Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REPORT

EKONOMI PUBLIK

DosenPengampu : Pebri Hastuti, S.Pd, M.Pd

DISUSUN OLEH:

Indah Napitupulu 7171141009

May Rifani 7171141013

Sisilia Gultom 7171141023

Tessalonika Dolok Saribu 7171141024

Citra Manik 7173341007

Grace Pretty Mayawi Pasaribu 7173341021

Kelas : A

PRODI PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Medan 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah
melimpahkan rahmat kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book
Report ini dengan baik untuk memenuhi tugas dari mata kuliah “Ekonomi Publik”

Tulisan ini berisi ulasan-ulasan dari buku yang berjudul “Ekonomi Publik” mulai dari
identitas buku, keunggulan & kelemahan, serta kesimpulan dan saran dari buku tersebut.
Terlepas dari itu semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dan
kesalahan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan
tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat
memperbaiki tulisan ini ke waktu yang akan datang.

Akhir kata saya berharap critical book report ini dapat memberikan manfaat kepada
semua pembaca. Terima Kasih.

Medan, Februari 2019

Kelompok 3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................

DAFTAR ISI......................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................

A. Latar Belakang ........................................................................................................


B. Tujuan .....................................................................................................................

BAB II IDENTITAS BUKU .............................................................................................

BAB III PEMBAHASAN .................................................................................................

A. Perbandingan buku..................................................................................................
B. Kelebihan dan Kelemahan ......................................................................................

BAB IV PENUTUP ..........................................................................................................

A. Kesimpulan .............................................................................................................
B. Saran ......................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekonomi Publik merupakan cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-
masalah ekonomi publik (publik dapat diartikan masyarakat, pemerintah atau negara)
seperti kebijakan subsidi atau perpajakan, regulasi atau deregulasi, nasionalisasi atau
privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahanan pangan, kebijakan teknologi, pertahanan
dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.
Ekonomi publik juga disebut dengan finansial publik. Montesqieu, seorang
ahli tata Negara, menyebutkan bahwa kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi
kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Kekuasaan eksekutif yang dipegang
oleh pemerintah yaitu presiden dan para pembantunya, pada umumnya paling
berpengaruh terhadap suatu perekonomian. Hal ini karena eksekutif paling banyak
bersinggungan secara langsung dengan aktivitas ekonomi melalui pembelanjaan dan
kebijakan ekonominya. Ruang lingkup ekonomi publik merupakan kawasan dimana
ekonomi publik dijalankan oleh pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakatnya.
Adapun pembagian-pembagiannya akan dibahas di bagian pembahasan yang terdapat
di makalah ini.
Pelaku ekonomi publik merupakan sebagian orang maupun masyarakat serta
pemerintahan yang menjalankan sisitem dari ekonomi tersebut yang saling
berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya. Dan
nanti kita akan membahas siapa-saipa saja yang termasuk dalam pelaku ekonomi
publik itu. Landasan ekonomi publik merupakan dasar dari pemikiran atau bisa
disebut juga acuan untuk menjalankan sistem ekonomi publik di dalam masyarkat.
Agar terciptanya kesejahteraan perekonomian di dalam masyarakat.

B. Tujuan
Proses ekonomi publik berisi tentang produksi, konsumsi dan distribusi yang
berlangsung di masyrakat maupun di pemerintahan yang mana kegiatan ini bertujuan
untuk melancarkan sistem dari ekonomi publik yang diterapkan di suatu wilayah atau
negara.
Adapun peran pemerintah dalam ekonomi publik mengurangi dampak akibat
kegagalan pasar, sehingga tujuan kesejahteraan dan keadilan pada masyarakat bisa
tercipta. Oleh karena itu tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu akan menerangkan
dan menjelaskan lebih dalam tentang pengertian, ruang lingkup, pelaku, landasan
atau dasar serta peran pemerintah dalam Ekonomi Publik
BAB III
IDENTITAS BUKU

Judul : EKONOMI PUBLIK


Edisi :3
Pengarang : Dr. Guritno Mangkoesoebroto, M.Ec.
Penerbit : BPFE-YOGYAKARTA
Tahun terbit : 2014
ISBN : 979-503-293-3
Hal dan Vol : xii + 300 hal

Judul : EKONOMI PUBLIK untuk keuangan &Pembangunan Daerah


Edisi :1
Pengarang : Drs. M. Suparmoko, Ph,. D.,M.A
Penerbit : C.V ANDI OFFSET
Tahun terbit : 2002
ISBN : 979-533-792-0
Hal dan Vol : xvi + 426 hlm.;20,5 x 24 Cm
BAB III
PEMBAHASAN
A. Perbandingan
A. 1 Ringkasan Buku Utama
Bab 1.
Pada bab ini membahas tentang bagaimana fungsi pemerintah dalam perekonomian
suatu Negara. Dimana fungsi pemerintahannya yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi,
fungsi stabilisasi. Pada bab ini juga membahas tentang kegagalan pemerintah dalam
menciptakan kondisi pareto optimal.
Bab 2.
Membahas mengenai bagaimana efisiensi alokasi sumber-sumber ekonomi dalam
perekonomian yang menggunakan sistem pasaryang dianalisis menjadi 2 yaitu
efisiensi konsumen, dan efisiensi produsen. Pada bab ini juga menbahas criteria
kompensasi atas kerugian dimana menurut ahli Kaldor-Hicks menyatakan bahwa
apabila pihak yang untung memberikan kompensasi kepada pihak yang dirugikan,
menurut Scitovsky menyatakan bahwa pihak yang dirugikan dapat membayar kepada
pihak yang di untungkan dengan perubahan tersebut agar tidak melakukan perubahan.
Bab 3.
Dalam bab ini telah dibahas bagaimana mekanisme pasar dapat memecahkan masalah
ekonomi sehinggah terjadi efisiensi yang optimum dalam masyarakat. Hal-hal yang
menyebabkan mekanisme pasar gagal dalam melaksanakan fungsinya untuk
mengalokasikan sumber-sumber ekonomi secara efisiensi dalam menghasilkan
barang-barang dan jasa-jasa. Kegagalan pasar terjadi apabila mekanisme pasartidak
dapat berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang
ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, mekanisme pasar akan menyebabkan barang
yang dihasilkan menjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit dan dalam halyang sangat
ekstrim kegagalan pasar akan menyababkan pasar tidak terjadi sehingga barang dan
jasa tertentu tidak dihasilkan oleh pasar tersebut.
Bab 4.
Dalam bab ini bahwa pemerintah harus campur tangan dalam perekonomian untuk
memperbaiki alokasi sumber-sumber ekonomi oleh karne sistem pasar tidak dapat
melaksanakan alokasi sumber-sumber ekonomi secara efisien. Penyedian barang-
barang public yang dilakukan oleh pemerintah seperti pertahanan nasional, jalan raya,
kehakiman, pekerjaan umum. Dalam hal barang swasta, barang-barang tersebut dapat
dihasilkan oleh perubahan swasta, tetapi dapat juga dihasilkan oleh perusahaan
Negara, misalnya kereta api, jasa penerbangan. Barang public juga dapat dihasilkan
oleh perusahaan swasta atau oleh perusahaan Negara. Jadi yang dimaksud dengan
barang public yang disediakan oleh pemerintah merupakan barang milik pemerintah
yang dibiayai melalui anggaran belanja Negara tanpa melihat siapa yang
melaksanakan pekerjaannya. Jalan raya Negara pembiayaannya dilakukan melalui
anggaran Negara dan jalan tersebut dapat dikerjakan oleh pihak swasta atau oleh
pemerintah sendiri.

Bab 5
Dalam bab ini membahas mengenai masyarakat yang demokratis kesukaan-kesukaan
masyarakat dan kesediaan mereka untuk membiayai barang public harus dilakukan
dengan cara pemungutan suara. Dalam Negara yang mempunyai sistem pemerintah
dictator, penguasalah yang memutuskan barang dan jasa public apa dan berapa jumlah
yang akan disediakan dan bagaimana cara pembiayaan barang public tersebut. Teori
tentang pemungutan suara ini tidak sepenuhnya masuk dalam bidang ekonomi.
Banyak factor-faktor nonekonomi yang masuk dalam pertimbangan dalam
menentukan prioritas pengeluaran pemerintah. Oleh karna itu hasil dari pemungutan
suara tergantung dari 2 faktor yaitu distribusi suara diatara para pemilih dan cara
penentuan hasil pemungutan suara.
Bab 6
Pada bab ini membahas mengenai ekternalitas dalam mekanisme pasar. Yang dimana
pada bab ini membahas sub-sub mengenai apa dampak dari ekternalitas, kasus
ekternalitas produksi baik yang positif maupun yang negative, ekternalitas konsumsi
negative, jenis-jenis ekternalitas bagaimana cara memperbaiki alokasi sumber-sumber
ekonomi, pemberian subsidi, pemberian hak polisi melalui lelang dan juga peraturan
guna mengatasi eksternalitas.
Bab 7
Dalam bab ini akan kita bahas mengenai pemilihan program pemerintah dengan
mengggunakan analisis manfaat dan biaya. Analisis manfaat dan biaya digunakan
untuk mengadakan evaluasi mengenai penggunaan sumber-sumber ekonomi agar
penggunaan sumber-sumber ekonomi yang langkah dapat dilakukan secara efisien ,
sebab pemerintah mempunyai banyak program yang harus dilaksanakan, sedangkan
biaya atau dana yang tersedia sangat terbatas. Dengan analisis ini pemerintah
menjamin penggunaan sumber-sumber ekonomi yang efisien dengan memilih
program-program yang memenuhi criteria efisiensi.
Bab 8
Pada bab ini membahas mengenai dasar teori perkembangan pengeluaran pemerintah.
Pengeluaran pemerintah mencerminkan kebijakan pemerintah. Pemerintah telah
menetapkan suau kebijakn untuk membeli barang dan jasa, pengeluaran pemerintah
mencerminkan biaya yang harus dikeuarkan pada pemerintah untuk melaksanakan
kebijakan. Teori mengenai pengeluaran pemerintah dapat digolongkan menjadi 2
bagian, yaitu teori makro dan mikro. Dalam bab ini akan dibicarakan teori-teori
pengeluaran pemerintah baik secara makro maupun secara mikro.
Bab 9
Pada bab ini membahas aspek penerimaan pemerintah yang diperlukan untuk
membiayai pengeluaran pemerintah. Umumnya penerimaan pemerintah dapat
dibedakan antara penerimaan pajak dan penerimaan bukan pajak. Penerimaan bukan
pajak, misalnya adalah penerimaan pemerintah yang berasal dari pinjaman pemerintah
baik pinjaman dalam negeri maupun pinjaman luar negeri, penerimaan dari badan
usaha milik pemerintah, penerimaan dari lelang, dan sebagainya. Penerimaan
pemerintah lainnya adalah dari pajak sebagai contoh pajak penghasilan.

Bab 10
Dalam bab ini akan dibahas mengenai dampak pajak terhadap perekonomian yang
disebabkan karena perubahan perilaku individual anggota masyarakat. Jenis pajak
yang akan dibahas dalam bab ini adalah pajak perseorangan (personal taxes), pajak
penghasilan (income taxes). Pajak perseorangan dipilih karena pajak ini merupakan
pajak yang sifatnya netral, sedangkan pajak penghasilan adalah pajak yang
menimbulkan distorsi ekonomi.
Bab 11
Dalam bab ini dibahas mengenai penyediaan barang sosial atau barang public yang
dapat dipungut suatu harga barang, akan tetapi pemungutan harga atas penyediaan
barang tersebut tidak dilaksanakan melalui mekanisme pasar. Kasus ini telihat pada
suatu industry yang mempunyai struktur biaya menurun. Dimana untuk industry
tersebut sebetulnya mekanisme pasar dapat dipakai untuk menentukan harga, tetapi
harga yang terjadi menjadi sangat tinggi dan jumlah barang yang diproduksi sangat
kecil.
A. 2 Ringkasan Buku Pembanding

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan