. Geometri Bidang dan Ruang. Medan: UNIMED.