Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MATERNITAS II

“KB IMPLAN”

Disusun oleh : Kelompok 6

1. Muhammad Rozak
2. Nurbaety Rumandhani
3. Siti Suciati N.
4. Tastriya Nuryunita

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Maternitas II

S1 KEPERAWATAN 4A

UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA


PURWOKERTO

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah “KB IMPLAN” ini dapat tersusun hingga selesai. Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah yang kami tulis ini dapat memberikan tambahan wawasan
bagi teman-teman mahasiswa keperawatan dan semoga bisa menjadi bahan referensi
untuk pembelajaran kita bersama.

Purwokerto, Maret 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................... 2

Daftar Isi..................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................................... 4

B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 4

C. Tujuan Penulisan ............................................................................................ 4

BAB II PEMBAHASAN

A.Definisi Implan .................................................................................................5

B.Jenis .................................................................................................................. 5

C. Cara Kerja .......................................................................................................5

D. Efektifitas ........................................................................................................6

E. Efek Samping...................................................................................................6

F. Waktu Pemasangan .........................................................................................7

G. Keuntungan dari Segi Kontrasepsi .................................................................7

H. Prosedur Pemasangan .....................................................................................8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...................................................................................................10

B. Saran .............................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Banyak orang yang menggunakan berbagai cara untuk menunda
kehamilan atau tidak ingin hamil. Cara tersebut bisa dilakukan dengan berbagai
alat kontrasepsi. Banyak alat kontrasepsi yang sudah ada dalam dunia kesehatan
di Indonesia. Dari berbagai alat kontrasepsi tersebut ada yang memilik efek
samping yang ringan hingga parah. Salah satu alat kontrasepsi yang dipakai
masyaratakat Indonesia adalah implant atau lebih di kenal dengan susuk. Dimana
obat dimasukan melalui injeksi atau pun dengan insisi untuk memasukan obat
implan melalui trocad. Biasanya dilakukan dibagian lengan kiri pasien/ akseptor.
Cara kontrasepsi ini cocok bagi mereka yang tidak ingin pemeriksaan dalam,
karena obat tidak dimasukin ke daerah kelamin wanita maupun laik-laki.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1) Apa yang dimaksud Implan ?
2) Apa keuntungan menggunakan Implan ?
3) Bagaimana cara menggunakan/pemasangan Implan ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


1) Mengetahui definisi implan
2) Mengetahui keuntungan penggunaan implan
3) Mengetahui cara pemasangan implan

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI IMPLANT

Implant adalah salah satu jenis alat kontrasepsi yang brupa susuk yang
terbuat dari sejenis karet silastik yang berisi hormone yang dipasang pada lengan
atas.

B. JENIS
a. Norplant
Teridiri atas 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm dengan
diameter 2,4 mm yang diisi dengan 36 mg lenonorgestrel. Lama kerjanya 5
tahun.

b. Implanon
Terdiri atas 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm dan
diameter 2 mm yang diisi dengan 68 mg 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya
3 tahun.

c. Jadena dan indoplant


Terdiri atas 2 batang yang berisi 75 mg lenonorgestrel dengan lama kerja 3
tahun

C. CARA KERJA

a. Lendir serviks menjadi kental.

b. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi


implantasi.

c. Mengurangi tranportasi sperma.

d. Menekan ovulasi.

5
D. EFEKTIFITAS

a. Efektivitasnya tinggi, angka kegagalan norplant < 1 per 100 wanita per tahun
dalam 5 tahun pertama.

b. Efektivitas norplant berkurang sedikit setelah 5 tahun dan pada tahun ke 6 kira-
kira 2,5 - 3% akseptor menjadi hamil.

E. EFEK SAMPING DAN PENANGANANNYA

a. Amenorrhea

Yakinkan ibu bahwa hal itu adalah biasa, bukan merupakanefek samping yang
serius. Evaluasi untuk mengetahui apakah ada kehamilan, terutama jika terjadi
amenorrhea setelah masa siklus haid yang teratur. Jika tidak ditemui masalah,
jangan berupaya untuk merangsang perdarahn dengan konstrasepsi oral
kombinasi.

b. Perdarahan bercak (spotting) ringan

Spotting sering di temukan terutama pada tahun pertama penggunaan. Bila


tidak ada masalah dengan klien tidak hamil, tidak diperlukan tindakan apapun.
Bila klien mengeluh dapat diberikan:

1). Kontrasepsi oral kombinasi (30-50 µg EE) selama 1siklus

2). Ibuprofen (hingga 800 mg 3 kali sehari x 5 hari )

Terangkan pada klien bahwa akan terjadi perdarahan setelah pil kombinasi
habis.

Bila terjadi perdarahan lebih banyak dari biasa, berikan 2 tablet pil kombinasi
selama 3-7 hari dan di lanjutkan dengan 1 siklus pil kombinasi.

c. Pertambahan atau kehilangan berat badan (perubahan nafsu makan)

6
Informasikan bahwa kenaikan atau penurunan BB sebanyak 1-2 kg dapat
saja terjadi. Perhatikan diet klien bila perubahan BB terlalu mencolok. Bila
BB berlebihan, hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain.

d. Ekspulsi

Cabut kapsul ekspulsi, periksa apakah kapsul yang lain masih di tempat,
dan apakah terdapat tanda-tanda infeksi daerah insersi.

Bila tidak ada infeksi dan kapsul lain masih berada pada tempatnya, pasang
kapsul baru satu buah pada tempat insersi yang berbeda.

Bila ada infeksi cabut seluruh kapsul yang ada dan pasang kapsul baru pada
lengan yang lain atau ganti cara.

e. Infeksi pada daerah insersi


Bila infeksi tanpa nanah : bersihkan dengan sabun dan air atau antiseptik,
berikan antibiotik yang sesuai untuk 7 hari. Implant jangan di lepas dan minta
klien control satu minggu lagi. Bila tidak membaik, cabut implant dan pasang
yang baru di lengan yang lain atau ganti cara.
Bila ada abses : bersihkan dengan antiseptik,insisi dan alirkan pus keluar, cabut
implant, lakukan perawatan luka, beri antibiotika oral 7 hari.

F. WAKTU PEMASANGAN
a. Sewaktu haid berlangsung
b. Setiap saat asal di yakini klien tidak hamil
c. Bila menyusui : 6 minggu sampai 6 bulan pasca salin
d. Saat ganti cara dari metode yang lain
e. Pasca keguguran

G. KEUNTUNGAN DARI SEGI KONTRASEPSI

a. Daya guna tinggi


b. Perlindungan jangka panjang sampai 5 tahun
c. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
d. Tidak memperlukan pemeriksaan dalam

7
Keuntungan Dari Segi Non Kontrasepsi

a. Mengurangi nyeri haid


b. Mengurangi jumlah darah haid
c. Mengurangi atau memperbaiki anemia
d. Melindungi terjadinya kanker endometrium.
e. Menurunkan angka kejadian tumor jinak payudara
f. Menurunkan angka kejadian endometriosis

H. PROSEDUR PEMASANGAN

a. Terhadap calon akseptor di lakukan konseling dan KIE yang selengkap


mungkin mengenal norplant ini sehingga calon akseptor betul-betul mengerti
dan menerimanya sebagai cara kontrasepsi yang akan di pakainya dan berikan
informed consent untuk di tanda tangani oleh suami istri.
b. Persiapan alat-alat yang di perlukan
1) Sabun antiseptik
2) Kasa steril
3) Cara antiseptik (betadine)
4) Kin steril yang mempunyai lubang
5) Obat anestesi lokal
6) Semprit dan jarum suntik
7) Trocar no. 10
8) Sepasang sarung tangan steril
9) Satu set kapsul norplant (6 buah)
10) Scalpel yang tajam

8
c. Teknik pemasangan :

1) Tenaga kesehatan mencuci tangan dengan sabun


2) Daerah tempat pemasangan (lengan kiri bagian atas) di cuci dengan sabun
antiseptic
3) 3Calon akseptor dibaringkan terlentang di tempat tidur dan lengan kiri
diletakan pada meja kecil di samping tempat tidur akseptor
4) Gunakan handscoon steril dengan benar
5) Lengan kiri pasien yang akan dipasang diolesi dengan cairan antiseptic/
betadine
6) daerah tempat pemasangan norplant di tutup dengan kain steril yang
berlubang
7) Dilakukan injeksi obat anestesi kira-kira 6-10
8) Setelah itu dibuat insisi lebih kurang sepanjang 0,5 cm dengan skalpel yang
tajam.
9) Trocad dimasukan melalui lubang insisi sehingga sampai pada jaringan bawah
kulit.
10) Kemudian kapsul dimasukan ke dalam trokar dan di dorong dengan plunger
sampai kapsul terletak di bawah kulit.
11) Demikian dilakukan berturut-turut dengan kapsul kedua sampai keenam,
kapsul dibawah kulit diletakan demikian rupa sehingga susunannya seperti
kipas.
12) Setelah semua kapsul terletak dibawah kulit, trokar di tarik pelan-pelan keluar
13) Kontrol luka apakah ada pendarahan atau tidak.
14) Dekatkan luka, beri plester kemudian dibalut dengan perban untuk mencegah
perarahan dan agar tidak terjadi haematom
15) Nasehat pada akseptor agar luka jangan basah, selama lebih kurang 3 hari dan
datng kembali jika terjadi keluhan-keluhan yang mengganggu.

9
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Implan merupakan alat kontrasepsi yang menggunakan spet dan jarum suntik
sebagai medianya maupun menggunakan scaple untuk insisi dan trocad untuk
memasukan obat implan. Cara ini banyak digunakan bagi mereka yang tidak
ingin pemeriksaan organ dalam.

Banyak pula keuntungan yang dapat di ambil bila menggunaka cara implan
diantaranya :

- Daya guna tinggi


- Perlindungan jangka panjang sampai 5 tahun
- Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
- Tidak memperlukan pemeriksaan dalam

B. SARAN
Semoga dengan adnaya makalah ini mapu menambah wawasan dan
memberikn gambaran yang jelas tantang penggunaan implan dengan baik dan
buruknya semoga bisa menjadi bahan pertimbangan. Dengan adanya keluhan dan
berbagai permasalahan dari efek samping penggunaan implan semoga dapat
diminimalisir baik untuk mengurangi angka sakit maupun pedarahan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Handayani Sri. 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta :


Pustaka Rihama

11