Anda di halaman 1dari 9

TUGAS RANGKUMAN KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI

Dosen : I Gede Eka Maulana, ST MT

Nama : Eka Prayogo

Npm : 4315210032

FAKULTAS TEKNIK MESIN UNIVERSITAS PANCASILA

JAKARTA SELATAN

2018
Diagram P-V Motor Otto Dua Langkah dan Empat Langkah

Siklus motor otto merupakan siklus udara pada volume konstan, siklus ini
digambarkan dengan grafik P vs V (P versus V). Sifat ideal yang dipergunakan serta
keterangan mengenai proses siklusnya adalah sebagai berikut:

 Fluida kerja dianggap sebagai gas ideal dengan kalor spesifik yang konstan.
 Langkah isap (0 – 1) merupakan proses dengan tekanan konstan (isobarik).
 Langkah kompresi (1 – 2) adalah proses isentropik (entropi = c)
 Proses pembakaran volume konstan (2 – 3) dianggap sebagai proses pemasukkan
kalor pada volume konstan.
 Langkah kerja (3 – 4) adalah proses isentropik.
 Proses pembuangan (4 – 1) dianggap sebagai proses pengeluaran kalor pada volume
konstan.
 Langkah buang (1 – 0) adalah proses tekanan konstan (isobarik).

Siklus dianggap tertutup artinya siklus ini berlangsung dengan fluida kerja yang sama
atau gas yang berada didalam silinder pada titik (1) dapat dikeluarkan darai dalam
silinder pada waktu langkah buang, pada langkah isap berikutnya akan masuk sejumlah
fluida kerja yang sama.
DIAGRAM P – V MOTOR OTTO EMPAT LANGKAH

Keterangan:

0-1 = Langkah Isap

pada P = c (isobarik)

1-2 = Langkah Kompresi,

P bertambah,

Q = c (adiabatik)

2-3 = Pembakaran, P naik,

V = c (isokhorik)

3-4 = Langkah Kerja P bertambah,

V = c (adiabatik)

4-1 = Pengeluaran Kalor sisa pada

V = c (isokhorik)

1-0 = Langkah Buang pada P = c


DIAGRAM P – V MOTOR OTTO DUA LANGKAH

Keterangan:

1-2 = Langkah Kompresi tekanan

naik, Q = c (adiabatik)

2-3 = Pembakaran,

dianggap sebagai proses

pemasukan kalor pada

P naik, V = c (isokhorik)

3-4 = Langkah Kerja

V bertambah,

P turun (adiabatik)

4-1 = langkah buangan,

dianggap sebagai

proses pelepasan kalor pada

Volume-konstan.
MESIN 2 TAK / 2 LANGKAH

Pada prinsipnya motor bakar 2 langkah (2 tak) melakukan siklus Otto hanya dalam
dua langkah piston atau satu putaran poros engkol. Penemuan motor bakar 2 tak sukses
oleh Sir Dougald Clerk tahun 1876. Ada 2 langkah saat mesin 2 tak beroperasi.

Langkah pertama:

 Piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah).
 Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB, maka akan menekan ruang bilas
yang berada di bawah piston. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju
TMB, tekanan di ruang bilas semakin meningkat.
 Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas
dan lubang pemasukan gas.
 Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar
keluar melalui lubang pembuangan.
 Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan dalam
ruang bilas akan terpompa masuk dalam ruang bakar sekaligus mendiring gas
yang ada dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
 Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas
dalam ruang bilas masuk ke dalam ruang bakar.

Langkah kedua:

 Piston bergerak dari TMB ke TMA.


 Pada saat piston bergerak dari TMB ke TMA, maka akan menghisap gas hasil
pencampuran udara, bahan bakar dan pelumas masuk ke dalam ruang bilas.
Percampuran ini dilakukan oleh karburator sistem injeksi.
 Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan
mengkompresi gas yang terjebak dalam ruang bakar.
 Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
 Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi menyala untuk membakar
gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi sebelum piston sampai TMA dengan
tujuan agar puncak tekanan dalam ruang bakar akibat pembakaran terjadi saat
piston mulai bergerak dari TMA ke TMB karena proses pembakaran sendiri
memerlukan waktu dari mulai nyala busi sampai gas terbakar dengan sempurna.
Diagram P-V :

Keterangan:

 Langkah 0-1 adalah langkah isap. Campuran udara dan uap bensin masuk
ke dalam silinder.
 Langkah 1-2 adalah langkah pemampatan. campuran udara dan uap
bensin ditekan secara adiabatik
 Garis 2-3 adalah pembakaran secara cepat yang menghasilkan pemanasan
gas pada volume konstan. Campuran udara dan uap bensin dipanaskan
pada volume konstan campuran dibakar.
 Langkah 3-4 adalah langkah ekspansi gas panas. Gas yang terbakar
mengalami pemuaian adiabatik
 Sedang segmen 4-1 turunnya tekanan secara tiba-tiba karena dibukanya
katup buang. Pendinginan pada volume konstan – gas yang terbakar
dibuang ke pipa pembuangan dan campuran udara + uap bensin yang
baru, masuk ke silinder.
 Setelah itu gas dibuang pada langkah 1-0
SIKLUS DIESEL

Ditemukan pada tahun 1890 oleh seorang berkebangsaan Jerman yaitu


Rudolph Diesel. Sama halnya dengan siklus otto, siklus diesel merupakan
siklus bolak-balik (reciprocating), namun pada siklus ini terdapat pengapian
kompresi yang berbeda dengan siklus otto (menggunakan spark plug). Pada
siklus diesel ini spark plug dan karburator digantikan oleh injektor bahan
bakar.
Siklus diesel dapat dirancang dengan rasio kompresi yang tinggi (pada
umumnya 12-24). Diagram perbandingan T-S dan P-V dapat dilihat pada
gambar:

Berbeda pada siklus otto, siklus diesel terdapat rasio pancung (cutoff
ratio) yang terjadi pada proses pembakaran seperti yang terlihat pada diagram
diatas proses 2-3. Untuk proses pada siklus diesel 4 langkah dapat dilihat
pada gambar:
Pada gambar pertama (kiri ke kanan) merupakan langkah kompresi
setelah udara masuk ke dalam ruang bakar. Udara ini dikompresi hingga
mempunyai tekanan yang sangat tinggi sekali. Pada gambar kedua merupakan
proses injeksi bahan bakar. Akibat tekanan udara yang sangat tinggi sekali
dan injeksi dari bahan bakar tersebut menyebabkan terjadinya pembakaran.
Pada gambar ketiga merupakan langkah tenaga dimana akibat ledakan dari
pembakaran tadi piston didorong ke bawah dan menyebabkan terjadinya
daya/power. Pada gambar keempat merupakan langkah buang, dimana sisa
dari pembakaran dibuang ke lingkungan.
Untuk kompresi rasio yang sama siklus diesel mempunyai efisiensi
yang lebih tinggi dibandingkan dengan siklus otto. Adapun rumus untuk
mencari efisiensi siklus diesel adalah:

Efisiensi siklus diesel yang tinggi menyebabkan siklus ini digunakan


untuk mesin-mesin dengan kapasitas besar. Seperti yang terdapat pada truk,
lokomotif, mesin kapal, dan pembangkit tenaga listrik darurat (genset).
SIKLUS GABUNGAN

Siklus gabungan ialah dimana adanya persamaan antara siklus motor


bensin dengan siklus motor diesel di dalam proses pembakaran di dalam
silinder ,dapat kita lihat dibawah ini.

proses siklus:
0-1 : Pemasukan BB pd P konstan

1-2 : Kompresi Isentropis

2-3a : Pemasukan kalor pd V konstan

3a-3 : Pemasukan Kalor pd P konstan

3-4 : Ekspansi Isentropis

4-1 : Pembuangan kalor pd V konstan

1-0 : Pembuangan gas buang pd P konstan